31 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 13906

Kisah Tragis Bayi Satu Bulan Tewas di RSU Mitra Medika

8 Jam di ICU, Disuruh Teken Penyataan Lebih Dulu

Ibu muda itu menangis histeris begitu mengetahui buah hatinya Immanuel Pakpahan yang berusia satu bulan meregang nyawa di ruang ICU RSU Mitra Medika, Medan Deli. Mindo boru Hutabarat (32), ibu muda itu terus menyesali kelambanan pihak RS menangani anaknya. Satu lagi korban jatuh akibat pelayanan medis yang pilih kasih di negeri ini.

ROZI, Belawan

RAUT sedih dan duka bercampur kecewa tampak begitu jelas di wajah ibu dua anak ini. Bukan saja pilu lantaran ditinggal pergi putra keduanya itu, tapi juga marah lantaran anaknya terlambat ditangani tim dokter RS. Immanuel, putranya itu, yang mengidap penyakit kekurangan sel darah merah tidak mendapat penanganan semestinya selama lebih dari delapan jam. Kejadian naas itu terjadi pada Sabtu (28/1) kemarin. Satu lagi korban jatuh akibat ketidakberesan pelayanan medis di RS.

Kali ini Mindo menjadi korbannya.

Saat ditemui Sumut Pos, Mindo menuturkan penyakit Immanuel terungkap setelah dia dan Lomasi Pakpahan (34), suaminya, mengecek kondisi kesehatan sang anak di sebuah klinik di Jalan Sumatera, Belawan. Bermula dari kecurigaan terhadap anaknya yang terus-menerus menangis di rumah.

tangisan itu tak cuma beberapa jam, melainkan hingga beberapa hari. Sang bocah baru menangis bila tidur saja. Kasihan melihat anaknya yang lelah menangis, keduanya lantas membawa ke klinik terdekat. Setelah dicek, dokter klinik mendiagnosa Immanuel mengidap kekurangan sel darah merah. Dokter menyarankan sang bocah sesegera mungkin dibawa ke rumash sakit agar mendapat perawatan yang lebih intensif.

Pasangan suami-istri (pasutri) muda itu sempat kaget dengan diagnosa dokter. Namun perasaan khawatir atas keselamatan si buah hati mengalahkan rasa kaget tadi. Bermodal kartu Jamsostek, Jumat (27/1) sekitar pukul 15.30 Wib, pasutri yang berdomisili di Lingkungan 17 Kelurahan Pulo Sicanang, Belawan itu memboyong Immanuel ke RSU Mitra Medika.

Harapannya tentu tak lain agar sang anak cepat ditangani tim dokter. “Sekitar pukul 4 sore kami sudah tiba di RS. Sehabis registrasi anak kami itu langsung dibawa ke ruangan gawat darurat untuk diperiksa. Kami memang berobat di situ pakai kartu Jamsostek,” ujar Mindo dengan suara yang terisak.

Tak lama kemudian Immanuel ditempatkan di ruang Instalasi Gawat darurat (IGD). Di kamar pertolongan pertama itu pula Immanuel sempat menjalani pemeriksaan awal. Lengannya dipasang selang infus dan bagian hidung dimasukkan selang oksigen. Sekitar dua jam berada di ruang UGD, Immanuel lantas dipindah ke ruangan ICU. Di ruang ICU ini pula kisah tragis yang menimpa Mindo dan suaminya bermula.

Mindo ingat betul pukul 18.00 WIB pada Sabtu (28/1) petang kemarin kondisi Immanuel masih stabil. ‘’Masih belum kritis,’’ katanya.

Hanya saja selama berada di ruangan ICU tak satu pun dokter datang dan memeriksa anaknya.

Pihak RSU Mitra Medika justru menyarankan Immanuel segera dilakukan transfusi darah karena kekurangan sel darah merah serta cairan di tubuh. Dua jam setelah ditempatkan di ruang ICU tiba-tiba kondisi Immanuel kritis.

Mindo kebingungan menyaksikan anaknya seolah-olah berada antara hidup dan mati.

Mindo bergegas mendatangi perawat jaga yang berada di pintu ruangan ICU. Dia meminta tim dokter segera datang dan melakukan transfusi darah terhadap anaknya.

‘’Saya katakan tolong anak saya. Kalau perlu biaya tambahan kami akan siapkan,” ujar Mindo mengulangi. Namun jawaban yang diterima Mindo justru mengejutkan. Pihak RSU Medistra meminta dia meneken surat pernyataan lebih dulu. Surat pernyataan itu dibuat mengingat biaya satu kantong darah di RS tidak cukup disubsidi Jamsostek. Satu kantong darah bernilai Rp295 ribu, sedangkan Jamsostek hanya menutupi Rp200 ribu. ‘’Saya kesal karena pihak RS mementingkan surat pernyataan ketimbang menolong nyawa anak saya lebih dulu,’’ ujarnya dengan suara meninggi.

‘’Saking kesalnya saya bilang ke perawat, tolong jangan sepelekan nyawa anak saya.

Kalau soal biaya transfusi darah, kami siap membayarnya. Tapi perawatnya cuma bilang iya dan mesti membuat surat pernyataan dulu,” ucapnya.

Capek berdebat dengan petugas medis yang berjaga, Mindo mengaku akhirnya cuma bisa pasrah. Dia ingat baru sekitar pukul 23.30 WIB baru ada dokter spesialis anak yang masuk ruangan ICU untuk mengambil sampel darah anaknya. Setelah mengecek sampel darah Immanuel, sang suami lantas disuruh pihak RS membeli darah golongan A positif di RSU Malahayati Medan. Mendengar itu Lomasi segera meluncur mengambil darah buat buah hatinya itu. Sayang usaha itu tak berhasil menyelamatkan si bayi. Saat hendak kembali ke RSU Medistra, ponsel Lomasi berdering. Suara di seberang, yang tak lain adalah istrinya, mengabarkan berita yang membuat kedua lututnya lemas.

‘’Saya dikabari anak kami sudah tiada. Kalau tak salah sekitar pukul 00.30 WIB. Saya nggak bisa menahan tangis lagi, kaki pun rasanya lemas semua,” cerita Lomasi.

Apa yang dikesalkan Lomasi dan istrinya adalah lambatnya penanganan pihak RSU Mitra Medika terhadap buah hatinya. Tempo delapan jam sejak keduanya membawa Immanuel ke RS adalah masa yang relatif cukup untuk menangani putranya tersebut. “Kenapa sampai kritis dulu baru dokternya datang dan disuruh ambil darah. Kenapa tidak dari sore hari.

Padahal saat masuk ruangan UGD sudah bisa diambil kesimpulan bahwa anak saya kekurangan sel darah merah dan harus dilakukan transfusi,” ujar Mindo kesal.

Kekecewaan Mindo dan Lomas yang kehilangan anak mereka hanya sepotong cerita getir dari ribuan kisah tragis yang dialami wong cilik di RS. Pihak RS seakan tak jera menerapkan manajemen pelayanan yang tidak prorakyat, dan memberikan pelayanan dalam kacamata kelas sosial. Yang bayar kontan didahulukan, yang pakai surat miskin atau Jamsostek jangan berharap cepat dalam pelayanan.

Begitu juga halnya RSU Mitra Medika yang dimintai konfirmasi atas kasus kematian Immanuel. Tak ada petugas yang berani mengeluarkan suara.

“Saya tak tahu soal itu, tanya saja sama petugas medis di ruang ICU,” tukas perawat di lantai tiga. Sumut Pos coba mengonfirmasi yang lain. Tapi hasilnya setali tiga uang: petugas di ICU juga bungkam seribu bahasa. Oh, malangnya jadi orang tak punya di negeri ini! (*)

Kasus Nazaruddin Bikin Limbung

PERKARA suap kasus wisma atlet yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, yang menyeret nama sejumlah petinggi Partai Demokrat, sangat mempengaruhi persepsi publik terhadap partai yang kini sedang berkuasa itu. Isu yang belakangan terus menjadi santapan media massa ini, jika terus berlanjut, bakal mengancam eksistensi Demokrat.

Pengamat politik dari IndoBarometer, M Qodari, menyebut Demokrat sekarang pada level ‘lampu kuning’.

“Partai Demokrat sudah pada posisi lampu kuning. Jika terus  menerus, bisa menurunkan Partai Demokrat dari partai besar menjadi partai menengah,” ujar Qodari saat diskusi bertema ‘Demokrat Terguncang’ di Warung daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/1).

Menurut Qodary, kejayaan Demokrat dalam dua kali pemilu sebelumnya dibangun oleh citranya sebagai partai yang bersih, antikorupsi. Sosok SBY, dianggap relatif bersih. Iklan antikorupsi dengan bintang iklannya para petinggi Demokrat, antara lain Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Angelina Sondakh, menurut Qodary, akan dibandingkan publik dengan kenyataan sekarang. “Kasus Nazaruddin yang berawal dari suap Wafid Muharam, ternyata melibatkan nama-nama besar yang jadi bintang iklan itu,” kata Qodary.

“Posisi Demokrat berat dalam situasi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Potensi jebloknya Demokrat di pemilu 2014 juga disampaikan pengamat politik dari Carta Politica, Yunarto Wijaya. Pria yang biasa dipanggil Toto itu mengatakan, selain karena ada kasus hukum tersebut, masa depan suram Demokrat juga dipengaruhi tidak majunya lagi SBY sebagai capres di pilpres 2014, lantaran sudah dua kali masa jabatan.

Menurut Toto, sosok SBY sangat berpengaruh bagi perolehan suara PD di dua kali pemilu yang lalu. “Partai Demokrat akan mengalami degradasi karena SBY tak mencalonkan lagi. Jadi tidak semata-mata karena kasus Anas,” ujar Toto.

Menanggapi pandangan kedua pengamat itu, Wasekjen DPP PD, Saan Mustafa, merasa yakin publik tidak begitu terpengaruh dengan kasus Nazar. Buktinya, kata Saan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY masih cukup baik. Di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan, kata Saan, tingkat kepuasan publik di atas 50 persen. Meski dia mengakui, di bidang hukum terjadi ketidakpuasan.

Padahal, lanjut Saan, bidang hukum tidak melulu menjadi kewenangan eksekutif. Untuk yang masih terkait dengan kewenangan eksekutif, seperti kasus Bank Century yang juga ditangani kejaksaan dan kepolisian, bisa jalan proses hukumnya. “Yang belum kan di KPK,” cetusnya. Dalam kasus dua pimpinan KPK Bibit-Chandra yang ditangani polisi, kata Saat, sikap SBY juga jelas yakni mengeluarkan deponering lewat Kejagung, agar posisi KPK tetap kuat.

Saan menuduh ada pihak lain yang sengaja mengulur-ulur kasus hukum agar posisi Demokrat terjepit, seperti kasus Century. “Ada yang sengaja kasus ini diperlambat agar Partai Demokrat tersandera. Patut dicurigai, mengangkat terus kasus-kasus ini untuk menyandera Partai Demokrat,” kata Saan. (sam)

Chris Paul Beli Rumah Mewah Avril Lavigne

LOS ANGELES-Bintang baru LA Clippers, Chris Paul, resmi menjadi pemilik rumah mewah di Bel Air Crest. Rumah itu dibeli dari penyanyi Avril Lavigne.

Awalnya Avril menjual dengan harga 9,5 juta dollar AS. Meskipun akhirnya pelantun “Sk8r Boy” ini sepakat menurunkan harga rumah mewahnya tersebut sehingga laku dijual dengan harga 8,5 juta dollar AS (setara Rp75 miliar).

Dikabarkan, Paul jatuh cinta dengan bangunan seluas 1.131,93 meter persegi tersebut. Bagaimana tidak, selain memiliki 8 kamar tidur, 10 kamar mandi, sebuah gudang anggur, 10 garasi mobil, gym, sauna, juga ruang tamu tertutup yang berada di pekarangan.

Proses pembelian rumah mewah itu sendiri konon tidaklah rumit dan tidak menggunakan makelar yang mengambil keuntungan. (net/jpnn)

Anggota TNI Tewas Lakalantas

LUBUK PAKAM-Seorang anggota TNI, Pratu Andika (24) tewas dalam kecelakaan di depan Kodim 0104 Deli Serdang Jalan Galang-Lubuk Pakam, Sabtu (28/ 1) sekitar pukul 14.20 WIB. Pria asal Padang Sumatera Barat itu terkapar tak berdaya di pinggir jalan raya dengan kondisi kepala remuk usai terjatuh dari atas sepeda motornya.

Peristiwa maut yang dialami anggota TNI AD itu terjadi saat Andika pulang dari Siantar menuju Medan bersama rekannya yang beriringan mengendarai sepeda motor Yamaha BK 6523 ABL. Mereka melaju dengan kecepatan yang tidak begitu kencang. Tiba di lokasi kejadian, dua unit sepeda motor datang dari arah yang sama menyalip kendaraan Andika. Dua kendaraan itu datang dengan kecepatan tinggi. Andika berada di tengah, diapit dua kendaraan itu. Kendaran yang ditunggangi Andika oleng tak terkendali. Korban terjatuh terpental ke aspal.

Kepala korban membentur aspal, helm yang dikenakannya pecah. Mengetahui peristiwa itu, rekan korban langsung melakukan pertolongan dengan menghentikan mobil pick up untuk membawa korban ke rumah sakit.

Luka yang dialami korban cukup parah mengakibatkan Andika tewas dalam perjalanan kerumah sakit.

Sementara itu, sepeda motor yang menyerempet Andika yang di sebut sebut berjenis Yamaha Scorpio, langsung melarikan diri. Pratu Andika dalam waktu dekat ini dikabarkan akan melangsungkan pernikahan.

Karena libur tugas, Andika ke Medan ingin menjumpai tunanganya yang baru datang dari Pekanbaru, namun ajal menjemput Andika.(btr)

Akrabi Kontroversi, Dikenang sebagai Petinju Terbesar

Muhammad Ali, Pengangkat Popularitas Tinju Profesional

Lebih dari tiga dekade Muhammad Ali melepaskan karir profesionalnya sebagai petinju. Pria yang memiliki nama lahir Cassius Marcellus Clay Jr itu kini sudah berusia 70 tahun. Meski demikian, kebesaran namanya di ring tinju dunia masih melegenda.

CLAY Jr, yang dilahirkan di Louisville, Ken tucky, Amerika Serikat (AS), 17 Janua ri 1942, meraih gelar juara dunia kelas berat kali pertama dengan cara mengesankan. Dia mengalahkan Sonny Liston dengan TKO pada ronde ketujuh dari 15 ronde di Florida, AS, 25 Februari 1964. Liston cedera leher sehingga meng undurkan diri dari pertandingan.

Saat merebut gelar juara dunia pertamanya itu Clay Jr berstatus underdog.

Liston adalah petinju yang ditakuti karena dikenal memiliki pukulan sangat keras sehingga lawannya bertumbangan di atas kanvas. Keberanian Clay Jr membuahkan hasil. Sebelum laga, dia sudah yakin akan menumbangkan Liston.

Clay Jr memiliki cara unik sebelum bertanding melawan Liston. Dalam sebuah kisah di biografinya disebutkan, dia mendatangi rumah tetangganya satu per satu. Dia ketuk pintu setiap rumah dan mengatakan bahwa dia segera menyandang status juara dunia sejati. Saat itu para tetangganya tentu saja heran. Clay Jr dianggap bercanda dan tidak waras.

Clay Jr menjadi juara dunia saat usianya masih 22 tahun. Itu sudah membuat tinju dunia geger. Belum usai keterkejutan itu, tiba-tiba dia menghadirkan kisah lain dengan memproklamasikan diri masuk agama Islam. Bukan cuma satu dua orang yang menjadi saksi Clay Jr masuk Islam. Dia melakukannya sesaat setelah mengalahkan Liston, masih di atas ring.

Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di antara tepuk riuh penonton, kilatan lampu kamera dan di depan jutaan penonton televisi yang disiarkan di seluruh dunia. Sejurus kemudian dia mengumumkan nama barunya, yaitu Muhammad Ali.

’’Ini sesuai fitrahku sebagai manusia ciptaan Allah,’’ kata Ali saat ditanya alasan keputusannya memeluk Islam.

Simpati berdatangan, sama halnya dengan kebencian yang makin menjadi kepadanya. Pada 25 Mei 1965, Ali melakukan tanding ulang melawan Liston.

Pertandingan tersebut penuh kontroversi.

Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju yang menyebut pukulan Ali sebagai Phantom Punch. Pukulan itu begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh.

Banyak isu yang berkembang, termasuk suap dan ancaman orang-orang Nation of Islam (organisasi yang menjadi tempat Ali bergabung setelah memeluk Islam) terhadap Liston dan keluarganya. Tapi, Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali menghantamnya dengan keras.

Kontroversi kembali dilakukan Ali. Kali ini bukan di ring tinju.

Dia menolak mengikuti wajib militer pemerintah AS dalam menghadapi Perang Vietnam.

Akibat keputusan itu, Ali diskors oleh Komisi Tinju selama tiga tahun (1967-1970) dan gelarnya dicabut.

Ali kemudian dijebloskan ke penjara.

Bahkan, pada film yang mengisahkan dirinya, pemerintah AS memanggil untuk ikut wamil dengan menyebutkan nama lahirnya. Dia tak suka dengan hal itu. ’’Mulut besar’’ Ali kembali menumpahkan pernyataan kontroversial.

’’Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietkong, dan tidak ada satu pun orang Vietkong yang memanggilku dengan sebutan Negro!’’ ujar Ali sekaligus sebagai tanda penolakan wamil. Dalam karir bertinjunya, Ali menjadi juara dunia di kelas berat versi WBA dan WBC.

Ali yang dinobatkan sebagai ”Petinju Terbesar Abad Ini” oleh BBC pada 1999, sempat datang ke Indonesia pada 20 Oktober 1973. Ali bertarung melawan Rudi Lubbers selama 12 ronde dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta.

Oleh publik dan pers Indonesia, duel itu disebutkan sebagai ekshibisi. Namun, ternyata sebenarnya itu pertandingan resmi walau tidak memperebutkan gelar. Terakhir, Ali menginjakkan kaki di Indonesia pada 23 Oktober 1996. ’’Sebuah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat dan selalu tersenyum kepada siapa pun,’’ tutur Ali.

Kini Ali tidak bisa lagi menari-nari dan beraksi seperti gaya khasnya saat bertanding. Parkinson menggerogoti tubuhnya sejak 1986. Meski penyakit itu belum ada obatnya, Ali tidak mau menyerah.

Dia bahkan sempat tampil sebagai pembawa obor saat Olimpiade Atlanta pada 1996. Saat itu jutaan penonton menahan haru melihat Ali yang perkasa, berjuang keras mengatasi getaran di tangannya untuk menyulut obor Olimpiade. (ady/c2/ko)

Berawal dari Kehilangan Sepeda

SEBUAH sepeda membawa Muhammad Ali menuju kebesaran namanya saat ini. Seandainya dia tidak kehilangan sepeda BMX, mungkin dunia tinju tidak melahirkan petinju terbaik pada abad ke-20.

Kisahnya bermula ketika Ali berusia 12 tahun. Sepeda yang baru dibelikan orang tuanya dicuri. Siapa yang menduga, kejadian tersebut membuat Ali kecil berkenalan dengan dunia tinju yang kemudian digelutinya hingga menjadi juara du nia tinju sejati.

Setelah sepedanya hilang, Cassius Marcellus Clay Jr (nama lahir Ali) melapor ke Joe Martin, seorang polisi. Tak disangka, Joe ternyata juga pelatih tinju. Clay Jr kemudian diajari bertinju agar bisa memukul si pencuri. Clay Jr begitu antusias.

Clay Jr giat berlatih tak cuma ingin menghajar si pencuri.

’’Mungkin juga karena aku ingin membalas perlakuan jahat teman-temanku yang berkulit putih,’’ katanya. Sejak kecil Clay Jr merasakan perbedaan perlakuan karena berkulit cokelat.

Karunia Allah untuk Clay Jr, berupa bakat serta otot yang kuat, memudahkan jalannya menjadi petinju kelas dunia.

Clay Jr memenangi pertandingan tinju pertamanya saat masih berusia 12 tahun. Lawannya dikalahkan dengan angka tipis. ’’Saya adalah yang terhebat. Saya akan menjadi juara dunia,’’ kata Ali seusai pertandingan.

Enam tahun berselang, keahlian bertinju Clay Jr bertambah.

Dia mengalahkan petinju-petinju tangguh di Olimpiade Roa, 1960. Anak Cassius Marcellus Clay Sr dan Odessa Grady Clay itu meraih medali emas kelas berat ringan.

Tak lama kemudian dia memulai debut sebagai petinju profesional dengan melawan Tunney Hunsaker. Clay Jr menang angka dalam pertarungan enam ronde tersebut. Sejak itu, prestasi demi prestasi dia raih dalam buku sejarah tinju dunia. (ady/c13/ko)

Ultah Bertiket Rp 9,1 Juta

LEGENDA tinju dunia Muhammad Ali merayakan ulang tahun yang ke-70 di kampung halamannya, Kentucky, Amerika Serikat, Senin (16/1). Selain merayakan ulang tahunnya, Ali kembali ke Kentucky untuk mendirikan Muhammad Ali Center (MAC).

Meski menderita parkinson, Ali tetap bersemangat saat merayakan ulang tahunnya di pusat kota Kentucky, Louisville, itu. Pesta ulang tahun Ali tersebut juga dijadikan ajang pengumpulan dana untuk mendirikan Muhammad Ali Center.

Rencananya, MAC adalah pusat budaya dan pendidikan serta menjadi museum tentang karir panjang Ali sebagai petinju, aktivis sosial, dan kemanusiaan.

Undangan yang hadir dalam perayaan ulang tahun Ali kali ini wajib menyumbang USD 1.000 atau sekitar Rp 9,1 juta sebagai tiket masuk. Dana itul akan digunakan untuk mendirikan MAC. Satu di antara sekian banyak tamu yang datang adalah mantan pelatih Ali, Angelo Dundee. Hadir pula di acara itu mantan juara dunia Lennox Lewis dan sejumlah selebriti Hollywood. (ady/c4/ko)

Momen Penting Karir Mohammad Ali

  •  17 Januari 1942: Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. Ayahnya, Cassius Marcellus Clay Sr, pelukis billboard (papan iklan) dan rambu lalu lintas. Ibunya, Odessa Grady Clay, seorang pencuci pakaian.
  • 1960: Meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia.
  • 29 Oktober 1960: Dalam debut di ring profesional, dia menang angka pada ronde keenam atas Tunney Hunsaker.
  • 25 Februari 1964: Merebut gelar juara dunia kelas berat dengan menang TKO pada ronde ketujuh atas Sonny Liston di Florida, AS.
  • Liston cedera leher sehingga mengundurkan diri dari pertandingan.
  • Setelah Menang atas Liston Clay memproklamasikan agama dan nama barunya menjadi Muhammad Ali. Dia masuk kelompok Nation of Islam (NOI) yang kontroversial. Dalam buku biografinya yang diluncurkan pada 2004, Ali mengaku tidak bergabung dengan NOI, tapi bergabung dengan jamaah Islam Sunni pada 1975.
  • 25 Mei 1965: Tanding ulang Ali melawan Liston yang penuh kontroversi. Pukulan Ali yang begitu cepat dijuluki phantom punch. Pukulan itu begitu cepat sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh.
  • 1967–1970: Ali diskors komisi tinju karena menolak program wajib militer Pemerintah AS dalam perang Vietnam. Ungkapan Ali yang terkenal saat menolak wamil itu, ”Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietkong dan tidak ada satu pun orang Vietkong yang memanggilku dengan sebutan Negro.”
  • Maret 1971: Ali kalah angka oleh Joe Frazier di New York dan harus menyerahkan gelarnya.
  • 30 Oktober 1974: Rumble in the Jungle. Ali merebut kembali gelar juara kelas berat WBC dan WBA setelah menumbangkan George Foreman di Kinsasha, Zaire, pada ronde kedelapan.
  • 1 Oktober 1975: Thrilla in Manila. Presiden Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali versus Frazier III ke Manila, Filipina.
  • Ali menang TKO pada ronde ke-14 dalam pertandingan yang sangat seru dan menegangkan.
  • 15 September 1978: Ali mengalahkan Leon Spinks dengan angka pada ronde ke-15 di New Orleans. Ali mengukuhkan diri sebagai petinju pertama yang merebut gelar juara kelas berat tiga kali.
  • 6 September 1979: Ali mengundurkan diri dari tinju dan gelar dinyatakan kosong.
  • 2 Oktober 1980: Ali kembali ke ring tinju. Dia melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes, yang menjadi juara dunia kelas berat dalam pertandingan yang berjudul The Last Hurrah.
  • Dalam pertandingan yang berat sebelah itu, Ali tidak berkutik. Ali menyerah dan mengundurkan diri pada ronde kesebelas. Holmes dinyatakan menang TKO.

Warga Batang Kuis Diteror OTK

LUBUK PAKAM- Anip (19), warga Pasar III, Dusun II Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis Deliserdang diteror orang tak dikenal (OTK). Rumahnya dilempari oleh OTK dengan menggunakan tongkat yang tersulut api sehingga rumah Anip nyaris terbakar, Sabtu (28/1) sekitar pukul 01.30 WIB.

Anip mengaku Sabtu dinihari itu ia beserta dua abangnya sedang tidur. Sedangkan orangtuanya Cuarto (50) sedang bekerja ke luar kora.

Anip tersentak dari tidurnya saat mendengar suara kaca pecah. Curiga dengan pendengarannya itu, Anip mencoba untuk melihat ke depan rumahnya. Ternyata suara kaca pecah itu berasal dari dalam rumahnya.

Ia kaget begitu melihat bagian depan rumahnya ada kobaran api. Api membesar membakari sofa yang berada di ruang tamu.

Anip mencoba membangunkan dua abangnya dan mengatakan kalau rumah mereka telah terbakar. Takut api semakin membesar ketiga abang beradik berupaya memadamkan api dengan cara menyiram dengan air. Setelah api padam ketiganya mencari asal api itu, namun pelaku tidak diketahui.

Sumber api ditemukan dari potongan kayu berkisar sepanjang 40 cm yang ujung terbalut kain berbentuk obor. Kayu itu dibakar ujungnya lalu dilemparkan ke dalam rumah korban . Ketiganya langsung melapor kejadian itu ke Mapolsek Batang Kuis.

Kapolres Deli Serdang, AKBP Wawan Munawar SH SIk mengakui laporan korban itu. Hanya saja, sejauh ini kepolisian masih melakukan penyelidikan. (btr)

Perkampungan Mewah Olympiade 2012

LONDON-Perkampungan Olimpiade nan mewah disiapkan bagi atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade London 2012. Selama enam bulan ke depan, Panitia Olimpiade 2012 (LOCOG) ditargetkan untuk menyelesaikan perkampungan untuk 16.000 atlet pada pesta olahraga terakbar di dunia itu.

Seperti disampaikan LOCOG, dalam beberapa bulan ini 16.000 tempat tidur akan dikirim bersamaan dengan 9.000 pakaian, 170.000 gantungan baju, 11.000 sofa, dan 5.000 sikat toilet. Selain itu setiap apartement akan disediakan televisi dan fasilitas Wi-Fi untuk internet.

Pekerjaan pembangunan Kampung Olimpiade itu sendiri dimulai Juni 2008. Khusus untuk olahragawan top dunia akan diberikan rumah tinggal. Di perkampungan ini juga terdapat Plaza Perkampungan Olimpiade, toko, taman, dan fasiltas makanan hingga 24 jam yang menyediakan 60.000 makanan setiap hari pada Olimpiade tahun ini.

Dengan biaya 1.1 milliar poundsterling yang diambil dari dana publik, Perkampungan Olimpiade tersebut akan membentuk suatu daerah baru yang dikenal dengan East Village.

Setengah diantaranya merupakan perumahan rakyat dan 1.439 rumah lainnya telah dijual dengan harga 557 juta poundsterling kepada konsorium pembangunan Inggris dan perusahaan Real Estate dari Qatar.

Tak pelak hal ini mendapat apresiasi dari mantan atlet lompat galah asal Inggris, Jonathan Edwards. Kepada Sebastian Cole, Ketua LOCOG, Jonathan menyebut perkampungan itu terbaik dari yang pernah ada.

“Atlet adalah jantung Olimpiade London 2012 dan kami berencana memberikan mereka fasilitas yang hebat untuk mempersiapkan diri merka tampil di pesta olahraga terbesar dalam hidup mereka,” ujar peraih emas Olimpiade tiga kali ini dalam sebuah pernyataan.

Selain itu perkampungan ini nantinya terdapat fasilitas pendidikan yaitu Chobham Academy yang akan menerima 1.800 siswa pada 2013 mendatang. (net/jpnn)

Foto Pembunuh Sekretaris IPK Disebar, Pelaku Diharap Serahkan Diri

MEDAN-Kepolisian terus memburu pelaku pembunuh Sekretaris Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Tembung, Antoni Butar-butar (50) warga Jalan Selamet Ketaren, Desa Medan Estate, Tembung. Sebagai upaya pengungkapan, Polsekta Percut Seituan telah menyimpan foto beserta ciri-ciri pembunuh sopir angkutan umum itu untuk disebarkan ke publik.

“Kita sudah memiliki identitas pelaku dan fotonya pun sudah kita miliki, hanya saja tidak kita publikasikan,” beber Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan AKP Faidir Chan kepada Sumut Pos, Sabtu (28/1).

Kata Faidir pelaku yang diketahui berinsial JS itu merupakantemankorban satu profesi sebagai sopir angkutan umum. JS kini masuk menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Foto-foto pelaku, lanjut Faidir disebar ke seluruh Polsek jajaran Polresta Medan hingga ke Polres-polres jajaran Polda Sumut. “Foto itu hanya kita sebar ke seluruh Polres dan Polsek, kita sudah berkoordinasi dengan masing-masing Polsek dan Polres di seluruh Polda Sumut, harapan kita setelah disebarkannya foto dan ciri-ciri pelaku, kasus ini segera terungkap,” harap mantan Kanit Jahtanras Polresta Medan ini.

Untuk kasus ini Polsek Percut Seituan menurunkan sepenuhnya anggotanya dari Unit ReskrimPolsekPercut Setuan. “Doakan saja biar pelakunya cepat dibekuk,” imbuhnya.

Disinggung saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini, Faidir mengaku sudah memeriksa tiga orang saksi. Saksi itu katanya merupakan orang yang melihat langsung kejadian perkelahian tersebut. “Kita telah periksa tiga orang saksi yang melihat langsung kejadian ini,” ujar Faidir.

Faidir juga menambahkan diduga perkelahian ini didasari dendam pelaku terhadap korban. “Dugaan ada motif dendam dalam peristiwa ini,” terangnya.

Kapolsek Percut Seitun, Kompol Maringan Simanjuntak mengatakan dengan disebarnya foto pelaku pembunuh Antoni agar masyarakat berparan aktif memberikan informasi kepada polisi jika melihat ciri-ciri pelaku yang terpampang di kantor polisi. “Jika ada menemukan orang yang seperti di foto segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat, atau menghubungi ke nomor HP saya 08126086669, saya juga berharap agar pelaku menyerahkan diri,” imbau perwira pangkat satu melati ini.

Terpisah, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DPP IPK, Henry Sianturi SH, Direktur LBH DPP IPK didampingi Irwansyah Gultom SH Sekertris LBH DPP IPK dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Medan Tembung, Sugiono mengatakan meminta kepada pihak kepolisian dari Polda Sumut, Polresta Medan, Polsek Percut Seituan untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Antoni Butar-butar yang tercatat sebagai Sekertaris PAC Medan Tembung. “Kita meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan kader kita ini.” pinta Henry.

Antoni dikebumikan, Sabtu (27/1) sore sekitar Pukul 16.30 WIB di Pemakaman Kristen Desa Wonosari Simpang Tanjung Morawa Deliserdang.

(gus)

Sriwijaya tak Terbang, Harga Tiket Melambung

Medan-Batam Rp1,1 Juta

MEDAN- Maskapai Penerbangan Sriwijaya Airlines menghentikan penerbangan untuk rute Medan-Batam, Sabtu (28/1). Penghentian yang dilakukan pihak Sriwijaya Airlines ini membuat maskapai Lion Airlines dan Batavia Air yang melayani rute yang sama itu sedikit mendapat keuntungan. “Sudah sejak Kamis (26/1) kemarin pihak Sriwijaya Air tak beroperasi.

Tentu saja kondisi ini menguntungkan maskapai lain seperti Lion Air dan Batavia Air,” kata Pilion Hutabarat, salah satu agen travel di Bandara Polonia Medan, Sabtu (28/1).

Menurutnya, karena kurangnya maskapai yang melayani rute ke Batam memang berdampak pada kenaikan tiket pesawat dari harga yang sebelumnya. “Biasanya harga tiket untuk rute Medan-Batam itu Rp600 ribu. Kali ini harga tiket Rp1,1 juta untuk Medan-Batam,” terangnya.

Distrik manager Maskapai Penerbangan Sriwijaya Airlines Medan, Andrian Androvalus mengaku, pemberhentian penerbangan Maskapai Penerbangan Sriwijaya Airlines untuk rute Medan-Batam sifatnya hanya sementara waktu saja dilakukan. Hanya saja Andrian tidak mengetahui pasti penyebab pemberhentian penerbangan Maskapai Sriwijaya Airlines itu.

“Berhentinya hanya sebentar saja, tanggal 2 Februari nanti sudah beroperasi kembali. Alasannya berhenti tak melayani rute Medan- Batam saya tidak tahu. Itu keputusan dari pusat,” katanya.

Salah seorang pegawai Lion Airlines yang enggan namanya disebutkan menuturkan, harga tiket mengalami kenaikan Rp500 ribu dari harga semula. “Tiket mengalami kenaikan dari harga semula dan itu sudah keputusan dari pimpinan,” pungkasnya.

Ester (29), seorang calon penumpang yang hendak berangkat ke Batam tak menyangka penerbangan Sriwijaya Airlines akan berhenti sementara. Ia terpaksa mengalihkan pesawatnya dari Sriwijaya Airlines ke Lion Airlines untuk tujuan Medan-Batam. Tapi wanita ini kaget begitu mengetahui harga tiket yang biasa Rp500 ribu menjadi Rp1,1 juta. Wanita ini pun tampak sangat menyesal atas kenaikan harga tiket itu.

“Saya berharap agar Sriwijaya Air kembali beroperasi tujuan Medan-Batam. Habis tiketnya mahal sih, walaupun tidak semahal saat liburan tapi ini begitu terasa,” pungkasnya. (jon)

Laskar Ampera ARH 66 Harus Berjuang Mempertahankan Hak Rakyat

Pelantikan DPW Laskar Ampera ARH 66 Sumut

Ketua DPP Laskar Ampera ARH 66 Capt Hendrick J Pasaribu secara resmi melantik pengurus DPW Laskar Ampera ARH 66 Sumut periode 2011-2015, di bawah kepemimpin HM Tahjuddin Nur SK selaku Ketua , Drs Bachtiar Effendi selaku Sekretaris dan Linda Girsang SH,SPn selaku Bendahara Sabtu (28/1) di Hotel Madani Medan.

SELAIN melantik DPW Laskar Ampera ARH 66 Sumut, Hendrick juga mengukuhkan delapan Pengurus Komisariat Komando Mahasiswa Sumatera utara untuk memperkuat basis Laskar Ampera ARH 66 Sumatera utara .

Ketua DPP Laskar Ampera ARH 66 Capt Hendrik J Pasaribua pidatonya meminta agar pengurus Laskar Ampera Sumut di bawah kepemimpinan HM Tahjuddin Nur SK mampu membesarkan organisasi dan tetap menegakkan nilai-nilai Pancasila serta tetap memperjuangan hakhak rakyat.

Sementara itu Ketua DPW Laskar Ampera ARH 66 Sumut HM Tahjuddin Nur SK dalam sambutannya menegaskan keberadaan Laskar Ampera di tengah- tengah masyarakat adalah untuk memperjuangkan persoalan yang menimpa masyarakat seperti persoalan tanah yang terjadi saat ini.

“Meski Laskar Ampera bukan lembaga pengambil keputusan, namun Laskar Ampera akan berjuang untuk mempertahankan hak-hak tanah yang saat ini tengah diincar oleh oknumoknum atau pihak-pihak yang menginginkan keuntungan bisnisnya semata,” ujar Tahjuddin.

Sebelumnya pada Jumat malam (27/1) dilakukan acara sarasehan Lintas Generasi yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Laskar Ampera ARH 66 Sumut DR Ir H Akbar Tandjung.

Dalama sarasehan tersebut Akbar Tandjung meminta agar generasi muda saat ini dan seluruh lapisan masyarakat untuk merealisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila serta memaknai apa yang menjadi tuntutan dalam Tritura sebagai hasil perjuangan dari Laskar Ampera ARH 66 .

Hadir dalam acara tersebut sejumlah sesepuh Angkatan 66 Nasional dan Sumut diantaranya Mayjen TNI Asril Tanjung, Muchyan Tambusai, Drs Ridwan Matondang, Hasiholan Silaen (Mewakili Gubsu), Bukit Tambunan (Kepala Kesbangpol dan Linmas Sumut) serta tokohtokoh Sumut lainnya.

Acara dilanjutkan dengan dialog nasional dalam tema menuntaskan persoalan tanah di Sumut. (ril)