27 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 13841

Program Rahudman Dipuji

Wali Kota Medan Hadiri Pisah Sambut Wakapolda dan Dirlantas Polda Sumut

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Rabu (8/2) malam menggelar acara pisah sambut Wakapoldasu dan Dirlantas Poldasu di Tiara Convention Hall, Medan.

Acara pisah sambut ini dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, dan unsur Muspida Sumatera Utara serta sejumlah pengusaha papan atas.

Dalam acara itu, Wakapolda yang lama Brigjen Pol Sahala Allagan digantikan Wakapolda baru Brigjen Pol Cornelis Hutagaol. Lalu, Dirlantas Polda Sumut yang lama Kombes Pol Drs Bambang Sukamto yang akan menjalankan pendidikan Lemhanas digantikan Kombes Pol M Arkan Hamzah.
Dalam sambutannya, Allagan membeberkan, sejumlah program kerja yang dilaksanakannya bersama Kapoldasu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sangat luar biasa. Bahkan, dalam pelaksanaannya banyak formula yang dilahirkan dengan strategi baru sehingga menjadi pelajaran bagi kita semua.

“Saya harapkan Kapoldasu terus memajukan Sumatera Utara,” harap Brigjen Pol Sahala Allagan.
Lebih lanjut, Sahala menyatakan, selama kepemimpinan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Kota Medan sudah mengarah kepada perubahan. Bahkan, perubahan kotanya sangat siginifikan, seperti melaju kencang.

“Kota Medan di bawah kepemimpinan Rahudman selain tertata rapi, ibu kota Sumut itu juga lebih berwibawa,” katanya.
Dengan wujud itulah, paparnya program-program Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rahudman Harahap harus didukung penuh, bahkan dalam pelaksanaannya perlu mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat Kota Medan.

“Saya dukung penuh program Rahudman Harahap untuk memimpin Kota Medan lebih baik, dan memimpin Sumut bila diinginkan,” ungkapnya disambut tepuk tangan seluruh undangan.

Usai memberi sambutan, Sahala Allagan menerima cenderamata dari Kapoldasu, Irjend Pol Wisjnu Amat Sastro. Cenderemata sebagai kenang-kenangan dan wujud terima kasih atas kerja samanya disambut senyuman dan riuh tepuk tangan dari para undangan.  Bukan hanya itu, Sahala Allagan juga menerima cenderamata dari Kasdam I Bukit Barisan dan pejabat lainnya.

Selain Sahala Allagan, Wisjnu memberikan cenderamata kepada Kombes Pol Bambang Sukamto.
“Sebagai lulusan  terbaik. Saya yakin plakat ini akan kembali ke Sumatera Utara. Bersama dengan jabatan baru Anda nanti sebagai Kapolda Sumatera Utara,” ungkap Wisjnu kepada Bambang Sukamto.

Saat pemberian penghargaan itu, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM ternyata sudah menyiapkan cenderamata kepada Sahala Allagan dan Bambang Sukamto. Cenderamata itu berupa plakat dari Pemko Medan. (mag-5)

Juventus Masih Berjaya

MILAN- Selain tangguh di Serie A, Juventus juga masih digdaya di Coppa Italia. Buktinya mereka bisa menang 1-2 di kandang Milan, di semi final pertama ajang itu.

Martin Caceres memborong gol Juventus, sedangkan Milan cuma bisa membalas lewat El-sharawy.
Meski begitu, hasil ini belum berarti kiamat untuk Milan. Skuad arahan Massimiliano Allegri itu masih bisa membalas pada leg kedua yang berlangsung di Juventus Stadium, 21 Maret mendatang.

“Saya puas dengan respons para pemain yang bermain dalam pertandingan penting seperti laga semifinal melawan Milan kali ini,” ujar Conte di Football Italia.

Pria 42 tahun itu memilih untuk melakukan rotasi dan menurunkan beberapa pemain lapis keduanya dalam pertandingan ini. Hasilnya sungguh membuatnya bahagia. Ia menyebut bahwa para pemain telah bekerja sama kerasnya sehingga rotasi pun tak menjadi masalah.

“Saya pikir, kemenangan ini menjadi bukti kerja keras di belakang tim ini. Kami mudah melakukan rotasi tanpa merusak performa. Saya harus berterima kasih kepada para pemain yang jarang mendapatkan kesempatan tampil, namun tetap bekerja keras sepanjang pekan.”
“Tim ini memiliki para pemain yang memiliki mimpi. Mereka tahu bahwa untuk mewujudkan mimpinya, mereka harus bekerja, bekerja, dan bekerja,” beber Conte.

Sementara Allegri mencoba tetap tenang. Padahal Milan sudah sering kalah musim ini. Berbeda jauh dengan musim lalu, ketika Milan akhirnya raih scudetto.

“Kami terlalu sering kalah belakangan ini, namun kami harus tetap tenang dan percaya pada kemampuan kami sendiri. Apalagi, kami dihantam krisis karena pemain cedera dan banyak pemain tak mendapatkan kesempatan istirahat sebagaimana mestinya,” ujar Allegri di Football Italia.
“Tak ada tekanan pada kami, karena saya tahu kekuatan skuad saya. Kami harus terus bekerja keras untuk bisa melewati situasi ini,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Pelindo I Bertekad Lampaui Target Laba

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menggelar Rapat Dinas 2012 yang dibuka Kamis (9/2). Rapat yang bertempat di Kantor Pusat Pelindo I Medan ini, diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural Pelindo I Kantor Pusat dan para Pimpinan Seluruh Cabang Pelabuhan serta ibu-ibu Perispindo. Rapat Dinas ini bertujuan untuk memantapkan kebijakan, strategi dan program yang sudah disahkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 sehingga dapat diimplementasikan secara cepat dan tepat.

Rapat Dinas langsung dipimpin Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir. Dalam sambutannya, Alfred menjelaskan, Rapat Dinas ini adalah untuk menyatukan kesamaan pandangan dan sikap Manajemen dalam merealisasikan RKAP 2012 yang telah disahkan, serta menguatkan komitmen bersama dalam melaksanakannya.

“Marilah kita implementasikan RKAP 2012 dengan perencanaan berdasarkan akal sehat, menyusun kebijakan dan strategi dengan hati nurani dan melaksanakan program kerja secara profesional,” imbau Alfred.

Sesuai kesepakatan Direksi, Rapat Dinas ini bertema “Spirit Kebersamaan Melalui Kerja Keras dan Kreatifitas, Kita Lampaui Target Laba RKAP Tahun 2012 dan Mewujudkan Pelayanan Yang Prima”.

“Tema ini bukan sekedar penghias backdrop dibelakang saya ini, namun semangat dari tema ini harus menginternalisasi dalam setiap jiwa insan Pelindo I. Kita bangun teamwork yang kuat, sikap kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis perusahaan, kita berikan pelayanan terbaik yang melampaui harapan pelanggan dan akhirnya kita akan berhasil melampaui target RKAP 2012 yang telah ditetapkan,” ajak Alfred memberi semangat.
Alfred mengingatkan ancaman bila perusahaan terus merosot, bisa saja ada rasionalisasi  berupa pengurangan pegawai, bonus menurun bahkan bisa hilang, kesulitan membayar gaji bulanan dan pada akhirnya akan menurunkan kesejahteraan pegawai dan dampak bagi perusahaan adalah citra negatif perusahaan.

“Kita bekerja untuk perusahaan, karena perusahaan ini yang menghidupi kita dan keluarga kita. Bila kita memberikan yang terbaik untuk perusahaan, maka perusahaan akan memberi yang baik juga untuk kita,” tutur Alfred.

Alfred sengaja mengundang ibu-ibu Perispindo untuk turut hadir dalam acara tersebut. Para ibu perispindo perlu mengetahui kondisi dan perkembangan perusahaan. “Ibu-ibu mempunyai peran yang besar dalam mendukung kemajuan perusahaan melalui penciptaan keluarga harmonis di rumah masing-masing sehingga menciptakan suasana hati yang nyaman terhadap para suaminya ketika bekerja. Serta jangan lupa untuk senantiasa mendoakan perusahaan, pengelola perusahaan dan seluruh karyawan agar perusahaan terus tumbuh,” pinta Alfred.
Rapat Dinas ini dilaksanakan pada 9 sampai 10 Februari 2012 dan dilanjutkan outbond pada tanggal 11 Februari 2012. (sih)

TRTB Tindak Semua Bangunan Bermasalah

Fraksi partai Demokrat Kota Medan meminta kepada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan untuk segera menindak tegas semua bangunan di kota Medan yang bermasalah. Seperti pemilik bangunan yang tidak memiliki perizinan, melanggar roilend dan garis sepadan bangunan harus ditertibkan. Seperti apa?  Berikut wawancara wartawan Koran ini, Adlansyah Nasution bersama Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong.

Apa sikap Anggota Dewan terhadap banyaknya bangunan yang melanggar izin?

Sampai saat ini, Kader Fraksi Partai Demokrat tidak pernah terlibat untuk menjadi becking bangunan bermasalah. Karenanya, kader demokrat itu meminta Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) menindak tegas semua bangunan bermasalah dikota ini. Jika membandel para pemilik bangunan, rubuhkan saja bangunannya. Karena sampai saat ini di Kota Medan masih banyak bangunan bermasalah yang berdiri tanpa ada SIMB. Kita tak bisa mentolelirnya, kalau memang melanggar perijinan, harus ditindak tegas. Tanpa pandang bulu.

Bagaimana dengan hasil fakta dilapangan?

Masih banyak bangunan yang perizinan hanya sepuluh unit. Namun fakta dilapangan, dilokasi lahan yang dibangunnya berdiri melebihi dari izin yang didaftarkan ke Dinas TRTB. Kalau seperti itu, bangunan tersebut sudah menyalahi perijinan sebagaimana dikeluarkan dinas TRTB. Ketika dipertanyakan ke Dinas TRTB Medan, mereka mengaku kalau izin terhadap bangunan yang sedang dibangun sedang dalam dalam kepengurusan.

Kalau untuk permainan dari Dinas TRTB?

Masih banyak dugaan permainan dari petugas Dinas TRTB Medan yang memanfaatkan masyarakat yang sedang melakukan pembangunan seperti, warga yang membangun membangun rumah diatas lahan milik keluarga dengan asas bagi bangun dengan pengembang. Namun anehnya, untuk rumah bagian belakang, ijin yang di ajukan hanya untuk satu lantai. Namun anehnya, Dinas TRTB mengaharuskan membayar ijin dua lantai. Dan TRTB mengeluarkan SIMB dua lantai. Untuk itu, kerugian pajak yang sudah dibayarkan masyarakat segera dikembalikan. Kalau kondisi ini benar demikian, maka tak ada alasan Dinas TRTB menahan sisa uang pajak yang sudah dibayarkan kepada masyarakat. Dinas TRTB Medan harus kembalikan kelebihan uang itu pada mereka.

Dasarnya apa untuk melakukan penidakan?
Tidak bisa dibenarkan lagi, semua bangunan bermasalah yang tidak sesuai dengan Perda No. 9 dan UU no 28 harus ditindak.Tanpa melihat siapapun dibelakangnya. Penegakan peraturan harus berlaku mengikat bagi semua orang tanpa pandangbulu.Siapapun yang melanggar ketentuan, harus ditindak. Jangan sampai rusak susu sebelanga, karena noda nila setitik.

Sedangkan adanya keterlibatan dengan anggota Dewan?
Kalau memang ada selentingan isu yang menyebutkan anggota DPRD Medan terlibat dalam masalah bangunan harus bisa dibuktikan dengan memberikan laporan kepada Badan Kehormatan.Jangan hanya berani membuat isu. Sebut dan laporkan langsung siapa anggota DPRD Medan yang terlibat dalam masalah ini. Dan jika terbukti, maka oknum seperti ini sudah mencoreng wibawa dan nama baik lembaga DPRD Medan.Karenanya harus ditindak tegas.(adl)

Penjual Emas Palsu Nyaris Dibakar

MEDAN-Rahmad Syahputra dipergoki pedagang saat melakukan transaksi emas palsu di Aksara Plaza, Rabu (8/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Tak pelak, pria berusia 32 tahun warga Jalan M Nawi Medan Denai itu pun diboyong puluhan pedagang emas ke kantor polisi.

Menurut keterangan, Rahmad diduga merupakan sindikat penjual emas palsu yang selama ini sering menipu pedagang emas.
“Para pedagang emas di sini (Aksara, Red) sudah sering tertipu dengan ulah penjual emas palsu,” ujar seorang pemilik toko emas, di Mapolsekta Percut Sei Tuan.

Menurutnya, perisitiwa penipuan ini terjadi Rabu (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Petang itu, dirinya didatangi oleh Rahmad, yang berencana menjual emas berbentuk rantai seberat 16 gram.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dirinya mengetahui kalau emas itu palsu, langsung menyergap pelaku yang masih berada di toko miliknya. Tak ayal, aksi penyergapan itu membuat pedagang emas yang tak jauh dari lokasi toko emas Lola Amalia, ramai mendatangi pelaku.

Pedagang emas yang kesal nyaris membakar tersangka. Beruntung amarah puluhan pedagang berhasil mereda dan memilih menyerahkan pelaku ke polisi. Salah seorang pengurus Persatauan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Muslim Sikumbang mengatakan para pedagang di Aksara kerap menjadi korban penipuan emas palsu.

“Saya imbau kepada pedagang emas yang merasa tertipu agar segera melaporkan ke kantor polisi,” ucapnya.
Menurutnya, dalam satu hari saja sudah 2 toko tertipu. “Mereka ini sudah ada jaringannya, para pedagang sudah banyak tertipu, dalam satu hari saja sudah dua toko yang menjadi korban penipuan,” ujar Muslim Sikumbang.

Dikatakannya, sulit mengetahui emas palsu karena karat emas itu dibalut hanya di luarnya saja. “Jadi kalau kita gesek gak ketahuan, cara mengetahuinya harus dilebur dulu,” katanya.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan mengatakan pihaknya  masih melakukan pemeriksaan. “Kita periksa dulu, karena dalam kasus ini si pelaku belum melakukan transaksi dan keterangan korban yang lain mengatakan bukan dia pelakunya,” tandas Faidir.(gus)

Identitas Parkir di Dinas Pendidikan Kota Medan

08786841xxxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, saya mau bertanya soal biaya parkir. Apa Pemko Medan membuat surat edaran resmi soal retribusi parkir? Di Dinas Pendidikan masih saja dimintai uang parkir, kami sangat keberatan dengan keberadaan si baju oranye yang minta uang parkir tanpa ada aturan yang jelas.

Kami Tidak Ada Terima

Masalah perparkiran di Dinas Pendidikan Kota Medan tidak ada anggota kami mengelola parkir. Limper dibelah tujuh tidak ada kami terima. Siapa yang mengelola itu tentu bagian perparkiran.

Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Itu si Rivaldo Namanya

Itu memang daerah khusus parkir.Itu  Rivaldo namanya yang memegang lokasi parkir di sana.

Pahmi Harahap
Kepala Bagian Perparkiran Dinas
Perhubungan Kota Medan

Atasi Depresi dengan Memaksa Diri Optimis

Psikolog Dra.Destryna Nainggolan,MA

Bicara kehidupan, banyak hal yang menyebabkan orang dewasa mengalami depresi berat. Diantaranya disebabkan permasalahan ekonomi, penyakit yang tidak kunjung sembuh, kehidupan rumahtangga yang berantakan, ketidaksiapan mental memasuki masa pensiun, maupun tidak adanya persiapan menjalani masa tua.

Sebenarnya menurut psikolog Dra.Destryna Nainggolan,MA, hilangnya semangat hidup lebih dipengaruhi buah pikiran. Dimana akibatnya, benar-benar sangat merusak kehidupan seseorang. Karena itu dibutuhkan pola pikir optimis memandang hidup indah dan sangat berarti. Ini penting, sebab otak akan menerjemahkan apa yang ada di pikiran seseorang.

“Tuhan sebenarnya sudah menciptakan tubuh seseorang itu sempurna. Kalau kita semangat dan memikirkan yang baik, tubuh akan mengeluarkan imun yang mematikan bakteri-bakteri penyakit. Tapi kalau kita lagi down, kekebalan tubuh nggak keluar. Jadi semua tergantung pikiran. Makanya hati-hati menggunakannya. Jangan pernah memasukkan hal-hal yang negative,”ujarnya.

Namun memang untuk menumbuhkan pikiran optimis, tidak gampang.  Hanya saja jika mereka yang sejak usia dini terbiasa pesimis dan tidak punya pandangan hidup yang baik, hal tersebut cukup berat. “Jadi para orangtua terutama kaum ibu, perlu menumbuhkan sikap optimisme terhadap anak-anak,”ungkap wanita yang banyak bersahabat dengan artis-artis nasional ini.

Selain itu bagi yang tidak terbiasa, juga dibutuhkan kerja keras, berkomitmen dan prinsip tetap pada jalur yang sebenarnya. “Misalkan harus olahraga atau minum 8 gelas air sehari. Kalau kita tidak terbiasa, akan sulit. Tapi kalau dipaksakan, akan tumbuh menjadi kebiasaan. Jadi untuk memulai, semua membutuhkan kerja keras. Termasuk memulai untuk berpikir optimis. Semua akan mudah diatasi kalau punya semangat,”ungkap istri G.Sahari,M.Div yang sudah 17 tahun membaktikan diri sebagai seorang psikolog ini.

Setelah mempunyai keinginan merubah diri, langkah selanjutnya menurut psikolog yang salah satunya mengabdi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi ini, juga dibutuhkan lingkungan yang baik. Peran lingkungan ini sangat besar, bahkan hingga 60-70 persen mempengaruhi seseorang. Maka dari itu khusus terhadap para pensiunan, Destryana menyarankan sebaiknya bergabung dalam kelompok-kelompok senior. “Kalau kita hanya menonton televisi dan melihat berita-berita menakutkan, tanpa bergaul, akhirnya akan membentuk rasa kekhawatiran. Tapi kalau bersosial dengan yang baik, otomatis dalam perkumpulan pasti ada orang yang tetap mendorong semangat,”lanjutnya.

Hal positif lain, juga sangat baik orangtua senang membaca. Dengan membaca, otak akan tetap fresh. (sam)

Tak Pernah Rewel, Bobot Naik 1 Ons

Kasih, Bayi yang Terlahir dari Wanita Sakit Jiwa

Masih ingat dengan bayi yang diamankan Dinsos Sumut dari seorang wanita mengalami gangguan jiwa akhir Januari 2012 lalu. Kini bayi itu dirawat di RSU Bina Kasih Medan.

Jhonson P Siahaan,  Medan

Bayi perempuan berusia 5 bulan dengan berat 7,1 kg itu dikberi nama oleh perawat yang merawatnya Kasih. Kini, Kasih dijaga oleh perawat RSU Bina Kasih, Eliasna Paskalia br Purba, Yasni, Rostina dan Noni. Perawat di RSU Bina Kasih itu sudah menganggap Kasih sebagai anak.

Menurut para perawat, Kasih tak tak rewel. Saat ditemui wartawan Sumut Pos di Lantai V Ruang Neonata Intermedit Care Unit (NICU)- Pediatric Intermedit Care Unit (PICU), bayi berusia lima bulan itu dalam pangkuan sang perawat.

“Dia kami panggil Kasih karena nama itu bagus dan cocok. Lagi pula nama itu kami berikan karena cantik,” kata Eliasna Paskalia br Purba ditemani Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting SE.

Menurutnya, selama dirawat Kasih tak pernah menyusahkan. “Kasih jarang menangis, tak menyusahkan.

Kasih makan dan minum juga kuat sehingga dia cepat tambah satu ons. Mungkin Kasih tahu dia tidak bersama ibunya jadi dia tak menyusahkan,” beber wanita yang sudah tiga tahun mengabdi di RSU Bina Kasih Medan ini.

Eliasna Paskalia mengaku, dia juga ditemani beberapa temannya merawat sang bayi dan bayi-bayi lain yang berada dibawah pengawasan ruang mereka.
“Ini baru bayi pertama yang kami rawat dimana ibunya sendiri kita sudah tahu sama tahu kalau ibunya berada di rumah sakit jiwa untuk pemulihan. Kasihan benar si bayi ini,” jelasnya.

Diterangkan Eliasna Paskalia, merawat bayi tak mudah dan harus penuh dengan kasih sayang. “Semua perawat termasuk saya sendiri pun suatu saat akan menjadi ibu, bukan karena kami perawat. Itulah yang disebut naluri sang wanita atau naluri sang ibu. Merawat bayi itu ibarat merawat orangtua kita sendiri di saat usia mereka yang sudah memasuki ujur,” sebutnya.

Para perawat mengaku senang merawat bayi karena bayi itu sangat menggemaskan. “Selain menggemaskan, bayi-bayi yang ada di sini dan yang kita rawat sudah kita anggap sebagai anak sendiri atau adik sendiri. Kasih sama seperti bayi-bayi yang lain,” jelasnya.
Di saat usia seperti ini, seharusnya sang bayi berada berada dipelukan dan pangkuan ibu kandungnya. Namun, sang ibu tak bisa berada di samping Kasih karena harus menjalani perawatan dan pemulihan.

“Dia yang paling baik. Kasih juga sering mendapatkan baju, makanan dan minuman dari perawat yang berada di sini karena sudah menyatu,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting SE mengaku, bayi tersebut diserahkan pihak Dinas Kesejahteraan dan Sosial (Dinsos) Sumut, PPA Polresta Medan dan PKPA Sumut beberapa waktu lalu untuk dirawat berhubung sang ibu mengalami gangguan jiwa. Rita menambahkan, jika sang ibu tak kunjung sembuh dan pulih, maka bayi akan diserahkan kembali setelah sang bayi dianggap sudah bisa pulang dan selanjutnya akan diserahkan pihak Dinsos Sumut ke panti asuhan. “Saat bayi itu masuk ke rumah sakit, kepalanya mengalami lebam dan kulitnya merah-merah. Tapi setelah dirawat, sang bayi sudah sembuh,” ungkapnya. (*)

Dipukuli Preman

Bambang Subali (46), warga Jalan Pelita V, Kelurahan Sidorame Barat I, Medan Perjuangan, terpaksa harus dirawat intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan.

Pasalnya, Bambang yang setiap harinya berjualan di pinggir jalan di Jalan Sutomo diusir para preman. Tak terima diusir, Bambang mempertanyakan pengusiran. Namun, para preman justru balik melawan dengan memukuli Bambang. Akibatnya, Bambang mengalami luka pada perut, leher, mata sebelah kiri bengkak.

Juliani (40), istri Bambang mengatakan, suaminya sedang berjualan di pinggir Jalan Sutomo tiba-tiba didatangi beberapa preman. Para preman meminta agar Bambang tak berjualan karena lahan tersebut dijadikan sebagai lahan parkir.

“Mereka datang tiba-tiba dan marah-marah kepada suami saya. Mereka mengusir suami saya tapi suami saya bilang tak mau. Tak beberapa lama kemudian pemuda tersebut mengeroyok suami saya,” jelasnya.

Menurutnya, para preman tersebut tak mempunyai hak melarang mereka berjualan.

“Habis mengeroyok suami saya mereka langsung pergi. Warga di sini membawa suami saya ke RSU Pirngadi,” sebutnya.
Juliani mengaku sudah melaporkan pemukulan tersebut ke polisi. “Sudah kami laporkan ke polisi. Saya berharap pelaku ditangkap,” pungkasnya.(jon)

Kecintaannya Terhadap Anggar

Dian Rahmayati S.Pd

Sepuluh tahun lebih menggeluti olahraga Anggar setidaknya telah membuktikan kecintaan wanita yang satu ini terhadap olahraga ‘zorro’ ini. Apa yang menumbuhkan kecintaannya antara lain karena olahraga ini dapat membentuk karakter sociel terhadap seseorang. Seorang atlet anggar yang perlu memiliki sifat sabar dalam bertanding, pandai membaca karakter lawan dan juga mampu mengontrol diri dari serangan dan memvariasi serangan terhadap lawan.

Nama Dian Rahmayati S.Pd sudah tidak asing lagi. Wanita cantik ini telah menorehkan prestasi pada SEA GAMES XXVI 2011, dengan meraih medali perak pada nomor beregu putri cabang olah raga anggar. Keseriusannya dalam berlatih dan menekuni olahraga itu, membuatnya dikenal di dunia Internasional.

Bagi dara kelahiran Medan, 30 Mei 1985 tersebut, kesuksesan bukan diraih dengan cara yang singkat. Perlu kesungguhan dalam menjalani apapun. Bahkan wanita yang bekerja sebagai PNS di TNI AD Satuan Pendam I BB ini sudah 10 tahun lebih menggeluti olahraga pedang tersebut.

Kecintaannya pada anggar berawal dari ajakan sang paman yang merupakan pelatih anggar Sumut, M Nasir Siregar. Bahkan sebelumnya, putri ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Zaherman dan Raminah ini sudah beberapa kali memenangkan kejuaraan anggar dan terpilih untuk tampil pada Kejurnas 2011 di Bogor serta meraih medali perak pada SEA Games XXIV Thailand 2007 lalu.

“Dulunya saya lebih suka olahraga bulu tangkis. Tapi saya rasa prospek kedepannya sangat kecil. Lalu, paman saya mengajak untuk latihan cabang olahraga anggar ini,’’ujarnya. Sejak itu, Dian  fokus latihan di klub anggar Johor Mas dan berusaha menjadi yang terbaik. ‘’Latihannya gampang-gampang susah, tergantung pada diri kita sendiri,” kata Dian, Rabu (8/2).

Menurut Dian, di Sumut sendiri atlet anggar masih sangat minim. Namun pada 2004 cabang olahraga anggar sudah menjadi perhatian dengan diberikannya berbagai fasilitas pendukung oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Karena itu, Dian yang tinggal di Jalan Denai Lorong Sedar No. 8 Medan itu berharap akan lahir atlet-atlet anggar yang profesional dan dapat membawa nama baik Sumut. “Memang fasilitas anggar sangat mahal, di saat atlet baru semangat untuk latihan anggar, tapi terbentur dengan peralatan,’’ urai wanita yang akan mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat ini.
Sejauh ini, katanya, keluarga sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Dian. Untuk membagi waktu antara keluarga, latihan anggar dan pekerjaan tidak menjadi masalah. ‘’Harus pandai-pandai agar ketiganya tidak terlalaikan,”tuturnya.

Keluarga, sambungnya sangat mendukung. ‘’Apalagi dari instanti tempat saya bekerja mereka juga mendukung. Dalam waktu dekat ini, saya akan mengikuti PON di Pekan Baru,’’ucap Dian.

Dalam penampilan, kesehariannya Dian lebih memilih  busana casual. ‘’Saya juga suka berdandan. Bagi  wanita,  kecantikan sangatlah penting. Namun, bukan hanya diukur dari fisik saja,  tapi diperlukan innerbeauty atau kecantikan dari dalam,’’tuturnya. (mang-11/omi)