28 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 14098

Susah Bikin Gol

PSMS vs Perak FC

MEDAN- PSMS dibikin malu didepan publik sendiri. Menjamu dua klub asal negeri jiran Malaysia, PSMS sekali takluk 0-1 atas Sime Darby, dan hanya bisa main imbang tanpa gol kontra Perak FC. Ini bukti, lini depan PSMS bermasalah.

Bermain di Stadion Teladan dengan dukungan fans, PSMS main buruk. Tidak ada peluang bisa dikonversi jadi gol.

Anehnya pelatih PSMS Raja Isa merasa hal itu tidak jadi masalah. “Secara teknis memang saya belum puas. Namun, tak menghasilkan gol pada dua laga ini bukan satu masalah. Karena kita melawan dua klub besar dari Malaysia,” ungkapnya santai.

Ia malah memuji, tim besutannya mengalami peningkatan kolektivitas permainan.

“Mereka sudah berkembang, namun belum signifikan, itu butuh waktu. Laga eksebisi ini untuk menemukan perpaduan tim yang solid,” kilah pelatih asal Malaysia itu.

Raja Isa menuturkan, laga eksebisi ini merupakan modal utama pada lanjutan kompetisi ISL pada Januari 2012 mendatang.

Karena menurutnya, pola permainan yang disuguhkan Sime Darby dan Perak FC memiliki kemiripan dengan lawan PSMS berikutnya, yakni Pelita Jaya dan Persib.

Padahal kalau diperhatikan seksama, PSMS memang mengkhawatirkan di lini depan. Dari dua laga yang sudah dilakoni, PSMS baru bisa mencetak dua gol. Melawan Pelita dan Persib di kandang masing-masing, sudah barang tentu PSMS akan semakin susah menciptakan gol.

Pelatih Perak FC Norizam Bakar menuturkan, pada pertandingan eksebisi ini ia berharap mampu menemukan perpaduan antar pemain di timnya. Karena pemain impor yang didatangkan dari Serbia Lazar Popovic praktis baru bergabung selama dua minggu berjalan. “Kita masih membentuk kesepahaman antar pemain dalam tim. Dan kita berharap hal itu bisa ditemukan dari berjalannya pertandingan di sini,” ujarnya.

Menurutnya, PSMS sudah menunjukkan permainan yang cukup baik. “Perlawanan sengit dari PSMS saya akui sedikit banyak sangat mempengaruhi permainan kami,” tutur Norizam.

Kapten Perak FC, Syahrul Nizam sempat bikin ulah pada laga itu. Dia sempat protes berlebihan kepada asisten wasit dengan cara mencampakkan ban kaptennya. Ironisnya wasit tak memberinya kartu.

“Mereka cukup letih melewati beberapa pertandingan di sini. Mungkin itu yang menyebabkan terjadinya pertandingan dengan tensi tinggi tadi. Dan hasilnya kapten tak bisa menahan emosi,” bela pelatih Perak. (saz)

Piala Inalum PON Sumut Bentrok PSMS

TANJUNG GADING- Turnamen sepak bola Piala Inalum tahun 2012 bakal digelar 10-24 Januari mendatang, di lapangan Utama Tanjung Gading.

Hasil drawing yang dilakukan oleh panitia pelaksana, Tim Pon Sumut langsung bentrok dengan Tim PSMS U-23. Kedua tim berada di pool A bersama dengan Tim PT PN 3 Simalungun U-23.

Sementara di pool B tim tuan rumah Inalum FC U-23 akan jumpa PS TGM Medan U-23 dan PSSA Asahan U-23. Dalam even yang digelar dengan sistem setengah kompetisi itu, juara pool A akan bertemu dengan runner up pool B di babak semifinal. Sedangkan juara pool B akan bertemu dengan ruuner up pool A.

Turnamen tahunan tersebut akan berlangsung selama dua pekan dan babak final akan digelar 24 Januari 2012. (fal)

Tirta Prima Kirim Delapan Perenang

MEDAN- Sebanyak delapan perenang di Klub Tirta Prima disiapkan untuk mengikuti Seleksi Pelatihan Daerah (Pelatda) yang berlangsung di Surabaya mulai 25 sampai 27 Desember 2011 nanti.

Kedelapan perenang Klub Tirta Prima Medan yang disiapkan untuk mengikuti seleksi atlet Pelatda di Surabaya terdiri dari tiga perenang putra dan lima perenang putri. Ketiga perenang putra adalah Anes Siregar, Daniel Siagian, dan Luser Hutasohit. Sedangkan kelima perenang putri yakni Yafdillah Tania Irianto, Dwi Kiranti Irianto, Resti Dwi Ananda, Syafira Febrina Pane, dan Safa Amanda.

Penasehat Klub Tirta Prima Medan, Rudi Rinaldi, Kamis (22/12) mengatakan bahwa kedelapan atlet itu sudah cukup matang bersiap. Pelatih dari Rusia pun didatangkan untuk melatih. “Kita telah serahkan semua kepada pelatih untuk melatih anak-anak supaya menjadi perenang terbaik.” bilang Rudi. (omi)

Pemerahan Susu Kambing Masuk MURI

Melalui Pemerahan Susu Kambing Terbanyak, Bank Indonesia Medan mendapatkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Bertempat di Lapangan Benteng Medan (22/12), MURI memberikan piagam penghargaan yang diterima langsung oleh Pimpinan BI NAD-Sumut, Nasser Atorf.

PEMBERIAN piagam ini sebagai bukti keseriusan BI Medan untuk mendukung peternakan yang ada di Sumut.

“Sumut penghasil ternak ke-8 di Indonesia, dan kita berharap dengan MURI memberikan sertifikat akan meningkatkan semangat peternak ruminansia,” ujar Pimpinan Bank Indonesia Koordinator NAD-Sumut, Nasser Atorf, dalam acara penutupan acara Bazaar Intermediasi Peternakan Ruminansia dan Perbankan Sumatera Utara.

Pemerahan susu kambing yang memecahkan rekor MURI ini dilakukan di 4 tempat dengan jumlah total 212 ekor kambing. Di Tanjung Morawa ada sebanyak 102 ekor kambing, Perbaungan sebanyak 50 ekor, Pancur Batu dan Tembung masing-masing sebanyak 30 ekor kambing.

“Pemerahan susu kambing tidak bisa kita lakukan dalam satu tempat, karena ditakutkan kambing akan menjadi stress, dan susunya tidak keluar,” ungkap Nasser.

Dalam rapor MURI, pencatatan rekor ini sudah pada posisi ke 5272 rekor, dan untuk pertama kali tercatat dalam rekor peternakan. “Ini tercatat sebagai rekor yang ke 5-272 di MURI, dan yang pertama kali dalam peternakan,” ujar Deputy Manager MURI, Damian Awan Rahargo.

Sebelumnya, dalam catatan MURI yang pernah mencatatkan prestasinya adalah Pertanian beberapa tahun yang lalau di Karawang. “Karena ini yang pertama, kita bangga dengan BI Medan yang konsisten dengan komitmennya,” lanjut Awan.

Salah satu daerah yang melakukan pemerahan susu kambing ini dilakukan di Desa Naga Timbul Tanjung Morawa, dipeternakan yang juga menjadi kluster binaan BI Medan ini, ada sekitar 102 kambing yang diperah. Dengan jumlah hampir yang sama, yang menjadi pemerah juga merupakan para ibu yang tinggal di daerah peternakan. Walau tidak semuanya merupakan pemerah susu profesional, tetapi semangat para ibu karena akan dicatat dalam MURI menjadi penyemangat bagi ibu-ibu ini sendiri. “Belum pernah merah, ini baru pertama dan masuk MURI, senang la jadi semangat,” ungkap ibu Mita, yang tinggal di daerah peternakan.

Sebelum melakukan pemerahan susu kambing, para ibu yang masih awam ini diberikan pengajaran tentang teknik pemerasan susu kambing. Dimana jari jempol dan telunjuk yang menjadi pengunci, agar susu turun. “Ingat, jempol dan telunjuk menjadi kunci dalam pemerahan, biar susu tidak naik,” ungkap Effendy, sebagai peternak kambing di Tanjung Morawa. Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh BI untuk peternak dapat memberikan masukan baru bagi masyarakat, dimana masyarakat tidak perlu membeli susu formula untuk anak, dengan memelihara kambing, kebutuhan akan susu dapat dipenuhi. “Jadi ibu-ibu tidak perlu beli susu formula lagi, cukup pelihara kambing, susunya dapat langsung dikonsumsi,” ungkap Effendy. Sementara itu, susu kambing memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan susu formula. “Salah satunya menjadi obat sesak nafas,” tambah Effendy.

Tiap ibu yang bertindak sebagai pemerah susu, akan diberikan wadah kecil yang terbuat dari plastik untuk menampung susu. Bila waktu yang ditentukan belum selesai, maka susu yang sudah penuh dalam wadah dapat diminum langsung.

Selain pemecahan rekor MURI, dalam acara Bazar ini, BI Medan juga memberikan kemudahan ke masyarakat, salah satunya dengan penjualan daging sapi murah dan minum susu kambing gratis bagi pelajar. Untuk daging sapi, dijual dengan harga Rp40 ribu/kilo.

“Banyak juga yang beli, mengingat ini dekat dengan natal dan tahun baru,” tambah Nasser Atorf. Selama masa bazar ini, telah dilakukan penandatanganan akad kredit secara total tersalurkan kredit skema KPPE dan KUPS sebesar Rp15.342.096.500 antara bank dan 9 kelompok petani dan peternak dari Deli Serdang, SerdangBedagai, Langkat, Simalungun, Palas dan Asahan. (ram)

Insentif Gubsu dan SBY, Dimana?

085760157xxx

BU Kadisdikbud Deli Serdang kenapa lah insentif guru Gubsu Januari-Desember dan SBY Juli-Desember belum dibayarkan padahal daerah lain sudah. Sudah akhir tahun ini, jangan lagi ditahan-tahan, kasihan kami guru ini. Sudah gak dapat uang makan, insentif pun enggak jelas pembayarannya.

Berapa Nomor KPK?

087768328xxx

KEPADA Sumut Pos yang terhormat tolong kami guru SD yang ada di Deli Serdang. Berapa nomor telepon KPK agar kami bisa laporkan ketidak adilan yang terjadi karena tahun 2010 tiga bulan uang SBY kami tidak dikasih. Tahun 2011 enam bulan uang SBY juga tidak dikasih. Itu hak guru. Tolong kami Sumut Pos, bantuanmu sangat kami harapkan.

Dibayar Awal 2012 PEMKAB Deli Serdang sangat memahami perasaan dan harapan para guru sehubungan dengan belum dibayarkannya uang insentif APBN pada 2010 dan 2011 ini. Dari informasi yang kami dapatkan, pencairan dana insentif APBN masih dalam proses validasi data para guru penerima. Dikabarkan pula uang insentif akan dibayarkan langsung ke nomor rekening para guru awal 2012 mendatang. Untuk itu mari lah kita sama-sama menunggu.

Terimakasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Berawal dari Bulutangkis

Dian Rahmayati

DIAN Rahmayati, atlet anggar asal Medan yang turut menyumbang medali perak di SEA Games 2011 lalu, ternyata lebih senang main bulutangkis yang sudah ditekuninya sejak berusia 11 tahun.

“Sejak masih SD saya pilih olahraga bulutangkis.

Saya sempat berlatih di PB Angsapura,” kata Dian kepada wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan putri kelahiran 30 Mei 1986 itu, bahwa selama dua tahun menggeluti dunia bulutangkis secara serius, belum ada satu prestasi pun yang diraih.

“Saat saya tak pernah dapat prestasi itu, saudara saya Muhammad Nasir Siagian menawari latihan anggar. Kebetulan dia itu salah satu pelatih anggar Sumut,” lanjutnya.

Di cabang anggar, Dian mulai merasakan prestasi. Tiga tahun ikut latihan serius, Dian terpilih menjadi salah satu yang dikirim pada Kejurnas di Bogor.

“Pada 1998 atlet anggar Sumut sangat sedikit peminatnya. Malah sempat tidak ada Kejurpov.

Oleh sebab itu, pelatih mengajak saya untuk tampil di Kejurnas,” tambah putri ketiga pasangan Zaherman dan Ramina itu.

Lalu bagaimana menatap PON mendatang di Riau? “Selama ini kami tetap latihan rutin. Semoga latihan yang terus digelar ini memberikan hasil maksimal,” harapnya. (omi)

Perpanjangan SIM C Rp145 Ribu

085270719xxx

PAK Kasatlantas saya mau tanya berapa sih biaya untuk perpanjangan SIM C, apa benar Rp145.000 karena teman saya perpanjang SIM C di SIM Keliling Asia Mega Mas dikenakan biaya sebesar itu terima kasih Ada Biaya Lebih, Lapor ke Polres LAYANAN SIM Keliling hanya untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C.

Berdasarkan PP No 50 tahun 2010 perpanjangan SIM C dibebankan biaya Rp75 ribu dan wajib melengkapi persyaratan yang ditentukan. Kalau ada biaya lebih dari itu, segera lapor ke Polres agar dilakukan penindakan. Peran masyarakat sangat kami harapkan untuk melakukan pembenahan pelayanan kami. Terimakasih.

Kompol I Made Ary Pradana
Kasatlantas Polresta Medan

Urus Langsung

SUDAH menjadi rahasia umum yah kalau pengurusan surat-surat kendaraan ini paling banyak pungutan-pungutan liarnya. Padahal seperti yang ditentukan PP No 50 Tahun 2010 biaya perpanjangan SIM C hanya Rp75 ribu.

Perlu dilihat juga apa ada disebut wajib membaya surat dokter sebagai persyaratan perpanjangan SIM tadi? Walau memang secara logika hal itu berhubungan dengan masyarakat yang akan berkendara. Untuk itu, kepada masyarakat kita himbau agar melakukan urusan langsung, tidak melalui calo. Begitu juga pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Kota Medan harus berbenah sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Hal itu juga dibutuhkan untuk memperbaiki citra tidak baik yang ada di tengah-tengah masyarakat. Terimakasih.

Aripay Tambunan
Anggota Komisi A DPRD Medan

PSMS IPL pun Imbang

PSMS yang main di Indonesian Primer League (IPL) juga menuai hasil imbang pada uji coba kontra PS Albatros di lapangan Korem Binjai, Kamis (22/12). Namun, sisi positif yang bisa diraih yakni penguasaan bola semakin baik.

Striker asing andalan PSMS Julio Cesar Alcorse tak turun memperkuat tim karena harus menjemput istri dan putrinya yang tiba di Indonesia ke Jakarta, kemarin sore.

Tim kedua PSMS turun pada 45 menit pertama, sedangkan 45 menit kedua, tim yang didominasi pemain inti dimainkan. Namun, kedua tim tersebut sama-sama gagal mempersembahkan gol bagi kemenangan tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Kendati gagal mempersembahkan kemenangan, pelatih PSMS Fabio Lopez mengatakan, tim besutannya telah berkembang.

Walau gagal menceploskan satu gol pun. Dia melihat, kerjasama yang terjalin cukup baik.

“Lihat penguasaan bola yang mereka (PSMS) lakukan, berkembang dari sebelumnya.

Ini sebuah hal positif yang tampak pada latihan yang selama ini dilakukan,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurut pelatih berkebangsaan Italia itu, timnya hanya belum bisa menceploskan gol.

“Sayangnya tidak ada gol yang tercipta, dan itu bisa saja terjadi,” katanya.

Tapi diakuinya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikebut untuk memperbaiki kelemahan tim. “Semua akan diperbaiki ke depannya,” ujar Fabio. (saz)

Penonton Turun, Panpel tak Umumkan Penjualan Tiket

PANPEL pertandingan PSMS di ISL musim ini awalnya berjanji akan transparan soal penjualan tiket. Nyatanya, laga kontra Persisam Samarinda di laga kedua yang digelar di Stadion Teladan tak disertai pengumuman berapa tiket yang terjual.

Publik ingin tahu, apakah PSMS mendapatkan hasil yang bagus dari penjualan tiket.

Namun pihak Panpel tampak enggan membeberkan. Ketua Panpel Syafril Jambak pun tampak sibuk dengan urusan lain. “Saya ada Rakernas PDI Perjuangan di Bandung pada 12-14 Desember lalu. Jadi belum sempat menginformasikannya ke media,” kata Syafril kepada wartawan Kamis (22/12).

Karena terus didesak, Syafril menjawab sekenanya.

Dari penuturannya, penjualan tiket pada laga itu mencapai 6.700 lembar dengan total pendapatan Rp182 juta.

Jika dibandingkan dengan penjualan tiket pada laga PSMS kontra Mitra Kukar di laga pertama, tiket terjual hingga 8.727 lembar dengan rincian tribun terbuka terjual 7.317 lembar dan tribun tertutup serta VIP terjual 955 lembar. Dari penjualan tersebut, terkumpul nominal sebesar Rp261.092.500. Jumlah itu diperoleh dari 7.317 tiket tribun terbuka senilai Rp192.145.000, tribun tertutup 955 tiket sebanyak Rp68.947.500, ditambah tiket yang dibeli Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS Rahudman Harahap sebanyak 700 tiket (400 lembar tribun tertutup dan 300 lembar VIP) senilai Rp54 Juta.

Pada keterangan yang dipaparkan Manajer Keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli yang didampingi Syafril saat itu masih mengundang tanda tanya dari para wartawan, karena sangat kontradiktif dengan kenyataan yang terjadi saat laga PSMS kontra Mitra Kukar tersebut. Pasalnya pada laga perdana PSMS di Stadion Teladan dalam kompetisi ISL itu, penonton membludak. Seluruh tribun terisi hingga kurang lebih 85 persen. Dan saat itu panpel berkilah pihaknya masih banyak kecolongan, baik dari penonton yang masuk tanpa tiket atau pun penonton yang digiring oleh sejumlah oknum panpel sendiri masuk ke stadion tanpa selembar tiket pun. Saat itu mereka berjanji akan semakin meminimalisir kecolongan tersebut.

Panpel berkilah penjualan tiket PSMS kontra Persisam menurun. Alasannya karena ada penjual tiket palsu. “Ya, penjualan memang sedikit menurun saat itu. Itu karena penonton memang lebih sedikit ditambah adanya tiket palsu yang beredar,” kata Syafril.

Lagi-lagi panpel berjanji akan meminimalisir kejadian serupa pada laga-laga selanjutnya di Stadion Teladan. “Antisipasi lebih ketat akan kita lakukan pada pertandingan selanjutnya.

Jika ada calo yang menjual tiket akan dibuntuti intel dari Poldasu,” paparnya lagi.

Mengenai pemaparan hasil penjualan tiket, Syafril mengaku dalam waktu dekat akan menginformasikannya ke media. “Nanti akan kita umumkan,” ujarnya. (saz)

Latihan PSDS Serius Tapi Santai

LUBUK PAKAM- Skuad PSDS langsung menggelar latihan sehari setelah uji coba kontra Inalum FC yang berkesudahan 1-1 Rabu (21/12) lalu.

Tim berjuluk Traktor Kuning memang harus terus menggeber latihan, karena masih banyak yang harus dibenahi. Beberapa kesalahan masih ditemukan ketika uji coba digelar. Dan itu menjadi patokan tim pelatih untuk memperbaiki kondisi tim.

“Dari catatan uji coba ada beberapa kesalahan pemain, di latihan ini akan kita diungkap,” bilang Dosman Sagala pelatih kepala PSDS.

Seharusnya, usai pertadingan pemain diberikan waktu istirahat sehari. Namun, manajemen berpikir lain, dan memilih memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki skuad.

Pada sesi latihan kemarin, pemain PSDS disuguhi strategi serta pola menyerang. “Kita adopsi permainan semalam, lantas kita terapkan di saat latihan,” lanjut Dosman.

Meski latihan serius, namun Dosman dan kawan kawan menerapkan latihan dengan santai. Bahkan, saat latihan para pemain diberikan game yang penuh canda tawa. Di akhir latihan, para pemain menuntaskan materi latihan dengan adu tendangan penalti.

Tim dibagi dua, A dan B. Kedua tim diberikan kesempatan untuk bersaing mencetak gol sebanyak-banyaknya kepada timnya.

Hukuman bagi tim kalah adalah mengendong tim yang menang keliling lapangan beberapa kali. (btr)