Home Blog Page 13923

Bangunan Bermasalah Menjamur di Selayang dan Tuntungan

MEDAN-Bangunan bermasalah menjamur di sejumlah lokasi di Kecamatan Medan Selayang dan Medan Tuntungan. Bangunan-bangunan tersebut terindikasi menyalahi izin yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), sehingga terjadi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan.

“Hal ini tak bisa dibiarkan. Pasalnya, dalam perda tegas dinyatakan, proses pembangunan tidak bisa dilakukan sebelum dilengkapi dengan perizinan,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Medan Irwan Sihombing kepada wartawan, Selasa (7/2). Irwan menilai, maraknya bangunan bermasalah di Kota Medan disebabkan lemahnya aparat pemerintah dalam pengawasan dan menegakkan Perda.

Pantauan di lokasi, puluhan bangunan bermasalah itu terdapat di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Dalam perizinannya, ada 10 unit bangunan rumah yang berdiri di atas lahan milik warga bermarga Purba. Namun faktanya, 13 unit bangunan didirikan di lahan tersebut.

“Kami bangun bagi dengan pengembang. Soal kekurangan izinnya, sedang dalam proses. Tak hanya itu, kami juga dirugikan dalam proses pembangunan ini. Di mana, perizinan yang kami ajukan untuk satu lantai, namun TRTB memungut retribusi untuk dua lantai,” terang Purba, saat ditemui di lokasi.
Demikian pula halnya dengan pembangunan komplek perumahan mewah yang ada di Jalan Bunga Cempaka Pasar III. Sedikitnya, 30 unit bangunan rumah berdiri tanpa dilengkapi dengan perizinan sebagaimana mestinya. “Izinnya sedang dalam pengurusan,” kata seorang pekerja.

Sementara itu Camat Medan Selayang Halim Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya mengaku tidak mampu menegakkan peraturan daerah (Perda) No 9 tahun 2002, tentang retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Saya tidak bisa mengambil tindakan apapun. Semua laporan dan permasalah bangunan yang melanggar Perda sudah saya laporkan secara tertulis pada kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB),” ujarnya.(ade)

Kirana Larasati Sempat Kecanduan Alkohol

Model dan pesinetron ini mengaku sempat jadi junkies (pengguna narkoba). Bukan itu saja, Kirana pun kecanduan minuman alkohol. Minuman sejenis bir, menurut dia, seperti air putih saja. Bangun tidur, dirinya kadang langsung mencari bir.

“Tapi hal itu tidak patut ditiru. Narkoba atau minuman keras tidak akan menyelesaikan masalah. Anggap saja kejadian yang menimpa saya itu, sebagai pengalaman buruk. Awalnya mungkin saya hanya coba-coba. Terus melihat di sekeliling, hal itu seperti yang wajar. Jadi saya terbawa,” ujar Kirana yang sekarang jadi duta anti narkoba.

Dijelaskan lagi, sudah dua tahun ke belakang dirinya bersih dari minuman keras dan narkoba. Dia sadar betul, barang haram tersebut hanya menghancurkan masa depan. Awalnya memang terasa berat untuk meninggalkan minuman keras dan narkoba. Apalagi kalau sudah didera pusing-pusing, bawaannya ingin mengonsumsi narkoba.

“Intinya harus punya kemauan pada diri sendiri untuk meninggalkan itu semua. Kalau dicoba pasti bisa,” ujar bintang sinetron Jangan Berhenti Mencintaiku ini.

Kirana mengaku tak perlu menjalani rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduannya terhadap alkohol. Ia mulai minum alkohol sejak berusia 18 tahun.
“Momen saya berhenti ketika saya ketemu teman lama, membuat saya berpikir. Itu ajaib dalam waktu semalam stop semua,” kenangnya. Awalnya orang terdekat tak ada yang tahu dia junkies. Makanya banyak yang kaget saat dia membuat pengakuan.

“Setelah pengakuan saya ini banyak yang bilang pantesan badan saya kurus bukan karena narkoba tapi memang karena turunan sudah kurus begini,” jelasnya.

Kirana menenggak alkohol karena tak tahan dengan tekanan hidup yang dihadapinya. Ia merasa tanggung jawab yang harus dipikulnya terlalu berat. (rm/jpnn)

Bos Calo CPNS Diburu

MEDAN-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut memburu bos calo CPNS bernama Plansius Panjaitan.
Kasubdit III Reserse Kriminal Umum Poldasu, AKBP Andre Setiawan Sik yang dikonfirmasi menjelaskan tersangka Plansius Panjaitan merupana bos calo berdasarkan hasil interogasi keempat tersangka Marisi Tambunan, Suroso, Delisa Simatupang dan Rintar Sianturi. Menurut Andre uang diberikan kepada Plansius Panjaitan.

“Untuk membongkar jaringan ini hingga ke big bosnya kita harus tangkap dulu Plansius Panjaitan. Saat ini kita masih  memburu Plansius Panjaitan,” terang Andre. Menurut Andre, dari hasil interogasi terhadap para tersangka CPNS tergiur karena ada kabar kalau Plansius Panjaitan berhasil meloloskan 20 orang masuk PNS dengan jalan membayar hingga ratusan juta.

Pada tahun 2009 hingga 2010 para calon pun bertambah. Keempat tersangka mencari calon yang ingin masuk CPNS diantaranya Delisa Simatupang. Andre mengatakan kasus ini baru terbongkar setelah Plansius Panjaitan sudah tertangkap.  “Jadi kita tunggu saja Plansius tertangkap,” ujar Andre. (mag-5)

Enam Imgran Afghanistan Ditangkap

Saat Menumpang Sampan di Alur Sungai Silau, Asahan

MEDAN- Enam orang warga Afghanistan yang mau mencari suaka ke beberapa negara, di antaranya Australia dan Indonesia, diamankan petugas Dit Polair Polda Sumut KP I 2002 yang sedang patroli di alur Sungai Silau, Tanjungbalai-Asahan, Kamis (9/2) malam pukul 20.15 WIB.

Menurut keterangan Direktur Polair Polda Sumut Kombes Pol Ario Gatut, diamankannya keenam imgran gelap asal Afghanistan tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap sampan yang berpenumpang enam orang. Saat petugas menyuruh orang yang ada disampan tersebut untuk merapat, mereka malah berusaha melarikan diri.

Melihat ada kejanggalan, petugas langsung melakukan pengepungan. Setelah berhasil ditangkap, dilakukan pemeriksaan terhadap para penumpang. Ternyata, tak satu pun dari penumpang sampan itu yang bisa berbahasa Indonesia.

Oleh petugas, keenam imgran gelap tersebut langsung digiring ke markas Satpol Air Reserse Tanjungbalai untuk diproses lebih lanjut.
“Saat ini imgran gelap asal Afghanistan tersebut diamankan di Markas Sat Polair Tanjung Balai,” ujar Ario Gatut kepada Sumut Pos.

Aria Gatut juga menambahkan, dari hasil introgasi petugas keenam imgran tersebut bernama Qais (17), Nausali (24), Hasan Muhamad Ali (21), Muhamad Husain (24), Aminnulah (17) dan Farid (17).

Dari keterangan keenam imgran tersebut, mereka mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka nekat dengan menggunakan sampan lari dari Afghanistan dan hanya membawa bekal makan seadanya.(mag-5)

Medan, Kota Transit Sabu

Dari Iran, Singgah di Malaysia, Tujuan Jakarta

JAKARTA-Indonesia semakin menarik bagi jaringan sindikat pengedar narkoba level internasional. Dan, Medan dijadikan tempat yang nyaman sebagai kota transit. Setelah sabu masuk ke Medan, barang haram itu langsung dikirim via darat ke Jakarta.

Setidaknya hal ini diungkapkan Direktur Pemberantasan dan Pengejaran BNN, Brigjen (Pol) Benny Mamoto usai memaparkan temuan baru. Ya, awal bulan ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menangkap lima tersangka yang diduga anggota jaringan narkoba lintas negara. “Dari tersangka kami  menyita barang bukti sebanyak 12 kilogram narkoba jenis shabu senilai Rp24 miliar,’’ ujar  Benny Mamoto di Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Rabu (8/2).
Benny menyebut jaringan ini merupaan sindikat pemasok sabu yang berpusat di Malaysia. Barang haram ini diduga berasal dari Iran dan ditampung di Malaysia sebelum masuk ke Indonesia. ‘’Masuk melalui Medan ke Jakarta melalui jalan darat,’’ imbuhnya.

Ketika barang tersebut masuk ke dalam negeri sebagian besar didistribusikan oleh jaringan lain dari India dan kelompok Malaysia tersebut. Lima tersangka yang ditangkap ini berinisial A, NY, AN, IS dan WN yang disebut anggota jaringan ini. ‘’Ini memang larinya ke jaringan India,’’ jelasnya.
Lima tersangka ini sendiri pertama kali ditangkap 1 Febuari lalu. Yakni penangkapan A dan AY di  Jalan Raya Tubagus Angke, Jakarta Barat. Modusnya tersangka membawa sabu yang dititipkan AN dalam sebuah truk fuso yang dicampur dengan mainan anak-anak. Sementara IS ditangap atas dugaan keterlibatan dalam pratik pencucian uang hasil perdagangan sabu tersebut, IS yang merupakan pegawai sebuah Money Changer adalah pemilik rekening yang digunakan untuk bertransaksi. Sementara WN disebut sebagai pemodal. ‘’Sedangkan pemodal luar adalah warga negara India yang sudah terindikasi,’’ ungkap Beny.

Kemungkinan via Jalur Laut

Terkait Medan sebagai tempat transit, pihak pihak Bea & Cukai Bandara Polonia Medan menjadi perhatian. Setidaknya, masuknya sabu hingga pengiriman ke Jakarta sempat diduga melalui udara. Tak pelak, pihak Bea & Cukai Bandara Polonia Medan langsung membantah. “Tidak via jalur udara. Kemungkinan besar sabu tersebut dibawa via jalur laut,” tegas Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Bea & Cukai Bandara Polonia Medan, Riski, Rabu (8/2) malam 20.30 WIB saat dihubungi via telepon selulernya.

Lebih lanjut, Riski menuturkan, Medan memang sebagai salah satu tempat yang cocok untuk transit narkoba dari luar negeri. Tak hanya itu, Riski menerangkan, kemungkinan saja sabu tersebut di-full-kan (dikumpulkan) di Medan lalu dibawa via laut. “Tak mungkin lewat jalur udara karena pengawasan dan pengamanan serta pemeriksaan X-Ray sudah begitu ketat dan tak ada menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sejauh ini semua sudah kita lakukan pengamanan yang begitu ketat. Tak ada yang bias lolos dari X-Ray,” sebutnya.

Terkait dengan hal itu, Riski mengaku, dirinya juga dihubungi oleh pihak Bea & Cukai Pusat kenapa hal tersebut bisa terjadi, namun, dirinya mengaku bahwa itu kemungkinan besar via jalur laut. “Saya pun dihubungi dari Pusat dan saya bilang pengawasan, pengamanan dan pemeriksaan sudah kita lakukan secara ketat. Jadi tidak mungkin via jalur udara. Bisa saja pengakuan pelaku atau tersangka begitu tapi yang jelas mereka tidak via jalur udara,” tegasnya lagi. (zul/jpnn/jon)

Dalam Suasana Penuh Haru

Malam Pisah Sambut Wakapoldasu dan Dir Lantas Poldasu

Medan-Jajaran pejabat di  Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) Rabu (8/2) malam menggelar acara pisah sambut Wakapolda Sumatera Utara dan Dir Lantas Polda Sumatera Utara di Tiara Convention Hall.

Acara pisah sambut  ini dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, dan unsur Muspida Sumatera Utara. Wakapolda yang lama Brigjen Pol Sahala Allagan digantikan wakapolda yang baru Brigjen Pol Cornelis Hutagaol. Lalu, Dan Dirlantas Polda Sumut yang lama Kombes Pol Drs Bambang Sukamto yang akan menjalankan pendidikan Lemhanas digantikan Kombes Pol M Arkan Hamzah.

“Saya harapkan Kapoldasu terus memajukan Sumatera Utara,” ucap Brigjen Pol Sahala Allagan dalam sambutannya.
Usai memberi sambutan, Sahala Allagan menerima cenderamata dari Wisjnu Amat Sastro. Suasana haru pun tampak saat Sahala Allagan menerima cendramata dari Kasdam I Bukit Barisan dan pejabat lainnya.

Selain Sahala Allagan, Wisjnu juga memberikan cenderamata kepada Kombes Pol Bambang Sukamto. “Sebagai lulusan  terbaik. Saya yakin plakat ini akan kembali ke Sumatera Utara. Bersama dengan jabatan baru Anda nanti sebagai Kapolda Sumatera Utara,” ungkap Wisjnu kepada Bambang Sukamto. (mag-5)

Satpam Langsung ‘Takluk’ Lihat Pistol

Gudang Besi di Medan Deli Dirampok

BELAWAN-Perampokan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi di wilayah Utara Kota Medan. Kali ini, tidak hanya mengambil barang berharga, satpam di lokasi perampokan juga ‘dilumpuhkan’ dengan pistol.

Ceritanya, sebuah gudang besi di Jalan KL Yos Sudarso Km 6,5 Kecamatan Medan Deli, Rabu (8/2) dini hari kemarin, dibobol 3 kawanan rampok bersenjata api (bersenpi). Para pelaku berhasil membawa lari 2 unit tribal motor beko senilai puluhan juta rupiah.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus menjelaskan, aksi perampokan itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Menurut dia, perampokan diduga menggunakan senjata api tersebut bermula ketika petugas Satuan Pengaman (Satpam) gudang, Hasan, tengah berada di pos penjagaan didatangi para pelaku. “Dari keterangan yang diperoleh, pelaku berhasil masuk ke dalam gudang setelah lebih dulu melompati pagar setinggi 2 meter. Salah seorang di antaranya kemudian melakukan penyekapan terhadap petugas keamanan gudang,” kata, Oktavianus.

Usai melumpuhkan petugas Satpam, dengan menutup mulut, Hasan menggunakan lakban dan kedua tangan korban. Para perampok bersenpi ini lantas mengambil dua unit alat tribel motor beko dan membawanya keluar gudang dengan menggunakan mobil milik pelaku. “Pengecekan di TKP sudah kita lakukan dan pelakunya masih dalam pengejeran,” lanjutnya.

Hasan mengungkapkan kepada Sumut Pos, dirinya tak menyadari ada tiga pria memasuki areal gudang. Dia baru tahu setelah pelaku mendatanginya di pos penjagaan.”Saat itu aku lagi membersihkan jam, aku tak sadar mereka (pelaku) datang, tiba-tiba saja mereka sudah ada di depan pos penjagaan,” ujar Hasan.

Melihat pelaku menenteng pistol, Hasan cuma bisa pasrah pada saat dirinya ditendang hingga tersungkur. Tak hanya itu, kepalanya  juga sempat ditodong pistol.”Begitu aku terjatuh, kepalaku langsung dipijak sambil ditodongnya pakai pistol. Terus mulutku dilakban dan tangan juga diikat. Kulihat mereka membuka pintu gerbang pagar dan mengambil tribal motor beko lalu kabur menggunakan mobil,” akunya.

Melihat para perampok kabur dengan membawa barang hasil kejahatannya, Hasan lantas berupaya melepaskan lakban yang menutupi mulutnya. “Pas lakban terlepas, aku langsung berteriak minta tolong. Tak lama beberapa pekerja yang sedang berada di warung datang menolong,” ucapnya.
Dengan ditemani oleh beberapa orang pekerja, Hasan selanjutnya melaporkan kejadian perampokan bersenjata tersebut Mapolsekta Medan Labuhan.”Seingatku ciri-ciri pelaku postur badannya tegap tinggi,” imbuhnya.(mag-17)

PDAM Tirtanadi hanya Kelola 64 Hidran

MEDAN-Kondisi Kota Medan menghadapai bencana kebakaran terasa makin miris saja. Bagaimana tidak, setelah diketahui banyak hidran yang rusak, pihak PDAM Tirtanadi malah tidak tahu pasti jumlah fasilitas pendukung pemadam kebakaran tersebut.

Setidaknya, Jumirin selaku Kepala Bidang Publikasi PDAM Tirtanadi mengatakan kalau hidran yang dikelola pihaknya sebanyak 64 yang masih berfungsi. Data ini jelas berbeda dengan yang diungkapkan Kadis Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (P2K), Marihot Tampubolon, beberapa hari lalun

Kata Marihot, Medan memiliki 141 unit hidran. Dari jumlah tersebut yang masih bisa digunakan hanya 50 unit, sedangkan 91 lainnya dalam kondisi tak laik.

“Berdasarkan data sementara, ada 64 hidran yang masih berfungsi. Kalau untuk berapa seluruh jumlah hidrant yang ada pada PDAM Tirtanadi, saya belum mengetahuinya. Besok saja ya. Biar dilakukan pendataan ulang berapa jumlah seluruh hidrant dan yang tidak berfungsi lagi,” kata Jumirin, Rabu (8/2) siang.

Dijelaskannya, perawatan terhadap hidran yang dilakukan PDAM Tirtanadi dilakukan setiap bulan dengan melakukan monitoring oleh petugas. “Jadi akan dilakukan perawatan, mana tahu ada yang bocor akan segera diperbaiki. Tim akan terus melakukan monitoring keliling,” jelasnya.

Disinggung mengenai besar biaya pembelian satu hidrant untuk kebutuhan di Kota Medan yang diharuskan sebanyak 4.000 hydrant. Jumirin belum bisa menjelaskanya tanpa memegang data yang ada. “Ini ‘kan sudah sore Bang, bagaimana kalau besok saja. Biasanya untuk pembelian hidran harganya bervariasi terhadap jenis hidran. Jadi besok sajalah ya,” pintanya.

Dikatakannya, setiap hidran yang dipakai di Kota Medan juga bervariasi dari segi ukuran yang digunakan. “Kalau untuk tipe hidran yang digunakan berukuran 2 inci, 3 inci, 4 inci, 6 inci sampai 12 inci. Untuk setiap harganya juga bervariasi dari ukurannya. Jadi kalau sudah dilakukan pengajuan pembelian hidran kami langsung melakukan pemasangan. Besok sajalah ya untuk data yang lebih lengkap,” bebernya.

Sementara itu, anggota DPD RI Parlindungan Purba menyoroti pentingnya tabung racun api untuk setiap rumah. “Melihat kebakaran yang terjadi Kota Medan seharusnya pihak pemerintahan kota melakukan pencegahan dengan membuat Perda penanggulangan dan pencegahan kebakaran di tengah masyarakat. Yakni dengan mewajibkan untuk memiliki tabung racun api di setiap rumah dan mensosialisasikan penggunannya kepada masyarakat,” ungkap Parlindungan di lokasi kebakaran, Rabu (8/2).

Parlindungan juga meminta kepada Hasyim SE selaku anggota DPRD Kota Medan dari Komisi C yang kebetulan berada di lokasi kebakaran untuk mengajukan Perda yang dimaksud.

Menanggapi usul Parlindungan itu, Hasyim langsung berjanji untuk menindaklanjutinya. “Usul Pak Parlindungan Purba itu bagus. Akan saya coba dalam rapat kita dan mengajukan usul ini ke Pemko Medan. Karena lebih baik mencegah api daripada memadamkannya,”sebutnya. (adl/gus)

Harus Bersaing dengan Tukang Botot

Kisah Korban Kebakaran Jelang Cap Go Meh di Jl AR Hakim Medan

Sudah tiga hari kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Lingkungan XII Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area, namun kesedihan belum juga sirna. Bagaimana tidak, kejadian itu menimpa sebagian besar warga etnis Tionghoa yang seharusnya bersuka ria.

Bagus dan Adlansyah, Medan

Selain rumah, peralatan rumah tangga, hingga pakaian ludes terbakar. Karena itu, pemandangan di lokasi kebakaran cukup menyedihkan. Beberapa warga terlihat tidak peduli dengan sekeliling, mereka fokus mencari benda-benda yang masih bisa dimanfaatkan di tempat bekas rumah mereka.

Tidak itu saja, sisa bangunan yang masih bisa dipakai pun mereka selamatkan. Tentu, mereka tak ingin benda-benda yang telah gosong itu dikutip para pemulung. “saya bang kalau tidak diambil ini, dari pada diambil orang entar, saya tambah rugilah,” ungkap Angkun sambil menunjukkan besi sisa jendala rumah yang ludes terbakar.

Ya, di kawasan itu memang sudah banyak terlihat para pengutip barang bekas atau istilah Medannya tukang botot. Para pengutip ini ikut bergabung dengan warga yang mencari sisa barang di bekas rumah yang terbakar. Tak pelak, hal ini memunculkan sedikit masalah. Tentu warga merasa semua barang yang terbakar masih milik mereka. Sementara sang pengutip malah berpikir sebaliknya. Beruntungan, kericuhan tidak terjadi.

Seperti Angkun, Aci Khon (32) pun terlihat fokus mengais puing-puing rumahnya yang ludes terbakar. Dia terlihat begitu konsentrasi. “Bukan rumahku saja yang habis, surat-surat berharga juga tak sempat diselamatkan. Ijazahku ikut terbakar juga,” katanya.

Lain lagi dengan Herman (60). Dalam mengais sisa rumahnya yang terbakar, dia dibantu anggota keluarganya. “Cuma ini yang bisa saya lakukan mencari harta benda saya yang bisa digunakan kembali, karena rumah dengan isinya ludes terbakar sudah,” urainya.

Soal kericuhan juga nyaris terjadi di posko bantuan. Warga yang antre menanti bantuan sembako terkesan tak sabar. Apalagi setelah diketahui ada bantuan baju baru dari dermawan. Mereka pun saling dorong. Sekali lagi beruntung, kesigapan petugas mampu menahan aksi itu agar tidak menjadi kericuhan yang lebih besar.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyelesaikan pendataan korban kebakaran. Jumlah korban kebakaran dipastikan sebanyak 124 KK atau sebanyak 542 jiwa dan rumah yang terbakar sebanyak 88 unit. “Kita sudah menuntaskan pendataan baik dari jumlah korban kebakaran juga rumah yang terbakar,” kata Camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti.

Sedangkan untuki bantuan, lanjut Khoiruddin, hingga saat ini masih terus terkendali. Bantuan mengalir dari pihak ketiga. Khusus untuk bantuan anak-anak dan balita juga sejauh ini sudah disalurkan.

Untuk jumlah balita, jelas Khoiruddin ada sebanyak 43 orang, untuk anak SD 37 orang, SMP, 33 orang dan SMA 30 orang. “Bantuan untuk balita dan anak-anak berupa susu dan popok dan makanan pendamping juga sudah disalurkan,” kata Khoiruddin.

Hal yang sama juga dikatakan oleh  Plt Kepala Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Hannalore Simanjutak. Dikatakannya, saat ini pendataan korban yang dilakukan sudah tuntas. Untuk bantuan yang diberikan sudah disalurkan dengan baik dan Pemko Medan bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Hingga saat ini kita pastikan tidak ada korban yang kekurangan bantuan untuk makanan dan keperluan lainnya. Termasuk untuk kebutuhan anak-anak dan balita,” jelas Hannalore.

Dikatakannya, keperluan korban kebakaran mulai dari makanan, susu hingga keperluan lainnya seperti selimut, odol sudah terpenuhi. “Untuk bantuan sudah kita pastikan tersalurkan dengan baik, itu memang berkat kerja sama Pemko dengan pihak ketiga. Kita pastikan tidak ada korban yang kelaparan,” terang Hannalore. (*)

SPS Sumut Raih Gelar SPS Terbaik 2011

Ketua Umum SPS Pusat Lantik Pengurus SPS Sumut

JAMBI-Prestasi luar biasa kembali diraih Serikat Perusahaan Pers ( SPS ) cabang Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan setelah Dewan Pimpinan SPS Pusat menganugerahkan SPS yang dipimpin H Teruna Jasa Said untuk ketiga kalinya dianugerahi gelar sebagai SPS Cabang Berprestasi 2011.

Sebelumnya pada peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2005 di Bandung SPS Sumut memperoleh gelar sebagai organisasi SPS Terbaik tingkat Nasional dan pada Kongres SPS di Bali Tahun 2010, SPS Sumut juga memperoleh penghargaan paling berprestasi.

Pemberian gelar sebagai SPS Berprestasi terbaik 2011 tersebut langsung diberikan ketua umum Dewan Pimpinan SPS Pusat, Dahlan Iskan kepada Ketua DW SPS Sumut H Teruna Jasa Said, di Ballroom Hotel Novita, Jambi Rabu ( 7/2 ) malam.

Dalam acara tersebut, SPS Pusat juga menganugerahkan sejumlah gelar untuk media massa yang berada di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua yang berkaitan dengan malam penghargaan Indonesia Print Media Awrd (IPMA) dan Indonesia Inhouse Magazin Awards ( InMA ) 2012 sekaligus berkaitan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012. Kegiatan ini juga disaksikan ratusan undangan dari Pemda Jambi, pengurus Dewan Pers, PWI Pusat dan daerah, serta sejumlah pimpinan redaksi dari seluruh Indonesia serta insan pers.

Sebelum memberikan penganugerahan tersebut, Dahlan Iskan yang juga Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara ( Meneg BUMN),  telah melantik kepengurusan DW SPS cabang Sumut masa bakti 2011 – 2015. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus SPS cabang Sumut, baik yang sekarang maupun sebelumnya. Penghargaan ini juga sebagai cambuk untuk lebih baik dalam  menjalankan roda organisasi,” tegas Teruna Jasa Said.
Sementara Ketua Umum DP SPS, Dahlan Iskan dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan SPS Berprestasi untuk cabang, tidak lain untuk memberi rangsangan agar semua pelaku media cetak, semakin menyadari pentingnya penampilan –di samping isi dan karakter – perlu terus digalakkan.
“Kata-kata memang masih sangat penting, tapi grafis juga penting. Isi memang penting, tapi bungkus bisa lebih menarik. Kata-kata tidak bisa menggantikan fungsi grafis, tapi grafis bisa menggantikan fungsi kata-kata,” tutur Dahlan Iskan. (ila)