29 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13924

Pemkab Tolak Lepas Alat Berat

Buntut Razia Galian C di Kecamatan Patumbak, Deliserdang

LUBUK PAKAM- Permintaan Assosiasi Pengusaha Pertambangan Sumatera Utara (APPSU) agar Pemkab Deliserdang melepaskan tujuh alat berat (eskavator) milik beberapa pengusaha galian C yang disita beberapa hari lalu ditolak mentah-mentah oleh Pemkab Deliserdang. Penolakan itu disampaikan Kasi Ops Satpol PP Pemkab Deliserdang Mardiaman Saragih.

“Silahkan tunggu proses persidangan di pengadilan,” tegas Mardiaman Saragih pada rapat dengar pendapat lintas komisi yang digelar di DPRD Deli Serdang, Rabu (25/1).

Mardiaman turut merinci sejumlah alat berat yang disita milik beberapa orang pengusaha galian C, termasuk diantaranya eskavator atau alat berat milik Sabar Ginting yang merupakan anggota DPRD Deliserdang yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Pria yang juga Kasi Ops itu sempat membacakan satu di antara beberapa berita acara yang telah dibuat tim terpadu dalam razia lokasi galian C ilegal di Desa Patumbak, milik Sulaiman, pada 3 Januari 2012 lalu. Dimana, pengusaha tersebut telah melakukan pelanggaran Pasal 25 Perda Deliserdang Nomor 25 Tahun 2011, tentang izin pertambangan.

“Galian C itu, sudah melanggar ketentuan pidana, sedangkan proses penyitaan sudah sesuai dengan Pasal 38 Ayat 2 KUHAP. Dan sudah kita limpahkan proses hukumnya ke PN Lubuk Pakam. Begitu juga dengan alat berat, yang sudah kami titipkan di Dinas Cipta Karya dan Pertambangan,” terang Mardiaman lagi.

Senada dengan itu, Kabid Hukum Pemkab Deliserdang Redwin SH mengatakan, APPSU sejatinya lebih mengetahui bagaimana prosedur hukum, untuk taat dan agar memperjuangkan haknya dalam proses peradilan. Kendati, dalam permasalahan ini, Redwin menghormati keinginan para pengusaha untuk mempertahankan usahanya. Namun, di sisi lain pemerintah tetap harus melindungi hak masyarakat, untuk memperoleh ketentraman.

Sementara itu, Kabid Hukum APPSU Musa Tarigan menyesalkan sikap Sat Pol PP,  yang dinilai telah menzalimi pengusaha galian C di Deliserdang. Pasalnya, sebelum razia dilakasanakan, tidak seorang pun pengusaha yang lokasi galian C-nya dirazia telah menerima surat pemberitahuan ataupun teguran dari Sat Pol PP.

“Bahkan, sampai saat ini kami tidak mengetahui atas kuasa siapa surat penyitaan itu dikeluarkan. Karena sampai sekarang, kami tidak pernah menerima surat keterangan penyitaan atas benda yang sekarang kami sendiri tidak tahu berada di tangan siapa,” sebut Tarigan.

APPSU keberatan atas perlakukan petugas Sat Pol PP yang diduga melakukan perusakan terhadap alat berat tersebut saat dilakukan penyitaan. Razia terkesan “tebang Pilih”, karena ada beberapa lokasi galian C yang ilegal. “Kami minta agar dewan mendesak Sat Pol PP untuk mengembalikan alat berat yang disita, ke tempatnya semula dan dalam keadaan baik,” sebutnya.(btr)

Pungli Pos Retribusi Bendahara Dinas PPKAD Diperiksa

KARO- Bendahara Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Asli Daerah (PPKAD) Pemerintah Kabupaten Karo Helmi Br Tarigan, dimintai keterangan oleh penyidik di ruang Unit 2, Tipiter Polres Tanah Karo, Rabu (25/1) siang.

Pemeriksaan terhadap bendaharawan dinas yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan itu, terkait pengembangan kasus pungli di Pos Retribusi Pajak Hasil Bumi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan keterangan Kepala Pos, Rasmi Bangun, terkait adanya setoran kepada pihak atasan, pasca 1 Januari 2012.

Hingga kemarin malam, Helmi Br Tarigan sesuai keterangan Kasi Humas Polres Tanah Karo AKP Sayuti Malik, masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Namun Kasi Humas belum mau merinci lebih jauh  terkait pemeriksaan sementara tersebut.
“Masih diperiksa, jadi belum dapat saya paparkan apakah, dianya akan menambah deretan daftar nama tersangka atau tidak. Kita tunggu hasil pemeriksaan penyidik,” ujar Sayuti.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba SE kepada wartawan koran ini mengatakan, pihaknya meminta Polres Tanah Karo agar mengusut tuntas kasus tersebut. Diharapkan, polisi mampu mengungkap aktor intelektual  dibalik kasus ini.
“Tidak mungkin anggota berani melakukan itu, jika tidak atas perintah atasannya. Kita dan masyarakat ingin tahu siapa orang tersebut. Kita percaya polisi akan profesional mengungkapnya. Jadi kita beri waktu bagi mereka untuk bekerja,” beber Feri. (wan)

Gara-gara Lelang Besi Tua Kantor PT Coca-Cola Dirusak

LABUHAN- Hanya gara-gara pelelangan tender  besi tua yang digelar PT Coca-Cola dinilai tidak transparan, sekelompok pemuda yang kalah dalam tender mengamuk dan mengobrak-abrik kantor perusahan minuman tersebut, Rabu (25/1) sore pukul 16.30 WIB. Akibatnya, kaca jendela pos Satpam dan ruang produksi pecah sehingga diperkirakan mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.

Kejadian itu berawal ketika tujuh peserta lelang bersaing untuk membeli besi tua seberat 50 ton dengan harga tertinggi. Dalam proses lelang itu, panitia akhirnya memenangkan pihak koperasi CCA dari PT Coca-Cola dengan harga beli besi tua seharga Rp6.500 per kilogram.

Hal ini memicu kekecewaan peserta lelang lainnya dan menuding kalau lelang tersebut tak transparan. Akibatnya, ketika mau keluar areal perusahaan itu, sekelompok pemuda diperkirakan lebih dari 20 orang terpancing emosi dan terlibat pertengakaran dengan karyawan PT Coca-Cola. Lantas, puluhan pemuda itu mengamuk dan memecahkan kaca-kaca dan pot di areal perusahaan.

Amukan peserta lelang ini membuat para karyawan dan sekuriti berlarian menyelamatkan diri. Setelah puas meluapkan amarahnya, sekelompok pemuda itupun meninggalkan lokasi.

Humas PT Coca-Cola Ahmad Nasoha yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak . “Masalah itu sudah kita laporkan ke kepolisian. Biarlah polisi yang ambil tindakan, jadi nggak usahlah ditulis,” pinta Nasoha kepada Posmetro Medan (Grup Sumut Pos).(ril/smg)

Terlibat Judi, 37 Personel Polisi Ditindak

KARO- Sepanjang 2011, kasus judi jenis togel di Kabupaten Karo meningkat. Sementara pada 2010, Polres Karo menangani 219 kasus, sedangkan 2011 ditangani 292 kasus sehingga terjadi peningkatan kasus sebanyak 73 kasus atau meningkat sekitar 33,3 persen.

Tahun 2010 sebanyak 25 oknum aparat kepolisian Polres Karo terlibat judi. Beberapa di antaranya berulang melakukan perbuatan yang sama. Sementara di 2011, sebanyak 37 oknum aparat kepolisian. Oknum polisi yang terlibat, sudah ditindak melalui sidang di PN Kabanjahe, termasuk gelar pelanggaran sidang kode etik terhadap oknum aparat kepolisian.

“Mayoritas hukumannya penundaan naik pangkat, gaji berkala dan tidak boleh mengikuti pendidikan,” papar Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ignatius Agung Prasetyoko SH MH, didampingi Wakapolres Kompol Daulat Aruan, Kasat Reskrim AKP Harry Azhar, saat gelar perkara khusus judi tahun 2012 di halaman Mapolres Karo, Rabu (25/1).

Lebih lanjut Agung mengatakan, meningkatnya tangkapan judi selama 2011 menunjukan, Polres Karo semakin giat melaksanakan tugas dan kewajibannya memberantas judi.

Ditambahkannya, dari 292 kasus di 2011, tersangkanya sebanyak 452 orang, sembilan orang diantaranya wanita dengan kasus togel dan barang bukti yang disita berupa uang tunai sebesar Rp35.726.300.

Kapolres juga menyebutkan, pihaknya telah menyebarkan stiker-stiker kepada Bupati dan DPRD Karo, serta instansi terkait termasuk menempelkannya di tempat-tempat umum. (wan)

Main Warnet, 14 Siswa Terjaring Razia

BINJAI- Sedikitnya 14 pelajar tingkat SMP dan SMA kembali terjaring razia kasih sayang oleh petugas Sat Binmas Polres Binjai. Puluhan pelajar ini diamankan, ketika mereka lagi asik bermain game di sejumlah warnet dan PS yang ada di Kota Binjai, Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB.
Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon SH SIk Msi melalui Kasat Binmas AKP Rosdiana S mengatakan, operasi kasih sayang dilakukan Polres Binjai dalam rangka meningkatkan kualitas dan peduli pendidikan di Kota Binjai.

“Para pelajar yang terjaring Operasi Sayang tersebut pelajar yang bolos sekolah. Jadi, operasi kasih sayang akan terus dilakukan untuk mengajarkan kepada generasi muda agar serius mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kami berharap para pelajar tidak lagi bolos dan menjadi pelajar yang bisa diandalkan sebagai penerus bangsa,” ujar AKP Rosdiana.

Selain itu, AKP Rosdiana juga mengatakan, para pelajar ini akan diberikan pengarahan dan bimbingan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Setelah mereka berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan membuat surat perjanjian kepada polisi. Para pelajar dikembalikan ke orangtuanya atau dijemput oleh guru mereka masing-masing,” ucap AKP Rosdiana.

Para pelajar yang terjaring razia kasih sayang ini, diamankan petugas Polres Binjai dari tiap-tiap tempat yang sering dijadikan pelajar saat bolos. Bahkan dari 14 orang pelajar yang diamankan, dua diantaranya masih duduk di bangku SMP negeri.
Para pelajar yang terjaring tersebut dari SMA Taman Siswa Binjai lima orang, SMA Negeri 2 Binjai tiga orang, SMK Negeri 2 Binjai dua orang, SMP Negeri 3 satu orang, SMP Negeri 4 satu orang. (dan)

Usai Tenggak Miras, Turis Prancis Tewas

KARO- Seorang turis kewarganegaraan Prancis Dilen Seger Ivan Paul Louis (35), meninggal dunia tidak lama setelah meminum minuman keras (miras) di Wisma Thalita, Jalan Kolam Renang, Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Selasa (24/1) malam pukul 20.00 WIB.

Sebelum tewas, pria yang belakangan diketahui beralamat di 7 Boulevard Alben Camus Val Orea, Prancis, ditemukan pihak pengelola penginapan dalam kondisi kesakitan. Dilen yang mengalami sakit, dibawa berobat oleh seorang pria bernama Rizal yang diketahui bekerja di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Karo, ke Puskesmas Pembantu.

Setelah diperiksa di Puskemas Pembantu (Pustu) Gang Teladan, Jalan Kolam Renang Berastagi itu, pihak medis menyarankan Dilen untuk dibawa ke Puskesmas Pusat Berastagi di Jalan Veteran. Di sana Dilen diberi obat dan selanjutnya  dirujuk ke dokter spesialis atas keluhan perut dan mata.

Usai menerima obat dari Puskesmas, Dilen kembali ke penginapan Thalita. Namun  tidak lama berselang, kondisinya semakin memburuk.
Melihat hal itu, pihak pengelola segera, mengontak Teman Tarigan alias Batu seorang supir carteran, untuk membawa bule tersebut ke RS Efarina Etaham. Namun sayang, hanya beberapa saat ditangani petugas medis, Dilen menghembuskan nafas terakhir. (wan)

Pertandingan Bakal Diundur

PSMS kontra Persela

MEDAN-Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan laga lanjutan kompetisi ISL antara Persela Lamongan bentrok PSMS, Minggu (29/1) mendatang, dialihkan ke Stadion Petrokimia Gresik, kandang Gresik United. Menurut BLI, Stadion Gelora Surajaya yang menjadi kadang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tak memungkinkan digelar pertandingan.

Namun, keputusan BLI ini ditolak kubu Persela dan berharap laga tetap dilangsungkan di kandangnya. Keadaan tersebut akhirnya memaksa pertandingan diundur hingga kondisi Stadion Gelora Surajaya membaik.

Sementara, PSMS melalui manager tim Benny Tomasoa mendukung penuh keputusan BLI untuk memindahkan pertandingan tersebut ke stadion yang lebih memungkinkan. Pasalnya, jika belum ada kesepakatan antara Persela dan PSMS berarti laga harus ditunda. Dan ini tentu menyebabkan pengeluaran biaya bagi tim berjuluk Ayam Kinantan itu semakin besar, karena harus pulang lagi ke Medan.

“PSMS tak ingin laga diundur. Sedangkan menjalani laga sesuai jadwal saja kita sudah mengeluarkan anggaran yang besar. Kalau diundur, maka biaya yang harus dikeluarkan nanti jadi semakin membengkak. Kita tetap menolak keinginan tim tuan rumah,” tegas Benny, Rabu (25/1).

Berbeda dengan pelatih PSMS Raja Isa dan para pemain. Pelatih asal Malaysia ini sama sekali tak mempermasalahkan mengenai keputusan pindah atau tidaknya laga kontra Persela.

Sesuai jadwal, eks pelatih Persipura Jayapura itu telah memulai sesi latihan perdananya di Lamongan terhadap Markus dkk. “Latihan perdana ini, kita fokuskan untuk senam dan berlari-lari kecil dalam membentuk dan mengembalikan stamina serta fisik para pemain. Karena mereka sudah istrahat selama dua hari ini,” tutur Raja Isa.

Pada latihan tersebut striker PSMS Osas Saha tidak terlihat bergabung dalam skuad. Belakangan diketahui, striker asal Nigeria ini ternyata mengurus perpanjangan visanya di Singapura. Namun, dari informasi yang diterima, Saha sudah berada di Jakarta kemarin (25/1). Dan pada latihan hari kedua (Hari ini, Red) Saha dipastikan turut bergabung dalam skuad di Lamongan.

Raja Isa menuturkan, jika Persela kontra PSMS tetap digelar di Stadion Gelora Surajaya, maka ia urung menurunkan Inkyun Oh sebagai starter. Pasalnya, kondisi Inkyun yang baru mengalami cedera di bawah lututnya akan sangat riskan kembali mengalami cedera.
“Lebih baik mengistrahatkannya (Inkyun, Red) di Lamongan dari pada dia tak dapat tampil di Medan pada 2 Pebruari mendatang menghadapi Gresik United,” ujarnya. (saz)

Lepas Penat, Choi Dong Soo Karaokean

Jelang laga Persela Lamongan kontra PSMS yang bakal digelar Minggu (29/1) mendatang, skuad PSMS termasuk ofisial dan manajemen jalin keakraban. Jalinan keakraban ini sekaligus melepas penat untuk melupakan kekalahan 2-1 pada pertandingan bentrok Arema Indonesia, Minggu (22/1) lalu.
Jalinan keakraban ini digelar di satu lokasi hiburan Surabaya Sahid Hotel, tempat skuad PSMS menetap. Markus dkk, ofisial dan manajemen saling menunjukkan kebolehannya dalam tarik suara. Termasuk gelandang serang PSMS asal Korea Choi Dong Soo. Ia melantunkan sebuah lagu milik Wali Band berjudul ‘Yank’ dengan cukup fasih.

Pelatih PSMS Raja Isa yang melihat Dong Soo berkaraoke ria turut takjub. “Ini anak rupanya lebih fasih menguasai bahasa Indonesia saat melantunkan lagu Wali Band,” tuturnya, Rabu (25/1).

Karena hal tersebut, seluruh pemain, ofisial dan manajemen setuju nama Dong Soo ditabalkan dengan julukan ‘Yank’ di tengah-tengah namanya. Jadi panggilannya saat ini Choi Dong ‘Yank’ Soo. “Anda saja sebagai warga negara Indonesia tak bisa sepasih Dong Soo melantunkan lagu Yank dari Wali Band itu,” ujar Raja Isa kepada asistennya Roekinoy.

Raja Isa berharap, keakraban yang diperlihatkan antar sesama pemain, offisial dan manajemen dapat membawa tuah. “Saya harap keakraban ini terus terjadi. Dan membawa tuah ke depannya,” katanya. (saz)

Pemain Mengaku Hilang Konsentrasi

Kekalahan PSMS Kontra Persema

MEDAN- Kekalahan PSMS atas Persema Malang di Stadion Gajayana Senin (23/1) malam lalu, diakui sejumlah pemain karena mereka kurang konsentrasi. Mereka mengaku mulai kehilangan konsentrasi karena dua gol cepat yang diciptakan striker Persema.
Gol Persema dicetak Dennis Kacanovs di menit 13 dan Emile Bamba pada menit 19, 38 dan 85. Dua gol cepat dari Persema itu cukup membuyarkan konsentrasi pemain yang menerapkan pola defensif. “Tim awalnya main bagus. Tapi dua gol di awal itu bikin hilang konsentrasi,” ungkap striker PSMS Jecky Pasarela, Rabu (25/1).

Tak pelak, serangan yang diciptakan lawan sejak menit pertama menurut Jecky membuat tim bermain di bawah tekanan. “Saat itu kita bermain di bawah tekanan. Apalagi, karena kita main tandang, semangat lawan cukup besar untuk menciptakan gol cepat. Baru beberapa menit, beberapa corner sudah terjadi, dan membuat tim agak panik,” kata mantan pemain PSM Makasar itu.

Kondisi tersebut hampir sama saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah pola defensif yang kita terapkan berhasil, karena Persiraja terus menyerang. Tapi kita tak kebobolan,” ujar Jecky.

“Tapi salahnya, setelah diserang dan kita menguasai bola, teman-teman terlihat panik sehingga membuang jauh bola. Seharusnya kita menerapkan serangan dari kaki ke kaki, dengan begitu, percaya diri akan timbul,” tutur pemain berusia 26 tahun itu.
Bagi Jecky, kehadiran Irfan Bachdim sebagai gelandang sayap kiri Persema bukan menjadi penyebab menurunnya performa tim. Menurutnya, sama seperti pemain lain yang menjadi lawan di Persema.

, tidak ada ketakutan akan nama pemain timnas Indonesia itu. “Malahan dengan adanya Irfan Bachdim, kita bisa tahu dia seperti apa dan apa antisipasi yang tepat buatnya,” jelasnya.

Sementara, pemain pengganti Juanda Mayadi yang diturunkan di babak kedua menilai, kegagalan tim mengikuti instruksi pelatih menjadi penyebab kekalahan. “Pemain tak mengikuti intruksi pelatih. Padahal antisipasi skema lawan sudah dimainkan di latihan. Saya masuk di babak kedua, formasi itu berubah. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak ke PSMS. Banyak peluang, tapi tak ada yang jadi gol,” tuturnya.

Diakuinya, dia hanya memainkan apa yang dia miliki. Bermain bagus atau tidak, orang yang menilai. Sedangkan pelatih PSMS Fabio Lopez menurutnya sudah mempersiapkan tim dengan baik kendati hasil tidak seperti yang diharapkan. “Yang jelas saya siap diturunkan kapan pun. Seperti yang dibilang coach, kita datang untuk menang. Motivasi kita 100 persen, tapi Persema yang main di kandang punya motivasi 1000 kali, dan kami belum siap menerima tekanan itu,” ujar Juanda.

Sedangkan Tri Yudha Handoko yang menghuni bench pemain cadangan pada laga tersebut menilai, PSMS seperti tim yang baru pertama kali bermain bola malam itu. “Kami kayak baru pertama main di liga. Saya yakin itu terjadi karena adaptasi tidak dilakukan di malam sebelumnya,” pungkasnya. (saz)

Persegres Butuh Keajaiban

Persegres vs Persisam

GRESIK- Persegres Gresik punya misi berat mengembalikan pamornya sebagai tim jago kandang. Usai dipermalukan Mitra Kukar 1-2 akhir pekan lalu (21/1), Persegres butuh keajaiban jika ingin mengalahkan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di stadion Petrokimia Gresik, sore ini. Laga akan disiarkan live di AnTv mulai pukul 15.30.

Dari deretan materi, tim tamu jelas lebih unggul di semua lini. Persisam memiliki materi pemain kaliber timnas seperti Christian ‘El Loco’ Gonzales, Eka Ramdani, M Robi, Yongki Aribowo, Fandy Mochtar, dan Supriyono. Itu masih ditambah dengan peran Ronald Fagundes di lini tengahnya.
Keunggulan itu tentu saja tidak dimiliki Persegres. Klub berjuluk Laskar Joko Samudro itu malah harus tampil pincang di lini pertahanannya. Palang pintu utamanya Lan Bastian Balatas masih dalam proses pemulihan pasca mengalami cedera memar otot persendian kala lawan Kukar.

Namun, itu semua tak membuat Persegres gentar. Klub debutan ISL itu bertekad untuk bangkit dari keterpurukan. “Kami sudah mulai melupakan kekalahan kemarin. Sekarang kami tidak ingin kecolongan lagi dan siap mendapatkan hasil yang maksimal,” kata asisten pelatih Persegres Mursyid Effendi.

Mursyid menyebut, kondisi mental anak asuhnya pasca kekalahan kemarin sudah mulai membaik.

Beberapa evaluasi sudah dikebut dalam sesi latihan dua hari kemarin. Termasuk mencari solusi menutupi celah di jantung pertahanannya. Rudianto dan Mujib Ridwan diplot sebagai pemain yang diproyeksikan untuk mengganti posisi Lan Bastian.

Rudianto kemungkinan besar yang akan mengisi posisi tersebut. Hanya, keputusan itu bisa menjadi gambling Persegres. Sebab, jika menilik dari evaluasi pertandingan lawan Kukar, posisi Rudianto menjadi celah kelemahan Persegres. Dua gol Kukar buah dari kegagalannya mengantisipasi umpan crossing.
“Kami sudah tahu di Persisam punya pemain yang jago crossing, makanya kemarin kami sudah drill dia (Rudianto, Red) untuk mengantisipasi serangan dari crossing,” tutur Mursyid. Penyerang asing andalan Persisam Christian Gonzales akan menjadi fokus lini pertahanan Persegres.

Persegres boleh saja berkoar mengamankan poin penuh di laga kandang keempatnya itu. Tapi, Persisam juga punya motivasi ganda. Klub berjuluk Elang Borneo itu ingin mencuri poin dari Persegres dan mencari pelampiasan pasca kekalahan menyakitkan dalam derby Kaltim lawan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 2-3, akhir pekan lalu.

Nah, dengan berbekal motivasi tersebut, pelatih Persisam Daniel Rukito pun sudah berani memasang target tiga poin. “Kami ke sini bukan untuk kalah ataupun seri. Kemenangan di sini bisa membayar lunas segala kekecewaan yang dirasakan pemain,” koar Daniel.

Bukan sekedar omong kosong, skuad Persisam datang ke Gresik dengan kekuatan penuh. M Roby dan Fagundes yang sebelumnya sempat diragukan bisa tampil lantaran baru selesai menjalani pemulihan cedera sudah siap dimainkan. Apalagi Eka Ramdani juga sudah kembali dari hukuman akumulasi kartu.
Meski demikian, mantan pelatih Persib Bandung itu tak mau menganggap remeh Persegres. Mereka tetap mewaspadai kejutan yang disiapkan Freddy Muli. Terutama dari deretan gelandangnya. “Materi tidak jauh berbeda, tapi Persegres hanya kalah mental,” jelas Daniel. (ren)