26 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13936

Megawati Ultah, Taufik Penyambut Tamu

JAKARTA-Suasana kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (23/1), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah mobil tampak berdatangan menjelang tengah hari. Ada apa? Tentu saja itu tidak terkait dengan datangnya tahun baru imlek yang dirayakan etnis Tionghoa.

Megawati rupanya ternyata punya hajat sendiri. Mantan presiden kelima yang juga Ketua Umum PDIP itu rupanya tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-65. Untuk itu, Megawati berkumpul dengan seluruh keluarga besar dan mengundang sejumlah kolega.

“Hanya kumpul dan makan siang bersama saja,” kata Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo yang hadir dalam acara tertutup itu.
Menurut Tjahjo, Megawati memang tidak membuat acara khusus yang meriah. Sekalipun terkesan sederhana, kegembiraan terlihat memancar dari wajah Megawati.

Apalagi, anak cucunya juga ikut bergabung. Di antaranya, ada Puan Maharani dan Prananda Prabowo.Taufik Kiemas, suami tercinta, juga semakin terlihat fit setelah pada 16 Desember 2011 menjalani operasi penggantian baterai pada alat pacu jantungnya di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. “Pak Taufiq juga ikut sibuk menyambut tamu-tamu,” tutur Tjahjo yang sejak 13 Januari resmi digantikan Puan untuk posisi Ketua Fraksi PDIP di DPR.
Di luar keluarga besar, hadir beberapa fungsionaris DPP dan anggota Fraksi PDIP di DPR. “Tamu sahabat Megawati di luar keluarga hanya terlihat Surya Paloh (pendiri ormas Nadsem), Jenderal Pol (purn) Dai Bachtiar (Kapolri di era Megawati) dan Djan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat saat ini, Red),” kata Tjahjo.

Beberapa mantan menteri di zaman pemerintahan Megawati juga datang memberikan selamat. Sayangnya, Tjahjo memilih untuk tidak menyebutkan siapa saja mereka. “Nama-namanya tidak usah disebutkan saja,” ujarnya, lantas terkekeh.

Secara keseluruhan, lanjut dia, acara berlangsung secara santai. Megawati memilih mengenakan blus dari bahan batik. Sedangkan, Taufik tampak mengenakan pakai baju lengan panjang bermotif garis-garis. “Tidak ada acara formal, seperti sambutan dari keluarga. Itu tidak ada,” kata Tjahjo. Lantas, menu makan siang yang disajikan apa saja? “Ada sate padang, pecel,  mie bakso, dan es campur,” jawabnya.

Mega lahir dari pasangan Soekarno-Fatmawati pada 23 Januari 1947 di Jogjakarta. Saat ultah ke-64 tahun lalu, Megawati merayakannya bersama seribu ibu hamil di kawasan Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, untuk ultah tahun 2010, Megawati menggelar syukuran dan pengajian di kediamannya, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Ketika itu, hadir Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin beserta Farhan Hamid. Ada juga para pejabat di era Megawati. Di antaranya, mantan Menteri Pertanian M Prakosa, mantan Menperindag Rini Suwandi, dan mantan Kepala BIN Hendro Priyono. Turut hadir Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, mantan Ketua MK Jimly Ashidiqie, dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi.
Seorang petinggi DPP menceritakan seperti halnya ultah Taufik Kiemas ke-69 pada 31 Desember lalu, perayaan ultah Megawati kali ini juga digelar biasa-biasa saja. Ini disengaja mengingat kondisi Taufik Kiemas yang masih membutuhkan banyak istirahat.

“Memang kondisi Pak Taufik sudah fit. Tapi, kalau bikin acara yang agak  sedikit meriah, keluarga khawatir Pak Taufik kelelahan dan fisiknya malah ngedrop,” kata pria yang menolak namanya dikorankan itu. (pri/jpnn)

Berkah, Lahirkan Empat Bayi Sekaligus

Pasangan Jhon Piter Manik (38) dan Sonta Ria Nababan (39), warga Jalan Penerbangan Gang Tani Baru I, Padang Bulan ini merasa lega. Pasalnya, setelah empat tahun berumah tangga, akhirnya mereka dikaruniai anak. Tidak tanggung-tanggung, kemarin mereka mendapat empat anak sekaligus.

“Saya dan istri tidak ada bermimpi tentang kelahiran anak kami ini. Saya tak menyangka istri saya bisa melahirkan empat anak dan ini merupakan anak pertama kami,” kata Jhon Piter Manik.

Piter menerangkan, dari empat anaknya itu tiga berkelamin perempuan dan satu laki-laki. Semuanya lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris di Jalan Samanhudin/Jalan Multatuli, Senin (23/1). Tak hanya itu, kelahiran anak pertama pasangan ini bertepatan dengan Hari Raya Imlek, kemarin.

Pengakuan Jhon Piter Manik saat berada di Lantai I RSIA Stella Maris, dia dan istrinya sudah lima tahun berpacaran dan sudah empat tahun menjalani bahtera rumah tangga.

Dijelaskan pria yang bekerja di Excelso Coffee, Sun Plaza, Ground Floor Zone C18 ini, mendapat anak kembar empat adalah berkah dari Tuhan. “Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang karena Dia memberikan empat anak sekaligus dimana kami sudah cukup lama menunggu anak. Saya berpikir, Tuhan itu menggandakan empat bayi sekaligus kepada kami,” bebernya sambil tersenyum kecil.

Jhon Piter Manik menambahkan, bayinya ini merupakan bayi inseminasi (memasukkan sperma laki-laki ke dalam rahim wanita menggunakan alat) atas permintaan dirinya sendiri. “Saya dan istri saya sepakat dengan kata dokter bahwa istri saya mempunyai tiga kantong dalam rahimnya tapi sel sperma harus disuntikkan ke rahim istri saya. Saya senang dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan,” ujarnya dengan wajah senang.

Sementara itu, dokter yang menangani persalinan hingga proses kelahiran anak dari Sonta Ria Nababan, dr Binarwan Halim SpOG (K) yang didampingi dr Rasyidah SpA dan dr Bugis Mardina SpA mengaku, keempat bayi itu lahir sehat dan harus dilakukan operasi kepada si ibu. “Si ibu terpaksa dilakukan operasi karena usia kandungannya sudah sembilan dan si ibu juga tadi malam (Minggu 22/1, Red) sudah memasuki kontraksi. Karena si ibu sudah kontraksi makanya terpaksa harus operasi karena tidak mungkin lahir normal,” jelasnya.

“Bayinya lahir dengan sehat dan beratnya pun normal. Si ibu terpaksa harus menjalani perawatan karena kondisi si ibu belum fit betul,” tambahnya.(jon)

Empat Bayi dalam Enam Jam

Pukul 07.00 WIB
Bayi pertama dengan kelamin perempuan, berat badan 2130 gram dan panjang 46 cm

Pukul 09.00 WIB
Bayi kedua dengan kelamin perempuan, berat badan 2035 gram dan panjang 43 cm

Pukul 12.00 WIB
Bayi ketiga dengan kelamin perempuan, berat badan 1860 gram dan panjang 43 cm

Pukul 13.00 WIB
Bayi keempat dengan kelamin laki-laki, berat badan 2500 gam dan panjang 47 cm

Sumber : RSIA Stella Maris dan ayah bayi.

Ludah, Mie, DPR

Oleh: H Affan Bey Hutasuhut
Wakil Pimpinan Umum Sumut Pos

Sekarang ini kan khalayak makin kencang mencibir gaya hidup mewah anggota dewan  di Senayan. Sudahlah kerap mangkir, gaji besar, fasilitas makin wah, tapi bukannya malah tambah pintar berkaca. Masak harga satu kursi di ruang rapat Banggar har ganya sampe Rp24 juta. Kalau mau hidup serba mengikilap, sono jadi selebritis aja dah.

Di tengah orang masih bersungut-sungut, hidup ala selebritis ini rupanya, menular juga ke   wakil rakyat di Gedung DPRD Sumut. Setiap hari kerja tampak berderet mobil mengkilap-meski tidak sekelas Senayan yang ada harganya diatas Rp1 miliar – berjejer di areal parkir. Stelan busana yang dibalut dengan jas yang harganya rata-rata diatas Rp3 juta, membuat tampilan mereka semakin keren.  Apa lagi cincin di jari sebagian mereka tampak kemilau karena bertahtakan berlian.

Aroma pun semerbak mewangi begitu memasuki ruang kerja yang mulia ini. Kalau mau fit, ada berbagai fasilitas olahraga yang berkelas. Kening berkerut karena capek memikirkan nasib rakyat, arahkan saja mata ke taman asri yang berada di areal gedung.

Sayangnya, karena kondisi kantin di gedung  ini malu-malui, sebagian besar mereka ogah makan siang di situ. Namanya ‘selebritis’, tentu tak pantas makan di ruang pendinginnya cuma kipas angin, duduk di kursi plastik, penjual dan pelayannya pun selalu berpeluh. Makanya, hanya beberapa saja yang mau minum di warung kopi seraya berbincang dengan wong cilik.

Sebenarnya virus yang merayap di tubuh mereka ini memang belum sedahsyat sejawatnya di Senayan. Dan kita pun tak ingin pula hidup wakil rakyat ini nyaris sama penderitaannya dengan warga miskin. Cuma takutnya, kalau pola hidup konsumtif ini remnya blong, bisa berabe.

Kata orang pandai, perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang. Dan yang dikonsumsi itu bisa saja kurang atau bahkan tidak diperlukan. Sikap ini terjadi lebih banyak karena didorong nafsu untuk memuaskan kesenangan.

Semoga wakil rakyat ini belum terjebak kepada pola hidup konsumtif ini. Kalau pun ada yang, ya merenung lah. Pantaskah fasilitas gedung dan gaya hidup mewah, sementara rakyat masih hidup seadanya. Data BPS Sumut mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara hingga September 2011 masih bertengger diangka 1.421.400 orang (10,83 persen).. Penghasilannya pun hanya sebesar Rp263.209, per kapita per bulan.

Karena itu, jangan heran kalau mereka datang beramai-ramai naik angkot atau truk untuk menyampaikan aspirasi ke Gedung Dewan. Kalau tuntutan belum tersalurkan mereka bisa seharian tidur-tiduran di emperan gedung yang mengkilap. Atau menginap di tenda yang dipasang di halaman gedung. Sesekali terlihat omak-omak menyusui atau melap ingus anaknya yang terus meronta. Ada pula yang seenaknya membuang ludah atau sampah pembungkus makanan.

Jangan marah, itulah kehidupan mereka yang sesungguhnya. Tugas kita bersamalah yang mengangkat harkat hidup mereka. Ini bisa berjalan, kalau yang bekerja adalah nurani, bukan segala fasilitas mewah itu. Gaya hidup serba wah jangan-jangan bisa membuat kita malah lupa dan bahkan jijik melihat orang kampung yang tinggal nun jauh di dusun. (*)

Sheila Marcia Kabur dari Infotainment

Setelah foto-foto nakalnya menyebar, Sheila Marcia langsung menutup diri. Misalnya, saat baru-baru ini ada pagelaran busana, Sheila urung tampil mengisi acara karena takut melihat banyaknya awak infotainment yang berkumpul di lokasi acara. Sheila dan suaminya, Kiki Mirano serta ibunda, Maria Cecilia Joseph langsung kabur.

Situasi ini diakui oleh Maria Joseph. Beredarnya foto-foto syur bikin Sheila tidak tenang dan terganggu. Namun, perlahan keadaan mulai membaik. “Sekarang Sheila sudah baik-baik. Lebih fokus mengurus kehamilannya,” ungkap Maria, saat dihubungi Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos).

Maria tidak habis pikir kenapa masih ada orang yang tega mengusik kehidupan pribadi Sheila yang memang berulang kali diterpa gosip. “Itu perbuatan orang jahat. Mereka mengotori hatinya sendiri, nggak ada puas-puasnya. Sementara kami hanya ingin hidup damai,” tutur Maria.

Foto-foto yang beredar, menurut Maria, merupakan foto lama yang sudah jadi masa lalu untuk Sheila. Dia pun yakin hal ini tidak akan sampai menimbulkan masalah. “Semua itu hanya ada di masa lalu. Semoga mereka yang berbuat jahat diampuni Tuhan,” ucapnya.

Seperti diketahui, foto-foto syur terbaru menampilkan Sheila di sebuah kamar mandi. Ia bergaya di atas wastafel dan hanya mengenakan kaos abu-abu tanpa lengan. Beberapa foto sedang bersama dengan Zack Lee, suami Nafa Urbach.

Menurut Zack Lee, dia dan Nafa tak terganggu dengan foto itu. Meski pun si penyebar mungkin menganggap foto itu sebagai bukti adanya hubungan gelap antara dia dan Sheila.

“Aduh, foto biasa saja itu, tak menunjukkan apa-apa,” ungkapnya, akhir pekan lalu. (bcg/rm/jpnn)

Kopi Indonesia Belum Dapat Tempat di Hati Rakyat

Walau sebagai penghasil ketiga terbesar, ternyata kopi Indonesia belum mendapatkan tempat khusus di hati penikmat kopi. Padahal, cita rasa atau kualitas kopi yang berasal dari Indonesia tak beda jauh dari kopi asal Brazil dan Vietnam.

MEDAN-Saat ini, posisi kopi asal Indonesia masih berada pada posisi komersial, bukan pada posisi spesial. Padahal, banyak provinsi yang ada di Indonesia sudah menghasilkan kopi.

“Dari Aceh hingga Papua, kita produksi kopi, tetapi pengetahuan kita akan kopi masih rendah,” ujar Marketing and Training Officer Asosiasi Kopi Special Indonesia, Resianri Triane di Medan, Jumat (20/1).

Menurutnya, sebagai penghasil ketiga terbesar di dunia, kopi asli Indonesia sangat terkenal di dunia Internasional, tetapi masyarakatnya sendiri tidak mengenal rasa asli dari kopi itu sendiri. Hal ini dimungkinkan, kebiasaan masyarakat kita yang meminum kopi instant, atau yang terbiasa minum yang disediakan di warkop. “Kalau itu kan sudah banyak campuran, jadi tidak heran bila kita tidak mengenal rasa kopi kita sendiri,” tambah Resi.
Selain masyarakat yang belum familiar dengan kopi dalam negeri, para petani juga tidak mengenal dengan baik cara penanaman kopi. Hal ini menjadi kendala, terutama dalam hal produksi. Salah satu yang harus diperhatikan dalam penanaman kopi harus adanya pohon pelindung yang lebih tinggi dari pohon kopi, dan pohon tersebut harus banyak.

“Masih banyak petani yang belum mengenal cara menanam kopi yang baik, padahal kalau masuk ke dunia Internasional banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya dalam standart internasionalnya,” ungkap Coffe Expert IOM, Nova Madya Akhbar yang mendampingi.
Dirinya mengisahkan, masih banyak petani yang ditemuinya menanam kopi tidak sesuai dengan ilmu. Seperti di daerah Seribu Dolok, petani disana hanya memotong secara sembarang bagian atas untuk mendapatkan pucuk. “Itu salah, seharusnya bukan ditebas begitu saja, tapi harus dilihat dulu,” ungkap Nova Madya.

Untuk saat ini, salah satu standar yang harus dipenuhi petani agar kopinya dapat diterima ke dunia internasional adalah organik, penanaman yang sehat dengan menggunakan pupuk organik.

“Kalau bisa menanam dengan menggunakan pupuk organik, maka harga akan naik sekitar 10 persen,”tambah Nova.
Padahal untuk produksi, kopi Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan Brazil. “Brazil produksinya 5 ribu ton, sedangkan kita masih 600 ton,” ungkap Resi.

Karena itu, salah satu yang harus dilakukan selain mengenal rasa kopi ke masyarakat, juga pengetahuan umum akan kopi pada petani.
Walaupun sudah banjir berbagai Coffe Shop di Indonesia, tapi kebanyakan orang Indonesia belum menjadi penikmati kopi Indonesia .
“Banyak yang pakai kopi asli (Indonesia) kita, tapi tetap saja belum menjadi pecinta kopi itu sendiri,  melainkan sebatas menjual produk,” ungkap Resi. (ram)

Pekerjaan Temporer Boleh Gunakan Outsourcing

Peraturan Menteri Siap Diterbitkan

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan larangan penggunaan tenaga lepas atau outsourcing. Alasannya, MK memandang sistem ini tidak manusiawi. Tetapi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tetap membolehkan industri mempekerjakan outsourcing dengan syarat dan ketentuan tertentu. Di antaranya adalah untuk pekerjaan yang bersifat temporer.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada prinsipnya siap menjalani putusan MK terkait keberadaan tenaga outsourcing. “Dari keputusan ini, semakin eskplisit jika outsourcing harus mendapatkan jaminan,” kata Muhaimin usai meresmikan kantor DPP Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) di Jakarta, Senin (23/1).

Namun, Muhaimin menandaskan, setelah keluarnya putusan MK ini tidak serta merta sistem ketenagakerjaan yang khusus outsourcing di negeri ini bakal dihapus. Dia mengatakan, sistem outsourcing masih bisa dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan temporer.

Bagaimana pekerjaan temporer ini? Muhaimin mencontohkan pada perusahaan di industri garmen dalam waktu-waktu regular membutuhkan sekian pegawai untuk pos pekerjaan menjahit. Tetapi, mendekati bulan Ramadan, permintaan di perusahaan ini melonjak tajam. “Dengan pegawai regular tidak cukup untuk kapasitas produksi yang melonjak,” tutur Muhaimin.

Nah, saat terjadi lonjakan produksi inilah perusahaan garmen tadi boleh menggunakan tenaga lepas atau outsourcing untuk pos pekerjaan menjahit baju. Muhaimin mengakui sejatinya pos pekerjaan menjahit di industri garmen adalah kategori pos pekerjaan pokok yang sesuai keputusan MK tidak boleh di-outsourcing-kan. Muhaimin mengatakan, setelah masa permintaan ini kembali normal, maka penggunakan tenaga kerja outsourcing bisa dihentikan. Selanjutnya, pekerjaan dijalankan secara normal oleh pegawai tetap.

Muhaimin mengingatkan, pekerjaan-pekerjaan yang masuk kategori pokok di semua jenis industri tidak boleh di-outsourcing-kan. Sedangkan untuk kategori pos pekerjaan pendukung, masih boleh untuk menggunakan tenaga outsourcing. Misalnya petugas keamanan dan kebersihan.

Menteri yang juga ketua umum DPP PKB ini menjelaskan, perusahaan pengerah outsourcing akan lebih dipantau lagi. Terutama terkait pemenuhan hak-hak tenaga kerja mereka. Mulai dari tunjangan kesejahteraan hingga asuransi. Dia juga mengingatkan, perusahaan ini wajib memberikan jaminan-jaminan kontrak kerja yang jelas. Untuk mengawasi kinerja perusahaan outsourcing pasca keluarnya putusan MK tadi, Muhaimin berjanji akan segera mengeluarkan perautaran menteri dan surat edaran khusus. (wan/ttg/jpnn)

Pembatasan BBM Subsidi Harus Dipertimbangkan

MEDAN- Dibatasinya kuota BBM bersubsidi, dinilai akan semakin menyengsarakan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah atau pra sejahtera. Hal ini dikemukakan Sekretaris DPC PPP Kota Medan H Irsal Fikri kepada wartawan, Senin (23/1).

“Sampai saat ini, kebutuhan akan BBM bersubsidi di kalangan masyarakat ekonomi ke bawah masih sangat dibutuhkan,” katanya.
Menurut Irsal, kendati pembatasan kuota BBM bersubsidi berlaku bagi kendaraan roda empat, namun tidak semuanya masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu tergolong masyarakat mampu.

“Sekarang ini belum tentu masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu tergolong orang yang mampu, karena untuk mendapatkan kendaraan roda dua maupun roda empat sekarang ini cukup mudah,” kata Irsal.

Selain itu, ungkap Irsal, apa yang menjadi tolok ukur terhadap masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat itu dikategorikan sebagai masyarakat mampu.

Oleh karena itu, sebut Irsal, belum saatnya pemerintah memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi. “Harusnya pemerintah lebih memperketat pengawasan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi, bukan malah membatasinya atau menghapuskannya,” ucap Irsal.

Dikatakan Irsal, masyarakat Indonesia sepertinya belum siap untuk melakukan perubahan penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). “Sebagai contoh, ketika pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas, berapa banyak kerugian yang dialami masyarakat dan pemerintah, baik itu kerugian materi dan korban jiwa. Inilah salah satu contoh kalau masyarakat belum siap untuk konversi,” kata Irsal.

Irsal Fikri juga mengharapkan kepada lembaga DPR RI yang membidangi masalah Migas, untuk bersepakat terlebih dahulu menyikapi permasalahan ini, dan selanjutnya mengundang pemerintah serta instansi terkait untuk membahas masalah ini.

“DPR jangan dulu memfokuskan persoalan banggar, sehingga melupakan persoalan pembatasan BBM bersubsidi yang dinilai bersentuhan langsung kepada masyarakat,” ujar Irsal.(rud)

Pilot Tewas Saat Penerbangan

SIBERIA- Kepanikan mendera penumpang pesawat komersial UTair, yang lepas landas dari Bangkok, Thailand, dengan tujuan Novosibirsk, Siberia, Senin (23/1). Pasalnya, sang pilot Sergei Golev, meninggal dunia karena serangan jantung saat pesawat itu masih mengudara.

Sergei Golev tiba-tiba meninggal di dalam kokpitnya setelah serangan jantung menderanya. Meskipun upaya untuk menyelamatkan pilot berusia 44 tahun itu dilakukan, namun sayang upaya penyelamatan nyawanya tidak membuahkan hasil.

Pesawat milik berjenis Boeing 757 ini lepas landas dari Bangkok, Thailand dengan tujuan Novosibirsk, Siberia. Merasa sakit, pilot itu sepertinya mencoba untuk melakukan pendaratan darurat di Chengdu, China. Tetapi hal itu gagal, setelah Golev meninggal sebelum sempat mendaratkan pesawat. “Kapten sempat memutuskan untuk mendarat, di saat kru kabin meminta bantuan dari penumpang yang juga seorang dokter,” jelas penyelidik Anastasia Utochkina, Senin (23/1).

Kendali pesawat pun dialihkan ke co-pilot yang ternyata statusnya sedang libur dan tidak memegang kendali pesawat saat itu. Tapi co-pilot itu mampu membawa pesawat mendarat selamat di Novosibirsk. (net/jpnn)

1.116 Pemohon SIMB Ditolak

Pemohon Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) di Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan selama 2011 sebanyak 3.426 surat, digunakan  untuk membangun 11.203 unit bangunan.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas TRTB Medan, Khairul Syahnan. Menurut dia, dari sebanyak 3.426 pengajuan SIMB ada 1.116 surat pemohon yang ditolak atau dibatalkan dengan beragam alasan.

“Alasan penolakan diantaranya karena tidak memenuhi persyaratan yang tertulis di blanko permohonan SIMB,” ujarnya.

Permohonan IMB yang diterima TRTB, paparnya tersebar di seluruh wilayah Kota Medan. Dengan berbagai jenis permohonan seperti rumah tempat tinggal, rumah toko (ruko), hotel, apartemen, pusat perbelanjaan dan lainnya.

Biasanya, sebutnya penolakan dikarenakan sertifikat tanah tidak dileges, bersengketa, dengan jiran tetangga dan masih ada sejumlah faktor lainnya.  “Jika dalam mengusulkan SIMB, pemilik bangunan belum memenuhi syarat dan ada ketentuan tidak mengeluarkan izinnya. Maka permohonan ditunda sesuai aturan perda yang ada,” katanya.

Khairul menyebutkan, berdasarkan Pasal 8 Perda No 9/2002 tentang retribusi SIMB, penundaan pengabulan permohonan SIMB dianjurkan apabila sertifikat tanah tidak jelas, tanah sedang bersengketa, maupun bangunan ditolak warga karena menyebabkan dampak lingkungan.

Sedangkan akan hadirnya penerapan ISO 9001:2008, Khairul menyebutkan pelayanan bisa lebih baik dan memudahkan banyak orang.
Selama ini sebenarnya pelayanan sudah ada jangka waktunya, seperti bangunan di bawah 100 meter persegi, bisa dikeluarkan selama 14 hari kerja. Sedangkan jika di atas luasan tersebut dikeluarkan selama 16 hari kerja.

“Dengan catatan pemohon harus melengkapi syarat-syaratnya,” ujarnya. (adl)

Angka Kriminalitas di Tebingtinggi Menurun

TEBINGTINGGI-Polres Tebingtinggi mengggelar rapat analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan tugas selama 2011. Rapat Anev dipimpin Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi SiK dan Waka Polres Kompol Drs Safwan Khayat MHum ini berlangsung di ruang K3I Polres Tebingtinggi, Kamis (19/1) malam.

Kata Kapolres angka kriminalitas yang terjadi di jajaran Polres Tebingtinggi di tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 53,75 persen dari 1.159 kasus dengan tingkat penyelesaian 623 kasus.

Sementara di tahun 2010 terjadi 1.178 kasus dengan tingkat penyelesaian 543 kasus (46,09 persen). “Kita berharap tahun 2012 ini tingkat kasus kriminal yang terjadi di jajaran wilayah hukum Polres Tebingtinggi akan semakin menurun dan tingkat penyelesaian kasus meningkat,” harap Andi di hadapan para Kabag, Kasat dan Kapolsek se-jajaran Polres Tebingtinggi.

Masih menurut Andi, untuk indeks kasus kriminal yang terjadi di jajaran Polres Tebingtinggi meliputi beberapa hal. Kasus yang menonjol adalah kasus curat mengalami kenaikan sebanyak 327 kasus tahun 2011 dan sebelumnya di tahun 2010 hanya 290 kasus.  Kasus judi tahun 2010 sebanyak 117 kasus mengalami peningkatan tahun 2011 sebanyak 140 kasus dengan penyelesaian kasus mengalami peningkatan.

“Kebanyakan naiknya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Polres Tebingtinggi dan tujuh Polsek yang ada adalah kasus pembongkaran rumah sebanyak 134 kasus, ini terjadi karena di Kota Tebingtinggi Kepling telah habis masa jabatan, jadi kontrol warga sangat menurun,” papar Andi.
Sedangkan untuk kasus lakalantas di wilayah jajaran Polres Tebingtinggi untuk tahun 2011 sebanyak 225 kasus dengan penyelesaian 165 kasus, namun dalam kasus lakalantas tersebut tercatat 77 orang meninggal dunia, luka berat sebanyak 144 orang dan luka ringan 237 orang. Dan ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebanyak 14,67 persen dengan kerugian materil sebesar Rp298.450.000.

“Hasil giat rutin di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, tilang sebanyak 6.882 perkara, kebanyakan kasus pengendara roda dua sebanyak 600 unit dan selebihnya roda empat,” paparnya.(mag-3)