27 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13930

Pergantian Direksi yang Sangat Bising

Bising! Itulah satu kata yang bisa menggambarkan dengan tepat setiap akan terjadi penggantian direksi di sebuah perusahaan BUMN. Di antara yang bising-bising itu, yang paling berisik ada dua: proses pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan dan satu perusahaan telekomunikasi.

Oleh: Dahlan Iskan

Memang, masa jabatan direksi di 15 perusahaan perkebunan BUMN segera berakhir. Demikian juga di Telkom. Persiapan penggantian direksi pun harus dilakukan. Maka,  terjadilah apa yang terjadi sekarang ini, hari-hari ini, Perang Baratayudha! Calon yang diperkirakan akan menjadi direktur utama dihancur-hancurkan. Lewat SMS maupun kasak-kasuk. Mereka itu harus digulingkan. Kalau perlu sekalian menterinya!

Beredar pula susunan direksi baru di beberapa BUMN yang katanya sudah direstui menteri atau deputi atau DPP berbagai partai. Kalau membaca susunan direksi itu, seolah-olah sudah seperti yang sebenar-benarnya. Beredar pula daftar riwayat hidup banyak orang yang dipuji-puji dengan hebatnya. Merekalah yang dijamin pasti berhasil menjadi direktur atau direktur utama.

Kebisingan itu bertambah-tambah karena setiap orang juga melobi kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang. Termasuk melobi teman-teman dekat saya. Juga melobi adik saya yang hidup sederhana di rumah Perumnas di Madiun. SMS saya pun penuh dengan lalu lintas maki-maki dan puji-puji.
Melihat dan merasakan semua kebisingan itu, saya teringat kejadian beberapa tahun lalu. Yakni ketika terjadi pembunuhan yang latar belakangnya hanya ingin jadi direktur utama anak perusahaan BUMN. Bayangkan. Baru rebutan jadi direktur anak perusahaan saja sudah sampai terjadi pembunuhan. Sampai melibatkan pejabat negara yang begitu tingginya. Apalagi yang ini rebutan bapak perusahaan.

Menyaksikan riuhnya suasana, saya mengambil kesimpulan: saya harus menjauhkan diri dari bisikan pihak mana pun. Saya tidak boleh mendengarkan omongan, SMS, surat, telepon, serta segala macam bentuk rayuan dan makian. Saya ingin berkonsentrasi pada menemukan orang yang memenuhi kriteria yang sudah saya umumkan secara luas: integritas dan antusias. Saya tidak lagi memasukkan unsur kompetensi dan kepandaian. Semua calon untuk level seperti itu pasti sudah kompeten dan pandai.

Sebelum menemukan mereka itu,  saya harus menemukan dulu orang yang layak saya dengarkan pandangannya. Yakni orang yang tahu soal perkebunan, yang tahu orang-orang di lingkungan perkebunan, dan orang itu harus memiliki integritas yang bisa diandalkan.

Dari orang seperti itulah, saya akan banyak mendengar. Cara seperti ini juga saya lakukan di PLN dulu. Ketika saya ditunjuk untuk menjadi direktur utama PLN dan saya diberi wewenang untuk memilih siapa saja yang akan duduk di tim saya sebagai direktur PLN, saya mencari dulu satu orang yang integritasnya dikenal baik di lingkungan atas PLN. Kepada orang itulah, saya banyak berkonsultasi dan dari orang itulah saya banyak mendengarkan. Mengapa saya memilih jalan itu” Itu saya lakukan karena saya belajar dari pengalaman panjang: Orang yang integritasnya baik biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik.

Mengapa? Saya merasakan di BUMN itu terjadi kecenderungan seperti ini: Orang yang integritasnya baik biasanya merasa jadi minoritas di lingkungannya. Orang yang integritasnya baik biasanya merasa termarginalkan di lingkungannya. Karena itu, kalau dia diberi kesempatan untuk bisa mengusulkan seseorang menduduki jabatan strategis, secara manusiawi dia akan mencari teman yang sama baik integritasnya. Dia akan terdorong untuk berusaha memperbanyak orang-orang yang berintegritas tinggi di lingkungannya. Dia bercita-cita untuk tidak menjadi minoritas lagi.

Kalau di dalam satu board of director mayoritas direksinya sudah memiliki integritas yang tinggi,  hasilnya akan luar biasa banyak:  direksi itu akan kompak dalam bekerja, tidak akan ada saling curiga, program-program bisa dipilih yang paling bermanfaat untuk perusahaan (bukan yang bermanfaat untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya), keputusan bisa diambil dengan cepat, lebih berani menolak intervensi, dan yang paling penting mereka akan menyusun tim untuk tingkat di bawahnya dengan cara memilih orang-orang yang integritasnya juga baik. Kalau semua lapisan paling atas dan lapisan di bawahnya sudah sama-sama memiliki integritas yang tinggi, perusahaan akan maju, lestari, dan kultur perusahaan pun akan terbentuk dengan kukuhnya.

Untungnya, dalam proses penyusunan direksi baru perkebunan ini, saya bisa segera menemukan orang yang paling pantas saya dengar pandangannya. Dengan demikian,  saya tidak terlalu lama terombang-ambing di tengah kebisingan itu. Terima kasih, Tuhan!
Orang yang saya maksud itu tergolong orang dalam perkebunan. Kebetulan, namanya mirip dengan nama saya: Dahlan Harahap. Beliau saat ini masih menjabat direktur utama PTPN IV di Medan.  Perkebunan kelapa sawitnya maju pesat. Perusahaannya berkembang kukuh. Uang cash-nya saja lebih dari Rp1 triliun.

Beliau juga dikenal sebagai orang yang integritasnya sangat baik. Tahan godaan: uang maupun politik.

Posisi beliau juga sangat netral karena satu alasan ini: bertekad tidak akan mau lagi menjabat direktur BUMN. Dia sudah bersumpah di depan Tuhan untuk berhenti sebagai direktur BUMN. Sudah cukup, katanya. Dengan sikapnya yang seperti itu, pandangannya tentu lebih jernih. Tidak ada agenda yang terselubung. Tidak ada keinginan yang tersembunyi, kecuali untuk kemajuan dan integritas BUMN.

Saya pun menemui beliau dengan dua tujuan. Pertama, saya ingin merayu agar mau duduk lagi sebagai direktur BUMN. Bahkan bisa naik menjadi direktur utama holding perusahaan perkebunan seluruh Indonesia. Tetapi, usaha saya ini gagal. Beliau tetap teguh pada tekadnya untuk berhenti sebagai direktur di BUMN. Apakah akan bekerja di perkebunan swasta” Tidak. Beliau ingin mengurus kewajibannya kepada Tuhan!

Setelah gagal merayu beliau, barulah saya menjalankan misi yang kedua. Saya minta pandangan yang objektif tentang orang-orang di seluruh perusahaan perkebunan milik BUMN. Saya semakin respek karena sepanjang pembicaraan itu, beliau sama sekali tidak mau menyebut kekurangan apalagi cacat satu orang pun. Beliau sama sekali tidak mau mengemukakan sisi negatif dari siapa pun di lingkungan perkebunan. Tentu,  saya juga tidak mau menanyakan sisi-sisi negatif itu. Saya hanya ingin fokus mencari siapa yang terbaik-terbaik di antara yang ada.

Dari pandangan-pandangannya, saya bangga bahwa di BUMN masih ada orang seperti Dahlan Harahap. Juga seperti Murtaqi Syamsuddin di PLN. Tentu, saya juga memuji orang seperti Karen Agustiawan, direktur utama Pertamina. Seharusnya, dia berangkat untuk menghadiri pertemuan besar Davos di Eropa. Tetapi, karena akan ada acara BUMN yang penting, Karen membatalkan keberangkatannya. Saya bangga atas sikapnya ini: mengurus perusahaan lebih penting daripada  menghadiri pertemuan sebesar Davos sekalipun!

Beberapa direktur utama bank BUMN saya lihat juga memiliki integritas yang tinggi. Demikian juga orang seperti Ignasius Jonan, Dirut PT KAI. Saya sungguh berharap akan melihat lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau-beliau itu. Integritas dan antusias.

Saya pun berdoa siang-malam untuk segera menemukan orang yang layak saya dengar pandangannya untuk Telkom yang kini lagi bising-bisingnya. Ini penting karena misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang integritasnya diragukan. BUMN harus menjadi senjata kedua bagi presiden untuk melaksanakan program pembangunan ekonomi seperti yang dijanjikan kepada rakyat dalam masa kampanye dulu. Senjata pertamanya adalah APBN.

Di saat swasta masih belum tertarik ke pembangunan infrastruktur besar-besaran, BUMN harus mengambil peran itu. Di saat para pengusaha swasta bersikap wait and see akibat gejolak ekonomi di USA dan Eropa, BUMN harus firm untuk menjalankan seluruh ekspansinya dan melakukan investasi besar-besaran. Bahkan, di saat seperti ini, keberanian melakukan investasi harus menjadi salah satu  KPI (Key Performance Indicators) direksi BUMN.
Sungguh wajar dalam setiap terjadi gejolak ekonomi, pihak swasta bersikap hati-hati. Lalu bersikap tunggu dulu. Maka, dalam situasi seperti ini, sikap firm BUMN diperlukan untuk memberikan rasa percaya diri yang tinggi. Kalau di satu pihak swasta lagi ragu-ragu dan bersikap wait and see sedangkan di pihak lain BUMN tidak firm, perekonomian akan terganggu. Tetapi,  kalau swasta melihat BUMN terus bekerja dan berinvestasi, keragu-raguan itu akan berkurang.

Tentu, sangat sulit mengharapkan sebuah BUMN bisa firm dan bertindak cepat kalau di antara direksinya tidak kompak. Karena itu,  saya dan dewan komisaris di semua BUMN akan terus memonitor kekompakan ini. Semua direksi yang hebat-hebat pun tidak akan banyak gunanya kalau tidak padu. Dia hanya akan seperti soto enak yang dicampur dengan rawon enak.

Apa boleh buat. Sementara pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan itu masih dalam proses, kebisingan yang sangat tinggi masih akan terus terjadi. Dan saya harus tabah mendengarkannya. Untungnya,  sesekali ada hiburan dari orang seperti Nazaruddin. (*)

Penulis adalah Menteri Negara BUMN

Lampung Rusuh, 60 Rumah Dibakar, 28 Dirusak

KALIANDA – Perselisihan antara kedua belah kubu yang saling bertikai sejak Minggu (22/1), akhirnya pecah. Ribuan massa mengamuk membabi buta di Dusun Napal, Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel sekitar pukul 12.30 Wib, kemarin (24/1).

Akibatnya, sebanyak 60 rumah ludes di bakar dan 23 lainnya di rusak. Bukan itu saja, sebanyak 8 unit sepeda motor juga ikut di bakar massa, termasuk 4 unit traktor milik warga Desa Sidowaluyo.

Sementara, di Desa Kota Dalam sebanyak, sekitar 5 rumah dan 10-an warung di rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.  Hanya saja, Ismail (55)  dan Erik (27) keduanya merupakan warga Desa Kota Dalam, Sidomulyo mengalami luka-luka.

Ismail mengalami luka bacok di kepala bagian depan sebelah kanan dan tangan kanan nyaris putus. Sementara Erik mengalami luka sabet pada kaki kiri bagian betis. Keduanya kemudian dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moloek (RSUDAM) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum massa membabi buta di Desa Sidowaluyo, ratusan massa yang membawa berbagai jenis senjata tajam, mulai dari pedang, celurit, tombak menghampiri Desa Kota Dalam, Sidomulyo, sekitar pukul 09.00 WIB.

Di sana, aksi bentrok pun tak dapat dihindarkan. Beruntung, aksi itu dapat segera dilerai aparat Kepolisian dan TNI yang sebelumnya telah berjaga-jaga di lokasi kejadian dan seputaran Kecamatan Sidomulyo.

Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, massa terus berkumpul dari berbagai daerah dan desa di Desa Kota Dalam, hingga akhirnya mencapai ribuan. Dengan membawa berbagai jenis sajam, mereka kemudian bergerak berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor dan truk menuju Desa Sidowaluyo, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Desa Kota Dalam.

Meski aparat Kepolisian dan TNI telah berusaha melerai massa, namun  amuk massa tak dapat terelakkan. Sampai di sana, massa langsung mengamuk dengan melempari rumah warga Desa Sidowaluyo baik dengan batu maupun bom molotof hingga rusak dan terbakar. Beruntung, pada saat itu rumah warga sudah dalam keadaan kosong. Karena telah mengungsi mengetahui desanya akan diserang.

Di lain sisi, kerusuhan yang terjadi di Kecamatan Sidomulyo itu berdampak pada perekonomian di kecamatan itu. Pasalnya, Pasar Sidomulyo yang berisi ratusan kios dan los tutup. Tak ada transaksi perdagangan sama sekali disana. Termasuk juga mini market dan retail serta tempat usaha disana juga ditutup. Karena warga khawatir menjadi sasaran amuk massa. Bahkan, anak-anak sekolah di kecamatan itu, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA dan sederajat juga diliburkan.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan personel Polres Lamsel, dibantu anggota Brimobda Polda Lampung dan anggota TNI, baik dari Korem 043 Garuda Hitam dan Kodim 0421 Lamsel,  yang bersenjatakan laras panjang masih berjaga-jaga di sekitaran lokasi kejadian.

Sekadar diketahui, kericuhan warga ini diduga dipicu ulah beberapa orang yang mengemudikan sepeda motor secara ugal-ugalan di seputaran Pasar Sidomulyo dengan cara menggeber-geber kendaraannya sembari berteriak menantang salah satu kubu.

Spontan , seorang tukang parkir bernama Ridwan (40) warga Desa Kotadalam menghampiri segerombolan pemuda tersebut. Namun sayangnya, pria yang belum lama bekerja di pasar Sidomulyo itu mendapat bogem mentah dari salah satu pemuda itu  di bagian dadanya. (dur/jpnn)

Cagub dan Cawagub Aceh Ujian Baca Al-Quran

Tiga Pasangan Lulus

BANDA ACEH- Dewan juri uji mampu membaca Alquran menyatakan tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang mendaftar pasca putusan MK No 1/SKLN-X/2012, lulus. Mereka dinilai mampu membaca Alquran setelah diuji di depan publik, Selasa (24/1).
“Keenamnya lulus, mereka mendapatkan penilaian bervariasi dari dewan juri,” kata Ketua Kelompok Kerja Fasilitasi Uji Baca Quran Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Akmal Abzal.

Dia mengatakan, Zulfinar (satu-satunya kandidat perempuan) mendapatkan penilaian tertinggi dari dewan juri. Dia mendapatkan peringkat pertama, disusul kemudian Zaini Abdullah di tempat kedua, Hendra Fadli peringkat ketiga, Muzakir Manaf peringkat keempat, Yuli Zuardi Rais di tempat kelima dan Fakhrul Syahmega di peringkat terakhir.

Dalam uji mampu baca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tersebut, kandidat calon gubernur dari jalur perseorangan Fakhrul Syahmega tampil sebagai peserta pertama. Setelah Fakhrul Syahmega tampil, giliran Yuli Zuardi Rais tampil sebagai perserta kedua. Muzakir Manaf peserta ketiga dususul kemudian oleh Hendra Fadli dan Zaini Abdulllah diurutan terakhir.

Ada pun ayat dan surah Alquran yang dibacakan para kandidat dalam uji mampu tersebut, adalah berdasarkan undian yang telah dilakukan pada pagi hari sebelum tes dilakukan.

Fakhrul Syahmega membacakan tiga ayat dalam surah Al-Baqarah (ayat 168-171). Lima ayat dalam surah Al-Qashash (ayat 51-56), dan 10 ayat dalam Surah Al-’Adiyat (ayat 1-11).

Yuli Zuardi Rais, membacakan dua ayat dalam Surah Al-Baqarah (267-269), dua ayat dalam Surah Al-Qashash ( 29-31), dan 10 ayat dalam Surah Al-Qariah (1-11).

Sedangkan, Muzakkir Manaf membacakan satu ayat dalam Surah Al-Baqarah (113), dua ayat dalam Surah Al Qashash (76-78) dan tujuh ayat dalam surah At-tin (1-8).

Sementara itu, Zulfinar membacakan tiga ayat dalam Surah Ali-Imran (172-175), dan lima ayat dalam Surah Al-Mu’minun (33-38) dan delapan ayat dalam surah Al-Humazah (1-9).

Hendra Fadli membacakan empat ayat dalam Surah Al-Baqarah (153-157), lima ayat dalam surah Al-Qashash (51-56), dan tujuh ayat dalam surah Al-Zalzalah (1-8).

Terakhir, Zaini Abdullah membacakan satu ayat dalam surah Al-Baqarah (274-275) , surah Al-Mu’minun, dan Al-Humazah (1-9).
Akmal Abzal menambahkan, uji mampu baca Alquran tahap tiga tersebut, sama seperti sebelumnya. Melibatkan tim penguji independen dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Departemen Agama dan Lembaga Pengujian Tilawatil Quran (LPTQ). (slm/smg)

15 Nelayan Filipina Tewas Ditembak

BASILAN- Militer Filipina melaporkan, sekira 15 orang nelayan terbunuh dan tiga orang lainnya terluka ketika sekelompok bersenjata melepaskan tembakan ke tiga buah kapal. Peristiwa penembakan itu terjadi di Provinsi Basilan, Filipina yang merupakan basis dari gerilyawan separatis.
Menurut militer Filipina, penembakan itu disebabkan karena persaingan lahan memancing. Kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa itu. “Mereka memancing di perairan yang dikuasai kelompok pemancing lainnya,” ujar juru bicara militer Filipina Letnan Kolonel Randolph Cabangbang, seperti dikutip AFP, Selasa (24/1).

Cabangbang juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan kelompok militan dan para gerilyawan separatis terlibat dalam insiden penembakan itu.(net/jpnn)

Loyalis Khadafi Balas Dendam

TRIPOLI- Para pasukan loyalis mantan penguasa Libya, Moammar Khadafi, mengambil alih Kota Bani Walid yang terletak di bagian tenggara Libya. Mereka juga mengibarkan bendera hijau di kota tersebut.

Perlawanan dari para loyalis Khadafi tampaknya sudah mulai menyebar di sejumlah wilayah Libya. Hal ini pun menunjukkan adanya perang saudara di Libya.

Di Kota Bani Walid, para loyalis Khadafi melakukan serangan ke markas mantan pasukan revolusi Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya. Setelah menyerbu markas itu, mereka bahkan berupaya untuk mengusir para mantan pasukan revolusi tersebut.

Bani Walid memang merupakan salah satu kota yang dipenuhi oleh warga loyalis Khadafi dan menjadi basis dari suku terkuat Warfallah. Mayoritas warga di Bani Walid juga menolak berdirinya pemerintahan baru di Libya. Angkatan Udara Libya mengatakan, saat ini pesawatnya sudah dikerahkan ke Bani Walid karena situasi di kota tersebut sudah cukup berbahaya.(net/jpnn)

Suka Makan, Malas Olahraga

Fifi Aleyda Yahya

Sebagai news anchor, Fifi Aleyda Yahya dituntut tampil cantik di layar kaca. Tidak hanya cantik, dia juga harus cerdas. Untuk itu, Fifi tak pernah lelah menambah pengetahun dengan banyak membaca. Di antara banyak buku, perempuan 38 tahun itu memilih tema nutrisi sebagai favoritnya.
“Saya itu hobi baca buku nutrisi. Jika pergi ke toko buku, saya selalu sibuk pilih-pilih buku nutrisi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

News talent manager Metro TV itu mengatakan tertarik dengan segala hal tentang nutrisi. Dari situ Fifi menjadi paham bahwa kebutuhan nutrisi terus berkembang. Dia pun mulai menjalani hidup sehat. “Jadi, saat ini pikirannya bukan hanya seneng-seneng untuk sekarang, tapi menjaga kesehatan sampai nanti,” tegasnya.

Uniknya, meski gemar membaca buku-buku nutrisi, ibu dua anak itu mengaku malas berolahraga. Dia lebih suka berjalan naik turun tangga daripada benar-benar melakukan kegiatan olahraga seperti berenang atau berlari. “Saya suka makan, tetapi malas olahraga. Jadi, olahraganya ya saat naik turun tangga atau pas ada di mal. Saya lebih milih nyamperin sopir ketimbang pakai jasa car call,” tuturnya. (ken/c8/ca/jpnn)

Ibu Apriyani Sering Pingsan

JAKARTA- Pihak-pihak tidak bertanggung jawab mulai bermunculan paska ditetapkannya Apriyani Susanti sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (22/1) lalu. Beberapa orang mulai menawarkan jasa instan agar perempuan berusia 29 tahun itu agar bisa lolos dari hukum. Bayarannya, uang dalam jumlah berlimpah.

Tawaran itu masuk dalam sebuah sambungan telepon ke rumah Apriyani yang berada di Jalan Ganggeng Raya 148, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sadar kalau peristiwa maut yang menewaskan sembilan orang itu rawan untuk disalahgunakan, warga memilih untuk berjaga di depan rumah Apriyani.

Seorang warga yang akrab dipanggil Aco mengatakan, dirinya bersama tiga warga lain sengaja duduk di depan rumah Apriyani. Kebetulan, rumah mereka berada tepat di depan rumah milik perempuan yang bekerja di sebuah production house (PH) perfilman itu. “Sudah ada yang meminta uang lewat telepon. Kami khawatir ada yang aneh-aneh lagi,” ujarnya.

Pemilik nama asli Winson itu menambahkan, penjagaan yang dimaksud juga tidak seseram yang dibayangkan. Beberapa warga duduk-duduk sambil memfalitasi wartawan yang ingin mendapatkan informasi dari empunya rumah. Warga diminta untuk menolak wartawan yang ingin bertatap muka dengan keluarga.

“Bukannya apa-apa, keluarga bilang baru mau ketemu besok (hari ini, Red),” imbuhnya. Saat ini, Yurnelly (ibu Apriyani), menurut Aco, belum siap bertemu banyak orang. Kondisi psikologis perempuan 51 tahun itu disebutnya masih labil dan gampang pingsan. “Kalau mau dapat info lebih banyak, ke Pak RT saja,” terangnya.

Meski sedang “berjaga”, dia mengaku apa yang dilakukan warga tidak lebih dari solidaritas saja. Musibah tersebut bagi warga sekitar memang terasa sangat berat bagi keluarga Apriyani. Apalagi, sudah tidak ada lagi sosok bapak dirumah itu. Ayah Apriani meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu.
Itulah mengapa, Aco mengatakan kalau beban yang ditanggung Yurnelly saat ini sangat berat. Dia harus bisa bertahan tanpa dampingan suami. (dim/nw/jpnn)

Fokus Membangun Ekonomi Kerakyatan

Segenap Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut resmi dilantik oleh Ketua Umum (Ketum) Pujakesuma Sumut Komjen Pol Drs Oegroseno SH, bersamaan dengan dilantiknya Pengurus Wilayah (PW) Pujakesuma Sumut dan Pengurus Wilayah (PW) Wanita Pujakesuma Sumut di Aula Madinatul Hujjaz, Asrama Haji Medan, Minggu (22/1) lalu.

Tidak ada kata bermalas-malasan bagi segenap Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut. Program serta rancangan agenda, sudah mulai dipersiapkan demi menunjukkan eksistensi dan jati diri sebagai Pemuda Pujakesuma yang berdedikasi, produktif, profesional serta mandiri.
Apa yang dilakukan nantinya, berlandaskan satu tujuan mulia yakni, mengembangkan dan membesarkan organisasi Pujakesuma hingga ke level nasional, dan bahkan internasional dengan berlandaskan visi Pujakesuma yakni, rukun, raket, regeng dan rumekso.

Ketua PW Pemuda Pujakesuma, Danu Prayitno Siyo SE MM menyatakan, program ke depan yang akan dilakukan PW Pemuda Pujakesuma Sumut adalah melakukan inventarisasi keanggotaan dan KTA-nisasi seluruh Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah serta segenap kader Pujakesuma, agar terdata dengan pasti.

Selanjutnya, sambung Danu, ke depan PW Pemuda Pujakesuma Sumut juga akan merangkul dan bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan lainnya, serta aparat pemerintah, TNI/Polri untuk bersama-sama membangun pemuda yang produktif di Sumut.

Selain itu, Danu mengimbau, kepada seluruh kader dan pengurus PW Pemuda Pujakesuma Sumut dan daerah, agar dapat menjaga kekompakan guna bersama-sama membesarkan dan mengembangkan organisasi.

“Skala prioritas PW Pujakesuma adalah melakukan inventarisasi data keanggotaan. Sebagai sebuah organisasi, pastinya kita tidak mungkin berdiri sendiri. Artinya, harus ada sinergitas atau komunikasi dengan cara bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan lainnya. Tujuannya adalah untuk sama-sama membangun pemuda yang lebih baik di Sumut. Khusus bagi kader dan pengurus PW Pemuda Pujakesuma, agar selalu menjaga kekompakan. Karena dengan kekompakan, maka kita akan mampu mengembangkan serta membesarkan organisasi yang diamanatkan ini,” ungkap Danu.
Sementara itu, Sekretaris PW Pemuda Pujakesuma Bobby Octavianus Zulkarnaen SE menambahkan, ke depan, Pujakesuma Sumut diharapkan menjadi pioner pengembangan ekonomi kerakyatan dengan jalan wirausaha, dalam rangka meningkatkan kehidupan sosial para pemuda, khususnya kader Pemuda Pujakesuma Sumut.

Tidak sampai di situ saja, menurut Bobby, program yang tak kalah pentingnya dalam agenda PW Pemuda Pujakesuma Sumut ke depan adalah memprogramkan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai wujud menyatukan visi dan misi dalam membangun kepemudaan di Sumut.
“Pemuda adalah ujung tombak pembangunan, begitu pula dengan Pemuda Pujakesuma. Dalam hal ini, Pemuda Pujakesuma akan berupaya mengembangkan ekonomi kerakyatan. Dan agenda yang tak kalah pentingnya, merencanakan pelaksanaan Rakerda sebagai wujud penyatuan visi dan misi. Dan patut digarisbawahi, PW Pemuda Pujakesuma selalu membuka diri untuk konsultasi, kritik maupun masukan sebagai motivator untuk mendewasakan pola pikir pemuda, supaya dapat menjadi pemuda yang profesional dan mandiri,” tuturnya.

Bendahara PW Pemuda Pujakesuma Sumut, Bambang Heru W, SE menegaskan, salah satu fokus untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kerakyatan, PW Pemuda Pujakesuma akan secara simultan membuat kegiatan seperti, seminar-seminar serta pelatihan yang diperuntukkan bagi para kader dan pemuda Pujakesuma Sumut dan daerah lainnya.

“Sesuai dengan amanah yang disampaikan Ketua Umum Pujakesuma Pusat, Bapak Komjen Pol Oegroseno, agar Pujakesuma menjadi wadah untuk membentuk dan menempah diri menjadi pemuda yang produktif, profesional dan mandiri,” tuturnya.(ari)

Kompor Meledak, Sekeluarga Luka Bakar

SERGAI- Ledakan kompor minyak tanah mengakibatkan satu keluarga menderita luka bakar dan menghanguskan satu unit kios di Dusun V, Kampung Tempel, Desa Penggalangan, Kecamatan  Sei Bamban, Sergai, Senin (23/1) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban ledakan kompor minyak yaitu, M Yunus (35), Nurhayati (32) dan kakak beradik Intan Fajar Habilah (9) serta  Alif Imam Ramdani (4). Ke empatnya mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan harus mendapat perawatan di RSU Melati, Kampung Pon.

M Yunus ketika di sambangi Sumut Pos, Selasa (24/1), di RSU Melati Kampung Pon mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, mereka sekeluarga sedang menikmati makan malam. Tiba-tiba kompor minyak di dapur rumah meledak hingga menghanguskan seluruh isi kios sekaligus rumah dan korban.
Warga yang  membantu memadamkan api dengan wadah seadanya, tidak bisa berbuat banyak karena material kios yang mudah terbakar sehingga dalam waktu sekejab bangunan kios beserta isinya hangus terbakar. (mag-16)

Rindu Ibu, Terdakwa Kabur dari Sidang

TEBING TINGGI- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebing Tinggi, Irwin Zaily SH bersama Muhammad Nuzuli SH serta Nasfi Firdaus SH, menjatuhkan hukuman kepada dua terdakwa kasus pencurian, yaitu Budi (24) warga Jalan Sei Bah Bolon, Kelurahan Durian, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi dan Sofian Lubis alias Fian, warga yang sama. Keduanya divonis masing-masing 1 tahun dan 1 tahun 7 bulan, Selasa (24/1) sore sekira pukul 16.00 WIB.
Putusan tersebut dibawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Syahputera SH yang mengganjar 1 tahun 3 bulan buat Budi. Namun, usai digelar persidangan, JPU Dedi Syahputera SH yang menggiring kedua terdakwa dikagetkan dengan kaburnya Budi dari ruang PN Tebing Tinggi setelah berhasil mengelabuhi petugas. Terdakwa kabur sejauh 200 meter, namun beruntung, petugas berhasil menangkap terdakwa setelah dikepung oleh sejumlah warga yang hadir di PN Tebing.

“Aku rindu mamak bang, apalagi nggak pernah melihat aku di sidang maupun di Lembaga Pemasyarakatan (LP), jadi aku nekad kabur ingin berjumpa dengan orangtua ku,” kata Budi setelah berhasil diringkus.

Ketua Pengadilan Tebing Tinggi Elyta Ras Ginting SH, yang saat kejadian berada di PN Tebing Tinggi mengharapkan penjagaan tahanan yang menunggu persidangan agar diperketat pihak Kejaksaan bersama kepolisian. “Ini sebagai pelajaran, ke depan penjagaan agar lebih diperketat lagi,” harap Elyta. (mag-3)