Home Blog Page 13921

Diduga tak Transparan Soal Anggaran Guru Desak Copot Kasek SMAN 18

MEDAN-Laporan puluhan guru soal tudingan Kasek SMA Negeri 18, Dra Hj Yurmaini Siregar Msi tidak transparan menjalankan menejemen keuangan, langsung ditanggapi Komisi B DPRD Medan. Wakil rakyat sudah menjadwalkan untuk melakukan inspeksi mendadak ke sekolah negeri yang terletak di Jalan Wahidin Medan itu.

“Kita (Komisi B) akan melakukan sidak ke SMAN 18 dalam waktu dekat dalam minggu ini,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, Roma P Simaremare, Kamis (9/2).

Dijelaskannya, laporan  yang sudah masuk ke Komisi B DPRD Medan sudah dilakukan pembahasan. Dugaan aliran keuangan yang bermasalah tersebut antara lain terkait pengeluaran uang pasukan pengibar bendera (Paskibra) sebesar Rp5 juta diduga fiktif, penggunaan uang OSIS sebesar Rp10 ribu kepada lebih kurang 560 siswa selama tujuh bulan. Guru juga meminta kejelasan uang komite sekolah yang tidak pernah mendapat penjelasan dari pihak sekolah.

Selain itu, les tambahan mendapat dana dari komite sekolah senilai Rp10 juta.

Namun, karena les tambahan tak jadi digelar tahun 2012, maka dana tersebut dialihkan kepada kegiatan lain.
“Jadi, banyak laporan yang sudah masuk. Dari kepala sekolah yang arogan dan tidak menghormati guru dan dana OSIS yang tidak dilaksanakan sesuai dengan kegiatan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Komisi B tidak perlu lagi meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Medan untuk mengevaluasi kinerja Kasek SMAN 18.
“Bila dari hasil sidak terbukti ada temuan yang betul-betul mendukung dari laporan guru itu. Kita hanya meminta kepada Kadisdik Medan untuk mencopot Kasek SMAN 18,” pintanya.

Anggota Komisi B DPRD Medan lainnya, HT Bahrumsyah menambahkan kalau dirinya akan mempelajari lebih dalam laporan guru yang belum diterimanya. “Bila ada temuan dari hasil laporan itu kita hanya meminta kepada Kadisdik Medan untuk segera mengevaluasi kinerja Kasek SMAN 18,” bebernya.

Kadisdik Kota Medan, Rajab Lubis menjelaskan sudah melakukan pemanggilan terhadap Dra Hj Yurmaini Siregar Msi.

“Kita (Disdik) sudah melakukan action sebelum para guru melapor, sudah dilakukan pemanggilan terhadap Kasek tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, Disdik berjanji akan segera menyelesaikan informasi yang sudah diterima dengan menurunkan tim dari Disdik ke SMAN 18.
Juru bicara perwakilan guru SMAN 18 Medan, Dra Iba Sabarina berharap keseriusan anggota DPRD sebagai wakil rakyat bisa mendapatkan hasil positif sesuai keinginan para guru.

“Kami tidak ingin menuntut yang macam-macam, kami hanya ingin kepala sekolah segera diganti demi penyegaran dan kondusifitas proses belajar mengajar di SMAN 18,”ucapnya. (uma/adl)

Gang Rambutan Sunggal Mohon Diperhatikan

081260360XXXX

Kepada Bapak Wali Kota Medan, Bapak Ilhamsyah Fraksi Golkar, Dinas Perkim, memohon agar Gang Rambutan Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang Medan Sunggal dapat dilakukan pembuatan parit dan pengaspalan. Kami lihat gang lain dari mulai Amplas hingga Belawan mendapatkan itu. Kepada Sumut Pos kami mengucapkan terima kasih atas peran pentingnya untuk kemajuan Kota Medan.

 Usulkan ke Kecamatan

Kalau jalan yang dimaksud belum ada parit atau pengaspalan segera lapor ke camat setempat. Untuk memudahkan pihak camat agar dibuat sketsanya, berapa meter parit yang belum dibangun atau diaspal.

Budi Haryono
Kepala Bagian Hubungan  Masyarakat (Kabag Humas) Pemko Medan

Narkoba Senilai Rp136 juta Dimusnahkan

Satuan Narkoba Polresta Medan memusnahkan barang bukti 46 kg ganja dan 90 gram sabu-sabu senilai Rp136 juta, di halaman parkir Mapolresta
Medan, Kamis (9/2) siang.

Pemusnahan ganja dengan cara dibakar dalam tong sampah, sedang sabu-sabu diblender. Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung Pramono.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari tersangka Suhendra, warga Jalan Merak Binjai, Ibrahim alias Ayah, warga Jalan Kenanga Medan Belawan, Jady Salim, warga Bener Meriah Aceh dan Muslim alias Sulaiman, warga Baktiyah Aceh Utara.
Pemusnaan disaksikan tersangka dan kuasa hukum tersangka. Pemusnahan barang bukti juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Eka Purba dari Kejaksaan Negeri Medan.

Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung saat dikonfirmasi mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan karena barang bukti tersebut tidak bisa disimpan dan mudah rusak serta menghindari penyalahgunaan barang bukti.

Juli Agung mengungkapkan pemusnahan dilakukan setelah berkas perkara lengkap atau P21 dan siap disidangkan. (gus)

KUA Medan Amplas Minta Rp400 Ribu untuk Buku Nikah

08319880XXXX

Pak Kepala Departemen Agama di Medan. Mohon minta penjelasan tentang biaya urusan pernikahan di jajaran Pemko Medan. Soalnya sewaktu saya hendak mendaftarkan pernikahan anak saya, pegawai staf KUA di Medan Amplas meminta biaya Rp400 ribu. Sebenarnya berapa sih biaya pembuatan buku nikah dan biaya untuk jasa Kadi nikahnya? Tolong penjelasannya sesuai dengan peraturan yang ada. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Tidak Sebesar Itu Biayanya

Biaya untuk buku nikah tidak sampai sebesar itu. Kalau memang ada KUA di Kecamatan di Medan segera laporkan kepada saya.

Iwan Zulhami
Kepala Kantor Departemen
Agama Kota Medan

Program Rahudman Dipuji

Wali Kota Medan Hadiri Pisah Sambut Wakapolda dan Dirlantas Polda Sumut

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Rabu (8/2) malam menggelar acara pisah sambut Wakapoldasu dan Dirlantas Poldasu di Tiara Convention Hall, Medan.

Acara pisah sambut ini dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, dan unsur Muspida Sumatera Utara serta sejumlah pengusaha papan atas.

Dalam acara itu, Wakapolda yang lama Brigjen Pol Sahala Allagan digantikan Wakapolda baru Brigjen Pol Cornelis Hutagaol. Lalu, Dirlantas Polda Sumut yang lama Kombes Pol Drs Bambang Sukamto yang akan menjalankan pendidikan Lemhanas digantikan Kombes Pol M Arkan Hamzah.
Dalam sambutannya, Allagan membeberkan, sejumlah program kerja yang dilaksanakannya bersama Kapoldasu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sangat luar biasa. Bahkan, dalam pelaksanaannya banyak formula yang dilahirkan dengan strategi baru sehingga menjadi pelajaran bagi kita semua.

“Saya harapkan Kapoldasu terus memajukan Sumatera Utara,” harap Brigjen Pol Sahala Allagan.
Lebih lanjut, Sahala menyatakan, selama kepemimpinan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Kota Medan sudah mengarah kepada perubahan. Bahkan, perubahan kotanya sangat siginifikan, seperti melaju kencang.

“Kota Medan di bawah kepemimpinan Rahudman selain tertata rapi, ibu kota Sumut itu juga lebih berwibawa,” katanya.
Dengan wujud itulah, paparnya program-program Pemko Medan di bawah kepemimpinan Rahudman Harahap harus didukung penuh, bahkan dalam pelaksanaannya perlu mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat Kota Medan.

“Saya dukung penuh program Rahudman Harahap untuk memimpin Kota Medan lebih baik, dan memimpin Sumut bila diinginkan,” ungkapnya disambut tepuk tangan seluruh undangan.

Usai memberi sambutan, Sahala Allagan menerima cenderamata dari Kapoldasu, Irjend Pol Wisjnu Amat Sastro. Cenderemata sebagai kenang-kenangan dan wujud terima kasih atas kerja samanya disambut senyuman dan riuh tepuk tangan dari para undangan.  Bukan hanya itu, Sahala Allagan juga menerima cenderamata dari Kasdam I Bukit Barisan dan pejabat lainnya.

Selain Sahala Allagan, Wisjnu memberikan cenderamata kepada Kombes Pol Bambang Sukamto.
“Sebagai lulusan  terbaik. Saya yakin plakat ini akan kembali ke Sumatera Utara. Bersama dengan jabatan baru Anda nanti sebagai Kapolda Sumatera Utara,” ungkap Wisjnu kepada Bambang Sukamto.

Saat pemberian penghargaan itu, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM ternyata sudah menyiapkan cenderamata kepada Sahala Allagan dan Bambang Sukamto. Cenderamata itu berupa plakat dari Pemko Medan. (mag-5)

Juventus Masih Berjaya

MILAN- Selain tangguh di Serie A, Juventus juga masih digdaya di Coppa Italia. Buktinya mereka bisa menang 1-2 di kandang Milan, di semi final pertama ajang itu.

Martin Caceres memborong gol Juventus, sedangkan Milan cuma bisa membalas lewat El-sharawy.
Meski begitu, hasil ini belum berarti kiamat untuk Milan. Skuad arahan Massimiliano Allegri itu masih bisa membalas pada leg kedua yang berlangsung di Juventus Stadium, 21 Maret mendatang.

“Saya puas dengan respons para pemain yang bermain dalam pertandingan penting seperti laga semifinal melawan Milan kali ini,” ujar Conte di Football Italia.

Pria 42 tahun itu memilih untuk melakukan rotasi dan menurunkan beberapa pemain lapis keduanya dalam pertandingan ini. Hasilnya sungguh membuatnya bahagia. Ia menyebut bahwa para pemain telah bekerja sama kerasnya sehingga rotasi pun tak menjadi masalah.

“Saya pikir, kemenangan ini menjadi bukti kerja keras di belakang tim ini. Kami mudah melakukan rotasi tanpa merusak performa. Saya harus berterima kasih kepada para pemain yang jarang mendapatkan kesempatan tampil, namun tetap bekerja keras sepanjang pekan.”
“Tim ini memiliki para pemain yang memiliki mimpi. Mereka tahu bahwa untuk mewujudkan mimpinya, mereka harus bekerja, bekerja, dan bekerja,” beber Conte.

Sementara Allegri mencoba tetap tenang. Padahal Milan sudah sering kalah musim ini. Berbeda jauh dengan musim lalu, ketika Milan akhirnya raih scudetto.

“Kami terlalu sering kalah belakangan ini, namun kami harus tetap tenang dan percaya pada kemampuan kami sendiri. Apalagi, kami dihantam krisis karena pemain cedera dan banyak pemain tak mendapatkan kesempatan istirahat sebagaimana mestinya,” ujar Allegri di Football Italia.
“Tak ada tekanan pada kami, karena saya tahu kekuatan skuad saya. Kami harus terus bekerja keras untuk bisa melewati situasi ini,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Pelindo I Bertekad Lampaui Target Laba

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menggelar Rapat Dinas 2012 yang dibuka Kamis (9/2). Rapat yang bertempat di Kantor Pusat Pelindo I Medan ini, diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural Pelindo I Kantor Pusat dan para Pimpinan Seluruh Cabang Pelabuhan serta ibu-ibu Perispindo. Rapat Dinas ini bertujuan untuk memantapkan kebijakan, strategi dan program yang sudah disahkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 sehingga dapat diimplementasikan secara cepat dan tepat.

Rapat Dinas langsung dipimpin Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir. Dalam sambutannya, Alfred menjelaskan, Rapat Dinas ini adalah untuk menyatukan kesamaan pandangan dan sikap Manajemen dalam merealisasikan RKAP 2012 yang telah disahkan, serta menguatkan komitmen bersama dalam melaksanakannya.

“Marilah kita implementasikan RKAP 2012 dengan perencanaan berdasarkan akal sehat, menyusun kebijakan dan strategi dengan hati nurani dan melaksanakan program kerja secara profesional,” imbau Alfred.

Sesuai kesepakatan Direksi, Rapat Dinas ini bertema “Spirit Kebersamaan Melalui Kerja Keras dan Kreatifitas, Kita Lampaui Target Laba RKAP Tahun 2012 dan Mewujudkan Pelayanan Yang Prima”.

“Tema ini bukan sekedar penghias backdrop dibelakang saya ini, namun semangat dari tema ini harus menginternalisasi dalam setiap jiwa insan Pelindo I. Kita bangun teamwork yang kuat, sikap kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis perusahaan, kita berikan pelayanan terbaik yang melampaui harapan pelanggan dan akhirnya kita akan berhasil melampaui target RKAP 2012 yang telah ditetapkan,” ajak Alfred memberi semangat.
Alfred mengingatkan ancaman bila perusahaan terus merosot, bisa saja ada rasionalisasi  berupa pengurangan pegawai, bonus menurun bahkan bisa hilang, kesulitan membayar gaji bulanan dan pada akhirnya akan menurunkan kesejahteraan pegawai dan dampak bagi perusahaan adalah citra negatif perusahaan.

“Kita bekerja untuk perusahaan, karena perusahaan ini yang menghidupi kita dan keluarga kita. Bila kita memberikan yang terbaik untuk perusahaan, maka perusahaan akan memberi yang baik juga untuk kita,” tutur Alfred.

Alfred sengaja mengundang ibu-ibu Perispindo untuk turut hadir dalam acara tersebut. Para ibu perispindo perlu mengetahui kondisi dan perkembangan perusahaan. “Ibu-ibu mempunyai peran yang besar dalam mendukung kemajuan perusahaan melalui penciptaan keluarga harmonis di rumah masing-masing sehingga menciptakan suasana hati yang nyaman terhadap para suaminya ketika bekerja. Serta jangan lupa untuk senantiasa mendoakan perusahaan, pengelola perusahaan dan seluruh karyawan agar perusahaan terus tumbuh,” pinta Alfred.
Rapat Dinas ini dilaksanakan pada 9 sampai 10 Februari 2012 dan dilanjutkan outbond pada tanggal 11 Februari 2012. (sih)

TRTB Tindak Semua Bangunan Bermasalah

Fraksi partai Demokrat Kota Medan meminta kepada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan untuk segera menindak tegas semua bangunan di kota Medan yang bermasalah. Seperti pemilik bangunan yang tidak memiliki perizinan, melanggar roilend dan garis sepadan bangunan harus ditertibkan. Seperti apa?  Berikut wawancara wartawan Koran ini, Adlansyah Nasution bersama Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong.

Apa sikap Anggota Dewan terhadap banyaknya bangunan yang melanggar izin?

Sampai saat ini, Kader Fraksi Partai Demokrat tidak pernah terlibat untuk menjadi becking bangunan bermasalah. Karenanya, kader demokrat itu meminta Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) menindak tegas semua bangunan bermasalah dikota ini. Jika membandel para pemilik bangunan, rubuhkan saja bangunannya. Karena sampai saat ini di Kota Medan masih banyak bangunan bermasalah yang berdiri tanpa ada SIMB. Kita tak bisa mentolelirnya, kalau memang melanggar perijinan, harus ditindak tegas. Tanpa pandang bulu.

Bagaimana dengan hasil fakta dilapangan?

Masih banyak bangunan yang perizinan hanya sepuluh unit. Namun fakta dilapangan, dilokasi lahan yang dibangunnya berdiri melebihi dari izin yang didaftarkan ke Dinas TRTB. Kalau seperti itu, bangunan tersebut sudah menyalahi perijinan sebagaimana dikeluarkan dinas TRTB. Ketika dipertanyakan ke Dinas TRTB Medan, mereka mengaku kalau izin terhadap bangunan yang sedang dibangun sedang dalam dalam kepengurusan.

Kalau untuk permainan dari Dinas TRTB?

Masih banyak dugaan permainan dari petugas Dinas TRTB Medan yang memanfaatkan masyarakat yang sedang melakukan pembangunan seperti, warga yang membangun membangun rumah diatas lahan milik keluarga dengan asas bagi bangun dengan pengembang. Namun anehnya, untuk rumah bagian belakang, ijin yang di ajukan hanya untuk satu lantai. Namun anehnya, Dinas TRTB mengaharuskan membayar ijin dua lantai. Dan TRTB mengeluarkan SIMB dua lantai. Untuk itu, kerugian pajak yang sudah dibayarkan masyarakat segera dikembalikan. Kalau kondisi ini benar demikian, maka tak ada alasan Dinas TRTB menahan sisa uang pajak yang sudah dibayarkan kepada masyarakat. Dinas TRTB Medan harus kembalikan kelebihan uang itu pada mereka.

Dasarnya apa untuk melakukan penidakan?
Tidak bisa dibenarkan lagi, semua bangunan bermasalah yang tidak sesuai dengan Perda No. 9 dan UU no 28 harus ditindak.Tanpa melihat siapapun dibelakangnya. Penegakan peraturan harus berlaku mengikat bagi semua orang tanpa pandangbulu.Siapapun yang melanggar ketentuan, harus ditindak. Jangan sampai rusak susu sebelanga, karena noda nila setitik.

Sedangkan adanya keterlibatan dengan anggota Dewan?
Kalau memang ada selentingan isu yang menyebutkan anggota DPRD Medan terlibat dalam masalah bangunan harus bisa dibuktikan dengan memberikan laporan kepada Badan Kehormatan.Jangan hanya berani membuat isu. Sebut dan laporkan langsung siapa anggota DPRD Medan yang terlibat dalam masalah ini. Dan jika terbukti, maka oknum seperti ini sudah mencoreng wibawa dan nama baik lembaga DPRD Medan.Karenanya harus ditindak tegas.(adl)

Penjual Emas Palsu Nyaris Dibakar

MEDAN-Rahmad Syahputra dipergoki pedagang saat melakukan transaksi emas palsu di Aksara Plaza, Rabu (8/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Tak pelak, pria berusia 32 tahun warga Jalan M Nawi Medan Denai itu pun diboyong puluhan pedagang emas ke kantor polisi.

Menurut keterangan, Rahmad diduga merupakan sindikat penjual emas palsu yang selama ini sering menipu pedagang emas.
“Para pedagang emas di sini (Aksara, Red) sudah sering tertipu dengan ulah penjual emas palsu,” ujar seorang pemilik toko emas, di Mapolsekta Percut Sei Tuan.

Menurutnya, perisitiwa penipuan ini terjadi Rabu (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Petang itu, dirinya didatangi oleh Rahmad, yang berencana menjual emas berbentuk rantai seberat 16 gram.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dirinya mengetahui kalau emas itu palsu, langsung menyergap pelaku yang masih berada di toko miliknya. Tak ayal, aksi penyergapan itu membuat pedagang emas yang tak jauh dari lokasi toko emas Lola Amalia, ramai mendatangi pelaku.

Pedagang emas yang kesal nyaris membakar tersangka. Beruntung amarah puluhan pedagang berhasil mereda dan memilih menyerahkan pelaku ke polisi. Salah seorang pengurus Persatauan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Muslim Sikumbang mengatakan para pedagang di Aksara kerap menjadi korban penipuan emas palsu.

“Saya imbau kepada pedagang emas yang merasa tertipu agar segera melaporkan ke kantor polisi,” ucapnya.
Menurutnya, dalam satu hari saja sudah 2 toko tertipu. “Mereka ini sudah ada jaringannya, para pedagang sudah banyak tertipu, dalam satu hari saja sudah dua toko yang menjadi korban penipuan,” ujar Muslim Sikumbang.

Dikatakannya, sulit mengetahui emas palsu karena karat emas itu dibalut hanya di luarnya saja. “Jadi kalau kita gesek gak ketahuan, cara mengetahuinya harus dilebur dulu,” katanya.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan mengatakan pihaknya  masih melakukan pemeriksaan. “Kita periksa dulu, karena dalam kasus ini si pelaku belum melakukan transaksi dan keterangan korban yang lain mengatakan bukan dia pelakunya,” tandas Faidir.(gus)

Identitas Parkir di Dinas Pendidikan Kota Medan

08786841xxxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, saya mau bertanya soal biaya parkir. Apa Pemko Medan membuat surat edaran resmi soal retribusi parkir? Di Dinas Pendidikan masih saja dimintai uang parkir, kami sangat keberatan dengan keberadaan si baju oranye yang minta uang parkir tanpa ada aturan yang jelas.

Kami Tidak Ada Terima

Masalah perparkiran di Dinas Pendidikan Kota Medan tidak ada anggota kami mengelola parkir. Limper dibelah tujuh tidak ada kami terima. Siapa yang mengelola itu tentu bagian perparkiran.

Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Itu si Rivaldo Namanya

Itu memang daerah khusus parkir.Itu  Rivaldo namanya yang memegang lokasi parkir di sana.

Pahmi Harahap
Kepala Bagian Perparkiran Dinas
Perhubungan Kota Medan