26 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13935

6 Bulan Tunjangan Guru APBD 2011 Belum Diterima

081375906xxx

Bapak Plt Gubernur Sumut kenapa tunjangan APBD-SU tahun 2011 buat guru PNS dan non PNS Deli Serdang masih belum kami terima 6 bulan lagi? Ini kan sudah 2012?

Awal 2012 Diterima

Dari penjelasan Kadisdikpora Deli Serdang Sa’adah Lubis, tunjangan yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Sumatera Utara sudah dalam tahap pencairan. Direncanakan awal 2012 para guru sudah menerimanya. Adapun keterlambatan disebabkan pemberkasan dari Kementerian Pendidikan. Terimakasih.
Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Dalam Waktu Dekat Sudah Cair

Dalam waktu dekat akan dicairkan karena dananya sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011. Tunjangan profesi secara bertahap kepada guru yang telah memiliki SK Dirjen akhir tahun 2010 dan belum dibayarkan selama 1 tahun. Tunjangan juga akan dibayarkan kepada guru yang sudah memiliki SK Dirjen pada 2009 lalu, namun sama sekali belum menerima tunjangan sertifikasi karena terhambat keterlambatan berkas.

Syaiful Safri
Kadis Pendidikan Sumut

Judi Sam Kwan Digerebek 6 Ditahan, 1 Dilepas

MEDAN-Polisi menahan enam tersangka penjudi dari tujuh yang diamankan dalam penggerebekan yang diwarnai aksi penyerangan, di lokasi judi Sam Kwan  di Jalan Jamin Ginting Km 4,5 Simpang Gudang, Deli Serdang, Minggu (22/1) malam.

Keenam tersangka yang ditahan masing-masing David Tarigan (47), warga Jalan Putri Hijau Medan, Nirwanto Ginting (41), warga Desa Puang Gajah Sibolangit, Santa Perangin-angin (51), warga Desa Raya Brastagi, Sentosa Tarigan (54), warga Kabanjahe, Siunan Ginting (47), warga Kabanjahe dan Sobat Tarigan (47), warga Bandar Baru (bandar judi). Sedangkan satu orang tersangka yang dipulangkan Mariono.

“Setelah diperiksa 1×24 jam kita resmi menahan enam orang tersangka dari tujuh orang yang diamankan. Satu yang dipulangkan karena pada saat penggerebekan hanya mengantar tuak,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki, Selasa (24/1.
Mantan Kasat Reskrim Polres Asahan itu mengaku masih mencari pemilik air soft gun yang ditemukan di lokasi.
“Kasus ini masih kita dalami,” ujar Yoris.

Terkait penyerangan empat orang tak dikenal (OTK) terhadap truk yang membawa barang bukti saat melintas di Jalan Letjen Jamin Ginting Km 5,1, Simpang Kwala Bekala, Padang Bulan hingga menyebabkan dua  polisi Briptu Robbi dan Nirwan cedera, Yoris mengatakan,masih memburu tiga orang pelaku. “Satu orang sudah diamankan,” katanya.

Yoris membeberkan, Siwa (46) supir truk juga telah membuat laporan pengaduan ke Mapolresta Medan.
Saat ditanya apakah ada keterkaitan empat pelaku penyerangan itu dengan penggerebekan, Yoris bilang belum menemukannya.
Tersangka penyerang dijerat dengan pasal 170 jo pasal 406 KUHPidana dengan ancaman minimal lima tahun penjara.
Seperti diketahui usai penggerebekan, truk dengan nomor plat polisi BK 9161 BK yang mengangkut barang bukti diserang orang tak dikenal (OTK). (gus)

Ruang Harmonis Menurut Feng Shui

MENURUT budaya Cina, tata letak rumah dan ruang akan menguntungkan jika udara dapat masuk dengan ringan dan mengalir dari satu ruang ke ruangan lainnya. Dengan tata letak yang baik, dapat dipastikan 70 persen rumah memiliki feng shui yang juga baik.

Untuk memastikannya, berikut prinsip-prinsip dasar tata letak ruang berdasarkan feng shui:

  • Bila terbuka, sebaiknya pintu utama tidak menghadap ke tempat yang sempit atau menghadap langsung ke kamar mandi, jendela, tangga, pilar, sudut dan kaca.
  • Ruang tamu hendaknya berada setengah di luar rumah. Alangkah lebih baik jika berada di dekat pintu utama dibandingkan pintu belakang.
  • Sebaiknya ruang makan dan ruang keluarga berada di tengah-tengah rumah. Ini membuat ruang keluarga terasa lebih harmonis.
  • Dapur sebaiknya berada setengah di dalam rumah, juga lebih baik jika berada di dekat pintu belakang dibandingkan pintu depan.
  • Kamar mandi sebaiknya berukuran kecil dan tertutup pintunya setiap waktu. Pintu kamar mandi tidak menghadap langsung pintu lainnya, juga tangga, tempat tidur dan meja makan. Kamar mandi tidak terletak di barat laut dan tenggara dari suatu rumah.
  • Jika rumah memiliki beberapa tingkat, area ruang makan seharusnya berada di tingkat paling tinggi dari ruang tamu, sedangkan area kamar tidur berada pada tingkat lebih tinggi.
  • Rumah bertingkat boleh saja, namun bila membagi rumah tidak seimbang akan menyebabkan banyak kehilangan uang. Lain halnya dengan lantai bertingkat yang dipisah dengan lantai mezanin. Dari sisi perspektif feng shui, lantai mezanin dianggap tidak menguntungkan. Lantai jenis ini dianjurkan untuk ruangan yang tidak berfondasi.
  • Jangan sampai ada koridor panjang di dalam rumah karena akan membentuk panah beracun. Hal ini akan memunculkan perselisihan dan salah pengertian di dalam rumah.
  • Semua struktur menonjol dan palang sebaiknya rata dengan dinding rumah. Palang menonjol dan sudut akan menciptakan shar chi yang sangat kuat.(net/jpnn)

Bea Ekspor CPO Naik

Pengusaha Sumut Minta Kontribusi Hasil Pajak

MEDAN- Februari 2012 mendatang, harga refrensi untuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD1.073 (metric ton). Dengan harga tersebut, pemerintah menetapkan Bea Keluar (BK) pada Februari 2012 sebesar 16,5 persen. Sedangkan di bulan Januari 2012, BK yang ditentukan oleh pemerintah sebesar 15 persen.

Menanggapi kenaikan bea keluar CPO ini, Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksamana Adiyaksa, Selasa (24/1) mengaku kecewa. Pasalnya, Peraturan Menteri Keuangan No.67/2010 tentang penetapan bea keluar (BK)  berdasarkan harga referensi yang dihitung dari rata-rata harga CPO di Rotterdam, Belanda, semakin memberatkan pengusaha dan petani lantaran ketidakpastian biaya ekspor.

Pemerintah juga dianggap mau menang sendiri dengan kebijakan ini. “Dengan kenaikan harga bea keluar CPO, sebagai pengusaha kita tentunya dirugikan oleh pemerintah. Walau begitu, pengusaha tidak keberatan membayarnya karena merupakan regulasi,” ujarnya.

Menurutnya, BK ini membuat harga tidak stabil, sehingga pengusaha menganggap ini sebagai biaya produksi. “Kalau harga 15 ribu dolar per metrik, maka beanya sekitar 15 persen. Ini membuat harga tak stabil,” tambahnya.

Dengan beban harga bea keluar tersebut, sambungnya, membuat petani merasa dirugikan, karena otomatis harga sawit akan menurun. Ini disebabkan biaya produksi pengusaha bertambah dan dimasukkan ke harga beli petani. “Pajak naik, harga pembelian kita tentu akan murah,” terangnya.
Laksamana juga menjelaskan, pengusaha tidak keberatan bila mengeluarkan BK, tetapi setidaknya harus ada timbal balik ke Sumut sendiri. “Kita bayar pajak, setidaknya kembalikan pajak kita 50 persen untuk perbaikan infrastruktur. Lihat saja, jalanan dikawasan pabrik jelek sekali,” tuturnya.

Padahal, katanya, perusahaan turunan CPO cukup banyak beroperasi di Sumut. Namun, kontribusi BK terhadap penerimaan dan pembangunan daerah di Sumut masih minim. Lantaran pendapatan pajak khusus untuk kebun masih dikelola pusat. “Untuk itu, pemerintah pusat juga harus memikirkan perkembangan infrastruktur Sumut dalam membuat regulasi. Pungutan BK selama ini tidak memberikan hasil maksimal karena masyarakat tidak menikmati. Jangan sampai karena masalah ini pelaku usaha menjadi malas. Pungutan yang tidak berdasar harus dipikirkan matang-matang,” terangnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) M Ishak mengatakan, dalam melihat suatu regulasi, kita harus melihat duhulu latar belakangnya. “Pemerintah memang mau menang sendiri. Artinya, setiap kebijakan yang diambil, jarang sekali dilakukan berdasarkan sebuah kajian lebih dahulu. Jadi ya sangat temporer,” tuturnya.

Kalau pihak swasta merasa keberatan, itu juga wajar. Lantaran kenaikan BK itu membuat harga naik. “Bagaimana dengan kolega mereka disana (luar negeri)?. Dan bagaimana pula dengan keberlangsungan usaha pengusaha ita?” tanyanya.

Ishak juga menjelaskan, harus dilihat dahulu latar belakang pemerintah dalam membuat regulasi tersebut, apakah karena prioritas untuk dalam negeri, atau karena ada hal lain. “Kalau alasannya karena kebutuhan dalam negeri, saya sangat salut dengan pemerintah, tapi takutnya, karena ada alas an lain seerti ingin meningkatkan pendapatan,” tuturnya.

Kebijakan untuk meningkatkan pendapatan ini dianggap Ishak merupakan kebijakan yang kurang bijak. Sebab, pemerintah harus melihat kondisi riil pengusaha. Dan sebaliknya, pengusaha juga harus riil dalam hal yang berhubungan dengan keuangan seperti dalam masalah pajak.
Jadi intinya, kata Ishak, pemerintah harus lebih berani untuk membuka diri atau mentransfer apa yang dimilikinya agar pengusaha juga mengerti kondisi nyata pemerintah.

“Intinya harus ada keterbukaan, sehingga pemerintah mengetahui keadaaan petani dan pengusaha, dan pengusaha juga mengetahui keadaan pemerintahnya,” tandasnya. (ram)

84 Proyek Infrastruktur MP3EI Dimulai, Nilai Anggaran Rp536,3 Triliun

JAKARTA – Pemerintah mempunyai pekerjaan besar dalam rangka menunjang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Tahun ini setidaknya akan dimulai pembangunan 84 proyek infrastruktur dengan nilai mencapai Rp536,3 triliun.

Asisten Deputi Urusan Perumahan Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan, sejak peluncuran MP3EI pada tanggal 27 Mei hingga akhir Desember 2011 lalu, KP3EI (Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) telah melaksanakan groundbreaking 94 proyek utama.”Nilai proyek-proyek itu hingga selesai nanti mencapai Rp490,5 triliun,” ungkapnya di Jakarta, Senin (23/1).

Jika dirinci investasi yang akan dikeluarkan untuk proyek-proyek tersebut antara lain berasal dari, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rp131 triliun sebanyak 24 proyek, swasta Rp168,6 triliun sebanyak 38 proyek dan investasi campuran Rp128,3 triliun sebanyak delapan proyek.”Dana pemerintah sendiri yang dipersiapkan Rp71,6 triliun untuk 24 proyek,” tambahnya.

Sementara itu, pada tahun 2012 ini, proyek MP3EI juga masih dilaksanakan dengan perkiraan akan dimulai pembangunan sebanyak 84 proyek dengan nilai total mencapai Rp536,3 triliun.  “Dengan rincian pemerintah Rp66,2 triliun (15 proyek), BUMN Rp90,3 triliun (20 proyek), swasta Rp301,6 triliun (38 proyek), dan campuran Rp78,2 triliun (11 proyek),” terangnya.

Kepala Pusat Kajian Strategis Setjen Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini menambahkan, kebutuhan investasi pemerintah dalam proyek MP3EI yang dikucurkan melalui Kementerian PU sepanjang tahun 2011-2014 nantinya akan mencapai Rp50,356 triliun.
“Apabila dibagi per tahunnya, maka dari DIPA 2012 sebesar Rp62,56 triliun maka Rp 12-15 triliunnya akan diprioritaskan untuk proyek MP3EI,” tambahnya.(wir/kim/jpnn)

Start Sang Favorit

Pantai Gading vs Sudan

MALABO- Absennya Mesir, Nigeria, dan Kamerun pada Piala Afrika 2012 memberikan kesempatan lebih besar kepada Pantai Gading berprestasi. Di atas kertas, saingan terberat mereka yang tersisa hanyalah Ghana.

Pantai Gading juga mengawali kampanye di Piala Afrika 2012 dengan mantap. Tim berjuluk Les ephants tersebut menang 1-0 (1-0) atas Sudan pada pertandingan perdana grup B di Nuevo Estadio de Malabo, Malabo, kemarin (22/1).

Tidak mudah Pantai Gading mendapatkan kemenangan itu. Meski menurunkan pasukan terbaiknya, seperti Didier Drogba, Kolo Toure, Yaya Toure, Salomon Kalou, dan Gervinho, mereka harus memeras keringat untuk menaklukkan Sudan.

Daya serang Pantai Gading memang dahsyat, tetapi pertahanan Sudan patut diacungi jempol. Mereka sangat solid.

Beruntung, mereka memiliki pemain bernaluri gol tinggi seperti Didier Drogba. Dia mencetak gol tunggal di menit ke-39.
Drogba sangat lega dengan kemenangan atas Sudan. “Ini adalah pertandingan pembuka. Yang paling penting adalah mendapatkan tiga angka. Setelah itu berkonsentrasi ke pertandingan berikutnya,” kata Drogba kepada OrangeSport.

Suntikan tiga angka yang membawa Pantai Gading menduduki posisi kedua di grup B. Koleksi angka mereka sama banyak dengan penguasa klasemen Angola, tetapi kalah produktifitas gol. Angola menang 2-1 atas Burkina Faso kemarin. Kemenangan itu membuat Pantai Gading lebih tenang.
“Orang-orang selalu berharap Pantai Gading bersinar. Tetapi, di Piala Afrika, selalu sulit melakukannya. Target kami kali ini adalah meraih kemenangan di final,” kata Francois Zahoui, pelatih Pantai Gading.

Dia menanggapi kejutan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya di grup A dengan kalahnya Senegal oleh Zambia dan Guinea Equator menang atas Libya. Menurut dia, kondisi seperti itu harus diwaspadai Pantai Gading jauh sebelumnya. Termasuk memperhatikan calon lawan di babak berikut.
“Saya menyaksikan pertadingan Guinea Equator yang menang dan membuat Senegal kesulitan. Kami sudah memiliki latihan spesifik untuk menghadapi situasi-situasi seperti itu. Kami harus berpikir ke depan,” terang Zahoui.

Setelah Sudan, berikutnya Pantai Gading akan berhadapan dengan Burkina Faso pada 26 Januari mendatang. “Kami harus menang supaya bisa langsung memikirkan langsung pada babak berikutnya,” bilang tactician berusia 49 tahun itu.(ham/diq/jpnn)

Prediksi Kiprah PKS, PAN, dan PPP di Pilgubsu 2013

Tetap Gatot, Tatap Gus

MEDAN-Jelang Pilgubsu 2013 partai-partai yang berasaskan Islam juga mulai memetakan sosok yang akan diusung. Gatot Pujo Nugroho diprediksi tetap diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan koleganya. Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  mulai menatap Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu.

Pertarungan dua nama ini sudah cukup terlihat. Perang popularitas Gatot dan Gus di Sumut pun kian terbuka. Memang masih 408 hari lagi, terhitung sejak hari ini (24/1), hari H pelaksanaan pencoblosan Pilgubsu 2013 akan dilaksa nakan, tepatnya pada 7 Maret 2013 mendatang. Namun, perhatikan program popularitas yang dimunculkan oleh kedua tokoh tersebut.

Gatot membatalkan pembelian helikopter senilai Rp50 miliar dialihkan untuk anggaran bantuan desa, kemudian meningkatkan dana bantuan operasional siswa (BOS) di Sumut mencapai Rp1,5 triliun serta pembangunan infrastruktur lainnya di sejumlah ruas jalan di Sumut. Dan tentu saja, mewujudkan pembangunan gedung serba guna yang sempat terkendala di empat kepemimpinan Gubsu. Sedangkan Gus, pada posisinya masih membuka diri dan bertarung dalam program kemasyarakatannya yakni lewat kredit mikro kecil melalui pendekatan kaum ibu. Komitmennya membawa kaum ibu menjadi penopang perekonomian keluarga sudah mulai terwujud dengan bukti sudah ada 60 ribu lebih kaum wanita bergabung dengan kredit mikro kecil di bawah Bank Sumut.

Tapi, ada yang berbeda antara Gatot dengan Gus. Bila Gatot sudah jelas merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedangkan Gus malah lebih dikenal dekat dengan Partai Golkar, bukan PPP.  Demikian analisis yang disampaikan pengamat politik Sumut, Ahmad Taufan Damanik, Senin (23/1). Menurut dia, kedua tokoh tersebut sangat ketat, hanya saja Gatot bisa menggeber kebijakan populisnya yang bisa meninggalkan jauh kekuatan kandidat lainnya.

“Gatot itu bisa disebut incumbent, apalagi sesaat lagi Gubsu yang lama akan divonis sehingga Gatot bisa menjadi Gubsu penuh,” ujarnya.
Dia menyebutkan, PKS, PPP, dan Partai Amanat Nasional (PAN) tentunya sudah memiliki garisan tertentu dari sejumlah partai. PKS yang dikenal sebagai partai kader tentunya akan mengusung kadernya, sedangkan PPP masih menunggu keputusan musyawarah wilayah (muswil) dan musyawarah kerja wilayah (mukerwil), berbeda dengan PAN yang sudah terang-terangan menyebutkan nama Syah Afandin alias Ondim menjadi kandidat Gubsu.
“Tapi ketiga partai tersebut tidak bisa maju sendiri, melainkan harus koalisi sehingga pencalonan ditentukan oleh elit partai koalisi,” sebutnya.
Ketika melihat sosok Ondim maju menjadi Gubsu, hal itu perlu dikroscek kembali oleh PAN. Selama ini, sosok yang dimunculkan belum begitu popular dan tak berbuat banyak di Sumut sehingga tak banyak yang mengenalnya. “Bisa jadi, PAN akan masuk ke koalisi PKS dengan jaringan Gatot di Pusat,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal Sag menyatakan, pencalonan Gubsu dari PPP diputuskan dua bulan sebelum pelaksanaan Pilgubsu. Begitupun, untuk keputusannya tetap melalui tahapan lobi-lobi politik karena masih ada obsesi yang belum terwujud hingga kini.
“Seperti mengutip istilah Mas Sigit PKS, koalisi partai Islam mesti ada pertemuan elit partai Islam terlebih dahulu untuk mewujudkan koalisi tersebut,” katanya.
Ketika disinggung dirinya maju sebagai kandidat Gubsu, Fadly menegaskan, untuk pencalonan Gubsu di PPP,  mekanismenya adalah mulai dari partai dan tetap diukur elektebilitasnya. “Saya kembalikan ke mekanismes partai saja,” ucapnya.

AY Belum Dikenal

Sementara itu, ketika disinggung mengenai nama Letjen AY Nasution yang bakal maju menjadi Cagubsu, Ahmad Taufan Damanik menegaskan, selama ini orang yang maju sebagai gebernur hanya terpaku pada bintang dua saja, sedangkan bintang tiga tidak ada. Kemudian, bila dilihat dari perolehan suara Pilgubsu periode lalu, Tri Tamtomo tidak bisa unggul. “Bayangkan saja, Tri Tamtomo sudah tiga tahun di Sumut, sedangkan AY Nasution hanya datang berkunjung sehingga kecil kemungkinannya bisa menang. Walaupun disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat,” paparnya.

Lebih lanjut, Taufan menyebutkan ada kemungkinannya Partai Demokrat akan memilih koalisi dengan PKS di Sumut. Hal itu terbukti dari istilah, Partai Demokrat lebih memilih incumbent untuk membesarkan nama partai. “Jika koalisi tersebut terwujud, tentunya Gatot akan diposisi atas tinggal memutuskan calon wakil,” tegasnya.

Langkah AY memang sempat diprediksi bakal mulus. Disebut-sebut, ‘anak Medan’ kelahiran 26 Maret 1954 itu punya kedekatan personal dengan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie, yang tak lain adik kandung Ibu Negara Hj Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

Adanya faktor kedekatan itulah, Pramono memberikan kepercayaan kepada AY untuk menduduki jabatan di pos yang cukup mentereng di jajaran TNI AD, yakni Pangkostrad. Sumber koran ini menyebut, jabatan sebagai Pangkostrad itu sekaligus akan menjadi kado bagi AY Nasution, sebelum memungkasi karir militernya.

Pengamat politik lokal, Jeiry Sumapouw di Jakarta, menilai, kedekatan dengan Pramono itu menjadi modal penting bagi AY Nasution untuk bisa mendapatkan tiket Demokrat, maju sebagai cagub Sumut.

“Kemungkinan itu sangat terbuka, apalagi Demokrat juga dikenal sebagai partai yang dekat dengan jajaran militer. Demokrat sudah biasa menggunakan kader militer,” ujar Jeiry Sumapouw, kemarin.

Kans AY Nasution sendiri, lanjut Jeiry, sangat kuat. Menurutnya, kondisi kekinian di Sumut sangat menguntungkan AY Nasution. Masyarakat Sumut, katanya, saat ini mendambakan pemimpin yang berkarakter dan berwibawa. Ini lantaran Gatot, dianggap sebagai sosok yang lemah. “Figur yang sekarang (Gatot, Red) sangat lemah, dukungan masyarakat lemah, dukungan politiknya juga lemah. Jadi, apa pun yang dilakukan akan kelihatan keliru. Gatot sendiri menjadi kurang pede,” ujar Jeiry.

Modal apa sih yang paling dibutuhkan untuk mendapat simpati dan dukungan masyarakat Sumut? Pria yang paham dengan konstelasi perpolitikan lokal karena intens mengamati pemilukada itu menjelaskan, khusus untuk Sumut, yang dibutuhkan kandidat adalah modal berupa basik kultural. Modal jenis ini, lanjutnya, hanya dimiliki orang figur-figur putra asli daerah.

“Dalam konteks Sumut, basis kultural yang kuat sangatlah penting untuk menjaga dukungan. Ambil contoh Gatot, meski punya ormas pendukung, tapi karena tidak punya basik kultural, dia tetap lemah,” urainya. Putra asli daerah, lanjutnya, bukan berarti dia selama ini harus berkarir di Sumut.

Sigit, Kenapa tidak?

Soal PKS, di legislatif partai ini mampu membentuk satu fraksi, dengan jumlah perwakilan sebanyak 11 kursi di DPRD Sumut. Jumlah tersebut merupakan terbanyak ke empat setelah Partai Demokrat Sumut sebanyak 27 kursi, Golkar 13 kursi dan PDI P 12 kursi. Sinyalemen Gatot akan kembali diusung, untuk perebutan tahta Sumut 1 oleh PKS cukup kuat. Dan itu sudah menjadi pembicaraan berbagai elemen masyarakat.

Pertanyaannya sekarang, apakah mantan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut ini, menjadi satu-satunya calon dari PKS yang “layak”, atau memang ada sosok lainnya yang tak kalah dengan Gatot, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas?

“Ya, sejauh ini Gatot masih memiliki peluang untuk kembali dicalonkan PKS. Berdasarkan jalannya pemerintahan yang dipimpinnya, juga cukup baik. Satu hal yang menjadi kelemahan Gatot, ya benar mengenai komunikasi yang tidak terbangun secara baik terhadap dewan. Itu disebabkan juga, kalau Gatot ini pada awalnya bukanlah seorang birokrat atau politisi. Awalnya adalah akademisi dan kemudian terjun ke partai,” urai pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Tasyrif Syam.

Tasyrif Syam menjabarkan, sosok yang setidaknya bisa dikatakan tidak kalah jika dibandingkan dengan Gatot adalah dedengkot PKS Sumut yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri. “Kalau sosok yang relatif sepadan dengan Gatot adalah Sigit Pramono. Bedanya soal senioritas,” ungkapnya.

Tapi Sigit Pramono adalah orang yang gagal, bahkan untuk kedua kalinya dalam perebutan kursi Medan 1. Apakah itu bisa ditolerir oleh PKS, kemudian Sigit yang pada akhirnya dipilih untuk maju? “Itu pilkada kabupaten/kota, ini lain. Ini pemilihan gubernur. Bisa saja yang kalah di kabupaten/kota, menang ketika bertarung di pemilihan provinsi,” tegasnya.

Tapi, sambungnya, jika dirujuk kembali dari nilai jual, Gatot lebih di atas Gatot. Artinya, Gatot akan lebih memiliki peluang, bila maju pada Pilgubsu 2013 mendatang. Berlanjut ke koalisi yang akan dijalin PKS pada Pilgubsu 2013 mendatang, Tasyrif Syam menilai, sejauh ini tidak ada sebuah kepastian arah koalisi yang akan terjalin, bukan hanya PKS tapi juga partai lain. “PKS berasaskan Islam, tapi belum tentu juga nantinya berkoalisi dengan partai-partai yang memiliki idealisme yang sama. Bisa saja, PKS berkoalisi dengan Demokrat atau Golkar, atau partai lain. Ini terus berubah, dan belum bisa dipastikan,” cetusnya.

Katakanlah Gatot benar diusung PKS, kemudian benar pula bila Gatot berkoalisi dengan Golkar, muncul apakah nantinya akan bersanding antara Gatot dengan Gus Irawan yang digadang-gadang akan maju jadi calon BK 1 dari Golkar dan siapa yang akan menjadi BK 2 nya? “Saya pikir, Gatot tidak mungkin kembali maju untuk orang nomor 2. Apalagi dengan situasi dan kondisi saat ini, sejak menggantikan Syamsul Arifin, Gatot lah yang jadi orang nomor satu. Itu nantinya, tergantung pembicaraan kedua partai pengusung. Sosok Gus Irawan ini, akan laris manis. Bisa saja, bukan dia yang mendaftarkan diri tapi malah Gus Irawan yang dipinang partai,” imbuhnya.  (ril/ari/sam)

Lira Medan: Bob Paling Bertanggung Jawab

Dugaan Korupsi Parkir Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali didesak untuk segera menuntaskan pengusutan dugaan korupsi retribusi parkir di Dinas Perhubungan (Dishub) Medan. Kali ini desakan itu disampaikan Wali Kota Lira Medan, Ganda Manurung ST MBA.

Kepada wartawan koran ini, Senin (23/1) di Graha Lira Medan, Jalan AR Hakim, Ganda mengatakan, dugaan praktik korupsi retribusi parkir sudah sangat jelas. Karenanya dia meminta Kejatisu segera menetapkan tersangkanya. “Karena disinyalir retribusi ini tidak sesuai jumlah yang dikutip dari masyarakat de ngan jumlah yang disetorkan ke kas daerah Kota Medan,” ujarnya.

Ganda mengatakan, untuk menuntaskan kasus ini Kejatisu harus memeriksa kembali Kadishub Medan, Syarif Armansyah ‘Bob’ Lubis, dan Kabid Parkir Pahmi Harahap. Menurutnya, kedua pejabat tersebut merupakan pihak yang paling bertanggung jawab.

“Kadishub Medan dalam masalah ini adalah orang yang paling bertanggungjawab, apakah dana itu disetorkan atau tidak. Intinya kita minta pada Pidsus Kejatisu, untuk benar-benar mengungkap penyelewengan retribusi parkir itu,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, bukan hanya dugaan korupsi retribusi parkir yang diusut, Kejatisu juga harus mulai menyelidiki dugaan korupsi dana perawatan traffic light yang pemberitaannya sudah ramai di media. “Bukan hanya retribusi parkir saja saya rasa. Tapi kasus traffic light juga diduga bermasalah. Kita menegaskan agar dua kasus ini segera diselesaikan secara hukum. Karena Lira Medan akan mengawal dan memantau terus perkembangan kasus ini,” ucapnya.

Selain Kejatisu, Ganda juga meminta Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, untuk segera mengevaluasi Syarif Armansyah Lubis sebagai Kadishub Medan. Dua kasus yang menjadi sorotan publik itu, lanjutnya, bisa dijadikan dasar evaluasi.

Berita sebelumnya, Kadishub Medan, Syarif Armansyah Lubis, membantah dugaan korupsi tersebut. Dia juga membantah telah diperiksa oleh Kejatisu. Padahal Kasi Penyidikan Kejatisu, Jufri Nasution SH, dan Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, memastikan telah memeriksa 19 pejabat Dishub Medan, termasuk Syarif Armansyah Lubis. (rud)

Hindari Baju Hijau, Agar Selamat di Tahun Naga

Sudah banyak yang membahas kalau Tahun Naga Air menjadi tahun gemilang. Perekonomian cenderung me ningkat, tidak seperti Tahun Kelinci (tahun lalu) yang labil. Namun, segemilang itukah Tahun Naga Air ini?

Suhu Atek, peramal di Medan, mengingatkan agar warga tetap berpinjak di tanah. Maksudnya, jangan terlalu tinggi berharap dan bermimpi karena Tahun Naga Air juga memiliki sisi yang tak baik. Ditemui Sumut Pos di kediamannya, Jalan Danau Lindu No 15 Medan.

Suhu Atek mengatakan sisi keamanan dan ketertiban akan mengalami ujian karena sisi ekonomi yang berkembang bagus.
“Pada Tahun Naga Air ini, potensi tindak kriminalitas akan mengalami peningkatan. Sejalan dengan itu, kecelakaan lalu lintas juga diprediksi akan mengalami peningkatan cukup signifikan,” katanya, Senin (23/1).

Dalam hal keamanan dan kenyamanan serta keselamatan, Shio Naga Air di tahun ini tidak bersahabat dengan orang-orang yang bershio Kuda, Harimau, Monyet, Tikus serta yang bershio Anjing. Yang paling riskan atau rawan, dalam sisi keamanan dan keselamatan adalah bagi orang yang yang bershio Anjing dan Naga. Terlebih, bagi orang-orang yang memasuki usia 59 dan 49 tahun. “Tahun ini juga tahun jahat bagi orang-orang yang shionya bertentangan dengan Naga. Yang tidak cocok atau serasi adalah orang yang lahir dengan Shio Anjing, Kuda, Monyet, Tikus, dan Harimau. Bisa mengalami kesialan,” urainya.

Tapi, bukannya kesialan itu tidak bisa diantisipasi atau dihindari. Maksudnya, ada hal-hal yang bisa dilakukan orang yang bershio-shio yang disebutkan tadi. Yakni, menggunakan pakaian berwarna Kuning. Secara filosofi warna kuning adalah warna yang dihormati oleh Naga. Dianjurkan juga untuk tidak menggunakan baju berwarna hijau. “Kalau pakai pakaian warna hijau juga tidak baik dan bisa terkena kesialan. Karena warna hijau itu berlaga dengan warna naga yang juga hijau,” ungkapnya.

Meski begitu, Suhu Atek sepakat kalau Tahun Naga secara umum dianggap sebagai tahun gemilang. “Unsur air di Tahun Naga ini adalah lambang kemakuran dan kesejahteraan. Atau bisa disebut juga, tahun berkah. Bidang yang memiliki kebaikan adalah bidang ekonomi dan itu secara menyeluruh, baik pertanian, industri, perdagangan atau niaga dan sebagainya,” jelasnya.

Hanya saja, kendati perekonomian akan beranjak naik atau meningkat pada sisi pertumbuhannya, namun bukannya tanpa proses. Dalam arti kata, peningkatan pertumbuhan perekonomian yang ada baik untuk Medan dan Sumut, dari semua sektor akan berjalan secara perlahan. “Perkembangannya secara bertahap. Tapi akan tercapai, ekonomi masyarakat juga meningkat,” cetusnya.

Bagi masyarakat Kota Medan dan Sumut, yang ingin mencari peruntungan pada tahun ini, khususnya dalam berniaga atau berbisnis, sebaiknya memulai usaha dengan hal-hal yang berkaitan dengan unsur air atau minyak. “Selain itu sepertinya akan sulit berkembang,” prediksinya.

Khusus untuk Kota Medan, menurutnya daerah yang potensial untuk pertumbuhan dan perkembangan bisnis perumahan atau properti, terletak di bagian Utara dan Selatan Kota Medan.

Untuk daerah Barat dan Timur Kota Medan, lebih baik untuk pembangunan infrastruktur.

“Untuk bisnis, pada prinsipnya juga tidak semua shio akan beruntung atau sial. Semuanya berdasar tanggal, bulan serta hari lahirnya,” paparnya.
Sedangkan untuk Sumatera, termasuk Sumatera Utara, menurut prakiraan sepanjang tahun ini berpeluang akan terjadi gempa. Dan gempa yang akan terjadi, dimungkinkan akan terjadi selama dua kali. “Secara detil, asal, kapan dan kekuatan pasti gempanya, saya belum bisa memprediksi atau memastikan. Tapi, dari penerawangan yang saya lakukan, gempa yang terjadi sebanyak dua kali di Sumatera dan goncangan terasa sampai ke Medan. Berbicara kemungkinan, bisa terjadi di Aceh atau Padang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Medan, Sutopo menuturkan, dalam tradisi fengshui memang Naga Air ini identik dengan tahun penuh kemakmuran. “Sebenarnya setiap tahun itu pasti istimewa, tidak ada tahun yang tidak baik, tidak baik itu kalau kita berbuat hal yang buruk misalnya membuat makhluk lain itu menderita,” terang Sutopo.

Dikatakan Sutopo, dalam tradisi disebut kalau tahun ini kemakmuran, namun sebaiknya masyarakat tidak mempercayai ramalan begitu saja. “Iintinya kalau kita mau sukses maka tetap harus bekerja keras dan berusaha,” tegas Sutopo.

Begitu juga dengan Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Indra Wahidin, menyebutkan kalau sebenarnya semua tahun itu merupakan tahun baik. “Sebenarnya bukan tahun ini saja tahun baik, setiap tahun pada prinsipnya itu tahun baik. Tapi kita hanya mengharapkan di tahun ini semua masyarakat bisa hidup harmonis, seperti ramalan tahun naga air kalau tahun ini penuh kebahagiaan dan kemakmuran bisa ditingkatkan,” terang Indra.
Begitupun, masih ada masyarakat tionghoa yang masih mempercayai ramalan di tahun naga air, seperti Humas Persaudaraan Muda Mudi Vihara Borobudur Medan, Adi mengatakan kalau di tahun ini memang dipercayai lebih baik dari tahun sebelumnya. “Tahun ini memang identik dengan tahun kemakmuran, investasi apa saja dipercayai bisa sukses, selain itu juga tahun ini penuh kebahagiaan namun ada sisi buruk di tahun ini karena bencana besar akan terjadi, seperti banjir dan lainnya,” terang Adi.

Begitupun, menurut Adi, tak semua masyarakat di tahun ini merasakan kemakmuran, sebab, setiap manusia memiliki shionya sendiri, sehingga kalau shionya baik di tahun ini pasti ramalan ini akan dirasakan oleh yang bersangkutan. “Namun, tergantung dari shionya sendiri jugalah. Kalau shionya juga memiliki keberuntungan di tahun ini atau tidak,” terang Adi.

Sedangkan Bikhsu Mansheng di Vihara Maitri Jalan Gandhi, Medan Area menjabarkan kalau di Tahun Naga Air, dipercaya masyarakat akan mendapat rezeki, kewibawaan dan  kebijaksanaan. “Akan mendapatkan itu semua kalau sejalan dengan perbuatan,” jelasnya disela-sela sembahyang bersama umat.

Medan Lengang

Di Kota Medan, suasana Imlek kemarin cukup menyenangkan. Pasalnya, kemacetan nyaris tak ada di setiap sudut kota. Pantauan Sumut Pos di jalan-jalan dan persimpangan yang dilalui, sejak pukul 09.00 WIB, jalanan lengang. Kendaraan yang melintas, terlihat hanya sesekali. Sementara, di persimpangan Jalan Letda Sujono-HM Yamin-Williem Iskandar-Aksara yang biasanya macet hingga beberapa meter, ternyata itu tidak terlihat. Begitu pula yang terlihat di persimpangan Padang Bulan-Ngumban Surbakti-AH Nasution.

Pun, pada perayaan malam Imlek. Suasana benar-benar terjaga. Hal itu tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian yang pada tahun ini mengerahkan 852 personel di 119 vihara yang ada di Kota Medan. “Aman dan kondusif,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat dikonfirmasi, Senin (23/1) siang. Dikatakannya, penjagaan digelar selama 3 hari. Mulai Minggu (22/1) hingga hari ini Selasa (24/1). (ari/adl/gus/mag-5)

BUMN Incar Inalum

JAKARTA-Proses pengambilalihan Inalum terus bergulir. Para pihak yang ingin berpartisipasi pun mulai pasang kuda-kuda, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, sebagai aset milik negara, dirinya berharap agar pengelolaan Inalum bisa dilakukan oleh BUMN yang merupakan representasi negara. “Menurut saya, sebaiknya (pengelolaan Inalum) diserahkan ke BUMN,” ujarnya akhir pekan lalu.

Menurut Dahlan, dua aset utama Inalum, yakni pabrik aluminium dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan II 600 megawatt (MW), akan sangat baik jika bisa dikelola oleh BUMN. “Bisa PLN, bisa juga BUMN tambang seperti (PT) Antam atau (PT) Timah,” katanya.

Sebagaimana diketahui, kepemilikan Inalum saat ini terbagi antara pemerintah Indonesia (41,12 per sen) dengan konsorsium swasta-pemerintah Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Alumunium (58,88 persen). Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 7 Juli 1975 di Tokyo, pengaturan kerja sama tersebut akan berakhir pada Oktober 2013.

Dalam skema pemerintah, kontrak tersebut tidak akan diperpanjang. Artinya, pemerintah akan mengambil alih kepemilikan saham pihak Jepang, sehingga 100 persen saham Inalum akan dikuasai pemerintah Indonesia. Rencananya, pengambilalihan akan dilakukan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Dana Rp2 triliun pun sudah disiapkan dalam APBN 2012 sebagai modal awal untuk mengakuisisi Inalum.

Dahlan mengakui, nantinya PIP akan melakukan tender untuk menentukan siapa pengelola Inalum. Selain BUMN, pihak pemerintah daerah juga sudah menyatakan minat untuk ikut tender dengan menggandeng swasta.

Menurut Dahlan, jika nanti PLN muncul sebagai pemenang tender, maka PLN akan mengelola PLTA Asahan II, sedangkan pabrik pengolahan aluminium akan dikerjasamakan dengan BUMN lain seperti Antam atau Timah. “Tapi, jika yang menang Antam atau Timah, ya terserah mereka,” ujarnya.
Dahlan menyebut, pengelolaan PLTA Asahan II oleh PLN akan sa ngat strategis. Menurut dia, sejak menjadi dirut PLN, dirinya sudah memiliki rencana untuk menggabungkan listrik Asahan dengan listrik di sistem kelistrikan Sumatera. “Jika bisa diintegrasikan, maka listrik Sumatera akan sangat kuat,” katanya.

Sementara itu, penguasaan pabrik alumunium Asahan akan memiliki arti strategis bagi Indonesia. Saat ini, Inalum memproduksi sekitar 250.000 ton alumunium per tahun, 150.000 ton diekspor ke Jepang dan 100.000 ton sisanya dipasarkan di dalam negeri. Padahal, kebutuhan alumunium dalam negeri mencapai 300.000 ton, sehingga selama ini Indonesia harus mengimpor aluminium sekitar 200.000 ton setiap tahunnya. (owi/jpnn)