27 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 13832

PSDS Target Menang Hadapi PSPP

LUBUKPAKAM- PSDS Deli Serdang memasang target menang menghadapi PSPP Padang Panjang dalam lanjutan kompetisi PSSI Divisi Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012, di Stadion Baharoeddin Siregar, Sabtu (11/2), sekitar pukul 14. 00 WIB.

“Target kita harus menang. Masalah berapa skor yang dihasilkan, kita lihat nanti. Soalnya permainan belum mulai,” bilang Pelatih Kepala PSDS Dosman Sagala, Jumat (10/2), saat ditemui di mes PSDS.

Untuk menghadapi tim PSPP Padang Panjang, Dosman Sagala tidak terlalu banyak mengubah formasi pemain. Namun, hanya ada pergeseran pemain pada lini wing back kanan.

Pasalnya Selamet Riadi yang selama ini sakit kini akan diturunkan.
Tetapi keputusan menurunkan, wing back ini menunggu analisa dokter tim. “Lihat besok pagilah, kalau dokter menyatakan boleh main Selamet akan kita turunkan,” ucapnya.

Sedangkan, pada lini bagian depan tampaknya belum ada rencana perubahan. Duet Ronal Sinaga dengan Agung Surya Wardhana  tampaknya masih dipertahankan.
Sedangkan lini tengah, Dosman masih mempercayai Ridho Kurniawan untuk mengkordinirnya.

Sama halnya, dengan lini pertahanan masih belum ada perubahan. Sandi Hadi Superna masih ditempatkan pada back tengah, dan Nico Sinurat back kiri.

Menghadapi PSDS, Pelatih PSPP Padang Panjang Drs Erizon Cristiar tidak banyak memasang target. “Kita lihat sajalah hasilnya. Yang penting kita akan berikan yang terbaik,” jawabnya diplomatis.(btr)

Suharto Kalap

Santernya isu pertandingan tunda pada 11 Februari mendatang, antara PSAP Sigli kontra PSMS, syarat pengaturan skor sangat dikecam pelatih PSMS Suharto AD. Ia menyatakan, yang menggemborkan isu seperti itu adalah orang-orang yang tak suka terhadap kebangkitan PSMS. “Yang ngomong seperti itu bukan manusia!” tegasnya, Jumat (10/2).

Menurut Suharto, pertandingan bola jangan dikait-kaitkan dengan hal seperti itu. “Itu namanya tak menghargai jerih payah seorang pelatih. Kita susah payah memberikan motivasi kepada pemain untuk bisa bermain cantik selama 90 menit. Tapi kenapa anggapan orang seperti itu,” tuturnya.

Mengenai kemenangan PSMS terhadap Persiba Balikpapan dengan skor 4-1 menurutnya juga dikabarkan ada pengaturan skor. “Kita hanya berusaha membangun PSMS lagi dari nol. Tentunya untuk menjadi tim yang disegani. Lagi pula, jika memang ada pengaturan skor, tentu gol akan tercipta dengan mudah kan? Tapi, anak-anak bermain dengan semangat tinggi dan kerja keras,” kata Suharto lagi.

Dengan adanya isu ini, Suharto malah jadi terpicu untuk meraih poin penuh di kandang PSAP Stadion Kuta Asan. “Insya Allah, kita akan tepis anggapan orang selama ini. Memenangi laga kali ini menjadi keharusan. Dan ini akan saya patrikan juga ke pemikiran pemain, agar mereka bisa bertanding lebih baik dengan adanya motivasi ini,” tuturnya.(saz)

Tim PON Sumut tak Cari Untung

MEDAN- Protes yang dilakukan manajemen PSDS atas keikutsertaan pemaian PON Sumut untuk memperkuat PSSA Asahan dalam kompetisi PSSI Divisi Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012  membuat gerah Rudi Saari.

Pelatih sepak bola PON Sumut ini mengatakan keikutsertaan skuad besutannya memperkuat PSSA Asahan bukan untuk mencari keuntungan semata.
Hal ini mereka lakukan kata Rudi hanya itu untuk menambah jam terbang pemain. Apalagi  dalam PON Riau sudah semakin dekat.

“Pertimbangan kami mengikuti kompetisi ini adalah untuk memperbanyak jam terbang tim. Semakin banyak bertanding, semakin banyak pengalaman. Selain itu, kita bisa mengevaluasi tim menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya, Jumat (10/2).

Dia membandingkan, minimnya uji coba akan membuat tim PON Sumut tidak bisa berbuat banyak di tingkat nasional. “Enggak pernah uji coba bagaimana kita mau tahu evaluasi tim. Divisi I atau Divisi III sekalipun kami akan ikuti,” ujar Rudi.

Selain itu dia juga menampik anggapan yang menyebutkan keikutsertaan tim besutannya memperkuat PSSA Asahan lantaran uang.

“Jelas saya katakan, kami ikut ini (Divisi I) bukan karena materi. Kami enggak dibayar dan enggak dikontrak. Ini merupakan kemauan saya (pelatih) dan pemain sendiri,” tutur Rudi.
Bahkan, keikutsertaan Hardiantono dkk tersebut malah menjadi bumerang baginya dan tim jika kalah.

“Tentunya akan banyak cemoohan jika kami kalah. Itu sudah saya pikirkan. Itu resiko untuk membangun tim lebih baik. Apa lagi Sumut menargetkan emas,” kata eks pelatih PSMS tersebut.

Bagi Rudi keputusan melatih tim PSSA Asahan yang notabene merupakan skuad PON juga sebagai pertaruhan reputasinya lantaran sebelumnya membesut tim-tim profesional.

“Saya bisa dibilang mengambil resiko karena membesut tim amatir. Tapi itu tidak masalah, prestasi Sumut di PON lebih penting,” tukasnya. (saz)

Patuhi Peraturan dan Penggunaan Senjata Api

Keamanan menjadi satu hal yang terpenting di dalam olahraga menembak. Apalagi di nomor tembak reaksi yang menggunakan senjata api. Karena itu, bagi seorang atlet tembak reaksi harus menyadari betapa pentingnya memegang senjata dengan aman.

Hal tersebut terungkap dalam Penataran dan Ujian Sertifikasi Tembak Reaksi yang digelar Pengprov Perbakin (Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia ) Sumatera Utara yang berlangsung di Lapangan Tembak Anugerah Cemara Asri, Jumat (10/2) siang.

Tata Suwita, salah seorang pemateri dari PB Perbakin mengatakan, keamanan tersebut bukan hanya ditujukan bagi atlet tembak itu sendiri, tapi juga terhadap orang lain yang ada di sekitar, seperti penonton maupun tim penilai. Untuk itu, terang Tata, seorang petembak reaksi harus benar-benar memahami peraturan dan penggunaan saat membawa senjata.

Ditegaskan Tata, setidaknya pelindung kuping dan pelindung mata menjadi hal wajib yang harus dikenakan oleh seorang petembak reaksi. Begitu juga dengan penonton atau unsur pertandingan lainnya. Karena itu, Tata mengatakan, untuk mendapat sertifikasi tembak reaksi bukanlah hal yang mudah. Karena harus melalui ujian yang ketat dan memahami banyak aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

“Pemahaman memegang senjata menjadi hal dasar yang harus dipahami oleh seorang petembak. Jika sudah benar, maka akan aman. Aturan disini sangat ketat. Terlebih lagi ketika seorang petembak sudah berada di safety area. Sedikit kesalahan akan langsung kena diskualifikasi. Jadi yang utama adalah safety, safety, safety, dan selanjutnya akurasi,” terang Tata kepada peserta penataran.

Hal senada juga diungkapkan pemateri dari PB Perbakin lainnya, Beni Sutanandika. Menurutnya, selain sifat dasar tembak reaksi yang harus dikuasai,  petembak juga harus paham dengan peraturan dan tata cara menggunakan senjata api. “Harus benar-benar paham semua aturan untuk mendapat sertifikasi. Karena saat mengikuti pertandingan, hal-hal yang terkadang dianggap sepele, malah akan merugikan petembak sendiri,” ujar Beni .

Sementara itu, Ketua Harian Pengrpov Perbakin Sumut Musa Idishah, saat membuka secara resmi gelaran tersebut berharap, para atlet tembak reaksi Sumut dapat benar-benar memanfaatkan penataran ini dengan sebaik-baiknya. Karena dari kegiatan ini sangat banyak sekali pengetahuan tentang senjata api, begitu juga dengan teknik-teknik bertanding.

“Saya harap, dengan penataran ini pengetahuan dan wawasan para atlet tembak reaksi kita akan semakin bertambah. Ini penting, karena dari sini kita juga dapat mengetahui teknik dan cara menembak yang baik dan benar. Semoga hasilnya nanti, dapat meningkatkan prestasi petembak Sumut,” terang pria yang akrab disapa Doddy ini.

Kegiatan ini sendiri akan dilanjutkan dengan materi praktek pada hari ini, Sabtu (11/2), sekaligus akan dilakukan ujian praktek. Jalannya penataran dan ujian sertifikasi juga akan dipantau langsung oleh Ketua Bidang Tembak Reaksi PB Perbakin, Paul Banuara.(jun)

Dua Pencuri Sepeda Motor Dipukuli Warga

Terpengaruh Tuak, Butuh Biaya Hidup

MEDAN-Toni Saragih (40), warga Jalan Bromo, Medan Area diserahkan warga ke polisi usai dipukuli, karena tertangkap massa saat hendak menyikat sepeda motor Yamaha Zupiter MX BK 2822 CU, yang parkir di depan rumah milik Pendi (30), di Jalan Kiwi VI, Prumnas Mandala, Kamis (9/2).

Keterangan tersangka Toni, dia sebenarnya berencana hendak menyelidiki perselingkuhan istrinya yang diketahui tinggal di Mandala. Namun, sebelum berangkat dia bersama seorang temannya singgah ke warung tuak yang berada di Pasar VII Tembung. Usai minum-minum, Toni mengajak temannya untuk ikut menyelidiki perselingkuhan istrinya.

Dengan kondisi sempoyongan akibat kena minuman, Toni bersama temannya berjalan menuju lokasi dimana rumah selingkuhan istrinya tersebut. Namun, niat Toni berubah saat melihat ada sepeda motor yang parkir di depan rumah warga.

Pria beristri dua itu pun mendekati sepeda motor itu. Kemudian sepeda motor dilarikan. Naas baru beberapa meter mendorong sepeda motor aksinya dilihat oleh warga yang tengah berkumpul di satu warung yang tak jauh dari lokasi. Warga yang melihat langsung menangkapnya dan memukulinya hingga nyaris tewas. Sedangkan temannya berhasil kabur.

Sementara itu, Robert Nasution (36), warga Jalan Aksara juga ditangkap polisi karena kepergok hendak mencuri sepeda motor milik Misnan (35), warga Jalan Kelambir, di Jalan Sei Asahan Medan, Kamis (9/2) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun, pagi itu Misnan merenovasi Apartemen Uber di Jalan Sei Asahan. Begitu sampai di lokasi Misnan memarkirkan sepeda motor di halaman apartemen. Sementara kunci tertinggal di bagasi.

Tersangka Robert Nasution kemudian datang mencari kamar kos di apartemen itu. Melihat ada sepeda motor yang terparkir Robert langsung membawa sepeda motor milik korban.

Pengakuan Robert dia nekat mencuri sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.  Saat ditanya sudah berapa kali melakukan aksi pencurian sepeda motor, Robert mengungkapkan baru sekali. (gus)

Yusuf Kalla Lihat Donor Darah di UISU

Jangan Hanya Banyak Bicara

MEDAN-Ketua PMI H Jusuf Kalla menilai jika negara Indonesia butuh rasa kebersamaan sebagai  prioritas dalam pembangunan. Jusuf juga mengaku rasa keadilan juga sangat penting bagi suatu bangsa, karena tanpa keadilan akan sulit tercapai kedamaian.

Jusuf menyebutkan dalam perjalanan sejarah bangsa tercatat ada 15 pemberontakan besar yang terjadi dan memakan korban yang banyak seperti pemberontakan PKI, DI/TII. Sebagian besar terjadi akibat ketidakadilan yang mereka rasakan.

“Makna keadilan dan persatuan tidak bisa hanya konsep dan seminar, namun harus dilaksanakan. Lebih cepat lebih baik dan itu harus secepatnya dilaksanakan. Untuk itu saya sangat mengharapkan UISU harus mampu menjalankan makna persatuan, kebersamaan dan keadilan. Semua itu harus jadi semangat baru di kampus ini,” ucapnya.

Dia juga mengatakan semua unsur yang diperlukan untuk pembangunan bangsa harus dilakukan. Jangan hanya menjadi bahan seminar yang terlalu banyak kajian dari aksi nyata sehingga membuat negara Indonesia  sulit berkembang.
“Kita lebih banyak bicara, terlalu banyak kajian, akan tetapi  pembangunan tidak juga  terlaksana. Lakukan saja dengan segala konsekuensinya,” sebutnya.

Selain melakukan kuliah umum, kedatangan Jusuf Kalla ke kampus itu juga dirangkai dengan kegiatan donor darah yang diikuti ratusan civitas akademika UISU, dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya lewat kerjasama dengan PMI Sumut.

Rektor UISU, Prof Ir Zulkarnain Lubis menilai, tema revitalisasi  nilai-nilai kebangsaan sebagai modal pembangunan nasional, sengaja diminta menjadi topik pembahasan. Mengingat adanya kekhawatiran, jika masyarakat akan semakin jauh dari nilai-nilai yang mestinya jadi pedoman dalam kehidupan.(uma)

Pelamar Bintara Polri Tinggal 498 Orang

MEDAN-Setelah mengikuti beberapa test dari 1.629 pelamar calon bintara di Mapolda Sumut, 493 orang dinyatakan lulus.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, setelah mengikuti test psikologi yang diadakan di Markas Kepolisian Sempali 281 pelamar tidak lulus.

“Saat ini pelamar calon bintara tinggal 498 orang lagi dan masih ada beberapa test dan ujian yang harus dilalui,” ujar Heru.

Heru mengimbau kepada calon bintara yang saat ini masih mengikuti seleksi jangan percaya dengan orang-orang yang mengaku bisa mengurus untuk lulus masuk polisi. Karena, lanjut Heru, penerimaan calon bintara ini murni bersih dari praktik-praktik percaloan maupun KKN.

Heru juga mengimbau kepada orangtua yang anaknya saat ini masih terus mengikuti test pelamaran calon bintara, supaya memperhatikan anaknya. “Kesehatannya dijaga. Jangan biarkan pulang larut malam. Atau hal-hal lain yang bisa merugikan,” ujar Heru. (mag-5)

Warga Sari Rejo: Apa Isinya?

Lagi, Pemko Layangkan Surat ke Mabes TNI AU

MEDAN-Pemko Medan sudah melayangkan surat ke Mabes TNI AU untuk meminta lahan Sari Rejo seluas 260 hektar dan dikembalikan kepada warga. Hingga saat ini Pemko Medan masih menunggu balasan surat dari Mabes TNI AU.

“Suratnya sudah kuteken,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, usai melakukan Safari Jumat di Kecamatan Medan Petisah, Jumat (10/2) siang.
Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri juga mengatakan surat yang ditujukan Pemko Medan ke Mabes TNI AU, sudah dikirim.

“Sudah dikirim suratnya,” kata Syaiful. Ditanya apa jawabannya, Syaiful mengatakan sejauh ini Pemko masih menunggu.
“Suratnya pun baru dikirim, kita tunggulah dulu balasannya seperti apa,” kata Syaiful.

Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), Riwayat Pakpahan mengatakan warga sangat mengapresiasi Pemko Medan yang sudah mengirimkan surat ke Mabes TNI AU.

“Kita berikan apresiasi kepada Pemko terutama Wali Kota yang sudah merealisasikan janjinya ketika bertemu dengan kami. Kami sangat senang, apalagi masalah ini sudah berlarut-larut dan kita harapkan masalah ini bisa cepat diselesaikan,” kata Riwayat.

Dikatakannya, saat ini warga sudah sangat resah, karena penyelesaian masalah ini yang terlalu lama, padahal warga memiliki alas hak yang jelas dan masalah ini juga sudah ada hasil putusan MA. Untuk itulah warga meminta adanya rasa keadilan dan penegakan hukum.

Begitupun, kata Riwayat, meski Pemko sudah mengirimkan surat ke Mabes TNI AU, namun sebaiknya warga juga mengetahui isi surat tersebut. “Kita mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan yang sudah menyurati Mabes TNI AU, tapi kita tidak mengetahui seperti apa surat yang dikirimkan itu, makanya kita ingin mengetahui apa isi dari surat itu. Untuk itu, Senin (13/2) nanti kami akan ke Pemko Medan untuk mempertanyakan tentang surat tersebut,” kata Riwayat. (adl)

Disdik Datangkan Guru Psikologi

STMIK Bantu Korban Kebakaran Jalan Bakung

Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Jalan Bakung Sukaramai menarik simpati dari sejumlah lapisan masyarakat. Salah satunya Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Time melalui posko Bodhicita, Jumat (10/2). Humas STMIK Time Edi Wijaya mengaku bentuk bantuan yang diberikan tersebut sebagai rasa kepedulian civitas akademika STMIK Time dalam membantu korban kebakaran.

“Lewat sebuah kepedulian atas penderitaan sesama saudara, melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan pihak kampus, secara bersama berinisiatif untuk mengumpulkan bantuan untuk diberikan kepada para korban kebakaran. Diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban,”sebutnya.

Adapun bantuan yang diberikan STMIK Time, yakni  berupa beras, mie instan, pakaian layak pakai, selimut, sabun, buku, tas sekolah, dan uang tunai Rp10 juta.
“Kita salurkan bantuan-bantuan ini melalui posko Bodhicita. Kita berharap bantuan ini bisa dengan cepat disalurkan agar bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Biksu Nyanaprathama pendiri Yayasan  Buddhis Bodhicita, didampingi Direktur Pendidikan Perguruan Bodhhis Bodhi Cita Peter Liem menyatakan, berbagai bantuan mengalir  ke posko sejak Kamis (9/2) lalu.

Sebagian bantuan tersebut bahkan sudah disalurkan untuk 124 KK yang menjadi korban kebakaran.
“Kita berikan masing masing dalam satu paket yang didalamnya ada makanan, pakaian, perlengkapan sekolah, dan selimut,” ucapnya.

Menurut Peter,  dari 124 KK yang menjadi korban,  30 orang diantaranya adalah siswa Yayasan Perguruan Bodhis Bodhicita dan satu diantaranya merupakan staf yayasan. Bahkan beberapa siswanya ada yang sudah kembali bersekolah meskipun dengan pakaian biasa.

“Sebagian sudah ada yang mulai sekolah meskipun masih pakai baju biasa, dan tidak pakai seragam. Namun, kita sudah bantu berikan baju dan perlengkapannya agar bisa kembali sekolah karena posko kita memprioritaskan para siswa yang menjadi korban,” terangnya.

Salah satu anak korban kebakaran Herman (16) yang duduk di kelas 10 Yayasan Perguruan Bodhis Bodicita  mengaku bahagia mendapat bantuan peralatan sekolah. Bahkan, dirinya juga dijanjikan akan mendapat bantuan biaya pendidikan.

“Saya dibantu peralatan sekolah, buku dan tidak bayar spp oleh pihak sekolah bodi cita,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Medan M Rajab Lubis menyatakan, hasil pendataan pihak kecamatan ada seratusan siswa yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Pihaknya menyatakan, sedang menghimpun bantuan dan mendatangkan para guru, jika pembelajaran belum efektif.
“Kita juga akan mendatangkan beberapa guru-guru psikologi untuk anak-anak,” ucapnya.(uma)

Tudingan Guru tak Semua Benar

Hasil Sidak Komisi B ke SMAN 18

MEDAN-Komisi B DPRD Medan bertemu dengan Kasek SMA Negeri 18, Dra Hj Yurmaini Siregar, saat melakukan sidak ke SMAN 18 di Jalan Wahidin, Jumat (10/2) siang.

Dari hasil pertemuan itu didapat kalau dugaan yang dilontarkan para guru terkait tidak transparannya kasek menjalankan menejemen keuangan di sekolah tidak semuanya benar.

“Jadi sesuai dengan pengaduan 40 guru yang diterima. Ada yang ditolak dan ada yang diterima Karena semua pengaduan itu tidak semuanya benar,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, Roma P Simaremare.

Dijelaskan Roma, laporan yang diterima dari hasil kesepakatan antara Komisi B dengan Kasek SMAN 18 mengenai pembayaran sebesar Rp250 ribu sudah menjadi kesepakatan seluruh guru di SMAN 18.

“Yang diterima hanya mengenai pembayaran Rp250 ribu terhadap guru yang sudah menjadi kesepakatan guru-guru. Kalau untuk apa uangnya sesuai kesepakatan itu hanya guru itu saja yang tahu,” jelasnya.

Sedangkan yang ditolak, pengeluaran uang pasukan pengibar bendera (Paskibra) sebesar Rp5 juta diduga fiktif, penggunaan uang OSIS sebesar Rp10 ribu kepada lebih kurang 560 siswa selama tujuh bulan. Selain itu, les tambahan mendapat dana dari komite sekolah senilai Rp10 juta.

“Ke depannya, Komisi B meminta kepada kepala sekolah untuk merangkul kembali guru-guru agar komunikasi terjali kembali. Bila tidak ada juga komunikasi yang baik, Komisi B akan meminta kepada Kadisdik Medan, Rajab Lubis untuk mengevaluasi kinerja Kasek SMAN 18,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Rajab Lubis menjelaskan kalau hasil rapat bersama Kasek SMAN 18 di kantor Dinas Pendidikan Kota Medan kinjera kasek tidak melanggar tugas pokok dan fungsi sebagai kasek.

“Jadi dari seluruh laporan guru itu hanya 2 guru saja yang keberatan. Tidak ada yang melanggar tupoksi dari kinerjanya kasek SMAN 18. Jadi kita meminta agar sekolah tersebut kompak dan jangan terulang lagi kejadian seperti ini,” jelasnya.

Juru bicara guru SMAN 18 Medan, Dra Iba Sabarina usai melakukan pertemuan  bilang Dinas Pendidikan Kota Medan berjanji akan mencopot Kepala Sekolah Hj Yurmaini, tapi belum bisa memastikan kapan waktunya.

“Ini adalah murni perjuangan para guru diharapkan janji Disdik Medan untuk mencopot kepala sekolah bisa terealisasi,”sebutnya. (uma/adl)