28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14098

Ngaku Adik Penyelundup Sabu Dalam Anus

Saat ditangkap, Susi mengenakan baju warna oranye, dipadukan dengan pernak-pernik kalung. Saat digiring petugas ke ruang juru periksa, tak terlihat rasa takut pada dirinya. Kepada petugas, dia mengaku kalau dirinya adalah adik sepupu Idris Sufi (36), yang ditangkap petugas saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan karena membawa sabu-sabu dari Malaysia yang disimpan di dalam anus, Sabtu (31/12) sore.

Ternyata, pengakuan ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan Idris yang  diperiksa secara terpisah oleh petugas Idris mengaku kalau Susi adalah adik kandungnya.

Hal ini membuat polisi merasa heran-heran, apa sebenarnya hubungan antara Susi dan Idris, sehingga Susi berani mengantarkan sabu kepada Idris. “Kalau adik kandungnya, apa mungkin ia tega menyuruhnya mengantar narkoba? Kalau adik sepupunya, apa mungkin juga? Yang ia nya, ada hubungan arus bawah antara mereka, paling tidak selingkuhannya. Namanya sudah janda anak satu,” ujar seorang pembesuk.

Idris yang terus diperiksa petugas di dalam ruang tahanan mengaku, sabu-sabu tersebut memang untuknya setelah sebelumnya ia memesan kepada Susi yang diakui sebagai adik kandungnya. “Tidak melalui istriku, aku langsung pesan sama Susi, dia itu adik kandungku,” terang Idris.
Sementara itu, saat Sumut Pos mencoba memfoto Susi yang sedang diintrogasi petugas, Susi yang mengetahui akan difoto malah bergaya sambil mengatakan, “Dari pada di kampung aku beladang, sekali-sekali jadi model nggak apa-apa”.

Mendengar perkataan Susi, membuat beberapa polisi ada yang ketawa dan ada yang merasa kesal. “Bukan malah malu, malah bangga, memang pemainnya itu,” ujar beberapa petugas yang melihat gaya Susi. (mag-5)

Pemko Jangan Buang Badan

Massa Minta Masjid Al-Ikhlas Dibangun di Lokasi Semula

MEDAN- Ratusan masa dari Aliansi Ormas Islam dan mahasiswa melakukan aksi di halaman Kantor Wali kota Medan, Jumat (6/1) siang. Dengan melakukan pembakaran ban dan melaksanakan Salat Ashar berjamaah di depan pintu masuk kantor tersebut, mereka menuntut Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor harus dibangun di lokasi semula, yakni lahan yang sudah dikuasai pihak pengembangn
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Kordinator Aksi Aliansi Ormas Islam Sumut, Hendra Hidayat menjelaskan, kalau setelah lebih dari enam bulan yang lalu sejak Masjid Al-Ikhlas dirobohkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Tragedi itu dinilai buklanlah yang pertama dan sangat menyakitkan hati umat Islam.

“Setelah kita amati bersama, kasus-kasus perobohan masjid yang terjadi semuanya dilakoni pengembang yang membayar oknum-oknum yang butuh uang. Dan ini menjadi bahaya laten, menyusul untuk dirobohknnya oleh pemodal kafir dan oknum-oknum yang senang menjual agama demi uang.

Sampai detik ini, Aliansi Ormas Islam terdiri dari 35 Organisasi Keislaman terus berjuang menuntut keadilan dan hak-hak bergama sebagaimana mestinya yang dengan jelas dipaparkan pada UUD 1945 RI,” teriak Hendra dengan pengeras suara.

Dikatakannya, masa yang hanya menginginkan kedamaian di Indonesia, terkhusus Kota Medan. Hanya meminta agar masjid yang sudah dirobohkan itu dibangun kembali ke lokasi semula. “Sebab, Islam itu rahmat dan kebaikan tapi jika diusik, apalagi hak beragama diganggu, maka tidak ada kata kompromi. Terkhusus untuk Masjid Al-Ikhlas yang berada di Jalan Timor dengan ini menyatakan sikap bersama. Harga mati, masjid yang dirobohkan harus dibangun kembali ke tempat semula,” teriaknya lagi.

Dia juga meminta pemerintah dalam hal ini Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk tidak buang badan dan meminta agar tembok yang mengelilingi lahan masjid tersebut segera dibongkar.
Dalam aksinya, massa juga sempat membakar ban di atas jembatan Sungai Deli Jalan Raden Saleh.

Selanjutnya, mereka masuk ke Kantor Wali Kota, untuk melakukan pembakaran ban di halaman Kantor Walikota. Arus lalulintas dari arah Jalan Gatot Subroto menuju Lapangan Merdeka dialihkan ke arah Jalan Imam Bonjol Lapangan Benteng yang berlangsung sekitar setengah jam.

Sebelumnya, masa juga sempat dihadang petugas ketika hendak masuk ke halaman kantor wali kota. Dengan jumlah masa yang sangat ramai membawa spanduk dan bendera ormas, mereka menggoyang-goyang pintu pagar serta menendangnya dengan kuat hingga pintu pagar bergoyang. “Buka pintu pagar, kami mau bertemu dengan Rahudman,” teriak seorang massa aksi sambil menggoyang-goyang pintu pagar.

Puluhan personil gabungan dari Satpol PP dan Polsek Medan Baru serta Sabhara Polresta Medan, akhirnya mengizinkan masa masuk kedalam halaman kantor kota dan meminta agar langsung bertemu dengan Rahudman. “Kami tidak mau bertemu dengan Rahudman kalau hanya diwakilkan, karena sebelumnya kami sudah membuat audensi tapi tidak dipedulikan. Untuk itu kami minta agar Rahudman langsung berbicara kepada kami, karena ini merupakan tanggung jawabnya,” jelas Hendra.

Karena sudah menunggu hampir 10 menit tak juga Rahudman menemui masa, masa mengancam akan membakar ban serta akan menurunkan bendera setengah tiang sebagai bentuk lemahnya Pemko Medan dalam membiarkan Masjid Al Ikhlas yang dirubuhkan.

Selanjutnya, massa sempat diterima Asisten Kesos Pemko Medan Mussadad. Namun ditolak oleh massa, karena dinilai tidak bisa mengambil keputusan. Massa memilih untuk langsung bertemu Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis juga sempat menemui massa, namun massa kurang berkenan.

Sekda Kota Medan yang akahirnya menjelaskan kepada massa usai melakukan Salat Ashar berjamaah. Setelah ada negosiasi, akhirnya massa berkenan diterima oleh Sekda untuk diterima aspirasinya. “Pembangunan pagar sudah dicek oleh Dinas TRTB sepanjang 100 meter, tinggi 2 meter. Memang tidak ada izinnya itu, kita akan menyurati pengembang untuk meminta pembongkaran dilakukan.

Kalau juga tidak ada respon, maka Pemko yang akan bongkar. Tidak serta merta saya bertindak sesuka hati, semua ada mekanisme dan peraturan, jadi kita ikuti aturan mainnya. Saya akan sampaikan ini ke pimpinan saya,” ucap Syaiful.(adl)

Dimarahi Malah Minum Racun Tikus

Disuruh orangtuanya untuk cari kerja, Marini Nurhayati br Simanjuntak (22), warga Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mawar, Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan, malah nekat minum racun tikus. Akibatnya, perbuatan Marini ini membuat panik orangtuanya dan langsung melarikannya ke RSU Ameta Sejahtera, Kamis (5/1) sore pukul 15.00 WIB.

Siang itu, Marini dimarahi ibunya karena tak kerja- kerja sejak tamat SMA. Lantas anak sulung ini merasa sakit hati Dengan rasa kecewa, dia langsung masuk kamar dan menenggak racun tikus.

Perbuatan nekat yang dilakukan Marini itu diketahui adiknya. Melihat Marini sudah kejang- kejang dan mulut berbuih, keluarganya langsung melarikan Marini ke RSU Ameta Sejahtera. Dengan kondisi tubuh yang masih lemas, Marini menjalani perawatan intensif di RSU Ameta Sejahtera. Begitu juga tampak ibu kandungnya yang manangisi perbuatan nekat anak sulungnya karena tak terima dimarahi. (ril/smg)

PAD Dishub tak Capai Target

MEDAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menuding telah terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) miliaran rupiah di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Sehingga realisasi target PAD pada 2011 di dinas ini sangat mengecewakan.

Kebocoran PAD paling besar dari sektor parkir yang diduga akibat kelalaian dan ulah oknum yang bermain dari tagihan sejumlah perolehan retribusi, khususnya parkir. Hal ini dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong ketika melakukan rapat realisasi penggunaan anggaran Tahun 2011 Dinas Perhubungan Kota Medan Triwulan IV di kantor dewan, kemarinn
“Seperti yang dipaparkan Dinas Perhubungan yang diwakili Iswar, menyebutkan kalau dari Rp47,3 miliar target PAD Dinas Perhubungan Kota Medan pada 2011, ternyata terhitung sampai 14 Desember 2011, target tersebut baru terealisasi Rp20,7 miliar atau sekitar 43 persen,” kata Parlaungan.

Sedangkan khusus retribusi parkir, dari target PAD sekitar Rp12 miliar lebih, baru terealisasi hanya sekitar Rp10 miliar lebih. Pencapaian target ini diyakini tak terealisasi mengingat waktu tinggal hanya 15 hari lagi. Padahal tahun lalu, realisasi PAD sekitar Rp23 miliar dan khusus parkir terealisasi sekitar Rp13,5 miliar.

“Mendengar penjelasan ini, seluruh anggota Komisi D kesal serta menuding kinerja Dinas Perhubungan Kota Medan lemah dan bobrok. Kalangan dewan meminta Wali Kota Medan Rahudman Harahap agar melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadis Perhubungan Armansyah alias Bob beserta sejumlah stafnya,” cetusnya.

Parlaungan Simangunsong memutuskan hasil rapat agar dilakukan audit terhadap perolehan retribusi. Bahkan, Dinas Perhubungan diminta supaya memberikan data akurat, berapa SK SPT yang mengutip parkir dan daerah mana saja. “Kalau memang Dishub tidak mampu mengelola parkir dengan baik perlu dikaji agar masalah parkir dapat dikontrakkan ke pihak ke tiga untuk peningkatan PAD,” pintanya.

Sekretaris Komisi D, Muslim Maksum menyampaikan, minimnya perolehan PAD patut dipertanyakan. “Kita heran, kenapa retribusi dari sector parkir tidak dapat memenuhi target sementara kendaraan di Medan terus bertambah bahkan setoran yang dikenakan Dishub ke pengamat parkir juga bertambah. Kenapa retribusi malah menurun, ada apa ini,” tegas Muslim.

Anggota lainnya, Budiman panjaitan mengharapkan Dinas Perhubungan Kota Medan dapat menjelaskan lebih tranparan dan mempertanggungjawabkan soal penurunan PAD di Dinas Perhubungan.” Dalam hal peningkatan PAD, dewan siap memberikan masukan dan jika ada masalah siap memback-up demi kepentingan masyarakat umum,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Armansyah Lubis menunjukkan sikap tak bersahabat terhadap wartawan koran ini saat hendak dikonfirmasi usai apel bersama di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Jumat (6/1).

“Kalaian itu, jangan mencari kesalahan orang saja. Cari kebaikan orang, jangan hanya ada sedikit salah paham, kalain seperti ini. Nampaknya kalian sudah tidak mau berkawan lagi ya,” kata Armansyah dengan nada keras sambil menghisap rokoknya.

Dikatakannya, tak ada yang bisa mengintervensi dirinya selain Wali Kota Medan Rahudman Harahap. “Pimpinan saya hanya Wali Kota, jadi kalau kalian mau membanatai aku, silahkan saja, saya tidak perduli,” ujarnya lagi.

Meski sudah diajak berbicara lembut, Armansyah tetap tak mau dikonfirmasi. “Kalau untuk itu, saya no coment. Jangan kalian mencari kesalahan orang saja,” bebernya.(adl)

Mayat Membusuk Dalam Sumur

MEDAN- Penemuan mayat yang sudah membusuk di dalam sumur tua rumah kosong kawasan Menteng 7 Gang Ria, sempat membuat heboh warga di daerah tersebut. Lantas, warga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Area.

Informasi yang diperoleh, jenazah yang belakangan diketahui bernama Putra pertama kali ditemukan Nurisman (25), warga sekitar yang saat itu tengah menanam cabe. Karena bau busuk yang begitu menyengat, Nurisman langsung melaporkannya kepada warga lainnya.

Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Area. Petugas langsung mengevakuasi jenazah di dalam sumur tua tersebut yang diperkirakan sedalam 5 meter. Diduga, korban tewas sekitar dua hari lalu karena kondisi jenazah yang sudah membusuk. Setelah itu, jenazah dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi. Dari tubuh korban terdapat tato bertuliskan nama korban ditangan sebelah kiri. Namun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Kapolsekta Medan Area, Aries Setyo Ningsih yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Jenazah sudah dibawa ke Pirngadi untuk di otopsi. Saat ini keluarga korban belum diketahui keberadaannya,” ujarnya.(mag-11/gus)

Banyak Lurah tak Peduli Kebersihan

Wali Kota Sidak ke Sejumlah Kecamatan

MEDAN- Untuk mengetahui kinerja camat dan lurah dalam menata kebersihan di wilayahnya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kecamatan di Kota Medan. Seperti pada Kamis (5/1) malam lalu, Rahudman melakukan sidak ke Kecamatan Medan Helvetia.

Dari sidak tersebut, Rahudman menemukan ada lurah yang masih tidak peduli dengan kebersihan di wilayahnya. Seperti saat sidak di Kelurahan Cinta Damai, masih ditemukan sampah menumpuk. “Dari hasil monitor terhadap kinerja camat dan lurah tentang kebersihan di wilayahnya, ternyata masih ada yang tidak perduli dengan kebersihan karena sampah masih menumpuknya di sana-sini,” kata seorang sumber di Balai Kota yang meminta namanya tak disebutkan, Jumat (6/1).

Dikatakannya, melihat ketidakpedulian Lurah Cinta Damai terhadap kebersihan di wilayahnya, Wali Kota Medan langsung mengambil tindakan dengan mengatakan akan segera mencopotnya.
“Wali Kota waktu itu mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada lurah tersebut dan akan mencopotnya,” jelas sumber.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap usai melaksanakan apel bersama di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, dia membenarkannya dan akan melakukan pencopotan secepatnya. “Ya, memang ada. Nanti kau akan tahu,” ucap Rahudman sambil tersenyum.

Secara umum, Rahudman menilai camat dan lurah sudah bekerja, namun masih ada yang harus ditingkatkan lagi, terutama menyangkut estetika. Rahudman berharap camat dan lurah terus melakukan penataan terhadap wilayah kerjanya masing-masing sehingga terlihat indah.

Untuk mewujudkan itu, perlu dilakukan kebersamaan. Karenanya, kunjungan yang dilakukan ini sekaligus untuk memberikan motivasi untuk lebih perduli terhadap kecamatan dan kelurahannya.
“Mari terus kita bangun kebersamaan ini. Jadi istilahnya bukan sidak tapi kita bersama-sama melihat kondisi di lapangan dan kemudian membenahinya bersama-sama,” bebernya.(adl)

Gang Kolam Jaka Belum Diaspal

085361231xxx
Yth Pemko Medan kenapa gang kami selalu dilewati pengaspalan sementara di gang lain sudah diaspal semua. Nama gang kami Gang Kolam Jaka/Pelangi, Kecamatan Medan Johor Kelurahan Kwala Bekala di Jalan Pintu Air 4. Tolong ya Pak ditindaklanjuti agar tidak banjir selalu bila hujan, terimakasih.

Kita Akan Usulkan
Kita upayakan 2012 ini pengaspalan jalan dan gang se-Kelurahan Kwala Bekala dapat diwujudkan. Hal ini sesuai instruksi Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM. Memang Kolam Jaka sudah diaspal dan untuk Gang Pelangi segera kita usulkan. Terimakasih.

Enoh PT Tarigan
Lurah Kwala Bekala

Segera Ditindaklanjuti
Pemko Medan komit mewujudkan pembangunan merata di Kota Medan. Salah satunya pengaspalan jalan dan drainase untuk mengatasi banjir. Untuk itu laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga Kota Medan untuk segera ditindaklanjuti. Terimakasih.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

—-

Segera Lakukan  Pengaspalan
Kita minta Wali Kota Medan khususnya instansi terkait untuk dapat memperhatikan jalan dan drainase tidak hanya di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor ini. Tetapi di seluruh Kota Medan. Segera dilakukan pengaspalan, serta perbaikan dranainase yang rusak. Hal itu sebagai bukti Pemko Medan di bawah pimpinan Drs H Rahudman Harahap MM komitmen terhadap pembangunan yang merata.

Budiman Panjaitan
Anggota DPRD Kota Medan

Kapan Sertifikasi Guru Kota Medan Dibayar?

081973172xxx
Kpd Kadis Pendidikan Kota Medan, kapan dibayarkan sertifikasi guru Kota Medan? Soalnya sudah lewat tahun, jangan sempat KPK turun  lagi ke Medan. Karena Kota Medan sekarang mendapat sorotan dari pusat masalah korupsi. Terimakasih, Sumut Pos.

Diteruskan
Dana tunjangan profesi guru, data sudah kita kirim ke provinsi. Dalam minggu ini atau awal minggu depan kita harapkan sudah masuk ke rekening para guru. Saat ini pihak bank penyalur masih memvalidasi jumlah uang dan data rekening guru yang berhak menerimanya. Terimakasih.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan

Plt RSU Sultan Sulaiman Putus Kontrak Sepihak

083199175xxx
Bapak Bupati Sergai Yth mohon Bapak dapat lakukan evaluasi atas pemutusan kontrak secara sepihak yang dilakukan Plt Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman terhadap pegawai honor yang dipecat secara tidak hormat dan tanpa adanya alasan yang kuat. Padahal pegawai honor ini adalah pemegang SK Bupati namun kenapa dipecat tanpa tanpa peringatan terlebih dahulu. Kami juga sangat menyesalkan sistem administrasi pemecatan tersebut, pasalnya surat pemecatan yang diberikan kepada pegawai honor tidak disertai tembusan ke BKD dan Bupati.

Selain itu dalam surat pemecatan yang kami terima terlihat ada coretan di beberapa bagian yang menimbulkan kesan penghinaan terhadap pegawai honor tersebut. Ada sistem tebang pilih dan keberpihakan yang kerap kali dilakukan Plt RSU Sultan Sulaiman dalam memimpin rumah sakit. Kami minta pihak Pemkab Sergai sudi kiranya memediasi pertemuan antara Plt dan pihak pegawai honor yang diPHK.

Tunggu Penjelasan Konkret dari RSU Sultan Sulaiman
Mendapatkan laporan pemutusan kontrak sepihak ini, kita segera meneruskannya ke pihak RSU Sultan Sulaiman untuk mendapatkan penjelasan konkretnya. Dari berapa jumlah pegawai honor yang dipecat juga alasan pemutusan kontrak. Benar pegawai honor memiliki SK Bupati yang berakhir setiap 31 Desember. Untuk kelanjutan kontrak itu tergantung SKPD yang bersangkutan sesuai kebutuhan. Terimakasih.

Drs H Mariono SP
Kabag Humas Pemkab Sergai

Kendaraan Dinas Berlebih di Dinas Bina Marga Provsu

085277214xxx
Kepada Yth Bapak Plt.Gubsu tolong diinventarisasi pemakaian kendaraan dinas di Dinas Bina Marga Provsu. Para pejabat eselon IV sampai eselon III, kendaraan dinasnya lebih dari satu unit.

Sedang Dilakukan Inventarisasi
Terimakasih atas informasinya. Untuk memastikan kebenarannya, laporan ini akan kita teruskan ke Biro Asset Pemprovsu yang saat ini sedang melakukan inventarisasi asset termasuk di antaranya mobil dinas.

Dian Tito SH
Kasubag Humas Pemprovsu