31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13987

Antara Gus Irawan dan Gatot

Prediksi Kiprah Partai Kecil di Pilgubsu 2013

MEDAN-Berbicara prediksi sosok yang akan diusung partai kecil (gurem) pada Pilgubsu 2013 mendatang sangat menarik. Pasalnya, meskipun partai kecil,  mereka cenderung menentukan, buktinya pada Pilgubsu 2008 lalu. Tahun ini, tampaknya mereka pun ingin mengulang kesuksesan itu.
Sekretaris Partai Patriot Sumut, Rismansyah Siregar menilai, 17 nama yang mencuat dalam beberapa waktu ke belakang ini adalah sosok-sosok yang dinilai masyarakat, memiliki kans atau peluang besar untuk maju. Persoalan layak, mampu atau tidaknya sosok-sosok itu, adalah berdasarkan penilaian dari masyarakat itu sendiri.

Dalam kacamatanya, dari 17 sosok atau tokoh yang mencuat, dari sinyalemen yang ada terlihat dua tokoh yang memiliki peluang pada Pilgubsu 2013 mendatang.

“Tapi kalau dari kondisi yang berkembang saat ini, masyarakat sudah membaca ada dua orang. Nah, dua orang itu Dirut Bank Sumut Gus Irawan dan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho,” katanya.

Menurutnya, Gus Irawan cukup mampu membangun kebesaran namanya melalui program-program sosial kemasyarakatan. Sedangkan Gatot dinilai baik bagi masyarakat. “Meskipun baik menurut orang, bisa tidak baik menurut orang lain,” katanya.

Persentase peluang untuk kedua sosok tersebut? Menurutnya, antara Gus Irawan dengan Gatot masih memiliki kans yang sama. “Masih fifty-fifty lah,” prediksinya.

Berkaca pada Pilgubsu 2008 lalu, ada tujuh partai kecil antara lain Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Sumut, Partai Patriot Sumut, Partai Merdeka, Partai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sumut, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Sarekat Islam (PSI), Partai Persatuan Demokrasi Indonesia (PPDI), bergabung dengan dua partai tengah yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut. Merekalah sembilan partai pengusung Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno), yang mampu memutarbalikkan fakta dengan mengantarkan pasangan Syampurno menjadi jawara Pilgubsu 2008 lalu.

Bagaimana dengan bargainingnya? Terlebih sempat terjadi perseteruan antara Gatot, yang notabene adalah yang didukung koalisi sembilan partai pengusung Syampurno beberapa waktu lalu? Paling tidak, hal-hal seperti itu tidak terulang lagi, jika nantinya partai-partai kecil memenangkan perhelatan pesta rakyat lima tahunan itu? “Ya, itu semunya berpulang pada komitmen awal yang terjalin,” ungkap Rismansyah.

Terlepas dari itu, menurut analisis pengamat politik Sumut dan Medan dari Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Msi, arah koalisi khususnya ke dan dari partai-partai kecil tetap akan mewarnai pada Pilgubsu 2013 mendatang. Kemungkinan, kepastian terjadinya koalisi antar satu partai dengan partai lain akan terlihat pada Juni mendatang.

Hanya saja perbedaannya, jika 2008 lalu, partai-partai kecil tercentrum menjadi satu, untuk 2013 ini akan menyebar terlebih ke partai-partai besar seperti Demokrat, Golkar, PDI P dan PKS. Bisa juga merapat ke partai-partai tengah, yang kursinya terbilang tanggung di legislatif seperti, PPRN, Hanura, Gerindra, PAN, PPP dan partai lainnya.

“Partai-partai kecil tetap akan jadi centrum pada Pilgubsu 2013 ini, dan akan semakin terlihat jelas pada Juni 2012 ini. Kalau dulu centrumnya, partai kecil bergabung menjadi satu dengan ditambah beberapa partai tengah. Kalau sekarang, berpeluang partai-partai kecil akan dicari dan sangat diminati oleh partai-partai besar. Dan bila nantinya pencalonan sosok yang akan diusung di akhir-akhir jelang Pilgubsu, maka ini akan semakin meningkatkan daya jual,” terangnya.

Hal itu akan terjadi, karena memandang peta politik yang berkembang selama ini, dimana ada sebuah keriskanan atau ketidakmungkinan antar satu partai besar bergabung membentuk koalisi. Alasannya, terlihat di masyarakat antara satu partai besar dengan partai besar lainnya, tidak berjalan secara harmonis dan tidak memiliki adanya persamaan visi.

“Sepertinya ada keriskanan bila Golkar, PKS atau PDI P akan bergabung. Kalau Demokrat jelas, bisa mengusung satu calon tanpa harus koalisi,” urainya.
Menurut Dadang, dalam penentuan siapa yang akan diusung untuk Pilgubsu 2013 mendatang, setiap partai harus memperhatikan figur secara matang. Karena untuk yang satu ini, tetap akan menjadi perhatian masyarakat.

Figur-figur yang akan diusung itu, menurutnya, harus memiliki tiga hal antara lain, memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat secara langsung, memiliki kemampuan untuk menggandeng elemen-elemen masyarakat, Ormas dan sebagianya dan yang terpenting adalah kemampuan finansial atau dana.

“Ya, ini tiga hal penting yang harus diperhatikan partai untuk memajukan calonnya,” katanya. (ari)

Si Penerobos Lampu Merah

Oleh : Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Pengemudi di Kota Medan dikenal agak beringas dan kurang memiliki kesabaran soal berkendara. Salip sana salip sini, sosor sana sosor sini, bikin yang disalip dan yang disosor marah-marah dan mengumpat. Kata teman yang ikut menyosor: “Kalau tak ikut nyosor, awak yang disosor terus.”

Belum lagi soal angkot menurunkan dan menaikkan penumpang sembarang tempat. Lampu merah yang diterobos sembarang suka. Semua menunjukkan wajah lalu-lintas Medan yang masih semrawut.

Misalnya saja soal penerobos lampu merah. Entah si penerobos buta warna, atau karena dia terburu-buru, atau memang hobinya mencari bahaya, hampir di setiap persimpangan lampu merah ada saja penerobos.

Kita contohkan saja lampu merah menyala per 75 detik. Jika kita hitung mulai pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam –total 61.200 detik—, dibagi 75 detik berarti ada 408 kali lampu merah dan 408 kali lampu hijau. Ini perhitungan kasar saja, karena faktanya, ada lampu merah yang menyala 100 detik atau lebih, hijau 60 detik, ditambah kuning beberapa detik.

Setiap kali lampu merah menyala, ada saja 1 sampai 4 pengendara yang menerobos (kecuali ada polisi yang terlihat menjaga). Kita rata-ratakan saja 2 pengendara menerobos tiap lampu merah menyala. Berarti ada 2 orang x 408 sama dengan 816 pengendara penerobos sebuah lampu merah dalam sehari.

Jika ada 100 lampu merah di Kota Medan, dengan asumsi pengendara yang sama menerobos rata-rata 5 lampu merah selama perjalanannya, berarti 816 dikali 100 dibagi 5 sama dengan 16.320 pengendara berbeda yang setiap hari menerobos lampu merah di Kota Medan. TIAP HARI! Dan ini masih perhitungan kasar. Jumlahnya bisa kurang, bisa lebih besar.

Penerobos lampu merah ini jelas mengganggu. Mengganggu kelancaran arus kendaraan yang gilirannya melaju, mengganggu kesehatan dan emosi pengendara lain yang jadi jantungan atau marah-marah, mengganggu kenyamanan & ketertiban perlalu-lintasan di Kota Medan, menunjukkan kualitas mental orang Medan yang belum peduli rambu-rambu umum, dan lain-lain dan lain-lain.

Bagi pembaca yang pernah menerobos lampu merah, mungkin tau apa rasanya jika berhasil menerobos lampu merah. Puas! Ya, puas adalah kata yang tepat. Puas karena berhasil lolos. Dan sambil terus melaju, senyum pun terukir di wajah.

Tapi bagi pembaca yang sama yang pernah ditelikung penerobos lampu merah saat gilirannya melaju, pasti paham juga rasanya. Sangat kesal. Untuk melampiaskan kekesalan, klakson pun dipencet kuat-kuat dan panjang untuk membentak si penerobos.

Penerobos lampu merah ini ada beberapa jenis. Pertama, menerobos saat ada peluang (biasanya ada saat lengang antara akhir lampu merah jalur yang satu dengan awal lampu hijau jalur lain). Kedua, penerobos saat lampu hijau dari jalurnya baru berakhir dan masuk lampu merah. Ketiga, penerobos yang sudah melaju saat lampu merah dari jalurnya masuk angka 4 detik lagi, dan masih ada sisa-sisa kendaraan dari jalur sebelumnya.
Aksi para penerobos ini bukan karena rambu-rambu lalu-lintas kita tak secanggih negara lain. Atau karena polisi kita kurang berjaga. Ini soal mental tak mau mengalah. Semua ingin duluan, semua ingin menang. Ironisnya, kalau bepergian ke luar negeri, kita bisa taat aturan lalu-lintas yang berlaku di negeri itu. Kenapa di negeri sendiri tak bisa?

Mental tertib dan disiplin sepatutnya dimulai dari diri sendiri, bukan karena adanya polisi di tiap persimpangan. Sebagai warga Medan, kita masih perlu meningkatkan disiplin pribadi. Dimulai dari diri sendiri! (*)

Ragam Reaksi Nominasi Oscar 2012

Siapa saja yang menjadi nomine Oscar diumumkan di Los Angeles pada Selasa pagi (24/1) waktu setempat. Para seniman film menanggapi pengumuman itu dengan beragam reaksi. Berikut di antaranya.

PANCAKE for everyone. Pancake untuk semuanya. Itu adalah jawaban singkat Brad Pitt ketika ditanya tentang rencananya untuk menghormati koleganya yang juga berhasil masuk nominasi. Pesta pancake tersebut bakal dilangsungkan pada Kamis (26/1).

Aktor 48 tahun itu memang sedang bungah dengan pengumuman yang berlangsung di Beverly Hills tersebut. Dia tidak sekadar masuk daftar calon aktor terbaik dalam film Moneyball. Film itu serta satu filmnya yang lain, Tree of Life, sama-sama masuk nominasi film terbaik.

Pitt ingin berbagi kebahagiaan dengan lawan mainnya, Jonah Hill, serta semua kru dan pendukung Moneyball. ’’Mengingat bahwa film tersebut nyaris gagal dibuat, keberhasilan ini terasa lebih manis,’’ kata pasangan hidup aktris Angelina Jolie itu.

Sementara itu, ketika menerima berita bahwa dirinya masuk nominasi aktris pembantu terbaik, Melissa McCarthy mempunyai tekad yang unik. Bintang yang masuk nominasi lewat film Bridesmaid tersebut berjanji untuk tidak lagi menyumpahi Glenn Close yang juga masuk nominasi Oscar kategori aktris terbaik lewat Albert Nobbs. ’’Saya berharap memberikan kesan yang lebih baik dan bicara sopan bila bertemu dia (Glenn Close) lagi,’’ katanya.

Dengan setengah bercanda, McCarthy berjanji diam sebelum menyapa idolanya tersebut bila berpapasan di perhelatan Oscar. Sebab, saat mereka bertemu kali pertama di Golden Globe Awards pada 15 Januari lalu, McCarthy spontan berkata, “Holy s***, you’re Glenn Close.’’

’’Saya malu sekali karena mengucap holy s***. Dia idola saya. Dia cantik, cerdas, dan pandai memilih karakter dalam filmnya. Pokoknya, saya melihat bahwa dia begitu luar biasa,’’ tutur komedian 41 tahun tersebut.

Namun, mungkin, yang merasa paling bahagia adalah aktris Prancis Berenice Bejo. Setelah mendengar soal kabar nominasi Oscar, dia merasa perlu waktu untuk mengendapkannya. ’’Kepala saya seperti terpukul dan saya belum menyadarinya,’’ tutur aktris 35 tahun yang menjadi rival Melissa McCarthy dalam memperebutkan aktris pembantu terbaik itu.

Kebahagiaannya makin komplet setelah suaminya, Michael Hazanavicius, juga ditahbiskan sebagai salah satu calon sutradara terbaik dalam film The Artist. Total, film The Artist mendapat sepuluh nominasi. Dua di antaranya diraih pasangan Michael-Bejo. Pesta puncak insan film Hollywood tersebut akan dihelat pada 26 Februari mendatang di Kodak Theatre, Los Angeles. (c12/ayi/jp/jpnn)

Boleh Pulang kalau Berat Badan Tambah 3 Gram

Nabila, Penderita Gizi Buruk di RSUD Pirngadi

Nabila (2) terbaring lemah di Ruang Anak kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan. Ini untuk kedua kalinya bayi di bawah lima tahun (balita) itu dirawat di rumah sakit yang sama. Untuk bisa kembali pulang, bobot tubuhnya harus bertambah sedikitnya tiga gram lagi.

Kesuma Ramadhan, Medan

Sumiati (36), ibu Nabila, tetap berusaha tersenyum. Ketika ditemui Sumut Pos di RSUD dr Pirngadi, wajahnya terlihat lelah. Bagaimana tidak, Nabila anaknya telah dirawat lebih kurang sebulan lamanya.

Di usia dua tahun Nabila hanya memiliki berat badan 6,7 kilogram jauh dari berat normal yakni 12 kilogram. “Anak saya dirawat di rumah sakit ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya dia juga pernah mendapatkan perawatan di rumah sakit Pirngadi selama 16 hari pada Desember lalu dengan penyakit yang sama yakni gizi buruk,” ungkap Sumiati, Rabu (25/1).

Naasnya, selain didiagnosa penyakit gizi buruk, Sumiati mengakui jika anaknya juga mengalami gangguan pada paru-parunya. Pasalnya lebih dari enam bulan lamanya, anaknya tak kunjung sembuh dari penyakit batuk. “Batuknya gak juga sembuh, itu yang buat dia malas makan dan jadi kurus sehingga diketahui kalau dia gizi buruk. Tapi untuk penanganannya saat ini menurut dokter, Nabila juga diberikan obat paru-paru,” ucapnya.
Disinggung mengenai batas akhir perawatan anaknya, Sumiati mengaku jika anaknya akan diperbolehkan pulang tim medis jika berat badan Nabila mencapai tujuh kilogram dan kondisi badannya sudah dianggap membaik.

Sumiati dan anaknya Nabila adalah sedikit kasus gizi buruk  yang tercatat di RSUD dr Pirngadi. Pada 2011, data yang diperoleh di rumah sakit ini, tercatat 19 orang menderita gizi buruk dengan usia rata-rata enam tahun ke bawah.  Dari data tersebut, 2 orang di antaranya meninggal dunia. Untuk 2012, Pirngadi telah merawat dua orang penderita gizi buruk, dengan status satu penderita telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang sedangkan satu pasien lainnya adalah Nabila. “”Sejauh ini kita tetap melayani para penderita gizi buruk baik dalam penanganan gizinya maupun penyembuhan penyakit lain yang dideritanya. Bahkan kita baru mengizinkan pasien meninggalkan rumah sakit jika benar-benar dinyatakan sembuh,” ucap Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin saat ditemui di ruang kerjanya.

Soal gizi buruk ini rupanya masih menjadi masalah bagi Kota Medan. Setidaknya, data yang tercatat di Dinas Kesehatan Medan menyebutkan, jika kasus gizi buruk pada 2011 dialami sedikitnya 124 orang sementara pada 2010 lalu yakni 163 orang. Dari data tersebut, diketahui jika penderita gizi buruk terbanyak ditemukan di Kawasan Medan Utara dengan jumlah 36 orang dan kawasan Medan sunggal dengan 20 orang, serta Medan Area dan Medan tembung 10 orang.

Dari angka temuan 124 kasus penderita gizi buruk pada 2011, 4 orang diantaranya meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Endang Mardianti, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas kesehatan Kota Medan saat dikonfirmasi, Rabu (25/1). “Kita sudah sering melakukan penyuluhan tentang penanganan gizi yang baik buat anak, hanya saja sebahagian dari mereka mungkin belum memahaminya. Kebanyakan dari penderita gizi buruk ini adalah masyarakat dengan ekonomi yang serba terbatas,”ujarnya.

Tidak hanya itu saja bahkan bilang Endang, sejumlah bantuan yang telah disalurkan oleh dinas kesehatan Kota Medan, seperti susu dan bahan makanan bergizi lainnya tidak dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. “Bahkan beberapa masyarakat yang telah kita berikan bantuan susu bukan untuk dikonsumsi anaknya melainkan dijual. Hal ini lah terkadang yang membuat keprihatinan bagi kita,”ungkapnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi B DPRD Medan  Khairuddin Salim, membidangi masalah kesehatan mengatakan, angka temuan penderita gizi buruk 2011 sangat tinggi dan sangat riskan. Mengingat anggaran untuk penanggulangan gizi buruk 2011 berjumlah 4 miliar yang terbagi dalam beberapa pos. “Anggaran kemungkinan tidak tepat sasaran sehingga gizi buruk dinilai tidak terpantau. Seharusnya Dinkes Medan lebih menggalakkan sosialisasi dimasyarakat. Kita akan pertanyakan ini ke Kepala Dinas Kota Medan dalam waktu dekat,”ujarnya. (*)

Kejatisu Periksa Dokumen Parkir

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memaparkan perkembangan pemeriksaan dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan 2010-2011 sebesar Rp24 miliar. Setelah memeriksa 19 pejabat Dishub, Kejatisu saat ini tengah melakukan uji dokumen retribusi parkir.
Uji dokumen ini untuk mengkonfrontir keterangan 19 pejabat Dishub dengan data pencatatan retribusi parkir. “Penyelidikan itu masih berlangsung. Kita sedang melakukan pemeriksaan data-data retribusi parkir yang Dishub Medan,” kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH, kemarin (24/1).
Apakah sudah ditemukan bukti penyimpangan? Jufri hanya menjawab pihaknya masih menelaah, belum memiliki kesimpulan karena tim masih berkerja.

Dokumen itu sendiri, lanjut Jufri, dipinjam pihaknya dari Dishub Medan, bukan hasil penyitaan. “Belum ada mengarah pada penyitaan. Kita sifatnya hanya pinjam pakai. Karena dari data itu kita akan menelusuri sampai dimana aliran dana yang dikelola, apakah masuk ke PAD atau tidak,” terang Jufri.
Soal pemanggilan ulang Kadishub Medan, Syarif Armansyah Lubis, menurut Jufri hal itu masih dimungkinkan, menunggu hasil uji dokumen yang sedang dilakukan pihaknya. “Pemanggilan itu tergantung penyelidikan. Kalau memang dibutuhkan keterangannya lagi, kita akan memanggil mereka kembali. Jadi pemanggilan itu tergantung penyelidikan,” tegas Jufri.

Di tempat terpisah, Wali Kota Lira Medan, Ganda Manurung ST MBA,  menduga telah terjadi mismanajemen di Dinas Perhubungan Kota Medan. Dan ini merupakan tanggung jawab Kadishub sebagai pemegang otoritas tertinggi di SKPD tersebut.  “Begitu banyak dugaan akumulasi penyimpangan menunjukkan ketidakmampuan kadis dalam memimpin Dishub Kota Medan. Dimulai dari ketidakmampuan mengatasi terminal liar, terminal Amplas yang kumuh dan amburadul, angkutan umum liar seperti becak, angkot dan taksi liar serta kemacetan yang dialami masyarakat Medan,” tegas Ganda Manurung.

Di tengah persoalan itu, lanjut Ganda, kemudian muncul persoalan dugaan penyimpangan retribusi parkir dan dana perawatan trafficlight. “Saya kira evaluasi kinerja seluruh struktur Dishub harus segera dilakukan,” pungkasnya. (rud)

Ledakan Kembang Api Tewaskan 4 Orang, 100 Rumah Terbakar

BANGKOK – Ledakan kembang api terjadi saat perayaan tahun baru China di Thailand. Akibatnya, 4 orang tewas dan 90 orang luka-luka. Sekitar 100 rumah terbakar dalam insiden itu. Otoritas setempat meyakini ledakan pada Selasa (24/1) malam itu disebabkan api dari kembang api yang jatuh mengenai tumpukan roket kembang api yang tidak digunakan di Kota Suphan Buri, sekitar 100 kilometer dari Bangkok.

Seperti diberitakan AFP, Rabu (25/1), menurut pejabat lokal, Somjate Phromsunthorn, tiga pria yang merupakan panitia acara tersebut tewas di tempat. Satu lagi korban tewas adalah seorang pengunjung perempuan yang tewas akibat luka-luka yang dideritanya.

Ledakan itu menyebabkan kepulan asap besar di udara. Para penonton yang hadir sempat mengalami masalah pendengaran. Televisi setempat menunjukkan sisa-sisa kerangka rumah dan kendaraan akibat ledakan di sekitar wilayah pemukiman.

Seorang saksi, Krianee Kitpat, mengatakan, dirinya sedang berdiri di depan rumahnya ketika peristiwa itu terjadi. “Saya melihat kembang api mengarah ke rumah saya dan saya berlari masuk,” kata Kitpat. Dia menjelaskan dirinya mengalami cedera akibat pecahan kaca aquarium.(net/jpnn)

Sampaikan Alasan Mundur Lewat Buku

Prijanto

Sidang paripurna DPRD Jakarta yang mengagendakan pembahasan surat pengunduran diri Wakil Gubernur DKI Prijanto terpaksa ditunda karena sidang tidak memenuhi korum. Sebab, dari seluruh anggota DPRD Jakarta yang berjumlah 70 orang, hanya 40 peserta yang hadir di rapat paripurna. Fraksi Demokrat menggelar walk out di rapat tersebut.

Ditundanya paripurna tersebut memicu kekecewaan bagi Prijanto. “Saya kecewa, karena setiap keluar selalu ditanya orang kenapa mundur,” katanya, Rabu (25/1).

Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, Prijanto menggelar aksi bagi-bagi buku berjudul Kenapa Saya Mundur. Bagi-bagi buku dilakukannya setelah sidang ditutup Ketua DPRD Jakarta, Ferrial Sofyan. Bertempat di bawah gedung Balai Kota, Prijanto membagi seratus buku kepada pendukungnya.(net/jpnn)

Belum Ada Jaminan Biaya Kuliah Murah, SPP Tunggal Berlaku 2013

JAKARTA- Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenbdikbud) untuk membuat SPP Tunggal terus dimatangkan. Diperkirakan, aturan ini baru rampung pertengahan tahun ini, dan diterapkan 2013 nanti. Sayangnya, belum ada jaminan biaya kuliah bakal murah setelah ada SPP tunggal ini.
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, SPP Tunggal ini pada prinsipnya bukan menyamaratakan besaran biaya kuliah di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). “SPP Tunggal itu maksudnya, SPP-nya satu. Mahasiswa dalam setahun cukup bayar satu kali saja,” tandasnya.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah, mahasiswa banyak sekali mengelungarkan duit. Selain uang rutin SPP, ada berbagai pungutan lagi. Seperti uang buku, uang laboratorium, uang perpusatakaan, uang ujian, uang tabungan bimbingan skripsi, dan lain-lain.

Dengan SPP tunggal ini, Djoko berharap kampus menghitung dimua pengeluaran universitas. Kemduian, dari hitung-hitungan ini dipisah lagi antara kewajiban pemerintah dengan kewajiban masyarakat atau mahasiswa. Setelah ketemua berapa besar tanggungan masyarakat atau mahasiswa, lalu dibagi ke seluruh mahasiswa yang ada di kampus tertentu.

Mantan rektor ITB itu mengatakan, kalkulasi menghitung unit cost sudah ditetapkan dan disebar ke seluruh PTN. Bahkan, Ditjen Dikti Kemendikbud sudah menentukan perkirakaan biaya di masing-masing PTN. Tetapi, Djoko mengatakan hitungan versi Ditjen Dikti ini tidak bisa menjadi satu-satunya acuan.

“Pihak kampus lebih tahu kondisi di lapangan. Kita masih menunggu hitungan pasti dari pihak kampus,” katanya. Setelah hitung-hitungan biaya dari kampus ini selesai, akan dibandingkan dengan hitungan dari Ditjen Dikti. Setelah itu baru diputuskan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa per tahunnya. Djoko menegaskan, jika sudah menarik biaya ini mahasiswa tidak boleh dibebani biaya-biaya atau pungutan lainnya. Berapapun jumlahnya.

Berikut ini contoh simulasi biaya kuliah versi Ditjen Dikti Kemendikbud. Misalnya untuk biaya kuliah di ITS. Pihak Ditjen Dikti mengkalkulasi ada sekitar 15.574 mahasiswa di ITS. Sedangkan biaya seluruh pos pengeluaran ITS dipatok sebesar Rp449,5 miliar. Dari biaya seluruh pos pengeluaran tadi, beban yang ditanggung pemerintah sebesar Rp355,1 miliar. Sedangkan beban yang harus ditanggung masyarakat atau mahasiswa adalah Rp6,4 juta per tahun per mahasiswa.

Contoh berikutnya di Unair (Universitas Airlangga). Ditjen Dikti Kemendikbud memperkirakan total kebutuhan biaya kampus itu mencapai Rp757,5 miliar. Dari total kebutuhan ini, tanggungan pemerintah sebesar Rp598,4 miliar. Sedangkan tanggungan mahasiswa adalah Rp7.047.393 per tahun per mahasiswa.

Sementara itu untuk di Universitas Brawijaya, Malang (Unibraw), Ditjen Dikti Kemendikbud memperkirakan total kebutuhan biaya kampus mencapai Rp 794,8 miliar. Dari seluruh kebutuhan ini, pemerintah menanggung Rp627,9 miliar. Dan tanggungan mahasiswa sebesar Rp5,7 juta per tahun per mahasiswa.

Djoko menambahkan, pihaknya belum berani menggaransi adanya SPP Tunggal ini benar-benar bisa membuat biaya kuliah bisa lebih murah. “Kita lihat saja nanti, setelah semuanya terkumpul dan selesai digodok,” kata dia. Yang jelas, dengan model ini mahasiswa tidak akan dibebani biaya ini dan itu. Dimana jika ditotal dalam setahun jumlahnya relatif besar.

Pihak Ditjen Dikti mengingatkan, aturan SPP Tunggal ini tidak bisa ditetapkan untuk mahasiswa yang lulus SNMPTN tahun ini. Dia mengatakan, postur anggaran tahun ini sudah dibahas dan ditetapkan dalam APBN 2012. Djoko mengatakan, daftar biaya kuliah dari seluruh PTN dalam bentuk SPP Tunggal akan dijadikan acuan penyusunan postur anggaran pendidikan tinggi dalam APBN 2013. “Jadi penerapannya juga pada 2013 nanti. Tidak bisa tahun ini,” pungkas Djoko. (wan/jpnn)

Pemkab Tolak Lepas Alat Berat

Buntut Razia Galian C di Kecamatan Patumbak, Deliserdang

LUBUK PAKAM- Permintaan Assosiasi Pengusaha Pertambangan Sumatera Utara (APPSU) agar Pemkab Deliserdang melepaskan tujuh alat berat (eskavator) milik beberapa pengusaha galian C yang disita beberapa hari lalu ditolak mentah-mentah oleh Pemkab Deliserdang. Penolakan itu disampaikan Kasi Ops Satpol PP Pemkab Deliserdang Mardiaman Saragih.

“Silahkan tunggu proses persidangan di pengadilan,” tegas Mardiaman Saragih pada rapat dengar pendapat lintas komisi yang digelar di DPRD Deli Serdang, Rabu (25/1).

Mardiaman turut merinci sejumlah alat berat yang disita milik beberapa orang pengusaha galian C, termasuk diantaranya eskavator atau alat berat milik Sabar Ginting yang merupakan anggota DPRD Deliserdang yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Pria yang juga Kasi Ops itu sempat membacakan satu di antara beberapa berita acara yang telah dibuat tim terpadu dalam razia lokasi galian C ilegal di Desa Patumbak, milik Sulaiman, pada 3 Januari 2012 lalu. Dimana, pengusaha tersebut telah melakukan pelanggaran Pasal 25 Perda Deliserdang Nomor 25 Tahun 2011, tentang izin pertambangan.

“Galian C itu, sudah melanggar ketentuan pidana, sedangkan proses penyitaan sudah sesuai dengan Pasal 38 Ayat 2 KUHAP. Dan sudah kita limpahkan proses hukumnya ke PN Lubuk Pakam. Begitu juga dengan alat berat, yang sudah kami titipkan di Dinas Cipta Karya dan Pertambangan,” terang Mardiaman lagi.

Senada dengan itu, Kabid Hukum Pemkab Deliserdang Redwin SH mengatakan, APPSU sejatinya lebih mengetahui bagaimana prosedur hukum, untuk taat dan agar memperjuangkan haknya dalam proses peradilan. Kendati, dalam permasalahan ini, Redwin menghormati keinginan para pengusaha untuk mempertahankan usahanya. Namun, di sisi lain pemerintah tetap harus melindungi hak masyarakat, untuk memperoleh ketentraman.

Sementara itu, Kabid Hukum APPSU Musa Tarigan menyesalkan sikap Sat Pol PP,  yang dinilai telah menzalimi pengusaha galian C di Deliserdang. Pasalnya, sebelum razia dilakasanakan, tidak seorang pun pengusaha yang lokasi galian C-nya dirazia telah menerima surat pemberitahuan ataupun teguran dari Sat Pol PP.

“Bahkan, sampai saat ini kami tidak mengetahui atas kuasa siapa surat penyitaan itu dikeluarkan. Karena sampai sekarang, kami tidak pernah menerima surat keterangan penyitaan atas benda yang sekarang kami sendiri tidak tahu berada di tangan siapa,” sebut Tarigan.

APPSU keberatan atas perlakukan petugas Sat Pol PP yang diduga melakukan perusakan terhadap alat berat tersebut saat dilakukan penyitaan. Razia terkesan “tebang Pilih”, karena ada beberapa lokasi galian C yang ilegal. “Kami minta agar dewan mendesak Sat Pol PP untuk mengembalikan alat berat yang disita, ke tempatnya semula dan dalam keadaan baik,” sebutnya.(btr)

Pungli Pos Retribusi Bendahara Dinas PPKAD Diperiksa

KARO- Bendahara Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Asli Daerah (PPKAD) Pemerintah Kabupaten Karo Helmi Br Tarigan, dimintai keterangan oleh penyidik di ruang Unit 2, Tipiter Polres Tanah Karo, Rabu (25/1) siang.

Pemeriksaan terhadap bendaharawan dinas yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan itu, terkait pengembangan kasus pungli di Pos Retribusi Pajak Hasil Bumi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi dan keterangan Kepala Pos, Rasmi Bangun, terkait adanya setoran kepada pihak atasan, pasca 1 Januari 2012.

Hingga kemarin malam, Helmi Br Tarigan sesuai keterangan Kasi Humas Polres Tanah Karo AKP Sayuti Malik, masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Namun Kasi Humas belum mau merinci lebih jauh  terkait pemeriksaan sementara tersebut.
“Masih diperiksa, jadi belum dapat saya paparkan apakah, dianya akan menambah deretan daftar nama tersangka atau tidak. Kita tunggu hasil pemeriksaan penyidik,” ujar Sayuti.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba SE kepada wartawan koran ini mengatakan, pihaknya meminta Polres Tanah Karo agar mengusut tuntas kasus tersebut. Diharapkan, polisi mampu mengungkap aktor intelektual  dibalik kasus ini.
“Tidak mungkin anggota berani melakukan itu, jika tidak atas perintah atasannya. Kita dan masyarakat ingin tahu siapa orang tersebut. Kita percaya polisi akan profesional mengungkapnya. Jadi kita beri waktu bagi mereka untuk bekerja,” beber Feri. (wan)