30 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 14115

Pemkab Biarkan Bangunan di DAS

LANGKAT- Pemkab Langkat dinilai telah kehilangan wibawa sekaligus tidak bernyali, menyusul belum adanya sikap tegas terkait berdirinya bangunan seputar daerah aliran sungai (DAS) Sei Batang Serangan, persisnya di inti kota Kecamatan Tanjungpura.

“Sikap lambat diperlihatkan Pemkab tidak mencerminkan kewibawaan, sampai sejauh ini belum ada ketegasan terkait berdirinya bangunan di DAS itu. Dengan pembiaran itu, hilanglah wibawa eksekutif,” kata Ketua Komisi IV Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Langkat, Sri Wahna Kaban, Minggu (18/12).

Wahna meminta instansi terkait jajaran Pemkab berlaku tegas tanpa memilah pihak manapun melakukan pelanggaran, tujuannya agar tidak memberi ruang kepada pelaku-pelaku lainnya yang mencoba berbuat sama. Namun, dugaan pembiaran terjadi saat ini dikhawatirkan membuat warga kehilangan kepercayaan kepada Pemkab.

Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal menjelaskan sesuai instruksi pernah disampaikan Sekdakab Langkat, Surya Djahisa dalam satu kesempatan menyebutkan pihaknya tinggal menentukan momen melakukan action. (mag-4)

Sekolah Formal Banyak Prestasi, Karir Malah Anjlok

Sungguh disayangkan, mereka yang pada saat sekolah formalnya sering disanjung oleh para kerabatnya karena sering memperoleh rangking pertama pada setiap penerimaan rapor, malah di antaranya berpredikat bintang sekolah, sehingga memperoleh beasiswa, namun karirnya anjlok. Berarti ada sesuatu yang tidak beres.

Mengapa Demikian? Kiranya perlu menjadi bahan evaluasi praktisi pendidikan. Namun penulis bisa memberi kemungkinan penyebabnya. Antara lain, orangtua yang dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya hanya dengan menanyakan nilai ulangan, sebagaimana yang sudah mentradisi dari generasi ke generasi, juga jumlah ilmu yang diperolehnya. Bukannya seputar pengetahuan yang diperoleh serta dipahami. Padahal yang terakhir ini, bila diajukan setiap hari, cepat atau lambat akan memperkuat kesadaran mereka akan pendidikan sebagai yang terhubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan yang diperolehnya setengah-setengah. Memang banyak dari mereka memperoleh nilai bagus pada rapornya. Terlebih pada siswa yang rajin menghapal. Maka tak heran mengapa banyak alumnus yang tidak siap pakai. Ibarat belajar nama-nama hewan, tetapi ketika mengunjungi kebun binatang, bingung sendiri, mana rusa, gajah, atau lainnya, padahal kadangnya masing-masing sudah mereka lewati.

Terjebak pada pendidikan yang bersifat reproduksi alumnus. Sehingga wawasannya bersifat klise dalam berucap, bertindak, dan berbuat, sesuai dengan program kurikulum yang ditetapkan pihak birokrat.

Prof Dr Paulo Freire asal Brasil menganggapnya sebagai lembaga yang hanya memproduksi alumnus yang miskin bahasa, yang gilirannya beresiko bagi timbulnya budaya bisu.

Mereka tidak sadar, profesi pekerjaan menuntut penyesuaian pengetahuan dengan modernisasi. Yang terakhir ini perlu kreativitas, pola pikir asosiasi, atau improvisasi demi mengantisipasi persaingan. Tetapi apa mungkin terwujud bila pola belajarnya seperti itu?

Adanya pertalian antar nilai dalam kedisiplinan ilmu, yang seharusnya bisa menghasilkan rumusan yang khas, tetapi berhubung sejak awal pola belajarnya sudah seperti itu, sehingga pengungkapannya masih terasa gabungan, belum bersifat sintesis.

Tidak merasakan sebagai yang terhubungkan dengan dunia. Motivasi belajarnya semata-mata karena prosedural akademi belaka. Asal disiplin, rajin belajar, dan ulet, dianggapnya sudah cukup, serta berlanjut dengan perolehan rapor bernilai bagus.

Banyak  materi pelajarannya yang tidak ditujukan untuk meningkatkan peradaban bangsa, tidak diarahkan untuk memberikan nilai tambah pada pemecahan problematika kehidupan.

Kurangnya dialog dengan guru, miskin inisiatif atau kurang waktu. Padahal tanpa dialog, terdidik bisa merasa terasing oleh materi pelajaran yang sering bersifat naratif dan verbal, meskipun nilai rapornya bagus.

Ingat, setiap materi pelajaran menimbulkan problematis dari berbagai segi yang bila depecahkan melalui dialog akan menciptakan fleksibelitas intelektual terhadap materi pelajaran (unsur penting dalam hidup ini). Kelak siswa akan mempunyai banyak pilihan, termasuk dari hasil inisiatif atau analisanya sendiri.

Minimnya dialog otomatis akan mengurangi rangsangan mengajukan problematis yang muncul dari pelajaran. Gilirannya hanya akan menciptakan sikap patuh siswa dengan mendengarkan, memperhatikan, dan mengerjakan. Lalu pendidik mengontrol, sejauh mana perhatian mereka melalui apa yang dikenal dengan ujian, test atau ulangan.

Bercerminlah terhadap obsesi kaum buta huruf untuk bisa membaca. Tampak sekali, guru maupun siswa sama sama merasakan, buta huruf hanya akan menimbulkan keterbelakangan, kebodohan, dan kebingungan. Karena itu, mereka memperlihatkan antusias tinggi saat mengikuti problem pemberantsan buta huruf. Mereka tidak mau dinyatakan sudah bisa membaca, bila kenyataannya belum sempurna benar atau masih kurang lancar. Malah terpikirkan pun tidak. Tujuannya cuman satu, yaitu bisa membaca.(*)

Penulis/Pengirim: Nasrullah Idris
Bidang Studi: Reformasi Sains
Matematika Teknologi

PSDS Hajar Perseba Bangun Purba

PSDS Deliserdang sukses menundukkan Perseba Bangun Purba dengan skor 4-1 pada laga uji coba yang dilaksanakan di Lapangan Batu Ginging Bangun Purba, Senin (19/12). Striker Traktor Kuning-julukan PSDS, Tubagus Rudi jadi bintang lapangan lewat hattricknya di menit 43, 75, dan 85.

“Cukup baik ya, tim menunjukkan peningkatan yang konstan. Namun masih terdapat kekurangan di komunikasi antar pemain dan finishing. Ini jadi pekerjaan rumah kita,” ucap Pelatih Kepala PSDS, Dosman Sagala via sambungan telepon kepada wartawan Sumut Pos.

Permainan individu yang mendominasi membuat skuad Traktor Kuning kebobolan lebih dulu di babak pertama. Adalah gelandang Arian Yuliardi gagal mempertahankan bola langsung dimanfaatkan tuan rumah melakukan counter attack dan menjebol gawang PSDS.

Kebobolan 1-0, Tubagus dkk membangun serangan dengan menampilkan kerjasama antar pemain. Memanfaatkan ballpas untuk memainkan pola satu dua dilanjutkan shooting keras dari Tubagus untuk menyamakan kedudukan, 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

Keputusan Dosman memasukkan empat pemain di babak kedua langsung menambah daya gempur tim. Vicky masuk menggantikan Edi Suhendra, Wawan menggantikan Aryan Yuliardi, Bp Simbolong menggantikan Ridho, dan Agung Surya menggantikan Ronal Sinaga.

Di menit 68, Budi Setiawan menyumbangkan gol kedua lewat tendangan keras dari luar kotak penalty setelah memanfaatkan track ball dengan baik. Tidak puas, dua gol kembali disumbangkan Tubagus (75′ dan 85′) sekaligus menutup kemenangan si Traktor Kuning 4-1 atas tuan rumah.

Manager PSDS Datok H Slamat Ferry menyambut baik kemenangan tim asuhannya. “Ini berkat kerjasama dan semangat para pemain yang hendaknya terus ditingkatkan.

Tidak ada yang tidak bisa dilakukan dengan kerjasama dan semangat tempur yang tinggi dari anak-anak kami,” ucap Datok (sapaan akrab Datok H Slamat Ferry).

Pembinaan yang sedang digalakkan di PSDS lanjutnya, menunjang program Gerakan Deli Serdang Membangun (GSDM) dari Bupati Deli Serdang Amri Tambunan. Untuk itu Datok yang juga merupakan Wakil Ketua Reil Estate Indonesia Sumatera Utara (REI Sumut) mengharapkan kontribusi dari berbagai pihak, terlebih warga Deli Serdang.
“Pembangunan tidak melulu fisik tapi juga semangat sebagai warga Deli Serdang. Untuk itu, saya himbau seluruh anggota REI yang beroperasi di Deli Serdang turut berkontribusi membina tim kebanggaan kita, si Traktor Kuning ini,” himbau Datok.

Rabu (21/12) nanti PSDS kembali menggelar laga ujicoba di Stadion Baharoeddin Siregar Deli Serdang. Hal ini untuk mematangkan persiapan melakoni kompetisi Divisi Satu PSSI yang digelar Januari 2012 mendatang. (jul)

Bekali Wisudawan dengan Soft Skill

MEDAN- Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan M Isa Indrawan mangatakan, sebuah lingkungan yang bersih akan mendukung suasan kampus yang asri. Selain itu, memberi semangat kepada mahasiswa dalam menimba ilmu.

Melihat hal ini, Unpab Medan mengkampanyekan gerakan kampus bersih dalam mempromiskan kampus yang bebas sampah, dan hijau asri.

“Gerakan ini dilaksanakan mengingat peradaban bersih, masyarakat kampus akan hidup lebih sehat,” ucap  M Isa Indrawan, saat mewisuda lulusan di gedung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), kemarin (18/12).

Dia juga menyatakan, gerakan ini telah dilaksankan secara terus menerus di lingkungan kampus dan lingkungan sekitarnya. Program ini dilakukan setiap minggunya yang dikenal dengan sebutan No Jaim Day. “Maksudnya No Jaim Day ini, semua pihak mempunyai tugas yang sama tanpa ada perbedaan status dalam kampanye bersih ini,” ucap Isa.
Isa juga menyampaikan, untuk mendukung sistem akademik yang baik, Unpab juga  bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri dalam fasilitas pembayaran secara online. Sehingga memudahkan mahasiswa melakukan pembayaran uang kuliah.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya Hj Yasmin Siti Khadijah, menyatakan, Unpab senantiasa membekali lulusannya dengan soft skill yang baik. Sebab, dunia kerja saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki soft skill. “Bukan nilai dari indeks prestasi kumulatif (IPK) saja,”  jelasnya.

Yasmin juga menyatakan, pihak yayasan telah menetapkan 7 nilai dasar yang harus diikuti semua pihak. Ketujuh nilai ini sangat penting dalam membentuk kepribadian.

Ketujuhnya yaitu melaksanakan salat, zikir, bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh, optimis dan tidak putus asa, rendah hati dan apa adanya, berpikir positif, berempati dan memberikan solusi dan patuh kepada pimpinan.
“Dan, orang-orang seperti inilah yang akan lulus dalam seleksi perekrutan dan juga berhasil dalam kerja wirausaha,” jelasnya.

Ketua Panitia Wisuda, Robi Krisna mengatakan, lulusan Unpab yang diwisuda periode kedua tahun 2011 ini sebanyak 604 orang, terdiri dari 35 orang dari program pascasarjana, 101 program S1 fakultas hukum, 161 fakultas ekonomi, 41 fakultas pertanian, 163 fakultas teknik, 10 fakultas filsafat, 65 orang dari fakultas agama Islam (FAI), dan 28 orang D-III fakultas teknik. (uma)

Jaringan Sindeka Peduli Pendidikan

PAKPAK BHARAT- Sejumlah siswa dari tingkat pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dari seluruh sekolah di Pakpak Bharat, khususnya siswa yang meraih rangking pertama di kelasnya pada tahun ajaran 2011/2012 memperoleh piagam dan cinderamata dari Jaringan Sindeka Pakpak Bharat.

Demikian disampaikan Ketua Jaringan Sindeka Jenny R L Berutu SH SpN kepada Sumut Pos, Sabtu (17/12). Menurut dia, mereka merasa peduli dan bertanggung jawab serta terpanggil untuk memotivasi peningkatan pendidikan di Pakpak Bharat. Motivasi dan kepedulian itu diharapkan menjadi masukan semua pihak agar bisa memajukan segala aspek kehidupan.

“Ini menjadi masukan semua pihak. Siapa pun berkewajiban mendorong peningkatan pendidikan,” kata Jenny didampingi sekretarisnya, Zulkarnain Berutu.

Dia menyatakan, Sindeka sebagai Organisasi Kemasyarakat (Ormas) selain memberikan kepedulian terhadap pendidikan, kegiatan peduli kesehatan juga akan digagas untuk organisasi yang ada di Medan. Kepedulian di  bidang kesehatan itu direncanakan akan membawa 100 orang tim medis yang meliputi dokter-dokter spesialis dan para medis lainnya, dalam pengobatan gratis masyarakat Pakpak Bharat.

“Yang dilakukan baru sedikit, mudah-mudahan ke depan akan lebih banyak lagi. Dan menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama untuk kesejahteraan masyarakat Pakpak,”ucap Jenny sembari menambahkan mohon dukungan agar kegiatan-kegiatan berjalan sukses.

Sementara itu, Zulkarnain Berutu menambahkan, Ke depan khususnya dalam bidang pendidikan, Jaringan Sindeka merencanakan tidak saja memotivasi terhadap siswa berprestasi, dan akan memberikan apresiasi kepada lainnya.
Sedangkan satu orang tua siswa yang telah menerima piagam dan cinderamata di SMAN 1 Kerajaan, S Sitanggang  menyatakan berterima kasih atas kepedulian Jaringan Sindeka untuk memotivasi siswa agar semakin rajin dan giat belajar. Dengan kepedulian ini, siswa semakin terpicu dan terpacu serta berlomba-lomba menimba ilmu pengetahuan. (mag-15)

Siswa Dialog Interaktif Tentang Lalulintas

TEBING TINGGI- Sebanyak 1.000 pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMA), SMK/Sederajat se Kota Tebing Tinggi mengikuti dialog interaktif dengan jajaran Polres Tebing Tinggi membangun budaya tertib lalulintas  di kalangan pelajar  di Aula Balai Kartini, Kota Tebing Tinggi, Senin (19/12).

Hadir sebagai pembicara Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi Sik, Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Kadis Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Drs Pardamean Siregar.

AKBP Andi Rian Djajadi mengatakan perlunya para pelajar untuk mematuhi peraturan lalulintas. Karena, bila semua patuh terhadap lalulintas maka angka tingkat kecelakaan di jalan raya akan semakin rendah. Perlu diketahui bersama, pembunuh nomor tiga di dunai adalah kecelakaan lalulintas, setelah penyakit jantung dan TBC.

Dia menyebutkan, sekarang ini jalan raya lebih didominasi pengendara yang  berusia pelajar. “Sebaiknya, pelajar  yang sudah bersuai 17 tahun ke atas  boleh mengajukan pembuatan SIM,” katanya.

Berdasarkan data kecelakaan lalulintas tahun 2011 di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi banyak dialami oleh anak sekolah, berdasarkan data perhitungannya sebanyak 14 jiwa pelajar telah meninggal dunia, luka berat 39 dan luka ringan 72 orang.

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengajak para pelajar untuk mentaati peraturan lalulintas, karena jangan merasa takut sama polisi apabila tidak melanggar peraturan. (mag-3)

Pengungsi Butuh Selimut dan Air Bersih

TEBING TINGGI- Pasca meluapnya Sungai Padang di Kota Tebing Tinggi, kini Sungai Bahilang yang membelah kota lemang itu juga meluap, Senin (19/12) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Sungai tersebut meluap akibat tak mampu menampung debit air yang datang dari hulu, tepatnya dari Kabupaten Simalungun. Sedangkan para pengungsi membutuhkan selimut dan air bersih.

Akibatnya, sekitar 1.800 Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan, seperti Kecamatan Tebing Tinggi Kota diantaranya Kelurahan Mandailing, Pasar Baru dan Bandar Utama banjir merendam sebanyak 900 KK. Sedangkan di Kecamatan Padang Hulu, ada tiga kelurahan terendam banjir, yaitu Kelurahan Tualang, Persiakan dan Bandarsono sebanyak 900 kk. Kedalaman air bervariasi mulai 50 sampai 100 cm.

Adapun daerah terparah terendam air dengan kedalaman 100 cm adalah Kelurahan Mandailing dan Kelurahan Persiakan. Akibat dalamnya air itu, warga mengungsi ke tenda-tenda yang telah disiapkan Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi.

Ketua Tagana, Kaharuddin Nasution membeberkan pihaknya telah membagi beberapa anggotanya ditiga titik banjir terparah. Tim lebih fokus untuk mengutamakan keselamatan warga apabila air sungai tiba-tiba naik, sementara itu beberapa warga masih terlihat tinggal di rumahnya yang terendam banjir.

“Khusus bagi warga yang masih bertahan di dalam rumah, sebaiknya segera meninggalkan rumahnya dan mencari tempat pengungsian yang telah dipersiapkan,” katanya.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tebing Tinggi, Drs Hasanuddin Siregar mengatakan telah mendata rumah koban banjir , sementara pihaknya mengaku sudah memberikan bantuan kepada warga melalui pihak kelurahan berupa beras dan mie instant.
Seorang warga, Ani (43) warga Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Persiakan yang rumahnya terendam air sedalam 80 cm  berharap kebutuhan bahan pokok seperti air bersih, beras, selimut dan makanan ringan. Kebanyakan warga tidak bisa melaksanakan akitivitas. Kini warga hanya menunggu air bersih. (mag-3)

Hujan di Sumut Dipengaruhi Badai Washi

Medan- Musim hujan yang terjadi di Sumut bulan Desember 2011 ini mengakibatkan beberapa daerah mengalami longsor dan banjir. Tidak hanya itu, hujan kali ini dipengaruhi cuaca buruk dan badai. “Untuk seminggu kedepan diprediksi hujan mulai pagi sampai sore hari. Hujan yang terjadi kali ini dipengaruhi badai tropis “Washi” yang sudah memasuki perairan Laut Cina Selatan dan berdampak bagi semua wilayah di Sumut,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Polonia Medan, Hartanto ST MM, Senin (19/12)  diruang kerjanya.

Lebih lanjut, ditambahkan Hartanto, hujan yang turun dari pagi hingga sore hari seperti Senin (19/12) saat ini juga berpengaruh untuk banjir. “Kepada warga Medan agar waspada dengan situasi seperti ini karena berpotensi banjir, terutama untuk wilayah Sei Mati yang menjadi langganan banjir kiriman dari pegunungan,” sebutnya.

Hartanto mengaku, hujan yang turun didaerah pegunungan juga berpengaruh untuk potensi tanha longsor karena adanya pengikisan tanah oleh curah hujan yang turun dengan potensi sedang dan besar itu. “Untuk warga di pegunungan agar tetap waspada saat turun hujan karena berpengaruh untuk longsor seperti yang terjadi baru-baru ini di Perbatasan Taput dan Tapsel,” ujarnya.

Ditegaskan Hartanto, untuk suhu sejauh ini masih aman dan tidak ada masalah. “Hujan turun dengan intensitas ringan hingga lebat dan merata turunnya terutama di wilayah Pantai Timur, Selat Malaka, Daerah Pegunungan dan Pantai Barat. Waspada akan hujan dari arah hulu sungai,” pungkasnya.

Hartanto menghimbau, agar warga Medan umumnya untuk lebih sering melakukan pembersihan terhadap daerahnya dan lingkungan sekitarnya. “Agar tidak terjadi banjir, marilah sama-sama menjaga agar selokan didaerah tempat kita tinggal tidak tersumbat supaya tidak banjir,” himbaunya.(jon)

Kapolres Binjai Pastikan Surat Yasin tak Ada Dikencingi

BINJAI- Dugaan surat yasin milik tahanan Polres Binjai yang dikencingi oknum polisi penjaga tahanan, terus merebak ke telinga masyarakat. Untuk itu, tokoh agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah tokoh agama lainnya, mengadakan pertemuan dengan Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon, di aula Polres Binjai, Senin (19/12).

Pertemuan itu digelar bertujuan untuk memperjelas masalah dugaan surat yasin, yang telah dikencingi oknum polisi. Hal itu dilakukan, agar masalah ini tidak berkepanjangan dan menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon menjelaskan surat yasin yang diisukan dikencingi sebenarnya tidak ada.
“Masalah yang ada hanyalah, para tahanan tidak diberikan makan. Sementara, surat yasin yang diisukan telah dikencingi, sebenarnya diambil penjaga tahanan, Zulkarnain, untuk dipelajarinya,” jelasnya.

Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak ada menutupi masalah yang ada, melainkan ingin mengatakan sejujurnya, sesuai fakta dan bukti-bukti yang ada.

“Kami tidak menutupi masalah yang ada. Bila benar kami  katakan benar, kalau tidak, ya kami katakan tidak. Kalau memang benar, saya akan tindak tegas anggota saya itu. Tapi, sampai saat ini kenyataannya memang tidak benar, dan kami tidak bisa menindak anggota saya yang telah dituduh mengencingi surat yasin itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan tetap melakukan tindakan terhadap kedua anggotanya yang lalai dalam menjalankan tugas. “Keduanya langsung diperiksa, dan keduanya positif pemakai narkoba. Untuk itu, saya sudah melakukan tindakan terhadap keduanya,” ujarnya.

Kasi Propam IPDA Hamdani, dan Kasat Intel Polres Binjai, AKP Sofyan, dalam pertemuan itu menegaskan. Jika surat yasin benar dikencingi oleh petugas. Maka, mereka siap mengambil tindakan sesuai aturan yang ada.
“Apa polisi ini sangat bejat? Secara pribadi, saya juga muslim. Kalau kitab orang muslim dihina, saya sendiri sangat tersinggung. Apa mungkin saya berdiam diri jika kitab orang muslim sudah dihina. Tidak mungkin masalah ini saya tutupi. Saya juga takut mendapat laknat dari Allah SWT,” ungkapnya.

Pengurus MUI Kota Binjai, H Hamzah Pansuri menyampaikan pertanyaan atau masukan terkait masalah ini mengatakan, agar pihak kepolisian membuat pernyataan tegas dari oknum polisi yang diduga mengencingi surat yasin itu, bahwa memang mereka tak ada berbuat hal seperti itu.

“Pernyataan mereka, disaksikan tokoh agama di Kota Binjai, dan diterbitkan ke media cetak maupun elektronik. Sehingga, masalahnya bisa selesai,” usulnya.

Terkait dua oknum anggota Polres Binjai positif narkoba, Ipda Hamdani menyebutkan berkas dan hasil urine dua anggota oknum Polres Binjai, Bripka Zulkarnaen dan Briptu Jhoni Maratua Sitorus, yang terindikasi pemakai narkoba sudah dikirim ke Poldasu. Tapi, kedua oknum itu dinyatakan tak ditahan hingga menunggu hasil pemeriksaan. “Kami tidak menahannya, tunggu  hasil pemeriksaan,” katanya. (dan)

Panpel tak Siap, Cenderamata Hanya Syal

LAGA uji coba berskala Asia Tenggara, antara PSMS kontra Sime Darby tampak hanya sebagai pertandingan persahabatan biasa-biasa saja.

Dari amatan wartawan, pertandingan yang diikuti sejumlah klub sepak bola Medan, Sumut dan Malaysia seperti TGM, tim PON Sumut, PSMS, Sime Darby dan Perak FC, sama sekali tak menunjukkan profesionalitas dari panitia pelaksana.
Kesiapan lapangan dan lainnya terlihat sangat amburadul. Pertandingan yang dapat dikatakan tingkat internasional karena mendatangkan klub dari luar negeri ini harusnya dikemas dengan apik. Seperti kondisi lapangan yang cukup diperhatikan dan pemberian cinderamata bagi klub tamu.

Korban pertama yakni pertandingan antara TGM dan tim PON Sumut. Kedua pelatih dari tim juga berpendapat sama. Jika kondisi lapangan lebih mendukung, mereka mengaku akan bisa memberikan pertandingan yang lebih apik. “Karena kami melawan tim dari divisi dua dan kondisi lapangan juga sangat tak mendukung. Saya memilih menurunkan tim lapis dua,” tukas Pelatih tim PON Sumut Rudi Saari.

Ketua panitia pelaksana pertandingan Syafril Jambak mengatakan, pihaknya sudah mencoba meminimalisir keadaan lapangan yang banjir diguyur hujan. Dan mengenai cinderamata yang diberikan ke pihak Sime Darby berupa syal,  ia mengaku tak memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan yang lebih bagus.

“Waktunya mepet. Lawan Perak FC, kita mengusahakan memberikan cenderamata berbentuk pelakat,” kata Sayfril. (saz)

Jamkesmas untuk Keluarga

085361311xxx

Bapak Kadis Kesehatan Kota Medan dan Bapak Wali Kota Medan yang terhormat saya mau tanya kenapa yang mendapat kartu Jamkesmas cuma saya sendiri Pak?

Sementara anak dan istri saya tidak mendapatkannya sama sekali. Dulu sewaktu saya tanyakan kepada kepling dan lurah mereka bilang bahwa kartu Jamkesmas atas nama saya tersebut bisa menanggung biaya perobatan istri dan anak-anak saya. Namun ternyata saat anak saya membutuhkan perawatan THT di rumah sakit ternyata Jamkesmas tersebut tak dapat menanggung biaya untuk perobatan anak saya.

Dulu masa Wali Kota Bapak Abdilah, saya dan keluarga dapat Kartu Medan Sehat. Namun masa Wali Kota Bapak Rahudman, saya dan keluarga tak mendapatkannya lagi. Padahal saya seorang penyandang cacat yang pra sejahtra. Apakah saya masih bisa meminta agar Jamkesmas untuk keluarga saya diterbitkan? Mohon dijawab ya Pak pertanyaan saya.

Sesuai Data
Kartu Keluarga
Pada prinsipnya kartu Jamkesmas sudah menanggung biaya perobatan seluruh anggota keluarga sesuai dengan data yang tertera pada Kartu Keluarga warga yang bersangkutan. Untuk itu agar dikoordinasikan kembali dengan pihak kelurahan terkait sehingga tujuan dari program tersebut dapat dirasakan warga. Sesuai dengan tekad Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM untuk mewujudkan pembangunan Kota Medan dimana salah satunya jaminan kesehatan masyarakat Kota Medan.

Budi Heriono
Kabag Humas Kota Medan

Harus Dilayani

Setiap anggota masyarakat pemegang kartu Jamkesmas harus mendapat pelayanan dari pihak rumah sakit. Mengacuhkan pasien atau meminta uang dari anggota keluarga pemegang kartu Jamkesmas adalah pelanggaran perundang-undangan rumah sakit. Untuk itu kami himbau bagi masyarakat yang mengalami tindakan seperti ini agar melaporkan ke Komisi B DPRD Medan untuk segera kita tindaklanjuti.

Dalam hal ini, Pemko Medan agar mensosialisasikan ke seluruh instansi di jajarannya agar setiap anggota masyarakat khususnya pemegang kartu Jamkesmas mendapatkan haknya untuk layanan kesehatan yang layak. Terimakasih

Bahrumsyah
Anggota Komisi B DPRD Medan