Home Blog Page 13914

Romantic Dinner di Macan Yaohan

MEDAN-Hari Valentine pada 14 Februari merupakan hari yang spesial buat pasangan karena merupakan hari kasih sayang bersama, dan menyadari betapa beruntungnya saling memiliki dan merayakan kasih sayang mereka bersama. Banyak cara untuk menunjukkan cinta mereka dan terima kasih dengan saling memberikan hadiah.

Tahun ini Macan Yaohan ikut memeriahkan dan memanjakan pelanggannya dalam acara “Win Romantic Dinner for 2 on Valentine”  dengan hanya belanja senilai Rp150.000 di semua outlet Macan Group, dapat mengambil lucky kupon valentine.

Pengambilan kupon dan hadiah di 5 outlet Macan Yaohan yaitu Medan Mal, Pulo Brayan, Merak Jingga, Aksara dan Sukaramai. Romantic Dinner di Spoon Dining Hotel Grand Aston Medan juga mendapatkan voucher hotel “One night stay” di Swiss-belinn. Acara ini mulai 5 Februari hingga 14 Februari 2012.

Selain itu, sudah menjadi trend Macan Yaohanmenyediakan parcel Valentine.  Untuk konsumen yang  mencari  kado Valentine, parcel Valentine di sediakan berbagai jenis baik untuk lelaki maupun dipersembahkan kepada perempuan.(rel/ila)

Tempat Jualan Tutupi Kantor

087768552xxx
Selamat pagi Pak, saya tata usaha Pondok Pesantren TPI mau mengeluhkan bangunan tempat jualan di depan pos keamanan sehingga menutupi kantor kami. Sama siapa lagi kami mengadu? Sama Lurah, Camat, Sat Pol PP pun sudah kami surati tapi sudah hampir 1 tahun gak ada perubahannya. Alamat Jalan Pelajar Nomor 44 Medan. Mohon ditindaklanjuti, terima kasih.

Minta Waktu Satu Bulan
Informasi dari Camat Medan Kota, bahwa yang bersangkutan meminta waktu satu bulan dan berjanji akan membongkar sendiri bangunan yang dimaksud. Terima kasih.

Budi Hariono
Kabag Humas Pemko Medan

——

Segera Ditindak
Bangunan bermasalah tidak boleh dibiarkan berdiri sembarang di Kota Medan. Karena setiap bangunan yang akan berdiri di wilayah Kota Medan berdasarkan Perda No.9/2004 tentang retribusi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) harus diurus. Apabila masih ditemukan bangunan tidak ada izin, sebaiknya Dinas TRTB langsung menindaknya.

Mengenai bangunan yang disebutkan tak berizin kami akan pantau terlebih dahulu. Selanjutnya, bila benar tak ada izinnya kami minta Dinas TRTB memberikan tindakan.
Kemudian, Wali Kota Medan harusnya memberikan warning yang tegas kepada Kepala Dinas TRTB untuk memberikan penindakan terhadap bangunan tak berizin.

Ahmad Arif
Anggota Komisi D DPRD Medan

Korupsi dan Realitas Media

Oleh:Budi Hatees

Dia yang memakan nangka, orang lain ingin dibuat ikut bergetah. Kalimat itu dari pepatah lama yang diubah. Ini menjadi semacam diktum pada hari ini, dipakai masyarakat untuk merepresentasikan sosok Muhammad Nazaruddin.

Tersangka kasus dugaan korupsi dana pembangunan wisma atlet SEA Games itu, yang dikesankan berani dan seakan-akan ingin menjadi martir atas buruknya proses penegakan hukum di negeri ini, kini lebih tampak sebagai anggota kelompok yang tak bisa mendisiplinkan diri dan tak cakap merawat lidah.

Ia lebih mirip manusia zaman reformasi yang menderita euphoria untuk mengekspresikan diri, yang menganggap segala ucapannya sebagai manifestasi dari kemerdekaan berbicara karena dilindungi undang-undang dan Konvensi HAM PBB. Tapi lupa bahwa kekuasaan yang dilawannya memiliki cara yang berbeda pula dalam mengekspresikan diri.

Kekuasaan memiliki tangan tersembunyi di mana-mana, lebih mirip gurita dengan tentakel-tentakel yang tak terlihat, yang meraup dan mengkooptasi segala sesuatu tetapi seolah-olah tidak pernah ikut terlibat di dalamnya.

Kekuasaan semacam itu adalah kekuasaan dari orang-orang yang paham betul bahwa publisitas yang ditawarkan budaya media merupakan saluran besar untuk memasok informasi dan membuat Nazaruddin merasa di atas angin. Politisi Partai Demokrat itu merasa partai yang membesarkan namanya tak akan berkutik menghadapi dirinya. Ketika ia dalam pelarian, berkali-kali ia tunjukkan perlawanannya. Ia pun merasa tak akan ada yang berani melawannya. Perasaan seperti itu melenakan, kemudian membuatnya latah mendahului kekuasaan Tuhan.

Tapi, Nazaruddin tersentak manakala bekas anak buahnya, yang juga jadi tersangka dalam kasus yang sama, malah ikut mendeskriditkannya. Kuasa hukum Muhammad Nazaruddin, Rufinus Hutauruk mengatakan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group Yulianis direkayasa.

Berdasarkan kajian ilmiah tim pengacara, bukti rekayasa terlihat dari isi BAP yang menyudutkan Nazaruddin dengan menyebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sebagai pemilik Permai Group dan juga pemeriksaan Yulianis yang dilakukan penyidik KPK di luar kantor KPK.

Bagi publik media, rangkaian informasi berkelanjutan terkait proses persidangan kasus korupsi wisma atlet SEA Games ini, semakin menjauh dari ending. Tafsir publik yang seragam dan sempat meyakini bahwa Muhamamd Nazaruddin akan menjadi martir, ternyata semakin menjauh dari apa yang mereka harapkan.

Sinetron berita itu sudah seperti sinetron yang ditayangkan stasiun-stasiun televisi, yang mendadak menghadirkan karakter-karakter baru untuk mengalihkan perhatian public dari persoalan yang dibawa karakter utama. Pesan yang sampai kepada public pemirsa bertambah banyak, berputar-putar tanpa arah yang jelas, berusaha menusuk ujung jarum epidermis komunikasi, tetapi justru sampai pada pemirsa sebagai pesan yang sudah terdistorsi.

Budaya media massa kita yang mencitrakan Nazaruddin sebagai sosok berani dan melawan partai politik pemegang kekuasaan negara, kini dicitrakan sebagai sosok pesakitan yang sakit hati, yang merasa dikhianati, yang tak terima jika dikorbankan sendirian. Nazaruddin menjadi sosok pelaku kejahatan yang ingin diakui bahwa kejahatan yang dilakukannya hanya bisa terjadi dalam sebuah ruang yang penuh konspirasi. Di dalam ruang konspirasi itu, ada otak yang menjadi penggerak, sedangkan Nazaruddin adalah salah satu tangan yang digerakkan.

Menariknya, para pekerja media tak pernah merasa terpanggil untuk menjadikan informasi yang diberikan Nazaruddin sebagai informasi awal dalam melakukan investigasi konprehensif. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya di lingkungan sumber berita yang berpotensi mengubah segala sesuatunya sehingga Nazaruddin menjadi sosok “orang yang memakan nangka dan ingin orang lain ikut bergetah”.

Bagi publik pemirsa, Nazaruddin bukan lagi menjadi sosok yang perlu didukung karena keberaniannya, tetapi menjadi karakter yang sudah sangat umum dialami para pelaku tindak kejahatan.
Public sesungguhnya ingin agar Nazaruddin tidak hanya menjadi pengungkit batu, tetapi juga ikut memanen udang yang ada di bawah batu.

Kenyataannya, Nazaruddin hanya seorang pengungkit batu, sedangkan udang di bawah batu itu dinikmati orang lain yang memang bekerja keras untuk merontokkan citra  Partai Demokrat. Sosok Nazaruddin tak lebih dari pengkhianat institusi yang telah membesarkannya, seperti mengulangi riwayat Komisaris Jenderal Susno Duaji yang dinilai merusak citra institusi Polri.

Tidak heran ketika Partai Demokrat menggelar pertemuan, media langsung menafsirkan bakal ada pembicaraan tentang penggantian Ketua Umum Anas Urbaningrum. Namanya banyak dicatut Nazaruddin sebagai “orang di belakang layar” sehingga membuat citra Partai Demokrat menjadi jatuh di mata publik.

Nyatanya, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng usai pertemuan di kediaman pribadi Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Selasa (24/1) malam, mengatakan dewan pembina hanya menyampaikan pandangan kepada SBY tentang berbagai langkah ke depan yang harus diambil oleh Partai Demokrat.

Keinginan masyarakat agar Nazaruddin melawan atau agar Anas Urbaningrum dipecat adalah harapan yang berhasil dibangun oleh media. Media memainkan salah satu fungsinya sebagai perumus realitas (definer of reality). Tiap hari media massa menayangkan sosok Nazaruddin yang melawan, berani dan condong nekad. Pernyataan-pernyataannya kontroversial seputar keterlibatan elite Partai Demokrat dan KPK senantiasa disiarulangkan oleh media massa dalam semangat memainkan fungsi media framming untuk memproduksi dan mereproduksi fakta seputar diri Nazaruddin.

Media framming bisa dilihat dalam perspektif konstruksionis. Berbeda dengan perspektif positivistik yang melihat suatu peristiwa sebagai fakta yang diberitakan apa adanya, perspektif konstruksionis melihat peristiwa sebagai fakta yang bisa diolah dan dikonstruksikan sesuai kepentingan media yang memberitakannya. Dalam kasus Nazaruddin jelas bahwa media berkepentingan baik bisnis korporasi media maupun kepentingan politik individu pengelola media.

Media massa mengkonstruksi realitas diri Nazaruddin. Maka, fakta tentang Nazaruddin bukan lagi hasil rangkaian realitas, melainkan representasi hasil seleksi dan konstruksi yang menjadi bagian pembentuk realitas. Secara perlahan, perlawanan Nazaruddin menyebabkan citra Partai Demokrat dan KPK pun menurun. Tentu, bukan tanpa alasan media massa memilih startegi seperti ini dalam menyiarkan informasi.

Masyarakat kita yang sedang hidup dalam budaya televise (televisualized). Mereka memiliki ketergantungan untuk mengonsumsi simbol-simbol dan gaya hidup yang diperkenalkan televise. Kondisi ini terjadi karena televisi sebagai media berhasil melakukan konstruksi realitas sosial.

Televisi menggiring masyarakat untuk menjadi pemirsa isi sajian media, yang pada dasarnya ditentukan oleh para para pengelola yang menguasai media penyiaran tersebut.
Isi sajian televisi selalu berproses dan mengalami perubahan sejalan kepentingan para pelaku yang terlibat di dalamnya.

Ketika pengelola menyajikan sosok Nazaruddin yang berani, melawan, nekad dan siap menjadi martir, bukan mustahil bahwa sesungguhnya mereka mengendalikan public pemirsa agar mepraktikkan perilaku sosial tertentu. Karena berita televisi, kemudian lahir kelompok yang berdaya kritis tinggi terhadap pemegang kekuasaan pemerintah Negara.

Terbentuk opini public yang negatif terhadap pemerintah, muncul sentimen, dan akhirnya masyarakat bersolider dan bersatu membentuk strtuktur untuk mengkritisi buruknya kemampuan pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Media massa telah mempengaruhi publik untuk memosisikan Nazaruddin sebagai entitas yang layak diharapkan membongkar borok di negeri ini. Solidaritas publik bertambah kuat karena mereka hidup di era yang menurut pakar komunikasi sosiolog Spanyol, Manuel Castells, disebut “galaksi internet”.

Galaksi internet ditandai kuatnya kesalingterhubungan (interconnectedness) publik dalam waktu kilat, tanpa batas ruang dan waktu. Sosok Nazaruddin yang dikonstruksi media mengundang public untuk mengintersepsi apa saja, lalu bersimpati, dan kemudian menggalang kekuatan melalui jejaring sosial.

Pemirsa yang satu dengan pemirsa lainnya langsung berinteraksi untuk membicarakan perihal Nazaruddin. Dalam hal ini yang menjadi korban adalah masyarakat. Informasi public yang mereka dapatkan tak lebih dari produksi pengetahuan yang disiarkan pengelola media untuk merengut keuntungan sebesar-besarnya, yang kebenarannya bisa diragukan.(*)

Penulis adalah Praktisi Komunikasi
bekerja pada Matakata Institute

Rp25 Ribu untuk SPJ Gubsu

081264455xxx
Untuk mengantar berkas usulan dan pengambilan Surat Pengantar Jalan (SPJ) Gubsu masing-masing dikenakan biaya Rp25 ribu. Apakah SMS ini benar Bapak Gubernur atau Bapak Dinas Pendidikan? Kami guru-guru mendapat SMS yang bunyinya seperti di atas dari Kecamatan Medan Barat.

Berikan Informasi Lengkap
Kami sangat menyayangkan informasi yang disampaikan tidak lengkap. Seperti oknum yang meminta dan dari bagian apa sehingga bisa diberikan tindakan. Untuk SPJ merupakan tugas dari Biro Umum yaitu protokoler perjalanan. Terima kasih.

Dian Tito SH
Humas Pemprov Sumut

Mantan Polisi Bacok Selingkuhan Istri

KISARAN-  Mantan polisi Mapolres Asahan, Ronggo Warsito (43) menggerebek istrinya, RS (40) sedang berhubungan intim dengan pria selingkuhannya ZE (42) di rumah kontrakannya, Jumat (10/2), di Jalan DR Wahidin Gang Beruang, Kisaran. Akibatnya, Warsito emosi dan membacok  ZE.

Informasi yang dihimpun POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di lokasi kejadian menyebutkan, Warsito sudah lama mendengar kabar isterinya memiliki pria selingkuhan. Akhirnya, kabar itu terbukti di depan matanya sendiri, istrinya sedang bercinta dengan ZE, di rumah kontrakannya sekira pukul 00.30WIB. Ketika itu, dia melakukan penggrebekan bersama Kepala Lingkungannya, Marno.

Spontan, Warsito emosi dan menangkap ZE warga Jalan By Pas Tanjung Aur, Padang -Sumbar yang sedang menjalankan bisnis di Kisaran. Sedangkan RS yang merupakan seorang PNS di satu Puskesmas di Asahan langsung kabur meninggalkan rumah kontrakan tersebut.

Kaburnya, RS justru membuat emosi Waristo memuncak, seketika itu juga parang yang diselipkan di pinggangnya langsung membacok bahu kiri ZE hingga mengalami luka serius. Saat Waristo hendak membacok kedua kalinya, ZE langsung lari dan sembunyi di rumah warga.

Waristo yang sudah emosi terus melakukan pencarian, sembari berujar ingin memberi pelajaran terhadap lelaki yang menyelingkuhi isterinya. Bahkan emosinya terus memuncak hingga nekad merusak bagian kaca samping mobil ZE yang tidak jauh di parkir dari rumah kontrakan tersebut.

Mendengar keributan tersebut, Polres Asahan yang bertugas di Pos Kota Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sisingamangaraja Kisaran maupun dari Mapolres Asahan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kehadiran polisi itu justru mebuat Waristo takut dan menghindar, sedangkan polisi masih mencari keberadaan ZE. Ternyata, ZE bersembunyi di satu rumah warga yang tak jauh dari rumah kontrakan Waristo dan istrinya. Polisi akhirnya membawa ZE untuk diobati dan diminta keterangannya. Kini Petugas Polres Asahan sedang mendalami perkara tersebut.

Akibat perkaran pembacokan itu, ZE melapor ke Mapolres karena merasa dianiaya dan terancam nyawanya. Hanya saja, Waristo yang telah berhenti menjadi polisi sejak lima tahun lalu akibat berbagai kasus pidana hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Tapi, sumber POSMETRO MEDAN (Grup Sumut Pos) di Mapolres Asahan, Waristo akan melaporkan ZE dan RS yang telah serumah tanpa ikatan resmi dan terlebih RS masih berstatus isterinya.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Fahrijal SIK mengatakan, kasus perselingkuhan hingga ke pembacokan sedang didalami penyelidikannya, karena perlu mengecek ulang untuk mengetahui perkembangannya.
Di tempat tugasnya, ternyata RS  tidak ditemukan pada Jumat (10/2). RS tidak terlihat datang ke tempatnya kerjanya.

Informasi dari sejumlah warga di sekitar rumah kontrakan Waristo menyebutkan, ZE dan RS sering berduaan di rumah kontrakan semi permanen tersebut, bahkan hubungan keduanya layaknya suami-isteri  punya ikatan resmi. (van/smg)

Sediakan Bak Sampah di Komplek Abdul Hamid

08126573xxx
Kepada Yth Kadis Kebersihan Deli Serdang tolong disediakan bak sampah di Komplek Abdul Hamid Nasution Jalan Binjai Km 10 karena sampah-sampah berserakan di sepanjang jalan komplek. Terima kasih Sumut Pos, sukses slalu.

Dikoordinasikan ke Kecamatan
Terima kasih atas informasinya. Untuk perlengkapan kebersihan dapat berkordinasi dengan pihak kecamatan untuk nantinya berkoordinasi dengan pengelola kompleks dalam menyediakan bak sampah yang dimaksud.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Langkah Maju Pilih Pemimpin Kampus

Hari Ini Senat Pilih Tiga Wakil Rektor UMN Al-Washliyah

Enam dari sembilan calon Wakil Rektor UMN Al-Washliyah akan dipilih senat dalam suatu pemilihan yang berlangsung di Kampus UMN Al-Washliyah Jalan Garu II B Medan, Sabtu (11/2) hari ini.

Para calon Wakil Rektor I terdiri Prof Dr Ahmad Laut Hasibuan MPd dan Dr H Pandapotan Nasution, calon Wakil Rektor II terdiri Drs H Zuberuddin Siregar MM dan Anwar Saddat Harahap SAg MHum, serta calon Wakil Rektor III Drs H Milhan Yusuf MA dan Drs Darajat Rangkuti MPd.

Sebelum maju ke tahap pemilihan yang dilakukan senat universitas, para calon ini telah diuji dalam fit & proper test di Gedung PW Al-Washliyah Sumut Jalan SM Raja Medan, Kamis (7/2). Tiga calon Wakil Rektor UMN Al-Washiyah yang ikut bersaing yakni Drs Ulian Barus MPd, Sufatmi Suryanti SS MHum dan Drs Syamsul Bahri MSi.

Dari hasil pemilihan senat universitas akan dipilih tiga wakil rektor periode empat tahun kedepan menggantikan Wakil Rektor I Drs H Ridwanto MSi, Wakil Rektor II Drs H Firmansyah MSi, dan Wakil Rektor III yang kini menjadi Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA. Wakil Rektor terpilih akan dilantik pada 16 Februari 2012.

Sebagai penguji, empat Guru Besar yakni Prof Dr A Rafiqi Tantawi MS, Prof Dr HM Hasballah Thaib MA, Prof Dr Basyaruddin, Prof Dr Khairil Ansyari MPd dan Ketua PW Al-Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn. Untuk menguji berbagai aspek calon pemimpin kampus yang akan mendampingi Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA.

Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah Drs H Ismail Effendi MSi berharap tiga wakil rektor dapat membantu tugas Rektor UMN Al-Washliyah dalam meningkatkan kua-litas pendidikan di UMN Al-Washliyah di masa mendatang.

Menurut Ismail, pengembangan pendidikan tinggi Al-Washliyah termasuk UMN dilakukan bekerjasama dengan Majelis Pendidikan PB Al-Washliyah sedang pendidikan menengah ke bawah dikembangkan bersama Majelis Pendidikan PW Al-Washliyah Sumut. ‘’Kita akan terus menata lembaga pendidikan di Al-Washliyah yang lebi maju,’’ katanya.

Ia berharap wakil rektor UMN Al-Washliyah dapat bekerja sama dengan Rektor UMN Al-Washliyah yang akan bertindak sebagai komandan memimpin pengembangan kampus dan pengelolaan manajemen pendidikan tinggi.

Penguji fit & proper test calon Wakil Rektor UMN Al-Washliyah yang Pembantu Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Khairil Ansyari MPd memberi apresiasi pelaksanaan uji terhadap calon wakil rektor. ‘’Ini merupakan langkah maju dalam memilih pemimpin kampus. Sebelumnya kampus ini dalam memilih rektor juga melaksanakan debat antar calon rektor,’’ katanya.

Khairil mengatakan, mekanisme pemilihan pemimpin kampus semacam ini dapat menjadi model bagi perguruan tinggi. Ia mengatakan, saat dipilih menjadi Pembantu Rektor I Unimed, dirinya melalui proses penunjukan rektor tanpa melalui proses fit & proper test. ‘’Ini suatu hal yang baik,’’ ungkapnya. (*)

Gang Rambutan Sunggal Mohon Diperhatikan

081260360xxx
Kepada Bapak Wali Kota Medan, Bapak Ilhamsyah Fraksi Golkar, Dinas Perkim, memohon agar Gang Rambutan Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang Medan Sunggal dapat dilakukan pembuatan parit dan pengaspalan. Kami lihat gang lain dari mulai Amplas hingga Belawan mendapatkan itu. Kepada Sumut Pos kami mengucapkan terima kasih atas peran pentingnya untuk kemajuan Kota Medan.

Usulkan ke Kecamatan
Kalau jalan yang dimaksud belum ada parit atau pengaspalan segera lapor ke camat setempat. Untuk memudahkan pihak kecamatan agar dibuat sketsanya, berapa meter parit yang belum dibangun atau diaspal. Terima kasih.

Budi Hariono
Kabag Humas Pemko Medan

14 Daerah Terima Peralatan Penanganan Bencana

MEDAN-  Plt Gubsu Gatot Pujonugroho menerima peralatan untuk penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Peralatan itu dibagikan ke 14 kabupaten/kota di Sumut.

Peralatan untuk penanggulangan bencana tersebut diserahkan langsung Deputi Logistik BNPB, Dewina Nasution SH MSi dan diterima langsung Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho di Lantai II, Aula Martabe, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (10/2).

Dalam penyerahan itu, peralatan yang terdiri dari mobil ambulance, mobil SAR (Search and Rescue), mobil dapur umum, mobil penyulingan air bersih, mobil serba guna, dan sejumlah sepeda motor untuk keperluan lapangan di lokasi bencana.

Sejumlah peralatan itu, ada sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumut, yang mendapat bantuan mobiler penanggulangan bencana. Ke 14 kabupaten tersebut yakni,   Serdangbedagai (Sergai), Mandailing Natal (Madina), Nias Selatan (Nisel), Tebingtinggi, Pematang Siantar, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Selatan (Tapsel), Batubara, Asahan, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), Samosir, Pakpak Bharat, dan Simalungun.

Pada saat penyerahan itu, Dewina Nasution SH MSi menyatakan, daerah yang menerima bantuan peralatan tersebut diharapkan lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana.

“Kami berharap, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban daerah dalam menghadapi dan mengantisipasi dampak bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, daerah penerima mobiler dari BNPB diminta agar lebih meningkatkan komitmen penanggulangan bencana. Pasalnya, bencana bisa terjadi secara tiba-tiba berdasarkan kehendak dari sang pencipta. Apalagi wilayah Indonesia, berada di jalur Ring Of Fire (cincin api, Red), sehingga  perlu direspon dalam rangka antisipasi bencana.

Dia menyatakan, dalam rangka tanggap bencana untuk melakukan langkah tanggap darurat yang sistematik dan terencana serta dikorelasikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kuncinya dengan berkomitmen terhadap tiga hal dalam penanggulangan bencana.

Gatot menyebutkan, pagu anggaran untuk penanggulangan bencana APBD Sumut tahun 2012, telah naik sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2011. Kabupaten/kota di Sumut yang belum membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebaiknya segera membentuk. (ari)

3 Bocah Cabuli Balita

Polisi Arahkan Penyelesaian Keluarga

LANGKAT- Polres Langkat ekstra hati-hati untuk menangani kasus pencabulan tiga bocah terhadap seorang balita, SAA (4) warga Desa Simpang Pulo Rambung, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Dalam perkara pencabulan tersebut, polisi melihat pelaku pencabulan belum berusia 12 tahun dan korbannya masih sangat balita. Berdasarkan telaah tersebut, polisi sudaha menyarankan kepada kedua belah pihak untuk menempuh jalur kekeluargaan.

“Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 Februari 2011, membatasi minimal usia anak yang bisa dipidana seminimalnya berusia 12 tahun. Putusan MK itu mengacu UU No3/1997 tentang Peradilan Anak tidak dapat mengadili bocah tersebut,” kata Kanit PPA Polres Langkat, Ipda Eva Sinuhaji di Mapolres Langkat, Jumat (10/1).

Dia menuturkan, hasil pemeriksaan terhadap ketiga bocah yakni G (9), Y (7) dan D (5) didampingi orang tua masing-masing. G pelajar kelas 2 SD mengaku ada menindih SAA, selanjutnya diikuti Y dan D. Peristiwa itu berlangsung, usai bermain kelereng di halaman kediaman warga, Rabu (8/2) siang.

Lebih lanjut, Eva mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan perbuatan para saksi, terbukti hanya berdasarkan bukti visum dari Bidan Desa hasilnya didapati luka pada alat kelamin SAA.

Terkait perbuatan ketiga bocah tersebut, Eva mengaku, perbuatan cabul yang diketahui G atas suruhan temannya yang lain, diduga pernah menyaksikan adegan dewasa. (mag-4)