25 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 14135

Pejabat Berkonspirasi Alihkan Aset Pemprovsu

MEDAN- Peralihan aset tanah milik Pemprovsu seluas 25,51 hektar di Jalan Wiliam Iskandar, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan disinyalir adanya peran oknum pejabat Pemprovsu bekerjasama dengan pihak pengembang dari PT MD.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan 66 Sumatera Utara dan tokoh masyarakat setempat serta juga mantan anggota DPRD Sumut dua periode, HM Marzuki SE kepada Sumut Pos, Kamis (15/12).

Dia menyebutkan, sekarang ini perbuatan maling aset pemerintah sudah sangat keterlaluan, bahkan tak segan-segan antara pengembang, pejabat dan pencuri itu membuat konspirasi, sehingga hilangnya aset milik Pemprovsu yang juga merupakan eks tanah PTPN IX.

“Pencurian aset ini jelas-jelas perbuatan maling di siang bolong. Kalau tidak ada kerjasama atau konspirasi antara pejabat dengan pengembang, tidak mungkin aset milik Pemprovsu bisa dikuasai pihak ketiga,” sebutnya.

Marzuki berpendapat, beralihnya tanah aset Pemprovsu kepada pengembang itu menunjukkan dengan jelas, prilaku-prilaku korupsi dan  kolusi, hal itu sangat jelas terlihat kepada pejabat-pejabat di lingkungan Pemprovsu. “Tidak mungkin tidak orang dalam Pemprovsu yang memainkannya. Inilah perilaku korupsi dan kolusi dari pejabat-pejabat itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia meminta anggota dewan jangan hanya diam saja. Sebaiknya Komisi C DPRD Sumut harus menelusuri persoalan tersebut, agar bisa diproses hukum.

Anggota Komisi C DPRD Sumut Mulkan Ritonga menyatakan, anggota DPRD Sumut khususnya Komisi C mendesak Biro Perlengkapan dan Perawatan (Kapwat) Pemprovsu segera melengkapi data-data surat pelepasan eks HGU PTPN IX tersebut.

Dia memaparkan Komisi C DPRD Sumut telah mengagendakan pertemuan kembali, dengan semua pihak yang terkait, baik Biro Kapwat Pemprovsu, pengembang yakni PT MD dan lainnya. (ari) “Kita akan jadwalkan kembali,” jawabnya anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar tersebut.

Untuk diketahui, tanah seluas 25,51 hektar tersebut awalnya satu bagian dengan luas 200 hektar. Tanah itu awalnya milik PTPN IX yang telah dibebaskan dan digunakan sebagai area perkantoran, pendidikan dan fasilitas sosial dengan bersertifikat Hak Pakai Tahun 2007.

Beberapa gedung atau bangunan yang telah berdiri di lahan tersebut antara lain, kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Amir Hamzah, Universitas Medan Area (UMA), Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN-SU), Akademi Perawat (Akper) Binalita Husada, Gedung Balap Sepeda, Gedung eks Kantor Gubernur (Kantor Dinas Perkebunan Sumut, red), Gedung Serba Guna, Kompleks MMTC, Rumah Sakit (RS) Haji Medan dan beberapa bangunan lainnya. (ari)

Pemilik Mobil Rental Harus Pasang GPS

MEDAN- Pengusaha mobil rental diimbau memasang Global Positioning System (GPS) di setiap mobilnya. Pasalnya melacak dan mencari mobil hilang sangat sulit, sehingga untuk memudahkan pencarian dan pelacakan diperlukan GPS di setiap mobil.

Demikian imbauan Kanit Ranmor AKP Ronald F Sipayung, Jumat (16/12) siang di Mapolresta Medan. Dia memaparkan, Senin (12/12) lalu, ada sebanyak 160 unit mobil rental digelapkan “Sekarang untuk mengantisipasi natal dan tahun baru 2012 dipastikan pesananan mobil rental semakin banyak, maka sebaiknya pemilik mobil melengkapi GPS,” katanya.

Menurut dia, imbauan itu disampaikan berkaitan dengan terungkapanya kasus penggelapan mobil rental dengan meringkus seorang tersangka, Sri Susiatni Handayani (40). Walau pelaku sudah ditangkap, tapi barang bukti mobil yang hilang sulit dicari, apalagi untuk mencari tersangka lainnya.
“Kami kesulitan mengungkap kasus penggelapan mobil karena kendala pelacakan mobil,” ucapnya. “Apalagi antara pemilik dan penyewa sudah sama-sama setsetuju, sehingga semakin sulit mencari pembuktiannya, makanya kami berharap agar setiap mobil dipasang GPS,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan pemilik rental mobil sebaiknya menganalisis  orang yang akan merental  terlebih dahulu dengan cara meminta identitas jelas kepada korbannya, apabila dikontrakan ke badan usaha rental diharapkan para pemilik mobil meminta data-data perusahaan, sehingga kedua belah pihak terlindungi.

“Kalau tidak bisa menunjukkan identitas resminya, sebaiknya jangan pemlik mobil rental jangan memberikan mobilnya,” ingatkannya. (gus)

Honda Raih Marketer of The Year

Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman, memperoleh penghargaan Marketer of The Year 2011 dari MarkPlus Inc. Penghargaan ini diserahkan langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang juga Ketua Dewan Juri Marketer of The Year 2011 Kamis (15/12).

Penyerahan penghargaan dilakukan dalam acara The MarkPlus Conference di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, disaksikan langsung oleh President MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya.
Melalui seleksi bertahap yang ketat, Dahlan Iskan bersama anggota tim dewan juri memilih Johannes Loman sebagai ‘Marketer of The Year 2011’ setelah menyeleksi nominator lain yang berasal dari berbagai bidang seperti jasa keuangan, otomotif, transportasi & logistik, sumber daya, consumer, komunikasi, teknologi & media dan pemerintahan.

Adapun anggota dewan juri pemilihan Marketer of The Year 2011 lainnya adalah Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2011-2013 yang juga Direktur Konsumen PT Telekomunikasi Indonesia I Nyoman Wiryanata, Presiden Asia Pacific Marketing Federation (APMF) YW Junardy, CEO dan Founder MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, COO MarkPlus Michael Hermawan, CKO MarkPlus Jacky Mussry, dan CBO MarkPlus Taufik.

“Dengan sepeda motor, masyarakat kelas menengah bawah memiliki alat mobilisasi dan lebih fleksibel dibandingkan dengan alat transportasi kelas menengah atas. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa kepada transportasi kita,” ujar Dahlan Iskan dalam sambutan sesaat sebelum mengumumkan pemenang Marketer of The Year 2011.
Johannes Loman menyatakan, cukup terkejut dengan hasil ini. Dia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dewan juri yang diketuai oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kepada segenap karyawan, jaringan penjualan, dan perusahaan pembiayaan, Loman juga mengungkapkan terima kasihnya atas segenap dukungan dan kerja keras yang sudah dilakukan.
“Tanpa dukungan dan kerja keras mereka, Honda tidak akan bisa seperti saat ini. Terima kasih juga kepada segenap konsumen Honda yang telah mempercayai Honda sebagai alat transportasi pilihannya. Kami berkomitmen untuk terus menemani konsumen untuk mewujudkan mimpi mereka membangun negara Indonesia tercinta,” ujarnya seusai menerima penghargaan Marketer of The Year 2011.

Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara yang turut menghadiri acara penyerahan penghargaan tersebut, sangat berbahagia dan turut berbangga atas dinobatkannya Johannes Loman sebagai Marketer of the Year 2011. “Pencapaian ini pastinya menjadi prestasi bagi Honda di Indonesia,” ujar Leo. (rel/ndi)

Pawai Ontel Meriahkan 100 Tahun Bumiputera

BINJAI- Pawai sepeda ontel mengawali program ekpedisi guru kumbang asuransiBbumiputera 1912 dalam rangka 100 tahun AJB Bumiputera 1912. Pawai sepeda ontel langsung dipimpin Wali Kota Binjai dadampingi isteri, Sekjen DPP PGRI Nasional, Bumiputera, dan komunitas sepeda ontel Medan, dimulai dari lapangan merdeka Binjai di depan kantor Wali Kota Binjai menuju perguruan Taman Siswa Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Binjai, Kamis (15/12).

Kepala Wilayah Bumiputera Medan Masnawi Bin Saleh mengatakan, program ekspedisi guru kumbang asuransi Bumiputera 1912 dalam rangka 100 tahun AJB Bumiputra 1912. Bertujuan sebagai wujud terima kasih kepada jasa-jasa para guru yang telah rela mendidik generasi muda menjadi generasi disipilin dan bertanggung jawab. Serta mengangkat kembali jasa-jasa guru dan meningkatkan tali silahturahmi dan pendidikan di Indonesia khususnya Kota Binjai.

“Jadi, sebagai pemegang polis terpilih Wali Kota Binjai M Idaham dalam ekspedisi guru kumbang asuransi Bumiputera 1912. Wali Kota Binjai terpilih secara nasional sebagai  fasilitas untuk menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendidiknya. Melalui progran guru kumbang Bumiputera ini, mengajak para pemegang polis asuransi Bumiputera untuk mengangkat jasa-jasa para guru yang telah rela memberikan pendidikan untuk peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Kepala Departeman Komunikasi Perusahan AJB Bumiputera 1912 Ediani Nugrohowati mengatakan, Bumiputera akan terus mengadakan program ekspedisi guru kumbang untuk bisa memberikan inspirasi dan apresiasi kepada guru dalam menuju kesuksesan peningkatan pendidikan khususnya di Kota Binjai. Serta melakukan perubahan untuk peningkatan pendapatan guru melalui program mitra guru yang selalu menguntungkan guru  dan perubahan logo Bumiputera yang memiliki makna brend untuk mempertahankan institusi yang lebih baik.

“Pelayanan kepada nasabah polis asuransi akan terus di tingkatkan untuk memberikan pelayanan lebih mudah di akses nasabah dan calon nasabah. Bumiputera juga akan melakukan bakti sosial dalam bentuk donor darah dan akan terus memberikan yang terbaik kepada bangsa Indonesia,” ucapnya.

Program ekspedisi guru kumbang surat untuk guruku menjadi media komunikasi kepada masyarakat. Karena masih banyak guru yang hidup dengan minim standar gaji. Jadi, Bumiputera mengajak PGRI untuk berpatisifasi dan mendukung peningkatan kesejahteran guru di Indonesia.
Melalui produk mitra guru berusaha untuk memberikan kesejahteran kepada guru dengan nilai benefit sesuai kemampuan guru pada umumnya.(*/dan)

Pengurus PP PPISU Resmi Dilantik

MEDAN- Secara resmi, Pengurus Provinsi Purna Paskibraka Indonesia Sumut (PP PPI-SU) untuk masa bakti 2011-2015 resmi dilantik, Kamis (15/12) di Aula Serba Guna F Sihombing Kompi A BS Paskhasau Medan.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kepemudaan Disporasu mengatakan, pelantikan pengurus Purna Paskibraka Indonesia Sumut masa bakti 2011-2015 adalah suatu kehormatan sekaligus kepercayaan dari pimpinan untuk menjalankan roda organisasi di bidang kepemudaan.

“Yang lebih penting adalah kekompakan pengurus di dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi tersebut tetap dijaga. Kepada yang tidak duduk dalam kepengurusan tidak dibenarkan membuat organisasi tandingan,” katanya.

Sementara, Ketua I pengurus Pusat PPI menyampaikan untuk membangun Purna Paskibraka Indonesia dan pemuda Indonesia kearah yg lebih baik tidak harus jadi pengurus. Namun lewat karya nyata yang baik tentu dapat berguna untuk kemajuan PPI serta kemajuan dalam mendukung program pembangunan pemerintah pada umunya.

“Kepada pemerintah daerah terkait khususnya dalam hal ini Dispora agar  PPI-SU melalui Kepengurusan Purna Paskibraka Indonesia SUMUT Periode 2011-2015 untuk diberdayakan melalui kegiatan nyata dan program-program pemerintah yang direncanakan,” ungkapnya.

Pelantikan itu, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPI serta di lanjutkan dengan pembacaan SK Pengurus Pusat PPI oleh Kepala bidang SDM & Pengembangan organisasi Pengurus Pusat PPI dan Pembacaan Naskah Pelantikan oleh Ketua I Pengurus Pusat PPI.

Dalam kesempatan tersebut, Kadispora Sumut dalam hal ini di wakilkan oleh Ketua Seksi Bidang Kepemudaan memasang tanda jabatan Ketua Pengurus PPI Sumut, dan selanjutnya penyerahan Pataka PPI-SU kepada Ketua Pengurus Purna Paskibraka Indonesia Sumut masa bakti 2011-2015 oleh Ketua I Pengurus Pusat PPI.

Selanjutnya hadir dalam acara tersebut dari Pengurus Pusat PPI  Ketua I Bpk Asmungi dan Kabid SDM Bpk Ujang, Majelis Pertimbangan organisasi (MPO) Bpk Haidir, Kadisops Lanud Medan Mayor Pnb Yoppie S Mantow, Pejabat Disporasu, Dispora kota Medan dan pengurus serta angggota PPI-SU, Kab/Kota (Labusel, Karo, P Siantar, Tg.Balai, Asahan, Deliserdang, Medan. (mag-11)

Suzuki Peduli Anak Jalanan

MEDAN- Sebagai bentuk kepedulian sesama, Suzuki Trans Sumatera Agung Jalan Gatot Subroto (TSA Gatsu), menyalurkan 100 paket bantuan kepada anak jalanan dan keluarga kurang mampu yang merayakan Natal pada kegiatan Christmas Season 2011 di Lapangan Benteng Medan, Rabu (14/12).

Branch Manager TSA Gatsu Djoe Hoa mengatakan, pemberian bantuan berupa 100 paket bingkisan ini merupakan kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian Suzuki terhadap anak-anak jalanan dan warga kurang mampu yang akan merayakan Natal. “Ini bentuk kepedulian Suzuki TSA Gatsu terhadap warga Medan yang akan merayakan Natal, semoga dengan kebersamaan ini tercipta Medan yang lebih baik dan damai,” katanya.

Selain pemberian 100 paket bantuan, dalam memeriahkan Christmas Season 2011 ini, Suzuki TSA Gatsu juga menyumbang 1 unit kulkas, 1 unit televisi LCD  dan 1 unit pendingin ruangan sebagai undian hadiah bagi pengunjung Christmas Season, yang diserahkan kepada panitia pelaksana.
Tak hanya itu, TSA Gatsu juga mengelar Stand Bazar Penjualan mobil Suzuki dengan harga special discount selama Christmas Season 2011 berlangsung. (ade)

Kader Demokrat Siantar Tolak Hulman Sitorus

JAKARTA-Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Partai Demokrat (PD) Kota Pematangsiantar yang digelar di Hotel Alexander, Sabtu (10/12), hasilnya terus dipersoalkan oleh kader partai berlambang Mercy itu.  Kemarin (15/12), ratusan massa kader Demokrat menggelar aksi unjuk rasa di pusat ibu kota, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Massa yang dipimpin Rocky Marbun itu mendesak agar DPP PD membatalkan hasil Muscab yang telah memilih Hulman Sitorus sebagai Ketua DPC Demokrat Siantar. Massa menilai, proses terpilihnya wali kota Siantar sebagai pimpinan Demokrat Siantar itu sarat dengan nuansa rekayasa, manipulasi, dan dipaksakan.

“Ada dugaan money politics. Yang dipaksakan dipilih adalah orang yang bukan kader. Terlebih wali kota Siantar itu sedang dililit sejumlah kasus, baik itu soal ijazahnya ataupun dugaan pemalsuan urine dan darahnya,” ujar Rocky Marbun di tengah-tengah aksi.

Dia menjelaskan, aksi sengaja digelar di pusat ibu kota agar para petinggi Demokrat bisa mengetahui bahwa banyak kader dan konstituen Demokrat Siantar yang kecewa dengan hasil Muscab. “Muscab dilakukan secara sepihak, tak melibatkan orang-orang yang sudah lama berkiprah di Demokrat. Lima PAC tidak hadir di Muscab itu,” ujar Rocky.
Massa aksi membentangkan sejumlah poster dan pamflet.

Antara lain berbunyi,” Hulman Sitorus Boneka Rezim Diskriminatif”, “Jangan Bohongi Kader Demokrat Kota Siantar”, dan “Hulman Sitorus Ketua PAC Partai Demokrat Dipaksakan”.

Jhonny Allen Marbun juga dikecam sebagai perusak demokrasi. Sebuah poster yang dibawa demonstran berbunyi,” Jhonny Allen Perebut Demokrasi Demokrat Siantar”.

Massa yang diangkut tiga metromini itu bubar setelah menggelar aksi sekitar satu jam. Aparat kepolisian menjaga dan mengatur arus lalulintas di sekitar area aksi.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) membantah anggapan yang menyebut Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Partai Demokrat Kota Pematangsiantar yang digelar di Hotel Alexander, Sabtu (10/12), ilegal.
Ketua DPP PD, Sutan Batoegana menyatakan, hasil Muscab yang secara aklamasi memilih Hulman Sitorus , yang kini Walikota Siantar, sebagai Ketua DPC PD Siantar, sudah sah. Menurut Sutan, kalau ada suara-suara yang menyatakan lain, hal itu dinilainya sebagai hal biasa dalam berdemokrasi.

Hanya saja, Sutan berharap, semua kader PD di Siantar menerima hasil Muscab.  “Biasalah suara-suara minor itu. Tapi berulang kali saya katakan, yang menang harus bersyukur, yang kalah bersabar. Yang menang jangan mabuk, yang kalah jangan ngamuk,” ujar Sutan Batoegana di Jakarta, Senin (12/12) lalu.

Seperti diberitakan, muscab dipimpin plt DPC PD Kota Pematangsiantar Jhon Hugo Silalahi dan Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun. Rocky Marbun, Ketua Panitia Muscab, menilai Muscab ilegal, dengan alasan Muscab tidak diketahui Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

Sutan membantah tudingan itu. Dikatakan, Jhonny Allen Marbun dan AP Pulungan, merupakan utusan resmi dari DPP. Mereka juga mengantongi surat tugas dari Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum.
“Jhonny Allen itu bawa surat resmi dari Mas Anas. Ada perintah dari Mas Anas. Saya tahu kok, saya kan juga hadir di Muscab,” ujar Sutan.

Sutan juga membantah kabar bahwa Sadewa lah yang diutus Anas ke Muscab, bukan Jhonny Allen. “Nggak benar itu. Sadewa itu kan Sekretaris Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi, Kepemudaan). Ketua OKK Pak Moelyono, tapi beliau sudah sepuh, tak mungkin jalan jauh-jauh,” beber Sutan.

Jadi, posisi Jhonny Alen dan AP Pulungan dari Divisi Pembinaan Organisasi DPP PD, lebih tinggi dibanding Sadewa? Ditanya demikian, Sutan hanya tertawa.

Lagi-lagi, Sutan menegaskan bahwa Muscab itu sah. Semua syarat sudah terpenuhi, yakni dihadiri unsur DPP, PDP PD Sumut, DPC, dan PAC. Diakui Sutan, PAC yang hadir di Muscab hanya enam, dari delapan PAC yang ada.

“Waktu saya di sana, pertama ada enam PAC dari delapan PAC di sana. Lima saja yang hadir, sudah memenuhi kuorum kok, apalagi enam. Kalau cuman empat, baru tidak sah,” terang anggota Komisi VII DPR itu.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP PD, Sutan Batoegana menyatakan, hasil Muscab yang secara aklamasi memilih Hulman Sitorus sebagai Ketua DPC PD Siantar, sudah sah. Menurut Sutan, kalau ada suara-suara yang menyatakan lain, hal itu dinilainya sebagai hal biasa dalam berdemokrasi.

Seperti diberitakan, muscab dipimpin plt DPC PD Kota Pematangsiantar Jhon Hugo Silalahi dan Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun. Rocky Marbun, Ketua Panitia Muscab, menilai Muscab ilegal, dengan alasan Muscab tidak diketahui Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

Sutan membantah tudingan itu. Dikatakan, Jhonny Allen Marbun dan AP Pulungan, merupakan utusan resmi dari DPP. Mereka juga mengantongi surat tugas dari Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum. (sam)

Dibilang Cantik oleh Ahmad Dhani

Wina Natalia, Finalis Indonesia Idol yang Lolos ke Jakarta

Terkadang rasa sayang kepada seseorang bisa membuat lupa pada kenyataan. Rasa tersebut mendorong manusia untuk melakukan apa yang diinginkan oleh yang disayanginya itu. Inilah yang dilakukan oleh Wina Natalia, finalis Indonesia Idol yang mendapat kesempatan untuk berangkat ke Jakarta.

Juli Ramadhani Rambe, Medan

Rasa sayang pada sang mama dan pengasuh saat dirinya kecil, Wina mengikuti audisi Indonesia Idol di Medan. Padahal, untuk mengikuti audisi pencarian bakat ini, Wina harus jauh dai keluarganya di Batam. Tidak itu saja, untuk sementara dia harus melupakan kerjaannya sebagai General Manager Batam Center Hotel yang beralamat di Komplek Raffles City Blok E 6-9, Batam Center. “Mama sangat ingin aku ikut idol, pengasuh aku juga. Kalau ada acara Indonesian Idol, dia selalu menonton dan bilang, kapan lihat kamu di sini?” buka Wina.

Awalnya, gadis yang berulang tahun pada 14 Desember ini ragu untuk mengikuti audisi Indonesian Idol, mengingat posisinya di kantor. Tetapi semua rasa tersebut harus dikuburnya karena dia harus dapat menjadi seseorang yang diharapkan oleh sang pengasuh.

“Pengasuh aku meninggal 2 bulan yang lalu, jadi aku ingin dia dapat melihat aku berjuang. Sayang, dia tidak dapat melihat aku secara keseluruhan,” ujar gadis kelahiran 1988 ini.

Sejak kecil, gadis yang mengidolakan Anggun C Sasmi ini, sudah sangat akrab dengan dunia seni. Terutama dalam bidang menyanyi. Kreativitasnya, dapat dilihat dari beberapa lagu yang telah diciptakannya. “Sejak kecil aku sudah suka menyanyi, bahkan sambil main gitar aku bikin lagu, jadi ada sekitar ratusan lah yang sudah aku buat,” ungkap gadis keturunan Jawa-Cina ini.

Bukan hanya itu, bidang tulis menulis, teater, tari dan seni lainnya sudah dirambanya. Hanya saja, menyanyi yang paling diminatinya. “Kata mama, aku orangnya gak bisa diam, semua maunya aku garap. Dunia politik juga aku tertarik, tetapi hanya sekadar pembicaraan tidak terjun ya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Minat dalam tarik suara ini membuat dirinya dan beberapa teman di Singapura membentuk band, tetapi band ini bukan komersil, melainkan band untuk membuat para anggotanya tetap merasa saling memiliki antara satu dan lainnya. Ketidakseriusan dalam dunia band ini, diakuinya karena setiap personel memiliki pekerjaan yang menyita waktu. Sehingga untuk membuat mereka untuk tetap bersama, salah satunya dengan berkumpul dan membentuk band. “Karena aku bisa nyanyi, aku jadi vokalis. Tapi ini band suka-suka, kita tidak serius, band ini hanya ajang ngumpul,” lanjutnya.

Akrab disapa Wina, gadis jebolan dari salah satu Universitas di Singapura ini memberanikan diri untuk mengikuti audisi. “Awalnya, aduh bosan sekali menunggu, tetapi karena merasa tertantang dan tekad yang sudah ditanamkan, akhirnya aku berhasil menjalankannya. Terkadang aku juga berpikir, anggap saja sebagai liburan, toh selama ini aku sibuk di kantor,” tambah gadis yang memiliki kulit putih dan rambut panjang ini.

Saat tampil di depan juri Indonesian Idol (Anang, Nina, dan Ahmad Dhani), Wina merasa seperti mau lari saja. Semua rasa berkumpul jadi satu, sehingga membuat suasana lebih kaku. Tetapi, semangat untuk sang pengasuh membuatnya tetap berdiri di depan juri dan bernyanyi. “Gila ah, aku kaku banget, bingung mau mendeskripsikan apa yang aku rasakan tadi,” ungkapnya.

Saking bingungnya, Wina mengaku harus sesering mungkin menarik nafas agar perasaannya lebih tenang. “Di sini dunia seperti terbalik, biasanya orang yang ketakutan dengan aku, nah tadi aku yang ketakutan. Tapi ini demi pengasuh dan mamaku. Pengasuh yang telah menjaga aku sejak kecil, dan sudah seperti orangtua bagiku,” tambah Wina.

Saat tampil di depan juri tersebut, Wina ingin menyanyikan lagu yang bergenre rock, tetapi karena takut tidak dapat mengeluarkan ekspresi dengan maksimal, akhirnya dia memutuskan untuk menyanyikan lagu Ratu Sejagad. Selama menyanyikan lagu ini, Wina tidak berani untuk melihat Ahmad Dhani, karena lagu tersebut juga dipopulerkan kembali oleh Maia dan Mulan. “Aku suka baget ma Maia, tetapi begitu aku sadar, ada Dhani jadi bingung sendiri, selama nyanyi aku gak berani lihat dia (Dhani),” lanjutnya.

Setelah mendapat golden tiket dan berkesempatan untuk ke Jakarta, saat ini perasaan Wina sudah tenang, dan tidak merasa galau atau bingung, harus memilih Indonesian Idol atau pekerjaan. Semua sudah dipikirkan dengan baik dan tekad bulatnya untuk melanjutkan jalan di Indonesia Idol. Bukan karena dirinya tidak merasa puas dengan pekerjaannya saat ini, tetapi segala hal yang berbeda diterimanya dalam audisi ini. Salah satunya, orang yang tidak mengenal diri dan posisinya. “Di Medan, aku tidak dikenal orang rekan kerjaku. Aku bebas berekspresi dan bebas berkata, tidak perlu sembunyi-sembunyi,” ungkapnya.

Dalam sesi penjurian, ada satu peristiwa yang tidak akan dilupakannya. Saat Ahmad Dhani memuji dirinya. “Dia bilang aku cantik dan ingin melihat aku di tahap selanjutnya,” tutupnya. (ram)

Amrun Daulay Dituntut 2,5 Tahun

JAKARTA-Mantan Sekdaprov Sumut (1997-2002) yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi II DPR Amrun Daulay, dituntut pidana penjara selama 2,5 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.
Jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan Bupati Tapanuli Tengah (1990-1995) itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan sapi impor tahun 2004 di Departemen Sosial (Depsos).

“Meminta majelis hakim untuk menyatakan terdakwa Amrun Daulay melaksanakan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau koorporasi,” kata Jaksa Supardi, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/12).

Seperti diketahui, sebelum menjadi politisi Partai Demokrat, Amrun cukup lama berkiprah sebagai birokrat. Merintis karir sebagai PNS, sejak 1972 dia sudah menduduki berbagai jabatan penting di tingkat kabupaten/kota di Sumut.
Tahun 1984 pernah menjadi Sekda Binjai. Lantas ditarik ke Pemprov, menjadi Asisten Administrasi Kantor Gubernur pada 1996-1997, sebelum akhirnya naik posisi menjadi Sekdaprov. Selanjutnya, pada 2003-2006, dia dipercaya menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Bantuan Jaminan Sosial, Depsos. Amrun terjerat perkara ini saat menjadi dirjen di Depsos ini.

Menurut JPU KPK, Amrun telah melakukan penunjukan langsung dalam pengadaan mesin jahit kepada PT Ladang Sutera Indonesia (Lasindo) dan pengadaan sapi impor kepada PT Atmadhira Karya. Dalam kasus ini, menurut JPU, negara dirugikan sekitar Rp15,14 miliar.

Amrun dijerat dengan tuduhan memperkaya diri sendiri dan orang lain atau kooporasi sebagaimana mana diatur dalam ketentuan dakwaan kedua yaitu Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Atas tuntutan itu, Amrun menyatakan akan mengajukan pembelaan atau pledoi. “Saya akan mengajukan pembelaan pribadi dan pengacara juga akan mengajukan sendiri,” ujar Amrun.

Usai sidang, saat dimintai keterangan atas tuntutan 2,5 tahun, Amrun enggan berkomentar. “No comment ya, tanya pengacara saja,” ucapnya, seraya meninggalkan kerumunan wartawan.
Sebelumnya, saat memberikan kesaksian di persidangan Amrun, mantan Mensos Bachtiar Chamsyah menyatakan, proyek pengadaan sapi dan mesin jahit yang berujung kasus korupsi itu berada di bawah koordinasi Amrun. (sam)

Panitia Akui Pesta Danau Toba tak Maksimal

MEDAN- Hanya tinggal 11 hari pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) 2011, terhitung sejak hari ini (16/12) sampai tanggal 27 Desember mendatang. Sejauh ini pihak Panitia PDT 2011 masih kelimpungan mencari dana penyelenggaraan perhelatan tahunan tersebut.

Dari Rp4,2 miliar yang dibutuhkan, panitia masih mengalami defisit anggaran sebesar Rp800 juta lagi. Hal itu diakui Bendahara Panitia PDT 2011 Marasal Hutasoit, yang dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (15/12).
“Masih kurang Rp800 juta lagi dan saat ini panitia serta pemerintah daerah terus melakukan penjajakan dan kerja sama dengan pihak ketiga dan sponsor,” akunya.

Apakah panitia optimis mampu mendapatkan kekurangan dana tersebut? Marasal mengatakan, panitia terus mencari kekurangan dana dan dengan kekurangan dana itu, even tetap akan jalan. “Di pikiran kita jalan terus. Karena tidak mungkin ditunda. Namun, panitia masih terus berusaha menutupi kekurangan dana itu,” jawabnya.
Apa tidak terkesan dipaksakan bila akhirnya panitia tidak mampu menutupi kekurangan dana tersebut? Terkait hal itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Sumut tersebut menyatakan, lebih baik digelar daripada tidak dilakukan sama sekali. Dengan kata lain, pesta yang seharusnya menjadi daya tarik Sumatera Utara itu dikerjakan dengan tidak maksimal.

“Kita waktu itu merespon keinginan masyarakat yang sudah mulai mempertanyakan kenapa tidak dilaksanakan PDT. Lalu, kita berpikir biar terlambat daripada tidak dilakukan,” katanya.

Sementara itu, pengamat ekonomi asal Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Aryo Pratomo ketika dimintai tanggapannya mengenai pelaksanaan PDT dengan semua serba-serbinya menilai, kekurangan anggaran dalam pelaksanaan PDT 2011 ini sebenarnya tidak perlu terjadi.

Bila ada koordinasi dan kerjasama yang terjalin antara Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan Pemkab/Pemko di sekitaran Danau Toba. Dalam arti kata, dari tahun ke tahun penyelenggaraan PDT hingga tahun ini, menunjukkan tidak pernah terlihat adanya kerja sama yang baik antara Pemprovsu dan Pemkab/Pemko setempat.
Dan yang terpenting adalah hal yang tidak perlu terjadi ini, merupakan bentuk kelemahan dari Pemprovsu yang tidak mampu menggalang kerjasama dengan Pemkab/Pemko setempat. Bukan hanya itu saja, itu juga menunjukkan Pemprovsu serta pihak panitia dan termasuk pula pemerintah daerah setempat tidak mampu menggandeng pihak ketiga, guna memobilisasi pengunjung dan sponsor untuk semakin memarakkan PDT.

“Panitia terkesan bekerja sendiri. Ini adalah aset, bukan hanya Sumut tapi juga dunia. Kenapa kita tidak bisa? Kita lihat, Malaysia dan Singapura bisa lebih mampu mengembangkan daerahnya serta acara-acara yang digelar. Ini kelemahan dari Pemprovsu yang tidak bisa menggandeng pemerintah daerah dan sponsor. Lihat saja, kesannya kalau sudah penyelenggaraan ya terserah pengunjung mau datang atau tidak. Harusnya, panitia mampu bekerjasama dengan travel agent atau pihak hotel di sekitaran Danau Toba. Dengan itu, bisa dimaksimalkan jumlah pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, bekerja sama dengan hotel akan membuat pengunjung merasa nyaman. “Jadi waktu penyelenggaraan para pengunjung sudah merasa nyaman. Tapi kita lihat nanti, waktu pelaksanaan harga sewa hotel akan semakin tinggi dari biasanya,” terangnya.(ari)