27 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 13919

Komplotan Curanmor Antar Kabupaten Ditangkap

KARO- Perseonel Polsek Tiga Panah menangkap tujuh tersangka komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) antar kabupaten, Rabu (25/1) dan Kamis (26/1). Para tersangka terdiri dari enam pria dan satu wanita ini diamankan dari lokasi terpisah.

Kapolres Tanah Karo AKBP Ig Agung Prasetyoko didampingi Kapolsek Tiga Panah AKP L Ambarita mengungkapkan, terbongkarnya sindikat kejahatan spesialis pencurian sepeda motor ini berawal dari laporan masyarakat atas hilangnya kenderaan mereka beberapa waktu lalu. Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian mengetahui identitas pelaku.

Namun tersangka Edi Saputra Barus (20), alias bupati, yang sebelumnya terlibat sejumlah kejahatan, sulit ditemukan dikarenakan kerap berpindah-pindah alamat.  Sekitar sepekan lalu, setelah disebar informasi daftar pencarian orang (DPO) oleh Polsek Tiga Panah ke sejumlah polsek di Sumatera Utara, akhirnya berhasil ditangkap di kafe di kawasan Delitua, Deli Serdang oleh personel Polsek Delitua karena terlibat penganiayaan terhadap kekasihnya.

Penangkapan tersangka Edi Saputra Barus ini dikoordinasikan ke Polsek Tiga Panah. Setelah menjalani pemeriksaan kasus penganiayaan terhadap pacarnya, pria bertubuh kurus dan memiliki tato di badan ini kembali ditangkap Sat Reskrim Polsek Tiga Panah di pintu keluar Mapolsek Delitua, selanjutnya dibawa ke Tanah Karo.

Dari pemeriksaan, Edi Saputra Barus bersama komplotannya kerap melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di Tanah Karo, Dairi dan  Siantar. Dari pengembangan kasus ini, polsi berhasil menangkap tiga rekan tersangka yang pernah bekerja sama dalam menjalankan aksinya yakni Jandekin Peranginangin (20), Budi (19) dan JDT (16).

Sedangkan tiga orang lainnya yang ditetapkan sebagai penadah adalah, Indra Sembiring (32) warga Sunggal, Boy Sitepu (19) dan Danta Br Peranginangin warga Kecamatan Tiga Panah. Sementara tiga tersangka lainnya yang ikut terlibat masih dalam pengejaran.
Edi Saputra Barus mengungkapkan, mereka telah melakukan 30 kali pencurian di tiga kabupaten/kota.

Lebih lanjut, pria yang diduga sebagai otak pelaku kasus ini menjelaskan, uang hasil penjualan sepeda motor dihabiskan untuk foya-foya.
Sementara itu, lima dari 30 kenderaan yang dicuri telah diamankan di Mapolsek Tiga Panah. Barang bukti yang disita, satu unit honda Tiger BK 2888 IR dan empat unit sepeda motor jenis bebek. Dua unit telah dipreteli dan dua lainnya dalam kondisi utuh.(wan)

Plt Kadis Pertambangan dan Energi Jadi Tersangka

Dugaan Pungli Retribusi di Karo

KARO- Setelah diperiksa secara maraton sejak Rabu (25/1) siang, Plt Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Karo Robert Peranginangin SPd Msi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus retribusi batu dolomit, Kamis (26/1).

Mantan Kabid Humas Pemkab Karo ini dipersalahkan atas perintahnya terhadap honorer harian lepas, Tuah Pandia, warga Desa Payung, Kecamatan  Payung, untuk meyetop setiap kenderaan mutan dolomit, yang tidak membayar retribusi untuk PAD Karo yang melampaui Perda, tahun lalu. Robert dikenakan Pasal 369, 335 dan 55 KUHPidana.

Hingga, kemarin petang, Robert masih menjalani pemeriksaan dan belum ditahan di sel Mapolresta Karo. Demikian halnya dengan Tuah Pandia yang diamankan personel Polres Karo dari desanya, Selasa (25/1) malam, juga tidak ditahan polisi.

Sementara di kasus lain, pungli Pos Retribusi Pajak hasil Bumi, Desa Doulu, telah ditetapkan enam orang tersangka, masing-masing Kapos Retribusi Rasmi Bangun, Aswan Sembiring dan empat pegawai honorer lainnya yakni Edison Barus, Adin Sembiring, Fredi Sembiring Milala dan Ferdinan Ginting.
Sedangkan Bendahara Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Asli Daerah (PPKAD) pemerintah Kabupaten Karo Helmi Br Tarigan sesuai keterangan polisi masih dimintai keterangan oleh penyidik.

Hingga kemarin, pihak Polres Tanah Karo belum ada menahan tersangka. Seluruh tersangka kasus tersebut, diperbolehkan pulang usai diperiksa, kecuali Robert yang masih menjalani pemeriksaan.

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ignatius Agung Prasetyoko menjelaskan, seluruh kasus yang menyangkut tersangka tetap diproses. Tidak ada yang dihentikan. “Kerja kita ibarat mengambil ikan di kolam. Ikanya dapat, airnya tidak keruh. Jangan menegakkan benang basah,” papar Kapolres singkat.(wan)

Lebih Memilih Beauty Peagent

Eva Septriani Sianipar, Dara Intelegensia Kota Medan 2010

Mengikuti kontes kecantikan lebih berpeluang mengembangkan karakter dan kemampuan diri.  Itulah alasan gadis cantik kelahiran Medan tahun 1988 ini lebih memilih mengikuti kontes kecantikan (beauty peagent) dari pada terjun ke dunia model. Menurutnya, beauty peagent lebih menunjukkan karakteristik dirinya dibandingkan dunia model. Selain itu, menjadi icon menambah wawasannya dalam berbagai hal.

Selain itu, peraih Dara Intelegensia Kota Medan 2010 ini juga sangat mementingkan sekolah dibandingkan dengan pekerjaannya sebagai duta. “Isi kepala sangat penting untuk menjadi modal dalam hidup, karena itu saya lebih suka menjadi beauty peagent dibandingkan dengan model,” ujar Eva Septriani Sianipar. Selain itu, menjadi beauty peagent akan menyandang suatu misi yang dapat mempengaruhi orang lain.

Baginya, beauty peagent tidak hanya memandang kecantikan semata, tetapi secara keseluruhan, mulai dari bersikap, berbicara, dan isi kepala disatukan dalam satu paket. Sehingga, kecantikan dan pesona wanita tersebut lebih kuat terpancar. “Wanita lebih cantik saat dilihat dalam satu paket, bukan hanya sekilas saja, atau hanya dipandang dari kecantikan fisik saja,” ungkap Eva yang juga masuk dalam 15 besar Olimpiade Akuntansi (OSI) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) 2010.

Salah satu saat yang paling membahagiakan bagi Eva, pada tahun 2010 yang lalu, dirinya terpilih menjadi Putri Pariwisata Sumut 2010. Dengan jabatannya tersebut, Eva mempromosikan berbagai pariwisata yang ada di Sumut. Bahkan, baru disadarinya bahwa Sumut memiliki potensial dan ciri khas. “Potensial pariwisata Sumut sangat potensial, bahkan ciri khas yang dimilikinya berbeda dibandingkan dengan daerah lain,” tambah Eva.

Ciri khas dalam pariwisata Sumut itu menurutnya, yang mengelola masih warga setempat sehingga budaya didaerah tersebut belum hilang. Seperti, cara berbicara, dan aneka kebudayaan lain. Misalnya Danau Toba, walau sebagian orang mengangaap cara berbicara orang disana seperti orang marah atau kasar, baginya tidak, karena itu merupakan kebudayaan orang Batak yang tidak dapat dihilangkan. “Mungkin orang lain yang mendengar akan mengira itu kasar, tapi sebenarnya tidak, karena orang batak kan terkenal dengan suara nya yang keras. Jadi ini sebuah kebudayaan yang juga menjadi ciri khas nya,’’ungkapnya.

Pendidikan bagi anak bungsu dari 3 bersaudara ini juga sangat penting, bahkan saat kesempatan untuk berkarir ditolaknya karena dirinya merasa belum pantas. “Saat itu  aku belum S1, masih D3. Jadi waktu diterima di PGN  harus aku tolak, selain itu  aku juga terpilih menjadi Puteri Pariwisata, jadi aku mikirnya, sekalian menyelesaikan tugas aku,  sekalian mengambil S1,” ungkap Sarjana Ekonomi Akunttansi USU ini. (ram)

Keriting

Oleh : Ramadhan Batubara

Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Kata orang bijak, suasana hati cenderung mengikuti suasana di sekeliling. Dengan kata lain, ketika lingkungan sedang hujan, maka hati cenderung menjadi teduh dan melankolis. Itulah sebab trend mengikuti suasana sekeliling juga.

Persis dengan 2012, trend rambut jatuh pada gaya zigzag atawa tak beraturan, lebih tepatnya keriting. Setidaknya soal trend rambut ini sempat diungkapkan pakar rambut terkenal Rudy Hadisuwarno.

Katanya, pada 2012 ini untuk yang berambut panjang, keriting adalah pilihan terbaik. Biasanya, rambut keriting dibuat memutar bagai rol. Tapi pada 2012, keriting zigzag akan digemari dengan kesan acak-acakan karena lengkungan dibuat tidak simetris.

Ini dia yang menarik, seperti kata orang bijak tadi, trend terpengaruh dengan sekeliling. Maksudnya, mungkinkah trend keriting muncul untuk mengimbangi suasana Indonesia yang memang sedang tak jelas, acak-acakan, dan ‘keriting’. Ya, bukan rahasia lagi kalau di negeri ini beragam peristiwa menyesakkan kepala dan cenderung tanpa penyelesaian; seperti ikal rambut yang acak-acakan hingga sulit diterjemahkan. Sebut saja rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM), soal opsi kenaikan BBM, hingga pengalihan ke bahan bakar gas yang alat pendukungnya juga belum jelas. Lalu, kasus tanah yang menjelimet, mulai dari Lampung dengan Mesujinya hingga Bima di Nusa Tenggara barat; di Bima, kantor bupati pun sampai dibakar massa. Belum lagi soal tanah eks PTPN 2 di kawasan Sumatera Utara yang masih sibuk dengan keruwetan tapal batas. Ada lagi, partai penguasa di Indonesia pun digoyang kasus dugaan korupsi yang ruwet, yang saling kait-mengait hingga ‘kekeritingannya’ begitu menggoda. Tentu saja masih begitu banyak kasus lainnya.

Tapi, secara umum, apa yang terjadi benar-benar seperti kata Rudy Hadisuwarno: keriting bagi rambut yang panjang. Ya, kasus yang muncul di awal pergantian tahun ini tak lain dari kasus masa silam yang belum juga selesai. Maka, buat saja keriting agar tambah menarik.
Rudy ternyata tak hanya memprediksi untuk rambut panjang saja. Katanya, rambut pendek tetap diminati. Persis dengan 2011, rambut pendek ala Korea masih trend. Nah, ini juga pas dengan keadaan Indonesia. Ya, bukan rahasia juga kalau Indonesia cukup pintar meniru. Perhatikan maraknya boyband dan girlband yang belakangan muncul.

Soal meniru memang Indonesia jagonya. Buktinya, ketika narkoba marak masuk ke Indonesia, negeri ini kini sudah bisa menciptakannya sendiri. Dan, hasilnya tetap saja dinikmati bahkan kabarnya sangat laris hingga ke dunia luas.

“Kalau untuk kita akan terlihat kusam dan enggak rapi,” kata Rudy soal rambut pendek ala Korea tadi.

Lagi-lagi, trend rambut ternyata bisa mewakili sekeliling. Buktinya, kalimat Rudy seakan langsung dijawab. Ya, meski banyak diminati, rambut pendek ala Korea cenderung kurang pas dengan Indonesia. Maka, ketika banyak yang menggemari narkoba, misalnya, tetap saja tidak pas dengan kita. Afrianti Susanti sang pengemudi Xenia maut adalah bukti paling hebat. Saking hebatnya, di jejaring sosial muncul status yang meniru iklan sebuah operator, tentunya untuk si Afrianti ini: belok gak bisa, ngerem gak bisa…aku gak punya otak.

Begitulah, jangan sepele dengan rambut karena dia menjadi bagian penting untuk menunjang penampilan, untuk itu perlu diperhatikan. Ya, peristiwa di sebuah negara, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa adalah cermin bagi kawasan itu sendiri. Jika dia buruk, seperti rambut yang tak pas, maka orang akan berpaling. Itu saja. (*)

Senegal Pulang Lebih Awal

Senegal vs G Equator

BATA- Piala Afrika 2012 memang banyak menyajian kejutan.  Setelah kekuatan tradisional seperti Kamerun, Mesir, Afrika Selatan dan Nigeria gagal merebut tiket putaran final, tim favorit seperti Senegal pun harus tersingkir sejak awal.

Lions of Terangan-julukan Senegal harus mengepak koper lebih awal menyusul kekalahan 1-2  dari tuan rumah Guinea Equator di Estadio de Bata.  Hasil ini membuat Senegal terbenam di dasar klasemen Grup A.  Mereka belum mengantongi sebiji poin pun lantaran pada laga pertama dikalahkan Zambia 1-2.

“Kami sedikit beruntung karena bisa mencetak gol kedua  ketika pertandingan tinggal beberapa detik,” papar Rodolfo Bodipo, kapten Guinea kepada AFP. “Sekarang, kami ingin mengalahkan Zambia karena kami ingin menjjadi juara grup,” tandasnya.

Senegal yang merupakan perempat finalis Piala Dunia 2002, memang difavoritkan di turnamen ini.  Maklum, mereka datang dengan kekuatan terbaiknya. Diantaranya Moussa Sow yang menjadi – top skorer Ligue 1 musim lalu, Papiss Cisse – top skorer kedua musim lalu di Bundesliga yang kini hijrah ke Newcastle United, serta bomber Newcastle yang sedang on fire Demba Ba.

Namun,deretan bintang tadi tak berdaya menghadapi ketatnya pertahanan Guinea.  Tuan rumah sendiri baru bisa membuka kemenangan di menit ke-62 melalui Randy Traviesom. Pemain yang akrab disapa Iban ini, melesakkan golnya setelah memaksimalkan assist dari Kily Aguierre.
Senegal sempat memperkecil keadaan di menit ke-90, melalui gol yang dicetak Moussa Sow. Namun, selang empat menit kemudian Kily Aguierre berhasil menjebol gawang Senegal.

“Selamat buat Guinea yang sudah lolos.  Kami tidak beruntung hari ini,” kata pelatih Senegal Amara Traore.
Sementara di Grup yang sama, Zambia ditahan imbang 2-2 oleh Libya. Hasil ini membuat Zambia memiliki kans yang lebih besar untuk lolos dari Grup A. Libya sempat memimpin lebih dulu melalui gol dari Ahmed Sa?ad di menit ke-5. Gol tersebut dibalas Zambia melalui Emmanuel Mayuka di menit ke-29.  Libya kembali unggul di menit ke-48, lewat gol kedua Sa’ad. Namun, Libya gagal mempertahankan keunggulan kala Christopher Katongo membuat kedua tim kembali imbang di menit ke-54. (bas/jpnn)

PGN dan Hoegh Rekind Teken Kontrak Kerja

Terkait Percepatan Pembangunan Medan LNG FSRF di Belawan

MEDAN- PGN dan Hoegh LNG – PT Rekayasa Industri (Rekind) Consortium (Provider), menandatangani kesepakatan contract for providing Medan LNG FSRF di Belawan, Medan, Rabu (25/1).

Sesuai kontrak, Provider akan menyediakan Kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun termasuk pembangunan mooring system, pipeline dan stasiun gas bumi, baik Onshore Receiving Facilities (ORF) dan Off-take Station (OTS).

Kapal FSRU yang tengah dibangun (Newbuild Vessel) ini, berkapasitas 170.000 m3 dan  mampu mengalirkan gas hasil regasifikasi hingga 240 MMSCFD.
Gas hasil regasifikasi LNG tersebut, akan dialirkan melalui pipa dengan diameter 20 inch sepanjang  17 Km untuk offshore dan sepanjang 5 Km untuk onshore guna memasok PLTGU Sicanang milik PLN di daerah Belawan.

Sebagaimana diketahui, Heads of Agreement (HOA) antara PGN dan PLN, telah ditandatangani pada Desember 2011 oleh Direktur Utama PLN dan PGN.
Proyek ini direncanakan akan selesai pada semester II tahun 2013. Gas hasil regasifikasi LNG ini juga akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri di wilayah Medan dan sekitarnya.

“Penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen kami dalam percepatan penyediaan kebutuhan energi di wilayah Sumatera Utara dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya,” ujar Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso.

FSRU merupakan teknologi baru di dunia dalam penyimpanan dan regasifikasi LNG. FSRU ini menggunakan sistem bongkar muat Liquefied Natural Gas (LNG) dari kapal ke kapal (ship to ship) kedua di Indonesia.

Medan LNG Floating Storage and Regasification Facilities (FSRF), merupakan lanjutan dari program pengembangan LNG yang sedang dilakukan oleh PGN bersama PT Pertamina (Persero) di Jawa Barat.

Sementara itu, General Manager SB DW III Sumbagut, Moegiono menyatakan, untuk Medan sendiri, sudah siap rencana pembangunannya, walau pembangunan ini belum diketahui kapan dimulai.

“Saya belum tahu kapan, karena ini keputusan pusat, sedangkan saya mengurus bagian hilir, seperti pembangunan pipa distribusi yang saat ini sedang dibangun sepanjang 47 Km ke arah pelanggan,” ujar Moegiono.

Ke depan, PGN berharap dapat berperan dalam peningkatan penggunaan gas bumi, sebagai sumber energi yang lebih efisien, bersih dan ramah lingkungan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. (ram)

Divonis 16 Tahun, WN Vietnam Menangis

MEDAN- Nguyen Thi Tuyet Tran (49), warga Negara Vietnam, tidak kuasa menahan tangis setelah hakim SB Hutagalung SH memvonisnya 16 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (26/1). Terdakwa terbukti bersalah membawa satu kilogram sabu-sabu dari Malaysia menuju Medan.

Dengan tertunduk lesu diapit seorang penerjemah bahasa, Nguyen mendengarkan putusan yang dibacakan hakim. “Terdakwa melanggar Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,’’ tegas hakim.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa, sambung hakim karena perbuatannya membawa barang berbahaya bagi kesehatan manusia dan juga dilarang beredar oleh Pemerintah Indonesia. “Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan,’’ tegas hakim.

Terdakwa Nguyen Thi Tuyet Tran ditangkap petugas Bandara Polonia Medan  pada 7 Juni 2011 sekitar pukul 08.30 WIB, saat baru tiba dari Kuala Lumpur dengan menumpang pesawat komersial. Dari bungkusan yang dibawanya, ditemukan sabu-sabu seberat satu kilogram..(rud)
Saat digiring petugas tahanan, Nguyen tidak henti-hentinya menangis dan menetes air mata. Dalam keterangannya di depan majelis hakim melalui penterjemah bahasa, ia tidak tahu kalau barang yang dibawanya tersebut adalah sabu-sabu.
“Saya tidak tahu kalau barang yang saya bawa itu adalah sabu-sabu. Saya hanya bertugas membawanya dari Malaysia,” ujar wanita Vietnam itu sembari tersedu.(rud)

20 Kg Ganja Asal Aceh Diamankan

BINJAI- Sebanyak 20 Kg ganja kering asal Aceh diamankan petugas Polsek Binjai, saat menggelar razia rutin di Jalan Tanjung Pura, Kamis (26/1) pagi pukul 09.00 WIB. Ganja kering tersebut, diangkut menggunakan Bus Pelangi menuju Medan.

Selain barang bukti ganja kering yang dibungkus kotak kardus, petugas juga mengamankan seorang tersangka, Alan Isnanda, warga Lambaru, Aceh Besar.
Penangkapan ini berawal dari razia rutin yang digelar Polsek Binjai. Dalam razia itu, petugas menghentikan Bus Pelangi BK 7654 A dari Aceh menuju Medan. Petugas kemudian memeriksa semua barang bawaan milik penumpang dan menemukan kotak kardus di bawah kursi penumpang, tepat di pojok belakang bus tersebut.

Begitu dibuka, ternyatakardus tersebut berisi 20 kilogram daun ganja kering siap edar. Selanjutnya, petugas menggiring Bus Pelangi itu ke Mapolsek Tandam.

Petugas langsung menginterogasi supir dan kernet terkait kepemilikan daun ganja itu. Akhirnya diketahui kalau pemiliknya adalah Alan Isnanda.
Sementara, Alan Isnanda kepada wartawan membantah kalau barang haram itu miliknya. “Saya tidak tahu siapa pemilik barang itu. Kernet itu saja yang menuduh saya,  karena posisi duduk saya tepat di kursi belakang. Apalagi kernet itu baru bangun tidur. Saya memang mau ke Medan, tapi saya hanya mau mengambil mobil milik paman saya untuk dibawa ke Aceh,” bantahnya.

Akibat adanya temuan ini, dua orang supir dan dua orang kernet, terpaksa ikut diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara, 14 orang penumpang Bus Pelangi itu, terpaksa menunggu di Polsek Binjai. Namun, karena proses pemeriksaan terhadap tersangka, dua orang supir dan dua kernet itu memakan waktu lama, serta Bus Pelangi tersebut juga ikut ditahan, akhirnya para penumpang yang terlantar sekitar 1 jam diangkut dengan angkutan umum lainnya menuju Medan.

Sementara itu, Alan Isnanda kepada sejumlah wartawan membantah kalau barang haram itu miliknya. “Saya tidak tahu siapa pemilik barang itu. Kernet itu saja yang menuduh saya, karena posisi duduk saya tepat di kursi belakang. Apalagi kernet itu baru bangun tidur. Saya memang mau ke Medan, tapi saya hanya mau mengambil mobil milik paman saya untuk dibawa ke Aceh,” bantahnya.

Meski tersangka membantah, tapi petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadapnya. Bahkan, petugas tak segan-segan memasukan tersangka ke dalam jeruji besi. Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon yang hadir dalam penangkapan itu, sempat melakukan rekontruksi awal naiknya tersangka ke Bus Pelangi, sampai barang bawaanya diangkat oleh kernet dan diletekan ke bawah kursi paling belakang.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, kepada sejumlah wartawan menerangkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka. “Untuk saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, supir dan kernet. Hal itu kita lakukan, agar dapat mengembangkan kasus ini,” ujarnya, seraya mengatakan, kalau pihaknya akan terus melakukan razia yang tempatnya secara berpindah-pindah, agar peredaran narkoba saat melintas di Kota Binjai menjadi sempit.(dan)

Tambah Modal Usaha, Emas Ibu pun Dicuri

BINJAI- Ingin menambah modal usaha dan membeli sepetak tanah, Edi Suranta (33), warga Dusun Benteng Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, nekat mencuri 70 gram emas milik ibunya. Akibat perbuatannya, ia terpaksa mendekam di Polres Binjai.

Menurut Edi Suranta saat ditemui di balik jeruji besi Polres Binjai, sehari-hari dia bekerja sebagai pedagang jambu. Karena kehabiskan modal, ia bingung untuk mencari uang guna menambah modal usahnya tersebut.

“Saya bingung mau cari uang tambahan agar usaha saya terus berjalan dan maju. Karena saya sudah lelah berpikir. Akhirnya saya nekat mengambil emas milik ibu saya seberat 70 gram,” ujar Edi.

Selain itu, ia juga mengakui, kalau ia ingin membeli tanah. Tapi, uangnya belum cukup untuk membeli tanah tersebut. “Rencananya, setelah saya jual emas itu, saya akan membeli tanah. Sisanya baru saya alihkan untuk modal usaha,” ungkapnya.

Edi juga menerangkan, kalau ia diamankan petugas ketika ia sedang menjual emas milik orangtuanya itu. “Emas itu mau saya jual dengan harga Rp31 juta. Tapi, begitu saya lagi transaksi dengan pedagang emas kaki lima, saya keburu diamankan polisi,” terangnya.(dan)

Petani Jagung Dapat Bantuan Benih

MEDAN- Petani jagung di Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) seluas 10.050 hektare yang akan didistribusikan Februari atau memasuki musim tanam.

Alokasi bantuan ini, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya seluas 12.855 hektare. Untuk Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sudah diterima dari masiang-masing daerah dan tinggal menunggu distribusi benih dari pusat.

Kepala Bidang Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut, Jhon Albertson, mengatakan, alokasi benih ini sudah ditetapkan pemerintah untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi jagung di Sumut.

“Untuk alokasi dan varietasnya, telah ditetapkan pemerintah, jadi daerah tinggal menerima distribusinya saja,” ujar Jhon, Kamis (26/1).
BLBU ini, jelasnya, diharapkan dapat menambah target produksi jagung di Sumut, meski hanya 10 persen petani yang mendapatkan bantuan. “Kita berpacau dalam pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi non hibrida, padi hibrida, jagung, kedelai dan kacang tanah, agar dapat terlaksana dengan cepat,” jelasnya. Sementara untuk varietas benih jagung yang diterima, diakui Jhon, memang ada yang tidak sesuai dengan kondisi daerahnya, seperti Kabupaten Karo. Bahkan tahun kemarin, daerah produksi pertanian tersebut tidak menerima jatah BLBU, sehingga direlokasikan ke Kabupaten Langkat.

Untuk varietas jagung yang diinginkan petani Kabupaten Karo, yakni Pioneer dan NK. Namun harga beli kedua varietas tersebut tidak sesuai atau lebih mahal dari yang ditetapkan pemerintah.

“Yang ditetapkan pemerintah bantuan benih dengan harga Rp50.000 per kilo, sedangkan benih yang diingkan petani harga belinya Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilo. Memang kedua varietas yang diingkan itu sangat sesuai dan paling bagus, sehingga produksi jagung petani bertambah,” ungkap Jhon.
Namun, karena pengadaan barang dan jasa dari pusat, maka daerah  tinggal terima. BLBU yang diberi itu sebenarnya bisa saja ditanam di Sumut, karena komoditas jagung merupakan tanaman universal bisa ditanam dimana dan kapan saja. “Sebenarnya produksi jagungnya sama saja, berkisar 8 hingga 10 ton per hektar, asal perlakuan terhadap tanaman ini baik, mulai dari pemupukan maupun jarak tanam,” jelasnya.
Tahun ini, lanjutnya, BLBU akan diterima Pemkab Karo, karena memang petani masih membutuhkan bantuan benih jagung dengan varietas A1 nusantara.

Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagi) Sumut, Jemat Sebayang mengatakan, petani memang sangat membutuhkan benih jagung untuk meringankan beban produksi. “Varietas jagung bantuan ini, memang ditolak petani, karena produktivitas tanaman menjadi menurun,” ucapnya.
Bahkan, katanya, varietas benih jagung bantuan pemerintah itu ada yang kadaluarsa dan hanya memiliki produksi 3 hingga 4 ton per hektare. “Jadi bantuan itu hanya sia-sia kalau Pemkab nanti mau menerima bantuan itu, karena petani tidak mau menanamnya,” pungkasnya.

Karena petani yang tidak mau menggunakan benih bantuan tersebut, akhirnya akan menimbulkan mafia benih di pasaran. “Kita tidak mau pakai, tetapi benih tersebut masih ada di pasaran,” pungkas Jemat. (ram)