26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1402

Bobby Nasution Berharap Lahir Kebijakan Sesuai Kebutuhan Masyarakat untuk Tingkatkan Potensi Daerah

FOTO BERSAMA:  Bobby Nasution yang juga Ketua Komwil I Apeksi, foto bersama saat Pertemuan Raker Komwil I Apeksi tahun 2023 di ballroom hotel Marriott Harbour Batam, Provinsi  Kepulauan Riau, Rabu (14/6/2023). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) akan melahirkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat guna meningkatkan potensi daerah masing-masing.

“Rapat Kerja (Raker) ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan potensi terbaik berdasarkan karakteristik dan kearifan lokal di daerah kita masing-masing,” kata Bobby Nasution yang juga Ketua Komwil I Apeksi saat Pertemuan Raker Komwil I Apeksi tahun 2023 di ballroom hotel Marriott Harbour Batam, Provinsi  Kepulauan Riau, Rabu (14/6/2023).

 Dalam pertemuan yang dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya Sugiarto yang juga Wali Kota Bogor, Bobby Nasution mengajak 23 Wali Kota yang tergabung dalam Komwil I Apeksi dari 5 Provinsi ini dapat memperjuangkan kebijakan dan anggaran untuk mendukung peningkatan pembangunan dan pelayanan publik di wilayahnya, Salah satunya langkah pemulihan perekonomian di masing-masing wilayah.

“Kita harus mampu mengambil peran besar pasca krisis yang belakangan ini terjadi untuk kembali menstabilkan perekonomian kita. Salah satunya dengan meningkatkan peluang bisnis melalui keberadaan UMKM,” Ujar Bobby Nasution pada Pertemuan yang mengambil tema ‘bersinergi untuk peningkatan Investasi dan Pengendalian Inflasi’.

Bobby Nasution menambahkan seluruh Pemko Komwil I Apeksi dapat memanfaatkan momentum raker ini untuk menyampaikan keunggulan serta potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Hal ini sebagai upaya untuk saling membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama terhadap pasokan pangan.

“Raker Komwil ini adalah peluang yang sudah ditandatangani dan kita lihat daerah mana saja yang komoditi-komoditi contohnya atau produknya yang kita butuhkan di daerah kita, dan  ada di daerah anggota Komwil I yang bisa kita kerja sama,” Ungkap Bobby Nasution

Menurut Bobby Nasution,  Apeksi dituntut untuk terus berupaya menjadi organisasi yang terpercaya dan profesional di bidang pemerintahan perkotaan melalui pembangunan yang demokratis, transparan, otonomi yang bertanggung jawab sesuai struktur pemerintahan kota yang berlaku di seluruh NKRI.

“Dengan terbentuknya pembangunan yang demokratis, transparan dan bertanggung jawab ini, kita mampu mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan nyaman. Jangan sampai kita melupakan bahwa masyarakat adalah bagian terpenting dalam keberlangsungan sistem pemerintahan yang kita pimpin,” Jelas Bobby Nasution.

 Selanjutnya Bobby Nasution juga berharap pertemuan ini mampu membentuk dan merumuskan rekomendasi, kebijakan serta program kerja ke depannya yang akan kita lakukan demi merealisasikan pelaksanaan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab demi memperjuangkan kehidupan pemerintahan di wilayah kerja masing-masing.

Pada pertemuan Raker Komwil I Apeksi yang berlangsung dari tanggal 13-15 Juni 2023 ini Bobby Nasution bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Wakil Ketua Komwil I Apeksi ( Wali Kota Solok, Wali Kota Tanjung Pinang, Wali Kota Binjai) dan 19 Wali Kota yang tergabung dalam Komwil I Apeksi melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama disaksikan Ketua Dewan Pengurus Apeksi.

Sementara itu Bima Arya, Ketua Dewan Pengurus APEKSI  mengungkapkan Raker Komwil I APEKSI yang melibatkan sebanyak 24 pemerintah kota di Komwil I dapat saling bertukar informasi terhadap potensi yang dimiliki daerah masing-masing. Artinya saling bertukar informasi dengan fokus  tetap sinergi untuk pertumbuhan ekonomi dan pencegahan inflasi.

 “Dalam Raker ini 24 Kota yang tergabung dalam Komwil I Apeksi dapat bekerjasama dan saling bertukar potensi. Apalagi dalam pertemuan ini juga telah ditandatangani kesepakatan bersama,” ujar Bima Arya. (rel)

Wujudkan Generasi Beriman dan Bertaqwa, Sekolah RA Fatahillah Wisuda 76 Siswa

Sekolah RA Fatahillah Medan Amplas menggelar Pelepasan/Wisuda tahun ajaran 2022-2023 terhadap 76 siswa di Gedung Muhammadiyah Jalan SM. Raja Medan, Rabu (14/6/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah RA Fatahillah Medan Amplas menggelar
Pelepasan/Wisuda tahun ajaran 2022-2023 terhadap 76 siswa di Gedung Muhammadiyah Jalan SM. Raja Medan, Rabu (14/6/2023).

Penampilan pentas seni dari siswa siswi memeriahkan kegiatan yang bertema ‘Mewujudkan Generasi yang Beriman dan Bertaqwa’ ini. Para siswa menunjukkan kebolehannya menari Manuk Dadali, Sajojo, Wonderland Indonesia dan sebagainya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan HJ. Rahmi Fauzan RA Fatahillah Ir. Mahadi Surya Putra, Perwakilan Kemenag Kota Medan Sahyanto SAg, para guru dan orang tua siswa.

Kepala Sekolah RA Fatahillah Hj. Sri Rahmi menuturkan, RA Fatahillah genap sudah 10 tahun berjalan/beroperasi. Dalam perjalanan tersebut, Sekolah yang berada di Jl. Tuar No. 1 Amplas, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, ini telah meluluskan 800 siswa.

“Alhamdulillah, semua ini berkat dorongan ayah bunda (orang tua) yang telah mempercayakan anaknya kepada kami. Terimakasih atas dukungannya, sehingga anak kami bisa membaca menulis dan berhitung dan keterampilan lainnya,” pungkasnya.

Dia berharap, lulusan RA Fatahillah kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha dan sukses dunia akhirat. “Mohon maaf kami kepada ayah bunda, mungkin selama ini ada perkataan perbuatan yang kami lakukan kurang berkenan di hati, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami juga mendoakan lulusan RA Fatahillah kelak menjadi anak yang soleh dan soleha dan sukses dunia akhirat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Perwakilan Kemenag Kota Medan Sahyanto SAg mengapresiasi RS Fatahillah karena lulusan sudah bisa membaca dan menulis. “Alhamdulillah. RA Fatahillah tiap tahun semakin maju, saat ini saja sudah 50 -an orang siswa siswi baru yang sudah mendaftar, sementara masih banyak Raudhatul Athfal lain siswa barunya masih berjumlah 10 orang, ada juga dua orang,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada orang tua para siswa yang diwisuda untuk terus berdoa dan mendidik anak-anak serta menanamkan aqidah sehingga anak-anak tetapi berakhlak karimah, adab dan sopan santun.

Suasana wisuda juga diwarnai rasa haru. Sebab, sejumlah orang tua antre ingin bersalaman dengan para dewan guru untuk mengucapkan terima kasih karena telah mendidik anak-anaknya. (rel/sih)

Pengorekan Badan Jalan Nasional di Kota Sidikalang Dairi Makan Korban Sepeda Motor

LUKA-LUKA. Seorang ibu- ibu menumpangi sepeda motor mengalami luka serius di wajah karena terjatuh dilokasi perbaikan jalan nasional dikota Sidikalang, Kabupaten Dairi yang dilakukan BBPJN Medan, Rabu (14/6/2023).Istimewa.

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Proyek perbaikan jalan nasional di sepanjang jalan protokol di Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, makan korban pengendara sepeda motor.

Amatan wartawan, Rabu (14/6/2024) malam, salah satu pengendara sepeda motor terjatuh di area pengorekan badan jalan di sekitar jalan Sisingamangara dan jalan Ahmad Yani, Kota Sidikalang.

Ketua DPC PDI Kabupaten Dairi, Resoalon Lumbangaol kepada wartawan, Rabu (14/6/2023) malam menegaskan, pengorekan badan jalan/lapisan aspal telah menyusahkan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor.

Mirisnya, malam ini seorang ibu rumahtangga terluka parah karena sepeda motor ditumpanginya jatuh di lokasi pengorekan jalan dimaksud.

Resoalon menandaskan, malam ini bisa jadi akan banyak lagi yang tergelincir di badan jalan berlubang itu. ” Kalau itu dibiarkan 1 minggu lagi, setiap hari akan bertambah korban baru,” ucapnya lagi.

Menurut Resoalon, pelaksana pekerjaan/rekanan tidak memasang plank terkait pemberitahuan ada perbaikan jalan. Sehingga, pengendara tidak mengetahui ada proses perbaikan dan menjadi korban apalagi di malam hari, jelasnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Dairi itu mengatakan, atas kejadian itu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Medan, harus bertangungjawab kepada para korban. Ia mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap rekanan yang melaksanakan pekerjaan perbaikan jalan itu.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dairi, menyoroti proses tambal sulam di
lintasan jalan nasional di Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi yang dilakukan Kementerian PUPR melalui BBPJN Medan tanpa ada plank pemberitahuan dan menyebabkan pengguna jalan menjadi korban kecelakaan lalulintas. (rud).

Target 1 Emas di PON 2024, PBSI Sumut Andalkan Atlet Lokal

PAPARKAN: Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sumut, Kusprianto ST didampingi Kepala Bidang Prestasi Anton King memaparkan soal persiapan di Posko Publikasi PON XXI Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Rabu (14/6). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perstuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Utara (Sumut) mengandalkan atlet lokal pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Dengan atlet lokal tersebut, mereka optimis meraih 1 medali emas.

Hal itu dikatakan Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sumut, Kusprianto ST didampingi Kepala Bidang Prestasi Anton King di Posko Publikasi PON XXI Wilayah Sumut, Kantor Dispora Sumut, Rabu (14/6).

“Untuk PON 2024 nanti, kita mengandalkan atlet lokal. Meski latihan di Pulau Jawa, tapi mereka kelahiran Sumatera Utara,” ungkap Kusprianto.

Dijelaskan, saat ini PBSI Sumut mempersiapkan 16 atlet menuju PON 2024. Rinciannya delapan putra dan delapan putri. “Saat ini yang menjalani Pelatda KONI Sumut adalah delapan atlet putra. Setelah tes fisik kemarin, kita berharap delapan atlet putri bisa bergabung,” harapnya.

Sedangkan bulutangkis pada PON 2024 mendatang akan memperebutkan 7 medali emas. Tujuh nomor yang dipertandingkan yakni beregu putra, beregu putri, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putra, dan ganda campuran.

Kusprianto mengungkapkan Sumut membidik 1 medali emas pada PON 2024 nanti. Medali emas dibidik dari nomor tunggal putri. “Harapan kita bisa meraih medali emas dari tunggal putri, meskipun nomor lain juga memiliki peluang,” ungkapnya.

Tinggal putri diharapkan dari Nurul Tetra Junia Matondang. Pebulutangkis asal Labura tersebut saat ini bergabung dengan PB Djarum dan berada di peringkat empat nasional. “Kita berharap Nurul bisa membuat sejarah di PON nanti. Prestasi terbaik bulutangkis Sumut pada PON adalah medali perunggu tahun 2008 lalu ,” sebutnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, PBSI Sumut melakukan latihan intensif. Yang bergabung dengan Pelatda KONI Sumut melakukan latihan 10 sesi dalam seminggu. “Kita juga berencana akan melakukan try out ke Pulau Jawa. Kemudian kita juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunnia Seri 100. Semua atlet kita akan tampil di sana,” paparnya.

PBSI Sumut yakin karena cabang bulutangkis pada PON 2024 khusus untuk kelahiran 2003. Kemudian atlet yang tampil wajib terdaftar di Sistem Informasi (SI) PBSI. “Jadi minim pencurian umur,” sebutnya.

Untuk kendala, PBSI Sumut mengeluhkan kekurangan kok (bola). “Hingga saat ini kita masih mengusahakan kok secara mandiri, belum ada bantuan. Mudah-mudahan ke depan dapat bantuan,” tandasnya.

Sedangkan Wasping KONI Sumut Mansyur mengakui atlet bulutangkis membutuhkan try out dengan lawan lebih bagus. Kemudian soal kok, memang tanggungjawab cabang olahraga. “KONI Sumut hanya memberikan uang pembinaan dan suplemen. Begitupun kita akan memikirkan,” pungkasnya. (dek)

Kadispora Sumut Dukung Kinantan Futsal Berlaga di LFN 2023

POSISI PUNCAK: Skuad Kinantan Futsal menempati posisi puncak di klasemen sementara babak 34 Besar LFN. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kinantan Futsal berhasil menempati posisi puncak di klasemen sementara Grup A dalam babak 34 Besar Liga Futsal Nusantara (LFN) 2023.

Kinantan Futsal sukses memenangi lima laga awal dan mengoleksi nilai 15 di GOR Megang, Lubuklinggau. Tiga laga tersebut, yakni menang atas Bintang Gema (Aceh) 7-1, Abhiseva (Bengkulu) 4-1, Anugerah FC (Kepri) 5-1, Thorium (Babel) 5-3, dan SS Pariaman (Sumbar) 4-1. Berikutnya Kinantan Futsal akan menghadapi Sumsel (16 Juni) dan Jambi (17 Juni).

Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian, menegaskan mendukung penuh Kinantan Futsal berlaga di babak 34 Besar Liga Futsal Nusantara (LFN) 2023. Pasalnya, sejauh ini Kinantan Futsal sukses bertengger di puncak klasemen, sehingga mengharumkan nama futsal Sumut di tingkat nasional.

“Saya ikuti terus mereka berlaga di tingkat nasional. Sejauh ini mereka mampu mengalahkan tim-tim dari Pulau Sumatera lainnya, tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumut,” katanya.

Dirinya berharap trend positif dapat terus diraih skuad Kinantan Futsal. “Kalau bisa mereka bisalah meraih hasil terbaik dengan menembus putaran final,” pintanya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Kinantan Futsal, Akhmad Riansyah, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih tersebut. Namun, pemain tidak boleh berpuas diri karena di depan akan ada laga berat yang akan dihadapi.

“Semoga tim tetap fokus di sisa dua pertandingan lagi menghadapi tim Sumsel dan Jambi. Satu kemenangan lagi akan memastikan kita lolos ke babak 8 besar” ujar Akhmad Riansyah.
Dikatakan, target untuk babak ini memang juara grup. “Kemudian bila lolos akan melakoni babak 8 besar di Tegal. Target besarnya lolos ke Liga Pro Futsal,” pungkas Andi. (gus)

Dispora Sumut Gelar Seleksi Atlet Popnas 2023

SELEKSI: Para atlet judo bersama panitia dan pelatih pada seleksi menuju Popnas 2023. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumatera Utara bersama cabang olahraga menggelar seleksi untuk menjating atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI/2023 di Sumatera Selatan. Seleksi dilakukan untuk 12 cabang olahraga yang nantinya akan diikutsertakan pada Popnas tahun ini.

Ada delapan cabang olahraga yang menggelar seleksi di tahap pertama ini. Di antaranya, atletik, pencak silat, angkat besi, judo, panjat tebing, senam, tenis lapangan, dan wushu. Pelaksanaan seleksi tahap pertama tersebut berlangsung mulai 14 – 15 Juni, sedangkan khusus cabor wushu seleksi dilakukan melalui kejuaraan yang berlangsung di Siborongborong (Taput) mulai 14 -19 Juni.

Seleksi cabor pencak silat berlangsung di PPLP Sumut. Setidaknya ada 112 pendekar dari 27 kabupaten/ kota yang mengutus atletnya pada seleksi kali ini. Sekretaris Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara, Ismail menjelaskan, peserta merupakan rekomendasi dari tiap-tiap Pengcab IPSI maupun dispora kabupaten/ kota. Nantinya dalam seleksi kali ini akan diambil juara di kelas yang telah disesuaikan dengan kuota Sumut. Pada hasil selekda kali ini, IPSI selanjutnya akan merekomendasikan nama-nama pemenang di tiap kelas ke pihak Disporasu.

“Untuk atlet 112 orang seleksi di nomor individual (tanding), sedangkan di nomor seni Tunggal itu ada 11 orang. Untuk sektor putra mempertandingkan kelas C,E,I, dan tunggal seni sedangkan putri kelas A,D, dan F sehingga totalnya ada 7 kelas. Karena di Popnas kita ada 6 kuota kelas laga dan 1 kelas tunggal (seni),” ucap Ismail.

Terkait peluang pada Popnas tahun ini, Ismail tidak ingin pasang target muluk-muluk, sebaba persaingan di tingkat nasional tentu akan lebih sengit. Namun, berkaca pada hasil Porwil Sumatera, pencak silat Sumut sukses mendulang 3 emas.

“Kalau atletnya bagus tapi pembinaan gak berjalan baik yang report juga. Artinya persaingan di nasional tentu lebih berat, apalagi dari Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur tentu punya atlet bagus,” kata Ismail.

Sementara, Ketua Seleksi Popnas, Maimun Masri melalui Sekretaris Johan Erik Purba menjelaskan pada Popnas tahun 2023, Sumut mendapatkan kuota 90 atlet dari 12 cabor. Jumlah tersebut adalah hasil Porwil Sumatera pada 2022. Seleksi kali ini diharapkan terjaring atlet terbaik dari yang terbaik untuk nantinya menjadi andalan Sumut meraih medali di Popnas.

“Atlet peraih medali di Porwil Sumatera tidak otomatis lolos ke Popnas. Mereka tetap kita ikutkan dalam seleksi ini karena kita inginkan atlet terbaik lah yang membela Sumut di Popnas. Memang kita dapat kuota 12 cabor dari total 22 cabor yang dipertandingkan di Popnas,” kata Erik.

Selain pencak silat, cabor atletik dan angkat besi juga berlangsung di PPLP Sumut Jalan Sekolah pembangunan Medan Sunggal. Kemudian cabor judo di Padepokan Judo PJSI, panjat tebing di Stadion Mini Disporasu, senam di GOR senam Persani Sumut, dan cabor tenis lapangan di Lapangan tenis PLN.

Sementara untuk 4 cabor baru akan dilaksanakan seleksi tahap kedua yang berlangsung mulai 17-25 Juni 2023. Diantaranya karate di PPLP Provsu, panahan di Stadion Disporasu, tinju di Pusdiklat Pertina Sumut, dan taekwondo di GOR Cemara Asri. (dek)

Usbat Ganjar Edukasi Masyarakat Medan tentang Mandi Janabah

Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumut saat pelatihan mandi janabah di Jalan Kawat II, No 28, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumut, Rabu (14/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan menyambut baik dan antusias pelatihan mandi janabah yang diadakan sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Kawat II, No 28, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumut, Rabu (14/6).

Koordinator Daerah Usbat Ganjar Kota Medan Ustaz M Nizar Nur menyampaikan, mandi janabah sendiri ialah istilah yang merujuk pada keadaan tidak suci setelah melakukan hal-hal tertentu, di antaranya hubungan suami istri, haid, melahirkan, keluarnya air mani baik disengaja maupun tidak.

“Kami mengadakan pelatihan mandi janabah. Setelah pelatihan ini diadakan, alhamdulillah masyarakat tercerah,” kata Nizar usai acara.

Nizar mengemukakan mandi janabah dilakukan dengan cara niat, menyiram seluruh tubuh dengan air yang suci, membasuh rambut, dan memastikan bahwa seluruh tubuh telah terkena air dengan sempurna. Setelah melakukan manfi janabah, maka ibadah pun menjadi sah.

“Dalam mengangkat hadas besar harus ada niat, membasuh dengan air dari ujung kaki ke kepala. Jangan sampai di antara badan itu tidak dikenai air. Itu mandi janabah,” tegasnya.

Nizar menyatakan pihaknya berencana untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai wilayah untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai dalam menjalankan ibadah.

Dengan demikian, mereka berharap dapat membantu umat muslim dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka.

“Alhamdulilah antusias masyarakat didalam pelatihan mandi janabah ini sungguh amat luar biasa. Kami akan terus melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk pencerahan umat,” tuturnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk Perwiritan Kawat 2 Al Fitriyah, Kota Medan, dan warga umum yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang mandi janabah.

Acara ini disambut baik dan antusias oleh masyarakat. Hal itu terlihat jelas sepanjang acara pelatihan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi.

Para peserta mengakui bahwa acara tersebut memberikan pemahaman yang mendalam dan meningkatkan keyakinan mereka dalam menjalankan praktik mandi janabah dengan benar.

Ketua Perwiritan Kawat 2 Al Fitriyah, Kota Medan, Nur Lena menyatakan kegiatan itu sangat bermanfaat. Dia berharap kegiatan positif itu terus dilakukan oleh Usbat Ganjar Sumut.

Usbat Ganjar bersama dengan masyarat turut mendoakan agar masyarakat Indonesia lebih maju dan sejahtera, serta Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024.

“Tadi bermanfaat apa yang disampaikan ustaz. Kami memperkuat silaturahmi, dan khususnya untuk Pak Ganjar, mudah-mudahan nantinya diangkat jadi Presiden Republik Indonesia,” ujar Lena. (rel/tri)

Tasyi Athasyia Minta Maaf kepada Karyawan yang Mengaku Dikasih Makanan Sisa

YouTuber Tasyi Athasyia membuat sebuah video yang berisi tentang permintaan maafnya setelah beberapa hari belakangan viral cerita soal perlakuannya dan suami terhadap mantan karyawan. Video tersebut diunggah di akun instagramnya.

Mantan karyawannya tersebut merasa diperlakukan tidak menyenangkan, cuma diberi makanan sisa saat berada di luar negeri sampai sakit maag. “Kami mau meminta maaf yang sebesar-besarnya atas nama aku dan suami atas kesalahan-kesalahan kami. Yang mungkin selama ini ada pihak yang merasa dirugikan sama kami atau ada cara kami yang salah dalam menyelesaikan masalah, kami minta maaf,” ujar Tasyi Athasyia.

Cerita tentang eks karyawan Tasyi ini memang viral di media sosial. Di Twitter misalnya, thread tentang hal itu telah dibaca sampai 17 juta kali sejak beberapa hari belakangan.

Komentar-komentar tak sedap pun bermunculan dari para pengguna media sosial diarahkan ke Tasyi yang merupakan saudara kandung Tasya Farasya itu. “Alhamdulillah kita melewati beberapa hari ini dengan pikiran yang jenih, hati yang tenang agar ke depannya lebih baik lagi,” tutur Tasyi.

Selain meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti oleh dirinya baik disengaja ataupun yang tidak disengaja, Tasyi menegaskan akan membuka komunikasi untuk menyelesaikan permasalahan. Tasyi lantas membuka semacam hotline aduan apabila ada pihak-pihak yang juga merasa ikut tersakiti oleh dirinya. Tujuan utamanya adalah dia ingin menyelesaikan permasalahan secara baik-baik.

“Untuk menyampaikan keluhan sekiranya ada masalah yang masih menggantung, baik yang kami ketahui atau tidak kami ketahui, mohon jangan ragu untuk menghubungi WhatsApp 0817-7097-3733. Akan dibuka dari tanggal 14-21 juni 2023 nomor aktif dari jam 12-5 sore setiap harinya,” jelasnya.

Tasyi menganggap permasalahan ini sebagai pembelajaran berharga untuknya agar dapat memperbaiki diri pada masa yang akan datang. (jpc/ram)

Putri Ariani Berharap Duet dengan Siti Nurhaliza

Penyanyi asal negeri jiran, Siti Nurhaliza memuji penampilan Puti Ariani di ajang America’s Got Talent beberapa waktu yang lalu. Dalam sebuah unggahan video, seorang netizen menyebutkan penampilan Putri Ariani menginggatkannya pada Siti Nurhaliza.

“Masya’allah… adik @arianinismaputri. Terus lah berjaya dan terbang tinggi, banggakan ibu bapakmu dan negaramu. Serta terus menjaga agama dan jati dirimu,” komentar Siti Nurhaliza.

Unggahan itu kemudian di-repost oleh Putri Ariani. Ia balik memuji Siti Nurhaliza. Bahkan, siswi SMKN 2 Kasihan atau SMM Yogyakarta itu juga tertarik untuk berduet.

“Thank you so much @ctdk. Putri suka sangat lagu-lagu @ctdk, semoga bisa ketemu langsung, nak sangat berduet,” tulis Putri Ariani.

Tak disangka, Siti Nurhaliza membalas ajakan itu. Ia mengatakan proyek duet tersebut mungkin saja terjadi.

“Insyaallah sayangku,” jawab Siti Nurhaliza di unggahan selanjutnya.

Sanjungan tak hanya diberikan oleh Siti Nurhaliza. Beberapa YouTuber luar negeri juga memberikan reaksi atas penampilan Putri Ariani. Mereka sepakat memberikan nilai yang baik.

“Beautiful. You could feel her heart,” ujar Rebecca Vocal Athlete, salah satu YouTuber luar negeri.

Atas pencapaian Putri Ariani ini, ia mendapat banyak hadiah. Termasuk dari Kemendikbud Ristek melalui program Beasiswa Indonesia Maju atau BIM.

Prestasi ini juga diunggah Putri Ariani di Instagram-nya. Ia merasa sangat bangga dan senang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Juilliard School.

Tak hanya itu saja, Putri Ariani juga mendapat pujian dari Presiden RI Joko Widodo di media sosial. (bbs/ram)

MA Putuskan Kekey Anak Rezky Aditya, Wenny Ariani Minta Uang Nafkah Rp7,5 Miliar

SUMUTPOS.CO – Kasus sengketa pengakuan anak antara Wenny Ariani dengan Rezky Aditya kini resmi berakhir dengan adanya putusan tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

MA dalam putusannya menolak permohonan kasasi yang diajukan suami Citra Kirana sekaligus menguatkan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Banten. Mahkamah Agung dalam putusannya menetapkan Naira Kaemita alias Kekey sebagai anak biologis dari Rezky Aditya.

“Menyatakan seorang anak perempuan adalah anak biologis dari tergugat/terbanding selama tergugat/terbanding tidak dapat menggugat sebaliknya dan menolak untuk selebihnya,” demikian putusan MA dilansir dari laman website-nya.

Ferry Aswan selaku kuasa hukum Wenny Ariani mengatakan, dirinya sudah mengetahui putusan MA yang menolak kasasi Rezky Aditya dan secara otomatis memenangkan kliennya, Wenny Ariani.

“Alhamdulillah saya dapat kabar hari ini kasasinya ditolak. Rizky Aditya dinyatakan sebagai ayah biologisnya,” kata Ferry Aswan saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (13/6)

Dengan adanya putusan tingkat kasasi MA, Ferry Aswan menyebut putusan bahwa Rezky Aditya memang ayah biologis dari Kekey kini semakin kuat dan semakin tak terbantahkan.

Pihak Rezky Aditya masih ada kesempatan untuk melakukan upaya hukum di tingkat PK (Peninjauan Kembali). Namun, Rezky Aditya harus menunjukkan bukti kontra atas putusan sebelumnya.

“Kalau pun mau PK harus ada bukti bahwa DNA-nya tidak identik. Namun faktanya dia tidak melakukan tes DNA dan malah mengajukan kasasi. Harusnya kalau mau tes DNA dari kemarin kemarin,” paparnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) Banten telah menetapkan Rezky Aditya sebagai ayah biologis dari Naira Kaemita Sasmita atau Kekey, anak yang lahir di luar ikatan pernikahan buah hubungan Rizky Aditya dengan Wenny Ariani. Vonis tingkaf banding tersebut resmi diputus pada tanggal 20 Mei 2022.

Putusan itu berdasarkan upaya hukum banding yang dilakukan Wenny Ariani. Pengadilan Tinggi Banten membatalkan putusan majelis hakim pengadilan tingkat pertama atau Pengadilan Negeri Tangerang.

Binsar M. Gultom, Humas Pengadilan Tinggi Banten, mengatakan pada Selasa (24/5/2022), bahwa Kekey merupakan anak biologis dari terbanding selama terbanding tidak dapat membuktikan sebaliknya.

Ferry Aswan selaku kuasa hukum Wenny Ariani mengatakan bahwa pihaknya memasukkan nominal sebesar Rp 7,5 miliar terkait masalah nafkah anak yang dimintakan kepada Rezky Aditya dalam kasus gugatan perbuatan melawan hukum (PMH). Gugatan PMH itu dilakukan mengingat Wenny-Rezky tidak terikat hubungan pernikahan.

Angka Rp7,5 miliar tersebut dimintakan Wenny ke Rezky meliputi biaya hidup, pendidikan, dan kesehatan, sejak anaknya Kekey baru terlahir ke dunia sampai dia berusia 21 tahun. “Kalau untuk nafkah kita tidak bisa bicara karena belum lihat amar putusannya. Tapi kita memang memasukkan angkanya Rp7,5 miliar dari anaknnya baru lahir sampai umur 21 tahun,” jelas Ferry Aswan di bilangan Fatmawati Jakarta.Selatan, Selasa (13/6).

Sekalipun MA sudah menjatuhkan putusan kasasi, Ferry Aswan mengaku belum tahu secara pasti apakah angka tersebut dipenuhi dan dicantumkan dalam amar putusan atau tidak. Ferry Aswan mengaku dirinya belum membaca amar putusan secara utuh.

“Dengan Rezky dinyatakan ayah biologis, itu pasti ada konsekuensi hubungan keperdataan, misalnya mengenai biaya anak. Tapi itu belum saya lihat apakah dalam putusan kasasi ini masuk atau tidak, saya belum tahu,” katanya.

Dia juga mengatakan, untuk bicara terkait nafkah anak untuk sekarang ini dinilai masih terlalu jauh. Gambaran yang paling dekat adalah bagaimana mempertemukan Rezky Aditya dengam Kekey. Pertemuan ini dinilai sangat penting agar Kekey tahu siapa ayah biologisnya. “Ini bukan hanya untuk anak Bu Wenny, tapi seluruh anak yang mengalami nasib sama bahwa anak bisa mengeratahui siapa ayah biologisnya,” papar dia. (jpc/ram)