28 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 13836

Alasan Pengemudi Menunggu Anak Pulang

Giliran Parkir di Methodist Ditertibkan

MEDAN-Pemko Medan terus melakukan penertiban parkir berlapis di sejumlah sekolah-sekolah di Kota Medan. Setelah menertibkan parkir berlapis di Yayasan Perguruan Harapan Medan di Jalan Imam Bonjol, kali ini giliran sekolah Methodist yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan yang ditertibkan.
Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Toga Aruan mengatakan penertiban parkir berlapis tetap terus dilakukan secara berkesinambungan. Meskipun penertiban yang dilakukan tim gabungan Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Satpol PP, Camat, Kapolsekta dan Danramil ini kurang efektif, namun setidaknya tetap bisa mensosialisasikan kepada pengemudi kendaraan agar ke depan tidak lagi parkir berlapis.

“Kita memang serba salah juga, kalau pagi saat kita melakukan penertiban pengemudi terlihat patuh, tapi ketika siang dan petugas sudah tidak ada di tempat parkir berlapis lagi,” kata Toga.

Begitupun, lanjutnya, untuk mengantisipasi kucing-kucingan yang dilakukan pengemudi kendaraan yang kebanyakan mengantar dan menjemput siswa itu, Dishub Medan sudah menempatkan personel untuk berjaga.

“Tapi tetap saja kami nilai masih kurang efektif, karena pengemudi kendaraan lebih banyak meminta tolong, kalau sudah parkir berlapis nanti kita tertibkan mereka bilang sebentar saja menunggu anak pulang. Jadinya memang sulit juga. Tapi kalau kita lakukan secara berkesinambungan mungkin bisa lebih baik, setidaknya lama-lama pengemudi gerah juga dan akhirnya mau mematuhi aturan yang berlaku,” terang Toga.

Dikatakan Toga, sejauh ini pihaknya memang belum melakukan tindakan langsung di tempat terhadap pengemudi kendaraan yang melakukan parkir berlapis. Namun, pihaknya masih tetap memonitoring dan melakukan penataan parkir. “Kami masih tetap focus untuk menata parkir di sekolah-sekolah seperti sekolah Harapan, Syafiatul Amaliyah, Santo Thomas dan Methodist,” terang Toga.
Dijelaskan Toga, selama ini parkir berlapis sering terlihat di depan sekolah terutama yang berada di jalan protokol sehingga mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Medan. Kondisi ini disebabkan banyaknya siswa yang membawa kendaraan ke sekolah juga orangtua yang mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.
Toga menyebutkan, sebelum menertibkan parkir berlapis, pihaknya sudah melayangkan surat sosialisasi kepada pihak-pihak sekolah.
Kasatlantas Medan, Kompol M Risya Mustario, SIK tetap mendukung dan bersama dengan Dishub Kota Medan untuk melakukan penertiban parkir berlapis di sejumlah ruas jalan di Medan. (adl)

Empat Siswa Bolos Terjaring di Warnet

MEDAN-Polsek Percut Seituan bersama muspika, menggelar operasi kasih sayang, Senin (5/3). Dalam operasi yang dilakukan sejak pukul 10.00 WIB itu, tim berhasil menjaring empat siswa sekolah menengah yang sedang berada di berbagai warung internet di kawasan hukum Polsekta Percut Sei Tuan.

Informasi yang dihimpun, puluhan personel yang diturunkan dalam razia tersebut dari kepolisian, dinas pendidikan, kecamatan Percut Sei Tuan. Tim langsung melakukan pencarian terhadap para pelajar yang bolos sekolah di warnet-warnet.

Kedatangan tim langsung menjadi pusat perhatian masyarakat yang berada tak jauh dari lokasi. Dari beberapa warnet yang di sambangi tim, empat siswa bolos sekolah berhasil terjaring. Keempat siswa yang terjaring razia rutin, M Raya Fahreza Sano (17), siswi SMK Negri 2 Medan, Gindo Fredrickson Tampubolon (16), siswi SMK Teladan, Hilal Prasetya (16), siswi SMA Negeri 11, dan Suandi Hezekial Matondang (17), siswi SMK Jambi.(gus)

Dijuluki si Ratu Sampah

Dewi Budiati Teruna Jasa Said, Kecintaannya Terhadap Lingkungan

Apa yang menarik dengan sampah? Lebih tepatnya, tak ada unsur ‘eksotisme’ dari sampah jika hanya dilihat  dengan sekelip mata. Namun di tangan perempuan berperawakan kecil mungil ini, sampah-sampah tersebut dapat disulap dengan tongkat kreativitas, dan berubah menjadi benda yang berkualitas. Tak heran, berkat kecintaannya pada sampah serta kepeduliannya terhadap lingkungan membuat Dewi Budiati Teruna Jasa Said di juluki sebagai si Ratu Sampah.

Siang (4/3) kemarin, Sumut Pos  menemui Dewi pada kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan yang berlangsung di Kelurahan Gaharu. Pada kesempatan ini, Dewi  bergaul dengan ibu-ibu kelurahan, perempuan-perempuan rumah tangga untuk memberikan pelatihan pengelolaan dan memanfaatkan sampah dalam kehidupan.

Cerita sampah mengalir lugas dan bebas. Kelihatan sekali ia sangat menguasai materi tentang sampah-sampah ini. Sesekali isi materinya mengundang tawa dari para peserta yang hadir di acara  pelatihan.

Berawal dari kecintaannya terhadap sampah, beragam prestasi dan penghargaan kerap ia terima. Salah satunya pernah dinobatkan sebagai ‘the inspiring woman’ di salah satu media ternama di Indonesia. Itu membuat namanya lebih mentereng dan sejajar dengan tokoh-tokoh di Indonesia.
Kecintaannya terhadap sampah tanpa disengaja. Ide kreatif itu muncul disaat Dewi membersihkan botol plastik bekas kemasan air mineral dirumahnya pada 2008 lalu. Selanjutnya, wanita kelahiran Medan 24 Mei 1964 itu mulai bereksperimen dengan barang-barang bekas hingga melahirkan suatu karya yang memiliki nilai dan seni.

”Saat itu saya mengandung putra yang kelima. Entah kenapa, pengennya cuma mau minum dibotol, bukan digelas. Jadi di rumah saya banyak botol minuman mineral. Saya terpikir, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Botol minumannya lalu saya buat jadi tempat bunga. Kelamaan saya lihat kayak jual ikan laga. Saya terus berpikir bagaimana mengolah sampah ini menjadi lebih berharga,” kata wanita yang tinggal di Jalan Karya Sembada No 44 Komplek Koserna Padang Bulan tersebut.

Hingga satu tahun lamanya, Dewi terus berekspresi dan mengelola sendiri barang-barang bekas tersebut. “Awalnya sering gagal. Barang-barang yang saya buat sering nggak sempurna. Saya terus belajar. Tahun 2009 mulailah barang-barang tersebut sempurna dan layak untuk dijual,” terang ibu lima anak ini.

Lalu, Dewi memasarkan barang uji cobanya kepada tetangga, teman dekat, dan berlanjut pada merekrut remaja di sekitar rumahnya. “Saya mulai mengenalkan pengelolaan sampah dan mendaur ulang sampah kepada orang lain. Saya berfikir kenapa tidak diberdayakan padahal pengelolaan sampah sangat gampang. Sampah dipilah dan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tambah istri Teruna Jasa Said  ini.

Pada 2009, Dewi membentuk Koppling (Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan). Komunitas tersebut ditetapkan Pemko Medan sebagai organisasi kepemudaan yang resmi.  Namun menurutnya,  organisasi ini kurang mendapat perhatian dari  Pemko Medan.  ‘’Kita  memberi pembekalan kepada anak muda dan berharap mereka bisa diberdayakan untuk  penanggulangan sampah,”lanjutnya.

Harapannya, persoalan sampah di Kota Medan harus tuntas dan seluruh instansi terutama masyarakat harus mendukung. Karena awal mula sampah  dari rumah tangga dan industri. ‘’Persoalan ini akan menjadi sia-sia jika tidak ada tindak lanjut dan komitmen bersama,”tukasnya. (mag- 11)

Tunjukkan Medan Sebagai Miniatur Indonesia

Wali Kota Medan Buka MTQN ke-45 di Medan Sunggal

Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-45 tingkat Kota Medan tahun 2012, bakal digelar di Jalan Amal Lingkungan III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, yang akan dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Senin (5/3) malam.
Acara pembukaan ini direncanakan dihadiri 20.000 massa yang berasal dari seluruh penjuru Kota Medan.

Sebelum acara pembukaan berlangsung, paginya terlebih dahulu diawali dengan pawai ta’ruf. Dalam pawai ini, akan melibatkan peserta dari seluruh kecamatan, OKP, pelajar, tokoh-tokoh agama serta menampilkan etnis yang ada di Kota Medan lengkap dengan pakaian adatnya.
Peserta pawai ta’ruf akan  menjalani rute mulai dari Jalan Amal-Jalan TB Simatupang-Jalan Sunggal-Jalan Gagak Hitam (Ring Road) dan kembali ke Jalan Amal.

“Penampilan etnis ini sengaja kita gelar untuk menunjukkan Kota Medan merupakan multikulturisme. Meski berbeda-beda suku, agama dan kebudayaan namun hidup dalam bingkai kerukunan. Kita ingin terus menjaga imej bahwa Kota Medan merupakan contoh pengembangan model kerukunan hidup antar etnis maupun umat beragama, sekaligus menunjukkan Medan sebagai miniaturnya Indonesia,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM ketika meninjau persiapan MTQ, Sabtu (3/3) malam.

Rahudman optimistis MTQ yang digelar kali ini lebih baik dari pelaksanaan MTQ dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu orang nomor satu di Pemko Medan ini terus memantau persiapan yang telah dilakukan panitia. Dalam pekan ini saja, Wali Kota sudah tiga kali melakukan peninjauan.
Dari peninjauan yang dilakukan kemarin malam, Rahudman tampak senang. Seluruh persiapan yang dilakukan telah rampung 90 persen. Diharapkannya, seluruh persiapan rampung pada Minggu (4/3). Seluruh stand-stand yang ada sudah terisi, begitu pawai ta’ruf digelar, pengunjung yang hadir sudah dapat mengunjungi stand-stand yang ada.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak panitia, stand yang ada dalam pelaksanaan MTQ kali ini sebanyak 36 stand yang berasal dari perwakilan seluruh kecamatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), PKK serta beberapa lembaga pendidikan Islam. Yang menarik lagi, MTQ kali ini akan menyediakan media centre yang ditangani langsung Bagian Humas Pemko Medan.

“Media centre akan membantu pengunjung untuk mendapatkan informasi terkait dengan pelaksanaan MTQ. Di samping itu pengunjung juga dapat melihat foto maupun film tentang kegiatan Walikota Medan dalam membangun kota ini. Kemudian, salah satu media terbitan medan akan membagikan koran secara gratis setiap hari selama perhelatan MTQ berlangsung,” kata Kabag Humas Budi Hariono SSTP MAP.

Dalam melakukan peninjauan itu, Rahudman tak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk beramai-ramai menghadiri acara pembukaan MTQN ke-45 Tingkat Kota Medan. Sebab, lokasi kegiatan sangat representatif karena cukup luas berukuran lebih kurang 3,5 hektar yang merupakan lahan kosong milik warga setempat. Dengan demikian warga yang menyaksikan acara pembukaan dan selama pelaksanaan MTQ berlangsung akan merasa nyaman dan tenang.(adl)

Lebih Mudah Capai Klimaks, Piktor Itu Penting

Tidak seperti pria, perempuan lebih sulit mencapai Th e Big O. Kadang stimulasi di organ- organ seksual saja tidak cukup. Dibutuhkan kekuatan pikiran untuk mencapai puncak kenikmatan tersebut.

Bagi perempuan, orgasme alias The Big O itu lebih mirip jackpot. Bisa dapat sekali dari sepuluh kali sesi mesra bersama pasangan pun sudah untung. Begitu banyak survei yang menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen perempuan tidak rutin mencapai klimaks ketika bercinta. Bahkan, di antara jumlah tersebut, lebih dari 50 persen belum pernah mengalami puncak kenikmatan itu.

Seperti halnya bercinta, The Big O bagi kaum hawa memang melibatkan banyak faktor. Bukan melulu stimulasi pada organorganseksual saja. Koordinasi mulai pikiran, gerakan, rangsangan yang diberikan pasangan, hingga faktor-faktor pendukung lain sangat menentukan. ”Pasti banyak dokter yang menyebut bahwa organ seks paling powerful itu otak. Hal tersebut sangat benar. Mungkin klise, tapi ini bukan mitos,” ungkap Kayt Sukel, psikolog. Sukel menunjukkan beberapa bukti. Anak lelaki biasanya mengalami mimpi basah sebagai salah satu tanda pubertas. Padahal, tidak ada stimulasi apa pun di organ vitalnya. Orang dewasa pun tidak jarang mendapat mimpi erotis yang nikmatnya terasa sangat riil meski sedang tidur seorang diri. Dalam mimpi indah itu pun, orang bisa mencapai The Big O. ”Ciri-cirinya, terengah-engah saat bangun dan berkeringat. Persis seperti klimaks di alam nyata,” papar Sukel.

Lalu, bagaimana menerapkan teori itu di tengah-tengah sesi panas bareng pasangan? Ada berbagai cara. Yang pertama, semacam curi start. Istri harus memikirkan hal-hal indah yang nyaman dan nikmat sebelum benar benar berhubungan. Pikirkan bagaimana rasanya ketika jemari suami dengan hangat membelai leher, pundak, dan punggung. Bayangkan pula lidahnya menelusuri area-area sensitif di bagian dada dan perut. ”Dirty mind (berpikiran kotor/piktor) itu sekali-sekali penting,” ucap Sukel, lantas tertawa.

Dengan curi start, jaringan saraf akan mengirim pesan ke otak untuk meningkatkan aliran darah. Hasilnya, Miss V akan semakin lembap dan terbuka sehingga makin sensitive dengan sentuhan serta penetrasi. Ketika menerima stimulasi, saraf kembali meminta otak untuk mempercepat aliran darah, dan terjadilah The Big O.

Yang kedua adalah cara yang lebih konvensional. Yakni, melakukan pemanasan yang cukup lama. Minta pasangan memberikan menu lengkap. Mulai ciuman mesra, diikuti sentuhan-sentuhan romantis. Selama aksi panas itu, saraf kembali mengirim pesan kenikmatan melalui jaringan-jaringannya yang menyebar hingga area pelvis dan otak.

”Proses ini sangat efektif untuk membuat otak fokus pada momen bercinta. Sebab, kadang saat pemanasan, perempuan tidak bisa berhenti memikirkan hal-hal lain. Kapan ya terakhir kali aku waxing. Aduh, besok pagi siap meeting tidak ya? Itu sungguh mengganggu,” papar Ian Kerner PhD, seksolog. ”Nah, makin lama foreplay, perempuan mendapat lebih banyak waktu untuk memfokuskan pikiran,” lanjutnya. (na/c10/any/jpnn)

Gara-gara Razia Curanmor Polantas Dibakar Warga

KASONGAN- Briptu Martua Kasih Sianipar (24) dan Brigpol Wahyu Nurwidiantoro (31), dua polisi lalu lintas (Polantas) Polres Katingan, Kalimantan Tengah dibakar warga setempat. Keduanya kini mengalami luka bakar di bagian wajah mencapai 10-15 persen.

Ceritanya, ketenangan warga Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan Provinsi Kalteng, Minggu (4/3) sekitar pukul 07.30 terusik. Seorang warga yang diketahui bernama Muhammad Nur alias Marno (35) nekat membakar dua polisi lalu lintas (Polantas) di Pos Polantas Jalan Tjilik Riwut km 15 dari arah Kasongan.

Kini keduanya masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palangka Raya setelah dirujuk dari RSUD Kasongan. Sementara Marno sudah berhasil diamankan petugas. Warga Kerengn Pangi (sebutan lain Desa Hampalit, Red) itu juga berhasil diselamatkan penduduk dan petugas dari aksi percobaan bakar diri.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi nekat Marno diawali dari kejadian malam sebelumnya, Sabtu (3/3) lalu. Malam itu, petugas yang melakukan razia untuk meminimalisir tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mendapati Marno mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi SIM dan STNK. Praktis sepeda motor Marno ditilang. Malam itu Marno tidak menandatangani surat tilang.

Keesokan harinya, Minggu (4/3) sekitar pukul 07.30, Marno mendatangi Pos Polantas yang berada di muara jalan masuk ke Mapolres Katingan itu. Marno bermaksud mengambil sepeda motor yang ditilang malam sebelumnya. Dua petugas yang berjaga saat itu, Brigpol Wahyu Nurwidiantoro (31) dan Briptu Martua Kasih Sianipar (24) tidak mengabulkan keinginan Marno. Dua petugas itu juga menjelaskan prosedur pengambilan sepeda motor yang ditilang, di antaranya harus melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri Kasongan.

Penjelasan dua polisi itu tidak memuaskan Marno. Akibatnya Marno kalap dan nekat menyiramkan bensin dalam botol bekas minuman warna biru yang dibawanya. Semburan bensin ini tepat mengenai wajah dua Polantas yang berjaga. Setelah itu, Marno menyalakan korek api dan menyulutkan ke arah Wahyu dan Sianipar. Melihat kobaran api membakar kedua petugas, Marno lari meninggalkan Pos Polantas ke arah Pasar Hampalit.

Marno berlari sambil membawa dua jerigen berisi masing-masing dua liter bensin. Petugas dan warga yang melakukan pengejaran berhasil mendesak Marno masuk Masjid Al-Muhajirin, sekitar 200 meter dari Pos Polantas. Karena merasa terkepung, Marno menyiramkan bensin ke seluruh tubuhnya. Beruntung petugas dan warga berhasil menggagalkan upaya bakar diri Marno. Warga menyiramkan air ke tubuh Marno yang sudah berlumur bensin. Saat itu juga Marno langsung ditangkap petugas dan warga.

Sampai kemarin, pemicu aksi nekat Marno belum jelas. Bahkan sepeda motor warga desa setempat itu juga belum diketahui identitasnya. Kabar dari mulut ke mulut yang didapat di lapangan menyebut, bahwa Marno adalah seorang pelangsir BBM. Marno nekat melakukan aksinya karena kecewa dengan petugas, entah yang menilangnya malam itu atau kecewa terhadap dua petugas di Pos Polantas. Marno makin kecewa dan marah lantaran pagi itu, saat mau mengambil sepeda motor sempat dimintai sejumlah uang. Tapi jumlah yang diminta tidak seperti yang Marno siapkan. Sehingga Marno gagal membawa pulang kendaraannya.

Terkait kabar pemicu aksi nekad Marno ini belum ada penjelasan resmi dari kepolisian. Jajaran Polres Katingan sepertinya menutup rapat kejadian itu.
Sementara pada saat yang hampir bersamaan, puluhan aparat memadati RSUD Kasongan. Mereka mendatangi dua rekannya yang menjalani perawatan akibat luka bakar. Masyarakat juga tak mau ketinggalan. Mereka juga memadati depan ruang UGD karena penasaran.

Kapolda Kalteng Brigjen (Pol) Bachtiar Hasanudin Tambunan juga tampak hadir di rumah sakit itu. Kapolda Kalteng yang baru dilantik Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Jakarta bersama tujuh Kapolda lainnya itu baru akan menjalani seremoni serah terima jabatan, Senin (5/3) ini.

Tak lama berselang, Wahyu dan Sianipar dirujuk ke Palangkaraya. Dua polisi itu mengalami luka bakar di wajah, leher dan tangan. Kabid Humas Polda Kalteng AKBP H Pambudi Rahayu membenarkan kejadian itu. Kabid Humas juga mengaku sudah menerima laporannya. Kabid Humas juga menjelaskan kronologi kejadian itu. Menurut Kabid Humas, pihaknya juga tengah memeriksa Marno, termasuk kondisi kejiwaannya.

“Untuk mengetahui keadaan psikologisnya harus melalui pemeriksaan ahli. Namun saat diinterogasi, dia dalam keadaan sadar dan saat ditanya bisa menjawab,” tukas Kabid Humas.

Atas perbuatannya, lanjut Kabid Humas, Marno akan dibidik dengan pasal 351 ayat (2) KUHPidana. “Dengan ancaman pidana maksimal 8 tahun pidana penjara,” katanya.

Jika Marno juga terbukti berencana membakar Pol Poantas, lanjut Kabid Humas, maka akan dikenakan pasal 710 KUHPidana, dengan hukuman paling lama lima tahun.

Di RS Bhayangkara Jalan A Yani Palangka Raya, dua korban luka bakar langsung mendapat perawatan intensif. Beberapa perawat menjelaskan bahwa Wahyu mengalami luka bakar sekitar 5 persen pada bagian wajah. Sedangkan Sianipar lebih parah, antara 10-15 persen mengalami luka bakar di bagian wajah, leher,  tangan kiri dan kanan. Sesekali terdengar erangan kesakitan dari ruang perawatan Sianipar. “Iya Mas, kami sedang melakukan perawatan intensif. Maaf yaa,” ujar seorang perawat. (eri/kam/ans/yon/jpnn)

Awas Revans

Levante vs Real Betis

VALENCIA-Persaingan untuk masuk kelompok empat besar La Liga Primera makin panas. Selain Real Madrid dan Barcelona yang tak mungkin lagi digeser dari peringkat satu dan dua, sejauh ini ada enam tim yang berpeluang menempati kelompok empat besar.

Valencia (poin 40), Malaga (poin 37), Levante (poin 35), Osasuna (poin 35), Bilbao (poin 34) dan Rayo Valecano (poin 34) adalah enam tim yang berpeluang besar berlaga di ajang Liga Champions musim depan.

Atas dasar tersebut, tak ada jalan lain bagi Juan Ignacio Martínez, entrenador Levante untuk memaksa anak asuhnya tampil all out guna meraih kemenangan saat menjamu Real Betis di Ciutat de València, dini hari nanti.

Sayangnya, menatap laga ini Martinez tak dapat menurunkan tiga pemain pilarnya karena cedera. Arouna Kone, Asier del Horno dan Nabil El Zhar.
“Sebelum ini kami banyak membuang peluang karena tak mampu memaksimalkan laga home. Ini sebuah kesalahan dan harus diperbaiki,” tambahnya lagi.

Memang, pada lima pertandingan terakhir di Ciudad de Valencia tim besutan martinez tak sekalipun meraih kemenangan. Terakhir kali tim ini meraih kemenangan di sana adalah saat menjamu AD Alcorcón di ajang Copa del Rey pada 11 Januari 2012. Ketika itu mereka menang dengan skor 4-0.
Buruknya pencapaian Levante ini tak ayal mengurangi favoritas mereka saat menjamui Real Betis yang malam ini dapat menurunkan semua pemain terbaiknya.

“Sejak musim kompetisi ini bergulir, ini adalah kondisi paling bagus karena semua pemain dalam keadaan bugar dan siap tempur untuk mencuri kemenangan di sana (markas Levante),” bilang Pepe Mel, entrenador Real Betis.

Ya, pada sesi latihan yang berlangsung kemarin seluruh pemain yang dimiliki Real Betis terlihat berlatih dengan serius. Alvaro, Vadillo dan Antonio Amaya, tiga pemain yang sempat beristirahat panjang karena cedera kini mengaku siap dimainkan.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh striker Jonathan Pereira. Bahkan secara tegas Pereira mengatakan siap bahu membahu dengan Nacho Perez dan Mario Alvarez yang juga telah dinyatakan pulih dari cedera.

“Jika melihat kondisi ini saya yakin kami mampu membalas kekalahan atas mereka (Levante, Red),”  tekad Pereira. (jun)

Kesampingkan Sanksi, Fokus Betis

KIPER Levante Munua terancam mendaptkan skorsing karena telah mengantongi empat kartu kuning selama berlaga di ajang La Liga Primera musim ini.
Dengan empat kartu kuning yang telah dikantonginya, maka Munua harus membayar denda sebesar 15.000 euro. Jika sekali lagi mendapatkan kartu kuning maka Munua harus absen pada beberapa laga ke depan.

“Saya tak ingin membicarakan sanksi itu. Saat ini, terpenting bagi saya adalah mengantarkan tim ini meraih kemenangan atas Real Betis. Apalagi kami telah mengalahkan mereka ketika bertandang ke sana,” bilang Munua.

Selanjutnya Munua mengatakan bahwa seluruh pemain Levante tak ingin terdepan dari kelompok empat besar.
“Kami telah dekat ke Liga Champions. Akan sangat membanggakan jika kami mampu berlaga di sana. Kesempatan itu tak datang setiap hari, jadi harus dimanfaatkan. Jikapun sekarang kami di peringkat kelima, kami ingin meninggalkannya dan kembali berada di kelompok empat besar,” tekad Munua. (jun)

Kompak dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Pengurus Xtrim Indonesia Deliserdang Dilantik

Suasana kompak mewarnai Pelantikan Pengurus Xpedition Trail Mania (Xtrim) Indonesia Deliserdang yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) STI-PAP Sei Karang, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Minggu (4/3).

Seratusan sepedamotor trail tampak berbaris rapi di lapangan BLK STI-PAP Sei Karang. Lengkap dengan lumpur yang mulai mengering, jejak dari perjalanan panjang dimulai dari lapangan Garuda PTP II Tanjung Morawa, Sabtu (3/3) lalu. Yel-yel ‘salam lumpur’ yang dilontarkan mendapat sambutan riuh dari seluruh anggota. Gas!

“Akhirnya pelantikan pengurus Xtrim Deliserdang dapat dilaksanakan meskipun harus menunggu sekian lama. Ini patut kita berikan apresiasi. Semoga apa yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan dampak positif untuk ke depannya,” ucap Ketua Pengurus Pusat Xtrim Indonesia Doddy.
Masih Doddy, Xtrim Indonesia sendiri adalah organisasi bagi pecinta kendaraan offroad roda dua yaitu sepedamotor trail yang terbentuk pada 5 Agustus 2003 dan terus berkembang. Saat ini Xtrim Indonesia sudah terdapat di Jawa Barat dan beberapa cabang di Sumatera Utara seperti Kabupaten Simalungun, Tebingtinggi, Serdang Bedagai dan Deli Serdang.

“Semua itu bisa terjadi karena kekompakan. Untuk itu, Xtrim Indonesia Deliserdang ini kiranya dapat menjaga kekompakan untuk membesarkan organisasi dan juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Baik dengan menggelar bakti sosial juga memberi contoh bagi generasi muda untuk tertib lalu lintas,” tambahnya.

Selain jajaran pengurus PP Xtrim Indonesia, pelantikan Pengurus Xtrim Indonesia Deliserdang juga dihadiri Dandim 0204 Deliserdang Letkol Arh Wawik Dwinanto SSos, Camat Galang H Hadisyam Hamzah SH, Kapolsek Galang AKP Wahyu, Pengurus Indonesia Offroad Federation (IOF) Ispan dan tokoh masyarakat.

Sebagai pembina, Dandim 0204 Deliserdang Letkol Arh Wawik Dwinanto SSos mengharapkan, kehadiran Xtrim Indonesia Deliserdang membawa dampak positif bagi generasi muda. Selain itu meningkatkan kepedulian terhadap warga di sekitar lintasan yang dilalui.

“Seperti saya yang hobi dengan sepeda motor trail, mari kita ajak generasi muda untuk menyalurkan hobinya di jalur yang benar. Tidak ngebut-ngebut di jalan raya. Begitu juga agar kehadiran kita dapat dirasakan masyarakat dengan menyisihkan sedikit rezeki untuk diberikan bagi warga di lintasan yang kita lalui,” pesan Dandim 0204 Deliserdang.

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, satu per satu pengurus dikonfirmasi kesiapannya melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Dilanjutkan dengan penyerahan pataka Xtrim Indonesia Deliserdang oleh Ketua Umum PP Xtrim Indonesia Doddy kepada Ketua Xtrim Indonesia Deliserdang, Hok Lai.

“Mari kita segenap pengurus Xtrim Indonesia Deliserdang selalu menjaga kekompakan demi memajukan Xtrim untuk tumbuh dan terus berkembang. Kegiatan bakti sosial akan menjadi agenda tahunan Xtrim Indonesia Deliserdang,” ucap Hok Lai.
Pelantikan Pengurus Xtrim Indonesia Deliserdang dirangkai dengan bakti sosial yaitu pembagian sembilan bahan pokok (sembako) bagi warga yang kurang mampu juga pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan. Sebelumnya, Sabtu (3/3) sudah digelar ekspedisi yang diikuti 130 starter dari Xtrim Simalungun, Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, Deliserdang, dan Medan. (*)

Kemenangan Bermasalah

Barcelona vs Gijon

BARCELONA- Kemenangan atas Sporting Gijon pada jornada 25, tampaknya tak membuat Barcelona senang. Skor 3-1 memang bagus, tapi efek dari laga kemarin dini hari itu meninggalkan sejumlah masalah.

Ya, pertama adalah kartu merah yang dikeluarkan wasit Carlos Velasco Carballo untuk bek Gerard Pique. Menurut Pique, wasit sengaja memberinya kartu merah.

Pique menjelaskan dia sempat berbicara kepada Carlos Velasco, saat jeda babak pertama. Pique mengungkapkan rasa frustasinya setelah pelanggaran Seydou Keita tidak mendapatkan hadiah penalti. Protesnya itu yang dirasa Pique menjadi awal kartu merah.

“Di jeda babak kedua, saya sudah berbicara dengan wasit mengenai penalti yang seharusnya diperoleh Keita dan dia menyimpan hal itu di kepalanya. Firasat saya mengatakan jika dia sudah merencanakan kartu merah kepada saya,” ucap Pique usai pertandingan.

Di samping itu, Barca juga harus kehilangan salah satu striker andalannya, Alexis Sanchez yang cedera pada laga itu. Kurang lebih Shancez akan absen selama dua pekan ke depan karena cedera otot yang dideritanya.  Akibat cedera itu pula, Alexis akan melewatkan pertandingan babak 16 besar Liga Champions di kandang Barca saat melawan Bayer Leverkusen Rabu mendatang (7/3).

“Alexis masih berumur 22 tahun, dia harus mengembangkan dirinya dan tahu apa yang dilakukannya yaitu bisa bermain tiga hari sekali,” kata pelatih Josep Guardiola soal cederanya.
Pada laga itu, Barca harus menunggu hingga akhir babak pertama, atau tepatnya di menit ke-42 untuk bisa unggul melalui Andres Iniesta. Gijon berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-49 melalui David Barral.
Namun dengan tekad kuat Barcelona bisa kembali unggul melalui gol cantik Seydou Keita.  Dengan 10 pemain Barca bahkan masih bisa mencetak gol ketiga di pertandingan ini melalui kaki Xavi, tiga menit menjelang laga usai. (bbs/jpnn)