25 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 14008

10 Staf Bendahara Biro Umum Diperiksa Poldasu

Dua Instansi di Pemprovsu Diduga Korupsi Miliaran Rupiah

MEDAN-Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut semakin serius mengungkap dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu. Hingga, Rabu (11/1) sudah ada 10 staf Biro Umum Pemprovsu yang diperiksa terkait dugaan korupsi di instansi tersebut.

Berdasarkan 10 nama yang sudah diminta keterangannya, pihak Polda Sumut belum bisa mengambil keterangan Bendahara Biro Umum, Amin. Disebut-sebut, Amin sangat mengetahui jelas tentang pemanfaatan anggaran di Biro Umum.

Terkait belum adanya pemeriksaan terhadap bendahara Di Biro Umum tersebut,  Amin terkesan membohongi Tim Penyidik ketika dihubung pihak penyidik, hal itu di dengar langsung Sumut Pos dan empat staf Biro Umum. “Kamis janji datang, tak datang, terus Jumat bilang datang habis salat Jumat, juga tak datang, ini sudah hari Rabu,”  begitu sepenggal kata-kata penyidik via Hand Phone yang didengar Sumut Pos.

Amatan Sumut Pos, di ruang penyidik Tindak Pidana korupsi (Tipikor) tampak tiga orang laki-laki dan seorang wanita berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang dimintai keterangannya. Setelah keempat PNS itu diperiksa.

Kasubdit Tipikor Polda Sumut Kompol Yuda membenarkan adanya staf  Biro Umum Pemprovsu yang datang untuk dimintai keterangan, “Iya tadi (kemarin, Red) ada dimintai keterangan, tapi masih klarifikasi. Ini kan proses masih lidik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho saat dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan telah mengklarifikasi 10 staf di Biro Umum Provinsi. Ini tindak lanjut dari proses lidik adanya dugaan korupsi anggaran rutin di Biro Umum Provinsi.

Terpisah, masih di Pemprovsu juga ditemukan dugaan korupsi miliaran rupiah. Bila Poldasu sudah menangani kasus korupsi di Biro Umum Pemprovsu, di instansi lainnya di Dinas Kesejahteraan Sosial Sumut mulai menguap dugaan korupsi tersebut.

Diketahui ada beberapa anggaran proyek di Dinas Sosial Sumut yang diselewengkan, seperti pengerjaan proyek fisik yang bersumber dari APBD Sumut dan APBN tahun 2011 senilai miliaran rupiah ini. Seperti beberapa paket sudah kena finalti, tapi tetap dikerjakan oleh pihak ketiga tanpa ada tindakan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sosial Sumut, Haykal Amal.

Berdasarkan informasi, Minggu (10/1), pembayaran dana proyek dikeluarkan melalui Surat Perintah Pembayaran Dana (SP2D) untuk proyek fisik yang belum selesai dikerjakan. Bahkan, info yang didapat pengerjaan proyek fisik, rehab ruang kantor, pembangunan pagar, pembuatan flatpon ruangan Dinas Sosial Sumut, tidak sesuai bestek.

Begitu juga pembangunan 10 unit rumah dinas, pagar, rumah jaga, dan lantai keramik di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Jalan Sisingamangara Medan terindikasi adanya kecurangan dalam pengadaan alat-alat bangunan.

Tak hanya itu, masih ada beberapa pembangunan pagar gapura pintu masuk di Dinas Kesejahteraan Sosial Sumut, dengan nilai pekerjaan Rp220 juta. Tapi, hingga kini  belum selesai dikerjakan.

Begitu juga pembangunan pot bunga, yang anggarannya diduga diselewengkan, karena pot bunga yang diajukan untuk dibangun sebanyak 16 unit, hanya dibangun 14 unit. Bahkan pembangunan fisik bangunan di 12 UPT di Dinas Sosial Sumut dengan nilai anggaran masing-masing anggaran Rp500 juta diindikasikan adanya mark up proyek.
Menjawab prihal tersebut, Sumut Pos hendak menemui langsung kepala dinas di instansi tersebut, namun terhenti oleh seorang staf di depan ruangan Kadis Sosial Sumut Robertson Tambunan, saat ditanya?  staf itu menyebut Robert sedang rapat.

Saat ditunggui di samping mobilnya ternyata Robertson  ganti mobil lain.  (mag-5/ari)
BK merah yakni, Toyota Vios BK 9911 YY. Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya Robertson Tambunan keluar. Tapi, Robertson bertukar mobil dengan menumpangi Mobil Daihatsu Xenia BK 1958 GV dengan dua orang berpakaian PNS meninggalkan gedung Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial Sumut di Jalan Asrama, Medan.(mag-5/ari)

Poldasu Diminta Ambil Alih Kasus

Penetapan Tersangka Zulkarnaen Damanik Syarat Pesanan

MEDAN-  Tim Kuasa hukum mantan Bupati Simalungun, Drs H Zulkarnaen Damanik meminta agar kasus dugaan korupsi yang dialamatkan kepada mantan Bupati Simalungun diambil alih Poldasu karena dinilai penanganan yang dilakukan Polres Simalungun tidak obyektif.

Pernyataan itu disampaikan tim kuasa hukum Bupati Simalungun, Sarles Gultom SH MH, Sarbudin Panjaitan SH MH dan Marolop Sinaga SH dari kantor Advokat Sarles Gultom SH MH, beberapa waktu lalu.
Sarles menyebutkan, penetapan status Drs H Zulkarnaen Damanik sebagai tersangka sangat tendensius, diduga ada syarat pesanan dari pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan nama baik Zulkarnaen selaku mantan Bupati Simalungun. “Untuk menghindari ketidak obyektifan Polres Simalungun dalam menangani kasus dugaan korupsi, kami meminta kepada Kapoldasu, Irjen  Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH untuk mengambil alih penanganan perkara tersebut dari Polres Simalungun dan selanjutnya ditangani Polda Sumut,” katanya.

Permohonan agar penyelidikan perkara dugaan korupsi Drs H Zulkarnaen Damanik MM agar diambil alih Poldasu sudah disampaikan melalui surat No. 01/P/S,S,M/I/2012 tanggal 11 Januari 2012. Selain kepada Kapoldasu, surat permohonan disampaikan kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Kombes Pol Drs Sadono Budi NugrohoSH, Irwasda Kombes Pol Drs Monang Manullang SH MM dan Kabid Propam Poldasu Kombes Pol Drs Iwan Prasodjo S SH dengan tembusan Kapolri Jenderal Pol Drs Timor Pradopo SH.

“Pemohon secara hukum tidak dapat menerima ditetapkan sebagai tersangka tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, karena pemohon telah menjalankan tugas selaku Bupati Simalungun berdasarkan peraturan dan pemohon tidak pernah melakukan korupsi, sehingga pemohon berharap agar perkara dugaan korupsi yang dituduhkan kepada pemohon dilakukan penyelidikan secara komprehensif dan professional, sebelum  ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Kuasa hukum mengatakan, Dit Reskrimsus menyampaikan surat undangan pada 10 Januari kepada pemohon agar menghadiri gelar perkara 13 Januari 2012. Secara bersamaan Polres Simalungun mengeluarkan surat panggilan kedua. (mag-5)

Jalan Seperti Kubangan, Pemko tak Peduli

TEBINGTINGGI- Permintaan warga untuk mendapatkan jalan yang baik belum dipenuhi Pemko Tebingtinggi di Jalan Bunga Matahari, Lingkungan III, Kelurahan KaryaJaya, Kecamatan Rambutan. Di wilayah itu, jalan sepanjang 100 meter mirip dengan sawah karena sejak 5 tahun lalu belum tersentuh pembangunan.

Berdasarkan amatan Sumut Pos, Selasa (10/1) kerusakan jalan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan, selain jalanan rusak dan becek, jalan tersebut juga berlobang. Bahkan, di musim penghujang seperti sekarang jalan tersebut sulit untuk dilalui.

Seorang warga, Syahruddin (60) yang merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan, sebenarnya di masa Wali Kota Tebingtinggi, Ir Abdul Hafiz Hasibuan sudah ada laporan 30 warga yang disampikan langsung ke Kantor Pemko Tebingtinggi, hanya saja tidak ada realisasinya hingga kini. “ Warga berharap Pemko Tebingtinggi melakukan pengerasan, itupun warga akan sangat berterimah kasih,” harapnya.

Warga lainnya, M Tahan Harahap mengaku kecewa kepada Pemko Tebingtinggi tidak peduli dengan nasib warganya, yang berada di pinggiran kota karena selama 5 tahun belum dibangun.

Sementara itu, mKetua Panitia Proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi, Rudianto ST mengaku tidak mengetahui permasalahan tersebut, bahkan dikatakannya jalan tersebut tak bisa dibangun karena ada konflik dengan PTPN III. (mag-3)

Pemenang Lomba PDT 2011 Diumumkan

MEDAN- Panitia Pesta Danau Toba (PDT) 2011 mengumumkan pemenang lomba karya tulis dan film dokumenter Pesta Danau Toba 2011, Rabu (11/1). Dalam pengumuman tersebut, panitia menyebutkan ada sebanyak 65 peserta yang mengikuti perlombaan tersebut.

Dalam pengumuman yang disampaikan kepada wartawan, Ketua Penyelenggara Lomba Karya Tulis PDT 2011, Muhammad Sulaiman, Rabu (11/1) mengatakan, lomba karya tulis PDT 2011 diikuti oleh 33 peserta dari kabupaten/kota di Sumut dan tiga di antaranya berasal dari luar wilayah Sumatera Utara, yakni dari, Aceh, Lombok dan Yogjakarta.
Ketua Dewan juri lomba karya tulis PDT 2011, Janerson Girsang didampingi dua juri lainnya Cahyo Pramono dan Defri Yenni mengungkapkan, secara umum, para peserta lomba tulisan mengangkat masalah yang berkaitan dengan Danau Toba dan pengembangannya. Tapi, peserta juga memberikan solusi yang sangat menarik.

Untuk kategori lomba tulis, pemenang pertama diraih Achmad Zaky dengan judul tulisan Danau Toba Tujuan Wisata Dunia terbit di kissfm-medan.com. Kemudian, juara dua diraih Rindu Rumapea dengan judul tulisan Mempersiapkan Danau Toba Jadi Ikon Wisata terbit di Harian Medan Bisnis. Juara tiga diraih oleh Miduk Hutabarat dengan judul tulisan Membingkai Pesta Danau Toba 2014 terbit di Harian Analisa.

Sedangkan untuk kategori film dokumenter, Cahyo Pramono mengumumkan, juara I atas nama Desi Ariani Hasibuan, juara II atas nama Budiah Sari Siregar dan Juara III atas nama Ikrami MH Angkat.

Sedangkan Juara Harapan I atas nama Achmad Zaki Mubaroq dengan judul Eksibisi Paramotor Pesta Danau Toba 2011 (Meliuk Sejengkal Dipermukaan Danau) dan Juara Harapan II atas nama Arifin Sutrisna dengan judul Pesta Danau Toba (Mutiara Wisata). (ril)

Diancam Senpi Dompet Lenyap

MEDAN- Seorang warga Jalan Bandar Baru, Medan, Cong An Bun alias A Cong (60) disantroni kawanan perampok yang menggunakan senjata api (Senpi) di Jalan Parapat, Medan. Akibatnya, korban kehilang dompet berisi uang tunai sebesar Rp1 juta, STNK sepeda motor, SIM, KTP dan ATM.

Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, korban disantroni perampok bersenpi, Senin (9/1) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. A Cong baru keluar dari rumahnya dan menuju Jalan Parapat. Saat itu, didatangi dua orang pria berboncengan dan langsung memepet sepeda motornya dan memerintah berhenti sambil mengarahkan senpi.

Spontan langsung berhenti, tanpa banyak bicara satu pelaku yang dibonceng langsung turun meminta dompet. Semula korban enggan menuruti karena ditodongkan senpi, langsung dompet diserahkan tanpa perlawanan kepada pelaku. “Karena saya terancam saya serahkan saja. Habis itu saya didorong dan sepeda motor saya jatuh. Bahkan, saya diminta jangan teriak,” ujar A Cong kepada penyidik Polsekta Medan Timur saat melaporkan kejadian, Selasa (10/1).

Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SH melalui Kanit Reskrim AKP Ridwan SH mengatakan kasus tersebut tengah diproses. “Kalau mengenai senpinya itu, kami belum bisa pastikan. Karena itu masih hanya pengakuan korban,” ujarnya. (gus)

2 Pembunuh A Hok Divonis 27 Tahun

PANCURBATU- Majelis Hakim PN Lubuk Pakam unit Pancurbatu menjatuhi hukuman 27 tahun terhadap dua terdakwa pembunuhan Leo Chandra alias A Hok (26) di Jalan Jamin Ginting tepatnya di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit.
Demikian putusan majelis hakim yang diketuai, Mujiono SH, Rabu (11/1). Dua terdakwa yang dihukum itu, Dosin Sembiring alias Doa (27)  warga Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Tanah Karo divonis 15 tahun penjara potong masa tahanan dan terdakwa Natanael Bangun alias Nata (29), warga Desa Gongsol, Jalan Gundaling, Kecamatan Merdeka, Tanah Karo divonis 12 tahun penjara potong masa tahanan. Putusan tersebut 6 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya,  JPU Pince Puspasari SH dan Dicky Wirawan Sitinjak SH  menuntut kedua terdakwa dijatuhi hukuman 33 tahun penjara potong masa tahanan. Dengan rincian terdakwa Dosin Sembiring dijerat dengan pasal 340 junto 55 KUHP primer dan subsider pasal 338 junto 56 KUHP dengan tuntutan 18 tahun penjara, sedangkan Natanael Bangun dijerat pasal 340 junto 56 KUHP dengan tuntutan 15 tahun penjara serta dakwaan kedua sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) junto pasal 56  KUHP.

Penasehat Hukum kedua terdakwa Lion Sebayang, SH mengatakan pikir-pikir.
Usai sidang, kedua terdakwa enggan tak  mengeluarkan sepatah kata, hanya tertunduk menuju ruang tahanan sementara PN Pancurbatu.

Sebelumnya, kedua terdakwa membunuh Ahok di kawasan  Jalan Jamin Ginting, Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Kamis 28 April 2011 lalu. (roy/smg)

Simpati Casillas untuk Cabalero

KENDATI menyambut positif kemenangan 1-0 atas Malaga di La Rosaleda , Selasa (10/11) malam waktu setempat, kiper dan kapten Real Madrid, Iker Casillas, ogah merayakannya secara berlebihan.

Ia bahkan menunjukkan simpati kepada Wilfredo “Willy” Caballero, portero Los Boquerones.
Tampil apik di sebagian besar laga second leg 16 besar Copa del Rey itu dengan menangkal sejumlah peluang emas Los Blancos, satu blunder fatal pemain Argentina tersebut berujung gol kemenangan Madrid.

Mengantisipasi sepakan Karim Benzema yang tak begitu keras dan menuju tepat ke pelukannya, tangkapan Caballero kurang lengket sehingga bola kemudian bergulir melewati kedua kakinya dan masuk ke gawang.
“Sulit meraih kemenangan di Malaga,” ujar Casillas kepada situs resmi klubnya.

“Gol tersebut membuat kami mencapai babak berikut, tapi terasa sangat tak adil bagi kiper lawan. Posisinya bisa dikatakan seperti ini: satu kesalahan bisa merusak performa mengagumkan di sepanjang pertandingan,” sambungnya.
Hasil di La Rosaleda memastikan langkah pasukan ibu kota ke perempat-final Piala Raja dengan agregat 4-2. (net/jpnn)

Palace Kejar Final Pertama

LONDON – Crystal Palace melanjutkan kejutan di ajang Carling Cup 2012. Setelah menyingkirkan Manchester United, Palace tinggal selangkah menembus ke partai final setelah menumbangkan Cardiff City 1-0 pada leg pertama semifinal.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Selhurst Park, Rabu (11/1) dini hari WIB, Cardiff memulai pertandingan cukup baik. Tim tamu mengambil inisiatif serangan lebih dulu untuk menekan pertahanan Palace
Pada menit 10, Cardiff mendapatkan peluang untuk mencetak gol lewat kaki Joe Ralls. Sayang, tendangannya dari jarak 25 meter masih melambung dari gawang Palace yang dikawal oleh Julian Speroni.

Tim tuan rumah mencoba membalas serangan Cardiff. Pada menit 13, penyerang Glenn Murray berdiri bebas untuk menanduk bola, hasil umpan silang Darren Ambrose. Tapi, tandukan Murray masih melebar dari gawang Heaton.
Pada menit 40, Anthony Gardner berhasil menjebol gawang Heaton untuk membawa tim tuan rumah memimpin 1-0 pada babak pertama. Gol tercipta setelah Heaton gagal meninju bola, dari jarak dekat Gardner menceploskan bola.
Cardiff berusaha untuk bangkit dan menyamakan skor pada babak kedua. Sejumlah peluang berhasil didapat oleh tim berjuluk The Bluebirds. Namun, skuad Malky Mackay gagal memanfaatkan kesempatan itu.

Palace bukan tanpa peluang untuk menambah skor. Namun, skor 1-0 ini sepertinya sudah cukup untuk memastikan kemenangan tim tuan rumah pada leg pertama. Selanjutnya, Cardiff akan menjadi tuan rumah pada leg kedua.
Jika kembali meraih kemenangan pada leg kedua, maka bisa jadi itu akan menjadi partai final pertama bagi Crystal Palace. Ya, sejak 1990, Crystal Palace belum pernah lagi menjejak Wembley untuk melakoni partai final ajang besar.
“Itu adalah penampilan tim yang bagus. Pertandingan berjalansengit.  Anda bisa lihat itu tadi,” komentar Gardner di Sportinglife.

“Kedua kesebelasan tampil untuk memenangi pertandingan dan ini adalah pertemuan yang seru,” lanjut pemain bertahan itu.
Eagles (julukan Crystal Palace) boleh cuma menang tipis untuk modal leg II, tetapi keunggulan itu sudah cukup untuk memompa kepercayan diri meraih tiket final yang digelar di Wembley pada 26 Februari depan.
“Kami kini akan bersiap untuk leg kedua dan semoga kami bisa ke sana dan menang. Tak ada alasan kami tidak bisa melakukannya,” bilangnya.
“Kami adalah kumpulan pemain yang sangat percaya diri dan sejauh ini sudah mengalahkan sejumlah tim bagus. Kami bertekad untuk sukses,” seru Gardner.
Dalam usahanya mencapai semifinal, Palace yang bermain di divisi Championship sudah melewati hadangan sesama tim divisi itu seperti Middlesbrough dan Southampton. Tim Liga Primer pun sudah jadi korban Palace yang menyingkirkan Wigan di babak kedua, dan yang luar biasa ketika menyungkurkan Manchester United untuk sampai ke babak empat besar.
Jika berhasil lolos ke final, Palace akan berhadapan dengan klub Liga Primer lainnya, Manchester City atau Liverpool. (bbs/jpnn)

Diam-diam Beckham Kagumi Balotelli

David Beckham meminta kaos dan tanda tangan striker bengal Manchester City Mario Balotelli. Sekilas kurang masuk akal. Bukan hanya karena Beckham lebih terkenal, melainkan karena dia adalah mantan pemain Manchester United.

Tetapi itulah yang terjadi ketika keduanya menyaksikan pertandingan derby Manchester di Etihad Stadium (8/1). Ketika jeda pertandingan, pemain berusia 36 tahun itu mendatangi Balotelli di tribun VIP untuk mengajukan permintaannya. Kebetulan, Balotelli tidak bertanding karena cedera.

Sebagai pemain yang lebih junior, tentu saja Balotelli tersanjung dan bersedia memenuhi permintaan Beckham. Jangan salah sangka dulu, bukan Beckham yang mengidolakan Balotelli, melainkan putra pertamanya Brooklyn.
Bocah 12 tahun itu memang fans sepak bola dan salah satu idolanya adalah Balotelli. “Brooklyn memiliki koleksi yang hebat dari beberapa pemain sepak bola ternama,” jelas sumber dekat keluarga Beckham kepada The Sun.
Brooklyn juga ikut menyaksikan pertandingan yang dimenangkan United 3-2 pada babak ketiga Piala FA itu. “Dia (Brooklyn) adalah fans berat Balotelli dan sangat menginginkan untuk memiliki kostum bertanda tangan Balotelli,” lanjut sumber itu.

Sebagai ayah yang baik, Beckham tak kuasa menolak permintaan anaknya. Kenyataan bahwa dirinya adalah fans United sejati dan pernah membela Setan Merah, julukan United, tidak menggoyahkan niatnya meminta kepada Balotelli.

“Sekalipun City adalah rival berat dari United, Becks (sapaan Beckham) tidak masalah kalau dirinya disebut mengagumi Balotelli,” kata sumber itu lagi.

Di luar tingkahnya yang bengal dan doyan berulah, Balotelli memiliki kualitas yang hebat sebagai pemain. Pada usianya yang baru 21 tahun, pemain keturunan Ghana itu sudah menjadi andalan klubnya dan juga timnas Italia. (ham/jpnn)

RI Impor Beras Rp11,7 T

Total beras impor yang masuk ke Indonesia dari Januari hingga November 2011 sebanyak 2,5 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp11,7 triliun. Beras-beras impor itu berasal dari Vietnam, Thailand dan Cina.
Beras impor asal Cina ini, masuk ke pasar Indonesia pada bulan November 2011. Padahal bulan-bulan sebelumnya, importasi beras impor Cina sempat berhenti.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan November 2011, terdapat sebanyak 1600 ton beras asal Cina dengan nilai US$ 5,9 juta masuk ke tanah air. Pada 3 bulan sebelumnya, beras impor dari Negeri Tirai Bambu ini sudah tidak masuk. Dengan demikian, total beras impor dari Cina sejak Januari hingga November 2011 sebanyak 3500 ton dengan nilai US$ 11 juta.

Selain dari Cina, impor beras masih didominasi dari Vietnam. Total beras Vietnam yang masuk ke Indonesia sejak Januari 2011 sebanyak 1,6 juta ton dengan nilai US$ 835,6 juta. Sementara untuk bulan November saja, beras dari Vietnam yang masuk ke tanah air sebanyak 178,1 ribu ton dengan nilai US$ 102,9 juta.

Sementara itu, untuk beras asal Thailand, total beras yang masuk sejak Januari hingga November 2011 sebanyak 847,3 ribu ton dengan nilai US$ 475,8 juta. Untuk bulan November 2011, beras impor dari Thailand yang masuk sebanyak 104,1 ribu ton dengan nilai US$ 64,7 juta.

Dengan demikian, total beras impor dari Januari hingga November 2011, sebanyak 2,5 juta ton dengan nilai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 11,7 triliun. Sementara pada bulan November saja, beras impor yang masuk sebanyak 287,3 ribu ton dengan nilai US$ 174,8 juta.

Dengan tingginya impor beras dalam negeri, diperkirakan bakal mengalami kenaikan. Guna menghindari kenaikan harga beras di 2012 ini, membuat Perum Bulog harus menyalurkan beras miskin (raskin) lebih banyak. Bulog menyalurkan raskin selama Januari 2012 ini hingga dua kali dari biasanya dengan jumlah 524.000 ton.
Hal ini disampaikan Dirut Bulog Sutarto Alimoeso ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/1).

“Kenaikan harga beras akan memberatkan pihak yang berpendapatan rendah. Maka kita siapkan 524.000 ton raskin di Januari 2012 ini hingga penyalurannya mencapai dua kali,” jelasnya.Dikatakan Sutarto, kenaikan harga beras di Januari 2012 ini akan berlangsung hingga Februari 2012. Adapun kenaikannya meski cukup rendah namun justru memberatkan masyarakat miskin.

“Kenaikannya harga beras 2,5 persen. Nah itu berlangsung sampai Februari 2012, maka selama dua bulan sampai bulan depan ada raskin 3 kali penyaluran,” terang Sutarto.

Lebih jauh Sutarto mengatakan, kenaikan harga beras ini dikarenakan masalah suplai yang mengganggu. Biasanya, menurut dia, di Januari 2012 memang terjadi paceklik. “Kita harus tahu bagaimana ritmenya, kan memang 6 bulan surplus kemudian 6 bulan paceklik. Nah Januari 2012 ini bakal masuk musim paceklik,” tuturnya.

Hingga saat ini, raskin bulog sudah tersalurkan hingga 140.000 ton. Ia juga mengatakan stok beras Bulog selama 6 bulan ke depan masih aman. “Kan masih ada sisa impor sehingga stok Bulog masih aman hingga 6 bulan kedepan. Kini stok beras di Bulog mencapa 1,8 juta ton,” katanya.

Pada Januari 2012 ada alokasi impor beras akan masuk ke dalam negeri sebanyak 500.000 ton dan di Februari masuk lagi sebanyak 200.000 ton. “Termasuk India, Thailand dan Vietnam,” pungkasnya. (net/jpnn)