24 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 13914

Target Juara

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Disporasu akan menurunkan tiga tim dalam turnamen DPD IPK Kota Medan Kakanda Barisun Cup-I 2012, 12 Februari mendatang di Lapangan PTPN II Desa Saentis, Percut Sei Tuan Deli Serdang.

“Kami sedang latihan untuk turnamen mendatang dan rencananya tim yang akan kami turunkan adalah Kelompok Umur (KU) 11 dan KU 13, masing-masing satu tim tiap KU,” tutur Rubes, Kepala Pelatih kepada wartawan di lapangan usai latihan Jalan Pancing, Medan.
Rubes menambahkan, target yang akan dicapai untuk turnamen tersebut adalah sebagai juara satu.
Hal tersebut untuk memperbaiki peringkat yang pernah dicapai SSB yang berdiri sejak Maret 2000 ini. Kemudian target selanjutnya meraih top scorer dalam pertandingan itu.

Sudah banyak pemain jebolan SSB Disporasu yang ikut ambil bagian di klub-klub besar tanah air. Diantaranya Ronald di PSDS, Edi Suhendra di PSMS dan masih banyak lagi pemain yang lain yang bergabung di klub luar pulau Sumatera.
Di tempat yang sama Sakiruddin, Ketua Umum SSB Disporasu mengaku akan tetap menerapkan latihan melalui pelatih dengan semaksimal mungkin untuk mengasah kemampuan setiap siswanya.(mag-10)

Wahyu Lulus Seleksi ke Jepang

MEDAN- Wahyu Darma adalah pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Disporasu yang berhasil lolos di tahap pertama seleksi pemain yang bakal dikirim ke Jepang oleh PSSI.

“Saya senang dapat lolos dalam seleksi tahap pertama ini walaupun harus menjalani seleksi tahap kedua Februari mendatang,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/1).
Rubes pelatihnya mengatakan, anak asuhnya itu juga akan mengikuti seleksi tahap terakhir oleh PSSI pusat.

“Wahyu adalah satu-satunya dari 10 orang yang mengikuti seleksi beberapa Minggu lalu dan rencananya kalau lolos akan diberangkatkan ke Jepang untuk mendapatkan pendidikan sepak bola,” jelasnya.
Wahyu yang lahir di Medan 2 Mei 2001 ini, mengatakan sejak umur tujuh tahun dia sudah tercatat sebagai siswa SSB yang sudah berdiri Maret tahun 2000 lalu.

Anak yang kerap bertengger sebagai penyerang ini  menyukai sepak bola berawal dari melihat anak-anak lain yang bermain sepak bola di lapangan depan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut. (mag-10)

Pembangunan Pasar Induk Marelan Telan Biaya Rp15 Miliar

MEDAN-Tahun 2012 Pemko Medan berencana membangun pasar tradisional induk di Kecamatan Medan Marelan dengan anggaran Rp15 miliar. Saat ini dalam proses persiapan dan menunggu proses detail engineering design (DED).
“Untuk perkembangan pasar induk di Kecamatan Medan Marelan, sedang dalam proses persiapan,” kata Sekda Kota Me dan, Syaiful Bahri, Rabu (25/1).

Tapi, Camat Medan Marelan, Pulungan Harahap mengaku masih belum mengetahui pasti lokasi lahan pembangunan pasar induk Marelan. Pulungan menilai bisa saja lokasi itu berada di lahan pasar tradisional Marelan Pasar V Jalan Marelan Raya depan RS Wulan Windi dengan penambahan luas lahan ke belakang.

“Saya belum tahu pasti dan memang belum dapat informasinya. Saya rasa ini masih diproses untuk ditetapkan dalam SK Wali Kota. Tapi kemungkinan besar di lahan pasar tradisonal Marelan Pasar V yang lama,” jelasnya.
Kepala Bappeda Kota Medan, Zulkarnain menjelaskan, jika lokasi pembangunan pasar induk Medan Marelan berada di pasar tradisional yang lama.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Medan, Iriadi Irawadi menjelaskan kalau lahan sudah disiapkan di lokasi pasar tradisional yang lama. Dengan begitu, Pemko Medan masih menunggu proses DED.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Zulkarnain menjelaskan, pembangunan pasar induk diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL) sayur mayur yang sering berdagang di Jalan Kapten Rahmad Buddin, tepatnya di depan Lapangan Rengas Pulau Marelan.

Selama ini, keberadaan pedagang sayur mengganggu arus lalulintas di jalan lintas masuk dari Simpang Pasar 5 Marelan. Ditegaskannya, jika pedagang sayur dan pasar tradisional sudah direlokasi ke lokasi lahan yang baru. Maka diharapkan kemacetan di persimpangan Pasar 5 Jalan Marelan Raya Medan Marelan dapat diatasi. (adl)

TC Timnas PPD Dua Tahap

JAKARTA- Pelatih timnas Aji Santoso akhirnya menyebutkan sepuluh nama pemain yang sebelumnya terdaftar di skuad Timnas Pra-Piala Dunia 2014 jelang menghadapi Bahrain (29/2). Mereka tak perlu mengikuti pemusatan latihan (TC) tahap pertama dan langsung bergabung dalam TC tahap kedua di Batu, Jatim pada 19 Februari mendatang.

Meski tak mengikuti TC pertama, kesepuluh pemain tersbut tetap akan dipantau performanya oleh Aji saat turun membela klubnya masing-masing. Nantinya, penilaian itu yang menjadi dasar Aji untuk menentukan pemain pilihannya.
“Kami tetap melakukan penilaian tersendiri untuk mereka. Jadi, dengan begini akan fair. Meski mereka pernah masuk di tim senior, belum jaminan mereka akan mudah bersaing,” katanya, kemarin (26/1).

Kesepuluh pemain  tersbut antara lain Irfan Bachdim, Wahyu Wiji Astanto, Syamsul Arif, Irfan Raditya, Dendi Santoso, Abdulrahman, Ferdinand Sinaga, Kurnia Meiga, Hendro Siswanto, dan Gunawan Dwi Cahyo.
Aji menjelaskan, dirinya akan melakukan pemusatan latihan tahap pertama pada 29 Januari-3 Februari mendatang di Cibubur sekaligsu berfungsi sebagai seleksi.

Nantinya, mereka akan dikerucutkan hingga hanya tersisa delapan pemain. Tapi, pelatih asal Malang itu menegaskan tak akan mengumumkan nama pemain yang terpilih hingga menjelang TC kedua, 19 Februari.
“Saya menerapkan seleksi lewat melihat skill mereka saat TC di cibubur dan saat mereka tampil di kompetisi. Jadi penilaian saya lengkap. Nantinya saya hanya akan membawa 18 pemain,” terangnya. (aam/ali/jpnn)

Deltras Krisis Pemain Utama

SIDOARJO – Karakter bermain kasar dan keras yang sering dipraktekan oleh penggawa Deltras Sidoarjo harus segera ditinggalkan. Karena budaya negatif tersebut membuat The Lobster julukan Deltras tidak bisa konsisten menurunkan kekuatannya penuhnya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Selama sembilan kali berlaga di ISL, Jorg Peter Steinebrunner pelatih Deltras gagal menurunkan kekuatan penuhnya. Selain masalah cedera yang menerpa sejumlah pemain pilar seperti Budi Sudarsono dan Sean Daniel Rooney, yang lebih parah adalah masalah akumulasi kartu kuning yang kerap dialami oleh pemain Deltras.

Akibatnya pun buruk bagi prestasi tim. Dua kali kehilangan poin dalam laga kandang saat menjamu Persib Bandung (0-0) dan Arema Malang (3-3) membuat peringkat tim pujaan Deltamania ini melorot ke peringkat 12 dengan total 11 poin.(dik/jpnn)

PSSI Yakin hanya Dapat Rp40 Miliar

JAKARTA- Jumlah anggaran yang dubutuhkan PSSI pada 2012 ini mencapai angka sekitar Rp360 miliar. Dari jumlah yang dibutuhkan tersebut, kabarnya PSSI bakal mendapatkan Rp40 miliar dari Pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

“Kami yang sudah kami ajukan ke Kemenpora, jumlah yang akan diterima oleh Timnas ada sekitar Rp40 miliar untuk tahun ini,” kata koordinator timnas PSSI Bob Hippy saat dihubungi oleh para wartawan, kemarin (27/1)
Saat ditanya masalah pencairan anggaran tersebut, Bob belum bisa memberikan kepastian. Menurutnya, anggaran itu nantinya akan turun secara bertahap sesuai dengan pengajuan yang dilakukan oleh PSSI.

“Mei mungkin sudah ada dananya. Tapi, pencairannya berdasrkan program yang diajukan. Jadi tidak langsung semuanya,” tambahnya.
Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan pembinaan timnas yang mulai secara serius diprogramkan oleh PSSI pada tahun ini. Nantinya, anggaran itu akan dilakokasikan keapda tim U-16, U-17, U-20, U-21, U-23 dan timnas senior.

Saat dikonfirmasi ke Kemenpora, Pernyataan PSSI yang mengaku mendapatkan anggaran sebesar itu ternyata tidak dibenarkan.
Menurut Pelaksana harian (Plh) Sesmenpora Djoko Pekik Irianto, pihaknya  tak meminta anggaran yang berfokus kepada satu cabang saja.

Selain itu, dia juga masih belum mengetahui berapa jumlah yang akan diterima oleh PSSI karena pihaknya tak mencantumkan secara langsung alokasi anggaran untuk cabor. Sebab, pengajuan Kemenpora adalah berupa anggaran untuk meningkatkan prestasi Olahraga dan diberikan kepada seluruh cabor tanpa menyebutkan alokasi yang jelas per cabor.

“Kalau Rp 40 milair saya belum tahu. Alokasinya tidak untuk satu cabor saja soalnya. Tapi, mereka bisa mengajukan per tahap. Maksudnya, jika mereka meminta akan kami bantu, tapi jumlahnya tidak bisa dipastikan,” tandasnya.

Djoko tidak menampik jika memang PSSI sempat mengajukan anggaran untuk kegiatannya. Dari yang diajukan, lanjut Djoko, pihaknya memang kerap memabantu tapi sesuai dengan keuangan Kemenpora yang harus dibagi juga untuk olahraga lain.(aam/jpnn)

Ciptakan Terobosan Baru

Pembantu Direktur dan Ketua Jurusan Polmed Dilantik

Roda kepemimpin di Politeknik Negeri Medan (Polmed) terus berputar. Ada yang naik jabatan, ada yang tetap dan bahkan ada yang bergeser posisi.

Ini semua untuk menyusun perangkat lembaga, agar bisa bekerja secara maksimal dalam mewujudkan visi Polmed yakni menghasilkan produk (mahasiswa) yang bisa diserap oleh pasar kerja.
Pesan inilah yang disampaikan, Direktur Polmed, M Syahruddin ST, MT  ketika melantik, dua posisi ketua jurusan hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kampus Polmed, Medan, Rabu (25/1).

Dalam kesempatan itu, Syahruddin juga menggugah seluruh personelnya, mulai tingkat dosen, kepala bengkel, ketua program studi, ketua jurusan, dan unsur pimpinan lainnya agar mencermati kemajuan yang sudah dicapai oleh SMK di Solo, Jawa Tengah.
“Kita malu dengan berita pembuatan mobil Esemka yang akhir-akhir ini selalu ditayangkan di televisi. Kenapa mereka bisa? Malah seharusnya kita (Polmed) yang seharusnya lebih maju dari mereka,” ungkap Syahruddin.

Terobsesi dari kenyataan inilah, Syahruddin berkeinginan di kepemimpinannya kelak (2011-2015) harus bisa melebihi prestasi apa yang sudah dicapai SMK di Solo. Ada beberapa terobosan yang saat ini sedang dirancang oleh jajaran direktur Polmed, yang kebetulan masa baktinya hampir bersamaan.

Satu diantaranya sambung Syahruddin adalah merancang pembuatan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini. Hal ini seiring dengan potensi Sumut yang mayoritas ditanami tanaman kelapa sawit.
“Kita berharap terobosan ini bisa terwujud. Atau bisa juga terobosan-terobosan lain semisal menciptakan komponen mesin kendaraan, alat-alat elektronika dan lain sebagainya,” katanya bersemangat.

Selain itu Syahruddin juga menambahkan, saat ini Polmed juga masuk dalam penilaian sertifikat ISO 9001:2008/IWA-2: 2007. Sertifikat ini kata dia, berbeda dengan sertifikat yang telah diperoleh Polmed sebelumnya.
“Kalau IWA-2 ini, sertifikat khusus untuk perguruan tinggi. Artinya bukan hanya mengatur masalah manajemen perguruan tinggi saja, tetapi lebih kepada kwalitas lulusan,” ungkapnya.

Ke depan, dengan sertifikat ini, semua lulusan Polmed harus bisa diterima oleh pasar kerja. Bahkan selain pembenahan internal kampus, dalam IWA-2 ini juga dituntut untuk pengelolaan alumni.

“Jadi alumni di sini sangat berperan dalam menentukan kemajuan Polmed ke depan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, dua ketua jurusan yang dilantik adalah, Ir Gidion Sembiring MT sebagai Kajur Teknik Mesin, Firman Sibarani SE, MS sebagai Kajur Akuntansi, sekretaris jurusan dan pegawai honorer yang diangkat menjadi PNS.

Sebelumnya, Direktur Polmed Syahruddin juga melantik, Ir Abdul Basir MT sebagai Pembantu Direktur I, Abdul Rahman SE, MSi sebagai Pembantu Direktur II, Delisma Siregar ST MT sebagai Pembantu Direktur III, dan Cipta Dharma SE MSi sebagai Pembantu Direktur IV. Usai pelantikan dilanjutkan dengan temu pisah. (dra)

Zakat Produktif Angkat Kesejahteraan Mustahik

Lembaga Amil Zakat (LAZ) PT Bank Sumut Salurkan Bantuan untuk Posyandu Lansia

Lembaga Amil Zakat (LAZ) PT Bank Sumut kembali menyalurkan bantuan untuk kaum lanjut usia (lansia). Kali ini penyaluran dalam bentuk bantuan material untuk kebutuhan Posyandu Lansia di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

Untuk memberikan solusi bagi para lansia yang selama ini antre menunggu pengobatan di Posyandu Lansia Tumpatan Nibung karena keterbatasan fasilitas kasur medis dan kursi tunggu, LAZ Bank Sumut , menyalurkan bantuan 1 unit kasur medi dan 50 unit kursi tunggu, Jumat (20/1) lalu.

Sebelumnya, di tempat yang sama juga telah disalurkan bantuan zakat produktif kepada 22 orang kaum perempuan duafa, dimana zakat berupa dana modal usaha bergulir yang disalurkan sejak enam bulan lalu tersebut, kini telah bergulir kepada 88 orang.

“Masih banyak kaum Mustahik di daearah ini yang belum mendapat kesempatan menerima zakat produktif. Kalau mengandalkan sistem bergulir, tentunya memerlukan waktu yang panjang, sehingga perlu percepatan dengan melakukan suntikan dana baru penyaluran zakat produktif. Untuk itu, Bank Sumut berkomitmen segera menyalurkannya kembali ke desa ini,” kata Dirut Bank Sumut Gus Irawan yang disambut aplaus meriah dari seluruh kaum lansia dan tokoh masyarakat yang hadir.

Gus Irawan yang diampingi Pls Pemimpin Divisi Syariah Kaswinata serta pejabat LAZ Bank Sumut Asmui dan Andika melaporkan, per 30 Desember 2011 secara total LAZ Bank Sumut telah menerima dana zakat yang dipotong 2,5 persen dari gaji karyawan Bank Sumut sebesar Rp9,2 miliar.
Sedangkan yang telah disalurkan sebesar Rp6,7 miliar, dengan perincian Rp4 miliar disalurkan berupa zakat konsumtif dan Rp2,7 miliar berupa zakat produktif.

Khusus zakat produktif, jumlah penerima akat telah mencapai 5.673 orang, yang tersebar di berbagai daerah seperti Medan, Deliserdang dan Langkat, baik yang disalurkan langsung oleh LAZ Bank Sumut maupun bersama mitra LAZ seperti Rumah Zakat, Yayasan Murni Gus Irawan Foundation, BMT Amanah Ray, BMT Qania, BMT Anugerah Langkat, BMT Mitra Berkah Stabat, Yayasan Rosdanelly, KSU BMT MES, PKBM Cendana, Kordinator Muallaf Sumatera Utara (KMSU) dan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kopsyakii, dan lainnya.

Sedangkat zakat produktif berupa bantuan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bantuan sosial untuk panti asuhan, masjid, ambulan, panti jompo, madrasah dan lain-lain.

Khusus zakat produktif, kata Gus Irawan, bertujuan untuk mengangkat kesejahteraan kaum mustahiq. “Dengan zakat produktif, kaum mustahiq mendapat bantuan dana bergulir untuk membuka atau mengembangkan usaha mikro, dengan harapan pendapatan keluarga mustahiq (yang berhak menerima zakat) sehingga meningkat kesejahteraannya dan kemudian dapat menjadi muzakki (orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat),” ujarnya.

Gus Irawan yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumut sangat mendambakan bisa berkembangnya zakat produktif untuk mengentaskan kemiskinan. Mengutip data dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz), Gus Irawan mengatakan, potensi zakat di Indonesia sekitar Rp217 triliun, namun yang baru bisa terhimpun sekitar Rp1,5 triliun.

Gus Irawan mengatakan, Bank Sumut yang memiliki pegawai sekitar 2000-an, bisa menghimpun zakat miliaran rupiah. “Kalau perusahaan-perusahaan besar seperti perkebunan yang memeliki puluhan ribu karyawan melakukan hal yang sama, insya Allah kita tidak akan lagi melihat banyak pengemis yang meminta-minta di jalanan,” tandasnya. (*)

Tertibkan Bus di Jalan Bromo

085361400xxx
Kepada Yth Kepala Perhubungan Kota Medan, tolong tertibkan bus antar provinsi jurusan Padang yang masuk Jalan Bromo dari jam 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Jalan jadi macat dan rusak. Saya meminta agar stop saja izin trayeknya, kalau tidak tutup saja terminal Amplas.

Kami Teruskan
Terima kasih informasinya, kami akan teruskan laporan ini ke Dinas Perhubungan Kota Medan. Kami beritahukan, sesuai dengan SK Wali Kota Medan ada diatur tentang bus antar kota antar provinsi dilarang masuk ke Kota Medan sesuai dengan pengaturan batasannya. Bila diketahui ada masuk ke wilayah Jalan Bromo, tentunya sangat tidak dibenarkan karena bus hanya boleh masuk melalui lingkar luar Kota Medan yakni Jalan AH Nasution hingga Ring Road, kemudian di wilayah Jalan Panglima Denai hingga ke luar wilayah Kota Medan yakni ke arah Tembung. Kami juga akan koordinasikan ke instansi terkait untuk mengaktifkan petugasnya di wilayah-wilayah tersebut.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Tertibkan Segera
Transportasi di Kota Medan harus diatur dengan sebaik-baiknya, ancamannya angkutan transportasi ini bisa menyebabkan munculnya kemacetan baru. Seperti di beberapa titik di Jalan Sisingamangaraja Kota Medan, sangat banyak pool bus yang didirikan, sedangkan penumpang tak lagi naik melalui terminal melainkan naik di pool bus tersebut. Seperti pengaduan warga tadi. Harusnya, Dinas Perhubungan Kota Medan bersama Dinas Perhubungan Provinsi mengatur dan menertibkan keadaan ini, sehingga para penumpang tetap naik melalui terminal. Jika semuanya tertib, tentunya arus lalu lintas juga akan menjadi lebih baik.

Budiman Panjaitan
Anggota Komisi D DPRD Medan

Jadikan Anggota Karang Taruna Lebih Mandiri

TEBING TINGGI- Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tebing Tinggi, Kaharuddin Nasution (25), dianggap calon kuat sebagai Ketua Karang Taruna priode 2012-2017.

Pria kelahiran 13 Juli 1987 dan tinggal di Jalan Persatuan, Kelurahan Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi ini, punya segudang pengalaman organisasi seperti pernah menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasar Gambir tahun 2006-2007. Menjabat sebagai Bendahara Karang Taruna Kecamatan Tebing Tinggi Kota, periode 2009-2010 dan Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Tebing Tinggi 2010 hingga sekarang, serta Ketua Tagana Kota Tebing Tinggi 2011 sampai saat ini.

“Sosok muda yang paling dibutuhkan untuk menjadi ketua karang taruna periode mendatang, karena sosok mudalah yang saat ini harus diberi kepercayaan bisa memimpin sebuah organisasi seperti karang taruna,” jelas Kaharuddin yang akrab disapa Gaban, kepada Sumut Pos, Jumat (27/1) siang.(mag-3)