26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13822

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)

Mayat Pria Telentang di Pinggir Selokan

Berlumuran Darah, Ada 8 Bekas Luka Tikaman

MEDAN-Warga Jalan Benteng, Sari Rejo, Medan Polonia mendadak heboh. Pasalnya, warga menemuan mayat di pinggir selokan, Senin (13/2).
Saat ditemukan mayat pria dengan posisi telentang dengan kondisi tubuh berlumaran darah dan terdapat 8 luka tikaman di sekujur tubuhnya.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi, jasad pria yang belum diketahu identitasnya itu pertama kali ditemukan seorang siswa SMA yang baru pulang dari sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu siswa itu melintasi gundukan tanah yang berbukit di sekitar lokasi, dia melihat sesosok mayat. Kemudian dia langsung memberitahukan kepada warga yang lain. Warga yang mengetahui langsung menghubungi Polsekta Medan Baru.

“Anak sekolah yang pertama kali melihat mayat itu, kondisinya seram kali aku lihat tadi,” ungkap seorang warga. Menurutnya, warga tidak ada yang mengenal mayat itu.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung menerjunkan personel untuk melakukan identifikasi. Hasil identifikasi sementara polisi ditemukan sepasang sendal jepit milik korban, lem kambing, telur lalat hijau dan bercak darah.

Ciri-ciri mayat kulit putih, tinggi badan 175 cm, kurus dan rambut ikal. Usia diperkiraan 35 tahun. Korban sementara diduga dibunuh, karena selain luka tikam di perut, leher dan tangan sebelah kanan, dari mata dan mulut korban mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Kepala Lingkungan XII Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Fauzi saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan dirinya tidak mengenal korban. “Saya tidak mengenal mayat itu dan bukan warga saya,” ungkapnya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander mengatakan polisi masih terus melakukan penyeledikan serta menurunkan tim identifikasi dari Polresta Medan.

“Kita tidak menemukan kartu identitas atau KTP korban,” katanya. Setelah dilakukan identifikasi mayat korban dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi.

Donny mengungkapkan korban tewas beberapa hari yang lalu. Dirinya mengimbau agar warga yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Mapolsekta Medan Baru. (gus/mag-5)

Bawa Sajam, 5 Pemuda Diamankan

MEDAN-Lima pemuda diamankan polisi saat berada di Jalan Asmara, simpang Gaperta, Minggu (12/2) dini hari. Kelima masing-masing Reza Wibowo (16), warga Jalan Setia Luhur Gang Banteng, Zainal Arifin (16), warga Jalan Kemiri, I Made Bagus Riwayan (17), warga Jalan Pemasyarakatan, Andhi Surya (18), warga Jalan Pasar VII Martubung, Willy Kasim (15), warga Jalan Pasar VII Martubung. Dari kelimanya polisi menyita sebuah tas berisi parang, kapak, pisau, rantai, gear sepeda motor dan 6 unit sepeda motor.

Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Hadi Sutrisno mengatakan akan terus melakukan patroli saat akhir pekan. Dirinya mengimbau kepada seluruh pemuda yang mengendarai sepeda motor untuk tidak melakukan aksi brutal dan hindari menjadi anggota geng motor. (gus)

Usulan CPNS Daerah ke Pusat tak Becus

Pengajuan Formasi Lengkap Ditenggat Juni

JAKARTA- Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini juga terancam batal. Pasalnya, hingga kemarin belum ada satu pun daerah yang usulannya dinyatakan lengkap. Dengan kata lain, usulan yang diberikan daerah tidak becus hingga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pesimis akan ada penerimaan CPNS tahun ini.

Data terkini, sudah 53 daerah yang mengajukan usulan, namun sayangnya tidak disertai analisa jabatan (Anjab) dan analisa Beban Kerja (ABK). “Baru 53 daerah yang masuk, namun belum lengkap juga. Kita masih memberikan deadline hingga Juni mendatang,” kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen-PAN) Eko Prasojo, Minggu (12/2).

Jika sampai Juni, usulan kebutuhan pegawai untuk tenaga tertentu (tenaga kesehatan, guru, dan tenaga mendesak seperti sipir serta anak buah kapal, juga honorer tertinggal) yang disertai Anjab maupun ABK, belum juga diusulkan ke pusat, berarti penerimaan CPNS ditiadakan. Kalaupun usulan lengkap masuk tapi di atas Juni 2012, maka akan diplot untuk formasi 2013.

“Hitungan pemerintah hanya sampai Juni, karena Juli sudah harus dibahas dengan DPR RI. Kalau lewat Juni, berarti penerimaannya ditunda tahun depan,” ujar Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Penegasan serupa diungkapkan Nurhayati, asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB. “Namanya moratorium, berarti tidak ada penerimaan sama sekali. Kalaupun dalam moratorium ada pengecualian bagi honorer tertinggal, tenaga kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan mendesak, namun ada syaratnya,” tuturnya.

Persyaratan itu, lanjutnya, dirasakan cukup berat bagi daerah. Sebab, hingga saat ini belum ada satupun Anjab dan ABK yang masuk.  Memang, pemerintah telah melatih PNS yang disiapkan sebagai analis jabatan sejak Desember 2011, namun belum tentu daerah bisa melaksanakan kewajibannya.
“Setelah usulan lengkap, Kemenpan-RB akan melakukan analisa apakah benar data yang diberikan tersebut. Jadi saya pesimis kalau tahun ini dilaksanakan penerimaan CPNS. Sebab, moratorium diberikan untuk benar-benar menata struktur organisasi kepegawaian di seluruh instansi. Yang lebih pegawainya, harus mendistristibusikan ke daerah kekurangan,” tegasnya.

Untuk Sumatera Utara, sejumlah daerah malah masih menunggu kabar dari Pusat soal adanya penerimaan CPNS formasi 2012 itu. Setidaknya ini sempat diucapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Parluhutan Hasibuan, belum lama ini. “Kami belum terima surat pemberitahuan penerimaannya dan kami hanya menerima surat moratorium PNS 2012, mintalah suratnya baru kami tindaklanjuti,” katanya.
Hal yang sama disampaikan, Pemko Tebingtinggi. Melalui keterangan Kepala BKD Pemko Tebingtinggi, Erwin Suheri Damanik, Pemko Tebingtinggi segera melaporkan jumlah PNS yang bertugas di instansinya. Memang benar bahwa Pemko/Pemkab se-Indonesia diminta untuk menyampaikan laporan tersebut paling lambat 5 Desember 2011 lalu. Hal itu sudah dilakukan, namun untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS 5 tahun mendatang akan harus disampaikan ke Menpan dan RB paling lambat Juni 2012.

“Jadi kami tetap menunggu surat dari Menpan dan RB untuk pengusulan CPNS tenaga teknis,” ujarnya.

Pemkab Deliserdang juga masih menunggu instruksi dari pusat. “Bila ada instruksi, kita tinggal memberi saran kepada bupati. Sebenarnya Deliserdang masih butuh CPNS meski dengan kondisi sekarang masih,” kata sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang, Joni Ritawan.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan mengakui, bahwa tenaga medis dan pendidikan masih kurang. Hanya saja, Pemko Binjai belum bisa memastikan berapa kekurangannya karena semua pengaturannya ada di Pemerintah Pusat. “Jadi sekarang menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat, selama ini jumlah PNS Binjai yang dikirimkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 3.064 orang,” sebutnya.

“Belum ada, belum dapat diketahui apakah Pemkab menerima calon pegawai negeri sipil tahun ini,” timpal Sekdakab Langkat, Surya Djahisa.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Kaiman Turnip. “Kita belum bisa memberi jawaban karena belum menerima Surat Keputusannya,” akunya.

20 Ribu Honorer Ancam Boikot Ujian Nasional

Di sisi lain, Ujian Nasional (Unas) 2012 yang tinggal dua bulan lagi terancam kocar-kacir. Penyebabnya bukan disebabkan keterlambatan distribusi soal. Tetapi, 20 ribu honorer guru dan tenaga kependidikan mengancam boikot gebyar tahunan itu.
Mereka menuntut Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengangkatan honorer tidak boleh lama-lama parkir di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Ancaman boikot Unas ini keluar dari Dewan Kehormatan Honorer Indonesia (DKHI). Organisasi tenaga honorer yang berbasih di Semarang itu memberikan toleransi hingga bulan depan kepada Kemen PAN-RB untuk memasukkan RPP pengangkatan honorer ke Sekretariat Negara (Setneg). “Jika Maret dimasukkan ke Setneg, perkiraan kita bulan itu juga akan disahkan presiden,” kata Ketua Umum DKHI Ali Mashar, kemarin.

Sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda iktikad baik dari Kemen PAN-RB untuk memasukkan RPP itu ke Setneg, maka Ali mengatakan tidak bisa membendung seruan mogok kerja masal rekan-rekannya sesama honorer menjelang dan selama unas. Dia mengatakan, saat ini anggotanya ada 30 ribu tenaga honorer. Dimana 20 ribu di antaranya adalah guru dan tenaga kependidikan. Sisanya adalah tenaga medis dan administrasi di kantor pemda.

Ancaman paling kuat muncul manakala seluruh tenaga administrai atau tata usaha (TU) honorer. Sebab, kata Ali, selama ini peran TU atau tenaga administrasi yang didominasi honorer, cukup sentral menjelang, selama, dan setelah Unas. Di antaranya, sebelum Unas tugas mereka adalah mengentri daftar tetap nama-nama peserta Unas. Selanjutnya menerima nomor peserta lalu disebar ke siswa dan ditempel ke meja-meja peserta. “Mana mungkin guru yang menempel nomor soal itu. Apalagi apa mungkin peserta Unas sendiri yang menempelnya, pasti kacau,” jelas dia. Ali menegaskan gerakan mogok kerja menjelang, selama, dan setelah Unas ini sudah kompak disuarakan honorer di sekolah negeri dan swasta.

Terkait dengan itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendikbud) Mohammad Nuh mengingatkan, urusan pengangkatan honorer tidak perlu dikatikan dengan pelaksanaan Unas. “Pihak-pihak itu perlu menjelaskan duduk perkaranya seperti apa. Kami terbuka,” tegasnya, kemarin.

Nuh menyayangkan jika akhirnya aksi mogok ini merugikan jutaan peserta unas. Pihak Kemendikbud merasa tidak suka dengan aksi ancam-ancaman seperti ini. Sebagai seorang guru atau tenaga kependidikan, para honorer yang berniat mogok saat Unas harus bisa menjelaskan dengan baik akar persoalan yang selama ini terjadi. Jika memang terkait rencana pengangkatan honorer yang terkatung-katung, Nuh mengatakan bisa dicari solusinya. “Semua bisa diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada yang dirugikan,” kata dia.

Menteri asal Surabaya itu mengingatkan para honorer di lingkungan sekolahan jika mereka itu beda sekali dengan buruh-buruh di pabrik sepeda motor atau pabrik lainnya. Proses pengangkatan honorer di lingkungan pendidikan sendiri, kata Nuh, harus melalui berbagai kajian. Khususnya tentang sebaran PNS. Dia menjelaskan sulit mengabulkan usulan pengangkatan honorer menjadi CPNS di suatu daerah yang PNS-nya sudah padat. “Di satu sisi ada daerah yang kurang sekali PNS-nya,” kata Nuh. Untuk itu, perlu ada perhitungan untuk pemerataan aparatur negara sipil atau PNS yang akurat sehingga tidak terjadi ketimpangan.  (wan/esy/jpnn/sam/adl/dan/btr/mag-3/ari)

Kurang dari Sehari Grammy Ubah Konsep

Tribute Khusus untuk Whitney Houston

Whitney Houston memang sosok istimewa dan berpengaruh di komunitas musik dunia. Berita kematian diva legendaris ini mampu memengaruhi event penghargaan kelas dunia, seperti Grammy Awards 2012, yang berlangsung pagi ini. Kemarin atau sehari sebelum perhelatan, panitia berani mengubah konsepnya menjadi Tribute to Whitney Houston.

Grammy Awards 2012 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, itu akan mengadakan pementasan musikal khusus untuk Whitney Houston. Penyanyi peraih dua Gramophone Trophy (piala Grammy) sekaligus bintang film Jenifer Hudson ditunjuk sebagai penampil di momen tersebut.
Hudson yang sempat dijuluki perwujudan baru dari seorang Houston itu tidak tampil sendiri. Menurut People, Chaka Khan dijadwalkan juga benyanyi pada acara spesial tersebut. Houston pada umur 15 tahun pernah menjadi backing vocal Khan dalam lagu I”m Every Woman pada 1978. Single ini dinyanyikan kembali Houston dan termasuk dalam album OST film The Bodyguard yang fenomenal itu.

Rencananya, Khan dan Hudson menyanyikan beberapa hits Houston. Konsep khusus telah dirancang pihak Grammy. Ken Ehrlich yang menjadi produser eksekutif telah mengofirmasi hal ini. Meski tidak disebutkan detail acara yang diwujudkan, mereka mengatakannya bakal spesial.
“Sangat disayangkan kalau kami tidak mengakui kontribusi besar Whitney kepada penggemar musik secara umum. Khususnya untuk kedekatan dia dengan Grammy, trofi, dan nominasi yang diraihnya sepanjang tahun,” ujar Ehrlich.

Houston memenangkan Gramophone Trophy pertamanya pada 1985 untuk best pop vocal performance. Penghargaan ini didapatnya untuk lagu Saving All My Love For You. Dua tahun kemudian dia kembali mendapat penghargaan yang sama untuk I Wanna Dance With Somebody (Who Loves Me). Total penyanyi asal New Jersey itu memenangi enam Gramophone Trophy sepanjang karirnya.

Pernyataan duka mendalam juga diungkapkan President/CEO The Recording Academy Neil Portnow. Sebagai pihak penyelenggara Grammy Awards, dia juga mengungkapkan ekspresi kesedihannya sepeninggal Whitney Houston.

“Sebuah malam yang suram terjadi di komunitas musik hari ini (kemarin, Red). Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, fans, dan semua yang telah tersentuh suara cantiknya,” ujar Neil Portnow di situs resmi Grammy.

Grammy Awards yang tahun ini memasuki edisi ke-54 bakal diisi para penyanyi kelas atas dari lintas generasi. Mulai Adele, Rihanna, Alicia Keys, Foo Fighters, Coldplay hingga musisi legendaris seperti Paul McCartney, The Beach Boys, dan Bruce Springsteen. Sederet selebriti seperti Ryan Seacrest, Ringo Starr, Gwyneth Paltrow, dan Marc Anthony bakal menjadi presenter. Untuk kali pertama sejak tujuh tahun lalu Grammy kembali memakai host utama. Tahun ini yang ditunjuk adalah rapper senior berumur 44 tahun, LL Cool J. Grammy Awards 2012 akan ditayangkan langsung stasiun CBS mulai pukul 20.00 waktu setempat atau hari ini pukul 09.00 WIB.

Selain menjadi musisi, Houston memang getol bermain film. Proyek film terbarunya, Sparkle, siap tayang pada pertengahan tahun ini. Meredupnya karir Whitney Houston karena narkoba membuatnya seakan ‘hilang’ dari peredaran. Kali terakhir dia merilis album pada 2009 dengan judul I Look to You. Respons kritikus terhadap album tersebut sebenarnya cukup lumayan. Situs kritik Metacritic memberikan nilai 66 dari 100.

Album I Look to You mendapat banyak pujian karena pemilihan lagu dan cara Houston mepresentasikannya dengan gaya yang berbeda. Karakter suaranya berubah menjadi lebih berat dan serak. Rilisan ketujuh itu juga memulai debut mengesankan di US Billboard 200 dengan terjual 305 ribu kopi dalam minggu pertama. Pada 1 Desember 2009, rilisan itu mendapat sertifikat platinum dari Recording Industry Association of America (RIAA) karena sudah terjual sejuta kopi.

Rintisan momen kebangkitan Houston dilanjutkan dengan proyek film Sparkle. Dalam film tersebut, pemeran Rachel Marron dalam film The Bodyguard itu menempati posisi produser sekaligus pemain.

Sparkle merupakan remake dari film berjudul sama pada 1976 yang terinspirasi grup vokal cewek, The Supremes. Secara garis besar, versi orisinal film tersebut berkisah tentang perjalanan karir tiga penyanyi dari Harlem pada akhir 1950-an. Sedangkan remake-nya mengambil tempat di Detroit, Michigan, pada era 1960, ketika Motown sedang berada dalam puncak kejayaan.

Sederet nama beken membintangi Sparkle. Mulai Jordin Sparks, Cee Lo Green, Derek Luke, Whitney Houston, Mike Epps, Carmen Ejogo, Tika Sumpter, hingga Omari Hardwick. Sementara itu, penyanyi pop/R&B R. Kelly bakal mengatur scoring musik. Untuk versi 1976, musiknya dirancang Curtis Mayfield. Bahkan, salah satu single-nya, Something He Can Feel, sukses dinyanyikan nenek Houston, Aretha Franklin, pada 1976.

Film itu mulai syuting pada 10 Oktober 2011. Saat ini Sparkle telah selesai diproduksi. Rencananya, film tersebut mulai premier 17 Agustus 2012. Untuk Houston, Sparkle akan menjadi film keempat. Sayang, proyek itu juga menjadi film terakhirnya. Penyanyi berusia 48 tahun tersebut tidak akan bisa menikmati momen keemasannya kembali. Terutama kalau Sparkle menuai sukses besar di pasaran.

Momen yang dialami Houston itu mirip dengan nasib Michael Jackson. Penyanyi yang juga akrab disapa MJ tersebut tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya di film This Is It. The King of Pop telanjur meninggal pada 25 Juni 2009, sekitar empat bulan sebelum film itu rilis pada 28 Oktober 2009.
This Is It yang berbujet USD 60 juta (sekitar Rp538,8 miliar) tersebut mendapat pemasukan hingga USD 261,1 (sekitar Rp2,3 triliun). Sementara itu, Sparkle ‘hanya’ menghabiskan dana USD 17 juta (sekitar Rp 152,6 miilar). Meninggalnya Houston berpotensi membuat Sparkle meledak. Kasus serupa terbukti pada MJ dengan This Is It dan kematian Heath Ledger yang membuat The Dark Knight (2008) meledak. (kkn/c2/any/jpnn)

Kembangkan Fakultas Baru

Ahmad Laut Hasibuan, Zuberuddin Siregar, dan Milhan Jadi Wakil Rektor UMN Al-Washliyah

Melalui proses pemilihan yang demokratis dihadiri 26 orang senat UMN Al-Washliyah, Prof Dr H Ahmad Laut Hasibuan MPd, Drs H Zuberuddin Siregar MM, dan Drs H Milhan MA terpilih menjadi Wakil Rektor UMN Al-Washliyah I, II, dan III periode 2012-2016.

REKTOR UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA me-nyampaikan selamat terhadap tiga Wakil Rektor UMN Al-Washliyah terpilih yang akan segera dilantik setelah keluar surat ketetapan dari PB Al-Washliyah. Kondar mengung-kapkan tiga calon wakil rektor UMN Al-Washliyah yang belum terpilih yakni Dr HM Pandapotan Nasution MPS Apt, Anwar Sadat Harahap SAg MHum, dan Drs Darajat Rangkuti MPd dapat terus berperan mengembangkan UMN Al-Washliyah.

‘’Bagi yang belum terpilih, ini merupakan kemenangan tertunda. Ini merupakan amanah bagi kita dalam menjalankan amanah yang diberikan Pengurus Besar Al-Washliyah,’’ kata Kondar yang memimpin sidang senat di hadapan Sekretaris PB Al-Washliyah Drs Haris Sambas, Ketua PW Al-Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn, Direktur PPs UMN Al-Washliyah Prof Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD di kampus UMN Al-Washliyah Jalan Garu II Medan, Sabtu (11/2).

Dukungan atas proses pemi-lihan yang lancar disampaikan Ketua PW Al-Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn. Ia menilai pemilihan Wakil Rektor UMN Al-Washliyah merupakan acuan dalam memilih pimpinan kampus. ‘’Tidak ada yang kalah dan yang menang dalam mengembangkan amal usaha dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari jihad,” tegasnya.

Hasbullah mengajak pimpinan kampus, dosen, mahasiswa dan alumni untuk membesarkan UMN Al-Washliyah. ‘’Kita harus tingkatkan dakwah, sosial dan membangun kepedulian. Kita berharap struktur organisasi di lingkungan Al-Washliyah lebih modern dengan sistem adminitrasi dan manajemen yang baik,’’ ucapnya.

Sekretaris PB Al-Washliyah Drs Haris Sambas meminta pimpinan baru di UMN Al-Washliyah terus berkiprah membangun kampus. ‘’Masyarakat Sumut semakin besar menaruh harapan terhadap pengembangan UMN Al-Washliyah di masa mendatang termasuk dalam membuka fakultas baru seperti Fakultas Kedokteran,’’ katanya.

Haris berharap ciri khas pendidikan Islam dapat menjadi karakter bagi para mahasiswa dan alumni UMN Al-Wahliyah. ‘’Rektor dan wakil rektor dan dosen UMN Al-Washliyah harus mampu membimbing mahasiswa dengan lebih baik. Amanah bagi wakil rektor terpilih amat berat,’’ katanya.
Tiga Wakil Rektor periode empat tahun kedepan ini akan menggantikan Wakil Rektor I Drs H Ridwanto MSi, Wakil Rektor II Drs H Firmansyah MSi dan Wakil Rektor III yang kini menjadi Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA. (*)

Fakultas Kedokteran Wajib Punya RS Pendidikan

JAKARTA-Paling cepat empat tahun lagi, seluruh Fakultas Kedokteran (FK) wajib memiliki Rumah Sakit Pendidikan (RSP). Jika tidak mendirikan RSP izin FK dicabut. Aturan ini menimbulkan keresahan FK di kampus swasta. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak akan mengucurkan bantuan pendirian RSP di kampus swasta.

Kepastian tidak ada bantuan pembiayaan ini disampaikan oleh Dirjen Pendidkan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kemarin (12/2). “Tidak ada bantuan,” kata dia.   Djoko menjelaskan, aturan di FK nantinya adalah, wajib mendirikan RSP baru bisa memperoleh izin pendirian FK. “RSP itu sifatnya wajib dulu,” katanyan

Untuk saat ini, FK boleh berdiri meskipun kampus tidak memiliki RSP. Akibatya, pihak kampus menempatkan sejumlah mahasiswa FK ke sejumlah rumah sakit daerah setempat.

Longgarnya pendirian FK tanpa ada RSP ini akhirnya menuai kritikan. Sebab, kualitas mahasiswa FK cenderung tidak bagus. Selain itu, pihak kampus juga tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengontrol rumah sakit tempat mahasiswa itu berpraktek. Pihak kampus terbentur dengan keberadaan pengelola rumah sakit daerah itu.

Kepastian tidak aka nada sumbangan untuk pendirian RSP ini, membuat pengelola kampus swasta resah. Diantaranya diutarakan oleh petinggi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Tim Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia Suyatno mengatakan, jika memang tidak ada bantuan dari pemerintah maka pihaknya sudah berancang-ancang menggenjot pemasukan dari masyarakat.

Pria yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Prod Dr Hamka (Uhamka) itu menjelaskan, saat ini ada delapan PT dibawah naungan PP Muhammadiyah yang mengelola FK. Yaitu Universitas Muhammadiyah (UM) Malang, UM Surakarta, UM Jogjakarta, UM Jakarta, UM Semarang, UM Palembang, UM Sumatera Utara, dan UM Makassar. “Ada dua yang masih proses (penderian FK, Red), yaitu UM Purwokerto dan UM Surabaya,” jelas Suyatno.

Suyatno berharap ketentuan mewajibkan keberadaan RSP tidak dijalankan dengan kaku. “Harus bisa fleksibel. Apalagi ada FK yang baru berkembang,” kata dia. Suyatno menjelaskan, seluruh FK di bawah naungan PP Muhammadiyah sampai saat ini masih bergabung dengan RS Muhammadiyah yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang FK di kampus Muhammadiyah.

Dia berharap, sambil mengumpulkan dana dari masyarakat pemerintah bisa memberikan kesempatan FK Muhammadiyah untuk bekerjasama dulu dengan RS Muhammadiyah. “Biarkan dulu yang sekarang ini sudah berjalan. Sambil lalu membangun RS Pendidikan,” tandasnya. Jika perlu, Suyatno berharap RS Muhammadiyah yang selama ini sudah digandeng FK Muhammadiyah bisa ditetapkan menjadi RSP.

Dalam kesempatan lain, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan aturan kewajiban RSP ini masih digodok dalam bentuk RUU Pendidikan Kedokteran. Dia mengingatkan, kalaupun aturan ini disahkan seluruh perguruan tinggi wajib menjalankkan.

Menurut Nuh, RSP harus berfungsi seperti rumah sakit umum. “Harus ada pasien masyarakat umum,” tandas menteri asal Surabaya itu. Dengan demikian, maka proses pembelajaran calon-calon dokter bisa benar-benar efektif. (wan/jpnn)

Tambah Ruang Terbuka Hijau

Wali Kota Tanam Pohon di Lapangan Gajah Mada

Pemerintah Kota (Pemko) Medan menanaman 48 pohon trembesi di Lapangan Gajah Mada Medan, Sabtu (11/2). Penanaman pohon ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim karena meningkatnyasuhu cuaca. Selain itu, upaya ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Medan.

“Saya sudah membaca di media kalau suhu cuaca naik, dan disebutkan oleh BMKG kalau suhu cuaca yang meningkat ini dapat memicu kebakaran, untuk itulah penanaman pohon ini kita lakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan suhu cuaca,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, di sela-sela penanaman pohon trembesi di Lapangan Gajah Mada Medan, didampingi Sekda Medan Syaiful Bahri, Sabtu (11/2).

Dijelaskan Rahudman, Pemko Medan saat ini memang konsen melakukan penghijauan. Apalagi sebelumnya, Pemko Medan sudah menyatakan diri siap menjadi satu di antara 60 kabupaten/kota di Indonesia yang mengusung konsep kota hijau dalam program pengembangan kota hijau (P2KH).
“Saat ini kita berupaya untuk konsen mendorong penghijauan, termasuk penghijauan di tempat-tempat pemakaman umum, selama 2012-2013 ini, kita akan melakukan penataan dan minimal semua makam yang ada di Medan akan dipagar dan ditanam pepohonan sehingga ke depan tidak ada lagi makam yang angker karena suasananya sudah menjadi nyaman,” terang Rahudman.

Dikatakannya pula, Lapangan Gajah Mada Medan yang sudah ditanami 48 pohon trembesi ini, sebaiknya harus steril. “Kalau ada yang berjualan harus ditata dengan baik, dan lingkungan di sini harus dikelola dengan baik, tingkatkan kebersihan dan penghijauan, kita mendorong lapangan ini bisa menjadi taman atau ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat untuk bermain dan sebagainya,” kata Rahudman.

Dalam kesempatan itu juga, dia meminta Kadis Pertamanan, untuk memasang lampu di Lapangan Gajah Mada. “Lapangan Gajah Mada ini harus dijaga karena sudah terdaftar dalam aset Pemko. Dinas pertamanan harus memasang lampu-lampu di lapangan ini, sehingga lapangan ini tidak gelap dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat sebagai ruang terbuka hijau,” jelas Rahudman.

Untuk menata lingkungan menjadi baik, tertata rapi dan nyaman, kata Rahudman, setiap aparat kecamatan dan kelurahan harus mampu bekerja sama dengan baik, termasuk dengan stakeholder maupun masyarakat. “Jangan saling menyalahkan, tapi saling menghargailah. Ke depan akan ada kompetisi antar kecamatan dan kelurahan sebagai motivasi untuk memanajemen lingkungannya dengan baik. Tentu kalau kita mampu bekerja sama dengan baik terutama dengan masyarakat, maka program yang kita jalankan pasti tidak akan gersang,” papar Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Rahudman juga meminta agar masyarakat dapat mewaspadai terjadinya bencana. “Perubahan cuaca ini harus kita waspadai, kalau dia panas pasti akan rentan kebakaran, dinas P2K juga harus melakukan sosialisasi tentang pemakaian racun api kepada masyarakat, sehingga kota ini bisa layak huni dan hijau,” terang Rahudman.

Salah seorang warga, Rutiah, memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat di Kota Medan khususnya warga di Lapangan Jalan Gajah Mada.

“Saya mengucapkan terima kasih karena Pemko sudah memberikan perhatian kepada lapangan ini,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, lapangan ini sebelumnya bermasalah sehingga dikhawatirkan warga sekitar sini tidak memiliki lapangan lagi. Anak sekolah yang gedung sekolahnya bersebelahan dengan lapangan juga bakal kehilangan lapangan tempat siswa bermain.
“Kalau Pemko tidak memberikan perhatian ke lapangan ini, siswa tidak akan memiliki tempat bermain lagi. Kami harap Pemko benar-benar serius memperhatikan lapangan satu-satunya di sekitar sini,” ucapnya. (adl)

Capacity Manajemen di Balik Kandang Sapi

Manufacturing Hope

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Saya lupa ini bukan Surabaya: pukul lima pagi masih sangat gelap di Jambi. Tapi, janji telanjur diucapkan: melihat perkebunan sawit milik PTPN-6, kira-kira satu jam naik mobil dari Kota Jambi. Padatnya acara Hari Pers Nasional yang dihadiri Presiden SBY tanggal 9 Februari lalu membuat tidak banyak pilihan waktu.

Di PTPN-6 ini ada tubuh-tubuh seksi yang perlu dikunjungi: peternakan sapi yang dikombinasikan dengan kelapa sawit!?

Sudah lebih satu bulan uji coba sapi-sawit ini dilakukan. Memanfaatkan pelepah kelapa sawit untuk makanan ternak. Begitu banyak pelepah yang terbuang. Ini disebabkan kelapa sawit tidak bisa dipanen kalau pelepah yang melindungi tandannya tidak dibuang.

Setiap pohon sawit rata-rata panen 20 kali setahun. Berarti setiap pohon membuang 22 pelepah yang bisa dijadikan makanan ternak. Pelepah itulah yang dimasukkan mesin. Dihancurkan sampai lembut. Selembut cacahan rumput. Lalu, dicampur bungkil dari pabrik pengolahan sawit. Ditambah lagi blotong yang diambil dari buangan pabrik yang sama.

Betapa murahnya makanan ternak seperti ini. Kontras dengan peternakan yang ada. Betapa banyak peternak (sapi, kambing, ayam, bebek, lele, gurami) yang terjerat harga pakan yang mahal. Akibatnya, peternak kita kurang bergairah. Akibatnya, kita selalu kekurangan daging. Akibatnya, kita harus impor sapi. Impor lagi. Impor lagi. Tahun lalu Indonesia mengimpor 350.000 ekor sapi!

Kenyataan tingginya impor sapi inilah yang menantang siapa pun. Termasuk menantang teman-teman BUMN yang bergerak di perkebunan sawit. Mungkin teman-teman BUMN sawit yang bisa ikut mengatasi. Mungkin kombinasi “sapi-sawit” inilah solusinya.

Memang, sebelum melihat uji coba di PTPN-6 Jambi ini, saya sudah berpikir agar BUMN membuat peternakan skala besar di Sumba atau di salah satu pulau di NTT lainnya. Atau di Pulau Buru. Saya bersama seorang tokoh manajemen perubahan, Rhenald Kasali, diam-diam memang lagi mempersiapkan studi peternakan skala besar di Pulau Buru.

Profesor Kasali sudah lebih dulu memiliki proyek sosial yang monumental di Pulau Buru, Maluku. Ada kemungkinan masih bisa dikembangkan lagi untuk bidang peternakan. Saya belum berani mengungkapkan soal ini karena belum begitu konkret. Biarlah tim Profesor Kasali meneruskan studinya. BUMN hanya akan menerima hasilnya dan kelak mengembangkannya.

Sebagaimana BUMN pangan yang harus dibesarkan, Presiden SBY juga memberikan dorongan yang sangat besar untuk teratasinya kekurangan sapi ini. Rasanya, banyak skenario yang bisa disiapkan. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, misalnya, termasuk yang sangat antusias mengatasi kekurangan daging ini agar kecerdasan generasi mendatang lebih tinggi lagi.

Sambil menunggu studi di Pulau Buru, proyek sapi-sawit seperti yang di Jambi ini bisa dijalankan lebih dulu. Pagi itu, di sebelah kandang sapi yang berisi 50 ekor, diskusi serius dilakukan. Di samping ada Dirut PTPN-6, Iskandar Sulaiman, ada juga ahli serat kelapa sawit Dr Witjaksono. Juga doktor-doktor peternakan yang menekuni bidang ini. Misalnya, Dr Bess Tiesnamurti: kelahiran Jogjakarta, lulus S-1 di Undip Semarang, S-2 di Amerika Serikat, dan mengambil doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tentu saya banyak bertanya kepada para ahli itu. Sesekali menguji dan mengklarifikasi data. Ini disebabkan pengetahuan saya di bidang peternakan sangat terbatas.

Diskusi intensif perlu saya lakukan karena saya harus membuat keputusan yang strategis. Tidak boleh keterbatasan saya menjadi penghambatnya. Memang di masa remaja, saya adalah penggembala kambing. Bertahun-tahun setiap pulang sekolah saya harus menggembalakan kambing milik tetangga dengan upah: kelak mendapatkan salah satu anak kambingnya. Saya juga biasa memandikan sapi atau kerbau asuhan teman-teman sepenggembalaan. Tapi, saya tidak pernah sekolah peternakan.

Diskusi tersebut terus dilakukan di sepanjang perjalanan kembali ke Kota Jambi. Itulah sebabnya, saya dan Dirut PTPN-6 gantian mengemudikan mobil. Para ahli itu sebagai penumpangnya. Diskusi di dalam mobil tidak kalah seru. Gantian mengemudi begini juga penting sekaligus untuk mengubah citra bahwa direksi perkebunan itu feodalistik.

Tiba di Jambi, ratusan aktivis KAMMI Jambi sudah menunggu saya untuk sebuah dialog. Karena itu, sementara saya terlibat diskusi dengan KAMMI, para ahli tersebut saya minta mengadakan rapat dengan manajemen PTPN-6. Saya ingin dari hasil peninjauan dan diskusi sepanjang pagi itu ada follow-up-nya. Para ahli tersebut bersama direksi PTPN-6 saya minta membuat business plan.

Harapan saya, ketika diskusi dengan teman-teman KAMMI selesai, saya sudah bisa melihat business plan proyek sapi-sawit ini. Mereka ternyata benar-benar ahli. Sebelum saya selesai acara di KAMMI, rapat itu sudah selesai. Business plan sudah tersusun. Ini disebabkan bahan-bahan rapat tersebut memang sudah didiskusikan secara mendalam sejak pukul 5 pagi.

Kombinasi ahli ternak dari Kementerian Pertanian dengan kemampuan manajerial direksi PTPN-6 membuat pekerjaan bisa selesai cepat. Inilah yang membuat saya pernah mengemukakan di MetroTV bulan lalu bahwa eksekutif BUMN itu sebenarnya hebat-hebat. Bahkan, dari lima kali pemilihan Marketer of the Year yang dilaksanakan Hermawan Kartajaya, empat di antaranya dimenangkan Dirut BUMN!

Kami pun kembali ke kantor PTPN-6. Mendiskusikan business plan yang sudah dirumuskan. Berbagai angka diklarifikasi. Berbagai kesulitan dibayangkan. Berbagai hambatan diinventarisasi. Hasilnya: go! Peternakan sapi-sawit ini bisa dilaksanakan. PTPN-6 Jambi, karena kebunnya yang hanya 32.000 ha (terkecil di antara perkebunan BUMN), menyanggupi dijatah 10.000 ekor sapi setahun. Mulai kapan? Dimulai tahun ini juga. Kandang sudah harus dibuat April nanti. Sebelum musim Qurban hari raya haji Oktober nanti, sudah harus mulai panen 2.000 ekor.

Business plan akan dimatangkan lagi dalam pertemuan antardireksi PTPN sawit seluruh Indonesia sebelum akhir bulan ini. Target 100.000 ekor sapi tahun ini harus dibagi di antara perkebunan yang ada. Tahun depan, kalau bisa, ditingkatkan menjadi 200.000 ekor.

Target waktu tersebut tidak sulit dicapai. Model kandangnya dipilih yang praktis. Memang ada dua model kandang: model berlantai semen yang tiap hari harus dibersihkan atau model lantai jerami yang hanya tiap tiga bulan diperbarui. Dua-duanya sama baiknya.

Kalau model lantai semen yang dibuat agak miring, kotoran sapi itu bisa dimanfaatkan untuk biogas. Sedangkan, air kencingnya bisa untuk pupuk. Jangan meremehkan air kencing sapi. Kini, harga air kencing itu sudah lebih mahal daripada Coca-Cola! Begitu bagusnya kandungan pupuk air kencing sapi, harganya kini mencapai Rp 10.000/liter!

Kalau lantai kandang itu terbuat dari hamparan sabut, tidak perlu dibersihkan setiap hari. Biarlah tinja sapi bercampur dengan Coca-Cola-nya, menyatu dengan sabutnya. Setiap tiga bulan, lantai itu bisa diambil. Menjadi pupuk organik yang luar biasa. Pupuk inilah yang akan menyuburkan perkebunan sawit. Menggantikan hilangnya pelepah-pelepah yang selama ini dibiarkan membusuk di bawah pohon.

Tentu ide ini masih bisa dikembangkan. Begitu banyak rakyat yang memiliki kebun sawit sendiri. Tentu kelak, setelah melihat praktik di PTPN, mereka juga bisa meng-copy-paste. Karena itu, proyek sapi-sawit PTPN ini harus berhasil: menjadi contoh untuk rakyat sekitar.

Bagi manajemen PTPN sendiri, sebenarnya proyek ini kurang menarik. Hasilnya hanya serambut dibelah tujuh jika dibandingkan dengan hasil minyak sawitnya. Karena itu, niat pengembangan sapi-sawit ini harus tidak sekadar bisnis. Melainkan juga untuk ikut menyelesaikan salah satu persoalan bangsa.
Bagi saya, proyek seperti ini juga untuk melihat capacity yang sebenarnya dari sebuah manajemen di BUMN. Apakah sebuah BUMN sudah menggunakan kapasitas manajemennya secara maksimal? Apakah kapasitas besar yang dimiliki para direksi BUMN sudah sepenuhnya tercurah untuk kemajuan perusahaan? Atau masih banyak kapasitas yang terbuang di “arena lain”.

“Arena lain” itu tidak boleh terlihat begitu menariknya bagi manajemen BUMN. “Arena lain” itu bisa menggeser fokus. Saya sendiri sudah diingatkan banyak teman untuk jangan tergoda sering menghadiri acara yang tidak ada hubungannya dengan pengembangan BUMN. Belakangan memang terlalu banyak permintaan untuk sebuah aktivitas di luar BUMN. Saya harus segera menyadari bahwa itu adalah godaan. Saya akan memperhatikan peringatan teman-teman seperti itu.

Kembali ke fokus memang harus digalakkan: bekerja, bekerja, bekerja. Direksi BUMN yang selama ini hanya mengurus PSO (public service obligation), misalnya, sudah harus mulai bergerak ke luar PSO. Agar kapasitas manajemen yang sebenarnya terlihat dengan nyata. PSO tetap harus dijalankan. Ini penugasan dari pemerintah. Tapi, tidak boleh direksinya tidak bergerak di luar itu. Itulah sebabnya, saya gembira ketika PT Pusri, PT Sang Hyang Sri, dan PT Pertani bersemangat menangani pembukaan sawah baru besar-besaran. Bulog juga akan ikut bergerak menangani program intensifikasi sawah mandiri.

Kelemahan business as usual adalah: tidak akan bisa terlihat kapasitas manajemen BUMN yang sebenarnya. Business as usual tidak akan melahirkan manajemen yang tangguh. Dengan beban yang lebih banyak dan target yang lebih tinggi, akan terlihat mana direksi yang benar-benar andal dan mana yang sebenarnya biasa-biasa saja. Peningkatan kapasitas direksi melalui penambahan beban seperti inilah jalan terbaik untuk capacity building.
Capacity building model ini juga akan terjadi di kelompok kehutanan. Inisiatif Perhutani untuk menggarap hutan sagu menjadi industri pangan adalah capacity building dari manajemennya yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan BUMN kehutanan (terutama Inhutani 1, 2, 3, 4, 5) tidak akan lagi kerja rutin: mengerjasamakan lahan dan mengerjasamakan apa saja yang dimilikinya. Bagaimana kita bisa melihat apakah direksi Inhutani itu hebat atau tidak kalau semua pekerjaannya di-sub-kan ke pihak ketiga.

BUMN PPA juga berubah. Tidak boleh lagi PPA menangani hal yang kecil-kecil. Tahun 2012 ini PPA hanya akan menangani lima masalah, tapi gajah-gajah. Sudah bertahun-tahun tidak ada yang berani menyentuh gajah-gajah-bengkak itu. Di sinilah akan terlihat manajemen capacity PPA yang sebenarnya. Mungkin agak heboh-heboh sedikit, tapi bukankah manajemen yang besar memang harus menyelesaikan persoalan yang besar?

Kalau capacity building ini terjadi di semua bidang BUMN (perkebunan, pangan, gula, penerbangan, perbankan, kereta api, pelabuhan, kehutanan, energi, perkapalan, perhotelan, dan seterusnya), hasilnya akan gegap gempita. Kita pun akan tahu apakah kapasitas manajemen di sebuah BUMN itu sudah memadai atau belum. Kita pun akan tahu dengan sebenar-benarnya apakah semua kapasitas manajemen BUMN sudah termanfaatkan atau masih idle.

Semua itu harus sudah terbaca sebelum 1 Juli 2012. Saat itulah, dari ribuan sapi di kebun sawit sudah banyak yang mulai hamil. (*)

Kejatisu Minta Bukti Tambahan ke DPRD

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meminta data dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan kepada Komisi DPRD Medan. Permintaan itu dilakukan untuk mempercepat penuntasan pemeriksaan dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan daerah Rp24 miliar. Komisi D DPRD Medan pun menyambut baik permintaan Kejatisu dan mendukung penuntasan pengusutan dugaan korupsi tersebut.

“Kalau ada temuan DPRD Kota Medan mengenai dana retribusi parkir yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan dan tidak ada bukti setoran, kita berharap hasil temuan itu dapat dilimpahkan kepada kita untuk dijadikan bukti tambahan. Kita siap menerima data retribusi parkir yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan,” tegas Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH, kepada wartawan koran ini, akhir pekan lalu.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong, menyatakan siap membantu penyidik Kejatisu dengan memberikan data temuan penyimpangan retribusi parkir Dishub Medan kepada lembaga penegak hukum tersebut. “Bila ada permintaan itu. Komisi D siap melaksanakannya,” kata Simangungsong.

Dijelaskannya, dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan pejabat Dishub Medan dua pekan lalu, terungkap berbagai dugaan penyimpangan. Semua data terkait pemungutan retribusi parkir 2010-2011 tak bisa ditunjukkan pejabat Dishub Medan. Bahkan surat perintah tugas (SPT) juru parkir di lapangan tidak bisa ditunjukkan.

Kembali ke Jufri. Kejatisu dalam waktu dekat segera melakukan gelar perkara (ekspos) kasus dugaan korupsi tersebut. Hanya saja Jufri tidak bersedia menyebutkan tanggal pastinya. Dia hanya mengatakan, hal itu akan dilakukan secepatnya. Kepala Kejatisu, AK Basyuni Masyarif, sendiri meminta percepatan penuntasan pengusutan kasus itu.

“Gelar ekspos secepatnya akan dilakukan Pidsus Kejatisu mengingat hasil gelar ekspos tersebut nantinya akan segera dilaporkan pada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung RI,” tambahnya.

Jufri menyebutkan, gelar perkara dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang sebenarnya, berapa nominalnya. Dari gelar ekspos itu juga akan jadi dasar peningkatan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. “Gelar ekspos itu wajib kami lakukan dan dibahas secara bersama-sama penyidik dan pejabat Kejatisu. Waktunya belum kita tentukan kapan, mengingat kita saat ini sedang menyimpulkan hasil penyelidikan, keterangan para saksi, hingga temuan di lapangan,” tegas Jufri.

Saat ditanya kapan ada penetapan tersangka? Jufri kembali mengatakan, penetapan tersangka menunggu hasil gelar perkara. “Nanti ya. Kalau ada perkembangan akan kami sampaikan secepatnya,” tandasnya. (rud/adl)