26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14123

Tim Jatim Terbentuk

SURABAYA -Tim bayangan sepakbola Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau terbentuk. Tim pelatih sudah memilih 22 dari 26 pemain yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), yang intensif digelar sejak Agustus 2011.

Penentuan tim bayangan tersebut diputuskan setelah berlatih di Blitar sejak Senin lalu (2/1). Hanya butuh dua hari bagi pelatih kepala tim sepakbola PON Jatim Danur Dara menyeleksi pemain.

Meski disebut tim bayangan, Danur sepertinya sudah cukup puas dengan komposisi tim tersebut. Dia mengaku sudah mantap. “Mungkin saya hanya perlu mengamati satu atau dua pemain saja,” kata Danur saat dihubungi kemarin (3/1).
Mantan arsitek Pro Titan itu menegaskan masih akan menunggu beberapa pemain seleksi yang memperkuat tim Divisi I dan Divisi II. Tetapi, menurutnya, tidak akan terjadi perubahan radikal di tubuh tim itu. “Pencoretan pemain mungkin ada lagi. Tapi ya itu, nggak akan banyak. Tak lebih dari dua posisi,” tegasnya.

Mantan Asisten Pelatih Persema Malang itu menambahkan pemusatan latihan di Blitar akan berlangsung hingga 14 Januari. Fokus utama tim pelatih adalah mengembalikan kondisi fisik pemain setelah liburan.

Meski begitu, Danur juga akan mulai masuk pada program pemahaman visi permainan. Teknik dan skill pemain tidak menjadi menu utama. Karena Danur yakin 22 pemainnya memiliki kualitas yang cukup mumpuni. “Saya akan memperbaiki finishing touch anak-anak. Penyelesaian di depan gawang agaknya masih lemah,” ucapnya.

Soal penyelesaian akhir ini memang menjadi evaluasi utama tim PON Jatim saat ini. Itu terliihat dalam 19 kali uji coba yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Dari laga try out tersebut, tim Jatim menang 15 kali, seri dua kali, dan kalah dua kali.

Sepanjang laga sparring itu, tim Jatim berhasil mencetak 62 gol dan kemasukan 12 gol. Dari hasil pengamatannya, Danur menilai para pemain sudah sangat percara diri dan enjoy. “Namun kami ingin uji coba yang bernuansa pertandingan resmi, untuk mengukur mentalitas anak-anak menghadapi laga sesungguhnya,” papar Danur.
Terkait usulan Ketua Harian Pengprov PSSI Jatim Wardi Azhari Siagian yang membidik delapan pemain Sociedad Anonima Deportiva (SAD) yang berlaga di Uruguay, Danur tidak mau berandai-andai. Dia menyatakan sudah cukup puas dengan pemain yang ada saat ini.

Tim asuhan Danur Dara memang mengemban misi berat jelang PON. Mereka dituntut untuk bisa mempertahankan medali emas yang digenggam Jatim selama 16 tahun terakhir.

Mulai dari PON 1996 DKI Jakarta, 2000 Jawa Timur, 2004 Sumatera Selatan, dan 2008 Kalimantan Timur, kontingen Jatim selalu menggenggam emas di cabor paling bergengsi itu. “Kami sadar dengan beban ini. Semoga anak-anak bisa menanggungnya,” tandas Danur. (nur/ruk)

Pelita Jaya Kalahkan Garuda

JAKARTA – Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta memiliki modal bagus menghadapi Flexi NBL Indonesia Seri II. Tim racikan Rastafari Horongbala tersebut sukses menekuk Garuda Speedy Bandung dengan skor telak 52-41 dalam laga uji coba di Hall Basket, Senayan Jakarta kemarin pagi (3/12).

Hasil itu sekaligus membalaskan kekalahan PJ saat dibekuk Garuda dengan skor 49-59 di tempat yang sama pada 29 Desember lalu. Namun, hal yang paling berharga dari kemenangan itu ialah performa para pemain PJ yang dianggap stabil. Apalagi, dalam laga kemarin PJ tak diperkuat point guard andalannya Kelly Purwanto. Pemain nyentrik tersebut masih bergulat dengan cedera achilles. Hal itu setidaknya mengindikasikan bahwa PJ tak lagi bergantung dengan satu pemain.

“Anak-anak memang lebih stabil. Dibanding saat mengalami kekalahan, kali ini (kemarin) anak-anak bisa lebih menjaga performanya,” terang Rastafari saat ditemui setelah pertandingan kemarin.

Jika mampu menjaga performa seperti itu, PJ tentu memiliki peluang untuk meledak di Solo. Sekaligus, menebus performa yang tak terlalu istimewa di Seri I lalu. Saat itu, meski mampu memetik lima kemenangan dari enam laga yang dijalani, permainan PJ dianggap masih jauh dari harapan. Romy Chandra dkk bahkan harus bersusah payah mengalahkan Satyawacana Angsapura Salatiga.

Apalagi, di Solo mereka juga harus menghadapi lawan yang tidak ringan. Dari lima laga yang bakal dijalani, empat di antaranya mesti bersua tim-tim kuat. Yakni Satria Muda (SM) Jakarta, Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel, CLS Knights Good Day Surabaya serta Stadium Jakarta.

“Kami mencoba semua pola dan pemain. Hasilnya memang bagus meski hanya uji coba. Salah satu yang membuat kami senang adalah Garuda beberapa kali memainkan zone. Itu akan membantu kami saat di Solo nanti,” tambah Rastafari.

Jika Rastafari tersenyum senang, tak demikian dengan pelatih Garuda W Amran. Dia mengeluhkan performa anak asuhnya yang masih angin-anginan. Dia menganggap anak asuhnya tak bisa bermain total.
“Anak-anak permainannya masih di bawah ketika saat kami menang Desember lalu. Anak-anak kalau mendapatkan tekanan pasti melakukan turn over. Itu membuktikan anak-anak belum matang,” ucap Amran. (ru/jpnn)

SSB Surya Putra Sampali Siapkan Dua Tim

MEDAN- SSB Surya Putra Sampali menyiapkan dua tim untuk mengikuti Festival  Sepak Bola antar SSB Se kota Medan yang berlangsung pada 7 Januari mendatang.

Rencananya even digelar dalam rangka HUT SSB Rajawali itu dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola SSB Rajawali dan mempertandingkan U-12 dan U-14.

Diharapkan dengan menurunkan dua tim, maka peluang untuk menjadi yang terbaik di even ini semakin terbuka. “Sekarang tinggal berharap agar anak-anak mampu memperlihatkan kemampuannya secara maksimal, sehingga apa yang menjadi cita-cita para pemain dan pengurus dapat terpenuhi,” bilang Manajer Tim SSB Putra Sampali Medan, Ridwan Lubis kepada Sumut Pos, Selasa (3/1).

Menurut Ridwan untuk mewujudkan ambisi agar timnya meraih hasil terbaik, seluruh pemain digenjot setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat mulai Pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Terkait materi latihan yang diberikan kepada seluruh pemain, pelatih Hendri Dinal menyebutkan jika materi latihan yang diberikan kepada seluruh pemain tak berbeda dengan materi latihan kebanyakan SSB yang ada di Medan.
Selain menggenjot para pemain, Hendri Dinal pun membawa anak asuhnya melakukan serangkaian pertandingan ujicoba, baik dengan tim yang berada di Kota Medan maupun tim yang berada di luar Kota Medan. (omi)

Basuki Nugroho Berharap Try Out

MEDAN-Taekwondoin Basuki Nugroho optimis menyumbangkan medali emas bagi kontingen Sumatera Utara dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke- XVIII yang berlangsung di Pekanbaru, Riau 2012 nanti.

Optimisme Basuki Nugroho yang bertanding di kelas 78 kg itu terkait dengan kesiapannya selama ini. “Semua upaya akan saya kerahkan untuk meraih medali emas bagi kontingen Sumut,” bilang Basuki Nugroho, Selasa (3/1).Selanjutnya Basuki Nugroho  yang merupakan bungsu dari empat bersaudara buah hati pasangan Bani dan Rohani Ningsih itu mengatakan bahwa perjuangan untuk meraih medali emas bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, terlebih cedera lutut yang dideritanya kini kerap kambuh pada saat-saat tertentu.

Terkait lawan berat yang akan dihadapinya pada PON XVIII nanti, Basuki mengatakan bahwa semua lawan memiliki peluang yang sama besarnya untuk meraih medali emas.

“Apalagi atlet-atlet Pulau Jawa yang sering melakukan try ouot hingga ke Korea. Karenanya, selaku atlet kami juga berharap agar mendapat kesempatan yang sama melakukan try out ke luar negeri. Jikapun tidak ke Korea, mungkin ke Malaysia pun bisalah untuk melakukan uji tanding di sana,” bilang Basuki. (omi)

Dewan: Audit Anggaran Traffic Light

MEDAN- Menyikapi kondisi traffic light di Kota Medan, Komisi D DPRD Medan akan melakukan audit dan evaluasi terhadap anggaran perawatan 153 traffic light sebesar Rp741.728.500 dari APBD tahun 2011. Evaluasi yang dilakukan yakni dengan memeriksa kualitas barang yang digunakan.

“Audit anggaran traffic light secepatnya. Kalau memang benar ada permainan terhadap anggaran perawatan traffic light, kita minta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan,” kata Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong kepada wartawan Sumut Pos, Selasa (3/1).

Selain itu, lanjut Parlaungan, untuk traffic light yang rusak akibat kecelakaan ataupun bencana alam, sudah dianggarkan oleh Dishub yang anggarannya tidak masuk ke dalam anggaran perawatan traffic light. “Kalau ada traffict light yang rusak akibat dari kecelakaan ataupun bencana harus segera dilakukan perbaikan, karena anggaranmya sudah ada dan tidak masuk kedalam anggaran perawatan traffic light. Tetapi saya lupa berapa jumlah anggarannya,” ujarnya.

Dijelaskannya, pelaksanaan yang dilakukan Dishub Medan terhadap perawatan traffic light harus menggunakan peralatan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Alat yang dipakai harus betul-betul kwalitasnya SNI, jangan sampai ada ditemukan peralatan yang tidak berkwalitas,” bebernya.

Menurutnya, akibat dari kondisi lampu pengatur lalulintas di sejumlah kawasan Kota Medan yang tidak beres dapat menimbulkan kemacetan yang parah. “Itu bisa mengakibatkan hal yang fatal seperti kemacetan panjang dan sebagainya. Jadi Dishub harus bertangung jawab,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Syarif Armsyah Lubis alias Bob yang dikonfirmasi wartawan koran ini enggan berkomentar. Saat ditelepon, dia enggan mengangkat. Begitu juga ketika di SMS pun tidak membalas.
Sekretaris Dishub Kota Medan, Azwanto yang dikonfirmasi juga enggan berkomentar. Dia mengirimkan SMS yang mengatakan kalau dia sedang rapat. “Saya sedang rapat, langsung saja sama Pak Kadis. Mohon maaf, terima kasih,” tulisnya di SMS.

Sedangkan Kabid Tekhnik Sarana dan Prasarana Dishub Kota Medan, Iswar mengaku tidak mengetahui anggaran perawatan terhadap traffic light. Namun, menurutnya, Dishub terus melakukan pemantauan terhadap traffic light yang rusak. “Kalau untuk perawatan tetap adalah dengan melakukan pemantauan oleh tim. Karena alat yang dipakai adalah barang eltronik yang terus bekerja tanpa henti. Kalau ada ditemukan yang rusak, kita langsung menurunkan teknisi,” bebernya singkat.

Sementara, dari hasil penelusuran wartawan koran ini di beberapa ruas jalan di Kota Medan, masih banyak traffic light yang tidak berfungsi. “Sangat sering dijumpai, traffic light di Medan tidak berfungsi. Akibatnya bisa ditebak, kemacetan luar biasa panjang pun terjadi. Makanya, saya kaget mendengar, anggaran untuk pemeliharaan traffic light dialokasikan dalam APBD Medan 2011 mencapai ratusan juta rupiah, tapi nyatanya tidak maksimal,” ujar Ahmad Sobri, warga Medan Selayang.

Sedangkan, traffic light di Jalan Jenderal Sudirman dan Ir H Juanda justru membingungkan. Angkanya berwarna hijau tapi lampunya tetap merah. Kondisi seperti ini juga tidak jarang ditemukan di tempat lain. Keberadaan traffic light di Medan kendati tidak semuanya bermasalah, tapi kalau satu saja tidak berfungsi, akan berimbas mengakibatkan kemacetan ke ruas jalan lainnya. Seperti sering terlihat di Jalan Karya simpang Jalan T Amir Hamzah saat lampu pengatur lalulintas tidak berfungsi.

Ketidakberesan pemeliharaan traffic light tidak saja bisa dilihat dari lampu pengatur lalulintas yang mati total, tapi juga sering terlihat hanya berkedap-kedip berwarna kuning. Tidak diketahui, ini disengaja atau tidak. Tapi yang jelas, kondisi ini juga sering mengakibatkan arus lalulintas tersendat.
“Dengan anggaran sebesar itu, kinerja Dishub Medan untuk menjadikan traffic light di Medan tidak bermasalah, seharusnya bisa lebih maksimal,” jelas Ahmad lagi.(adl)

Pemasangan CCTV Masih Menunggu Pusat

Pemasangan Closed Circuit Television  (CCTV)  di sejumlah ruas jalan untuk mengawasi kemacetan, belum bisa dipastikan kapan bakal direalisasikan. Pasalnya, anggaran yang diberikan pemerintah pusat masih dalam proses yang sangat panjang.

“Kalau untuk kapan proses pemasangannya belum bisa dipastikan, karena masih tergantung proses anggaran di pusat. Untuk prosesnya saja panjang, mulai dari tender sampai pengerjaannya,” kata Kabid Tekhnik Sarana dan Prasarana Dishub Medan Iswar, Selasa (3/1) siang.

Dijelaskannya, rencana pemasangan CCTV di Kota Medan difokuskan di setiap titik jalan yang sering terjadi kemacetan. Dengan begitu, Dishub sudah menganggarkan ke pusat sebanyak 15 hingga 20 CCTV yang akan dipasangkan di Kota Medan.

“Paling utama akan kita pasang di Jalan Imam Bonjol, Jalan Sudirman dan Jalan Raden Saleh yang merupakan titik macet terparah di Kota Medan. Sedangkan untuk jalan lain, akan kita lakukan pendataan dulu, mana yang akan dipasang,” jelas Iswar yang tidak bisa merinci berapa anggaran yang diajukan untuk CCTV itu.

Menurutnya, CCTV merupakan kontrol terhadap area traffic seperti membantu penerapan Trans Medan. Dengan penempatan CCTV di koridor tersebut akan membantu pengamanan penumpang yang sedang berada di koridor dan untuk mengawasi penumpang dari tindak kejahatan.

“Jadi CCTV akan menjadi kontrol yang dinamis bukan akan menjadi fungsi yang dapat melakukan penindakan terhadap pelanggaran,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai kota metropolitan memang sudah saatnya disetiap jalan di Kota Medan dipasang CCTV. Dimana, untuk mempermudah memantau kemacetan yang terjadi di Kota Medan.

CCTV di ruas jalan juga harus ada diikuti penempatan polisi disetiap persimpangan yang dipasang.
“Hal ini tentunya dapat membuat para pengendara sepeda motor dan mobil dapat mematuhi lalu lintas. Dengan adanya polisi, tentunya masyarakat takut untuk melanggar lalu lintas. Jadi CCTV juga harus diikuti penempatan polisi dipersimpangan,” ucapnya lagi.

Ketika disingung dengan Trans Medan yang nanti diterapkan, dengan tidak ada jalur khususnya dan dengan median jalan yang kecil di Medan, bukan berarti membuat Medan menjadi macet.”Untuk menghindari macet, Dishub bisa melakukan penerapan lalu lintas dengan cara stimulan seperti yang terjadi di Jakarta dan kota lainnya yang sudah menerapkan bus masal,” bebernya mengakhiri.(adl)

Tiket Jakarta-Medan Tembus Rp1,8 Juta

MEDAN- Memasuki hari ketiga Tahun Baru 2012, harga tiket di Bandara Polonia dijual dengan harga bervariasi, kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta. Namun, harga tiket tersebut masih sesuai dengan batas atas yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau harga tiket untuk Medan-Jakarta dijual Rp1.725.400. Dan itu masih dibatas atas sesuai keputusan yang dikeluarkan. Kita tidak menjual harga tiket melebihi harga batas atas,” kata PR Manager Batavia Air Medan, Elly Simanjuntak, Selasa (3/1) pagi.

Elly mengaku, pihaknya tetap menjual tiket tetap sesuai prosedur yang berlaku. “Untuk harga tiket Medan-Batam seharga Rp1.175.400. Kami tetap mengikuti harga sesuai dengan keputusan terbaru yang dikeluarkan pemerintah,” sebutnya.

Hal senada diucapkan Kepala Distrik Batavia Air Medan, Marwan. Disinggung mengenai tiket yang sudah banyak dipesan calon penumpang, Marwan mengaku, pihaknya tidak menutup kemungkinan bagi calon penumpang yang jauh-jauh hari memesan tiket via online. Namun begitu, terangnya, tiket masih tetap ada dan tidak akan habis.
“Kalau tidak percaya silahkan tanya langsung ke outlet-outlet penjualan kita di Bandara Polonia. Harga yang kita jual masih sesuai harga batas atas,” pungkasnya. Staff PR Manager Sriwijaya Air, Ulfa mengatakan hal yang sama. Diterangkannya, pihaknya tidak ada menjual harga tiket di luar harga batas atas.

“Harga tiket masih sesuai harga batas atas. Kalau ingin beli tiket via online juga bisa dan tiket tetap ada kita jual di outlet penjualan tiket di Bandara Polonia Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelayakan Udara dan Pengoperasian Udara Otoritas Bandara Polonia Medan, Havandi Gusli mengaku, harga batas atas untuk tiket itu Rp1.800.000 sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan di Jakarta. Menurutnya, pihak maskapai tidak diizinkan untuk menjual tiket pesawat terbang melewati harga tersebut. “Sejauh ini hasil pemeriksaan Otoritas Bandara Polonia, harga tiket masih sesuai dengan harga batas atas. Untuk herga terendah, itu tergantung masing-masing maskapai karena masing-masing maskapai pasti punya produk-produk baru dalam menarik konsumen. Jadi itu urusan masing-masing maskapai, tapi hasil pemeriksaan kita di H+3 harga tiket masih dibatas atas,” ujarnya.

Hengki (24), warga Pohan Tonga, Siborong-borong yang hendak balik ke Jakarta mengaku membeli tiket Medan-Jakarta seharga Rp1.700.400 dari salah satu maskapai penerbangan. “Harganya memang sekitar segitu. Saya tawar, katanya tidak bisa kurang lagi,” paparnya sambil berlalu memasuki Terminal Keberangkatan Domestik.

Indra (29), warga Medan yang bekerja di Jakarta Selatan mengaku, harga tiket yang dibelinya seharga Rp1,8 juta di salah satu maskapai penerbangan. “Harganya menurut saya wajar-wajar saja, apalagi di momen seperti ini. Maklum sajalah, saya beli tiketnya langsung dan belinya tadi pagi pukul 08.30 WIB,” ungkapnya sambil tertawa.(jon)

Pedagang Warkop Harapan Ngadu ke LBH Medan

MEDAN- Penolakan terhadap pembangunan Harapan Square, terus berlanjut. Pada Selasa (3/1), para pedagang kaki lima bersama pengurus HMI Cabang Medan membuat pengaduan ke LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Medan agar memberikan perlindungan hukum dan meminta dukungan agar pembangunan proyek Pemko Medan itu dihentikan.
Pengurus HMI Cabang Medan, Hen dra, mewakili para pedagang yang membuat pengaduan ke LBH Medan menjelaskan bahwa pembangunan Harapan Square sangat bertentangan dengan tata ruang kota dan tidak mengindahkan kepentingan para pedagang serta pengguna jalan di kawasan tersebut.

“Inikan sudah bertentangan dengan tata ruang kota. Pemko Medan yang membuat aturan, tapi mereka sendiri yang melanggarnya. Selain itu, izin IMB pembangunannya juga bermasalah. Banyak pihak yang dirugikan dalam pembangunan Harapan Square ini. Para pejabat jangan hanya mementingkan perut mereka sendiri,” ujar Hendran
Bukan itu saja, pembangunan Harapan Square juga sangat mengganggu kenyamanan sebagian besar warga yang bermukim di kawasan tersebut, karena akan beroperasi seharian penuh. Para pedagang beralasan, sentra kuliner itu akan menutup akses warga untuk masuk ke rumah.

Ditambahkannya, penggusuran terhadap para pedagang yang sebelumnya menempati kawasan harapan square sangat tidak adil. Selain itu, penggusuran para pedagang demi pembangunan proyek Pemko Medan ini tidak memberikan solusi yang baik. Bahkan setelah banyaknya penolakan terhadap pembangunan tersebut, pihak Pemko Medan tetap tutup mata.

“Memang para pedagang yang lama diberi izin untuk jualan di Harapan Square tapi harus membayar iuran sebesar Rp70 ribu per hari selama 5 tahun. Berarti status para pedagang inikan nggak jelas. Maka, kita meminta pembangunan ini dihentikan dan diproses secara hukum,” urainya.

Sementara itu, Rizal Munthe selaku Wakil Kepala Divisi LBH Medan telah menerima pengaduan para pedagang dan pengurus HMI Cabang Medan. Pihaknya sendiri, akan menindak lanjuti pengaduan para pedagang dan akan mempelajari kasus tersebut.

“Kita sudah terima pengaduan mereka. Nantinya kita lihat penataan pembangunan Harapan Square ini. Karena pembangunannya tidak sesuai tata ruang Kota Medan dan menggunakan badan jalan. Selain itu, izin IMB nya juga bermasalah,” ujarnya.

Pembangunan Harapan Square, katanya merupakan tindakan melawan hukum. “Ini sudah tindakan melawan hukum. Izin IMB nya nggak jelas, kita akan dalami kasus ini. Bila perlu kita akan ambil jalur hukum jika pihak Pemko Medan tetap menutup mata dengan jeritan warga,” bebernya. (mag-11)

Penjambret Sial

Rizaldi Nasution (39), warga Jalan M Yacob Gang Saldo Medan termasuk penjambret ulung. Pasalnya, dia telah melakukan aksinya sebanyak 30 kali dan selalu berhasil. Namun, Hari Minggu (1/1) lalu, menjadi hari naas baginya. Pasalnya, aksi ke-31 ini tertangkap basah oleh personel Polsekta Medan Area sedang melakukan patroli. Akhirnya, dia pun diringkus dan digelandang ke  Mapolsekta Medan Area bersama barang bukti berupa 10 gram kalung emas dan satu unit sepeda motor.

Saat itu, Rizaldi bersama temannya yang berhasil kabur, mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Tenggiri. Tepat di simpang Jalan Wahidin, mereka melihat Mariani (28) warga Jalan Tinggiri, sedang menunggu angkutan kota.

Melihat kesempatan itu, kedua pelaku langsung menghampiri dan merampas kalung milik korban. Aksi tarik-menarik pun terjadi. Di saat bersamaan, petugas dari Polsekta Medan Area yang sedang patroli melintas dan melihat aksi tarik-menarik antara Mariani dan Rizaldi.

Petugas yang melihat kejadian itu langsung membekuk Rizaldi, sedangkan temannya berhasil melarikan diri. Saat diinterogasi petugas, Rizaldi mengaku sudah berulang kali melakukan aksi penjambretan. “Sudah banyak sekali pak, sekitar 30 kali,” ucap Rizaldi.(gus)

PN Medan Masih Sepi

MEDAN- Memasuki hari ketiga tahun 2012, suasana di Pengadilan Negeri (PN) Medan masih terlihat sepi. Hanya sebagian saja perkara yang disidangkan, meskipun sebagian hakim sudah masuk kerja. Hal itu dikatakan Humas PN Medan, Jonny Sitohang di ruangannya, Selasa (3/1).

Menurutnya, sebanyak 20 hakim yang cuti dari total keseluruhan hakim HAM, Perikanan, PHI dan ad hoc/tipikior yang berjumlah 60 orang, sudah hadir seperti biasanya. Pihaknya menolak, jika dinilai masih ada hakim yang belum bekerja.
“Sudah keseluruhan hakim masuk dan kembali bekerja. Kemarin memang ada 20 hakim yang cuti, jaksa dan terdakwa yang tidak hadir. Jadi terpaksa banyak sidang yang ditunda. Tapi sekarang tingkat kehadiran para pegawai kita sudah 100 persen,” kata Jonny Sitohang.

Ditambahkannya, mengenai minimnya jumlah perkara yang disidangkan dan tidak disiplinnya para hakim, mengakibatkan beberapa sidang sempat tertunda. “Memang masih banyak hakim yang kurang disiplin dalam jam kerja. Untuk jumlah sidang yang tertunda hari ini, kita nggak tahu berapa jumlahnya,” jelasnya.

Selain itu bagi pegawai yang belum masuk pada hari kerja, Jonny mengaku akan ada sanksi yang diberikan seperti surat peringatan maupun teguran. “Yang pasti ada teguran, karena dari tanggal 2 lalu, kita sudah instruksikan para pegawai wajib kerja seperti biasa. Memang hari ini sidang agak sunyi. Tapi para hakim sudah seratus persen hadir, dan diruangannya masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Raja Nafrizal mengatakan, seperti biasa, para tahanan kembali disidangkan di PN Medan. “Memang kemarin, kita terpaksa tidak membawa para tahanan ke PN Medan, karena hakim yang akan menyidangkan perkara tidak lengkap. Tapi sekarang sudah berjalan seperti biasa, para tahanan dibawa ke PN Medan untuk disidangkan kasusnya,” bebernya. (mag-11)