27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 13859

Jankovic Langsung Tersandung

INDIANA- Nasib buruk dialami Jelena Jankovic dan Daniela Hantuchova di ajang Indian Wells. Menjalani laga pertamanya, kedua petenis unggulan itu langsung menelan kekalahan dan terpaksa angkat koper lebih dini.

Dalam pertandingan yang berakhir Sabtu (10/3/2012) pagi WIB, Jankovic, unggulan 19, gagal mengembangkan permainannya dan kalah 4-6 dan 3-6 atas Jamie Hampton. Petenis Serbia itu menyerah setelah berlaga hampir selama 90 menit.

“Ini hari yang buruk buat saya. Saya tidak bisa merasakan bolanya. Kaki saya juga terasa berat di atas lapangan, jadi saya bergerak sangat berat di sana,” sahut Jankovic usai laga seperti diberitakan Reuters.

Buat Hampton, kemenangan atas Jankovic melanjutkan penampilan baiknya di turnamen ini. Pada pertandingan sebelumnya, petenis asal Amerika Serikat berperingkat 99 dunia itu mengalahkan penghuni posisi 38 dunia, Polona Hercog.

Juga menelan kekalahan di pertandingan pertamanya adalah Daniela Hantuchova. Unggulan 19 itu menyerah 3-6, 7-6 dan 3-6 saat menghadapi non unggulan asal Republik Ceko, Klara Zakopalova. (net/jpnn)

34 Kobe

MINNEAPOLIS-Kobe Bryant tampil gemilang kala Los Angeles Lakers melawan Minnesota Timberwolves. Sumbangan 34 poin Kobe membawa Lakers menang tipis 105-102.

Pda laga yang dihelat di Target Center, Sabtu (10/3) pagi WIB, Bryant membuat empat kali free throw di 16 detik terakhir laga untuk mempertahankan rekor 18 kemenangan beruntun atas Wolves.

Sumbangan 34 poin Bryant juga terbantu performa cemerlang center Andrey Bynum yang membuat 26 poin, 10 rebound dan tiga assist. Kesialan Wolves makin bertambah setelah point guard, Ricky Rubio, mengalami masalah pada lututnya dan diperkirakan akan absen di sisa musim ini.

Dari kubu Wolves ada nama Nikola Pekovic yang tampil sebagai top performer dengan 25 poin, 13 rebound dan dua assist. Di laga ini Wolves tampil tanpa forward andalannya, Kevin Love, yang mengalami cedera punggung.

Di AT&T Center, San Antonio Spurs harus rela rekor 17 kali kemenangan kandang mereka terhenti setelah takluk 108-120 dari Los Angeles Clippers.

Tanpa kehadiran Tony Parker yang mengalami masalah pada paha, Spurs hanya terbantu penampilan Manu Ginobili yang menyumbang 22 poin.

Sementara itu Clippers yang memperoleh kemenangan pertama di kandang Spurs dalam satu dekade terakhir dimotori oleh Chris Paul yang menyumbang 36 poin.

Senasib dengan Spurs adalah pemuncak klasemen Wilayah Barat, Oklahoma City Thunder, yang harus kehilangan rekor 14 laga home tanpa terkalahkan, setelah takluk 90-96 dari Cleveland Cavaliers.

Antawn Jamison dengan 21 poin serta Kyrie Irving jadi inspirator kemenangan Cavs. Sementara itu “duet maut” Thunder, Kevin Durant dan Russell Westbrook, hanya menyumbang 23 poin dan 19 poin. (net/jpnn)

Ljubicic Segera Pensiun

PETENIS pria asal Kroasia, Ivan Ljubicic, menyatakan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari dunia tenis setelah menjalani tur terakhir turnamen ATP Master yang akan berlangsung di Monte Carlo pada

bulan April.

Petenis berusia 32 tahun itu mengatakan yang dirilis lewat situs ATP bahwa keputusannya untuk menyatakan pensiun dari dunia tenis bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Tetapi Ljubicic merencanakan untuk tetap terlibat dan selalu berkontribusi untuk dunia tenis.

Sejak menjalani kompetisi tenis profesional pada tahun 1998, Ljubicic telah memenangkan 10 gelar juara dan berhasil meraih peringkat petenis urutan nomor 3 dunia pada Mei 2006. Kemenangan terbesar Ljubicic diraihnya pada ajang Indian wells tahun 2010 setelah dia berhasil mengalahkan beberapa petenis top dunia seperti Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Andy Roddick.

Ljubicic juga pernah menjadi bagian dari tim Davis Cup Kroasia pada tahun 2005, serta meraih medali perunggu bersama Mario Ancic setelah berduet di ajang Olimpiade Athena tahun 2004. (net/jpnn)

Massa Yakini F 2012

LONDON-Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo mengadakan rapat penting dengan pimpinan tim, Stefano Domenicali beserta para teknisi untuk membicarakan proses pengembangan mobil F1 milik mereka, F2012.

Setelah menjalani uji coba pra musim yang kurang memuaskan, tim Kuda Jingkrak sepertinya berusaha untuk mencari solusi terbaik secepatnya.

“Saya dapat melihat bahwa tim kami sangat konsentrasi dan berambisi,” ujar Di Montezemolo. Saya tahu bahwa Domenicali dan teknisi kami memiliki keinginan besar untuk menunjukkan bahwa mereka kompeten meski hasil kami  belum mencapai target,” bilangnya.

Meski Ferrari mengalami kesulitan dalam uji coba pra musim di Jerez dan Barcelona, Di Montezemolo menjelaskan bahwa musim F1 yang terdiri dari 20 balapan tahun ini merupakan waktu yang panjang untuk melakukan peningkatan.

“Apapun yang terjadi di Melbourne, saya ingin mengingatkan semua orang bahwa musim ini akan menjadi musim yang panjang selama sejarah F1. Kita tidak bisa menyimpulkan semuanya begitu saja hanya dalam satu kali balap,” pungkasnya.

Di tempat terpisah pembalap Ferrari Felipe Massa masih percaya timnya bisa bertarung untuk memeprebutkan posisi podium di Grand Prix Australia, meskipun tes pramusim mereka berjalan kurang bagus.

“Saya tidak akan menyembunyikan fakta bahwa kami tidak 100 persen puas dengan apa yang telah kami lakukan dalam tiga sesi tes di Spanyol. Kami memiliki mobil yang sama sekali baru dan kami masih harus belajar tentang hal itu serta mendapatkan semua potensi dari mobil baru kami,” paparnya.

Massa juga mengungkapkan, dia juga memiliki keyakinan timnya bakal bekerja keras untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki F2012 dan segalanya akan kembali berjalan baik untuk tim Kuda Jingkrak. (bbs/jpnn)

Moncong Anjing Sayap Malaikat

Erry Indra

Ayahku anjing. Ibuku malaikat. Ketika Ayah melolong di tengah malam nan jahanam, Ibu tengah menitikkan doa lewat air matanya. Sedangkan aku terlahir sebagai: anak yang bermoncong anjing dan bersayap malaikat.

Ayahku menancapkan kemaluannya di sembarang tempat. Di pohon-pohon, di batu-batu, dan di segala jenis anjing, betina, atau jantan sekalipun. Dan ia dikenal sebagai anjing jantan tua yang lacur. Sehingga, kota ini pun hampir-hampir dipenuhi anak-anak serupa aku. Ada yang wajah dan perawakannya sama persis denganku tetapi kulitnya lebih gelap seperti kulit kayu. Ada yang letak tahi lalatnya sama persis seperti di bawah kelopak mataku, sampai-sampai ia operasi laser untuk menghilangkan tahi lalat itu. Ada yang mirip denganku, tetapi ia bisu dan lebih galak dariku. Demikianlah, di kota ini aku punya puluhan, tidak, ratusan kembaran. Hal yang paling membedakan aku dengan mereka adalah sayap malaikat. Sebab, ibu mereka cuma pohon-pohon, batu-batu, dan segala jenis anjing, sedangkan ibuku malaikat.

Sebenarnya, aku mempunyai banyak kerabat. Namun mereka bukan sebangsaku, mereka manusia. Berkali-kali mereka menjanjikan aku operasi dan mantra-mantra, agar bisa menjadi seperti mereka. Berkali-kali aku tagih janji itu, berkali-kali pula aku ditolak. “Ayahmu dulu memang seorang manusia, tetapi sekarang ia anjing. Darah pembangkang ada dalam dirimu. Kami pikir percuma saja kau berusaha menjadi manusia kalau pada akhirnya kau akan berakhir seperti ayahmu.” Dan baru kali itu pula aku merasa benar-benar dilecehkan. Untuk sementara, aku lebih memilih menjadi anak setengah anjing.

*

Orang-orang kota meributkan berbagai peristiwa belakangan ini. Banyak dari mereka mati mendadak tanpa sebab yang jelas. Sebelum kematiannya, perut mereka membuncit lalu meledak seperti pancaran mercon tahun baru yang selalu aku lihat dari atap rumah. Mata mereka memicing atau merah bara setiap kali aku lewat jalan-jalan kota. Kata mereka, “Ayahmu seekor anjing pembunuh!” Sebab mereka tahu ayahku yang cuma seekor anjing menutup matanya pada suatu malam purnama lalu melolong panjang untuk iblis yang ada dalam dirinya. Setelah itu, ia bercinta dengan tong-tong sampah, gundukan tanah keramat, atau pelacur yang kebetulan melintas. Separuh diriku tidak bisa menerima perkataan itu, sebagaimana mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa hidup sebenarnya akan berakhir dengan kematian.

Pada peristiwa lain, orang-orang kota menjadi linglung. Uang dan perhiasan yang mereka simpan dalam pundi-pundi mereka raib begitu saja. Bukan menghubungi polisi, mereka malahan lari mengadu ke dukun. Lantas dukun itu bilang, “Seekor anjing beristri malaikat yang melakukannya.” Rumahku langsung diburu warga yang geram. Aku terkejut mendapatkan rumahku sudah dikurung ratusan manusia. Ibu yang menghadapi mereka. Sayapnya terlipat lesu. “Maaf, Bapak tidak ada di rumah. Belum pulang”, ujar Ibu. Warga semakin murka dan hampir-hampir membakar rumah kami –lebih tepatnya, rumah kontrakan. Mengetahui hal itu, aku langsung berhambur keluar. Menggonggong dengan beringas sambil mengepakkan sayap kebanggaanku.

“Kalau kalian hendak membakar sesuatu, bakar saja ayahku. Dia yang bersalah, bukan kami!” ujarku penuh geram.

“Tapi dia ayahmu.” Sahut salah satu dari mereka.

“Ah, persetan! Dia hanya pulang kalau dia lapar.”

Mereka pun membubarkan diri lalu menyebar ke segala penjuru kota mencari Ayah sambil membawa golok, parang, jerigen bensin, dan korek api.

Ibu menangis tersedu-sedu seraya memelukku.

“Ayahmu cuma seekor anjing, Nak…” Katanya lirih.

“…sedangkan Ibu, malaikat yang selamanya tunduk kepada anjing.”

Aku hanya terdiam lalu menyalak lirih. Entah harus berkata apa. Ibu seakan-akan sudah ditakdirkan menjadi malaikat, bukan manusia yang memiliki amarah. Dan dalam pandanganku, Ibu adalah malaikat tanpa cela.

**

Beberapa hari setelah peristiwa pengepungan warga, kota pun menjadi sepi. Orang-orang termenung, memikirkan bagaimana caranya memusnahkan ayahku. Sebab, kata mereka, dia tidak bisa dibunuh dengan parang dan api. Keadaan ini bertahan sampai berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Ayahku tetap anjing. Ibuku tetap malaikat. Ayahku tetap pergi pagi dan pulang malam cuma untuk minta makan pada Ibu lalu menatap purnama dan melolong panjang melakukan ritualnya.

Keadaan tetap demikian. Hingga suatu ketika, datang seorang manusia ksatria yang mencari Ayah. Ia hendak mengajaknya bertarung. Pertarungan itu disaksikan oleh orang-orang kota di tengah alun-alun. Mereka menyiapkan panggung yang besar dengan tata lampu yang wah. Bahkan ada doorprize dan sistem polling sms! Pertarungan berlangsung berhari-hari sampai penonton merasa bosan dan mual-mual. Hingga pada hari terakhir, manusia ksatria itu menggunakan ilmu pamungkasnya, ilmu mantra putih. Dari setiap jengkal tubuhnya keluar cahaya putih yang berubah menjadi keemasan dan terangnya mengalahkan lampu-lampu panggung yang mulai redup. Ayahku yang cuma seekor anjing terkesima, lalu mati seketika. Penonton yang tersisa bersorak kegirangan dan merayakannya dengan mabuk-mabukan dan kebut-kebutan di jalan-jalan. Bersamaan dengan itu, moncong anjingku hilang. Ah, aku jadi manusia, pikirku. Manusia bersayap malaikat….

Aku pun bersorak kegirangan lalu setengah berlari pulang ke rumah.

“Ibu… Ibu… moncongku hilang… Ayah mati… Ayah mati….!”

Kegiranganku terhenti. Aku lihat Ibu sedang berkemas.

“Ada apa, Bu? Mengapa Ibu berkemas?” tanyaku.

“Sudahlah, Nak. Ini kesempatan kita. Saat inilah yang selalu Ibu khawatirkan dan Ibu bayangkan selama bertahun-tahun. Kita pergi dari sini.”

Aku semakin tidak mengerti.

“Manusia ksatria itu adalah anak ayahmu yang kesekian. Dia sudah bertapa belasan tahun untuk menghilangkan moncong anjingnya dan datang ke sini untuk menuntut balas pada Ayah. Ia menyesal telah menjadi darah daging ayahmu yang anjing itu.”

“Dari mana Ibu tahu?”

“Sudahlah, lekaslah kau berkemas. Sebentar lagi orang-orang akan ke sini dengan pahlawan baru mereka untuk menghancurkan rumah.”

“Tetapi, Bu? Kenapa? Apa alasannya?”

Ibu tidak menjawab. Tanganku kemudian digamitnya dan aku dibawanya pergi, terbang dengan sayap kami.

“Rumah ini pernah menjadi tempat tinggal anjing pembunuh, anjing celaka. Mereka pasti berpikir begitu.”

Kami terus saja terbang dan terbang.

“Kita akan pergi ke kota malaikat.”

Sebenarnya aku merasa berat untuk meninggalkan kota ini. Ingatanku kembali pada masa ketika aku benar-benar percaya kepada Ayah. Ia selalu bilang, “Jangan pernah menjadi anjing, jadilah manusia, atau malaikat, seperti Ibumu.”

“Iya, Ayah.”

Ah, Ayah cuma seekor anjing, anjing yang tidak akan melolong lagi.

***

Misi Berat di Bumi Kartini

Persijap vs PSMS

MEDAN- Laga berat akan kembali dihadapi PSMS pada laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Kali ini skuad besutan Fabio Lopez itu harus melawat ke Bumi Kartini menghadapi Persijap Jepara, Minggu (11/3) sore di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Seperti biasa, laga away selalu menyulitkan PSMS. Enam laga yang dijalani di markas lawan tak sekalipun berujung kemenangan. Hasil terbaik adalah menahan imbang Persiba Bantul. Selebihnya Jecky Pasarella cs harus pulang dengan tangan hampa. Posisi paling buncit klasemen tentu bukan tempat yang nyaman.

Sebaliknya tuan rumah tengah dilanda kepercayaan diri yang tinggi. Empat laga terakhir dilalui tanpa kekalahan. Terakhir skuad besutan Agus Yuwono itu menahan imbang Arema di Kanjuruhan.
Sebelumnya Laskar Kalinyamat-julukan Persijap-menghempaskan  Semen Padang, Persija dan Persiba Bantul di kandangnya. Tentu saja keangkeran Stadion Gelora Bumi Kartini siap melemahkan mental PSMS. Lantas gentarkah PSMS?
Berada di dasar klasemen tak lantas membuat PSMS pesimis. Target mencuri angka tetap diapungkan meski dua lini terancam pincang. Pertahanan akan sedikit rapuh tanpa Goran Gancev sementara di sektor tengah gelandang lincah, Andrea Abu Bakar absen karena akumulasi kartu.

Fadli Hariri diyakini akan bisa menggantikan peran bek asal Macedonia itu. Sementara di tengah bisa jadi Kiky Lusianto atau Tri Yudha yang menggantikan Andrea.
“Saya rasa, tanpa Goran, tidak ada masalah di lini belakang. Masih ada Fadli Hariri yang punya kemampuan yang relatif sama,” ujar pelatih PSMS, Fabio Lopez Sabtu (10/3).
Ketajaman Jecky akan kembali diandalkan untuk membongkar pertahanan Persijap. Seperti yang dilakukannya ketika menggetarkan gawang Persiba Bantul dua kali di laga sebelumnya. Ini juga pembuktian bagi Julio yang baru menceploskan satu gol. Di kiri Juanda Mayadi atau Rinaldo yang akan ditugaskan menyisir sisi sayap.

“Intinya kita pressure sejak awal dan kita yakin bisa curi angka,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Khaidir.
Soal kekuatan lawan, Khaidir sedikit banyak memahami. Dua legiun asing lawan, Julio Lopez dan Jose Sebastian adalah dua nama yang diberi perhatian khusus. Bagi PSMS, sosok Jose tak asing karena musim sebelumnya sempat berkostum PSMS. “Kita waspadai  Jose (Sebastian-red) dan Julio Lopez,” papar Khaidir.

Di kubu lawan, Persijap tak anggap remeh PSMS meski posisinya berbeda lima tingkat.

“Memang klasemen berbeda. Tapi mereka punya semangat untuk menang. Kami sudah lihat itu saat mereka menghadapi Persiba Bantul,” ujar Pelatih Persijap, Agus Yuwono.
Hampir seluruh pemain siap turun, kecuali di bawah mistar. M Yasir yang cemerlang musim lalu akan kembali turun menggantikan Danang Wihatmoko yang cedera retak tulang kanan dan harus istirahat sebulan.
Yasir yang merupakan kiper kelahiran Medan tentu termotivasi besar menghadapi PSMS klub kota kelahirannya. (mag-18)

Sepatuku Bukan Buatan Menteng, Sepatumu Bagaimana?

Oleh: Ramadhan Batubara

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengunjungi Pusat Industri Kecil yang ada di Menteng Kecamatan Medan Denai. Begitu memasuki komplek itu, saya sedikit bingung. Ya, kemana saja saya selama ini, kenapa tempat tersebut jarang terlihat?

Jujur saja, saya bertambah shock ketika menyadari Pusat Industri Kecil itu ternyata tidak seperti saya bayangkan. Maksud saya begini, ketika seorang kawan mengajak saya ke sana, maka dalam bayangan saya adalah pusat industri yang menyegarkan. Teringat oleh saya kawasan Kasongan dan Kota Gede di Jogjakarta sana. Ternyata di Menteng yang saya temukan adalah kumpulan rumah toko; kebanyakan malah kosong.

Memang, ada beberapa pengerajin sepatu dan kulit terlihat beraktivitas, namun tidak mendominasi. Suasana pertokoan tersebut malah terlihat seperti pemukiman. Ada anak yang bermain. Ada jemuran di sisi depan. Ada pula, di ruko itu, menjual sayur-sayuran. Sementara, beberapa warganya duduk di depan ruko sambil berbincang. Tak terbayangkan kalau tempat itu sejatinya adalah sentra industri kerajinan rumah tangga yang andal.

Padahal, menurut Ismed, ketua koperasi di tempat itu, awalnya komplek itu cukup ramai.  Ya, pada 1996 silam, PIK Menteng yang dibangun di Jalan Menteng VII, Medan melalui Wali Kota Bachtiar Djafar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai berhasil membangkitkan gelora industri rumah tangga. Berbagai macam produk pun berhasil diciptakan dengan pendapatan yang cukup memuaskan. Ekonomi masyarakat menengah ke bawah mulai dapat diperbaiki. Sayang, hal itu tidak bertahan lama. Ketika 1998 Indonesia dihantam krisis moneter, laju industri kecil di kawasan Menteng inipun kena imbas.

Begitupun ketika era Abdillah memimpin Medan. PIK Medan tak beranjak menuju peningkatan. Kata Ismed, wali kota itu terlalu peduli dengan pengusaha besar. Sementara, PIK semakin ditinggalkan. Ismed pun menceritakan hasil karya PIK ini berupa sepatu, sendal pakaian, tas, bordir dan masih banyak lagi akhirnya ‘punah’ satu-persatu. Kawasan PIK yang terdiri dari 100 ruko ini juga kini banyak beralih fungsi sebagai rumah pribadi yang sudah dijual kepada orang lain.

Hal ini makin diperparah dengan kehadiran barang impor. Setidaknya, sepatu asal China, Thailand, dan Korea masuk bebas ke Sumut. Ujung-ujungnya memang soal uang. Ya, pengusaha kecil yang masih berkecimpung di usaha kulit dan sepatu di PIK Medan memang masih bermasalah dengan modal.

Nah, soal uang dan sepatu ini mengingatkan saya pada sebuah film Iran. Film ini berjudul Children of Heavens diproduksi pada 1997 lalu. Film ini dinominasikan dalam Academy Award untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik pada 1998. Selain itu, film ini juga meraih penghargaan pada Montreal World Film Festival, Newport International Film Festival, dan Silver Screen Awards di Singapore International Film Festival.

Kisah dalam film ini memang tentang uang dan sepatu. Sebuah kisah yang mengharukan. Bayangkan saja, kakak beradik yang karena miskinnya harus bergantian mengenakan sepatu ke sekolah. Si adik yang perempuan pun terpaksa menggunakan sepatu boot milik kakaknya yang laki-laki. Nah, di akhir cerita, sang kakak mengikuti kontes lari. Hadiahnya adalah sepatu. Si kakak pun mengincar juara tiga yang berhadiah sepatu karet. Rencananya, sepatu hadiah itu akan diberikan pada sang adik. Sayang, sang kakak malah meraih juara satu. Peringkat pertama ini meraih sepatu olahraga untuk laki-laki. Sepatu karet untuk adiknya pun gagal teraih.

Ironi. Memang, seperti film tadi, usaha sepatu di PIK Menteng jelas menyisakan ironi. Bagi saya, PIK harus memiliki suatu modal lebih. Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal kreativitas. Sebagai sentra industri kecil, komplek itu kan sejatinya bisa diset tidak hanya untuk memproduksi barang. Dia bisa menjelma menjadi tempat tujuan wisata. Seperti yang saya katakan di awal tadi tentang Kasongan dan Kota Gede. Begini, ketika orang ke Jogja dan terpikir tentang gerabah, maka dia akan langsung menuju Kasongan. Begitu pun ketika teringat tentang perak, maka Kota Gede bisa jadi tujuan.

Tentu ini tentang imej yang harus dibangun PIK Menteng. Ismed sempat mengatakan kalau di lokasi itu memang cenderung mengarah pada kerajinan kulit dan sepatu. Nah, kenapa tidak dipromosikan oleh Pemko Medan? Jadikan Menteng sebagai kawasan wisata sepatu dan kerajinan kulit. Dan, pengerajin pun harus siap bersaing dengan sepatu dan kerajinan kulit dari daerah atau negara lain. Harus ada ciri khas. Harus ada keunikan.

Terbayang di otak saya, suatu saat ke depan, ketika ada seorang tamu dari luar kota memaksa saya untuk ke Menteng. Atau, ada seorang kawan di luar daerah yang sibuk menghubungi saya agar dikirimkan sepatu dan kerajinan kulit dari Menteng. Ah…

Tapi sudahlah, sore di pekan lalu itu memang menjadi pengetahuan baru bagi saya. Setidaknya, ketika berbincang dengan Ismed, saya tersadar kalau sepatu yang saya kenakan malah buatan China…. ups. (*)

Persib Urung Datangkan Noh Alam Shah

BANDUNG – Mantan penyerang Arema berkebangsaan Singapura Noh Alam Shah kabarnya tak jadi didatangkan kubu Persib Bandung. Kurang begitu jelas alasan manajemen membatalkan rencana itu.

Padahal awalnya menurut Manajer Persib Umuh Muhtar, pihaknya sudah menyekapati harga dengan striker timnas Singapura tersebut. Bahkan striker yang akrab disapa Along itu siap datang ke Bandung untuk menandatangani kontrak.

“Kita memutuskan berhenti memburu Along. Tadinya dia mau datang minggu besok, tapi kita batalkan,” ujar Umuh di kediamannya di Jalan Desa, Sabtu (10/3) kemarin.

Kegagalan merekrut Along dikarenakan yang bersangkutan ingin satu paket hijrah ke Persib bersama eks rekan setimnya di Arema Indonesia, Leonardo Tupamahu.

Awalnya, Umuh sempat menyanggupinya namun akhir nya urung dilakukan karena ada protes dari beberapa pihak. “Saya awalnya tidak tahu kalau Leo sempat bermasalah dengan bobotoh. Saya sempat minta Along agar tidak sepaket dengan Leo, tapi dia enggak mau,” ungkapnya.

Dengan berat hati Umuh kemudian mengurungkan niatnya mengontrak Along karena ia bersikukuh ingin sepaket dengan Leo.  Sementara Umuh hanya menginginkan Along tanpa Leo untuk gabung ke Persib demi menghormati bobotoh.

Disinggung alasan kenapa Along ingin bergabung ke Persib dengan syarat Leo juga ikut dibawa, Umuh memberi penjelasan singkat. (net)

“Katanya solidaritas. Leo itu kan cukup dekat sama Along, jadi dia pengen bawa Leo,” tandas Umuh.

Persibo Puncaki Klasemen

BOJONEGORO – Persibo Bojonegoro sukses memuncaki klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL) usai menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 kemarin sore.

Persibo sudah unggul 1-0 ketika waktu memasuki menit ke-12. Adalah M Nur Iskandar yang menjebol gawang Persebaya yang dikawal Endra Prasetya.

Setelahnya kedua tim saling jual beli serangan di mana Persebaya yang tampil tanpa enam pemain intinya mencoba mencuri gol. Salah satunya lewat sepakan Randy di menit 75 dari jarak yang berhasil ditepis dengan baik oleh Fauzi Toldo.

Begitu juga dengan tembakan Feri Ariawan beberapa saat setelahnya yang masih tepat di pelukan Toldo. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga usai.

Dengan tambahan tiga poin itu, Persibo kokoh di urutan teratas dengan 23 poin dari 12 laganya. Sementara itu ‘Bajul Ijo’ tertahan di posisi ketiga dengan 16 poin dari 11 laga. (net)

Pro Duta Istirahatkan Pemain

MEDAN- Jeda kompetisi selama sebulan ke depan akhirnya dimanfaatkan Pro Duta Deliserdang FC untuk mengistirahatkan pemainnya. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi memberikan libur selama 10 hari kedepan terhitung sejak Sabtu (10/3) kemarin.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengatakan masa libur tersebut akan cukup untuk memberikan istirahat bagi pemainnya. Setelah itu pihaknya akan langsung mempersiapkan diri menghadapi laga pembuka putaran kedua.

“Kita liburkan pemain sampai tanggal 19. Setelah itu latihan kita akan difokuskan untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar pelatih yang akrab disapa Beto itu, Sabtu (103) kemarin.

Beto sepertinya sadar betul pentingnya libur diberikan. Apalagi Abdelhadi Laakkad dkk telah melakoni laga-laga yang cukup berat di putaran pertama. Ketatnya kompetisi pun membuat beberapa pemain berkutat dengan cedera. Artinya waktu istirahat yang diberikannya bermanfaat untuk masa pemulihan pemain. “Dengan istirahat lebih lama,mereka bisa fit saat pertandingan kontra PSSB Bireuen nanti,” lanjutnya.

Memang Beto tidak langsung meliburkan pemain pasca laga terakhir putaran pertama ke markas PSLS Lhoukseumawe. Ia sempat memberikan latihan ringan selama sepekan terakhir. Itu dilakukannya sembari memperbaiki psikologis pemain pasca kekalahan tersebut. “Sebelumnya kita latihan ringan saja. Hanya untuk jaga kondisi,” katanya.

Empat pemain yang masih berkutat cedera adalah Hardiansyah, Abdelhadi Laakkad, Antonio Soldevilla dan Tambun Naibaho. Sepekan belakangan mereka masih alfa. (mag-18)