30 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13829

Modem Murah Diminati Masyarakat di Telkomsel Gadget Fair

MEDAN- Hari terkahir pameran Telkomsel yang diselenggarakan di Lobi Selecta Jalan Listrik Medan terus menarik perhatian masyarakat. Selain menampilkan produk gadget dengan harga spesial, pameran ini juga memberikan bandling kartu Telkomsel Flash gratis pemakaian internet unlimited selama 3 bulan bagi setiap pembelian produk gadget.

“Pameran ini kita selenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Februari ini,” ujar Manager Branch Manager Telkomsel Medan, Heribertus Ariyanto.

Menurutnya, walau pameran berjalan singkat, setidaknya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi pelanggan Telkomsel.

“Walau singkat, setidaknya kita berikan kemudahan bagi masyarakat, misalnya dengan gadget dan bandling kartu dan paket gratisannya,” tambah Heribertus.

Salah satu teknologi yang mendapat tawaran harga khusus yaitu Modem SpeedUp.

Modem dengan kecepatan 3,6 Mbps itu mendapat harga khusus menjadi Rp299 ribu dari harga normal Rp349 ribu, sedangkan dengan kecepatan 7,2 Mbps menjadi Rp399 ribu dari harga Rp499 ribu.

Sedangkan modem dengan kecepatan 14,4 Mbps dari harga normal Rp799 ribu menjadi Rp599 ribu. Tawaran harga menarik ini lah yang membuat pameran yang diadakan oleh Telkomsel ini menjadi perhatian masyarakat.

Seperti Jhoni, pegawai negeri sipil (PNS) Disperindag Sumut yang mengunjungi pameran Telkomsel ini untuk membeli modem. “Saya baca di Sumut Pos, harga modem lebih murah dipamerandibandingkandenganharganormal.

Jadi datang saja untuk membeli,” ujar Jhoni (52), warga Asrama Bintara Medan itu.

Menurut Jhoni, pameran ini mempermudah masyarakat, terutama dalam hal gratisannya.

“Begini, saya beli modem, dapat Flash gratis pemakaian tiga bu- lan, lumayan kan,” ungkap Jhoni.

Selain itu, harapannya ke depan, pameran ini dapat diadakan secara berkesinambungan. “Jadi, beli gadget atau modemnya dapat yang lebih murah dan lebih sering,” ungkap Jhoni sambil tersenyum.

Bukan hanya modem yang mendapat tawaran menarik, gadget lain seperti BlackBerry, Iphone, Ipad, Tab, dan lainnya.

Potongan harga spesial yang diberikan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu dari harga normal dipasaran. juga mendapat paket gratis internet unlimited selama tiga bulan dengan kartu FlashUnlimited. Padahal, kalau dipasaran kartu ini ditawarkan dengan harga Rp60 ribu. “Tapi kalau dipameran hanya Rp50 ribu saja,” ungkap Heribertus.

(ram)

Wali Kota Medan Kunjungi Korban Kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Medan Area

Rumah Direhabilitasi Akhir Februari Ini

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan merealiasikan rehabilitasi rumah korban kebakaran di Jalan AR Hakim, Gang Bakung I dan II, Medan Area di akhir Februari. Retribusi Izin Membangun (IMB) juga digratiskan dan pembangunan dilakukan dari dana donator yang terkumpul hingga Rp1,330 M.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, saat melakukan dialog kepada korban kebakaran, kemarin.

“Kita sudah melakukan inventarisasi, berapa jumlah korban dan jumlah rumah yang terbakar. Saat ini jelas surat tanah yang dimiliki mereka juga pasti terbakar, untuk itu nanti kita minta ada surat keterangan dari lurah tentang tanah dari masing-masing pemiliknya.

Minggu depan ini nanti akan kita proses izinnya dan dua minggu lagi akan sudah kita mulai membangun.

Pembangunan ini mendesak, apalagi sudah banyak donator yang membantu ada yang membantu Rp500 juta (dari Edi Kusumah, anggota DPD RI asal Jakarta putera kelahiran Medan) dan ada juga dana yang sudah terkumpul dari donator sebanyak Rp830 juta. Ini terjadi karena adanya kerjasama, dan kerjasama itulah yang merupakan modal untuk membangun kota ini,” papar Rahudman.

Selain itu, kata Rahudman, Dinas TRTB Medan juga nantinya akan melakukan penataan bangunan di kawasan tersebut.

“Nanti akan ada penataan bangunan di sini, jalan ini akan kita lebarkan menjadi 6 meter, dan ada jalan bisa langsung mengakses dari Jalan Selam ke Jalan Mandala By Pass,” terang Rahudman.

Dalam dialog tersebut, Rahudman mengungkapkan kalau wajah korban kebakaran saat ini sudah tidak terlihat lagi suasana duka, itu artinya kepedulian masyarakat sudah memotivasi korban untuk tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini. “Korban ini sekarang saya lihat wajahnya sudah tidak berduka lagi, itu tandanya mereka sudah merasa diayomi dengan kita,” kata Rahudman.

Setelah lepas dari kesedihan, katanya maka langkah selanjutnya adalah maju ke depan dan berpikir untuk kembali membangun dan segera menempati rumah yang sudah terbakar itu.

“Saya melihat bantuan untuk membangun juga sudah mengalir deras, ini tandanya hebatnya kita sebagai masyarakat yang multicultural tapi tetap bisa bersama untuk saling membantu.

Saya sudah minta kadis TRTB Medan untuk mengurus suratsurat dan itu harus segera diproses dan segera dilakukan pembangunannya.

Komisi D DPRD Medan kita minta juga untuk memback up, sehingga proses ini tidak terlalu lama, dan hari Selasa (15/2) saya akan minta laporan ke kadis kapan pembangunan bisa dimulai,” tegasnya.

Untuk membuka Jalan akses dari Jalan Selam ke Jalan Mandala by Pass, maka kata Rahudman nantinya akan dilakukan dengan anggaran dari APBD terutama untuk membebaskan dua rumah yang berada di Jalan Selam.

“Nantinya, Jalan di Gang Bakung ini akan lebar 6 meter, jadi bangunan yang lama memang harus dimundurkan, dan pembangunan nanti bisa dilakukan ke atas, karnea ini Medan dan kota, maka pembangunan ke ataslah yang semakin bagus. Kalau lebar itu pembangunan di kampong saya karena di kampong saya kalau bangunan bertingkat justeru akan diketawain, tapi di kota bangunan makin tinggi makin bagus,” papar Rahudman.

Rahudman juga mengucapkan terima kasihnya kepada semua masayrakat yang telah memberikan bantuan. “Saya berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua masyrakat yang sudah membantu korban kebakaran, sekecil apapun bantuan yang diberikan tetap kita hargai,” katanya.

Kadis TRTB Medan, Syampurno Pohan kesempatan itu mengatakan, lokasi kebakaran akan ditata ulang kembali dan mengacu dengan rencana kota.

(red)

Poli Bertahan di Inter

BARU setengah musim memperkuat Inter Milan, rupanya sudah cukup bagi Andrea Poli untuk membuat keputusan bertahan di Giuseppe Meazza.

Gelandang berusia 22 tahun ini bergabung dari Sampdoria pada musim panas 2011 lalu dengan status selama semusim. Nerazzurri mempunyai opsi untuk mematenkan statusnya di akhir musim nanti, dan Poli ingin hal itu segera terwujud.

“Senang rasanya untuk mengenakan seragam Inter dan saya berharap bisa terus melakukan ini hingga beberapa tahun mendatang.

San Siro adalah tempat yang menyenangkan untuk fans yang selalu berada di belakang kami dan Saya ingin berterima kasih kepada mereka karena memberikan sambutan hangat kepada saya di sini,” ucap Poli seperti dikutip oleh Inter Channel.

“Saya bahagia di Inter karena klub ini berambisi untuk memenangkan gelar, Saya merasa nyaman berada di sini sejak awal, terutama dengan Presiden Moratti.

Dia adalah orang sangat cerdas dan orang yang akan Anda hormati, Pria yang hebat,” ungkapnya.

“Saya juga cocok dengan pemain lainnya. Sekalipun ada ikatan lebih kuat dengan pemain yang saya kenal di Sampdoria,” pungkasnya.(net/jpnn)

Janda Ditemukan Tewas Bugil

Diduga Diperkosa Lalu Dibunuh

TAPANULI-Lina br Napitupulu (40), janda anak 5 warga Desa Lumban Ina-ina, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, ditemukan tewas bugil di hutan dekat kebun kopi miliknya, Sabtu (11/2) sekitar pukul12.30 WIB.

Disekitar tubuh korban, ditemukan pakaian korban bersimbah darah, buah kopi, serta seutas kabel tali klos sepeda motor. Adalah Mangaji Lumbantoruan (42), warga Desa Lumban Ina-ina, saksi mata yang pertama menemukan jasad korban di lokasi.

Menurut keterangan Salker Lumbantoruan (45) yang juga warga setempat, bahwa korban, Jumat (10/2) sekitar pukul 07.30 WIB, berangkat ke ladang kopi miliknya. Kemudian, siang harinya, setelah tiga anaknya pulang sekolah, berangkat menuju ladang kopi tersebut.

Namun, setibanya di ladang kopi itu, ketiga anak korban, masing-masing, Rudi Lumbantoruan (14), Rio Lumbantoruan (12) dan Lidia Lumbantoruan (9) tidak menemukan ibu mereka di ladang itu. Sehingga, ketiga anak korban tersebut memberitahukan hal itu kepada sejumlah warga.”Semua warga mengetahui ibu korban tidak ada di ladang itu dari anak-anaknya,”tutur Salker Lumbantoruan.

Sore harinya, sejak pukul 17.00 WIB, warga pun mulai mencari korban disekitar ladang kopi miliknya. Namun, hingga pukul 03.00 WIB dini hari, warga tak kunjung menemukan jasad korban.

Esok harinya, Sabtu (11/2), warga mencoba meminta bantuan salah seorang paranormal di desa itu. Oleh paranormal itu menyebut, bahwa korban masih disekitar ladang kopi miliknya. Saat itu, warga sudah memberitahukan kepada pihak Polsek Siborongborong, terkait hilangnya korban. Sehingga, saat pencarian, sejumlah personil Polsek Siborongborong ikut menyisir kawasan hutan dekat kebun kopi milik korban.

Hingga pukul 11.00 WIB pencarian, jasad korban belum juga ditemukan. Sehingga, warga mengubungi Mangaji Lumbantoruan (saksi yang pertama menemukan jasad korban) yang memiliki se ekor anjing pemburu.

Oleh Mangaji sendiri, ia pun segera turun ke lokasi dan membawa anjingnya berkulit hitam untuk membantu pencarian. Berselang setengah jam mengikuti pencarian, anjing milik Mangaji, berhasil menemukan jasad korban sekitar 100 meter dari kebun kopi miliknya.

“Saat itu, anjing saya langsung naik ke hutan perbukitan kebun kopi milik korban. Saya pun mengikutinya terus. Dan, sekitar 100 meter masuk ke hutan ini, anjing saya sudah menemukan mayatnya. Saat itu, saya pun langsung memanggil warga yang kebetulan ikut mencari disekitar lokasi,”sebut Mangaji Lumbantoruan kepada METRO (Group Sumut Pos), Jumat (11/2) di lokasi kejadian.

Amatan wartawan, di lokasi kejadian, korban mengalami luka-luka dibagian tangan, pinggul dan perut. Korban sendiri, ditemukan dalam posisi kepala telungkup dan tubuh tergeletak menyamping.

Luka ditubuh korban, saat proses identifikasi pihak Polres Tapanuli Utara menunjukkan, adanya luka akibat benda tajam di pinggul sebelah kanan, luka tusuk di perut kiri dan kanan, luka di pergelangan tangan sebelah tangan, serta luka di bagian lengan kanan dan kiri.

Yang aneh di lokasi kejadian, buah kopi yang diduga baru dipanen korban, ada di hutan dekat jasad korban. Namun, termos, gelas, ember dan kotak nasi korban tidak ditemukan di lokasi, sebab korban diketahui membawa perbekalan tersebut dari rumah.

Melihat kondisi tubuh korban, sejumlah warga yang ada di lokasi kejadian menduga, korban diperkosa terlebih dahulu kemudian dibunuh.

“Kalau melihat mayatnya ini, korban saya duga diperkosa dulu baru dibunuh. Karena, korban telanjang dan penuh luka di tubuhnya,”sebut salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. (hsl/smg)

Putri Tunggal Majikan Dikubur Hidup-hidup

ACEH-Benar-benar sadis perbuatan seorang pembantu di Kampung Babussalam, Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah. Seorang pembantu Karmiadi alias Adi (16) tega menculik, menyodomi dan membantai anak semata wayang dari majikan yang masih bocah, Shufi Alifah (5). Karena tak juga tewas setelah dicekik, pelaku kemudian mengubur korban hidup-hidup hingga akhirnya meregang nyawa.

Pelaku mengakui seluruh perbuatannya dalam pemeriksaan, di hadapan penyidik Polres Bener Meriah, Sabtu (11/ 2) dinihari. Ia awalnya membawa Shufi membeli jajan ke warung. Kemudian bocah malang tersebut minta ikut ke ladang tomat. Hingga di tengah perjalanan berkisar 250 meter, dari tempat tinggal orangtua korban, Shufi lantas ditarik ke semak-belukar. Disinilah putri tunggal pasangan Ibnu Faisal (35) dan Hayati (25), disodomi tersangka.

Pasca mengalami ejakulasi, Adi sempat menyuruh Shufi pulang ke rumah. Tapi anak kecil ini malah tetap ingin ikut dengan dirinya, sambil berurai air mata. Takut perbuatannya terungkap, ia pun membekap mulut anak majikan dan mencekik lehernya, hingga Shufi lemas.

Karena tak juga meregang nyawa, Adi segera mengorek tanah dengan cangkul yang sudah persiapkan, sebagai alat bercocok tanam di kebun tomat. Selanjutnya tubuh putri Faisal tersebut dimasukkan dan dikubur hidup-hidup. Tersangka menyadari kondisi ini, karena melihat kaki Shufi masih bergoyang-goyang saat badannya ditimbun tanah.

Usai memastikan korban tewas, Adi melangkah pulang ke rumah orang tua Shufi, yang sudah ditempatinya sejak dua bulan silam. Seolah tak terjadi apa-apa, ia tetap beraktivitas seperti biasa. Sementara keluarga si bocah sudah kalang-kabut.

Mereka berusaha melakukan pencarian, termasuk menyisir seantero kampung Babussalam. Sayangnya usaha ini tak berhasil, hingga kasus dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, aparat Polsek Bukit yang menerima pengaduan langsung menerjunkan tim, guna melacak keberadaan Shufi. Kecurigaan mengarah kepada orang di sekitar rumah.

Karena menurut petugas, tak mungkin korban dibawa orang tak dikenalnya, karena sedang bermain-main di halaman.

Dari hasil pemeriksaan secara intensif, insting polisi pun terbukti. Adi mengakui seluruh perbuatannya terhadap korban, Sabtu dinihari.

Remaja putus sekolah SMP ini lalu dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) pada malam itu juga. Ternyata jasad korban ditemukan dalam kondisi telungkup di dalam tanah.

Sebagian punggungnya tampak menyembul, tak terkubur secara utuh. Saat proses evakuasi dilakukan, tak tercium bau busuk dari mayat meski sudah tiga hari ditanam tersangka. Diduga karena cuaca cukup dingin seperti beku, membuat proses pembusukan berjalan lambat.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah AKP Hartana, dihubungi Metro Aceh (Group Sumut Pos) pada Sabtu siang mengaku sedang memeriksa tersangka lebih lanjut. (jpnn)

Tragedi 1993 Membuat Skuad Yakin akan Takdir Juara

Zambia Lakukan Upacara Tabur Bunga Jelang Final Piala Afrika

Bukan hanya Manchester United atau Torino saja yang pernah bersedih akibat tragedi jatuhnya pesawat yang mengangkut skuadnya. Dari Afrika, timnas Zambia juga pernah mengalaminya pada 1993 lalu.

BEGITU tiba di Libreville, Gabon, kemarin, untuk persiapan jelang final Piala Afrika 2012 pada Senin dini hari WIB (13/2), penggawa timnas Zambia tak langsung menuju tempat latihan. Tapi, mereka justru berangkat ke sebuah pantai di wilayah Libreville. Mereka bukan datang untuk berwisata.

Namun, di pantai yang dipenuhi banyak sampah itu mereka melakukan upacara tabur bunga. Kenapa harus di sana? Ternyata, pantai tersebut merupakan titik terdekat dari jatuhnya pesawat Zambian Air Force Buffalo DHC-5D. Pesawat itu mengangkut skuad Zambia yang akan bertarung pada kualifikasi Piala Dunia 1994 melawan Senegal di Dakar.

Nah, sekitar 500 meter dari bibir pantai itulah, pesawat naas tersebut jatuh setelah singgah mengisi bahan bakar di bandara Libreville pada 27 April 1993 lalu. Akibat insiden itu, Zambia kehilangan 18 pemain, empat staf pelatih, dan tiga petinggi FAZ (asosiasi sepak bola Zambia).

Itu belum ditambah dengan lima kru pesawat. Kecelakaan tersebut menjadi hari berkabung nasional.

Pemerintah Zambia pun sampai membuat monumen khusus di Acre, Lusaka, untuk mengingatkan tragedi menyedihkan tersebut.

Kini, setelah 19 tahun berlalu, timnas Zambia kembali lagi ke Gabon.

Tapi, bukan untuk mengisi bahan bakar pesawat, melainkan untuk menjalani pertandingan final Piala Afrika2012.

Merekahanyatinggalselangkah untuk meraih gelar pertama sepanjang keikutsertaan di ajang itu.

“Begitu tiba di Libreville, memang menjadi agenda kami untuk pergi lokasi ini. Kami akan memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan itu. Sangat penting bagi kami bermain demi mereka dan Zambia,” kata Herve Renard, pelatih Zambia, seperti dikutip AFP.

Renard menjadikan spirit tragedi 1993 sebagai pembakar semangat pasukannya. “Satu hal yang membuat kami termotivasi adalah karena tragedi itu. Bila dulu yang terjadi adalah duka, maka kami kembali untuk membawa kesenangan,” terang Renard.

Kapten Zambia Chris Katongo juga punya pandangan serupa.

“Sungguh luar biasa karena kami memainkan final di Gabon. Masyarakat Zambia selalu mengingat tragedi 1993, dan karena final di Gabon, mereka yakin inilah takdir kami untuk juara,” ujar Katongo.

Sebagian besar para pemain yang sekarang membela Zambia masih anak-anak ketika tragedi itu terjadi.

Makanya, yang memimpin penghormatan itu adalah Kalusha Bwalya, kapten Zambia saat tragedi berlangsung dan Presiden FAZ sekarang.

Bwalya yang juga merupakan anggota skuad itu, lolos dari maut karena tidak ikut penerbangan yang sama.

Karena bermain di Eropa membela klub Belanda PSV Eindhoven, membuat dirinya harus terbang sendirian langsung dari Eropa ke Dakar.

Padahal, menurut Bwalya, skuad ketika itu sangat tangguh dan berpeluang besar lolos ke putaran final Piala Dunia 1994. “Anda bisa melihat koneksi dari pasukan 1993 dengan sekarang. Mereka memiliki determinasi yang sama, sikap, kepercayaan diri, dan motivasi. Mereka tahu akan sejarah mereka dan saya pikir inilah kesempatan kami,” kata Bwalya.

“Mereka yang meninggal 19 tahun lalu, memiliki motivasi yang sama dengan kami sekarang. Mereka ingin membuat bangga negaranya, Zambia.

Makanya, mereka akan tetap hidup dalam semangat kami pada final nanti,” kata Bwalya. (ham/bas/jpnn)

Dua Murid SD Tertimpa Bangunan Runtuh

RANTAUPRAPAT-Sekolah Dasar Negeri(SDN) 116914 Panai Hilir Sei Berombang Labuhan Batu roboh dan hancur berantakan akibat dihantam angin kencang dibarengi dengan derasnya hujan,kamis(9/ 2)sekira pukul 10.00 Wib.

Akibat kejadian itu 2 orang siswa masing-masingArman(8) klas2SDdan Muhamad Rizki (8) mengalami luka beratdibagiankepalaakibattertimpah reruntuhan bangunan sekolah.

Kronologis kejadian berawal ketika siangituparamuridsekolahdasarSDN No 116914 sedang menjalani proses belajar mengajar, tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang.

Bangunan yang terbuat dari kayu goyah ketika hembusan angin kian kencang dari arah pantai yang jaraknya hanya beberapa langkah dari sekolah.

Tidak beberapa lama, tepatnya pukul 10.00 wib, bangunan runtuh, sontak saja para murid sekolah lari berhamburan menyelamatkan diri.

Tapi naas bagi Armand an Rizki.

Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri, pecahan kayu bangunan dan atap seng menyambar bagian tubuh kedua bocah itu.

Usai hujan reda, barulah warga keluar rumah. Warga terkejut ketika melihat dua orang murid SD tergeletak pingsan di tengah bangunan runtuh Tubuhnya berlumuran darah akibat luka terkena material bangunan.

Dibantu para warga,kedua orang siswa SD yang pingsan itu dilarikan kepuskesmas terdekat.

Tiurma Br Hutabarat(51)ibu kandung Rizki ketika ditemui POS METRO (Group Sumut Pos) mengungkapkan bahwa sampai saat ini kondisi anaknya itu masih dalam perawatan. Ia juga sangat menyesalkan dengan kejadian itu.

“ Anak saya masih sakit dan sedang dirawat,” ucap Tiur.

Sementara itu, kepala sekolah SDN No 116914, Azuar kepada POS METRO menjelaskan, bahwa bangunan sekolah yang dipimpinnya itu sudah puluhan tahun berdiri yaitu sejak tahun 1983 namun hingga kini belum pernah direnovasi. Padahal, sudah puluhan kali ia mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Labuhan Batu untuk mendapat renovasi.

“Sudah sering saya usulkan tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” akunya. (zul/smg)

Digerebek, Restoran Hidangan Seks

KUALA LUMPUR – Sebuah restoran di Malaysia menawarkan hidangan khusus bagi para pengunjung.

Hidangan itu berupa layanan seks untuk para pelanggan yang lapar.

Seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Sabtu (11/2), restoran Cina tersebut berlokasi di Jenjarom, Selangor.

Ketika polisi menggerebek restoran tersebut, polisi mempergoki beberapa pelanggan sedang bercinta dengan sejumlah wanita asal Cina. Hubungan intim itu dilakukan di sebuah ruangan yang diberi partisi- partisi.

Kabarnya, para pelanggan harus membayar 100- 200 ringgit (sekitar Rp300-600 ribu) per sesi hubungan seks.

Menurut kepolisian setempat, wanita-wanita Cina itu telah menyalahgunakan visa mereka dengan tinggal di Malaysia melampaui batas waktu semestinya (overstay).

“Wanita-wanita itu menyalahgunakan visa mereka dengan overstay dan bekerja sebagai pelacur di restoran itu,” kata pejabat kepolisian setempat, Izwan Abd Karim.

“Kami yakin si kasir, seorang warga Malaysia berumur 20-an tahun, merupakan pemilik restoran tersebut,” imbuhnya.

Dalam operasi di restoran mesum itu, polisi menangkap 13 pekerja seks yang berumur antara 21 tahun hingga 50 tahun. Mereka semua kini ditahan di kantor polisi Sg Jarom, Selangor. (net/jpnn)

Disambut Meriah Kader PDIP

Abraham Samad

DARI tiga pimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia yang diundang oleh Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dalam sebuah diskusi hukum yang digelar di Hotel Sultan, Jumat (10/2), hanya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang menghadirinya.

Sementara Kepala Polri Komjen Pol Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief mendadak berhalangan.

Kehadiran Abraham Samad dalam diskusi tersebut disambut antusiasme peserta diskusi. Bahkan Abraham mendapat sambutan meriah dari kader-kader partai berlambang banteng moncong putih. Sambutan meriah peserta itu menggema lantaran Abraham Samad yang diundang sebagai keynote speaker dalam diskusi itu datang sendiri, tidak mewakilkan kepada pimpinan lain atau bawahannya. “Hidup KPK, hidup KPK,” sambut kader-kader PDI Perjuangan yang memenuhi Golden Room Hotel Sultan.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyesalkan ketidakhadiran Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief dalam diskusi hukum yang digelar PDIP di Hotel Sultan, Jakarta.

Kedua petinggi institusi penegak hukum itu diwakilkan oleh Kabareskrim Komjen Pol Sutarman dan Jampidsus Andi Nirwanto.

“Soal alasan Kapolri tidak bisa hadir dan Jaksa Agung, saya agak deg-degan, yang namanya versi orde baru ini akan terulang lagi. Aneh kan ya? Padahal yang milih juga kita lho,” kata Megawati. (net/ jpnn)

Napi Teroris Bom Masjid Luncurkan Buku dari Tahanan

Membantah Tulisan yang Dibuat Napi Perampokan Bank CIMB Niaga Medan

JERUJI besi tak menghalangi Amman Abdurahman mengkampanyekan ide-ide “perlawanan” terhadap pemerintah. Meski ditahan di lembaga pemasyarakatan Cipinang, Amman yang digelari Singa Tauhid oleh kelompoknya itu meluncurkan buku berjudul Ya Mereka Memang Thaghut.

Buku ini merupakan bantahan dari buku Mereka Bukan Thaghut yang juga ditulis narapidana kasus terorisme perampokan CIMB Niaga Khairul Ghazali.

Bedanya, buku Khairul disponsori oleh pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Buku ini dikeluarkan untuk kalangan terbatas,” kata salah seorang murid Amman, Ikhwan pada Jawa Pos kemarin (11/02).

Amman adalah mantan narapidana kasus perakitan bom Cimanggis 2004, dia ditangkap lagi tahun 2010 karena dianggap berperan dalam pelatihan semi militer di Nanggroe Aceh Darusallam.

Amman juga disebut sebagai salah satu inspirator bomber masjid Mapolresta Cirebon, M.

Syarif. Pria asal Sumedang ini juga sering mengadakan pengajian di Cibiru, dekat Bandung , yang diikuti oleh beberapa orang yang disebut kelompok Cibiru.

Menurut Ikhwan, buku itu menjelaskan tentang definisi thaghut atau yang sering diartikan sebagai setan besar. Thaghut adalah musuh kelompok ini. Terminologi Khairul Ghazali menyebut pemerintah, termasuk Densus 88 bukan termasuk thaghut.

“Oleh ustad Amman dijelaskan, mengapa mereka bisa dikatagorikan thaghut dan harus diperangi,” katanya.

Cover buku ini direncanakan sangat mencolok, dengan gambar burung garuda sebagai pengganti huruf a dalam kata thaghut.

“Akan siap edar besok (hari ini),” tambahnya.

Sebagian isinya sudah bisa dibaca di internet di situs millahibrahim.wordpress.com .

“Namun yang di buku lebih lengkap dan detail,” katanya.

Sebelum Amman dan Khairul Ghazali tercatat beberapa napi teroris pernah menulis buku. Diantaranya Ali Imron, adik Amrozi (terpidana bom Bali , sudah dieksekusi) yang memuat pengakuan skenario bom bali 1. Buku Ali Imron ditulis dari dalam tahanan Polda Metro Jaya.

Selain cover buku yang mencolok, buku ini juga diberi mukadimah atau kata pengantar oleh ustad Abu Bakar Baasyir.

Pendiri Jamaah Ansharut Tauhid itu kini masih ditahan di rutan Bareskrim Mabes Polri.

Dikonfirmasi soal kata pengantar ini, Sonhadi juru bicara JAT membenarkan. “Memang betul ustadAbudimintaiuntukmemberi semacam pengantar,” katanya.

Sonhadi mengaku tak tahu pasti kapan buku itu akan diedarkan ke publik. “Pengantar itu sudah selesai sekitar sebulan lalu, “ kata pria asal Surabaya ini.

Kabidpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengaku belum mendengar dan melihat buku itu. Namun, pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan.

“Tentu kita cek dulu secara proporsional, “ujarnya.(rdl/ jpnn)