24 C
Medan
Saturday, January 10, 2026
Home Blog Page 14145

Otorita Asahan Salurkan Beasiswa Rp18 M

MEDAN- Otorita Asahan 2011-2012 mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp18,513 miliar untuk pelajar SD hingga mahasiswa S-2. Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait menuturkan, bantuan beasiswa itu sudah dimulai sejak 2003 lalu.
“Sejalan dengan bantuan di bidang lainnya seperti konversi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur pedesaan,” ungkapnya, Selasa (13/12).

Setiap mahasiswa yang mendapat beasiswa itu juga diberi Otorita Asahan satu pohon yang diharapkan bisa ditanam di rumah orangtua mereka yang berada di kawasan Danau Toba dan Proyek Asahan. “Setiap mahasiswa S-1 mendapatkan dana beasiwa sebesar Rp9,6 juta dan mahasiswa S-2 sebesar Rp15 juta per tahun sehingga totalnya mencapai Rp1,410 miliar,” paparnya.

Sementara, jumlah penerima bantuan beasiswa untuk pelajar SD, SMP dan SMA sebanyak 11.445 orang dengan total dana Rp16,02 miliar serta bantuan ke 35 guru dari Taput dan Asahan yang mengambil S-1 dan S-2 sebesar Rp1,08 miliar. Didampingi Sekretaris Otorita Asahan T Azwar Azizi dan Kepala Perwakilan Medan PSM L Tobing, Effendi menyebutkan, pemberian beasiswa itu bertujuan untuk membantu meningkatkan pendidikan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba dan Proyek Asahan.

“Semakin berpendidikan tinggi masyarakat, maka pola fikir akan semakin berkembang dan bisa meningkatkan perekonomian. Dengan begitu mereka diharapkan nantinya akan ikut merasa bertanggung jawab menjaga lingkungan dan pelestarian Danau Toba yang memiliki banyak aspek keuntungan mulai dari peningkatan ekonomi hingga penjagaan alam,” tuturnya.

Effendi juga menjelaskan, sumber dana beasiswa berasal dari PT Inalum yang merupakan perusahaan patungan Indonesia dan Jepang yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air Asahan. “Penerima mahasiswa diharapkan juga bisa memberkan kontribusi dalam soal fikiran untuk kepentingan kelestarian kawasan Danau Toba,” katanya. (saz)

Kejar Limit Olimpiade

JAKARTA- Setelah sukes melebihi ekpektasi dengan 13 emas di SEA Games XXVI November lalu, PB PASI mulai menatap kualifikasi Olimpiade London 2012. Induk olahraga Atletik se tanah air itu melakukan persiapan lebih dini untuk mengejar lolos limit kualifikasi Olimpiade.

Wakil bidang pembinaan prestasi (Wakabid binpres) PB PASI Paulus Lay mengungkapkan bahwa persiapan akan dilakukan mulai January 2012 mendatang. Dia manarget hasil persiapan tersebut sudah bisa dilihat pada ajang Grand Prix Asia pada Mei.

“Kami ingin mereka yang catatannya sejauh ini mendekati limit olimpiade bisa bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Beberapa nama yang diproyeksikan untuk mengikuti program menuju kualifikasi olimpiade itu adalah Triyaningsih dan Agus Prayogo (Lari jarak jauh), Franklin Ramses Burumi (100 dan 200 meter), Dedeh Erawati (lari gawang ), Maria Londa (lompat jauh).

Selain di nomor perorangan, PB PASI juga akan menyiapkan pelari-pelari estafet 4×100 meter putra.
“Mereka itu adalah yang paling realistis untuk kami siapkan. Catatan mereka juga tidak terlalu jauh dari limit, masih bisa dimaksimalkan lagi dengan program ini,” ujar lelaki yang juga manajer pelatnas SEA Games lalu.
Masuknya nama Dedeh memang cukup mengejutkan. Pasalnya, pada SEA Games dia gagal memenuhi target meraih emas yang telah diraihnya dalam dua edisi SEA Games sebelumnya. (aam/jpnn)

Dorong Mahasiswa Gemar Menulis

LDK Raudhatul Jannah UMN Al Washliyah Kunjungi Sumut Pos

MEDAN– Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Raudhatul Jannah Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al–Washliyah, mengunjungi redaksi Sumut Pos, Rabu (14/12).

Kunjungan dimaksudkan untuk bersilaturahmi meningkatkan kerjasama yang telah terjalin selama ini antara UMN Al–Washliyah dan Sumut Pos.

Selain itu, untuk menambah wawasan  dalam bidang jurnalistik sekaligus  memotivasi mahasiswa agar gemar menulis.
Kehadiran rombongan dipimpin oleh Pembina LDK Raudhatul Jannah Faisal Husna S Sos SPd MH, mewakili pimpinan UMN Al–Washliyah, didampingi Ketua LDK Raudhatul Jannah Min Fadli Darain dan Koordinator Dept Humas Dara Fitrah Dwi.

Faisal Husna mengatakan, LDK Raudhatul Jannah sendiri saat ini mengelola buletin yang diberi nama Gempar (Generasi Mahasiswa Pencari Rahmat).

Meski sudah sepuluh tahun terbit, keberadaan buletin yang terbit setiap bulan ini kurang berkembang. Salah satunya karena minimnya partisipasi mahasiswa untuk mengisi rubrikasi di buletin tersebut.

“Naskah yang disajikan masih sering kami ambil dari luar. Padahal kami sangat berharap sumbangan karya teman-teman. Untuk itulah, kami membawa teman–teman kemari untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik. Bagaimana teknik menulis yang baik dan sebagainya. Harapannya, bisa mendorong kami untuk giat menulis,” ujar Faisal. (sih)
Faisal berharap, dari kunjungan ke Sumut Pos ini, mereka bisa mendapatkan masukan  bagaimana mengelola buletin  Gempar ini lebih baik lagi sehingga bisa lebih berkembang.  (sih)

Panpel ISL Minimalisir Pelemparan Air Mineral

MEDAN-Ditundanya lanjutan laga kompetisi ISL PSAP kontra PSMS disebabkan aksi anarkis yang ditunjukkan suporter PSMS saat menjamu Mitra Kukar dan Persisam lalu. Pada laga tersebut, tanpa pengawalan berarti dari pihak keamanan dan panitia pelaksana, suporter dengan mudah melemparkan berbagai botol minuman dan air mineral ke arah bench pemain tamu.

Alhasil, laga yang seyogianya digelar pada 17 Desember mendatang diundur oleh pelaksana kompetisi hingga waktu yang belum ditentukan. Atas hal tersebut, pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, anak-anak asuhannya akan difokuskan dalam laga uji coba melawan klub-klub Malaysia waktu dekat. “Usai mendapat surat yang menyatakan pertandingan PSAP versus PSMS diundur, kita akan memfokuskan pemain untuk menghadapi laga berikutnya dengan Pelita Jaya dan Persib,” ujarnya, Selasa (13/12).

“Kita juga sudah mengagendakan laga uji coba melawan klub-klub dari Malaysia. Ini untuk memberikan rasa percaya diri dan kesiapan pemain dalam menghadapi laga lanjutan di ISL,” tuturnya.

Sementara itu, menyikapi penyebab diundurnya pertandingan PSAP kontra PSMS, Ketua Panpel Pertandingan Syafril Jambak menuturkan, ke depan, penonton yang masuk ke stadion untuk menyaksikan laga PSMS akan diperiksa apakah membawa minuman mineral botol atau tidak. “Jika membawa, maka Panpel sudah menyediakan kantongan plastik untuk menukar tempatnya,” katanya.

Ia juga menuturkan, setiap aparat sudah diwanti-wanti agar lebih jeli dalam memeriksa barang bawaan penonton. “Aparat harus tegas. Karena ini menyangkut nama baik daerah juga,” kata Syafril.

Sedangkan pedagang asongan yang kerap menjual barang dagangannya seperti air mineral dalam kemasan, akan ditegaskan membawa kantongan plastik untuk melakukan pergantian tempat. “Kalau kita larang berjualan enggak etis juga, mereka warga Medan yang cari makan. Jadi kita harap mereka bisa mengikuti peraturan yang sudah kita tetapkan ini,” katanya lagi. (saz)

Komite Sekolah Keluar Jalur

MEDAN- Komite sekolah yang harusnya memiliki fungsi sebagai mitra orangtua siswa dalam mengakomodir kepentingan siswa, kini sudah berada di luar jalur. Pasalnya, keberadaan komite sekolah saat ini sudah menjadi ‘perpanjangan tangan’ kepala sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Mutsuhito Solin menuturkan, saat ini sangat sedikit komite sekolah yang menjalankan tugasnya sebagai wakil orangtua siswa.

“Justru kebanyakan dari mereka menjadi ‘perpanjangan tangan’ kepala sekolah,” ungkapnya, Selasa (13/12).
Solin menyesali adanya keluhan para wali murid yang mengeluhkan berbagai hal tentang kutipan-kutipan yang kerap dilakukan pihak sekolah. Misalnya, yang sempat terjadi di SMA Negeri 7 Medan dengan kutipan untuk perbaikan instalasi listrik sekolah.

Kutipan tersebut dibebankan kepada siswa sebesar Rp165 ribu sebagai biaya perbaikan dengan total dana sebesar Rp198 juta. “Dalam posisi seperti ini, komite sekolah harusnya tak hanya merupakan bagian dari kepala sekolah. Tapi tugas dan fungsinya juga sebagai pengawas terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil kepala sekolah,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, sebagai perwakilan dari para orangtua siswa, komite sekolah itu bertugas memberi pertimbangan-pertimbangan dan bisa berperan memediasi dengan kepala sekolah jika ada kebijakan dan peraturan sekolah yang dinilai memberatkan para orangtua atau wali murid.

“Selain itu komite sekolah juga harus mengevaluasi kinerja dari segala aspek yang ada di sekolah ,” tutur Solin.(saz)

Azhar Efendi Pimpin KKI Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Musyawarah Cabang Pengcab Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Kota Tebing Tinggi akhirnya memutuskan secara aklamsi H Azhar Efendi Lubis SE sebagai ketua Pengcab KKI Tebing Tinggi priode 2011-2015.
Muscab yang KKI Tebing Tinggi ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Parawisata (Disporabudpar) Jalan Veteran Kota Tebing Tinggi, Selasa malam (13/12) sekira pukul 22.00 WIB.

Azhar Efendi Lubis mengatakan bahwa karate merupakan salahs atu cabang bela diri yang terbukti ampuh menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa dan negara.
“Prestasi atlet KKI Sumatera Utara terbukti mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional. Dan itu harus terus dipertahankan,” kata Azhar Efendi.

Selanjutnya Azhar mengatakan bahwa pada tahun 2012 mendatang pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya meningkatkan prestasi karateka.

Hadir pada gelaran Muscab kemarin Sekretaris Faisal Wan SH, Ketua Harian, Ridwan Napitupulu, Junjungan Saragih serta seluruh karateka KKI Kota Tebing Tinggi.

Terkait gelaran Muscab KKI Tebing Tinggi itu, Faisal Wan  menjelaskan bahwa masa bakti Pengcab KKI Kota Tebing Tinggi telah berakhir. Oleh karena itu maka dipandang perlu untuk memilih dan menyusun kembali susunan pengurus KKI di Kota Tebing Tinggi sehingga tidak terjadi kendala yang dapat menghambat prestasi karateka KKI tebing Tinggi.

Pada kesmepatan itu Ketua Pengcab KKI Tebing Tinggi terpilih Azhar Efendi Lubis memberikan tali asih kepada lima karateka KKI Tebing Tinggi yang sukses meraih prestasi maksimal pada Kejurda beberapa waktu lalu. (mag-3)

Kisruh PSSI Semakin Panas, Pengprov PSSI Mulai Dilobi

Entah apa jadinya dengan masa depan sepakbola Indonesia. Kubu-kubu yang berkepentingan sepertinya tidak punya niat baik untuk menyelesaikan persoalan yang ada dengan duduk bersama untuk mencari jalan terbaik.

Dari kubu PSSI, dikabarkaan mereka mengundang jajaran Pengprov PSSI di seluruh Indonesia untuk menghadiri pertemuan Pengprov di Hotel Grand Candi, Semarang. Dalam undangan via SMS yang tersebar ke media itu, undangan check in tanggal 16 Desember jam 13.00 dan check out pada 18 Desember jam 12.00. Tertulis yang menyebarkan undangan adalah Hadiyandra, deputy Sekjen PSSI bidang organisasi.

Tak mau kalah dengan PSSI, kubu yang berseberangan yang membentuk Forum Pengprov PSSI (FPP) akan menggelar Rapat Akbar Sepak Bola Nasional. Agenda itu akan digelar di Jakarta pada 18 Desember (Minggu) malam. Rencananya rapat akbar ini akan mengundang seluruh anggota PSSI dari mulai 33 Pengprov, klub ISL hingga klub dari Divisi III yang jumlahnya sekitar 600 anggota. Dalam rapat akbar itu FPP juga akan mengundang seluruh pengurus PSSI.

“Gerakan ini didasari atas keprihatinan kami anggota PSSI atas apa yang terjadi dengan persepakbolaan kita hari ini. Kita ingin membawa PSSI ke jalan yanga benar,” kata Dwi Irianto, ketua FPP dalam press conference kemarin.

Meski PSSI juga berusaha “memobilisasi anggotanya FPP yakin rapat akbar lusa akan dihadiri lebih dari 2/3 anggota PSSI. Agar agenda ini tidak dituding sebagai gerakan tidak jelas FPP mensyaratakan, seperti halnya kongres, tiap anggota (klub/pengprov) yang hadir wajib membawa surat mandat yang ditandatangani Ketum dan Sekum.

FPP memaparkan jika PSSI banyak melakukan pelanggaran terhadap statutanya sendiri. Antara lain Ketum dan komite kompetisi yang dengan seenaknya sendiri menetapkan jumlah peserta kompetisi dan memberikan tiket cuma-cuma kepada beberapa klub dengan alasan yang mengada-ada. Itu tak hanya terjadi di kompetisi professional. Tapi juga di liga amatir.

Sudah bisa ditebak, dalam rapat akbar nanti muaranya adalah penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang selama ini didengungkan banyak pihak. FPP juga menyatakan bisa jadi dalam rapat akbar nanti terbentuk presidium yang akan menggantikan pengurus yang seka-rang. (ali/jpnn)

Operasional RS USU Rp1 M per Bulan

MEDAN- Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) merupakan rumah sakit pendidikan terbesar dibanding rumah sakit perguruan tinggi negeri lainnya yang dibangun Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Jika sudah benar-benar beroperasional, RS USU mampu menghabiskan dana hingga Rp1 miliar per bulan.

“Saat ini masih belum beroperasi, dan biayanya juga belum sampai Rp1 miliar per bulan. Tapi, jika nantinya sudah beroperasi, kita perkirakan biayanya mencapai segitu. Di Mataram saja, yang status rumah sakit pendidikannya sama dengan RS USU bisa mengeluarkan hingga Rp1 miliar,” kata Rektor USU, Syahril Pasaribu, Rabu (14/12).

Dikatakannya, saat ini segala pengeluaran RS USU bukan ditanggung konsultan lagi, karena masa kontraknya sudah habis. “Jadi mulai saat ini segala pengeluarannya ditanggung USU. Karena belum beroperasi, biaya air, listrik dan sebagainya tidak begitu besar,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemendiknas berencana membangun sejumlah rumah sakit pendidikan di beberapa perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesian.

Namun yang telah direalisasikan di antaranya USU yang kini belum selesai, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Mataram.

Ditambahkannya, jika sudah beroperasi, perhitungan biaya operasional rumah sakit tersebut bisa terlihat dari gedung yang dibangun dalam dua wing berlantai empat dan lima. “Wing pertama untuk praktik mahasiswa Kedokteran USU sebagai rumah sakit pendidikan, sedangkan satu bangunan lagi diperuntukkan bagi pasien yang menjalani rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, katanya, rumah sakit tersebut juga akan dilengkapi 575 tempat tidur, 16 kamar bedah, poliklinik lengkap serta ditambah dengan sejumlah dokter, baik umum maupun spesialis, kantin, apotek dan areal parkir yang mampu menampung sebanyak 400 kendaraan roda dua dan 200 roda empat. Untuk pelaksanaan operasional rumah sakit, pihaknya telah mendapatkan bantuan tenaga perawat dari Kemendiknas sebanyak 54 orang dari 80 yang diminta sebelumnya.

“Selain itu, dana yang dikeluarkan untuk pembangunan rumah sakit ini dimulai dengan konsep bertahap. Awalnya dana yang dikeluarkan Mendiknas sekitar US$37 juta yang merupakan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB), kemudian ditambah lagi US$7 juta,” bebernya. (mag-11)

Harapan Square Distop Sementara

MEDAN- Berkat desakan anggota DPRD Medan dan warga sekitar, akhirnya Pemko Medan memberhentikan sementara (stanvas) pembangunan Harapan Square. Pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan wisatawan dalam mendukung program Visit Medan Year 2012 ini akan dilanjutkan setelah ada solusi terbaik.

“Kita minta Camat Medan Maimun untuk stanvaskan pembangunan sesuai dengan arahan anggota dewan. Pembangunan ini akan dilanjutkan sampai masalah masyarakat yang komplain selesai,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri di sela-sela acara sosialisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di Hotel Royal Perintis Medan, Rabu (14/12).

Dikatakan Syaiful, untuk kelanjutan pembangunan Harapan Square, nantinya akan dilakukan pembenahan. “Pembenahan itu akan dilakukan setelah duduk bersama antara masyarakat, pemerintah dan anggota dewan,” jelas Syaiful.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi yang kebetulan hadir dalam acara itu menyebutkan, sesuai kesepakatan Pemko Medan, pembangunan Harapan Square akan dibenahi setelah duduk bersama antara masyarakat, pemerintah dan anggota dewan yang akan dilakukan Senin mendatang (20/12).
“Saat ini kita minta hentikan dulu sementara sehingga bisa menjaga kondusifitas. Setelah itu barulah kita akan duduk bersama, dan dari situ akan dapat muncul pemikiran dan solusi yang tujuannya untuk kebaikan bersama,” ujar Jumadi.

Di tempat terpisah, Kadis Binamarga Kota Medan Ir Gunawan Surya Lubis membantah kalau Dinas Binamarga telah mengeluarkan Izin Pembangunan Harapan Square. “Saya tidak pernah mengeluarkan Izin pembangunan Harapan Square, namun Dinas Binamarga hanya memberikan rekomendasi tentang pembangunan itu,” beber Gunawan, usai rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Medan.

Gunawan mengatakan, rekomendasi tersebut sebagai pertimbangan kepada pelaksanaan pembangunan Harapan Square agar menjaga kondisi drainase dengan baik. “Kita berharap drainase jangan sampai tertutup dengan pembangunan Harapan Square itu sehingga aliran air tidak berfungsi dengan baik. Dan kami juga meminta agar pembangunan Harapan Square tidak merusak jalan atau bangunan, jangan sampai ke badan jalan,” ucap Gunawan.

Diakuinya, Dinas Binamarga sudah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Harapan Square dan tidak menemukan kesalahan dalam pembangunan Harapan Square. “Drainase saya lihat juga tidak tutupi, dan bangunannya tidak sampai ke badan jalan,” ungkap Gunawan.

Menurut Gunawan pembangunan Harapan Square memang melanggar Peraturan Wali Kota Medan No 9 tahun 2009, namun Harapan Square tetap dibangun, karena Pemko Medan melihat beberapa aspek, sehingga dianggap penting untuk membangunnya.

“Itukan tempat para pedagang kaki lima sejak dulu, jadi pemko melihat perlu dilakukan penataan sehingga terlihat rapi, pemko melihat pedagang kaki lima perlu dibantu, itu makanya pembangunan Harapan Square dilakukan,” paparnya.

Sementara sebelumnya, Kabag Perekonomian Medan Dahnar Siregar dan Camat Medan Maimun Said Reza mengatakan, pembangunan Harapan Square di atas drainase dan trotoar telah mengantongi izin dari Dinas Binamarga. Bahkan, ketika disinggung pembangunan ini melanggar Perwal No 9 tahun 2009, Dahnar menyebutkan kalau pembangunan ini ada pengecualian.

“Pembangunan ini berada di atas aset Pemko Medan, jadi tidak perlu IMB dan tidak melanggar Perwal karena ini pengecualian pembangunannya untuk kepentingan masyarakat banyak,” terang Dahnar diamini Said Reza.(adl)

Wajib Menang

Udinese vs Celtic

UDINE-Sejauh ini di grup I hanya Atletico Madrid yang sudah benar-benar aman melenggang ke babak 12 besar Europa League.

Itu karena Atletico telah mendulang sepuluh angka, atau unggul dua angka dari pesaing terdekatnya  Udinese dan unggul lima angka dari Glasgow Celtic yang baru mendulang lima poin.

Artinya, siapapun yang menjadi pemenang laga antara Udinese versus Celtic di Stadion Friulli, dinihari nanti, maka tim itulah yang akan mendampingi Atleti ke babak 32 besar.
Pada pertemuan pertama di antara kedua tim, Celtic yang bertindak sebagai tuan rumah ditahan imbang Udinese dengan skor 1-1. Jadi, bila nanti Celtic mengalahkan Udinese, maka tim asal Skotlandia itu akan unggul head to head atas Udinese.

“Kami tahu akan sangat sulit mengalahkan Udinese di kandangnya sendiri. Tapi itu harus kami lakukan karena kami ingin tempil di babak 32 besar,” bilang Neil Lennon, pelatih Glasgow Celtic.

Walau Lennon telah menyatakan tekadnya untuk mengalahkan Udinese, namun Lennon harus berhati-hati, karena dari dua laga tandang di ajang Europa League kali ini, Celtic hanya meraih satu poin, hasil dari menahan imbang Rennes dan  kalah dari Atletico Madrid.

Sang lawan, Udinese yang tampil di kancah Europa League setelah kalah di babak playoff Liga Champions atas Arsenal, tentunya tak begitu terbebani menatap laga ini. Selain hanya membutuhkan hasil imbang, di sisi lain, Udinese pun memiliki catatan ciamik pada empat pertandingan terakhirnya.

Lihatlah, usai kalah 0-2 dari Parma pada 26 November lalu, pada empat pertandingan terakhirnya anak asuh Francesco Guidolin meraih hasil tiga kali menang, serta sekali bermain imbang.
Tiga kemenangan di raih Udinese ketika menjamu AS Roma (2-0), bertandang ke markas Inter Milan (1-0) dan saat mengalahkan Chievo dengan skor 2-1 di Stadion Friulli.
Sebuah fakta menarik akan menempatkan Udinese sebagai favorit untuk memenangkan pertandingan ini.
Apa itu? Dari delapan kali melawat ke tanah Italia, Glasgow Celtic tak sekalipun meraih kemenangan di sana. Hasil terbaik yang mereka torehkan adalah dua kali bermain imbang dan enam kali kalah.
“Kami tak ingin memikirkan rekor itu. Bagi kami kemenangan adalah harga mati, karena mereka pun pasti tampil all out guna mengejar  tujuan yang sama (menang, Red). Kami harus mampu meraihnya, karena kami tampil di hadapan para fans,” bilang Guidolin. (jun)