26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13823

Olah TKP Kebakaran Terganjal Libur

Medan-Sampai Minggu (12/2) polisi belum bisa memastikan penyebab terbakarnya tiga unit bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Brigjen Katamso Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Medan Maimun. Malah, pengakuan warga, belum ada polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap kebakaran yang terjadi pada Sabtu (11/2) lalu itu.

“Dari pagi hingga sekarang sore tidak ada polisi yang datang kemari. Kalau datang, pasti warga ramai lihat Bang, seperti kebakaran di sana, “kata seorang warga sambil menunjuk ke arah lokasi kebakaran di Gang Aman Kelurahan Sukaraja beberapa waktu lalu yang meludeskan belasan rumah Hal ini juga diakui Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandi Sinurat. Katanya, petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan memang belum melakukan olah TKP. “Kejadiannya kan hari Sabtu sore. Dan, sekarang hari Minggu, nanti kita akan layangkan,” terang Sandi saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, kemarin.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, karena belum adanya olah TKP, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. “Baru semalam. Kita lihat besok lah,” ucap Sandi.

Meski begitu, Sandi mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui awal kejadian. “Untuk sementara lokasi kita amankan dulu dengan memasang garis polisi dan memeriksa beberapa saksi,” terangnya.

Sementara itu Syafrizal (30), warga pasar VII Tembung, salah satu korban mulai membaik. Shafrizal yang mengalami luka bakar serius di bagian tangan, perut dan wajah ini mengaku tak menyadari akan musibah yang menimpa dirinya. “Waktu kejadian aku langsung ngumpulkan kayu di depan toko tempat aku kerja. Aku gak tau api dari mana, tiba-tiba langsung meledak saja dan langsung menyambar ,”sebutnya saat disambangi di ruang Kecubung 202 RSU Permata Bunda tempat dirinya mendapatkan perawatan, Minggu (12/2).

Izal yang baru dua tahun bekerja di Karyawan Mega Jaya Tehnik juga mengakui jika kebakaran tersebut juga ikut membakar sepeda motor miliknya serta dua sepeda motor milik sang toke.

Ak selaku pemilik toko  sekaligus bos kerja Syafrizal yang langsung menjenguk korban menyatakan jika asal api diduga berasal dari tiner yang dipasok ke sebuah toko cat sebagai lokasi awal kebakaran. “Sore itu mobil box membawa tiner untuk diantarkan ke toko cat tempat Loi Weng Hoa (salahsatu korban kritis). Namun saat itu info yang saya terima, tinernya bocor dan memenuhi ruangan toko hingga menyebabkan sebuah ledakan,”sebut AK.
Selain Syafrizal kedua korban lainnya  Loy Poei Kong, Warga Jalan Kampung Aur Medan, penjual es tebu yang melintas dan ikut terbakar juga sempat mendapatkan perawatan di ruang  Baiduri 301 RS Permata Bunda. Namun Minggu pagi (12/2) korban dipindahkan ke RS Methodist Medan untuk menjalani operasi pada bagian kakinya.

Sedangkan Loi Weng Hoa, warga Jalan Brigjend Katamso salah satu pemilik toko yang juga menjadi korban, masih dirawat intensif di ruang  ICU, dengan luka bakar diperkirakan mencapai 90 persen. Dari info yang diporeh salah satu keluarganya, Loi Weng Hoa, ayah satu orang anak ini, akan dipindahkan Minggu sore (12/2) sekitar pukul 18.00 WIB ke RS yang berada di Singapore untuk menjalani perawatan atas luka bakarnya. “Kondisinya cukup parah dan tengah menjalani masa kritis atas luka bakarnya. Bahkan dari pengakuan dokter dia juga mengalami gangguan pada pernafasannya akibat luka bakar itu,”ungkap seorang keluarga yang enggan memberikan identitasnya.

Terkait kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area,  Anggota DPRD Kota Medan meminta seluruh oknum dan instansi terkait untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) terhadap korban.

Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain Hutajulu usai menyerahkan bantuan material bangunan kepada korban kebakaran, kemarin. “Apalagi dari aparatur Pemko Medan. Kita berharap agar semua dipermudah, dan tidak dipersulit. Jika kita temukan adanya dugaan pungli yang dilakukan aparatur Pemko Medan, kita secepatnya mengambil langkah-langkah konkret,” katanya.
Dikatakannya, kutipan yang dimaksud antara lain berupa pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Srijati Pohan juga meminta agar camat dan lurah setempat segera mendata dengan jelas korban kebakaran. Hal ini dimaksudkan untuk memberi ruang kemudahan bagi mereka yang ditimpa musibah dalam pengurusan segala administrasi. “Kita juga meminta Wali Kota Medan mempertimbangkan usulan penggratisan pengurusan IMB dan administrasi lainnya,” cetusnya. (mag-5/uma/adl)

Anjing dan Majikan Kompak Pakai Pink

Ketika Valentine Disiapkan untuk Hewan Peliharaan

Perayaan kasih sayang atau valentine day’s bukan hanya ditujukan terhadap manusia saja. Ya, momen itupun bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada hewan peliharaan. Setidaknya hal ini terlihat dalam acara Dog’s Gathering in Valentine Party yang digelar kemarin.

Farida N Ritonga, Medan

Bertempat di Jalan Asia Komplek Asia Mega Mas, Minggu (12/2), peserta yang mengikuti acara tersebut terlihat begitu antusias. Ya, meski matahari sangat terik, tak terlihat mimik capek atau suntuk dari peserta. Ada sekitar 50-an anjing peliharaan dari berbagai jenis yang mengikuti perlombaan itu. Menariknya, bak menyesuaikan tema, beberapa anjing pun dipakaikan kostum berwana pink persis dengan majikannya.

“Sesuai temanya Februari yang merupakan bulan kasih sayang. Biasanya perayaan kasih sayang hanya dari manusia dengan manusia. Tapi kali ini, kita tujukan untuk hewan peliharaan. Kenapa kita milihnya anjing, karena di Medan sendiri, antusias untuk melihara anjing sangat tinggi apalagi di kalangan remaja,” kata Ketua Panitia, Evi Chaniago yang juga pemilik My Pets Shop.

Begitulah, anjing-anjing yang ada di tempat itu memang sangat terawat. Beragam jenis anjing pun bisa memanjakan penggila anjing yang hadir. Sebut saja pudel, herder, maltese dengan bulunya yang panjang, pug dengan wajah yang keriput dan berukuran sedang, hingga chihuahua jenis anjing terkecil di dunia dengan muka pipih dan bulu tipis.

Bahkan ada juga jenis akita dengan bulu tebal dan besar yang biasanya dapat ditemukan di ‘Negeri Matahari Terbit’. Jenis shih tzu yang menggemaskan dengan badan dan moncong pendek serta bulu yang panjang hingga menutupi mata dan telinga juga tak luput dari pandangan. Tak salah jika pemiliknya terkadang mengikat bulu di bagian kepala shih tzu, karena bulu-bulu itu dinilai sangat mengganggu penglihatan anjing mereka.

Menurut Evi, kegiatan ini baru pertama kali diadakan. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadakan kegiatan serupa di masa mendatang. Bahkan, jika kegiatan ini berjalan lancar dan antusias masyarakat juga tinggi, maka pihaknya berencana melakukan penampungan terhadap anjing liar. “Di My Pets Shop memang ada beberapa jenis hewan lain. Tapi kita lebih dominan ke anjingnya. Apalagi anjing ini hewan peliharaan yang setia kepada majikannya dan sudah menjadi lifestyle memeliharanya. Atas dasar mencintai hewanlah, kita mengadakan kegiatan ini,” urainya lagi.

Pada even kemarin, ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian juri seperti kecepatan, kecakapan, serta jinak atau tidaknya anjing terhadap majikan. Pemilik anjing juga boleh memilih, lomba apa yang akan mereka ikuti untuk anjingnya. Seperti lomba makan, fashion show, foto, marathon anjing hingga hias kandang oleh sipemilik. Pengunjung yang ingin menyaksikan kegiatan tersebut juga tidak kalah ramai hingga mencapai hingga 300-an orang.
Bagi pemenang yang beruntung,akan memperoleh hadiah unik seperti sejumlah uang, parsel yang didalamnya terdapat perlengkapan anjing, voucher belanja dan sebagainya. “Kita pilih juaranya hanya tiga orang saja. Kita harap penyayang anjing khususnya tidak melupakan hewan peliharaannya. Sayangi mereka karena anjing juga makhluk hidup,” ucap Evi.

Perlombaan sempat terhenti, saat salah seorang peserta, Toni Sulaiman membawa anjing jenis low Inggris miliknya yang berukuran besar dengan berat 57 kg. Pengunjung di acara tersebut pun berebut untuk berfoto bersama. “Nama anjing milik saya ini Angle, usianya sudah 4 tahun. Ini anjing jenis Low Inggris, biar ukurannya besar tapi jinak. Mengurusnya sih gampang-gampang susah. Kalau per harinya bisa sampai 7 kali makan. Ya bisa menghabiskan sampai 2 kg lebih daging lah,” ungkapnya.

Sayang, Angle sedikiti sulit kalau diajak mejeng. “Ya, paling susahnya saat diajak jalan, anjing saya ini nggak tahan panas, apalagi bulunya tebal. Minumnya harus disediakan kemana aja pergi,” ungkapnya.

Even inipun mendapat apresiasi positif dari anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Hasyim SE, yang hadir menyambut baik diadakannya kegiatan tersebut. Kegiatan itu menurutnya sebagai pembentuk kreativitas dan memberi nilai tersendiri bagi pencinta anjing. “Kegiatan ini sangat bagus. Seperti yang kita lihat pemiliknya rata-rata anak muda. Dengan memiliki hewan peliharaan, aktivitas kita tersalurkan ke hal-hal yang positif,” ujar Hasyim. (*)

Berjaya tanpa Ibra

Udinese vs AC Milan

UDINE- Tanpa Zlatan Ibrahimovic, AC Milan justru mampu merebut kemenangan pertama mereka selama Februari. Klub berjuluk Rossoneri tersebut menang atas rivalnya di papan atas Udinese pada pekan ke-23 Serie A Liga Italia.

Istimewanya, kemenangan itu menjadikan Milan sebagai tim pertama yang mampu menundukkan Udinese di markasnya Stadion Friuli. Milan juga sekarang merebut status capolista alias penguasa klasemen sementara dari Juventus.

Milan mengemas 47 poin dan unggul dua angka dari Juve. Hanya, Juve punya peluang melampauinya. Sebab, mereka masih memiliki dua laga sisa yang belum dimainkan. Yakni, melawan Parma dan Bologna yang tertunda karena cuaca.

Terlepas dari posisi Milan di klasemen, kemenangan itu memberikan suntikan kepercayaan diri kepada Milan jelang bertarung pada first leg babak 16 besar Liga Champions melawan Arsenal pada Kamis dini hari (16/2).

Kebangkitan Milan setelah selalu gagal menang dalam tiga laga sebelumnya di semua ajang. “Kami memang khawatir dengan hasil beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami melakukannya dengan baik melawan Udinese,” kata Massimiliano Allegri, pelatih Milan, seperti dikutip Football Italia.
Kehilangan Ibra, sapaan Ibrahimovic, yang diskorsing tiga laga karena menampar bek Napoli Salvatore Aronica mampu ditutupi dengan baik oleh striker Milan lainnya.

“Tentu kami merasa kehilangan Ibra. Tetapi, pemain menunjukkan karakter yang berbeda,” bilang mantan pelatih Cagliari itu.
Milan lebih dulu tertinggal pada menit ke-19 melalui gol Antonio Di Natale. Punya banyak peluang, tapi Milan selalu gagal mencetak gol pada babak pertama. Baru setelah striker anyar Maxi Lopez dimasukkan pada menit ke-66 menggantikan Antonio Nocerino, situasi menjadi berbeda.
Ya, Lopez menjadi pemecah kebuntuan dengan golnya pada menit ke-77 dan menyumbangkan assist untuk gol Stephan El Shaarawy pada menit ke-85.
“Saya sangat senang, karena mencetak gol untuk Milan seperti mimpi yang jadi kenyataan,” kata Lopez, kepada Sky Sport.(ham/jpnn)

Tagana Selamatkan Warga yang Hanyut

TEBING TINGGI- Tim Sar Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tebing Tinggi berhasil meyelamatkan satu orang korban hanyut di Sungai Padang, tepatnya Kampung Semut, Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi, Minggu (12/2).

Penyelamatan tersebut dilakukan menggunakan perahu karet milik Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Kota Tebing Tinggi. Setelah berhasil menyelamatkan korban, tim SAR tagana langsung memberikan pertolongan pertama.

Inilah yang terlihat saat Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi melakukan simulasi penyelamatan korban hanyut di sungai dalam latihan kemahiran mengevakuasi korban bencana alam.

Komandan Operasi, Bambang Sukamto menjelaskan, dalam pasukan Tim Sar Tagana ada empat tim yang langsung menangani evakuasi yaitu tim reaksi cepat dengan pengendalian dilakosi kejadian menggunakan perahu karet, P/B Medical memberikan pertolongan pertama kepada korban, logistik dan dapur umum mempersiapkan konsumsi.

“Simulasi ini dalam rangka persiapan perbekalan pemantapan diri anggota Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi dalam menghadapi bencana alam seperti banjir,” jelas Bambang kepada Sumut Pos.

Sementara itu, Ketua Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi, Kaharuddin Nasution mengatakan, kegiatan simulasi ini dalam rangka peningkatan sumber daya anggota Tagana dalam penyelamatan evakuasi korban dan pembelajaran kepada semua anggota untuk pengendalian perahu karet dilapangan agar lebih efektif saat terjadi musibah. Simulasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan mengambil lokasi berbeda.
“Kegiatan dimaksudkan agar semua anggota tagana siap menghadapai semua kejadian musibah,” ujarnya.(mag-3)

Bentrok di Belawan, Briptu Fernandes Kritis Dibacok

BELAWAN- Situasi di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Kota Belawan, Minggu (12/2) malam, kembali memanas.
Seorang personel polisi, Briptu Fernandes kritis dibacok beberapa pemuda. Pembacokan terhadap anggota Polres Pelabuhan Belawan tersebut, diduga dipicu oleh tidak tanggapnya polisi terhadap laporan warga terkait aksi penculikan dan penganiayaan dialami Khaidir (21) warga Lororong Melati, Belawan.

Informasi dihimpun Sumut Pos di Belawan menyebutkan, peristiwa pembacokan yang dialami Briptu Fernandes itu, bermula dari penculikan dan penganiayaan yang dialami Khaidir. Sore itu sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama pacarnya berangkat dari rumahnya menuju lokasi wisata Pantai Ocean Pasific di Gabion, Belawan. Khaidir tak menyadari kalau di dalam perjalanan ia telah diikuti dua pemuda berinisial T dan A, warga Gudang Arang.
“Ceritanya, waktu dia sampai di pantai kreta (sepeda motor) dan sedang duduk-duduk bersama pacarnya, didatangi dua pemuda asal Gudang Arang, Belawan,” ujar Harun (32) warga setempat.

Melihat ke dua pelaku mengancamnya menggunakan senjata tajam, Khaidir yang sempat melawan akhirnya pasrah saat dipaksa naik ke atas sepeda motor yang ditumpangi pelaku. Sementara, pacar dan sepeda motor milik korban ditinggalkan begitu saja di lokasi wisata bahari tersebut.

“Kami warga disini baru tahu setelah pacar korban mendatangi Lorong Melati. Sama orang tua Khaidir, dia bilang kalau korban diculik sama dua orang pria,” sebutnya.

Mendengar hal tersebut, ibu kandung korban bersama beberapa warga setempat mendatangi petugas kepolisian yang melakukan pengamanan di Jalan TM Pahlawan, Belawan. “Tadinya warga disini sempat mendatangi polisi yang berjaga di dalam warung dekat kuburan, tapi polisinya cuma diam saja tanpa melakukan upaya pencarian ke Gudang Arang, Belawan,” katanya.

Karena kurang mendapat respon, orangtua bersama warga lantas kembali ke rumah, sementara beberapa orang warga tetap melakukan pencarian. Selang satu jam lebih, Khaidir akhirnya ditemukan dikawasan Lorong Pemancar Gudang Arang, Belawan, dalam kondisi luka serius dibagian kepala dan wajahnya. Melihat korban terkapar, warga lantas menghubungi Kepling 30 Gudang Arang, Belawan, Irfan dan selanjutnya membawa korban ke RSU TNI AL di Belawan. “Saat hendak maghrib, warga baru dapat kabar kalau Khaidir sudah berada di RS TNI AL. Dia ditemukan di Gudang Arang dengan kondisi luka-luka dan mulutnya ada bekas sayatan senjata tajam. Lalu orangtuanya langsung ke rumah sakit,” bebernya.

Berselang beberapa menit kemudian, warga yang kesal atas kinerja polisi yang kurang menanggapi pengaduan penculikan dan penganiayaan dimaksud, kembali mendatangi warung kopi tempat dimana polisi melakukan pengamanan.

Melihat gerombolan warga bersenjata tajam datang, Briptu Fernandes langsung terkejut dan melarikan diri. Sedangkan kedua rekannya memilih tetap di warung.  “Ketika melihat ada polisi yang kabur, warga lantas mengejarnya. Tepat di sekitar pemakaman, polisi yang kabur tadi berhasil ditangkap dan dibacok dengan kelewang. Polisinya sempat menjerit minta ampun,” tuturnya.

Puas melampiaskan kekesalannya, warga lalu pergi meninggalkan Briptu Fernandes dalam kondisi berlumuran darah. “Kalau polisi tadi tak lari,  mungkin dia tak kena bacok, tapi karena dia lari warga pun marah. Sedangkan dua polisi lain tetap aman di warung kopi,” lanjutnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto ketika dikonfirmasi Sumut Pos via selularnya terkait pembacokan tersebut, tidak berhasil dihubungi.
Sementara, Kepling 30 Gudang Arang Kelurahan Belawan I,  Irfan  membenarkan dirinya bersama warga menemukan Khaidir terkapar dengan kondisi luka-luka. (mag-17)

14 DPD BM PAN se-Sumut Dukung Anang

Medan-  Jelang Musyawarah Wilayah (Musywil) Dewan Pimpinan (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumatera Utara akhir Februari 2012, Anang Anas Azhar MA telah mengantongi dukungan 14 DPD dari 22 DPD BM PAN yang ada di Sumut. Dukungan itu diperoleh karena sosok Anang yang sudah dikenal dan teruji, jujur, kritis dan pemberani dalam menjalani roda organisasi.

Apalagi, Anang merupakan mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut yang sudah dikenal di sejumlah daerah, khususnya kantong berbasis Muhammadiyah. Ketua Tim Pemenangan Anang Anas Azhar Husni Hamid Lubis SE didampingi Sekretaris Tim Edi Saputra ST kepada wartawan, Minggu (12/2) menjelaskan, dukungan kepada Anang tersebut berasal dari Simalungun, Pematangsiantar, Tebingtinggi, Labuhanbatu, Langkat, Tanjungbalai, Asahan, Mandailing Natal, Padangsidempuan, Tapsel, Karo, Pakpak Bharat, Labura dan Paluta.

Husni Hamid menegaskan, selama melakukan road show di sejumlah daerah di Sumut, Anang memperoleh sambutan yang luar biasa. Hal itu disebabkan Anang AA dikenal sebagai tokoh pemuda kreatif, apalagi sejak dirinya menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumut, dirinya kerap turun ke daerah.
“Sejumlah kader BM PAN sudah banyak mengenal sosok Anang. Sebab, Anang sudah dikenal sebagai sosokyang jujur, kritis dan pemberani. Sehingga kader menginginkan agar memimpin BM PAN Sumut,” kata Husni Hamid.

Dia juga meyakini, Muswil BM PAN SUmut yang tinggal menghitung hari ini, tentu memiliki makna dan nilai. Sebab, muswil tersebut diyakini akan memiliki pemimpin baru di BM PAN Sumut untuk lima tahun ke depan.

“Saya yakin sosok Anang akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memimpin BM PAN Sumut,” katanya. (ade)
Di tempat terpisah, Ketua DPD BM PAN Madina Hatta Rangkuti mengaku tidak mergukan kemampuan Anang AA untuk memimpin BM PAN Sumut. “Saya sudah sangat kenal saudara mudaku Anang, beliau sosok pemuda yang bernuansa intelektual, memiliki keberanian dan jujur dalam bertindak. Saya yakin, beliau mampu memimpin BM PAN Sumut,” kata Hatta.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD PAN Karo, Beliukur Ginting. Menurutnya.BM PAN Karo akan walk out memenangkan Anang untuk menjadi Ketua BM PAN Sumut.

Dia juga menyebutkan, Anang sudah memiliki track record yang tidak diragukan lagi.
Seperti diketahui, Anang merupakan inisiator pendirian BM PAN Sumut pada 1998, mantan Wakil Ketua DPW PAN Sumut, mantan Ketua DPD PAN Labusel yang sukses mengantarkan Wildan Aswan Tanjung sebagai Bupati Labusel, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumut.Selain itu, Anang aa juga Dosen Fisipol UMSU, Tim Ahli Pimpinan DPRD Sumut, Praktisi Media, dan kini kandidat doktor (S3) pada Sekolah Pascasarjana IAIN Sumut. (ade)

Griffn Benam Bobcats

CHARLOTTE – Los Angeles Clippers mampu menundukkan tuan rumah Charlotte Bobcats 111-86 di Arena Time Warner Cable dalam pertandingan lanjutan kompetisi NBA, Sabtu (11/2) malam waktu setempat.

Bintang Clippers yang namanya masuk line up NBA All Star wilayah barat, Blake Griffin tampil memukau dalam pertandingan itu. Griffin mencetak double-double dengan raihan 21 poin dan 10 rebound.

Bintang Clippers lainnya yang juga masuk dalam line up NBA All Star, Chris Paul pun tak mau kalah. Paul juga mencetak double-double untuk tim tamu dengan sumbangan 18 poin dan 14 assist.

Dominasi Clippers memang terlihat dalam pertandingan tersebut, hal itu terbukti ketika bukan hanya bintang klub sekota Lakers itu saja yang menyumbang poin, pemain lainnya juga turut bermain gemilang. Caron Butler ikut menyarangkan 16 poin, Randy Foye menjaringkan 12 poin dan DeAndre Jordan turut mencetak 11 poin.

Dengan kemenangan ini membuat Clippers meraih kemenangan keempat dari lima pertandingan away terakhir mereka. Sementara itu, hasil ini membuat Bobcats menelan 14 kekalahan beruntun mereka di kompetisi NBA musim ini.

Kemba Walker yang mencetak poin tertinggi bagi Bobcats dengan 19 poin tak banyak membantu timnya. Corey Maggette dan Tyrus Thomas juga masing-masing menyarangkan 12 dan 11 poin, namun tak mampu menghindari timnya dari kekalahan.

Di tempat terpisah forward Denver Nuggets, Corey Brewer menandai kembalinya dia lewat penampilan gemilang setelah absen dalam 3 game terakhir dengan membawa Nuggets menggilas tuan rumah Indiana Pacers 113-109.

Brewer yang mesti absen karena menghadiri pemakaman ayahnya, seolah bangkit dan tak terpengaruh dengan peristiwa menyedihkan yang menimpanya. Brewer mencetak 19 poin dan 5 rebound dalam pertandingan tersebut.

Sementara Ty Lawson mencetak poin tertinggi dalam pertandingan ini lewat raihan 27 poin dan Arron Afflalo. (bbs/jpnn)

DPR Salah Asuhan

Oleh:
Januari Sihotang

Betapa miris hati kita melihat keberadaan DPR saat ini. Perilaku anggota DPR begitu jauh dari ekspektasi publik. Hal ini membuat kita harus bertanya kembali, seberapa ideal demokrasi yang diimplementasikan bangsa ini? Harus diakui, setelah dilantik pertengahan 2009 lalu, publik sempat menaruh harapan besar kepada wakil-wakil rakyat di Senayan.

Beragam faktor menjadi alasan. Pertama, dari segi tingkat pendidikan, komposisi anggota DPR saat ini merupakan yang terbaik dari sebelumnya. Sebagian besar DPR bergelar sarjana, banyak lulusan magister dan doktor bahkan bergelar profesor.

Kedua, di tengah meruncingnya perdebatan menyoal dikotomi pemimpin muda dan pemimpin tua, anggota DPR periode 2009-2014 pun hadir dengan rata-rata usia paling muda dalam sejarah republik. Bahkan beberapa di antaranya ada yang masih berusia 23 tahun. Usia normal lulusan S-1 saat ini.
Ketiga, tak berapa lama setelah dilantik, harapan publik membubung tinggi tatkala melihat niat dan kerja keras anggota DPR dalam membongkar berbagai praktik korupsi di negeri ini, seperti kasus Century. Pembongkaran aib Century ini patut diacungi jempol sebab kasus bailout Bank Century melibatkan para elit dalam lingkaran kekuasaan. Puncaknya, sidang paripurna DPR memutuskan benar telah terjadi berbagai pelanggaran hukum dalam proses bailout Bank Century dan mempersilakan penegak hukum memprosesnya lebih lanjut.

Ternyata  proses hukum kasus Century begitu senyap, tidak segaduh sidang Pansus dan paripurna di DPR. Proses penegakan hukum berjalan di tempat. Penyebabnya  gampang ditebak, proses yang sedang berjalan minim dukungan politik. Kasus Century entah berakhir di mana, tidak semua orang tahu.
Redupnya pembicaraan  kasus Century, seiring pula meredupnya citra dan harapan kepada DPR. Perlahan namun pasti, mulailah tercium aroma praktik politik transaksional antarelit politik yang seakan mengukuhkan bahwa aksi politisi Senayan selama ini hanya sandiwara yang didalangi berbagai faktor kepentingan, baik individu, partai dan kelompok. Kendati beberapa kali kemudian DPR menggagasi hak angket terhadap berbagai kebijakan pemerintah, semisal kasus mafia pajak, namun rasa skeptis dan apatis masyarakat terhadap wakil rakyat keburu menguat.

Tindak-tanduk keseharian anggota DPR pun semakin membuat rasa simpati publik tergerus. Kendati kerap menjadi bulan-bulanan masyarakat, baik melalui aksi demonstrasi maupun berbagai pemberitaan di media massa, namun DPR tak acuh. Justru perilaku ironis dan ketidakberpihakan pada rakyat menjadi keseharian anggota DPR. Kinerja legislasi mandul, fungsi pengawasan sekadar formalitas, manipulasi anggaran terjdi mulai dari hulu (Badan Anggaran) hingga hilir,  anggota yang sering korupsi waktu (bolos), kasus video porno dan berbagai perbuatan tak terpuji lainnya.

Hari-hari DPR juga disibukkan dengan pemborosan uang negara. Dengan gamblang kita saksikan bagaimana para wakil rakyat menghambur-hamburkan uang negara dengan alasan studi banding, dana aspirasi dan pembangunan rumah aspirasi. Begitu juga dengan rencana pembangunan gedung DPR dengan taksasi dana mencapai 1,2 triliun rupiah. Pembangunan ruang rapat banggar, perbaikan toilet dan parkir motor, pengadaan pengharum ruangan hingga obat kuat yang menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Tindakan-tindakan ini semakin mengokohkan monumen ketidakpercayaan publik terhadap DPR. Anehnya, anggota DPR terkesan tuli terhadap kuatnya suara rakyat yang menolak program-program tersebut. Mereka justru sibuk mencari alasan pembenar, menghindar dan melempar kesalahan. Seharusnya DPR bercermin pada anggota BPUPKI dan PPKI pada masa kemerdekaan dulu. Dalam keadaan darurat, bukan hanya dari segi fasilitas seperti gedung, namun juga kondisi tertekan oleh penjajah saat itu, mereka justru mampu melahirkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai karya yang begitu fenomenal, monumental dan mampu menuntun dan menjiwai bangsa ini hingga sekarang.

Penulis menjadi teringat pada pernyataan pembuka Joseph E Nye Jr (1997), dalam buku ‘The Decline of Confidence in Governance’ yang mengatakan, ‘Why People Don’t Trust Government?’ Jawabannya tentu beragam, namun intinya tak jauh dari perilaku kekuasaan yang memunggungi kehidupan publik. Hal inilah yang menjadi alasan utama kemerosotan kepercayaan publik terhadap pemerintah, termasuk DPR.

DPR seharusnya paham bahwa kekuasaan yang tersekap dalam kelalaian politik untuk memenuhi keinginan warga negara akan dengan sendirinya menerima antipati politik publik. Oleh karena itu, kekuasaan seharusnya dilaksanakan sebagai amanah, dibangun di atas kerelaan, baik yang ada pada rakyat maupun para pekerja politik. Rakyat telah merelakan sebagian hak-hak sosial politiknya untuk diurus para wakilnya di DPR. Sebaliknya, mereka yang menerima hak-hak sosial politik publik mesti memiliki kerelaan politik untuk mengurus kehidupan rakyat dengan sebaik-baiknya. Kerelaan itu tidak bisa semata-mata penghias spanduk dan orasi kampanye.

Kepercayaan publik kepada DPR akan pulih tergantung seberapa mampu DPR memperjuangkan kepentingan publik. Kedudukan sebagai anggota DPR sudah seharusnya dimaknai sebagai pengabdian, bukan lowongan pekerjaan. Oleh karena itu, mereka harus rela melayani publik dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat. Jika demikian, maka  anggota DPR akan mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat yang dicintai konstituennya, bukan anggota DPR yang salah asuhan karena kehilangan budaya dan jati diri akibat gelimang kekuasaan. (*)

Penulis adalah alumnus Fakultas Hukum USU Medan.; mahasiswa Magister Ilmu Hukum UGM.

LPMSU Gelar Try Out UN di SMAN 1 Salak

PAKPAK BHARAT – Lembaga Pengabdian Masyarakat Sumatera Utara (LPMSU) Keterkean Sejahtera, menggelar Try Out di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (10/2).

Program ini bertujuan untuk melatih para siswa kelas 12, mengisi lembar jawaban pelaksanaan UN yang akan datang.
Program Try Out tersebut diikuti sebanyak 3.000 siswa yang ada di tiga kabupaten yakni, Kabupaten Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat. Dana kegiatan tersebut bersumber dari P-APBD Provsu 2011 sebesar Rp50 juta.

Pendiri LPMSU Keterkean Sejahtera Richard Eddy M Lingga, kepada Sumut Pos, Jumat (10/2) menyatakan, program ini dilaksanakan di tiga kabupaten yakni Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan motivasi kepada para siswa khususnya kelas 12 yang akan menghadapi UN. Mudah-mudahan terlaksananya program yang dimaksud, dapat mendongkrak kelulusan siswa dengan nilai prestasi yang memuaskan tahun ini,” ujar Richard.
Kepala Sekolah SMUN 1 Salak Seram Berutu, saat dikonfirmasi Sumut Pos menilai, program tersebut sangat bagus demi meningkatkan keterampilan siswa untuk mengisi lembar jawaban UN yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

“Program Try Out tersebut diharapkan dapat berkelanjutan setiap tahunnya dan siswa sangat antusias karena program ini terlaksana tanpa dipungut biaya,” ungkap Berutu. (mag-14)

Kuota Sertifikasi Guru Ditambah 465 Orang

MEDAN- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemendikbudnas) akan menambah kuota guru di Sumut sebanyak 465 guru untuk mengikuti sertifikasi tahun 2012.

Jumlah tersebut termasuk guru yang tidak lulus pada pelaksanaan sertifikasi guru di tahun 2011.
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)  Sumut menyatakan, jumlah 465 itu menjangkau guru-guru yang berada di Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Gunung Sitoli dan Pematang Siantar.

“Dengan penambahan ini, maka jumlah guru yang tidak lulus tahun 2011 diikutkan kembali pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 1.364 orang,” kata Kepala LPMP Bambang Winarji disela-sela kegiatan rapat koordinasi Uji Kompetensi Guru, Jumat (10/2).
lebih lanjut disampaikannya, kuota Sumut pada 2012 sebanyak 23.425, namun yang sesuai berkasnya 22.824 guru. Ditambah dengan 1.364 yang tidak lulus tahun lalu sehingga totalnya mencapai 24.188 orang,” ucapnya .

Masih menurut Bambang, alasan diikutkan kembali bagi para guru yang tidak lulus sertifikasi sebelumnya,  karena faktor usia, dan masa kerja sudah diatas 30 tahun. Bahkan, masih banyak diantaranya yang sudah memasuki masa pensiun.

“Ini dulu yang diselesaikan lebih awal, setelah itu nanti kan menyusul yang lain sesuai ketentuan,” terang Bambang.
Sejauh ini, menurut Bambang, pihaknya telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, terkait tata cara pelaksanaan uji kompetensi, dan persiapan sekolah dalam pelaksanaan uji kompetensi guru tersebut.

“Kita berharap kabupaten/kota langsung mensosialisasikan ke sekolah dan guru-guru. Mengingat pelaksanaan ujian telah mendekati yakni pada tanggal 25 Februari mendatang,” ucap Bambang.

Masih menurut Bambang, pengadaan naskah soal akan dimulai sepekan sebelum pelaksanaan ujian, hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadi penyimpangan soal.

“Untuk pengiriman ke lokasi yang terjauh seperti Nias, kita akan mulai dua atau tiga hari sebelum ujian. Kita simpan soalnya ditempat yang aman,” tegasnya.

Selain itu, Bambang juga mengimbau kepada para guru agar tidak mudah terbujuk atau terpancing rayuan oknum pejabat, dan kelompok-kelompok tertentu yang menjanjikan kelulusan.

“Jika ini terjadi, maka hal itu diluar kewenangan LPMP Sumut. Kita pastikan tidak ada pejabat di LPMP yang seperti itu. Kalau ada, segera buat laporan ke saya,” pintanya. (uma)