25 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13934

PP Go International

MEDAN- Pemuda Pancasila (PP) bukan hanya eksis di Indonesia, tapi terus mengembangkan sayapnya hingga international. Hal ini membuktikan dan menunjukkan Pemuda Pancasila komit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat ini Pemuda Pancasila sudah membuka perwakilan di Australia, Amerika Serikat, Kuala Lumpur dan Singapura.  Hal ini dikatakan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut Anuar Shah SE kepada 13 mahasiswa Soka University of America yang melakukan studi banding ke Sekretariat MPW PP Sumut, Jalan Thamrin No 94-A Medan, Sabtu  (21/1) lalu.

“Sejak lahir pada 1959, Pemuda Pancasila menjadi garda terdepan mempertahankan NKRI dari ancaman dalam dan luar negeri,” jelas Anuar Shah SE.  Tugas pokok dan menjadi tanggung jawab penuh, Pemuda Pancasila terus menjaga NKRI dari bahaya laten PKI yang ingin negara ini kacau balau.
Didampingi Dahroel Tamin (Sekjen), Wempie Saragih, Efrizal (Wasekjen), H Junaidi Pangaribuan (Ketua Bid Organisasi dan Keanggotaan) serta Firdaus (Pokja), Anuar Shah menerangkan, Pemuda Pancasila Sumut telah berjuang keras memberantas PKI di Sumut.
Dan perjuangan itu membuat kader terbaiknya tewas dianiaya dengan sadis.

Sebagai peringatan atas gugurnya kader-kader terbaik PP Sumut didirikan Tugu Ampera di Kampung Kolam, Tembung, Deli Serdang.  “Dua kader terbaik PP Sumut yakni Jacob dan Adlin Prawira tewas mengenaskan akibat kekejaman PKI,” jelas Anuar Shah yang akrab disapa Aweng ini.
Selain itu, PP Sumut komit melakukan pembinaan di bidang pendidikan yakni memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu. Hingga saat ini pemberian beasiswa terus berlangsung bagi 10 SMP, 10 SMA dan 5 untuk mahasiswa.

Kegiatan sosial dilakukan dengan pemberian bantuan saat hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Imlek dan lainnya. Dalam jangka tiga bulan, anggota PP Sumut diharuskan ikut donor darah untuk disumbangkan ke masyarakat kurang mampu.

PP Sumut juga komit bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di daerah ini. “Narkoba sangat merusak bagi kawula muda.  PP Sumut merasa bertanggung jawab ikut memberantasnya melalui penyuluhan-penyuluhan di sekolah-sekolah maupun seminar-seminar,” tambah Aweng. Untuk membuktikan PP Sumut anti narkoba, tambah Aweng, bagi kader yang mau jadi ketua harus bebas narkoba dan lebih dulu dites urine.

Shane, pimpinan rombongan Soka University of America kagum dengan program-program yang dibuat PP Sumut tersebut. “Saya kagum dan salut terhadap program dan kegiatan yang dibuat Pemuda Pancasila Sumut ini,” jelasnya. (*/ade)

Silaturahmi PB ISMI Bentuk Panitia Mubes ke 3

MEDAN-Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI), mengadakan silaturahmi sesama pengurus dan tokoh-tokoh cendekiawan Melayu, Senin (23/1),  di Hotel  Madani Jalan Sisingamangaraja Raja Medan.

Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua Umum PB ISMI, Prof Dr Ir Djohar Arifin MSc membicarakan rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) PB ISMI ke-3 tahun 2012, dengan membentuk kepanitiaan yang terdiri dari, Penasehat Prof Dr H Mohd Hatta MA, Drs Abd Rahim MHum, Prof Dr T Khairunnisa, Said Abdullah SE.

Kemudian dilengkapi Stering Comite, Prof Dr Ir H Basyarudin, MS (Ketua), Prof Dr  Khairil Ansari, MPd (Sekretaris), beberapa anggota SC,yaitu Prof Dr Ir H Ahmad Rafiqi Tantowi, MSc, Dr H Abd Wahid, SpPD, Prof  T  Silvana Sinar, MA, Prof Dr H Tan Kamelo, Prof Dr H  Hasnudi, MSi, Dr H Arifinsyah, MAg, OK Iskandar, SH dan HM Nasir Akram, LC, MA.
Sementara Selaku Panitia Pelaksana/Organizing Comitte, Ketua, Prof.Dr.Ir.Ilmi Abdullah, M.Sc, Wakil Ketua Drs. Zainal Abidin. Sekretaris Azizul Kholis, SE, M.Si, Wakil Sekretaris A.Rahman Rais, SE,  Bendahara Drs. Haris Fadillah, M.Si dan Wakil Bendahara Drs Ansari Adnan.

Turut hadir dalam silaturrahmi tersebut Bupati Serdang Bedagai Ir H T Erry Nuradi MSi yang menyatakan dukungan sepenuhnya untuk pelaksanaan Mubes PB ISMI ke-3 yang rencananya dilaksanakan di Theme Park, Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Sementara itu Ketua Panitia Mubes PB ISMI ke-3, Prof Dr Ir Ilmi Abdullah MSc yang juga Rektor ITM didampingi Sekretaris Azizul Kholis SE MSi merincikan pelaksanaan Mubes diikuti oleh tiga propinsi yaitu, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), dan sembilan pengurus daerah Kabupaten/kota se- Sumut. Sedangkan kegiatan Mubes direncanakan pada minggu kedua Maret 2012.

“Kita berharap pelaksanakan Mubes nanti berjalan lancar dan seluruh tokoh-tokoh cendekiawan dapat hadir untuk memberikan pemikiran-pemikiran demi kemajuan Sarjana Melayu kedepannya,” ujar Prof. Ilmi. (*/ila)

PON Sumut Juara

Inalum FC vs PON Sumut

TANJUNG GADING: Partai puncak Inalum Cup 2012 telah berakhir, Rabu (24/1). PON Sumut kembali angkat tropi usai mengandaskan perlawanan tuan rumah Inalum FC dengan skor 6-1.

Laga final yang sangat menarik. Kedua tim awalnya sama-sama optimis untuk meraih hasil terbaik. Kubu PON Sumut mengusung semangat mempertahankan gelar  karena, di edisi sebelumnya mereka sukses jadi juara. Sementara bagi Inalum FC, mereka mengusung misi revans karena di partai final Inalum Cup 2011, mereka dikalahkan PON Sumut yang saat itu masih bernama Pra PON Sumut.

Tapi yang berhasil jadi terbaik di ajang ini adalah PON Sumut. Bermain taktis dari awal laga, mereka berhasil memberikan perlawanan sengit. Jalannya laga di babak pertama awalnya relatif berimbang. Setidaknya hingga 10 menit awal laga, serangan kedua tim berhasil dilancarkan. Hanya saja belum maksimal.

Hingga pada menit 19, PON Sumut yang lebih dulu sukses curi gol. Lewat aksi ciamik Edy Syahputra gol tercipta. Berada di kotak penalti, Edy dikawal bek Inalum FC, namun masih bisa mengontrol bola. Bola disonteknya dengan cerdik ke sudut kanan gawang yang dikawal Warsianto. Gol, skor 1-0 untuk PON Sumut.

Inalum FC bukannya tak melawan. Mereka beberapa kali tercatat memberikan perlawanan sengit. Hanya saja serangkaian serangan yang dilancarkan itu kerap kandas di kaki para bek PON Sumut yang berpostur tinggi besar. Salah satu yang sangat berpeluang jadi gol terjadi pada menit 22, saat Chris Ananda yang berdiri bebas di kotak penalti mendapat peluang emas. Sayang sontekannya masih melenceng.

Sayang, pada menit 25 malah PON Sumut yang menambah skor. Kali ini lewat pergerakan cepat Zulkifli yang sukses melewati pemain bawah Inalum FC. Ketika ada peluang, Zul melancarkan tendangan keras, tapi masih bisa diblok oleh Warsianto. Bola tak tertangkap dengan sempurna karena terlalu keras, dan menghasilkan rebound.

Nah, bola rebound itulah yang dimanfaatkan dengan baik oleh M Irfan yang sudah berdiri bebas di kotak penalti. Dengan sekali tendangan, bola masuk gawang Inalum FC untuk kali kedua.

Peran Warsianto dalam mempertahankan gawangnya memang cukup baik. Sayang serangan yang datang memang terlalu sering. Meskipun begitu, Inalum FC mampu kembali menyerang. Lewat trio Sonny Heriadi, Chris Ananda dan Ricky Silaban, serangan kerap dilancarkan. Tapi itu tadi, barisan pertahanan PON Sumut masih kokoh dan bermain dengan tenang.

Lagi-lagi, PON Sumut yang mampu menambah skor. Menit 44, giliran Syafri Koto yang unjuk gigi. Penyerang bernomor punggung 9 ini bebas di luar kotak penalti Inalum FC, dan ketika mendapatkan peluang, dia langsung tendanga bola dan masuk. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Inalum FC langsung menggebrak. Sonny Heriadi tercatat dapat peluang emas pada menit 55, namun tendangannya mampu ditepis oleh kiper PON Sumut, Ahmad Fauzi.

Asyik menyerang, Inalum FC kurang memperhatikan pertahanannya. Dan benar saja, lewat satu skema serangan balik, PON Sumut berhasil menambah pundi golnya. Kali ini yang beraksi adalah Zulkifli. Pada menit 57, golnya tercatat. Skor jadi 4-0.
Hanya berselang tiga menit kemudian, Edy Syahputra menambah pundi gol PON Sumut jadi 5-0. Edy berhasil memaksimalkan bola hasil kemelut di kotak penalti Inalum FC. Skor 5-0.

Menit 69, Inalum FC berhasil memperkecil ketertinggalan. Chris Ananda sukses memanfaatkan umpan silang menyusur tanah dari Ricky Silaban. Bola gagal dihalau bek PON Sumut, dan Chris Ananda berhasil memanfaatkannya jadi gol. Skor jadi 5-1.

Tak lama usai gol itu, laga makin panas. Beberapa pelanggaran keras terjadi. Buntutnya, wasit memberikan dua kartu merah langsung. Satu untuk Aples dan Inalum FC, dan satu lagi untuk Syafri Koto. Bahkan tak lama, M Solih dari PON Sumut juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Praktis, PON Sumut hanya diperkuat 9 pemain.

Tapi, dengan kekurangan pemain itu, PON Sumut malah mampu menambah skor. Kali ini lewat pemain pengganti, Bambang. Skor jadi 6-1. Dan skor itu berakhir hingga usai laga.

Usai laga, pelatih PON Sumut, Rudi Saari tampak sumringah. Namun Rudi mengaku timnya masih banyak kekurangan yang harus ditutupi sebelum main di PON. “Salah satunya stamina. Kami berharap para pemain mampu meningkatkan stamina, karena kita tidak tahu di PON nanti lawan bagaimana. Pasti mereka juga sudah sangat siap. Kita harus lebih baik dari sekarang,” katanya.

Sementara itu, kubu Inalum FC lewat manajer Indra Welly dan pelatih Ipung, mengaku sedikit kecewa namun cukup puas dengan hasil maksimal yang bisa diraih anak asuhnya. “Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Tapi kami memang kurang maksimal karena ada beberapa pemain yang tidak bisa dimainkan,” kata Indra Welly.

“Kalau secara permainan anak-anak sudah menerapkan instruksi. Tapi kami memang belum bisa meraih hasil maksimal. Kami juga melihat wasit kurang baik dalam memimpin pertandingan,” timpal Ipung.

Atas raihan ini, PON Sumut berhak mendapatkan Rp15 juta plus tropi tetap dan tropi bergilir, juga setifikat. Sementara Inalum FC mendapatkan hadiah Rp10 juta plus tropi dan sertifikat. (ful)

Chris Ananda Pemain Terbaik

PENYERANG Inalum FC, Chris Ananda yang merupakan putra daerah asli Tanjung Gading, dan putra dari salah satu pegawai PT Inalum Joni Silaen itu, berhasil menyabet gelar pemain terbaik di Inalum Cup 2012. Hasil ini menjadi salah satu pelipur lara, atas kegagalan Inalum FC meraih gelar utama.
Di samping itu, Chris juga merupakan pemain paling muda di turnamen ini, dengan usia baru 17 tahun. Pemilihan panitia terhadap Chris juga didukung pelatih Inalum FC, Ipung. Menurut Ipung, penampilan Chris sejak awal memang cukup dominan dan mampu membawa angin segar bagi timnya. Tentu saja di samping penampilan skuad yang lain, peran Chris dalam menopang serangan Inalum FC cukup baik.

“Saya setuju kalau Chris dipilih jadi pemain terbaik. Karena dia juga pemain paling muda di turnamen ini. Dia juga berperan dalam mencipta peluang atau bahkan mencetak gol,” kata Ipung.

Namun bagi Chris yang juga jebolan SSB Aldas Prima yang merupakan SSB milik PT Inalum, penghargaan ini sama sekali tidak disangka-sangkanya. Sejak awal, Chris hanya ingin menampilkan permainan terbaiknya. Dia juga ingin memberikan suguhan terbaik bagi publik Inalum yang sudah mendukung timnya.

“Jujur saja saya tak menyangka bisa jadi pemain terbaik. Tapi gelar ini saya persembahkan kepada semua pendukung di Inalum, dan semua pemain,” kata pemain kelahiran 9 Juni 1995 yang sepanjang turnamen, Chris berhasil membukukan dua gol dan satu assist tersebut.
Chris berhak mendapatkan hadiah berupa tropi, sertifikat dan uang pembinaan Rp1juta atas prestrasinya itu. (ful)

GAMKI Sumut Tetap Anak Kandung Gereja

Dilantik 27 Januari di Gedung Alpha Omega Medan

Pengurus baru Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut periode 2011-2014 akan dilantik di Gedung Alpha Omega Jalan P Diponegoro Medan, Jumat (28/1).

Pelantikan Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun SH, Alfan Sihombing sebagai Sekretaris, Immanuel Saragih sebagai Bendaraha dan pengurus lainnya rencananya akan langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP GAMKI Michael Wattimena dan Sekum Hendri Sibarani.
Landen Marbun SH yang terpilih pada hasil Konferda November lalu di Parapat menegaskan bila ke depan, kepengurusan akan mengedepankan isi Mars GAMKI yaitu “Suka Memberi, Pantang Meminta” sebagai bentuk kemandirian organisasi.

Untuk itu, tim formatur berhasil menjaring pemuda/pemudi terbaik Sumut yang akan menjalankan roda organisasi pemuda Kristen terbesar ini. Diantaranya, Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang, Ketua DPRD Dairi Delphi Ujung, Ketua Fraksi P Demokrat DPRD Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi (Ketua Panitia Pelantikan), Anggota DPRD Kabupaten Labura Marisi Hasibuan, Anggota DPRD Kota Medan Damai Yona Nainggolan, Anggota DPRD Taput Sahat Sibarani beserta sejumlah pengusaha muda, pendeta dan kaum muda yang enerjik.

“Artinya, GAMKI mencoba semaksimal mungkin untuk mandiri dalam segala hal, termasuk untuk kepentingan organisasi. Seperti gedung sekretariat tanpa meminta-minta kepada senioran,” tegas Landen di sela-sela gladiresik panitia, Senin (24/1).

Hal itu lanjutnya sudah dimulai sejak kepanitian pelantikan ini dengan terkumpulnya dana dari internal kepengurusan yang cukup untuk pelantikan di Gedung Alpha Omega dan rapat pleno yang akan dilaksanakan, Sabtu (28/1).

Selanjutnya, pengurus akan membangun organisasi dengan berkonsolidasi ke daerah-daerah sehingga GAMKI menjadi organisasi Kristen yang solid, profesional, cerdas yang bisa diandalkan gereja untuk berkontribusi terhadap program pembangunan bangsa.
Di sisi lain lanjut Landen, GAMKI siap mencuatkan kembali predikat sebagai ‘Anak Kandung Gereja’  yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Hal itu siap diwujudkan melalui program sederhana berupa kunjungan ibadah ke berbagai daerah. Hal itu dilakukan untuk membuka akses gereja dengan pemerintah, selain merangkul para pemuda gereja.

“Pemuda gereja akan diberdayakan oleh GAMKI. Pada pelantikan ini, pemuda gereja akan diajak, karena kelak mereka lah yang akan meneruskan kepemimpinan GAMKI ke depan,” jelas Ketua Fraksi PDS DPRD Medan ini. (*/jul)

Edy Berhasil Sabet Topskor

WING kanan tim PON Sumut, Edy Syahputra berhasil meraih gelar topskor usai membukukan 6 gol di turnamen Inalum Cup 2012. Gelar ini dipersembahkannya kepada kedua orang tuanya, Suyadi dan Ngatiyem.

Atas prestasi ini, Edy berhak mendapatkan tropi, sertifikat dan uang pembinaan senilai Rp1 juta. Tentu saja gelar ini disyukurinya, apalagi Edy memang sudah merencanakan ingin mencari gelar topskor di ajang ini.

Meski berposisi sebagai gelandang kanan, Edy berhasil membukukan 6 gol. Hal itu tentu saja nilai plus baginya. Dan pelatih juga mensupport agar Edy mencari gol sebanyak-banyaknya. “Tapi peran utamanya tetap sebagai seorang gelandang. Tapi dalam perburuannya mencari gol, kami dukung. Dan kawan-kawan satu timnya juga pasti mendukung,” kata Rudi Saari arsitek PON Sumut.

Edy sendiri mengaku puas targetnya tercapai. Pemain asal Binjai yang dibesarkan oleh klub PSKB Binjai ini, mempersembahkan prestasinya ini kepada kedua orangtuanya. Baginya, orang tua adalah sosok penting dalam karirnya sejauh ini. “Semua untuk orang tua Bang. Saya senang bisa meraih gelar topskor, dan saya persembahkan untuk mereka yang sudah membesarkan dan mendukung apa yang saya lakukan,” kata pemain kelahiran 10 April 1989 itu.
Ke depan, target Edy tentu saja bisa membawa nama baik Sumatera Utara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dilaksanakan di Riau. “Harapannya tentu kami bisa memberikan yang terbaik bagi Sumut di PON nanti. Kami berharap doa seluruh masyarakat Sumut,” tandasnya. (ful)

10 Unit Bangunan tanpa SIMB

085275116xxx

Pak wali kota, tolong tertibkan bangunan tampa Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) sebanyak 10 pintu (unit) di Jalan dr Mansyur Ujung Gang Melati.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini, kami dari Pemko Medan akan meneruskan persoalan tersebut ke Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), karena masalah izin mendirikan bangunan ada di Dinas TRTB. Selanjutnya, untuk pemerintah kecamatan untuk terlebih dahulu memantau wilayah tersebut.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Segera Ditindak

Bangunan bermasalah tak boleh dibiarkan berdiri sembarang di Kota Medan. Karena setiap bangunan yang akan berdiri di wilayah Kota Medan berdasarkan Perda No.9/2004 tentang retribusi SIMB harus diurus. Apabila masih ditemukan tidak ada izin, sebaiknya Dinas TRTB langsung menindaknya.

Mengenai bangunan yang disebutkan tak berizin kami akan pantau terlebih dahulu. Selanjutnya, bila benar tak ada izinnya maka kami segerakan Dinas TRTB memberikan tindakan. Kemudian, Wali Kota Medan harusnya memberikan warning yang tegas kepada kepala Dinas TRTB untuk memberikan penindakan terhadap bangunan tak berizin.

Ahmad Arif
Anggota Komisi D DPRD Medan

Proton New Exora Star, Hadir di Indonesia Dibanderol Rp154 Juta

Proton Edar Indonesia (PEI) kembali meluncurkan MPV andalannya, Exora dengan tiga varian sekaligus. Salah satu varian yang sudah diketahui, yakni Exora Star bertransmisi matik (sebelumnya hanya transmisi manual), yang akan hadir di Indonesia Kamis (26/1), di kantor pusat kawasan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Sedang dua varian lainnya, lebih pada in car entertaiment, sama seperti Exora Executive dan Supreme (keduanya sudah tidak dipasarkan lagi) dengan menambah layar monitor di atap baris kedua, lapisan bahan kulit dan penambahan body kit.”Semua body kit dan fitur yang terdapat pada produk baru merupakan produk lokal,” kata GM Marketing PT PEI Mazlan Mohd Zein, Selasa (24/1).

Untuk jantung pacu, PEI tidak melakukan perubahan apapun. Mesin Campro 4 silinder segaris berkapasitas 1.6-liter dengan tenaga 125 PS dan torsi 150 NM masih tetap berada di balik kap mesin.

Soal harga belum disebutkan, tapi sebagai patokan Exora Star dijual Rp154 juta.

Produk andalan produsen mobil asal Malaysia ini, pertama kali diperkenalkan ke publik nusantara pada Juli 2009 lalu dan langsung menggaet perhatian konsumen Tanah Air.

Exora Star yang kini beredar di pasar sudah menganut sistem jok depan dengan penyetel ketinggian kaki, kemudi power steering dan power window, serta spion elektrik. Sistem audio sudah double DIN, dengan fitur pemutar CD, radio dan koneksi USB.

Exora Star dikenal memiliki handling yang baik. Hal ini berkat pengembangan kerjasama dengan Lotus. Itu bisa dilihat dari logo Lotus Ride & Handling di pintu belakang Exora. Fitur keamanannya, Exora telah menganut rem cakram di depan yang dilegkapi Anti-lock Brake System (ABS). Selain itu juga terdapat EBD dan dual SRS airbag.

Mobil ini juga terbilang pengkonsumsi bahan bakar irit untuk mobil dengan kapasitas silinder 1.6 liter. Mobil ini meminum bensin 9,4 liter per 100 km, untuk pemakaian di dalam kota. Jadi, kita tunggu saja. (net/jpnn)

Car Free Day Dimeriahkan Lucky Draw

MEDAN-Untuk kali pertama di tahun 2012 ini Pemko Medan kembali akan menggelar kegiatan Car Free Day. Kegiatan yang sejak awal 2011 lalu telah dicanangkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai program tetap Pemko Medan ini, kini digagas Dispora Medan yang dikepalai Hanas Hasibuan.
Hanas menuturkan, kegiatan Car Free Day ini akan dihelat pada 29 Januari mendatang. Jalan-jalan yang dibebaskan dari kendaraan bermotor kali ini ada enam jalur. Yakni dari Jalan Sudirman-Jalan Imam Bonjol, Jalan A Rivai-Jalan H Misbah, Jalan Selamet Riadi-Jalan H Misbah, Jalan Linggar Jati-Jalan Suryo, Jalan Balai Kota-Jalan Juanda dan Jalan Sudirman-Jalan Cik Ditiro.

Menurut Hanas, selain menggelar Car Free Day, pihaknya juga akan memeriahkan ‘Hari Bebas Kendaraan Bermotor’ ini dengan menggelar serangkaian acara. Seperti senam pagi, sepeda santai, skateboard show, sepeda fixie dan BMX show, hiburan band dalam kota, stand PMI untuk pendonoran darah, serta untuk lebih memeriahkan kegiatan peserta akan memperebutkan hadiah menarik yang diundi dari lucky draw.

“Kegiatan ini akan dimulai pukul 06.00 WIB di depan rumah dinas Wali Kota Medan, Minggu (29/1) ini. Kegiatan yang mengusung slogan ‘Medan Metropolitan, Medan Mantap’ ini diperkirakan akan dihadiri 2.500 peserta yang berasal dari seluruh elemen masyarakat Kota Medan. Dan kegiatan ini tentunya akan dihadiri Pak Wali Kota Medan Rahudman Harahap serta Pak Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin,” ung kap Hanas, Selasa (24/1).

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan yang digelar 11 kali dalam setahun di Kota Medan ini, untuk mensosialisasikan pentingnya lingkungan sehat. “Dengan Car Free Day juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti bersepeda, jalan-jalan, jogging dan bersantai bersama keluarga,” tutur Hanas.

“Hal positif lain yang harus ditindaklanjuti yakni agar permasalahan polusi udara tidak semakin parah. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan yang beroperasi, maka otomatis polusi udara juga ikut berkurang. Hal ini sekaligus untuk menyadarkan masyarakat agar menggunakan alat transportasi alternatif yang tak menggunakan mesin bermotor,” jelasnya.

Hanas menambahkan, pada kegiatan Car Free Day ini, pihaknya sengaja mengundang Dinas Lingkungan Hidup Provsu untuk mengukur gas emisi di Kota Medan. “Tentunya saat sebelum menggelar Car Free Day dan membandingkannya setelah Car Free Day ini dilaksanakan,” tuturnya.
Sementara, Hanas juga mengatakan, selain Car Free Day, pihak Dispora Medan juga menjalankan program Pemko Medan untuk memasyarakatkan olahraga, khususnya senam kesegaran jasmani.

“Dalam setahun ke depan, kita akan menggelar senam kesegaran jasmani sebanyak sembilan kali di 21 kecamatan Kota Medan. Masing-masing tiga kecamatan dimerger untuk menggelar satu kali kegiatan ini,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemko Medan khususnya Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengkampanyekan pentingnya olahraga. “Pak wali peduli kesehatan masyarakatnya, itu intinya,” tandas Hanas. (saz)

PAW Kader Demokrat Diwarnai Dugaan Tanda Tangan Palsu

MEDAN- Surat dari Partai Demokrat Medan dengan No 01/DPC PD/M/I/2012, tanggal 16 Januari 2012, yang diterima DPRD Medan tertanggal 17 Januari 2012, dengan No Agenda: 171/480, perihal Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Medan, Hj Halimatusakdiyah yang meninggal dunia pada 10 Januari 2012 lalu, dengan pengganti Ir Yahya Payungan Lubis, disinyalir surat palsu.

Menurut sumber Sumut Pos di DPRD Medan, Selasa (24/1), tanda tangan Sutan Bhatoegana selaku Pjs Partai Demokrat Medan, bukan ditulis melainkan dijiplak dengan cara discan.

“Ini bukan yang pertama, tapi ini yang kedua. Hampir sama kejadiannya, waktu pergantian Ketua DPRD Medan dari Deni Ilham ke Amiruddin. Mungkin saja arahnya, untuk mengacaukan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Medan, yang katanya akan digelar Februari mendatang,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Karena itu, segenap pimpinan dewan terlihat enggan untuk memberikan persetujuan atau paraf, terhadap surat yang dikirimkan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan.

“Ada pimpinan dewan yang sudah tandatangan, ada yang belum. Kalau Ketua (Amiruddin, Red) sudah mendisposisi surat itu. Kalau wakil-wakil ketua, ada yang belum. Karena itu tadi, katanya tandatangan Ketua Demokrat Medan nggak ditulis tangan, tapi macam discan,” ungkap sumber tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Medan, Amiruddin tidak terlihat ada di ruang kerjanya di lantai II, Gedung DPRD Medan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Amiruddin mengirimkan balasan yang isinya mengaku dirinya tengah sakit.
“Maaf sedang flu. Wassalam,” tulis Amiruddin.

Sedangkan Penjabat Sementara (Pjs) Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan, Bangun Tampubolon yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai persoalan itu, sempat menjawab dengan nada tinggi dan menyalahkan wartawan yang terkesan memelintir berita terkait masalah tersebut.
“Itu kerjaan wartawan. Memelintir berita. Tidak benar itu. Janganlah membuat berita dari isu-isu seperti itu. Semua sudah sesuai dengan peraturan yang ada,” tukasnya.

Bangun Tampubolon bersikeras tandatangan Pjs Ketua Partai Demokrat Medan adalah asli, dengan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.
“Itu asli, tidak ada yang dipalsukan. Saya yang membawa surat itu ke Jakarta dan menyerahkannya langsung ke Pak Sutan dan langsung ditandatangani.  Sabtu tanggal 14 Januari 2012 kemarin ditandatangani. Karena Sabtu libur, jadi nomor suratnya dibuat tanggal Seninnya yaitu tanggal 16 Januari 2012. Dikirimkan ke dewan hari Selasanya, tanggal 17 Januari 2012. Jadi, itu nggak ada yang dipalsukan,” pungkasnya lagi.

Bangun Tampubolon menuding, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana dan mengambil keuntungan dari isu itu. Keuntungan yang dicari oleh pihak yang mempersoalkan masalah ini, menurutnya, tidak lain dan tidak bukan semata-mata karena faktor uang.
“Ini ada yang mau memperkeruh suasana. Biasalah, kenapa kok nggak melapor. Kalau sudah ada kata-kata melapor, sudah tahulah kita arahnya kemana. Pasti uang,” cetusnya.

Bangun Tampubolon juga tidak menampik, bila ada nuansa politis dalam masalah ini, terlebih akan segera digelarnya Muscab Demokrat dalam jangka waktu dekat ini. “Ya, itulah orang-orang yang mau memperkeruh suasana tadi,” ungkapnya.

Persoalan ini, jika merujuk ke belakang adalah yang kedua setelah perseteruan Deni Ilham dan Amiruddin dalam perebutan tampuk kursi Ketua DPRD Medan beberapa waktu lalu. Artinya, bukan hal yang mustahil memang ada orang atau oknum-oknum di Demokrat Medan atau di Fraksi Demokrat DPRD Medan, yang melakukan hal itu untuk menyulut persoalan.

“Bedalah dengan masalah Deni sama Amiruddin. Surat atau tandatangan yang dipalsukan dilakukan sama yang masih hidup. Kalau ini orangnya saja sudah meninggal, jadi bagaimana mau memalsukan surat,” imbuhnya lagi.

Bangun Tampubolon juga menyatakan, dalam persoalan PAW ini, terlebih mengenai masih adanya pimpinan dewan yang belum menandatangani atau memberikan paraf terhadap surat Partai Demokrat Medan atas hal PAW Anggota DPRD Medan tersebut, pada dasarnyanya tidak terlalu prinsipil.(ari)