25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14104

Barca Menang, Pep Guardiola tak Tenang

BARCELONA-Tim asal Kota Katalan, Barcelona masih terlalu tangguh untuk Osasuna. Di partai leg I babak 16 besar Copa del Rey, Barca menang 4-0 lewat masing-masing dua gol dari Cesc Fabregas dan Lionel Messi.

Di Camp Nou, Kamis (5/1/2012) dinihari WIB, Fabregas sudah membuat Barca memimpin 2-0 atas Osasuna di 20 menit pertama pertandingan. Tak mau kalah, Lionel Messi yang masuk sebagai pemain pengganti di pertengahan babak kedua kemudian juga menyumbang sepasang gol.

Hasil yang tidak mengejutkan itu tak ayal bikin peluang Barca lolos ke perempatfinal sangatlah terbuka, kendati masih ada satu leg tersisa. Jika lolos ke babak delapan besar, ada kemungkinan Barca akan berjumpa seteru  beratnya, Real Madrid.
Saat mengalahkan Osasuna kemarin ada pemandangan yang menarik. Apa itu? Lionel Messi yang sempat diragukan bisa bermain lantaran tengah sakit. Nyatanya, bintang asal Argentina itu malah menciptakan dua gol.

“Saya tidak muntah-muntah atau menderita demam. Saya hanya sakit perut, tidak lebih dari itu. Itulah alasan mengapa saya tak ikut latihan pagi  ini, namun saya berhasil memulihkan diri dan cukup baik untuk bisa bermain,” akunya seperti dilansir Reuters.
Sementara itu di tempat terpisah entrenador Barcelona Pep Guardiola mengatakan bahwa dirinya belum tenang, meski secara agregat unggul 4-0 atas Osasuna.

“Secara umum kami memainkan permainan yang luar biasa dan kami membuat langkah yang positif,” ujar pelatih 40 tahun ini di konferensi pers usai laga seperti dikutip dari situs resmi klub.

Guardiola rupanya masih ingat hasil buruk yang diraih timnya musim lalu, ketika itu saat menghadapi Real Betis. The Catalans memetik kemenangan meyakinkan 5-0 di pertandingan pertama namun tunduk 1-3 saat gantian main di kandang lawan. Barca memang tetap lolos, tapi hasil  pertandingan itu mengecewakan Guardiola.

“Tapi ini belum menentukan karena kami masih harus bermain di Pamplona. Kami masih punya memori kemenangan 5-0 dari Betis dan kemudian kalah di leg kedua. Semua akan ditentukan setelah kami memainkan leg kedua,” tegasnya. (net/jpnn)

Duo PSMS Kompak Belum Gajian

PSMS yang mengaku sama-sama profesional, ternyata masih mengadopsi masalah serupa dari musim ke musim. Apa lagi kalau bukan cerita keterlambatan gaji. Kali ini, baik PSMS yang main di Indonesian Super League (ISL) maupun yang di Indonesian Primer League (IPL), sama-sama belum gajian.

PSMS ISL awalnya menerima gaji setiap tanggal 27 setiap bulannya. Tapi belakangan tanggal itu diralat menjadi tanggal 10 setiap bulannya. Artinya, hingga saat ini yang sudah memasuki tanggal 6 Januari, pemain dan perangkat tim belum gajian bulan Desember.

Tidak ada tindakan pasti dari manajemen tim yang dikawal Manajer, Benny Tomasoa. Pria berdarah Ambon itu tak berdaya memberikan garansi gaji, padahal ini merupakan tanggung jawab seorang manajer.

Bahkan CEO PSMS ISL, Idris yang turut ke Kerawang menonton PSMS berlaga sehari sebelum lawan Pelita juga tak ada menyinggung soal gaji. Kabarnya Idris hanya menjanjikan bonus jika menang melawan Pelita Jaya. Dan bonus itu tak dibeberkan jumlahnya. Dan sialnya, PSMS hanya mampu main imbang. Apakah tetap ada bonus?

Sementara dari kubu PSMS IPL, masalah serupa terjadi. Tim yang konon ditopang pendanaannya oleh Konsorsium yang berada di balik PSSI saat ini, nyatanya tetap tak mampu membayar gaji tepat waktu. Padahal konsorsium itu yang paling berkoar kalau liganya yang terbaik.

Penggajian pemain IPL baru diberikan kepada 18 pemain yang sejak awal bergabung yakni per tanggal 26 November. Sumber terpercaya dari lingkup PSMS IPL menyebutkan gaji dan kontrak untuk 18 pemain sudah digelontorkan. Tetapi untuk delapan pemain anyar yang bergabung, tepatnya usai dijamu Arema (14/12) belum memeroleh gaji di awal meski sudah menandatangani kontrak. Tak hanya pemain, pengurus tim juga masih bokek tak bergaji.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengatakan hanya ada sejumlah pemain dan manajemen yang belum dibayarkan. “Hampir semua sudah beres kok, begitu juga manajemen,” kilahnya. (ful/saz)

Reus Pilih Gabung Dortmund

BERLIN – Persaingan tim-tim papan atas Bundesliga terasa makin panas hingga musim depan. Terutama yang terjadi antara Bayern Munchen dengan Borussia Dortmund. Tak sekadar karena perebutan gelar juara, tapi juga persaingan dalam bursa pemain.
Musim lalu Dortmund mengalahkan Bayern dalam perebutan gelar juara. Musim ini Dortmund kembali memukul tim yang paling banyak meraih gelar Bundesliga itu. Pukulan telak diberikan Dortmund di bursa pemain saat kedua tim berebut mendapatkan tanda tangan bintang masa depan Jerman, Marco Reus.

Dortmund sudah mengonfirmasi kesepakatan dengan pemain berusia 22 tahun itu. Tapi, Reus baru akan meninggalkan timnya, Borussia Moencengladbach ketika musim 2011/2012 berakhir. Artinya, dia baru akan memperkuat Dortmund pada musim 2012/2013.

Kubu Dortmund menyatakan kontrak Reus berdurasi lima tahun. Tapi Dortmund tak merinci berapa harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan pemain yang bisa diposisikan di gelandang atau sebagai penyerang itu. Harian Bild melaporkan, Dortmund harus membayarkan nilai transfer sebesar 17,5 juta Euro (Rp 207,5 miliar).

“Kami telah mendapatkan tanda tangan pemain impian untuk solusi serangan kami. Kami senang akhirnya marco memutuskan untuk bersama kami dalam menghadapi persaingan yang sangat kuat,” ungkap Michael Zorc, sporting director Dortmund seperti dikutip situs resmi klub.

Bayern adalah pesaing terberat Dortmund dalam perburuan mendapatkan Reus sejak beberapa bulan lalu. Sinyal Bayern mulai kalah dalam persaingan terlihat ddalam beberapa pekan terakhir ketika kompetisi memasuki libur musim dingin. Kubu Bayern mengungkapkan beberapa alasan kesulitan mendatangkan Reus di transfermarkt terdekat atau di musim panas mendatang.
Manajemen Bayern sempat mengatakan Reus belum siap untuk bergabung dalam persaingan memperebutkan posisi inti yang keras di Bayern. Satu alasan lagi, harga yang ditawarkan Moencengladbach, yakni di atas 15 juta Euro, terlalu mahal.
Nilai terakhir sebesar 17,5 juta Euro bukan halangan bagi Dortmund untuk memboyong Reus. Nilai tersebut adalah terbesar nomor dua dalam sejarah transfer Dortmund. Yang paling tinggi adalah yang transfer yang mereka lakukan pada 2001 untuk pemain Brazil Marcio Amoroso senilai 25 juta Euro.
Usai merekrut Amoroso, Dortmund nyaris jatuh pada kebangkrutan. Tapi, kali ini Dortmund tak perlu mengkhawatirkan hal  sama karena bakal untung dari penjualan pemain.  (ady/jpnn)

Bulls Menang Beruntun

Peran Super Sub

Pelita vs PSMS 

KARAWANG- PSMS berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Pelita Jaya di Stadion Singaperbangsa pada lanjutan Indonesian Super League (ISL), Kamis (5/1). Pada laga itu, PSMS sempat tertinggal dua gol.

PSMS sempat dikejutkan oleh gol cepat Safee Sali menit pertama. Kuartet pertahanan yang digalang Rahmad, Sasa, Novi dan Wawan tampak tak berdaya. Gol bermula dari umpan silang dari sisi kiri pertahanan PSMS dan berhasil dikonversi penyerang timnas Malaysia tersebut menjadi gol.

Tertinggal, PSMS Medan mencoba bangkit. Sebuah usaha dari Saha di menit ketiga masih melenceng di sisi kanan gawang Pelita Jaya yang dikawal I Made Kadek Wardan. Sebaliknya, serangan dari Pelita Jaya pun tak surut. Sebuah tendangan John Tarkpor dan Egi Malgiansyah masih belum bisa menambah keunggulan.

Peluang bagi PSMS hadir di menit 18 lewat tendangan keras Choi Dong Soo. Sayang, tendangannya masih melebar. Usaha Choi selanjutnya yang mencoba memanfaatkan umpan terobosan dari Inkyun Oh pun masih mampu diselamatkan kiper Pelita. Hujan deras yang turun sepanjang babak pertama membuat permainan kedua tim lebih banyak memanfaatkan bola-bola panjang. Dan hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Pelita tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, kejadian serupa di awal babak pertama kembali terjadi. Semenit babak kedua berjalan, skor kembali berubah menjadi 2-0. Kali ini giliran Bajevski yang menaklukkan Markus sekaligus menggandakan keunggulan. Unggul dua gol praktis membuat Pelita Jaya lebih bermain bertahan. Hal inilah yang berhasil dimanfaatkan PSMS Medan dengan balik menekan dan menerapkan permainan dengan pressure ketat.

Akhirnya gol yang diharapkan kubu PSMS hadir di menit 55. Kejelian Zulkarnain yang melepaskan tendangan jarak jauh ke sisi kanan gawang Pelita Jaya berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol ini pun menjadi momentum kebangkitan Markus cs. Permainan cepat dengan kombinasi pressure ketat berhasil membuat para pemain Pelita Jaya frustasi untuk menembus pertahanan yang digalang Sasa cs.

Kejelian Pelatih Raja Isa yang menarik Saha di menit 61 dan menggantikannya dengan Arie Supriatna berbuah hasil. Selang semenit Arie Supriatna masuk, pemain bernomor punggung 21 tersebut berhasil menciptakan gol untuk membuat kedudukan seri 2-2. Gol tersebut tercipta berkat kecepatan Arie Supriatna yang memanfaatkan umpan terobosan dari Choi Dong Soo, yang kemudian menaklukkan I Made Kadek Wardan.

Sayangnya aksi brilian Arie Supriatna harus berakhir di menit 78 setelah menerima kartu kuning kedua, setelah di menit 72 mendapat kartu kuning pertama. Kartu kuning kedua yang diterima Arie Supriatna diberikan wasit akibat mempertanyakan keputusan wasit Sutiono. Dan hingga akhir pertandingan kedudukan tetap 2-2.

Keberhasilan memetik poin atas Pelita Jaya pun disambut hangat oleh Pelatih Raja Isa dan jajaran manajemen. Dalam temu pers, Raja Isa, mengatakan bahwa hasil seri yang didapat oleh PSMS berkat kerja keras seluruh tim.
“Saat tertinggal dua gol, kami bisa memanfaatkan kelengahan pemain Pelita Jaya yang bermain over confidence,” ucap Raja Isa.

Sementara Manajer Pelita Jaya, Iwan Budianto, mengakui bahwa hasil seri yang diperoleh Pelita Jaya setelah unggul dua gol sedikit banyak dampak dari pemberitaan sepekan terakhir, di mana beberapa pemainnya diguncang kabar tak baik. “Pemberitaan seminggu terakhir banyak mempengaruhi persiapan kami dalam laga ini. Kami mengucapkan selamat atas PSMS Medan yang berhasil menahan seri Pelita Jaya,” tandasnya. (ful/saz)

Tevez Bikin Ramai Serie A

MILAN- Kasus Carlos Tevez cukup berlarut dan menyita perhatian pecinta bola di jagad raya. Usai berseteru dengan Roberto Mancini- bosnya di Manchester City, orang Argentina itu menghilang. Meski tak nampak batang hidungnya, berita soal klub mana yang bakal jadi pelabuhan berikutnya, ramai di mana-mana. Yang paling heboh saat ini ranah Italia.

Perselisihan Tevez versus Mancini kata pihak The Citizen sudah dilupakan. Kabarnya kedua pihak sudah ketemu dan menjelaskan duduk perkara. Tapi di saat pintu maaf akan terbuka untuk pemain kesayangan Maradona itu, Tevez malah mengulah lagi dengan meninggalkan klub tanpa kabar, tanpa alasan jelas.

Mancini murka. Pelatih asal Italia itu mengadu kepada petinggi Manchester Biru. Para petinggi yang kebanyakan orang Arab pun murka. Sidang internal digelar. Keputusan pun didapat. Tevez harus dihukum. Dan hukumannya berat, denda dan larangan tampil berseragam biru-biru.

Yang bikin jengkel lagi, ketika klub seperti kebakaran jenggot atas ulah Tevez, yang bersangkutan malah santai di kampung halamannya di Argentina. Dia ikuti turnamen golf tingkat lokal dan tampil ciamik. Seolah tak mau tahu dengan kondisi dan berita soal tingkahnya, Tevez memang yahud.

Kini tanpa sepatah kata dari Tevez, berita soal dirinya masih berseliweran. Hampir seluruh media di Eropa bahkan Argentina membicarakannya. Seperti dijelaskan di atas, ranah sepak bola Italia sedang bergairah menanti kata-kata Tevez. Apa benar dia akan segera berkostum Milan? Atau dia akan main di kampung halamannya saja bersama Corinthians?

Yang pasti, sejak akhir tahun hingga kini, Milan berada di garda terdepan untuk mendatangkan Tevez.  Bos Milan, Silvio Berlusconi yang paling sor dengan skill Tevez. Tapi Berluconi maunya pinjam saja sampai akhir musim. Rupanya proposal pinjaman sudah dilancarkan Milan kepada City. Sayang, pihak City enggan melepasnya dengan status pinjaman. City maunya Tevez dijual dengan harga tinggi.

Salah satu bintang Milan, Robinho bahkan berusaha merayu Tevez agar mau berkostum Milan. “Saya pernah bermain dengan Tevez. Saya bisa jamin jika ia adalah seorang pemain hebat,” kata orang Brasil itu.

Tak hanya dia, pemain senior Milan, Gianluca Zambrotta pun mendukung kedatangannya. Meski sempat jadi perdebatan, jika Tevez datang maka suasana tim bakal gundah, hal itu ditolaknya. “Dulu ketika Cassano dan Ibra akan bergabung bersama Milan, semua bilang tim tak akan kondusif. Nyatanya tidak ada masalah besar yang terjadi. Begitu juga jika Tevez bergabung, dia tak akan mendatangkan masalah,” katanya.

Lantas apa kata Mancini? Seperti dilansir Sky Sport, pihaknya kini sedang ingin menjual beberapa pemain sebelum mendatangkan pemain baru di jendela transfer Januari ini. Ada beberapa nama yang memang harus dijual, termasuk Tevez dan Wayne Bridge. “Kami harus menjual sekitar lima pemain termasuk Tevez dalam waktu dekat ini,” kata Mancini di Sky Sport.
“Kalau sudah ada pemain terjual, mungkin kami bisa melakukan sesuatu. Ada dua atau tiga tim di Italia dan tim di Prancis yang mungkin akan ikut negosiasi soal Tevez. Secara pribadi, aku ingin Tevez kembali bermain,” pungkasnya. (ful)

Persipura Berjaya, Persib Imbang

JAYAPURA – Derby Papua antara Persipura Jayapura melawan Persidafon Dafonsoro pada lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) dimenangi tuan rumah dengan skor 3-1. Sementara Persib Bandung ditahan PSAP Sigli 1-1.

Bermain di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (5/1), kemenangan 3-1 yang didapat Persipura memantapkan posisi mereka di posisi teratas klasemen sementara dengan nilai 10 dari lima kali bertanding. Persipura unggul selisih gol atas Sriwijaya FC yang punya poin sama.

Sementara Persidafon masih berkutat di papan bawah klasemen sementara karena belum sekalipun mengecap kemenangan dari lima laga yang dimainkan. Total baru tiga poin mereka kumpulkan.

Ricardo Salampessy membawa Persipura unggul 1-0 setelah menyambut bola sepak pojok pemain asal Liberia Zah Rahan Krangar.

Tampil lebih dominan, Persipura makin menjauh melalui kaki kapten Boaz Solossa satu menit jelang turun minum. Gol tercipta setelah melakukan kerja sama satu-dua di depan gawang Persidafon. Sodoran Beto dengan mudahnya diselesaikan Boaz yang mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah.
Di babak kedua, Persidafon melakukan perubahan strategi yang memberikan dampak positif bagi tim berjuluk “Gabus Sentani” tersebut.

Di menit 61 Patrich Wanggai berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 setelah berhasil memanfaatkan bola umpan dari sisi kiri pertahanan Persipura.

Tendangan kaki kanan striker timnas U-23 tersebut tak mampu dibendung kiper Yoo Jae Hoon.
Meski berupaya menambah gol, gawang Persidafon kembali bobol di menit 84 melalui Albeto Goncalves.
Dia mengubah kedudukan setelah meneruskan umpan Ortisan Solossa. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang babak kedua ditiup wasit.

Mengomentari kemenangan tersebut, Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengaku senang, namun dia mengkritik performa anak asuhnya di babak kedua. “Kinerja mereka musti ditingkatkan agar bisa memiliki hasil yang maksimal lagi di masa depan,” sahut Jacksen.

Sementara Asisten Pelatih Persidafon Jayapura, Isman Jasumey mengaku timnya masih kalah kelas dengan Persipura.
Meski begitu, perubahan yang dilakukan di babak kedua memberikan sedikit dampak positif dalam meladeni permainan tuan rumah.

“Memang kita kalah pengalaman dengan Persipura, tapi babak kedua kita coba ubah strategi dan bisa memperkecil kekalahan,” tutupnya.

Sementara itu pada pertandingan lainnya di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Persib gagal memetik kemenangan. Maung Bandung diimbangi PSAP Sigli dengan skor 1-1.
Tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui Maman Abdurrahman di menit 51. Namun kemenangan Persib pupus setelah tendangan keras Wook Jin You di menit 77 menjebol gawang tuan rumah. Skor 1-1 bertahan hingga laga tuntas. (bbs/jpnn)

Bulls Menang Beruntun

Dick Gemilang di Laga ke-1.000

DETROIT – Chicago Bulls berhasil mencatat kemenangan kelimanya berturut-turut usai membungkam tuan rumah Detroit Pistons 99-83 di Aubrun Hills Stadium,  Kamis (5/1).

Bermain di kandang sendiri, kualitas Pistons masih jauh di bawah Bulls dan sejak kuarter pertama mereka selalu tertinggal dalam perolehan poin.

Kemenangan ini membuat catatan rekor menang-kalah Bulls menjadi 6-1 dan mereka pun mantap memimpin klasemen Divisi Tengah. Sebaliknya, Pistons terpuruk di juru kunci dengan rekor 2-4.

Pencetak angka terbanyak Bulls adalah center Charles Boozer yang mencatat 19 angka dan tujuh rebounds. Disusul oleh point guard andalan mereka Derrick Rose yang mencetak 17 angka dan 10 assist.

Menariknya, dalam laga pertama menghadapi bekas klubnya, shooting guard Richard Hamilton tampil cukup baik dengan 14 angka, lima assist, dan tiga rebound bagi Bulls.

Di sisi lain, pelatih Bulls, Tom Thibodeau, akhirnya menemukan formula yang memungkinkan Boozer dan Noah tampil baik saat disandingkan bersama-sama.

Tambahan 13 angka dan 11 rebound lainnya dari center Joakim Noah dan 12 poin dari power forward Taj Gibson akhirnya mengantarkan Bulls meraih kemenangan kelimanya berturut-turut.  Dari kubu Pistons, Greg Monroe menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 19 angka dan 13 rebounds.  Pertandingan Bulls selanjutnya akan digelar malam ini menghadapi Orlando Magic.
Sementara itu, dari Dallas juga digelar laga antara Dallas Maverick kontra Phoenix Suns, yang dimenangkan Maverick dengan skor 98-89. Jagoan Maverick, Dirk Nowitzki yang turun di laga ke-1.000 di sepanjang karirnya di NBA, sukses tampil ciamik. Tampil di depan pendukung sendiri, Nowitzki memimpin Dallas Mavericks dalam mengatasi perlawanan Phoenix Suns.

Di American Airlines Center, Kamis (5/1) siang WIB, Nowitzki menyumbangkan angka terbanyak Mavs dengan raihan 20 angka. Ditambah enam rebound dan tujuh assistnya, pebasket Jerman ini berhak atas predikat top performer.

Nowitzki menjadi pemain ke-98 dalam sejarah NBA yang sukses menembus 1.000 pertandingan atau menempat urutan ke-11 pebasket yang masih aktif bermain sampai saat ini.

Steve Nash menjadi penampil terbaik dari kubu Suns setelah mencatatkan double-double dengan 15 poin, empat rebound dan 12 assist. Laga ini adalah kali pertama kedua tim bertemu di musim 2011-12. Sang juara bertahan sukses memenangi empat pertemuannya dengan Suns di musim lalu.

Sedangkan finalis musim lalu, Miami Heat berhasil bangkit usai menelan kekalahan dari Atlanta Hawks tiga hari lalu. Meski tanpa Dwyane Wade, Heat menang cukup telak 118-83 dari Indiana Pacers. LeBron James jadi pemain Heat paling bersinar dengan membukukan 33 poin dan 13 assist. Dengan hasil ini, Heat memperbaiki catatan kemenangannya menjadi enam dari tujuh yang telah dilaluinya.

Di laga lainnya, Boston Celtics yang tak diperkuat oleh Ray Allen mampu tampil oke dengan menundukkan tamunya, New Jersey Nets 89-70. Ini merupakan kemenangan keempat beruntun tim yang diasuh oleh Doc Rivers itu. (bbs/jpnn)

KONI Tengahi Kisruh PSSI

JAKARTA – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) turun tangan terkait kisruh dipersepakbolaan nasional. Induk organisasi olahraga tanah air itu merasa perlu segera mendamaikan konflik yang terjadi di salah satu organisasi yang dinaunginya dan mencoba mencari solusi terbaik.

Kemarin siang ketua KONI yang baru terpilih Tono Suratman mendatangi kantor PSSI dan bertemu dengan jajaran pengurus. Usai pertemuan Tono Suratman berharap agar semua perselisihan yang terjadi segera diakhiri.
Tono mengaku sudah bertemu dengan pihak – pihak yang berkepentingan serta pemerhati olahraga untuk mendapatkan masukan-masukan. “Saya sudah mendapat masukan dari pemerhati olahraga sepak bola. Masukan ini baik untuk kita,” kata Tono kepada wartawan.

“Sebagai Ketua KONI ini tanggung jawab saya. Masukan-masukan itu saya pelajari dan saya bisa dapatkan jalan keluarnya. Tapi itu membutuhkan waktu,” lajutnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) menyatakan dalam tiga sampai empat hari ke depan sudah ada keputusan penting terkait “konflik PSSI. “Tidak akan ada yang dikorbankan. Semua kita tampung dalam satu organisasi yang baik,” jelasnya.

Solusi seperti apa yang akan ditawarkan” Untuk satu ini Tono belum bersedia mengunkapkannya. Yang pasti pasti ada jalan keluar karena menurutnya ini olahraga yang bisa kita diselesaikan dengan kerja sama yang baik.

Tapi Tono menggarisbawahi jika dirinya tidak sepakat dengan wacana Kongres Luar Biasa (KLB) yang digulirkan oleh kubu yang tidak puas dengan kepengurusan PSSI saat ini. “KLB tidka perlu. Buat apa – kan sudah sudah ada saya (KONI), Mengapa harus buang-buang waktu jauh kesana,” tegasnya. Tono mengaku jika dirinya sudah bertemu dengan beberapa pihak dari pengusung KLB.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan PSSI saat ini konsentrasi terhadap program-program yang sudah dirancang. “Adanya keributan ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Tapi kami tidak konsentrasi kesana. Sebab pada 2012 ini banyak even yang harus kita ikuti,” katanya.

Djohar mengaku sangat senang KONI bersedia turun tangan. “Kami dari awal membuka pintu untuk suasana damai. Sampai sekarang kami masih buka pintu. Kami berharap semua kembali ke rumah, apalagi ada yang mau membantu, yaitu Ketum KONI. Ini sangat kami hargai. (ali/jpnn)

Adaptasi Nadal Berlangsung Mulus

DOHA – Babak kedua Qatar Terbuka menjadi jawaban Rafael Nadal terhadap keraguan yang dialamtkan padanya. Petenis Spanyol itu menunjukkan tak lagi menghadapi masalah memasuki musim 2012. Setelah mengalami kesulitan di babak pertama, Nadal melaju mulus dengan mengalahkan Denis Gremelmayr (Jerman) di babak kedua.

Nadal yang harus menjalani partai tiga set di babak pertama, tak menemui banyak kesulitan saat menundukkan Gremelmayr. Dengan mencuri empat kali servis petenis kualifikasi itu, Nadal mengunci kemenangan 6-2, 6-2 dalam 1 jam 29 menit.
Meski terlalu dominan bagi lawannya, Nadal mengakui banyak adaptasi yang harus dilakukannya.

Petenis Spanyol itu masih menyesuaikan diri dengan kepala raket baru yang lebih berat , juga pada gaya bermainnya. Setelah tak berhasil membendung dominasi Novak Djokovic (Serbia) musim lalu, mulai musim ini dia mencoba lebih banyak melakukan variasi pukulan dan lebih agresif.

“Saya berusaha untuk bermain agresif, mencoba melakukan pengembalian dengan lebih variatif. Sebab, salah satu titik terburuk saya musim lalu adalah pengembalian, terutama di semester kedua musim lalu,” ujar Nadal seperti dikutip Associated Press.
Dengan percobaan gaya main tersebut, Nadal meraih 15 kali kesempatan mencuri servis Gremelmayr. Sayang, dari jumlah itu hanya empat yang berbuah poin baginya. Tapi, baginya itu cukup membuktikan adaptasinya telah melalui jalan yang benar.

“Saya sangat senang dengan yang saya tunjukkan hari ini, dan senang dengan banyak hal bekerja dengan baik ketika saya memakai berat baru pada raket saya. Saya mulai mendapatkan perasaan yang baik, itulah yang paling penting,” tutur Nadal.

Di pertandingan lain, Roger Federer juga belum menemukan tantangan berarti dalam usahanya mempertahankan gelar Qatar Terbuka. Petenis Swiss itu belum kehilangan satu set pun dalam dua laga di Doha. Kemarin, dia mengalahkan Grega Zemlja (Slovenia) 6-2, 6-3 dalam durasi 59 menit.  (ady/jpnn)

TI Sumut Butuh Dukungan KONI

MEDAN- Pengurus Provinsi (Pengprop) Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara akan mengabulkan permintaan atletnya Basuki Nugroho untuk melakukan try out ke negara tetangga seperti ke Malaysia.

“Jika itu mampu meningktakan kemampuan atlet, maka tak ada salahnya permintaan itu dikabulkan. Namun begitu, tentunya itu harus mendapat persetujuan dari rapat pengurus,” bilang Ir Arif Haryadian MSi,  Sekum TI Sumut kepada Sumut Pos, Kamis  (5/1).
Selanjutnya Arif juga menyebutkan jika pihaknya akan semakin termotivasi mengirim atlet melakukan try out ke negara tetangga jika KONI Sumut selaku induk dari induk organisasi olahraga memberikan dukungan terhadap wacana try out tadi.
“Setidaknya untuk try out dibutuhkan manajemen yang solid serta dukungan pendanaan yang memadai. Nah, bila KONI Sumut bersedia membantu pendanaannya maka try out itu pasti dapat dilaksanakan,” bilang Arif lagi.
Selanjutnya Arif menjelaskan jika saat ini dua taekwondoin Sumut
Opien Denada Ginting dan Nuri Refani Siregar mendapat panggilan dari PB TI untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Itu kami ketahui setelah PB TI melayangkan fax kepada kami beberapa hari lalu,” bilang Arif lagi.
Dengan hanya dua taekwondoin putri yang mendapat panggilan Pelatnas, maka dipastikan jika atlet andal Sumut yang selama ini menjadi penghuni Pelatnas Basuki Nugroho tak lagi terdaftar.
“Kita kecewa saat mengetahui jika Basuki tak lagi dipanggil ke Pelatnas. Namun kita dapat memahami kondisi ini karena pada beberapa tahun terakhir kondisi lutut Basuki Nugroho sering mengalami cedera sehingga kerap menggangu program latihannya,” sesal Arif. (omi)