25 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 13854

Beckham Ngotot Anunya dan Ingin Tambah Anak

Penampilan  David Beckham saat dalam iklan celana dalam Armani dan H&M memang membuat banyak orang terkejut dan heran. Pasalnya, ayah empat anak menunjukkan tonjolan yang lumayan besar dari balik celana dalam yang dikenakannya. Alhasil banyak pihak yang menilai iklan itu palsu.
Spekulasi itu berawal dari aksi komedian James Corden yang memparodikan iklan tersebut dengan menggunakan kemaluan palsu. James yang memparodikan David saat syuting iklan tersebut sengaja menyumpelkan kaos kaki di balik celana dalam agar tonjolan buah zakarnya tampak sebesar yang ditampilkan David.

Kini, David secara langsung menyangkal bahwa dia melakukan hal yang sama seperti James. “Saya tak pernah, benar-benar tak pernah melakukan apa yang dilakukan James, menggembungkan celana atau bahkan menyumpelkan kaos kaki. Aku tidak melakukan apapun untuk pemotretan itu, karena kukira memang tidak perlu. Yah, katakanlah aku memang tidak perlu bantuan apa-apa untuk itu. Kukira aku memang sudah OK!” ungkapnya.

Selanjutnya, ayah empat anak ini mengungkapkan bahwa walaupun iklan celana dalam tersebut sangat terkenal, namun secara pribadi istrinya lebih suka melihatnya memakai celana dalam biasa. Menurut Victoria, David tampak lebih baik dengan long johns (celana dalam panjang).

Selama beberapa lama, David memang menimbulkan kehebohan gara-gara anunya yang tampak besar tersebut. Beberapa waktu lalu, H&M malah membuat patung David yang berpose hanya mengenakan celana dalam. Patung itu benar-benar mirip dengan aslinya, termasuk ukuran tubuh dan kemaluan David.
Selain membeberkan keaslian anunya itu, Beckham juga menegaskan bahwa dirinya ingin punya anak lagi, meski saat ini dia telah memiliki empat anak. Brooklyn (12), Romeo (9), Cruz (6) dan Harper (7 Bulan). (bbs/jpnn)

Lentera Doa Penuhi Langit Cemara Asri

Melihat Perayaan Cap Go Meh di Medan

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama.  Saat itu juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru tersebut. Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Bagaimana dengan di Kota Medan?

Kesuma Ramadhan, Medan

Lagi-lagi, warga Thionghoa di Medan lebih banyak memilih memeriahkan malam Cap Go Me di Maha Vihara Maitreya, Jalan Boulevard Utara No 8, Komplek Cemara Asri Medan, Senin (6/2).

Saat wartawan koran ini menyambangi lokasi ini, sejak pukul 20.00 WIB, sedikitnya ribuan masyarakat dari seluruh lapisan menyaksikan atraksi barongsai sebagai pembuka acara perayaan Cap Go Meh.

Dalam perayaan itu juga digelar berbagai acara kesenian berupa persembahan nyanyian, tarian, senam kasih semesta, band performance, drama parodi, dan kuis di panggung acara serta puluhan stand bazar yang memenuhi nuansa kemeriahan acara. Bahkan, bertempat di Graha Sakyamuni juga diadakan kegiatan pelita doa. Di depan graha, ribuan lembar kertas bertuliskan doa melebatkan pohon harapan Maha Vihara.

Hampir sama perayaan Imlek, di malam Cap Go Meh juga menerbangkan ribuan lentera dengan harapan doa. Lentera itu menerangi langit di sekitar vihara. “Tidak ada doa bersama untuk perayaan Cap Go Me, hanya saja banyak yang melakukan doa secara pribadi persembahan pelita, penggantungan kertas doa di pohon harapan, penggantungan kertas di sebuah lentera atau disebut lentera berkah,” ujar Humas Maha Vihara Maitreya, Henny Suryanti (Yi Ling) didampingi Marisa (Li Sman) ketua informatika saat ditemui di lokasi perayaan Cap Go Meh.

Menurut Marisa, konsep perayaan Cap Go Me tahun ini lebih ditekankan kepada jam kebahagiaan dunia, dimana pada tahun sebelumnya waktu adalah uang namun tahun ini waktu adalah kebahagiaan. “Motivasi bagi diri sendiri, tidak hanya sebatas menunjukkan waktu, namun memberikan keadaan sesuai keterangan waktu yang diinovasi oleh sebuah organisasi yang sifatnya universal. Untuk jamnya sendiri dicetuskan oleh De Miao Guang (Taiwan) oleh Mr Wang yang tersedia dengan harga yang bervariasi dari 500 ribu hingga 20 juta sesuai bentuk dan tergantung negara produksinya” terangnya.
Kegiatan tradisi ini dirayakan oleh etnis Tionghoa dari berbagai kepercayaan. Tak pelak, kesan yang muncul adalah kesan yang begitu mewah dan penuh kekeluargaan. “Imlek dan Cap Go Meh tidak ada hubungannya dengan agama Budha tapi lebih kepada tradisi Tionghoa saja,” jelas Marisa.

Semua lapisan usia dan etnis dan agama cukup antusias menyaksikan perayaan tersebut meskipun harus berhimpitan dan berdesakan akibat banyaknya jumlah pengunjung.   Namun, tampak jelas di wajah mereka rona kebahagian dan penuh pengharapan memeriahkan malam Cap Go Meh. “Senang dan bahagia rasanya. Saya berdoa penuh harap agar semua impian saya bisa terwujud,” ujar Lie Acien, warga Perumahan Cemara Asri.

Tapi, kebahagian malam Cap Go Meh tidak dirasakan sejumlah masyarakat Tionghoa yang berada di Kawasan Jalan Sukaramai Gang Bakung. Ratusan warga Tionghoa yang berdomisili di kawasan tersebut harus merelakan melewati malam perayaan Cap Go Meh di atas puing-puing rumahnya yang hangus akibat kebakaran.

Tangisan pilu dan ratapan sedih terpancar dari sejumlah pemilik rumah yang tengah mencari puing-puing sisa rumah yang diharapkan bisa ditukar dengan uang.

Salah satu pengakuan disampaikan Devi (21) warga sekitar yang menjadi korban keberingasan si jago merah. “Aku dapat kabar dari orangtuaku kalau tempat tinggal kami kebakaran. Karena dapat berita itu aku langsung pulang dan kulihat rumah keluargaku udah hangus dan rata dengan tanah,” sebutnya dengan nada penuh haru sembari mengais barang sisa kebakaran di kediamannya.

Dari penuturan anak keempat dari enam bersaudara ini, sebelumnya mereka sekeluarga telah berencana untuk merayakan Cap Go Meh seperti tahun-tahun sebelumnya dengan melaksanakan ritual sembahyang di Vihara dan selanjutnya makan malam di luar bersama keluarganya. Namun apalah daya nasib berkata lain, atas kejadian yang telah menimpa keluarganya, Devi mengaku hanya berpikir bagaimana bisa bertahan untuk ke depannya.
Hal senada juga dirasakan Ayen. Pria dengan empat anak ini tak mampu berbuat apapun kecuali pasrah dengan keadaan yang telah menimpanya. “Seharusnya kami bahagia menyambut malam Cap Go Meh. Tapi apa daya, Tuhan punya rencana lain buat kami. Bukan kami saja yang merasakan pilu ini, tapi juga teman-teman yang rumahnya hangus terbakar,” ujarnya.

Beruntungnya wujud solidaritas yang tinggi sesama etnis Tionghoa ditunjukkan oleh Departemen Sosial Mapanbumi (Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia) yang secara khusus membuka poski bantuan di Maha Vihara Maitreya Cemara Asri. Selain itu Mapanbumi juga membuka posko bantuan dan dapur umum di dua tempat lainnya yakni Vihara Maha Maitreya Jalan Gandi dan Vihara Suttha Maitreya Jalan Industri. (*)

McLaren Siap Meraung

LONDON- Pembalap McLaren Mercedes, Jenson Button, menyambut antusias tunggangan terbaru yang akan digunakan sepanjang Grand Prix Formula 1 2012.

Pembalap berkebangsaan Inggris itu berani mengklaim, desain MP4-27 takkan ada bandingannya. Kubu McLaren telah resmi merilis MP4-27 pada Rabu, 1 Februari 2012.

Tunggangan terbaru Button dan rekan timnya, Lewis Hamilton, itu merupakan revolusi dari MP4-26, yang mereka geber pada musim lalu.
Menatap musim 2012, tim yang bermarkas di Woking, Inggris, itu mengembangkan mobil kedua pembalapnya. Pasalnya, Button dan Hamilton masih mengemban misi merebut gelar juara dunia yang dipertahankan jagoan Red Bull, Sebastian Vettel, dalam dua musim terakhir.

Dari seluruh perbaikan yang dilakukan tim mekanik McLaren, Button mengaku sangat menyukai desain terbaru tunggangannya itu. “Ini mobil yang indah. Mobil mereka (tim-tim lain) yang Anda lihat tidak akan bisa seperti ini,” ujarnya seperti dikutip dari Crash, Jumat 3 Februari 2012.

“Menurut saya, perubahan peraturan cukup baik bagi para ahli mesin dan aerodinamis, untuk benar-benar leluasa mengembangkan mobil di tahun ini. Ada perubahan di bagian depan, terutama bobot hidung mobil. Keindahan sudah pasti kami miliki dan itu penting,” paparnya.
Di klasemen akhir musim lalu, Button tertahan di posisi runner-up dan terpaut cukup jauh dari Vettel, yakni 122 poin. Sedangkan Hamilton berada di peringkat lima dengan raihan 227 poin.

Menatap musim ini duet Button dan Hamilton akan mencoba mobil mereka Rabu (8/2) hingga Jumat (10/2) di sirkuit Jerez, Spanyol.  (bbs/jpnn)

Tempat Bersandar Harus Kukuh

Manufacturing Hope 7

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Tentu ini bukan rahasia negara, karena yang saya kemukakan hanya suasananya. Dalam beberapa sidang kabinet belakangan ini, Presiden SBY begitu keras -dalam ucapan maupun mimik wajahnya. Terutama ketika menyangkut pelaksanaan program-program kabinet yang lambat. Bahkan, Presiden SBY sampai masuk ke persoalan detail. Belum pernah presiden memimpin rapat kabinet begini keras dan detail.

Misalnya, ketika membahas birokrasi yang menurut penilaian presiden ternyata menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan banyak program. Dalam hal kelambanan birokrasi ini boleh dibilang presiden sudah sampai tahap marah -benar-benar marah.

Misalnya, begitu banyak pejabat pusat dan di daerah yang mengatakan, rancangan keputusan sudah di meja presiden. Padahal, masih entah di mana. Ini bisa menimbulkan anggapan presiden yang lambat.

Walhasil, keterlambatan birokrasi seperti itu tidak boleh lagi terjadi pada 2012. Bahkan, entah sudah berapa kali presiden meminta agar para menteri “bekerja dan berpikir dan bertindak out of the box”. Tidak boleh lagi bekerja seperti biasanya dan mengambil jalan yang biasa. Bahkan, presiden sendiri seperti menantang birokrasi untuk beradu cepat. “Hari ini sampai di meja saya, esok harinya sudah saya tanda tangani,” tegas beliau.

Tentu kemarahan presiden seperti itu tidak akan sampai terlihat di publik. Presiden terlalu santun untuk urusan seperti ini. Tapi, ke dalam, terlihat jelas bahwa Presiden SBY berubah. Dia ingin mewujudkan ucapannya di depan publik beberapa waktu lalu bahwa gaya kepemimpinannya akan lebih tegas dan cepat.

Perubahan itu juga terasa saat melakukan perjalanan dengan naik kereta api ke Cilacap pada 28 Desember lalu. Itulah perjalanan darat 6,5 jam untuk meresmikan pembangunan kilang minyak Pertamina. Inilah pembangunan kilang minyak pertama dalam masa setelah Orde Baru.

Sepanjang perjalanan itu berbagai agenda dibahas. Mirip rapat kabinet terbatas yang sangat intensif. Soal kemiskinan, energi, pangan, teknologi, perdagangan, sampai ke soal konsep mendasar perlunya Polri menyesuaikan diri dengan tantangan baru: terjadinya ketegangan di masyarakat seperti di Mesuji dan Bima. Sudah tentu dibahas pula program BUMN -termasuk perlunya struktur beberapa BUMN diubah.

Dalam hal kemiskinan juga dibahas kondisi berbagai daerah. Saya sempat menyampaikan terobosan yang dilakukan beberapa bupati dari daerah tertinggal. Misalnya, Bupati Lebak yang berambisi menuntaskan ketertinggalannya pada 2013. Juga Bupati Ngada di Flores yang sampai mengancam mengundurkan diri kalau DPRD-nya menolak pengalokasian dana APBD untuk program pemberian sapi bagi 18.000 penduduk miskin di kabupaten itu.
Bupati ini memang istimewa. Mobil dinasnya Kijang tua karena dia memilih APBD untuk mengurangi kemiskinan daripada untuk membeli mobil dinas baru.

“Rapat sambil menyusuri rel kereta api” itu juga berlangsung sangat intensif karena kami berada dalam satu gerbong yang tempat duduknya berhadap-hadapan. Waktunya juga sangat cukup. Tidak diburu acara lain. Siang itu peralatan karaoke yang ada di gerbong tersebut tidak laku. Presiden seperti tidak kehabisan agenda untuk dikemukakan. Presiden seperti tidak sabar ingin menuntaskan semua program besar kabinet.

Setelah mengikuti beberapa kali sidang kabinet dan juga perjalanan ke Cilacap ini, tampaknya reformasi birokrasi akan jadi salah satu fokus presiden. Tampaknya, reformasi birokrasi tidak bisa ditawar lagi. Presiden terlihat tidak puas mengapa reformasi birokrasi selama ini lebih banyak dikaitkan dengan perubahan sistem gaji.

Mengingat reformasi birokrasi akan menjadi salah satu agenda utama 2012, reformasi birokrasi di BUMN juga harus berjalan, bahkan lebih cepat. Tak boleh BUMN yang sifatnya lebih korporasi tertinggal oleh kementerian lain yang orientasinya bukan korporasi. Kalau birokrasi yang instansional saja bertekad melakukan reformasi, apalagi BUMN yang korporasional.

Wajah korporasi jelas harus lebih cair dari wajah instansi. Masa lalu BUMN yang lebih dekat dengan sifat instansional benar-benar harus berubah. Itulah sebabnya, pelimpahan begitu banyak wewenang menteri kepada setiap korporasi menjadi jantung dari reformasi birokrasi di BUMN. Dengan reformasi kewenangan itu, rentetannya akan panjang: komisaris tidak bisa lagi asal-asalan, direksi tidak bisa lagi main politik dan kehilangan peluang untuk menjilat.

Persetujuan dewan komisaris, misalnya, kini harus tegas: setuju atau tidak setuju. Tidak bisa lagi ada dewan komisaris yang memberikan persetujuan dengan catatan.

Secara berseloroh sering saya kemukakan, sifat persetujuan dewan komisaris itu harus seperti wanita yang habis bercinta: hamil atau tidak hamil. Tidak ada istilah “agak hamil” dalam kamus wanita. Karena itu, ke depan persetujuan dewan komisaris harus tegas: setuju atau tidak setuju. Tidak ada istilah “agak setuju”.

Bagi saya, disetujui atau tidak disetujui tak masalah. Yang penting keputusan itu diberikan dalam waktu cepat. Korporasi memerlukan kecepatan. Speed. Banyak sekali peluang yang lewat karena unsur speed diabaikan. Pengadaan MA 60 Merpati menjadi contoh nyata hilangnya kesempatan itu.

Katakanlah dewan komisaris tidak setuju atas usul program direksi. Kemungkinannya masih banyak. Direksi merevisi usulnya, direksi menyadari, usulnya memang kurang bagus, atau direksi tetap merasa usulnya sangat bagus. Dalam hal yang terakhir itu direksi diberi peluang untuk appeal ke Kementerian BUMN. Kementerian BUMN-lah yang akan memberikan penilaian siapa yang sebenarnya kurang entrepreneur. Kementerian tidak akan memberikan kata putus karena kementerian tidak boleh intervensi kepada korporasi. Tapi, kementerian bisa mengambil kesimpulan untuk menilai personalia di kepengurusan BUMN tersebut.

Tentu tidak hanya jantungnya yang berubah. Kulit-kulitnya juga perlu berubah. Karena itu, saya sangat menghargai langkah Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) I Jonan, yang pada 2012 ini akan mengubah seragam karyawan PT KAI agar tidak lagi sama dengan seragam pegawai negeri Kementerian Perhubungan.

Soal seragam, sebenarnya tidak terlalu penting. Ini hanya kulit-kulitnya. Tapi, soal kulit kadang lebih menarik daripada isinya. Sewaktu di PLN pun saya pernah menghapus baju seragam. Ini gara-gara baju seragam dinilai dijadikan objek korupsi. Toh, kinerja tidak terpengaruh oleh atau tanpa baju seragam. Saya tidak antibaju seragam. Silakan berseragam, hanya jangan dijadikan objek korupsi!

Gaya-gaya instansional BUMN yang lain juga harus berubah. Dan, ini akan lebih banyak ditentukan oleh CEO-nya, oleh direktur utamanya. Sangat tidak bernada korporasi kalau dalam acara-acara intern pun direktur utama memberikan sambutan dengan membaca teks. Berpidato dengan membaca hanya boleh untuk acara yang melibatkan pihak di luar perusahaan.

Karena itu, tim yang pekerjaannya membuatkan pidato direktur utama sebaiknya juga dibubarkan. Tidak pantas di BUMN ada pegawai yang pekerjaannya membuatkan pidato direktur utama -seolah-olah sang direktur utama tak menguasai masalah perusahaan.

Demikian juga dengan direktur utama. Direktur utama haruslah orang yang paling ahli di perusahaan itu. Saya tahu tidak semua Direktur Utama BUMN memiliki staf ahli. Saya juga tahu, banyak staf ahli yang sebenarnya tidak ahli, melainkan hanya sebagai penampungan para senior yang harus ditampung.
Saya sendiri akan menghapus staf ahli Menteri BUMN tahun ini. Kebetulan beberapa staf ahli memang memasuki masa pensiun. Saya tidak akan mengisi lowongan itu dengan orang baru. Penghapusan staf ahli Menteri BUMN ini merupakan langkah kedua. Langkah pertama sudah saya lakukan dua bulan lalu: menghapus jabatan staf khusus Menteri BUMN. Meski tak ada staf khusus, rasanya tak ada yang hilang.

Memang, masih ada satu orang yang selalu bersama saya, yakni A Azis. Tapi, dia bukan staf khusus. Tidak adanya staf khusus menteri BUMN ini perlu diketahui -agar masyarakat jangan sampai ada yang tertipu. Kementerian BUMN memang harus agak berbeda. Kementerian ini harus lebih bernuansa korporasi.

Setelah tidak ada staf ahli dan staf khusus, saya akan lebih bersandar kepada wakil menteri dan para deputi. Saya harus memercayai struktur sepenuhnya sampai personalia di struktur itu diketahui tidak bisa dipercaya. Deputi-lah staf ahli dan staf khusus saya yang sebenar-benarnya.

Tentu saya juga lebih bersandar kepada para direksi dan komisaris. Terutama kepada direktur utama dan komisaris utama. Saya harus percaya sepenuhnya kepada mereka dan mengandalkan sesungguh-sungguhnya mereka. Lantaran merekalah tempat sandaran yang utama, orangnya harus kukuh. Harus bisa diandalkan sebagai tempat bersandar. Tempat bersandar yang rapuh hanya akan membuat orang yang bersandar kepadanya, seperti saya, ikut roboh.

Maka, tidak ada pilihan lain. Begitu saya mengetahui tempat sandaran saya itu ternyata tidak kukuh, pilihannya tinggal dua: membiarkan diri saya ikut roboh atau saya mengganti sandaran tersebut dengan sandaran lain yang lebih kukuh. Prinsip out of the box memang sudah waktunya benar-benar dilaksanakan. (*)

Penulis adalah Menteri BUMN

30 Ribu Massa Siap Bergerak

Konflik Tanah di Sumut Diprediksi Memuncak

MEDAN-Konflik lahan di Sumut sudah pada level berbahaya. Jika Ketua Komisi A DPRD Sumut, Ahmad Ikhyar Hasibuan menyebut konflik terbuka bakal pecah Maret 2012, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Rahmat Shah malah memprediksi, ledakan bisa lebih cepat lagi, bisa dalam bulan-bulan inin
Pernyataan Rahmat tidaklah sembarangan. Dia mengatakan, sudah ada 30 ribuan massa yang setiap saat siap bergerak anarkis. Rahmat mengaku, selama ini dirinya senantiasa meminta agar massa jangan bergerak.

“Kalau ada yang mengatakan Maret, saya percaya. Bahkan bisa lebih cepat, kapan saja bisa meledak. Saya sudah tahan-tahan 30 ribuan massa. Saya katakan jangan, karena saya berkomitmen untuk mencarikan solusi. Tapi sampai kapan saya bisa menahan?” ujar Rahmat Shah kepada koran ini di Jakarta, kemarin (6/2).

Dari mana saja massa yang berjumlah 30 ribuan itu? Rahmat tidak mau menyebut secara spesifik. Tapi dia katakan, ini menyangkut konflik tanah eks HGU PTPN II dan tanah Sari Rejo, Medan Polonia. “Mereka tidak mendapatkan keadilan. Mereka mau menduduki, saya katakan saya tak mau anarkis. Kalau sampai anarkis, saya mundur. Kalau bulan ini saja tidak selesai, saya mundur saja,” tegas Ketua Pansus Agraria DPD itu.

Dia menyarankan Pemprovsu dan pemko/pemkab yang wilayahnya terdapat konflik lahan, bisa cepat bergerak. “Termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat, harus ikut membantu memfasilitasi penyelesaiannya,” imbuhnya.

Dia juga menyatakan, masalah tanah ini merupakan tantangan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. “Berhasil tidaknya gubernur, cukup dilihat berhasil tidaknya dia menyelesaikan konflik tanah,” cetus Rahmat.

Rahmat juga menyebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai biang persoalan. BPN dinilai tidak mampu melakukan pemetaan tanah secara benar dan berkeadilan. “BPN hanya memberikan izin kepada pengusaha besar, tapi tidak mau peduli kepada warga. Kalau kepala BPN tidak diganti pada bulan-bulan ini, akan muncul gejolak. Saya berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menggunakan hati nurani dalam melihat persoalan ini,” kata Rahmat.
Dia mengaku sangat heran, tatkala sudah ada putusan hukum yang memenangkan warga, tapi tetap saja hukum diabaikan. Ini terkait kasus tanah Sari Rejo, yang sebenarnya secara hukum sudah jelas karena sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 18 Mei 1995, yang menyatakan tanah-tanah sengketa adalah tanah garapan penggugat. Karena sudah ada putusan MA, warga berharap BPN menerbitkan sertifikat kepemilikan tanah mereka. Nyatanya, tak ada sertifikat itu.

“Putusan hukum saja tak dihormati, ya sudah BPN saja yang mengurus negeri ini. Mengapa rakyat harus ribut dulu untuk memperoleh haknya? Pemerintah harus sadar!” cetusnya dengan nada tinggi.

Kecewa Terhadap Gatot

Sejauh ini konflik tanah di Sumut belum terselesaikan. Dari 700 konflik lahan sebagaimana data DPRD Sumut, tak satupun yang terselesaikan. Mulai kasus penggarapan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Langkat, Kebun Limau Mungkur di Deliserdang hingga Sarirejo.
Anggota Komisi A DPRD Sumut, Akhmad Ikhyar Hasibuan, potensi rusuh terkait persoalan tanah di Sumut pada Maret ini masih berpeluang terjadi. Pasalnya, belum ada hasil konkret dari upaya yang dilakukan Plt Gubsu, Gatot Pudjonugroho. Diketahui Gatot hanya bertemu dengan Forum Rakyat Bersatu dan anggota DPD RI asal Sumut.

“Latar belakangnya tidak lain dan tidak bukan adalah memuncaknya kekecewaan masyarakat terhadap Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, yang tidak mampu menyelesaikan persoalan tanah di Sumut,” katanya.

Di tempat terpisah, Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakso meminta seluruh kepala daerah dan instansi terkait bertindak cepat mengantisipasi potensi kerusuhan tersebut.
Menurutnya, dalam permasalahan tanah, polisi hanya sebagai pelayan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. “Kita tidak ada berpihak, bila ada gangguan kamtibmas yang diakibatkan atas persoalan ini kita harus turun. Begitu juga saat eksekusi. Pengadilan minta untuk melakukan pengamanan atas keputusan eksekusi, kita wajib melakukan pengamanan,” ujarnya.

Ratusan Warga Tanam Pohon Pisang

Di Binjai, ratusan warga Jalan Samanhudi, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, yang tergabung dalam bebarapa kelompok tani kembali turun ke lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN II Sei Semayang, Senin (6/2). Mereka menanam ratusan pohon pisang di areal tersebut.
Aksi tanam pohon pisang itu dilakukan di areal kebun tebu yang baru saja dipanen PTPN II. Warga langsung menggarap lahan karena merasa PTPN II tak berhak lagi beraktivitas di areal tersebut.

Aktivitas yang dilakukan warga terhenti saat Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon dan anak buahnya mendatangi lokasi. Sempat terjadi ketegangan antara warga dan Kapolres. Pasalnya, Kapolres meminta warga menghentikan aktivitas tersebut dan mengimbau warga tak menggarap lahan tebu itu.
“Saya hanya sarankan agar masyarakat dapat berjuang melalui jalur hukum. Sebab, apapun ceritanya tanah ini akan kembali ke negara. Kalau bapak ibu sudah memegang putusan dari Pengadilan Negeri (PN). Maka, ada harapan lahan ini akan kembali ke pangkuan bapak ibu sesuai hak yang dimiliki masing-masing,” katanya.

Musa Tampubolon juga mengatakan, masyarakat harus mematuhi hukum yang berlaku. “Kalau memang HGU ini masih ada, maka masyarakat harus patuh dengan hal itu. Kalau HGU tidak ada, maka berjuanglah. Tapi berjuang sesuai aturan hukum yang ada,” katanya lagi. Kepada warga, Musa memastikan, dia tidak akan tergiur dengan tawaran ‘kerjasama’ dari pihak manapun.

Tak lama kemudian Kapolres meninggalkan lokasi. Warga kemudian membubarkan diri. Menanggapi ucapan Kapolres Binjai, Paino, salah seoroang warga yang tergabung dalam kelompok tani Sei Bingai mengatakan, polisi adalah anak negara yang digaji oleh rakyat. “Jadi dalam masalah lahan ini, polsi jangan terlalu ikut campur. Sebab, tidak ada wewenang polisi dalam hal ini. Kalau polisi terlalu ikut campur, masalah ini semakin rancu dan rumit,” ujarnya.

Menurutnya, tugas polisi sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat. “Jadi dalam hal konflk lahan ini, polisi hanya menanggapi tindakan pidananya saja. Kalau polisi sudah terlalu jauh ikut campur, tentunya itu menjadi tanda tanya besar. Jangan-jangan, sejumlah oknum polisi sudah mendapat upeti dari PTPN II,” tambahnya.

Selain itu, Paino juga meminta kepada pemerintah khususnya Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, untuk membela masyarakat dengan memberikan lahan ini . “Tanah ini tentunya milik negara. Tapi, diperuntukan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat. Jadi, jika sudah ada penyelesaian, segera berikan lahan ini kepada rakyat, bukan kepada pengusaha dan konglomerat,” harapnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Zaini Sembiring mengatakan, di Kota Binjai sudah tidak ada lagi yang namanya lahan perkebunan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 40 tahun 1996. “Untuk itu saya minta ketegasan dari wakil rakyat dan Pemko Binjai, agar segera memberikan lahan ini kepada rakyat. Sebab berdasarkan undang-undang, tanah ini milik negara, yang diperuntukan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Zaini. (sam/ari/mag-5/dan)

Gugat Webb

LONDON – Sempat sumringah di babak pertama dan menit-menit awal babak kedua, Andre Villas-Boas (AVB) akhirnya harus bersungut, ketika melihat papan skor yang menunjukkan angka 3-3 di akhir pertandingan. AVB pun menuding adanya konspirasi menentang timnya.

The Blues sempat digdaya sampai awal-awal babak kedua. Tapi nasib pun berbalik ketika wasit Howard Webb memberi hadiah penalti untuk Manchester United. Tak hanya sekali, tapi dua kali dan itu amat merugikan Chelsea.

Memang gol ketiga yang ditorehkan Javier ‘Chicharito’ Hernandez, tak dipermasalahkan AVB, karena memang yang terjadi adalah gol yang murni. Begitupun dengan penalti yang pertama, di mana AVB mengakui Daniel Sturridge memang melanggar Patrice Evra.

Tapi yang sampai tidak diduga, wasit kembali menunjuk titik putih ketika Danny Welbeck dianggap terlanggar oleh Branislav Ivanovic. Padahal, jika melihat tayangan ulang pertandingan, hampir bisa dipastikan Welbeck sengaja mengenai kaki Ivanovic dan kemudian menjatuhkan diri.
“Terdapat sejumlah keputusan yang ganjil hari ini. Hal seperti ini selalu saja terjadi. Saya mengakui penalti pertama mereka. Tapi penalti kedua yang mereka dapat, amat menguntungkan mereka. Saya tidak terlalu yakin apakah (wasit) Howard Webb memberi kompensasi,” keluh AVB.
Kenapa AVB begitu yakin jika Howard Webb main mata dengan United. Siapa sebenarnya Webb?

Howard Webb merupakan wasit berlisensi FIFA yang karirnya sedang menanjak.  Yang mungkin tak bisa dilupakannya adalah ketika FIFA menugaskannya memimpin laga final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, antara Belanda versus Spanyol.

Sebelum melangkah ke puncak karirnya itu, pria plontos berusia 40 tahun itu merupakan seorang polisi.
Ya, Webb sempat bertugas di Kepolisian  Yorkshire Selatan, Inggris. Dibesarkan di kota Rotherdam Yorkshire, Webb memang ingin jadi polisi sejak kecil. Namun ketika mulai terjun ke dunia sepak bola, khususnya menjadi pengadil sejak 2005, Webb mulai kerasan.

Hanya lima tahun berkarir di korps perwasitan, Webb sanggup melejit hingga akhirnya dipercaya memimpin partai sekelas final Piala Dunia. Pria kelahiran 14 Juli 1971 itu, memulai memimpin laga di turnamen besar pada 2006, ketika Ia dipercaya menjadi salah satu pemimpin pertandingan di turnamen UEFA Cup U-21 2006. Kemudian berlanjut di Piala Dunia U-20 FIFA 2007. Setahun kemudian memimpin UEFA Cup 2008. Piala Konfederasi FIFA 2009, Piala Dunia U-17 2009, dan Piala Dunia 2010.

Sejak awal jadi wasit, Webb memang terkenal kontroversial. Yang masih jadi bahan kritikan hingga kini adalah final Piala Dunia 2010, ketika dia mengeluarkan 13 kartu kuning dan satu kartu merah. Sebelum laga itu, Webb memang sudah tak sabar ingin segera memimpin pertandingan. Dia berjanji akan memberi keputusan terbaik, tapi dia juga tak menampik bakal ada kejadian yang mungkin bisa buat seorang wasit kelas dunia keliru mengambil keputusan.

“Piala dunia merupakan peristiwa besar, dan tentu saya tak sabar menjadi bagian dari itu,” kata Webb sebelum turnamen akbar tersebut seperti dilansir Goal.

“Jelas saya akan menjaga konsentrasi agar pertandingan di bawah kendali. Saya akan berusaha mengambil keputusan besar yang benar. Tapi kadang Anda gagal melihat beberapa momen pelanggaran seperti tekel yang mungkin tersilap. Dan bagi pemain yang berhasil melakukannya, mungkin Anda bisa mengucapkan selamat kepadanya,” tambahnya kala itu. (ful)

Gempa Guncang Filipina, 13 Tewas

MANILA- Gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter mengguncang Filipina, Senin (6/2) pagi. Sedikitnya 13 orang dinyatakan tewas dan sekira 100 warga dilaporkan terluka dan 29 lainnya dinyatakan hilang.

Gempa juga menyebabkan terjadinya tanah longsor di Kota Guihulngan, Provinsi Negros yang berpenduduk sekira 180 ribu jiwa. “Sebanyak 30 rumah terkubur tanah dan 29 warga dinyatakan hilang,” ujar Walikota Guihulngan Ernesto Reyes seperti dikutip Associated Press, Senin, (6/2).
“Mereka berada dalam situasi buruk, karena tertimbun longsor. Jika Anda tertimbun longsor selama satu atau dua jam bagaimana Anda bisa bernapas? Namun kita berharap yang terbaik, masih ada yang selamat,” imbuhnya.

Reyes menambahkan, pihaknya telah menerjunkan tim penyelamat untuk mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa sebelumnya dilaporkan terjadi di wilayah barat Kota Cebu yang merupakan kota kedua terbesar di Filipina.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan, pusat gempa berada pada 72 kilometer sebelah utara Kota Dumaguete di Pulau Negros. Kedalaman gempa sendiri dilaporkan mencapai 46 kilometer.

Filipina memang termasuk dalam cincin api pasifik dimana aktifitas gempa dan vulkanik aktif terjadi. Sementara gempa mematikan yang terakhir kali melanda Filipina, terjadi pada 1990 silam di Luzon dimana sekira dua ribu warga dilaporkan tewas.(net/jpnn)

Irham Buana Gagal jadi Anggota KPU Pusat

JAKARTA- Ketua KPU Sumut, Irham Buana Nasution, tak lolos seleksi tahap kedua calon anggota KPU Pusat. Malahan, Ikhaluddin Simatupang, seorang dosen beralamat di Medan, lolos untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Anggota tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu, Ramlan Surbakti, menjelaskan, pada tahap kedua ini yang lolos adalah 30 calon anggota KPU, dari 106 calon yang lolos tahap pertama.

Sedang untuk calon anggota Bawaslu, dari 61 nama yang lolos seleksi tahap pertama, pada tahap kedua ini terjaring 18 nama. “Nama-nama yang lolos ini telah melalui tiga tahap penilaian, yaitu tes kesehatan, tes psikologi, dan tes tertulis pengetahuan pemilihan umum,” ujar Ramlan Surbakti di gedung Kemendagri, Senin (6/2).

Dia mengatakan, tes tertulis telah dilaksanakan pada 17 Januari, dilanjutkan tes psikologi dan tes kesehatan pada 18 hingga 21 Januari.
Dijelaskan Ramlan, masukan-masukan dari masyarakat juga dijadikan pertimbangan penilaian. Selain masukan dari masyarakat, dua hal lain yang jadi bahan penilaian adalah rekam jejak para calon dan makalah yang dibuat para calon.

Untuk tahap seleksi berikutnya adalah wawancara yang akan digelar 13 hingga 18 Februari 2012. Namun, tim juga masih berharap ada masukan lagi dari masyarakat terhadap nama-nama yang lolos seleksi tahap kedua ini.(sam)

Selundupkan Heroin, WNI Dideportasi

JAKARTA- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Tiongkok, saat ini tengah mengawal proses deportasi seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang tertangkap tangan menyelundupkan 544,51 gram heroin. WNI berinisal FD (26), itu ditangkap di Bandara Internasional Xiaoshan, Hangzhou, Tiongkok pada 1 Februari lalu dalam kondisi hamil.

Direktur Informasi Media Kementerian Luar Negeri PLE Priatna kemarin menuturkan, FD ditangkap petugas Biro Pemberantasan Penyelundupan pemerintah Kota Hangzhou. FD ditangkap setelah terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Dikatakannya, kabar penangkapan itu baru diterima KBRI Beijing pada 3 Februari.  “Upaya deportasi saat ini digarap KBRI Beijing bersama BNN,” jelasnya. Priatna mengatakan, dengan pertimbangan FD dalam kondisi hamil, diputuskan untuk melakukan penahanan. Selanjutnya meminta KBRI segera mendeportasi FD yang saat ini ditahan di rutan Hangzhou.(wan/ttg/jpnn)

KPK: Angelina Sondakh Pasti Ditahan

JOGJA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menahan tersangka kasus wisma atlet Angelina Sondakh setelah berkasnya diselesaikan penyidik. Sedangkan pencopotan posisi Wakil Sekjen Partai Demokrat itu masih menunggu kerja dari Dewan Kehormatan partai.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Angie “sapaan Angelina Sondakh” dalam kasus wisma atlet. Dia menegaskan tidak ada pihak yang menghalangi pemeriksaan kasus korupsi wisma atlet yang melibatkan Putri Indonesia 2001 tersebut.
“Kalau sudah lengkap (berkasnya) baru ditahan. Sabar saja. Insya Allah akan dilakukan,” kata Abraham usai menghadiri pidato pengukuhan guru besar Prof Denny Indrayana SH LLM PhD di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta, Senin (6/2).

Dia mengatakan, rencana penahanan Angie masih menunggu kelengkapan berkas yang tergantung pada kecepatan penyidik. Sejauh ini tidak ada kendala berarti untuk melakukan pemberkasan. Hanya, dia tidak bisa menjanjikan secara detail waktu penahanan istri alm Adjie Massaid itu. “Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, tergantung penyidik,” ujarnya.

Ditanya soal status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, KPK masih menunggu perkembangan kasus yang ada. “Insya Allah ikuti saja perkembangannya. Kita ikuti dan kawal terus nanti perkembangannya sebagaimana mestinya,” kata Abraham.

Dalam kesempatan itu, dia juga menampik isu adanya perpecahan di tubuh KPK terkait penetapan tersangka wisma atlet. Menurutnya, semua kebijakan yang diumumkan kepada publik menjadi satu keputusan kolektif kolegial. “Perbedaan pendapat itu biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum ditemui di tempat yang sama mengatakan, pihaknya langsung melaksanakan instruksi Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak tiarap menghadapi kondisi partai yang saat ini makin menurun citranya di mata masyarakat.

“Makna untuk tidak tiarap ya salah satunya hadir ketemu Sampeyan (wartawan) seperti hari ini,” ujarnya. Anas mengatakan, partai terus melakukan konsolidasi. Mantan ketua umum PB HMI itu juga menegaskan, kerja-kerja partai sejauh ini tetap berjalan baik, normal, dan roda organisasi bergerak sebagaimana partai yang sehat.

“Jawabannya hanya satu (paska instruksi SBY). Jawabannya adalah kerja keras, kerja keras, dan kerja keras,” tegasnya.
Sementara itu Wasekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustofa mengatakan Angelina Sondakh sudah dicopot dari posisinya sebagai fungsionaris DPP. Di partai berlambang bintang mercy itu, Angie menjadi salah satu wasekjen.

“Angie sudah berhenti sebagai pengurus DPP. Banyak yang sudah non aktif, tapi tidak diketahui oleh publik. Sejak ditetapkan tersangka sudah diproses oleh Dewan Kehormatan,” kata Saan di gedung DPR, kemarin.

Penegasan dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY, lanjut Saan, sudah sangat klir. Siapapun kader Partai Demokrat yang menjadi tersangka dalam proses hukum, otomatis dinonaktifkan dari kepengurusan DPP.

Namun, status Angie sebagai anggota DPR sementara ini masih aman. Partai Demokrat belum menyentuhnya. “Kami di DPR memakai asas praduga tak bersalah,” katanya. Sikap Partai Demokrat itu sejalan dengan UU No.27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, dan DPD yang populer disingkat UU MD3.
Pasal 219 UU MD3 mengatur bahwa anggota DPR diberhentikan sementara karena menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana umum yang diancam dengan penjara mulai lima tahun ke atas atau menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana khusus. (sit/pri/dim/boy/jpnn)