Home Blog Page 13922

Atasi Depresi dengan Memaksa Diri Optimis

Psikolog Dra.Destryna Nainggolan,MA

Bicara kehidupan, banyak hal yang menyebabkan orang dewasa mengalami depresi berat. Diantaranya disebabkan permasalahan ekonomi, penyakit yang tidak kunjung sembuh, kehidupan rumahtangga yang berantakan, ketidaksiapan mental memasuki masa pensiun, maupun tidak adanya persiapan menjalani masa tua.

Sebenarnya menurut psikolog Dra.Destryna Nainggolan,MA, hilangnya semangat hidup lebih dipengaruhi buah pikiran. Dimana akibatnya, benar-benar sangat merusak kehidupan seseorang. Karena itu dibutuhkan pola pikir optimis memandang hidup indah dan sangat berarti. Ini penting, sebab otak akan menerjemahkan apa yang ada di pikiran seseorang.

“Tuhan sebenarnya sudah menciptakan tubuh seseorang itu sempurna. Kalau kita semangat dan memikirkan yang baik, tubuh akan mengeluarkan imun yang mematikan bakteri-bakteri penyakit. Tapi kalau kita lagi down, kekebalan tubuh nggak keluar. Jadi semua tergantung pikiran. Makanya hati-hati menggunakannya. Jangan pernah memasukkan hal-hal yang negative,”ujarnya.

Namun memang untuk menumbuhkan pikiran optimis, tidak gampang.  Hanya saja jika mereka yang sejak usia dini terbiasa pesimis dan tidak punya pandangan hidup yang baik, hal tersebut cukup berat. “Jadi para orangtua terutama kaum ibu, perlu menumbuhkan sikap optimisme terhadap anak-anak,”ungkap wanita yang banyak bersahabat dengan artis-artis nasional ini.

Selain itu bagi yang tidak terbiasa, juga dibutuhkan kerja keras, berkomitmen dan prinsip tetap pada jalur yang sebenarnya. “Misalkan harus olahraga atau minum 8 gelas air sehari. Kalau kita tidak terbiasa, akan sulit. Tapi kalau dipaksakan, akan tumbuh menjadi kebiasaan. Jadi untuk memulai, semua membutuhkan kerja keras. Termasuk memulai untuk berpikir optimis. Semua akan mudah diatasi kalau punya semangat,”ungkap istri G.Sahari,M.Div yang sudah 17 tahun membaktikan diri sebagai seorang psikolog ini.

Setelah mempunyai keinginan merubah diri, langkah selanjutnya menurut psikolog yang salah satunya mengabdi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi ini, juga dibutuhkan lingkungan yang baik. Peran lingkungan ini sangat besar, bahkan hingga 60-70 persen mempengaruhi seseorang. Maka dari itu khusus terhadap para pensiunan, Destryana menyarankan sebaiknya bergabung dalam kelompok-kelompok senior. “Kalau kita hanya menonton televisi dan melihat berita-berita menakutkan, tanpa bergaul, akhirnya akan membentuk rasa kekhawatiran. Tapi kalau bersosial dengan yang baik, otomatis dalam perkumpulan pasti ada orang yang tetap mendorong semangat,”lanjutnya.

Hal positif lain, juga sangat baik orangtua senang membaca. Dengan membaca, otak akan tetap fresh. (sam)

Tak Pernah Rewel, Bobot Naik 1 Ons

Kasih, Bayi yang Terlahir dari Wanita Sakit Jiwa

Masih ingat dengan bayi yang diamankan Dinsos Sumut dari seorang wanita mengalami gangguan jiwa akhir Januari 2012 lalu. Kini bayi itu dirawat di RSU Bina Kasih Medan.

Jhonson P Siahaan,  Medan

Bayi perempuan berusia 5 bulan dengan berat 7,1 kg itu dikberi nama oleh perawat yang merawatnya Kasih. Kini, Kasih dijaga oleh perawat RSU Bina Kasih, Eliasna Paskalia br Purba, Yasni, Rostina dan Noni. Perawat di RSU Bina Kasih itu sudah menganggap Kasih sebagai anak.

Menurut para perawat, Kasih tak tak rewel. Saat ditemui wartawan Sumut Pos di Lantai V Ruang Neonata Intermedit Care Unit (NICU)- Pediatric Intermedit Care Unit (PICU), bayi berusia lima bulan itu dalam pangkuan sang perawat.

“Dia kami panggil Kasih karena nama itu bagus dan cocok. Lagi pula nama itu kami berikan karena cantik,” kata Eliasna Paskalia br Purba ditemani Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting SE.

Menurutnya, selama dirawat Kasih tak pernah menyusahkan. “Kasih jarang menangis, tak menyusahkan.

Kasih makan dan minum juga kuat sehingga dia cepat tambah satu ons. Mungkin Kasih tahu dia tidak bersama ibunya jadi dia tak menyusahkan,” beber wanita yang sudah tiga tahun mengabdi di RSU Bina Kasih Medan ini.

Eliasna Paskalia mengaku, dia juga ditemani beberapa temannya merawat sang bayi dan bayi-bayi lain yang berada dibawah pengawasan ruang mereka.
“Ini baru bayi pertama yang kami rawat dimana ibunya sendiri kita sudah tahu sama tahu kalau ibunya berada di rumah sakit jiwa untuk pemulihan. Kasihan benar si bayi ini,” jelasnya.

Diterangkan Eliasna Paskalia, merawat bayi tak mudah dan harus penuh dengan kasih sayang. “Semua perawat termasuk saya sendiri pun suatu saat akan menjadi ibu, bukan karena kami perawat. Itulah yang disebut naluri sang wanita atau naluri sang ibu. Merawat bayi itu ibarat merawat orangtua kita sendiri di saat usia mereka yang sudah memasuki ujur,” sebutnya.

Para perawat mengaku senang merawat bayi karena bayi itu sangat menggemaskan. “Selain menggemaskan, bayi-bayi yang ada di sini dan yang kita rawat sudah kita anggap sebagai anak sendiri atau adik sendiri. Kasih sama seperti bayi-bayi yang lain,” jelasnya.
Di saat usia seperti ini, seharusnya sang bayi berada berada dipelukan dan pangkuan ibu kandungnya. Namun, sang ibu tak bisa berada di samping Kasih karena harus menjalani perawatan dan pemulihan.

“Dia yang paling baik. Kasih juga sering mendapatkan baju, makanan dan minuman dari perawat yang berada di sini karena sudah menyatu,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting SE mengaku, bayi tersebut diserahkan pihak Dinas Kesejahteraan dan Sosial (Dinsos) Sumut, PPA Polresta Medan dan PKPA Sumut beberapa waktu lalu untuk dirawat berhubung sang ibu mengalami gangguan jiwa. Rita menambahkan, jika sang ibu tak kunjung sembuh dan pulih, maka bayi akan diserahkan kembali setelah sang bayi dianggap sudah bisa pulang dan selanjutnya akan diserahkan pihak Dinsos Sumut ke panti asuhan. “Saat bayi itu masuk ke rumah sakit, kepalanya mengalami lebam dan kulitnya merah-merah. Tapi setelah dirawat, sang bayi sudah sembuh,” ungkapnya. (*)

Dipukuli Preman

Bambang Subali (46), warga Jalan Pelita V, Kelurahan Sidorame Barat I, Medan Perjuangan, terpaksa harus dirawat intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan.

Pasalnya, Bambang yang setiap harinya berjualan di pinggir jalan di Jalan Sutomo diusir para preman. Tak terima diusir, Bambang mempertanyakan pengusiran. Namun, para preman justru balik melawan dengan memukuli Bambang. Akibatnya, Bambang mengalami luka pada perut, leher, mata sebelah kiri bengkak.

Juliani (40), istri Bambang mengatakan, suaminya sedang berjualan di pinggir Jalan Sutomo tiba-tiba didatangi beberapa preman. Para preman meminta agar Bambang tak berjualan karena lahan tersebut dijadikan sebagai lahan parkir.

“Mereka datang tiba-tiba dan marah-marah kepada suami saya. Mereka mengusir suami saya tapi suami saya bilang tak mau. Tak beberapa lama kemudian pemuda tersebut mengeroyok suami saya,” jelasnya.

Menurutnya, para preman tersebut tak mempunyai hak melarang mereka berjualan.

“Habis mengeroyok suami saya mereka langsung pergi. Warga di sini membawa suami saya ke RSU Pirngadi,” sebutnya.
Juliani mengaku sudah melaporkan pemukulan tersebut ke polisi. “Sudah kami laporkan ke polisi. Saya berharap pelaku ditangkap,” pungkasnya.(jon)

Kecintaannya Terhadap Anggar

Dian Rahmayati S.Pd

Sepuluh tahun lebih menggeluti olahraga Anggar setidaknya telah membuktikan kecintaan wanita yang satu ini terhadap olahraga ‘zorro’ ini. Apa yang menumbuhkan kecintaannya antara lain karena olahraga ini dapat membentuk karakter sociel terhadap seseorang. Seorang atlet anggar yang perlu memiliki sifat sabar dalam bertanding, pandai membaca karakter lawan dan juga mampu mengontrol diri dari serangan dan memvariasi serangan terhadap lawan.

Nama Dian Rahmayati S.Pd sudah tidak asing lagi. Wanita cantik ini telah menorehkan prestasi pada SEA GAMES XXVI 2011, dengan meraih medali perak pada nomor beregu putri cabang olah raga anggar. Keseriusannya dalam berlatih dan menekuni olahraga itu, membuatnya dikenal di dunia Internasional.

Bagi dara kelahiran Medan, 30 Mei 1985 tersebut, kesuksesan bukan diraih dengan cara yang singkat. Perlu kesungguhan dalam menjalani apapun. Bahkan wanita yang bekerja sebagai PNS di TNI AD Satuan Pendam I BB ini sudah 10 tahun lebih menggeluti olahraga pedang tersebut.

Kecintaannya pada anggar berawal dari ajakan sang paman yang merupakan pelatih anggar Sumut, M Nasir Siregar. Bahkan sebelumnya, putri ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Zaherman dan Raminah ini sudah beberapa kali memenangkan kejuaraan anggar dan terpilih untuk tampil pada Kejurnas 2011 di Bogor serta meraih medali perak pada SEA Games XXIV Thailand 2007 lalu.

“Dulunya saya lebih suka olahraga bulu tangkis. Tapi saya rasa prospek kedepannya sangat kecil. Lalu, paman saya mengajak untuk latihan cabang olahraga anggar ini,’’ujarnya. Sejak itu, Dian  fokus latihan di klub anggar Johor Mas dan berusaha menjadi yang terbaik. ‘’Latihannya gampang-gampang susah, tergantung pada diri kita sendiri,” kata Dian, Rabu (8/2).

Menurut Dian, di Sumut sendiri atlet anggar masih sangat minim. Namun pada 2004 cabang olahraga anggar sudah menjadi perhatian dengan diberikannya berbagai fasilitas pendukung oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Karena itu, Dian yang tinggal di Jalan Denai Lorong Sedar No. 8 Medan itu berharap akan lahir atlet-atlet anggar yang profesional dan dapat membawa nama baik Sumut. “Memang fasilitas anggar sangat mahal, di saat atlet baru semangat untuk latihan anggar, tapi terbentur dengan peralatan,’’ urai wanita yang akan mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat ini.
Sejauh ini, katanya, keluarga sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Dian. Untuk membagi waktu antara keluarga, latihan anggar dan pekerjaan tidak menjadi masalah. ‘’Harus pandai-pandai agar ketiganya tidak terlalaikan,”tuturnya.

Keluarga, sambungnya sangat mendukung. ‘’Apalagi dari instanti tempat saya bekerja mereka juga mendukung. Dalam waktu dekat ini, saya akan mengikuti PON di Pekan Baru,’’ucap Dian.

Dalam penampilan, kesehariannya Dian lebih memilih  busana casual. ‘’Saya juga suka berdandan. Bagi  wanita,  kecantikan sangatlah penting. Namun, bukan hanya diukur dari fisik saja,  tapi diperlukan innerbeauty atau kecantikan dari dalam,’’tuturnya. (mang-11/omi)

Raidir Sigalingging Terpilih Jadi Ketua SP PLN Sumut

MEDAN-Serikat Pekerja (SP) PLN (Persero) Wilayah Sumut pada 6-8 Februari 2012 kemarin melakukan Musda Serikat Pekerja PLN Regional Wilayah Sumut di Berastagi, Kabupaten Tanah Karo. Agenda Musda ini memilih Ketua  DPD SP PLN (Persero) Wilayah Sumut. Dalam pemilihan ini, nama Raidir Sigalingging, SE  terpilih kembali menjadi Ketua DPD SP PLN (Persero) Wilayah Sumut untuk priode 2012-2016.

Musda tersebut dihadiri DPC sebanyak 9 ranting dan DPP serta managemen PLN se-regional Sumut. Dalam pemilihan tersebut, tiap-tiap DPC SP di Sumut mengajukan satu balon untuk maju menjadi Ketua SP PLN Sumut. Namun, tak satupun dari DPC tersebut mengajukan calon karena dinilai belum memenuhi kriteria sehingga nama Raidir Sigalingging menjadi calon tunggal. Raidir Sigalingging sendiri terhitung ketigakalinya terpilih menjadi Ketua DPD SP (Persero) Wilayah Sumut.

Sementara itu, Raidir Sigalingging mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan DPC SP PLN wilayah Sumut  untuk mengemban jabatan sebagai Ketua DPD SP PLN Wilayah Sumut. “Sebagai Ketua DPD SP PLN wilayah Sumut, saya akan berjuang membela hak-hak pegawai PLN, mengimbau agar melakukan kewajiban-kewajiban pegawai PLN agar dapat bekerja keras demi  memaksimalkan kinerja untuk  mendapat hasil kerja yang optimal,” ujarnya. (ila)

Mulan Jameela Marah Disebut Merebut Dhani

Akhirnya Mulan Jameela kesal dengan segala gosip yang mengaitkannya dengan Ahmad Dhani. Lewat account twitternya, @Mulanjameela1, Mulan banyak berkicau.

Awalnya seorang follower mencela gaya fashion Mulan yang belakangan makin nyentrik. “Kebanyakan gaya neh orng hahaha ga inget dl nya siapa.dah di tolong maya eh suaminya d rebut pula…istigfar neng,” kata salah satu follower Mulan.
Coba santai tapi masih terkesan ketus, Mulan membalas kicauan tadi. “Kamu ga tau masalah apapun ttg kami.. Dun judge d book by its cover.. Its not ur business,” tandasnya.

Selesai menjawab gosip dia istri sirinya Ahmad Dhani, Mulan pun merespons tuduhan dirinya anak emas Republik Cinta Manajemen (RCM) milik Dhani. Pelantun Abracadabra itu marahnya bukan main.

“Saya diberitakan bahwa saya “anak emas RCM”.. Itu SALAH BESAR!!!! Saya selalu melakukan tanggung jawab sebagai artis dgn membayar Fee Managemen,” katanya.

Pemilik nama lengkap Raden Terry Tantri Wulansari ini pun mengklaim dirinya diperlakukan sama dengan artis-artis naungan RCM lainnya. “Dari mulai saya masuk sampai sekarang, saya sudah banyak mengeluarkan uang untuk pembuatan VC.. Beratus2 juta.. Dan itu yang RCM janjikan sama saya..”
“Jadi tolong JANGAN PERNAH menyebut sy adalah Anak EMas RCM.. Jadi yang anak emas RCM bukan SAYA.. Trimakasih,”
“Saya tidak pernah melakukan pembelaan atas apapun.. Tapi atas nama harga diri, saya harus meluruskan berita yang slama ini..”
Di akhir klarifikasinya, Mulan menyatakan kicauan kerasnya sekadar meluruskan berita-berita miring yang sejauh ini beredar di masyarakat.
“Maaf kl tweet sy skr menyinggung seseorg.. Tp inti dr smua ini adlh, sy hanya ingin meluruskan smua berita yg sdh terlampau jauh menyudutkan sy.. ,” kata Mulan.

Meski tengah dilanda kesedihan, Mulan mengaku masih bisa tersenyum. Ia merasa beruntung masih memiliki ibu dan anak-anak. “Satu hal yg mbt aku hrs trs tersenyum adalah Mama dan anak2,” kicaunya.

Dhani dan Mulan memang sering disebut berhubungan spesial. Dari gosip nikah siri hingga disebut-sebut sebagai ayah biologis anak ketiga Mulan.
Namun pentolan band legenda, Dewa 19 itu menganggap semua gosip tadi sudah basi. “Kalau sekarang kayaknya bukan cerita baru ya, bukan gosip hangat lagi, udah gosip dingin,” ujar Dhani yang didampingi Mulan dalam suatu acara, akhir tahun lalu. “Gosip basi,” timpal Mulan yang berada di sampingnya. (bcg/rm/jpnn)

Valentine dan Nilai Islam

Oleh:
Ahmad Ilyas SAg

Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan tentang Cinta (kasih sayang), yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan, bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan terhadap cinta yang akhirnya akan dapat menggiring seseorang kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.

Kasih sayang adalah sebuah nilai yang universal, semua orang di dunia menyetujui bahwa kasih sayang adalah nilai yang agung, semua orang di dunia suka akan hal itu. Sebagai sebuah agama dunia, Islam sangat menaruh perhatian terhadap kasih sayang itu. Islam memang agama kasih sayang. “Barangsiapa yang tidak menyayang, tidak akan disayang. “Barangsiapa tidak menyayangi yang di bumi, maka tidak akan disayangi oleh yang di langit.”
Mengingat tingginya nilai kasih sayang dalam pandangan Islam, maka kasih sayang diberikan, dirayakan sepanjang waktu. Tidak ada waktu khusus untuk saling menyayangi, misalnya tahun kasih sayang, bulan kasih sayang, atau hari kasih sayang. Kasih sayang dalam Islam terjadi sepanjang hari, sepanjang kehidupan. Kalau terjadi peristiwa seperti itu, pasti bukan dari Islam.

Selain itu kasih sayang Islam untuk seluruh makhluk Allah. Bahkan Rasulullah Saw melebel orang yang tidak menyayangi yang kecil dan yang besar (dengan menghormatinya) bukan termasuk umatnya. Sehingga Islam tidak mengenal kasih sayang hanya untuk orang tertentu saja, apalagi hanya kepada lawan jenis.

Sementara, di tengah-tengah masyarakat kita-khususnya diperkotaan-telah muncul perayaan hari kasih sayang yang disebut dengan valentine’s day. Merayakannya dengan menghabiskan hari dengan orang terkasih, yaitu kekasihnya. Makan malam bersama di tempat yang romantis, sambil menikmati iringan lagu My Valentine. Saling memberikan kado, coklat, yang disertai kartu ucapan. Hari itu dianggap hari yang special. Interior di mall, supermarket atau pusat perbelanjaan di rancang demikian romantis dipenuhi pernak-pernik berbentuk hati, ada rangkaian bunga indah, coklat, pita disana-sini, yang kesemuanya didominasi warna pink. Kartu ucapan sayangpun marak dijual di emperan toko-toko.

Perayaan seperti jelas bukan dari Islam karena seperti yang disebutkan diatas, Islam hanya mengenal bahwa kasih sayang itu dilakukan setiap hari. Lalu darimana perayaan seperti ini? Banyak orang bercerita tentang asal muasal valentine’s day itu, namun beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan  agama Kristen yang diyakininya. Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan ‘undian cinta’. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : “Dari Valentinemu”.

Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola.  Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.

Nah, ternyata benar, valentine’s day itu bukan dari Islam, bahkan merayakannya akan menyeret pelakunya kepada kemusyrikan, sebuah perbuatan yang akan mencederai ketauhidan kepada Allah. Ini masalah besar dalam Islam.

Masalah besar lainnya adalah berkurangnya nilai kasih sayang, yang oleh Islam dijunjung tinggi. Terkesan bahwa kasih sayang itu hanya terbatas hubungan laki-laki dan perempuan, padahal sejatinya kasih sayang itu lebih luas dari yang dipraktekkan. Bahkan kasih sayang-yang mulia itu-dipraktekkan dengan perzinahan. Dipraktekkan dengan pergaulan bebas, terjadi de-sakralisasi seks. Sungguh praktek kasih sayang yang jauh dari ketinggian Islam.

Dari sudut pandang Islam, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.

Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Berdampak buruk terhadap akhlak

Pertama, munculnya  akhlak tasyabbuh yaitu akhlak meniru orang lain dengan tanpa mengetahui dan mempertimbangkan sebab dilakukannya valentine’s day. Dengan meniru praktek berkasih sayang yang buruk akan membuat ketinggian kasih sayang Islam akan pudar dan secara perlahan akan sirna. Untuk itu Rasulullah saw memagari umatnya dengan sebuah hadits:

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, “ (HR. Tirmidzi.)

Kedua, dengan meniru orang lain menunjukkan ketidakberdayaan umat Islam yang pada gilirannya akan meninggalkan ciri ketinggian nilai-nilai Islam, menanggalkan identitas keislaman. Nantinya umat Islam berperilaku mengikuti trend yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat-yang sekarang ini-dipengaruhi oleh budaya global melalui berbagai media. Karena dengan mengikuti Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, dansa-dansa, dan mengumbar nafsu lainnya.

Ketiga, valentine’s day secara tidak langsung memberi keuntungan kepada pihak kapitalis dan menjadikan umat Islam sebagai konsumen saja. Mereka yang membuat, memproduksi barang kepentingan perayaan, sementara pembelinya adalah umat Islam.

Dikala seperti ini, kita pegang saja kuat-kuat Sabda Nabi Muhammad saw: “katakanlah: aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah!” Dengan iman yang menancap di lubuk hati, sampai pada cinta kepada keimanan dan iman itu menghiasinya, maka akan benci kepada bentuk kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan”. Sebagai firman Allah :

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”(QS.Al Hujarat:7)

Inilah dasar  untuk menangkis serangan era globalisasi yang kuat dalam menerpa nilai-nilai Islam yang kita miliki. Setelah kita menggenggam keimanan dengan erat, komitmenlah, istiqamahlah, berjalan terus diatas jalan yang lurus. Jangan lupa pelajari ilmu agama dan jangan pula pernah jemu. Orang berilmu akan mengetahui terang di dalam kegelapan, akan mengetahui jalan keluar dalam kesesatan, dan akan mengetahui kebenaran diantara kebatilan. Wallahu A’lam Bishowab.(*)

Penulis adalah Ketua PERSIS (Persatuan Islam) Kecamatan  Medan Johor, Staf pengajar di SD Islam
An-Nizam Medan dan Pemerhati
persoalan Pemuda dan Remaja Kota Medan.

 

Pacaran, Song Ji Hyo Minta Maaf pada ‘Running Man’

Para personel  ‘Running Man’  sangat dekat satu sama lain. Selalu syuting bersama membuat mereka seperti keluarga. Apakah proses syuting ‘Running Man’ setelah mengetahui Ji Hyo ternyata berpacaran dengan CEO agensinya?

Beberapa hari yang lalu adalah syuting pertama ‘Running Man’ setelah berita Ji Hyo berpacaran beredar luas. Meski syuting berjalan seperti biasa, program director (PD) menyatakan Ji Hyo sempat meminta maaf pada personel ‘Running Man’ yang lain.

“Ini adalah syuting pertama sejak berita itu muncul, mereka bersenang-senang dan tak canggung. Tapi Song Ji Hyo kelihatannya memang merasa bersalah,” ujar PD tersebut.

Ji Hyo pun sempat meminta maaf pada rekan-rekannya. Tak heran karena berita pacaran biasanya berpengaruh buruk pada seorang artis atau program yang ia bintangi. Apalagi Ji Hyo punya peran sebagai ‘Monday Couple’ bersama Gary di ‘Running Man’.

“Ji Hyo meminta maaf pada personel lainnya. Tetapi mereka menjawab ‘Kau tak perlu minta maaf. Ayo lakukan yang terbaik’. Monday Couple Gary juga tak terlihat canggung sama sekali,” pungkas sang PD. (ast/mmu/dtc)

Aspek Filosofi dari Maulid Nabi Muhammad SAW

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun diselenggarakan umat Islam di seluruh dunia, seharusnya mempunyai pengertian dan penghayatan mendalam serta mendasar terhadap kualitas dan kuantitas amalnya. Lalu, dibandingkan dengan kita untuk periode waktu yang sama.
Antara lain dengan membaca serta merenungi riwayat hidupnya, sejak lahir tanpa ayah sampai wafat dengan tenang, plus dampak perjuangan dan kepribadiannya terhadap umat manusia sampai kini.

Dengan demikian, kita bisa mengukur, berapa jauh selisih substansi amal beliau dengan amal kita, baik dalam bentuk “habluminallah”, “habluminannas”, maupun “habluminallam”. Ini untuk menoleh masa lalu sebagai langkah menghadapi masa depan, sampai bisa diketahui, mana saja perbuatan yang perlu “dihilangkan atau diwujudkan” dan “ditambah atau dikurangi”.

Ummat Islam dari masa ke masa sudah sepakat, amal merupakan puncak ketaqwaan dan keimanan manusia terhadap Allah. Artinya, tiada yang mampu menumbangkan substansi amalnya. Bila selisih amalnya dengan amal kita semakin besar, berarti semakin banyak kita melalaikan seruannya: berbuat ma’ruf dan mencegah mungkar.

Jadi, peringatan Maulid merupakan momentum untuk membuat target keinsafan dari kemungkaran dan peningkatan untuk kema’rufan, untuk berbagai aspek.

Tetapi ini sulit telaksana tanpa itikad dan antusias untuk mengoreksi segala perbuatan yang sudah dilaksanakan serta tercatat dalam lembar kehidupan kita melalui catatan “Rakit dan Atid”. Apalagi bila menjadikan Maulid hanya sekedar upacara belaka.
Banyak perilaku fantastis yang dapat dipetik dari riwayatnya, seperti ketabahan dan kesatriaannya menerima ujian dan cobaan terhadap penganiayaan fisik yang dilakukan manusia-manusia yang zalim.

Misalkan ketika pulang ke rumah, Nabi Muhammad SAW dihadang serta ditaburi pasir oleh orang Quraisy, sehingga badannya menjadi kotor. Tetapi ketika sang anak menangis sambil membersihkan debu, bukan “rasa dendam” yang beliau perlihatkan, tetapi “sikap sabar”. Anaknya dihibur dengan pernyataan, “Sesungguhnya Allah akan selalu membela dan melindungi ayah”.

Apalagi ketika hijrah ke Thaif yang ketika itu beliau disambut penduduk dengan perbuatan yang sangat keji. Mereka mengeroyok dan mengejeknya dengan sadis.

Dari anak kecil sampai orang dewasa, menyerang beliau dengan batu sampai akhirnya mencucurkan darah. Itu dilakukan sambil melontarkan beragam kalimat cacian, seperti “sinting”, “dungu”, bahkan “gila”. Apakah ia dendam dan benci? Oh… tidak! Malah ketika malaikat menawarkan jasa, apakah kaum itu dihancurkan saja, ia menjawab, “Malah aku mengharap, semoga Allah menciptakan kaum penyembahNya dari keturunan mereka”.

Semua itu akan memberikan kita sketsa bahwa sikap dan reaksinya mencerminkan sosok manusia yang berpikir sangat positif serta berorientasi jangka panjang. Ini memang terbukti. Banyak dari mereka yang memusuhinya, tetapi karena hatinya luluh renyah melihat perilaku beliau, berbalik menjadi mengikutinya, malah di antaranya berlanjut menjadi sahabatnya, serta menjadi panglima untuk mencapai kemakmuran dan kejayaan Islam. Sekaligus tampak jelas pula, bagaimana Nabi Muhammad SAW mengenyampingkan “dendam” sambil memanfaatkan “sabar” untuk mengsukseskan perjuangan dan penyebaran syiar Islam.

Dengan memperingati Maulid, kita akan terangsang untuk lebih sering atau lebih bergairah untuk membaca riwayatnya. Soalnya sudah menjadi konsekwensi psikologis, deman suatu peringatan akan merangsang masyarakat untuk mengetahui nilai sejarah yang terkandung dari peringatan itu. Jadi untuk Maulid, cepat atau lambat, akan menyadarkan bahwa amal kita ternyata belum apa-apa dibandingkan dengan amal beliau. Bila kita mempunyai rasa malu, tentu akan semakin mendorong kita untuk lebih banyak berbuat amal.

Rasa “hanya punya dosa sedikit” atau “bebas dari segala dosa” mungkin saja mengusik/menggoda kita. Ini jelas bisa membuat kita lupa diri, serta secara perlahan akan membuat kita mengurangi frekwensi penyebutan kalimat “istighfar”. Dengan peringatan Maulid, kita akan memperoleh informasi tentang kegiatan “istighfar” Nabi Muhammad SAW yang dilakukan kapan dan di mana saja.

Ingat, walaupun dijamin masuk surga, Nabi Muhammad SAW tetap “istighfar” dengan frekwensi yang sangat tinggi. Ini menandakan, ia tidak “angkuh”. Maksudnya, merasa “bebas dari dosa”, walaupun sebenarnya ia memang “bebas dari dosa”. Ia melakukan setiap hari bukan lagi puluhan kali, tetapi ribuan kali.

Bukan itu saja, dengan membaca sejarah Nabi Muhammad SAW, kita akan banyak mengetahui rahasia hidupnya yang bila diaplikasikan akan memberikan kredit point sangat bagi kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Misalkan tentang kesehatan, ia hanya sakit dua kali saja dalam hidupnya. Di antaranya karena: “selalu bangun sebelum fajar”, “makan sebelum lapar dan stop sebelum kenyang”, “minum dari wadah yang tertutup”, “tidak mudah sugesti terhadap jasmani”, “bisa mengendalikan emosi”, dan “minum tanpa bernapas”.

Sampai kini masih banyak rahasia hidupnya yang belum mencapai popularitas yang maksimal. Artinya, hanya diketahui oleh kelompok minoritas dalam ummat Islam. Jadi logislah bila dikatakan, Maulid merupakan momentum yang tepat untuk mempopulerkan itu, sebagaimana aspek kesehatan. Soalnya berdasarkan kenyataan, di sekitar Maulid, sejarah hidupnya lebih menggema dan lebih apresiatif. Apalagi kini di mana media massa selalu terlibat memperingati Maulid, jauh sebelum dan sesudahnya, baik dalam bentuk berita maupun artikel, dengan beragam pengkajian dan penganalisaan.

Kini banyak ilmuwan, baik ummat Islam maupun non Islam, yang mempelajari rahasia hidupnya. Mereka sedikit-banyak mengakui, Nabi Muhammad SAW tidak saja sebagai sosok pribadi yang menyangkut keagamaan, juga keduniaan. Misalkan Napoleon Bonaparte, panglima perang dari Perancis, mengagumi kordinasi Nabi Muhammad SAW terhadap tubuhnya sampai dengan beberapa liter air saja dapat membersihkan rambut sampai kaki dengan sempurna dan merata. Ini jelas pekerjaan yang sulit dilakukan manusia kini, apalagi setiap hari, termasuk oleh mereka yang tinggal daerah tandus dan kering, seperti di jazirah Arab, tempat lahirnya.

Sedangkan Johann Wolfgang von Goethe, sastrawan legendaris dari Jerman, mengibaratkannya dengan keindahan sungai yang tidak pernah kering sebentar pun. Sejak lama ia terpesona dan terangsang untuk merenungi dan menghayati beragam rahasia hidupnya. Semua pujian ini dicurahkan melalui puisi, bahkan ia sudah membuat skenario drama yang berisikan penghormatan dan kekaguman kepada insan yang sangat mulia itu. Ia menganggap nuraninya termulia, ibarat mutiara dengan kualitas terbaik di samudra. Selanjutnya ia memujinya: “Dengan pakaian putih, seperti mutiara. Dengan pakaian merah, ibarat mawar”.
Sementara Annemarie Schimmel, penulis buku “Dan Muhammad adalah Utusan Allah”, menguraikan bahwa hubungan spritual-fisikal pada Nabi Muhammad SAW terdapat sistim pencerminan bolak-balik. (*)

Penulis bekerja di Reformasi Sains Matematika Teknologi

Truk Sampah, Bibit Pohon hingga Alat Keterampilan

PTPN IV Salurkan Dana CSR

MEDAN-PTPN IV menyalurkan bantuan program Bina Lingkungan senilai Rp2 miliar lebih kepada lima instansi di halaman kantor PTPN IV, Jalan Letjen Suprapto Medan, kemarin (9/2).

Bantuan yang diserahkan Dirut PTPN IV, Dahlan Harahap itu berupa dua unit truk sampah, enam unit gerobak sampah roda tiga (diserahkan kepada Pemko Medan), sepuluh unit kawasaki trail (diserahkan kepada Polda Sumut). Kemudian 1000 unit kursi chitose (diserahkan kepada USU), alat keterampilan (diserahkan kepada LP Tanjung Gusta) dan 50 ribu bibit pohon penghijauan (diserahkan kepada Kodam I BB).

Dahlan Harahap dalam sambutannya mengatakan, PTPN IV memiliki program bina lingkungan yang merupakan bagian dari CSR perusahaan. Dalam penyaluran CSR ini, kata Dahlan, pihaknya selalu menggandeng lembaga. Semisal dengan Kodam I/BB yang mempunyai  program Toba Go Green, jadi PTPN menyuplai 50 ribu bibit untuk ditanam. Kemudian dengan Pemko Medan, kata Dahlan, dalam mendukung program Pemko Medan untuk menjadikan Kota Metropolitan yang bersih, maka PTPN IV menyalurkan truk sampah dan gerobak sampah.

Demikian juga halnya dengan dunia pendidikan dan keterampilan. Untuk menunjang sarana pendidikan di lembaga itu, PTPN IV menyalurkan kursi chitose yang nantinya bisa dimanfaatkan mahasiswa sebagai sarana belajar di kampus. Dan terakhir, sambung Dahlan, memberikan alat keterampilan yang bisa dimanfaatkan warga binaan LP Tanjung Gusta.

“Dana CSR yang kami salurkan ini merupakan penyisihan dari laba perusahaan. Hingga saat ini PTPN IV sudah menyalurkan Rp105,4  miliar dana CSR kepada masyarakat,” ungkap Dahlan.

Sebelumnya, Kabag PKBL PTPN IV Ir Muhtadin Harahap dalam sambutannya mengatakan setiap tahun mereka menyalurkan CSR perusahaan kepada masyarakat, baik itu yang berada di sekitar kebun PTPN IV maupun di luar lingkungan kebun. Bentuk CSR yang disalurkan juga beragam, semisal pembangunan sarana jalan, bantuan UMKM, bantuan rumah ibadah, pendidikan dan lain sebagainya.  “Dan kebetulan pada hari ini kita memberikan CSR kepada instansi pemerintah untuk mendukung program mereka. Jadi ada sinergi perusahaan dengan pemerintah,” ungkap Muhtadin.
Pagdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk Frederik Paulus selaku yang mewakili penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV yang telah menyalurkan CSR-nya kepada mereka. Dia menyebutkan dalam pemberian bantuan kali ini paling tidak ada dua aspek penilaian yang bisa diambil manfaatnya yakni wujud pembanguan SDM dan pelestarian lingkungan. (adl/dra)