27.8 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 14056

Lonjakan Penumpang 45 Persen

Hari Ini, Puncak Arus Balik

MEDAN- Dipastikan, puncak arus balik luar daerah ke Kota Medan terjadi hari ini, Selasa (3/1). Diperkirakan, lonjakan penumpang mencapai 45 persen.

“Sampai saat ini, lonjakan penumpang di Terminal Amplas belum terlalu kelihatan. Hanya 2 persen saja. Tapi dipastikan untuk puncak arus balik akan meningkat mencapai 45 persen pada esok hari (hari ini, Red),” kata Kepala Terminal Amplas Asli Peranginangin, Senin (2/1).

Jika dibandingkan tahun lalu, lanjutnya, peningkatan arus balik tahun ini lebih sedikit. “Paling banyak penumpang arus balik dari Siantar ke Medan. Perbandingan dengan tahun semalam, penumpang yang balik lebih sedikit karena pada umumnya sudah balik ke Medan dari kemarin. Kebanyakan dari mereka ingin merayakan Tahun Baru di Medan setelah merayakan Natal di kampung,” jelasnya.

Sedangkan untuk persiapan angkutan mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik, Terminal Amplas menyiapkan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 80 unit dengan penumpang berangkat 1.500 orang. Sedangkan  82 unit dengan penumpang tiba 1.000 orang.

Lanjutnya, untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 230 unit dengan penumpang berangkat 1.915 orang dan yang tiba sebanyak 240 unit dengan penumpang 300 orang. Kemudian untuk MPU dengan jumlah bus bernagkat sebanyak 451unit dengan penumpangnya 3.200 orang. Sedangkan untuk tiba sebanyak 400 unit dengan penumpang 3.000 orang.

“Dan dari segi pelayanan, persiapan yang dilakukan pihaknya sama dengan hari besar sebelumnya seperti Lebaran, Natal dan lainnya. Jasa tenaga dokter, pemeriksaan fisik bus dan lainnya tetap disediakan jauh hari sebelum arus balik,” ucapnya.

Menurutnya, untuk harga dan stok tiket seluruh loket menjual dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah. “Tidak ada kenaikan melebihi batas atas. Persaingan angkutan di Terminal Amplas tinggi, jadi tidak ada yang menaikkan harga tiket melebihi batas,” ucapnya.

Sementara, di Terminal Pinang Baris tidak terjadi peningkatan arus balik. Hal itu ditegaskan Kepala Terminal Pinang Baris Arjani Siregar yang menuturkan, kalau masyarakat banyak menggunakan angkutan jasa rental.
“Tidak ada peningkatan di Terminal Pinang Baris, karena pada umumnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi ke beberapa daerah tujuan. Seperti ke Langkat, masyarakat pergi dengan kendaraan pribadi jadi tidak banyak yang pergi menggunakan bus angkutan,” bebernya singkat.

Sementara di arus balik di Stasiun Besar Kereta Api dan Bandara Polonia juga belum terlalu siginifikan. “Belum ada lonjakan yang signifikan, mungkin para calon penumpang masih berada di kampung halamannya masing-masing,” kata Kepala Besar Stasiun Kereta Api (KSB KA) Medan Jasrin Sibarani saat memantau arus balik, Senin (2/1) siang.
Jasrin mengatakan, semua kereta api dioperasikan hingga H+5 dan petugas juga disiagakan. “Kalau untuk tiket tidak ada mengalami kenaikan dan semua kereta api beroperasional. Tempat duduk masih banyak dan keamanan tetap kita berkoordinasi dengan lintas sektor,” paparnya.

Hal senada juga diucapkan Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Ali Sofyan. Diterangkannya, jumlah penumpang tidak mengalami kenaikan yang signifikan bila dibandingkan 2011 lalu. “Untuk Terminal Kedatangan Domestik per 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 53 dan jumlah penumpang 6.397 orang. Untuk per 1 Januari 2012 jumlah pesawat 62 dengan jumlah penumpang 7.623 orang. Untuk Terminal Keberangkatan Domestik per 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 53 dengan jumlah penumpang 7.569 orang. Untuk 1 Januari 2012, jumlah pesawat 62 dengan jumlah penumpang 8.408 penumpang,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk Terminal Kedatangan International 1 Januari 2011 lalu, jumlah pesawat 16 pesawat dengan total penumpang 1.938 orang dan 1 Januari 2012 jumlah pesawat 23 pesawat dengan total penumpang 2.995 orang. “Untuk Terminal Keberangkatan International per 1 Januari 2011 lalu jumlah pesawat 16 pesawat dengan total penumpang 1.521 orang. Untuk 1 Januari 2012 jumlah pesawat 23 pesawat dengan total penumpang 2.182 penumpang,” sebutnya.

Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengaku, kenaikan belum ada kenaikan karena para penumpang mungkin belum ada yang pulang. “Walaupun demikian, keamanan akan tetap kita siagakan demi kenyamanan dari calon penumpang. Bandara sejauh ini akan tetap menyiagakan semuanya hingga H+7 nanti,” pungkasnya.(adl/jon)

Pencapaian Imunisasi di Sumut Rendah

Pencapaian imunisasi di Sumatera Utara (Sumut) masih sangat rendah. Untuk mengetahui seperti apa pencapaian imunisasi hepatitis B, imunisasi campak, dan imunisasi polio, berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Farida Noris Ritonga dengan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Candra Syafei, Senin (2/1)

Untuk imunisasi hepatitis B, kabupaten dan kota mana saja yang sudah melakukan pencapaiannya?
Imunisasi hepatitis B ini, memang masih 4 kabupaten/kota saja yang melakukannya, di antaranya Samosir, Asahan, Medan dan Deli Serdang. Sisanya masih di bawah 80 persen.

Bagaimana dengan capaian imunisasi campak?
Jenis imunisasi ini yang cakupannya masih di bawah 80 persen diantaranya sebanyak 14 kabupaten/kota. Antara lain Labuhanbatu Selatan, Dairi, Gunungsitoli, Padang Lawas, Nias Utara, Tanjungbalai, Padang Lawas Utara, Nias Barat, Madina, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Sibolga, Padang Sidempuan dan Nias Selatan.

Selain itu, untuk imunisasi polio pencapaiannya seperti apa?
Saat ini baru 15 kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan di atas 80 persen. Sedikit menggembirakan, untuk cakupan imunisasi polio, 12 kabupaten/kota saja yang cakupan imunisasi di bawah 80 persen. Sedangkan kabupaten/kota lainnya di atas 80 persen.

Apa penyebab rendahnya pencapaian tersebut?
Permasalahan ini terjadi karena pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) belum menjadi kegiatan rutin yang dilakukan kabupaten/kota. Permasalahan lain adalah bimbingan teknis (bimtek) belum optimal atau masih belum terjadwalnya dan dilakukan berkesinambungan. Ini tergantung ketersediaan biaya operasional. Idealnya, bimtek ini dilakukan provinsi 2 kali dalam setahun, kabupaten/kota 4 kali dan Puskesmas 6 kali.

Apa harapan Anda?
Memang tidak semua kabupaten/kota menyediakan dana pengambilan vaksin dan logistik yang cukup. Imbauan kita, hanya mengharapkan peranan pemerintah daerah untuk lebih maksimal lagi dalam cakupan imunisasi terkhusus untuk kader posyandunya.(*)

4 Rumah Terbakar, Dua Tewas

Mengawali tahun 2012, empat peristiwa kebaran terjadi di Kota Medan. Dalam peristiwa itu, dua kor ban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup serius, sedangkan dua korban lainnya kritis.
Nasib tragis ini dialami keluarga Sartoni alias A Kien, warga Jalan Pukat V Gang Durian, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (1/1) pagi pukul 10.00 WIB. Selain meludeskan bangunan rumah dua orang penghuni rumah yakni ayah dari A Kien, Lim Kwek Kie serta seorang temannya Angkok Hua (50), warga Jalan Kebun Sayur, Desa Bandar Kalipah, Deli Serang, yang kebetulan menginap di rumah itu. Sedangkan A Kien dan istrinya Dewi Nasution mengalami luka bakar dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Methodist, Jalan Thamrin Medan.

Saat peristiwa itu terjadi, semua penghuni rumah sedang tertidur karena baru saja merayakan malam tahun baru. Diduga, api berasal dari tempat sembahyang (pekong, Red). Namun hingga kini polisi masih menyelidiki kepastian penyebab kebakaran tersebut.

Menurut Suparman, warga yang ikut memadamkan api dan melakukan evakuasi para korban, mereka sempat kesulitan melakukan pertolongan karena semua pintu terkunci. Akhirnya, warga mendobrak pintu rumah tersebut dan berhasil mengevakuasi keempat korban. Namun sayang, Lim Kwek Kie dan Angkok Hua tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Methodist di Jalan Thamrin Medan karena mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh. Selanjutnya kedua jenazah diotopsi di Ruang Instlasi Jenazah RSU dr Pirngadi Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak melalui Kanit Reskrim AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Faidir menambahkan, pihaknya telah memeriksa enam saksi, yakni empat orang warga yang membantu memadamkan api, korban Dewi Nasution serta kepala lingkungan di kawasan tersebut.

Sementara, Sabtu (31/12) malam pukul 23.15 WIB rumah milik warga bermarga Butarbutar hangus terbakar. Diduga, api berasal dari korsleting listrik dan membakar plafon rumah.

Untuk memadamkan api, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan diturunkan ke lokasi. Berselang 40 menit kemudian, petugas mampu memadamkan api.

Sementara Kapolsek Medan Kota Kompol Sandy Sinurat saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakuakn penyelididkan terkait asal api. “Api belum tahu kita ketahui, hal ini masih kita lidik,” ucap Sandy.

Kemudian, Minggu (1/1) dini hari pukul 00.10 WIB, petugas DP2K Kota Medan kembali disibukkan dengan kebakaran yang terjadi di Komplek Sutrisno Mas No 285 U, Jalan sutrisno Medan milik A Ping. Api terlihat membara di lantai II ruko berlantai tiga tersebut. Istri dan anak A Ping sempat terjebak di dalam rumah. Namun berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, keduanya berhasil diselamatkan.

Selanjutnya berselang satu jam kemudian, sekira pukul 02.00 WIB, petugas pemadam kembali bergerak ke kawasan Jalan Sentosa Lama, Gang Leman. Pasalnya, di sana rumah milik Supriati alias Atik Lontong terbakar.

Di Rumah semi permanen berlantai dua milik Supriati alias Atik Lontong, api beraksi dengan ganasnya dan musnahkan bangunan milik Atik yang terbakar. Api diduga berasal dari percikan api sisa pembakaran ikan, karena sebelum kejadian keluarga Supriati sedang mengadakan acara bakar-bakar ikan dalam menyambut malam pergantian tahun. Sedikitnya Empat unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api di dua unit rumah milik Atik.

Kabid Pengendalian Operasi DP2K Kota Medan Elias Sebayang saat dihubungi melalui telpon selurnya, Senin (2/1) siang mengatakan, pihaknya memang telah mengantisipasi peristiwa kebakaran pada malam pergantian tahun. Karenanya, DP2K menyiagakan 14 unit mobil pemadam. Selain itu, kata Elias, DP2K Kota Medan juga mempersiapkan armada di tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan seperti Taman Sri Deli, Pasar Sentral dan Pasar Petisah. “Untuk malam pergantian tahun, kita sudah mempersiapkan armada termasuk di tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan,” ucap Elias.(gus)

Akibat tak Punya Uang Buat Pulang Kampung

Diduga tidak memiliki uang untuk pulang kampung, Salomo Sinamo (25), warga Phakphak Barat ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pria lajang yang menyewa kamar di kawasan Jalan Jamin Ginting KM 7,5, tepatnya di Doorsmer 366 ini, ditemui tewas tergantung di kamar kosnya, Senin (2/1) pagi pukul 09.00 WIB.

Diakui sejumlah warga sekitar, kalau korban yang bekerja di doorsmer tersebut tidak memiliki sanak famili di Kota Medan. Dari pengakuan Boru Sembiring, sebelum meninggal, korban sempat mengadu kepadanya terkait permintaan ayah korban yang memintanya pulang ke kampung.

“Ayahnya dan saudara kandungnya nelpon dia minta supaya pulang ke kampung. Tapi dia mengaku tidak punya uang untuk ongkos pulang, mungkin itu yang buat dia stres dan nekat gantung diri,” sebut Boru Sembiring.

Korban ditemui tidak bernyawa setelah pemilik kos dan sejumlah warga curiga karena korban tak keluar kamar sejak Minggu (1/1). Namun hingga Senin (2/1) pagi pukul 08.00 WIB, korban tak juga keluar kamar. “Kami mencoba bangunkan dia. Tapi dia nggak dengar saat kami panggil. Saat kami intip dari jerjak jendela, kami lihat ada kain panjang tergantung,” ungkap warga bermarga Simamora.

Melihat kecurigaan tersebut, warga lalu mengabarkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian. Ketika didobrak oleh petugas kepolisian, korban ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tergantung. Selanjutnya, jasad korban diboyong ke Rumah Sakit Adam Malik untuk menjalani otopsi.(uma)

2012, Tahun Pemantapan Kerukunan

Refleksi Akhir Tahun dan Rapat Kerja FKUB Kota Medan

KETUA Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut Dr H Maratua Simanjuntak memberi apresiasi atas kerukunan umat beragama di Medan sepanjang tahun 2011. Karena tahun 2012 dijadikan sebagai tahun pemantapan kerukunan umat beragama di Sumut termasuk Medan.

Ungkapan ini disampaikan Maratua Simanjuntak saat menghadiri acara refleksi akhir tahun dan rapat kerja FKUB Kota Medan di Hotel Garuda Medan, Jumat (30/12) malam. Turut hadir Ketua FKUB Kota Medan Prof Dr H Syahrin Harahap MA, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr HM Hatta, Pelaksana Kepala Kamenag Medan Wahyu, Sekum PGI Medan Pdt LD Manulang, tokoh agama Buddha Piter Lim dan undangan lain.

Maratua mengakui, tahun 2011 merupakan masa cemerlang kerukunan umat beragama di Medan. Melalui kerukunan ini dapat menyatukan masyarakat Medan sehingga memudahkan meraih tujuan yang diinginkan masyarakat.
‘’Kerjasama masyarakat, dewan penasehat, pemerintah, pimpinan majelis agama kiranya dapat terus ditingkatkan. FKUB Medan telah memiliki donasi yang besar dan kantor tetap sedangkan daerah lain ada yang tidak memiliki donasi untuk operasinya,’’ kata Maratua.

Apresiasi serupa juga dikemukakan Ketua MUI Kota Medan Prof Dr HM Hatta. ‘’Kerjasama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan FKUB Kota Medan harus terus ditingkatkan untuk menjaga kerukunan,’’ harapnya.

Dr Arifinsyah menambahkan, Medan sebagai icon kerukunan di Sumut. Namun ancaman terhadap kerukunan, lanjut Arifinsyah, bisa diganggu oleh gerakan radikalisme yang berlindung atas nama hak azasi manusia. ‘’Lebih sulut mempertahankan dari pada membangun kerukunan,’’ ucapnya.

Pelaksana Kepala Kamenag Medan Wahyu mengatakan FKUB Kota Medan sebagai wadah para tokoh agama agar terus memotivasi umat untuk semakin dekat dengan agama dan mencintai orang lain.

Dua tokoh agama Kristen, Pdt LD Manullang dan tokoh agama Buddha, Piter Lim juga memberi apresiasi terhadap kerukunan di Medan.  Atas berbagai apresiasi dan masukan yang disampaikan, Ketua FKUB Kota Medan Prof Dr Syahrin Harahap MA mengatakan, pihak akan semakin memperbanyak dialog dengan masyarakat menengah ke bawah.
Dalam kesempatan ini, Syahrin mengemukakan lima langkah  ‘Medan Membangun Icon Kerukunan Indonesia’ diantara pemerintah, pemuka agama dan masyarakat memberi partisipasi dan kepeloporan dalam mewujudkan Kota Medan sebagai icon masyarakat harmonis Indonesia. “Pemerintah memberi perhatian yang serius terhadap kerukunan dan melakukan cepat tanggap dan deteksi dini terhadap terhadap fenomena keretakan,” pungkasnya. (dmp)

Tak Selalu Bercerita Tentang Cinta

Sunday Monday, Selalu Berprestasi di Ajang Festival Band

Sunday Monday adalah band pendatang baru beraliran hiprock yang berdiri pada 9 November 2011 di Sumatera Utara, tepatnya di Rantau Prapat. Lagu-lagu mereka tak selalu bertemakan tentang cinta, tapi juga sarat dengan pesan-pesan sosial dan motivasi bagi para pendengarnya, sehingga dapat dinikmati semua kalangan.

Dalam penuturan Roby kepada Sumut Pos, Minggu dan Senin merupakan hari yang bersejarah bagi mereka, karena di hari itulah pertama kali mereka manggung dan diundang menjadi guest star di sebuah even. Hal itu juga yang membuat mereka memilih nama Sunday Monday sebagai nama band mereka.

Band yang dimotori Harris Wianda sebagai vokalis I, Adistia sebagai vokalis II, Roby Handika sebagai gitaris, Azwarsyah sebagai keyboardist, Herri Azlan sebagai bassist, dan Yousrizal Amree sebagai drummer ini telah berhasil mengeluarkan enam single. “Sejauh ini kita punya enam single hits yaitu Just Wanna Say, Go Away, Hypocritical, Secret, Tak Hanya Bermimpi, dan Tentukan Harimu,” tutur Roby yang akrab disapa Oby ini.

Salah satu single mereka yang berjudul “Just Wanna Say” bahkan dipercayai oleh Opique’s Picture untuk mengisi soundtrack film indie yang berjudul “Gak Belok Lagi” yang akhirnya terpilih sebagai juara II pada festival film anak 2010.

“Ini sebuah penghargaan yang cukup berarti bagi Sunday Monday untuk ke depan menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi,” tegas Wianda sang vokalis.

Enam cowok dalam band Sunday Monday sudah sering tampil di beberapa kota, dan mereka tampil dengan membawakan lagu sendiri. Meskipun terbilang cukup baru di industri musik, prestasi mereka tidak bisa dibilang sedikit. Mereka sering meraih juara di berbagai festival band, seperti juara I Festival pelajar yang diadakan di Rantau Prapat 2007, juara II IM3 Musik Festival yang diadakan di Rantau Prapat 2008, juara I Festival Honda yang diadakan di Merdeka Walk 2010, juara harapan I LA Light Find the Light 2007 di Rantau Prapat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sunday Monday juga sering diminta sebagai opening konser band- band besar di kota asal mereka. Semua personil Sunday Monday masih duduk dibangku kuliah, namun mereka tetap semangat dan dapat membagi waktu mereka dengan seimbang untuk ngeband. “Pendidikan tetap prioritas utama,” pungkas Yousrizal.
Pelajaran bagus buat kita yang niat ngeband nih, bahwa kita harus tetap semangat!!! (jul)

Masuki Tahun 2012 Harga Sembako Masih Normal

MEDAN – Memasuki awal tahun 2012, harga bahan pokok di Kota Medan cenderung normal dan mengalami penurunan. Seperti yang terlihat di Pusat Pasar Medan, Senin (2/1), tidak ada peningkatan yang signifikan terhadap harga sembako.

Salah seorang pedagang di Pasar Central, Agustina (30) mengaku harga sembako yang dijualnya masih normal dan biasa saja. Seperti bawang putih perkilo Rp10 ribu, bawang merah perkilo Rp12 ribu, cabai merah perkilo Rp32 ribu dan cabai rawit perkilonya Rp20 ribu.

“Nggak naik harganya. Biasa aja, apalagi usai tahun baru ini, sebagian warga Kota Medan masih bepergian karena inikan masih suasana libur. Otomatis rendah permintaan, harga juga cenderung stabil.

Memang kita akui, untuk stok barang, sangat minim. Tapi itu nggak mempengaruhi harga. Paling yang naik turun itu cuma cabai merah, naiknya juga nggak mahal kali, ya naik 5 ribuan lah,” katanya.

Sementara untuk harga sayur-sayuran, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti tomat perkilonya Rp6 ribu, kentang perkilo Rp4 ribu, timun perkilo Rp4 ribu, sayur kol perkilonya Rp5 ribu dan sayur sawi perkilo Rp7 ribu. Rata-rata kenaikan mencapai Rp1.500 hingga Rp2 ribu per kilo.

“Ya naiklah harganya, stok barang kita minim, yang mau beli sayur banyak, otomatis harganya naik. Tapi naiknya harga sayur nggak ada pengaruhnya sama pergantian tahun. Memang barangnya lagi kosong dan yang mau beli banyak,” ucap Dona, pedagang sayur di Pasar Central.

Lain halnya dengan harga beras. Kenaikan harganya tidak begitu tinggi. Seperti beras IR perkilonya Rp1500, beras kuku balam perkilonya Rp9300, beras ramos perkilonya Rp9000.

“Memang harga beras lagi naik, tapi nggak tinggi kali naiknya. Ya berkisar naik Rp300-an. Tapi saat natal kemarin, memang harga beras sempat melambung. Tapi sekarang normal lagi,” ucap Asiong, pedagang beras di Pusat Pasar.
Terpisah, salah seorang pembeli, Aisyah mengaku, sejumlah sembako yang dibelinya masih dengan harga normal. Namun diakuinya untuk harga sayur sendiri, mengalami kenaikan. “Harga sayur yang paling mahal. Kalau yang lainnya, masih biasa-biasa aja harganya. Kalau sayur-sayuran memang melambung harganya. Saya aja yang biasanya beli sayur sampai 2 Kg, sekarang cuma beli 1 kilo aja. Nunggu harganya turun lah, nanti baru beli banyak,” beber Aisyah. (mag-11)

Layanan Data Telkomsel Melonjak 300 Persen

Gaya hidup masyarakat yang sudah semakin digitalize dan mobile, terbukti dari peningkatan trafik layanan data yang digunakan. Telkomsel mencatat konsumsi layanan data pelanggan pada saat Tahun Baru 2012 meningkat hampir 300 persen dibandingkan dengan Tahun Baru 2011.

Minat masyarakat terhadap layanan data ini menjadi arah dan fondasi transformasi industri telekomunikasi seluler di tahun-tahun mendatang.

Trafik layanan komunikasi Telkomsel saat akhir tahun 2011 dan Tahun Baru 2012 mengalami lonjakan yang signifikan. Layanan data mengalami peningkatan tertinggi dibanding dengan Tahun Baru 2011, yaitu 280.4 persen (213 terra bytes). Layanan ini meningkat hampir 100 persen dibandingkan dengan pemakaian di hari normal 2011.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, peningkatan konsumsi layanan data ini menunjukkan bahwa arah perkembangan gaya hidup masyarakat akan lebih banyak menggunakan layanan berbasis data.

“Telkomsel telah mempersiapkan diri dengan sangat baik dalam proses transformasi bisnis telekomunikasi seluler di Indonesia. Kami menyiapkan infrastruktur dari sisi jaringan dan inovasi produk-layanan, dengan 44 ribu BTS dan lebih dari 9000 node (BTS 3G). Telkomsel fokus pada pengembangan jaringan 3G/HSDPA/HSPA+. Saat ini kami memiliki 45 broadband city, dan di tahun 2012 kami menargetkan akan memiliki 100 broadband cities,” ujarnya.
Trafik layanan data tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek (60.6 terra bytes). Sejalan dengan tingginya pemakaian layanan data, layanan MMS Telkomsel juga mengalami peningkatan trafik 2.58 juta MMS atau naik sebesar 1,5 kali lipat dibandingkan dengan hari normal.

Layanan dasar komunikasi (voice dan SMS) turut mengalami lonjakan, di mana trafik voice meningkat hingga1,99 milyar menit (naik 112.6% dibanding trafik di hari normal). Trafik SMS meningkat hingga 1,82 milyar SMS (naik 136%). Trafik layanan SMS tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek (693 juta SMS). Wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya) sebesar 342 juta menit. (sih)

Cabai Sumbang Inflasi Sumut

Selama bulan Desember 2011, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,53 persen. Bahkan, seluruh kota IHK (Indeks Harga Konsumen) yang ada di Sumut juga mengalami inflasi. Seperti Medan, mengalami inflasi sebesar 0,46 persen, Pematang Siantar 0,57 persen, Sibolga 1,82 persen, dan Padang Sidempuan sebesar 0,63 persen.
Inflasi yang terjadi di Desember ini, sesuai dengan prediksi para pengamat ekonomi. Desember, selain dianggap sebagai bulan liburan, juga dalam bulan ini ada perayaan keagaaman. Dan dalam menyambut perayaan agama, pada umumnya kenaikan harga selalu menyertai.

“Inflasi yang dialami sesuai dengan prediksi, karena pada bulan ini ada Natal dan tahun baru, yang identik dengan kenaikan harga,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara Suharno, kemarin (2/1).

Berbagai komoditas yang ikut menyumbang dalam kenaikan inflasi ini, seperti cabai merah, cabai rawit, beras, dan lainnya. “Untuk baju, kebutuhan tahun baru juga mengalami kenaikan harga, seperti celana panjang jeans, kemeja pendek katun, baju kaos, t-shirt, dan upah pembantu rumah tangga,” tambah Suharno.

Cabe merah dan cabe rawit selalu penyumbang tertinggi dalam inflasi. Untuk bulan Desember 2011, cabai merah naik sebesar 10,89 persen dan cabai rawit naik sebesar 21,20 persen. Sedangkan beras, hanya menyumbang sekitar 0,52 persen.

Menurut Dosen Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Parulian Simanjuntak, mengatakan, kenaikan harga cabai pada Desember ini merupakan sebuah kewajaran. Mengingat adanya perbedaan siklus tanam di petani. “Mungkin saat mendekat musim Natal dan tahun baru, petani sudah tidak menanam, jadi barang tidak ada sementara penawaran banyak, jadi jelas bila harga naik,” ungkap Parulian.

Menurutnya, kebutuhan yang tidak sama dengan penawaran yang mengakibatkan harga menjadi tidak naik dipasaran. “Kita Indonesia, apalagi di Medan, sangat menyukai cabai, jadi wajar bila harga yang naik itu cabe, karena selain dibutuhkan, cabai kan tidak tahan lama, jadi masyarakat pasti membeli,” tambah Parulian.

Inflasi pada Januari- Desember ini, pada masing-masing kota sebagai berikut, Medan 3,54 persen, Pematang Siantar 4,25 persen, Sibolga, 3,71 persen, dan Padang Sidempuan 4,66 persen. Sementara itu, Inflasi Sumut selama Januari-Desember 2011 sebesar 3,67 persen. (ram)

Salurkan Dana P3L Rp243,85 Juta

Triwulan IV/2011, PLN Pembangkit SBU

MEDAN- PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kit SBU), triwulan IV tahun 2011, telah menyalurkan dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L/CSR) sebesar Rp243,85 juta. Lokasi yang menjadi alokasi penyaluran dana tersebut meliputi Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Provinsi Riau.

Ketua Tim P3L PT PLN (Persero) Kit SBU, Gunawan Sidabalok, mengungkapkan, luasnya daerah penyaluran tersebut, karena meliputi wilayah operasional PLN Kit SBU. “Di Aceh, ada PLTD Lueng Bata, di Provinsi Riau ada PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu, PLTG Duri (masih tahap selesai pembebasan tanah) dan beberapa pembangkit di Sumatera Utara, “ katanya kepada wartawan di Medan, Jumat (30/12) lalu.

Menurut Gunawan, secara umum, penyaluran dana P3L bersifat hibah dan disalurkan kepada masyarakat sekitar wilayah pengelolaan PLN Kit SBU dalam bentuk bantuan pendidikan, pelatihan, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan, sunatan masal, dan pelestarian alam, dengan tujuan dapat meningkatkan taraf hidup warga sekitar.
“Ini sesuai dengan visi P3L, yaitu, terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat di sekitar kegiatan PLN sehingga kondisi tersebut akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat, serta misi berupa membantu pengembangan kemampuan masyarakat di sekitar kegiatan PLN agar dapat berperan dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat akan mampu. Dan berbicara tentang P3L, ada empat komponen yang menjadi fokus PLN dalam  penyalurannya, yaitu, Community Relation, Community Service, Community Empowering dan Pelestarian Alam,” kata Gunawan.

Community Relation, berupa kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.. Tujuannya, meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah, agar terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing pihak, baik masyarakat lokal, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.

Community Services, berupa program bantuan yang diberikan berkaitan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Tujuannya, mengantisipasi kecemburuan sosial di masyarakat, dengan harapan mampu menciptakan suasana kondusif antara masyarakat, pemerintah dan korporat.

Community Empowering, merupakan program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya, sehingga masyarakat menjadi berdaya dan memiliki kemampuan berkembang ke arah yang positif melalui sebuah program yang efektif dan dapat di implementasikan sesuai potensi lokal yang ada.
Pelestarian alam, bertujuan menciptakan pelestarian alam sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat kegiatan manusia. “Khusus pada pelestarian alam, program ini sudah dilaksanakan setiap tahun sejak beberapa tahun lalu. Misalnya, Program penanaman pohon tahun 2008 di Sumut-Aceh-Riau, di Jalan Bunga Rampai Raya Lingkungan IV Kelurahan Simalingkar B Kebun Binatang Medan, diadakan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pohon 2009 dan Gerakan Penghijauan Satu Orang Satu Pohon (one man one tree) 2009.

Program penghijauan bersama masyarakat untuk kelestarian sekitar Danau Toba tahun 2010 dan 2011,  Program penanaman sejuta pohon kerjasama dengan Ikatan Keluarga Pensiunan PLN telah selesai ditanam 5.000 pohon disekitar lahan PLN tersebar yang masih kosong, Penanaman 3.000 pohon menuju Medan Go Green di Bantaran Sungai Asam Kumbang Medan Selayang.

“Kesemuanya ini Sebagai bukti bahwa PLN begitu Peduli akan penyelamatan lingkungan, sebagai Paru-paru Dunia dan mencegah Pemanasan Global yang sangat dikhawatirkan semua penghuni dunia ini,” kata Gunawan. (ila)