22 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 13878

Dugaan Calo Penipu CPNS, 2 Lepas 1 Ditahan

MEDAN-Dua dari tiga yang diduga terlibat calo yang menipu CPNS Damari Sianturi dan Jhoni Surbakti dilepas Polda Sumut, Rabu (1/2) malam sekira pukul 22.00 WIB. Alasan polisi, tidak ada pelapor terhadap keduanya.

Sementara, Rintar Sianturi langsung ditahan setelah hasil pemeriksaan terbukti terlibat jaringan Delisa, Marisi dan Suroso, calo CPNS yang kini menjalani sidang di PN Medan.

Kasubdit lll Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Andre Setiawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka baru mengurus sebanyak 81 CPNS dan telah menarik uang dari mereka dengan nominal bervariasi dari Rp120 juta hingga Rp150 juta per orang.

Andre mengatakan dari hasil pemeriksaan, tersangka dikenakan Pasal 372 Pasal 378, tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara, Rintar yang ditemui Sumut Pos di ruang pemeriksaan Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut mengatakan, dirinya sebagai korban aksi penipuan yang dilakukan Delisa dan Suroso.

Menurut Rintar, dirinya yakin kedua orang tersebut mencari orang yang mau masuk PNS mengaku memiliki relasi dengan orang Cikeas yang bernama Timbo Mangara Sirait.

“Uang yang saya terima dari para CPNS itu saya serahkan ke Delisa. Katanya Delisa menyerahkan ke Suroso. Dari Suroso katanya uang dan berkas para CPNS itu diserahkan ke Timbo yang kata mereka orang Cikeas. Saya menyerahkan diri karena saya ingin melapor juga,” ujar Rintar.

Sebelumnya, tiga calo CPNS yang telah menipu ratusan korbannya, Rabu (1/2), tiba di Mapoldasu setelah dua hari sebelumnya, Senin (30/1), menyerahkan diri ke Mapolda Jabar. Tiga tersangka tersebut adalah PNS di Dinas Kesehatan Kota Medan, Damari Sianturi warga Jalan Bhakti Luhur Medan Helvetia. Kemudian, Rintar Sianturi warga Medan (alamat tak jelas, Red). Dan, Jhony Surbakti warga Kabanjahe.

Seorang rekan mereka, Delisa, yang telah ditangkap lebih dahulu, kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sindikat calo CPNS ini dalam setiap aksinya selalu mengaku dekat dengan Presiden SBY dan keluarga Cikeas. Ratusan korban yang terpedaya pun tak sungkan mengeluarkan uang Rp150 juta-Rp200 juta.

Damari Sianturi, saat diwawancarai wartawan koran ini membantah jika mereka kabur ke Jakarta. Dia mengaku, kepergian mereka ke Jakarta untuk mencari seseorang bernama Plancius Panjaitan. Menurutnya, Plancius lah yang telah memperalat mereka untuk mencari orang yang berminat menjadi CPNS. Kepada Damari dan kawan-kawan, Plancius Panjaitan mengaku kenal baik dengan orang dekat SBY yang bernama Gimin. Damari sendiri mengenal Plancius karena sebelumnya Plancius pernah menjadi tetangganya di Jalan Bhakti Luhur.

Damari mengaku, jumlah peminat CPNS yang meminta ‘tolong’ kepadanya berjumlah 49 orang. dari jumlah korban tersebut, dia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp5,197 miliar.

Tak semua korbannya tertipu, dari 49 orang yang ‘ditolongnya’, tiga diantaranya berhasil menjadi PNS di Pemko Medan dan Pemko Binjai.
Siapa sebenarnya Plancius Panjaitan? Damari mengatakan, Plancius adalah pengusaha ekspedisi. Kepergiannya dan dua orang rekannya ke Jakarta karena mendengar kabar kalau Plancius berada di kawasan Rawamangun. Lagi pula saat di Medan, mereka tak tahan dikejar-kejar terus oleh ratusan korban yang meminta uangnya dikembalikan.

Namun mencari keberadaan Plancius bukan perkara gampang. Mereka sempat berhasil mengontak Plancius lewat ponsel. Saat itu Plancius mengaku sedang berada di Bandung, Jabar. Namun kemudian nomor ponsel Plancius tak aktif lagi. Merekapun mengejar Plancius ke Bandung. Karena tak berhasil ketemu, dan tak ingin persoalannya makin rumit, mereka akhirnya menyerahkan diri ke Polda Jabar.
Damari memprediksi, Plancius telah berhasil melarikan uang dari orang-orang yang diperalatnya hingga Rp60 miliar lebih. Sementara itu, Jhony Surbakti mengaku ia sebagai korban  dalam kasus ini. Hanya saja Jhony mengaku selama beraksi tak menyerahkan uangnya kepada Plancius langsung, tapi melalui Delisa. (mag-5)

Tekuk Milan Walau Krisis

DI laga lain, Lazio berhasil mengandaskan Milan lewat dua gol Hernanez dan Thomas Rocchi. Kekalahan ini bikin Milan gagal mengkudeta posisi Juventus di puncak klasemen.

Pelatih Lazio, Edy Reja mengaku gembira dengan determinasi yang ditunjukkan pasukannya, meski mereka tengah didera krisis pemain karena cedera.
“Kami harus menutup ruang dan menghentikan lini tengah Milan merangsek maju,” ungkap Reja tentang strateginya mengatasi dominasi Rossoneri.
“Kami tampil apik dan tak membiarkan banyak ruang di belakang. Saya amat puas dengan para pemain saya yang menunjukkan determinasi kuat dalam situasi darurat. Senad Lulic dan Alejandro Gonzalez memberi kontribusi besar baik dalam menyerang maupun bertahan,” terangnya.

“Kami ingin memenangi pertandingan ini dan melangkah masuk ke lapangan di babak kedua dengan determinasi sesungguhnya. Skuad ini memiliki karakter dan mental yang positif,” imbuhnya.

“Kami sudah menjual banyak pemain di lini depan dan sekarang opsinya terbatas di sana. Sayangnya, kami tak mampu mendatangkan target yang kami inginkan, jadi tentu ada rasa pahit di penutupan bursa transfer.”

“Jika anak-anak bermain seperti ini, maka kami masih bisa membidik spot di papan atas, terutama karena Inter dan Napoli tengah mendapatkan masalah,” tutupnya.

Sementara itu, komposisi skuad Milan di Liga Champions bakal berubah. Seiring dengan bergabungnya beberapa pemain anyar, allenatore Milan Massimiliano Allegri memasukkan beberapa nama baru untuk skuad Liga Champions.

Tiga rekrutan anyar Milan, yakni Maxi Lopez. Djamel Mesbah, dan Alexandre Merkel, masuk dalam daftar yang diajukan Milan. Mereka menggantikan posisi Taye Taiwo yang dipinjamkan ke Queens Park Rangers (QPR) serta Gennaro Gattuso dan Antonio Cassano yang cedera.
Selain tiga pemain anyar itu, Allegri juga mencantumkan nama striker muda Stephan El Shaarawy. Striker gaek Filippo Inzaghi tetap saja tidak dilirik Allegri. Meski bertahan, dia tidak masuk dalam rencana masa depan Milan di tangan Allegri.

“Inzaghi bebas menentukan untuk bertahan atau pergi. Saya sudah bicara dengan Filippo kemarin dan saya senang bila dia tetap bisa menerima kondisi sekarang. Bila dia ingin hengkang, itu karena dia ingin terlibat menjadi pemain penting di tim barunya,” kata Allegri, seperti dikutip Tribalfootball.
Tanpa Inzaghi, barisan penyerang Milan sudah melimpah. Sebelum Lopez dan El Shaaway masuk dalam skuad Liga Champions, di sana sudah ada Zlatan Ibrahimovic, Robinho, dan Alexandre Pato.

Sepanjang bursa transfer tengah musim pada Januari, Inzaghi sempat dikaitkan dengan beberapa klub, seperto Novara, Lazio, dan Parma. Tetapi, transfer tidak tercapai hingga bursa transfer ditutup. (ham/bbs)

Penggandaan Soal UN Ditangani Pusat

MEDAN-Menghadapi Ujian Nasional (UN) 2012, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri mengaku telah mempersiapkan panitia UN.
Persiapan panitia akan disosialisasikan kepada 33 dinas pendidikan kabupaten dan kota. Syaiful menyebutkan, pihaknya tidak lagi menangani penggandaan naskah soal, dan langsung ditangani oleh pusat.

Syaiful mengaku, sebelumnya dinas pendidikan provinsi  bertugas melakukan penggandaan naskah soal UNn
berdasarkan master soal yang dikirim pusat. Akan tetapi untuk tahun 2012, semuanya ditangani panitia pusat sebagai upaya efisiensi dan kemudahan.
Menurut Syaiful, dalam persiapan menghadapi UN pihaknya telah menyurati 33 kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota pada pertengahan Januari lalu, agar melengkapi data peserta UN secepatnya.

Syaiful berharap data tersebut sudah harus masuk paling lambat Maret dan semuanya sudah terkirim ke pusat, sehingga bisa tercatat sebagai peserta UN.
Pelaksanaan UN tingkat SMA, MA dan SMK tahun ajaran 2011/2012 akan dilaksanakan 16-19 April 2012.

Untuk tingkat SMP, MTs, dan SMPLB pada 23-26 April 2012, sedangkan UN tingkat SD, MI, dan SDLB dilaksanakan 7-9 Mei 2012, sementara UN susulan dilaksanakan seminggu setelah tanggal tersebut.

“Tidak ada ujian ulangan, yang ada ujian susulan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau alasan lain pelaksanaannya seminggu setelah ujian nasional,” sebutnya.

Untuk komponen penilaian lulus ujian nasional, menurut Syaiful masih sama seperti tahun lalu, yakni 40 persen dari akumulasi rata-rata nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai UN. (uma)

Dinas TRTB Robohkan Pagar Unpri

MEDAN- Tim terpadu Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan membongkar bangunan pagar seng RS Universitas Prima Indonesia (Unpri), di Jalan Belanga, simpang Jalan Ayahanda Medan, Kamis (2/2) siang.

Sejak pagi sekitar pukul 9.30 WIB, sejumlah warga sudah bersiap di sepanjang Jalan Belanga menanti janji Dinas TRTB Medan, untuk membongkar pagar seng yang sudah dibangun pihak Yayasan Unpri.

Sejumlah aparat mulai dari Camat Petisah, M Yunus, Lurah Sei Putih Tengah, JRE Simanjutak, Kapolsek Medan Baru, AKP Doni Alexander hingga anggota DPRD Medan, Surianda terlihat menunggu tim dari Dinas TRTB Medan.

Tim Dinas TRTB Medan baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB. Pembongkaran awalnya belum bisa dilakukan menunggu perintah dari atasann
Hal ini sempat  menyulut emosi warga yang kemudian menggoyang-goyangkan pagar seng yang dibangun pihak Unpri.

“Sudah jam berapa ini? Janjinya mau dibongkar jam 10.00 WIB, ini sudah jam berapa? Kalau memang tidak bisa biar kami sendiri yang membongkarnya,” teriak warga sambil menggoyang-goyangkan pagar seng tersebut.

Melihat emosi warga yang sudah tak terbendung akhirnya tim dari Dinas TRTB Medan yang dipimpin oleh Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang TRTB Medan, Ali Tohar langsung merubuhkan pagar seng sekira pukul 11.30 WIB, yang kemudian disambut sorak sorai warga Jalan Belanga.
Pihak Yayasan Unpri, melalui Penasehat Hukum Yayasan Unpri, Marolop Butar-butar menegaskan kalau tindakan yang dilakukan oleh Dinas TRTB Medan itu merupakan tindakan sewenang-wenang.

“Ini sudah sewenang-wenang dan akan kita laporkan ke pihak berwajib karena alas hak kita kuat dan tanah kita masih berada hingga di luar pagar, sehingga batas tanah itu masih milik kita. Tindakan ini sewenang-wenang dan itu sesuai Pasal 28 UUD 1945, makanya sebagai negara hukum kita akan laporkan ini ke aparat hukum,” jelas Marolop.

Menurut Marolop, kalau sesuai dengan sertifikat yang dikeluarkan BPN maka tanah yang dimiliki Unpri itu memang batasnya hingga batas pagar seng yang dibangun.

“Kita mau memberikan tanah kami untuk akses jalan, tapi harus ada prosedurnya, karena itu hak milik. Apakah nanti akan dijual atau dihadiahkan itu baru bisa dilepas hak miliknya. Apakah pemerintah nanti mau melebarkan jalan, jelas harus ganti rugi dong. Tapi karena ini sudah merupakan tindakan sewenang-wenang maka kami akan melaporkannya ke aparat hukum juga ke Komnas HAM,” tegas Marolop.

Warga Jalan Belanga Medan, Hercules Sirait mengatakan, kalau pihak Yayasan Unpri akan melakukan tuntutan ke aparat kepolisian itu sah-sah saja.
“Itu hak dia kalau mau menuntut ke aparat hukum. Yang jelas kami sebagai warga meminta janji Dinas TRTB Medan untuk membongkar bangunan di atas badan jalan,” tegas Hercules.

Hercules menyebutkan, pembongkaran pagar seng itu merupakan tuntutan dari warga yang pertama, untuk selanjutnya akan kembali menuntut pembangunan RS Unpri yang menurut warga tidak memiliki izin UKL/UPL. “Kalau wali kota nanti memberikan dispensasi roilen untuk Yayasan Unpri, kami juga akan menuntut Pemko, karena jelas dampaknyaa akan berimbas kepada kami. Jika gempa siapa yang akan menjadi korban jelas adalah warga di Jalan Belanga Medan, makanya kami akan menuntut Pemko kalau sempat memberikan dispensasi roilen kepada Unpri,” tegas Hercules.

Hercules juga menyebutkan, warga juga akan menuntut agar pembangunan Sky Cross yang dibangun Yayasan Unpri di Jalan Talam untuk dibongkar.
“Bangunan Sky Cross yang dibangun Unpri itu juga tidak etis, kalau orang tua melintas di bawah, sementara ada orang-orang melintas di atasnya. Lagi pula kalau ada mobil yang akan melintas di situ tidak bisa karena terhalang Sky Cross,” terang Hercules.

Selain itu, warga juga menuntut kejelasan dari pengalihfungsian asrama menjadi Rumah Sakit Gigi dan Mulut. “Besok (hari ini), perwakilan warga akan melakukan pertemuan dengan Sekda,” jelasnya.

Kabid Pemanfaatan dan Tata Ruang TRTB Medan, Ali Tohar mengatakan dasar pembongkaran yang dilakukan terhadap pagar seng yang dibangun pihak Yayasan Unpri sangat jelas. Dikatakan Ali bangunan pagar itu telah melanggar badan jalan.

“Badan jalan harusnya 6 meter, itu juga sesuai dengan penataan kota di Medan, tapi ini sekarang jalan yang ada di Jalan Belanga ini hanya 4,5 meter. Kalau ditambah lagi dibangun pagar seng itu oleh Yayasan Unpri, maka jalan tinggal 3,5 meter, makanya ini sudah mempersempit jalan dan harus kita bongkar. Lagi pula IMB yayasan Unpri juga hanya sampai pagar yang lama,” tegas Ali.

Humas Unpri bersama dengan Pembantu Rektor II Unpri, Ermi Girsang yang ditemui Sumut Pos usai membuat laporan di Mapolda Sumut menjelaskan, pihak Unpri melapor 20 orang oknum dinas TRTB Medan yang membongkar pagar seng milik kampus tersebut dengan nomor laporan polisi 110/II/2012/SPKT I.

Ramli juga mengatakan pihaknya melaporkan oknum Dinas TRTB Medan yang merobohkan pagar milik Unpri tanpa disertai dengan surat tugas.
“Perbuatan mereka telah melanggar hukum. Sebelum diadakan perubuhan kami ingin membuktikan bahwa tanah itu adalah milik kita (Unpri),”kata Ramli.

Menurut Ramli, pihaknya memanggil Badan Pertahanan Negara (BPN) untuk mengukur tanah mereka sesuai dengan sertifikat yang ada.
Ramli berharap agar kasus pengerusakan itu segera diusut dan kebenaran agar ditegakkan.
“Tanah itu milik Unpri kami minta agar polisi segera mengusut kasus ini,” pungkas Ramli. (mag-5/gus/adl)

Komit Berantas Korupsi

Seperti apa sebenarnya penanganan korupsi di Sumatera Utara? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rudiansyah dengan Asintel Kejatisu Radja Nofrijal SH MH.

Bagaimana komitmen bidang Intelijen Kejatisu melakukan pengusutan kasus korupsi?
Intelijen ini kan sifatnya melakukan penyelidikan yakni mencari bukti permulaan yang cukup atas dugaan korupsi.

Bagaimana jika ada bukti permulaan yang cukup?
Kalau ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka dilakukan penyelidikan. Nah naik lagi statusnya yakni penyidikan maka kasus itu kita limpahkan pada bidang pidana khusus untuk dilanjutkan.

Berapa kasus yang sedang ditangani?
Ada yang kita tangani namun hanya sifatnya penyelidikan. Kita tetap komitmen dalam melakukan penegaka hukum untuk menekan angka pelaku korupsi. Kejatisu sangat membutuhkan kerjasama dengan masyarakat untuk mencari informasi.

Bagaimana kerjasama dengan masyarakat?
Aksi demo mengenai korupsi ini semua kita tindaklanjuti. Kita melakukan penyelidikan apakah benar ada korupsinya atau tidak. Kalau ada indikasi maka kasus itu kita lanjutkan. Kalau tidak ada maka kasus itu ditutup. (*)

Turnamen Piala Davis Djokovic Absen

BELGRADE- Tim Piala Davis Serbia tak akan diperkuat oleh pemain andalannya, Novak Djokovic. Petenis nomor satu dunia itu akan diberi waktu untuk istirahat.

Serbia akan berhadapan dengan Swedia bulan ini di ajang Piala Davis. Namun mereka dipastikan tak bisa diperkuat oleh Djokovic. Hal itu diungkapkan oleh kapten tim, Bogdan Obradovic. Ia memutuskan untuk tidak menyertakan juara Australia Terbuka itu agar bisa beristirahat.

“Kami akan membiarkan Djokovic untuk beristirahat dan memulihkan kondisinya usai Australia Terbuka agar bisa bermain maksimal dan meraih emas Olimpiade London Juni mendatang,” ujar Obradovic seperti dilansir TSN.

“Saya kesulitan untuk membujuk Djokovic agar tak perlu bermain di Piala Davis. Kami yakin mampu mengalahkan Swedia meski tanpa diperkuat dirinya,” tukasnya.

Serbia mampu mengalahkan Swedia 4-1 di turnamen yang sama tahun lalu. Tanpa Djokovic, Serbia akan dipimpin oleh Janko Tipsarevic dan Viktor Trociki dalam laga yang digelar 10-12 Februari tersebut. (net/jpnn)

Barrichello Secepatnya Beri Kepastian

SEBRING- Rubens Barrichello belum bisa memberikan kepastian mengenai nasib dirinya yang dikabarkan hijrah ke ajang IndyCar. Walau begitu, Barrichello berjanji untuk memberikan kabar kepastian nasibnya itu secepatnya.

Terdepak dari kursi Williams membuat Rubens Barrichello tidak memiliki tim di F1. Spekulasi pun menyeruak, dimana dirinya dikabarkan akan membalap di ajang IndyCar, setelah dirinya melakukan uji coba dengan salah satu tim IndyCar, yakni KV Racing.

“Saya tidak tahu bagaimana perkembangan segala hal sekarang ini. Saya belum bicara dengan Jimmy Vasser (pemilik tim balap KV Racing) mengenai membalap di musim ini. Apa yang pasti adalah spekulasi tidak akan bertahan lama,” ujar Barrichello, dilansir dari ESPNF1, Kamis, (2/2).
“Mengenai saya membalap atau tidak (di Indy Car) akan diketahui secepatnya. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan KV (racing) harus mengetahui pembalapnya,” tambahnya.

Pembalap gaek berusia 39 tahun itu ternyata juga mendapat dukungan dari istrinya, Silvana. Sang istri datang, dan ikut melihat sesi tes yang dilakukan Barrichello selama dua hari bersama tim KV Racing, yang dilakukannya bersama teman baiknya, Tony Kanaan.
“Dia (Silvana) telah datang (ke Sebring) sekarang, dan hari ini dia mendukung saya, melihat bagaimana gembiranya saya. Silvana bahkan bercanda dengan Tony (Kanaan), mengatakan bahwa dia patut disalahkan atas semua antusias saya,” tandasnya.(net/jpnn)

Lewis Hamilton Evaluasi Diri

Performa mengecewakan di musim lalu, hingga banyaknya masalah yang menimpa membuat pembalap McLaren, Lewis Hamilton mengevaluasi diri.
Pembalap Inggris ini mengaku berdiskusi dengan teman dan keluarganya demi perkembangan dirinya.

Musim lalu memang berjalan kurang bagus bagi Lewis Hamilton. Beberapa kali Hamilton bertabrakan dengan pembalap Ferrari, Felipe Massa sehingga gagal mengakhiri lomba, yang berujung perang dingin antara kedua pembalap tersebut.

Tak hanya itu, kisah cintanya dengan Nicole Scherzinger (mantan anggota Pussycat Dolls) harus berakhir, sehingga performanya terganggu. Pada akhir musim, Hamilton berada di peringkat lima, dan dirinya enggan mengulangi hal itu di musim 2012 ini.

“Saya mendiskusikan banyak hal dengan keluarga dan teman-teman. Mencari tahu opini mereka dalam beberapa hal, sehingga saya bisa berkembang,” terang Hamilton, seperti dilansir dari BelfastTelegraph, Kamis, (2/2).

“Saya tahu banyak hal yang salah dalam kehidupan saya, tetapi tidaklah mudah untuk mengklarifikasi dan membersihkan mereka. Saya membuat daftar dari banyak hal dan saya masih bekerja untuk itu,” paparnya.

Hamilton sadar bahwa terkadang posisi seseorang berada di atas, terkadang berada di bawah. Pembalap berusia 27 tahun ini juga merasa jeda F1 ini sangat penting karena membuatnya bisa beristirahat untuk memulihkan fisik dan mentalnya.

“Ini akan menjadi musim keenam saya di F1, tetapi bukan berarti kelima musim sebelumnya adalah bencana bukan? Ini seperti roller-coaster (naik turun), tetapi hal yang nikmat. Setiap tahun Anda butuh untuk beristirahat, untuk melihat dimana Anda berada, karena F1 menguras Anda,” tandasnya.(net/jpnn)

Suami Keberatan Harus Ditahan

Polisi dan Polwan Tertangkap Basah Selingkuh

Keluarga  Bripka Cokro Pranolo Sitorus balik melaporkan Bripka Ali ke Satuan Reskrim Polresta Medan, dalam kasus penganiayaan yang dialami Bripka Cokro Pranolo Sitorus, yang kini masih dirawat di RSU Permata Bunda Medan, Kamis (2/1).

“Keluarga Cokro buat laporan di Reskrim Mapolresta Medan atas penganiayaan yang dialaminya. Sedangkan Bripka Ali juga sudah membuat laporan atas pengaduan kasus perzinahan,” ujar Kasi Propam Polresta Medan, AKPn Beno P Sidabutar, Kamis (3/2).

Propam Polresta Medan, katanya, belum bisa melakukan penahanan sebab masih menunggu hasil penyelidikan di Reskrim.

“Ketiganya belum ditahan karena pemeriksaan belum selesai, ketiganya dikenakan sanksi pelanggaran kode etik profesi, si perempuan dikenakan etika kelembagaan dan citra Polri Pasal 5 bahwa sudah mempermalukan Polri dengan sanksinya dikembalikan ke kesatuannya,” ujar Beno.
Beno mengatakan saat ini baru meriksa Bripka Dewi Sartika saja.

Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Hendra mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari Bripka Ali dalam kasus perzinahan dan laporan dari keluarga Brigadir Cokro yang melaporkan kasus penganiayaan. “Masih kita selidiki, belum ada memeriksa saksi,” ujarnya singkat.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan Brigadir Dewi masih diperiksa di Propam Polresta Medan.
“Tergantung suaminya. Jika Brigadir Ali (suaminya Brigadir Dewi, Red) keberatan atas perselingkuhan itu tentunya Brigadir Dewi dan Bripka Cokro Sitorus harus ditahan,” ujar Nainggolan.

Menurut  MP Nainggolan pemeriksaan di Propam sebagai pemeriksaan pendahuluan, nanti berkasnya akan diserahkan ke Reserse Kriminal (Reskrim) untuk diproses lebih lanjut.

Firasat Gelas Pecah
Menurut seorang teman Brigadir Ali, sebelum digerebek selingkuh, Briptu Dewi Sartika sempat bertemu dengan suaminya Briptu Ali di halaman Mapolsekta Medan Kota.

“Keduanya tampak mesra seperti orang pacaran,” kata pria yang mengaku setiap hari bertemu dengan Ali.
Bahkan, katanya, saat itu Brigadir Ali sempat memesan dua gelas minuman di kantin Mapolsekta Medan Kota.
“Mereka minum bersama. Saya bilang kepada mereka seperti orang pacaran saja,” katanya.

Nah, usai minum berdua keduanya pun bubar. Penjaga kantin di Mapolsekta Medan Kota pun berniat mengambil gelas yang dipakai oleh keduanya.
“Saat hendak diambil gelasnya sudah pecah. Mungkin itu firasat juga. Tak tahunya saya dengar berita penggerebekan itu,” kata penjaga kantin Mapolsekta Medan Kota.

Kemarin (2/2), Brigadir Ali tetap masuk kerja di Mapolsekta Medan Kota. Pria yang dikenal baik itu tampak tegar. Menjelang siang, Brigadir Ali keluar dari Mapolsekta Medan Kota.

Seperti diketahui dua oknum Satuan Sabhara Polresta Medan Bripka Cokro Pranolo Sitorus dan Briptu Dewi Sartika ditangkap basah selingkuh di rumah kontrakan Dewi, di Jalan Medan Area Selatan, Rabu (1/2) dini hari.

Keduanya digerebek oleh suami Dewi, Brigadir Ali yang juga anggota Polsekta Medan Kota dibantu oleh warga sekitar. Brigadir Ali sudah lama mendapatkan informasi dari warga kalau oknum polisi masuk di rumahnya saat dirinya tidak ada di rumah.

Setelah diintai, Brigadir Ali bersama rekan satu piketnya di Polsekta Medan Kota langsung menggerebek rumah tersebut. Setelah beberapa menit menggedor pintu, namun tidak dibuka, Ali dibantu oleh warga terpaksa mencongkel pintu dengan menggunakan linggis.

Pintu akhirnya terbuka, petugas langsung masuk ke dalam rumah. Brigadir Ali bersama rekannya menemukan sang istri, Briptu Dewi Sartika sedang berdua dengan Bripka Cokro di dalam rumah. Bripka Cokro di dalam kamar persisnya di bawah tempat tidur, sedangkan Birptu Dewi berada di dapur.
Mendapatkan keduanya berada dalam satu rumah, Bripka Ali bersama rekannya sempat menganiaya Bripka Cokro hingga babak belur sebelum diboyong ke Mapolsekta Medan Kota.

Dengan kondisi babak belur, Bripka Cokro dibawa ke RSU Permata Bunda untuk mendapatkan pertolongan medis secara intensif atas luka penganiyaan yang dialaminya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsekta Medan Kota, kedua oknum dibawa ke Seksi Propam Polresta Medan untuk menjalani pemeriksaan kode etik kepolisian.

Kasi Propam Polresta Medan AKP Beno P Sidabutar mengaku masih melakukan penyelidikan. (mag-5/gus/fal)

Berita Sebelumnya:

Polisi dan Polwan Tertangkap Selingkuh

Coca-cola Komit Berbisnis di Sumut

Menindaklanjuti pertemuan mengenai peningkatan investasi Coca-cola Amatil di Indonesia pada November 2010 lalu di hadapan Presiden Yudhoyono, Tim Manajemen Coca-cola Amatil  Indonesia (CCAI)  Northern Sumatera Operation, mengadakan presentasi kepada Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho di kantor Gubsu mengenai kegiatan operasi CCAI di Sumut dan realisasi komitmen tersebut.

“Selain peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi infrastruktur untuk mendukung penjualan dan distribusi, kami juga berinvestasi pada alat pendingin minuman (Cold Drink Equipment/CDE) untuk ditempatkan di outlet,”  ujar Deva Rachman, National Corporate Affairs Manager CCAI.

“Pertumbuhan konsumsi minuman di Indonesia sangat bagus. CCAI melihat peluang ini dan berpartisipasi dengan berusaha meningkatkan ketersediaan produk dengan menciptakan variasi baru karena Sumut adalah pasar yang amat menarik bagi CCAI,” ujarnya.

Deva Rachman beserta tim manajemen CCAI memuji pemerintah Sumatera Utara atas komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang positif untuk investasi dan terus menyerukan tentang pentingnya membangun kerja sama yang lebih baik dari semua pemangku kepentingan.

Kegiatan bisnis CCA di Indonesia yang dikenal dengan CCAI mempunyai lebih dari 10.000 karyawan dan melayani lebih dari 450.000 retail outlet di seluruh Nusantara.

Saat ini CCAI berfokus untuk berinvestasi pada teknologi untuk dapat memproduksi botol plastik PET secara mandiri dan meningkatkan kapasitas produksi pembotolan. Di Sumetara Utara sendiri, CCAI memiliki lebih dari 400 karyawan dan diharapkan akan terus bertambah.(rel/ndi)