28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14147

Gatot Minta Asahan Bangun Kota Layak Anak

Penanaman Pohon di Hutan Kota Kisaran

KISARAN-Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho meminta Pemkab Asahan memokuskan pemba ngunan hutan kota Kisaran di atas lahan seluas 14 hektar sebagai salah satu sarana perwujudan Kota Layak Anak bagi daerah tersebut termasuk untuk Kota Tanjung Balai, dan Kota Limapuluh, Kabupaten Batubara. Vegetasi tanaman dan topografi Hutan Kota Kisaran ini akan diba ngun sama persis seperti Kebun Raya Bogor di Jawa Barat.
Harapan Plt Gubsu itu diutarakan usai melakukan penanaman pohon trambesi di Hutan Kota Kisaran, Rabu (18/1).

Hadir di acara itu Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, Bupati Batubara OK Arya,  Wakil Wali Kota Tanjung Balai Rolel Harahap, Ketua TP PKK Provsu Ny Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, Ketua TP PKK Asahan Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, serta segenap unsur Muspida Kabupaten Asahan, dan para pejabat teras Pemprov Sumut.

“Saya sangat mengapresiasi progres pembangunan Hutan Kota Kisaran ini oleh Bupati Taufan Gama Simatupang. Karena itu, saya berharap rencana pembangunannya tidak hanya menjadikan keberadaannya sebagai sebuah Land Mark untuk Kota Layak Anak, tetapi juga menjadi kota yang mengakomodir konsep tata ruang, sehingga kelak akan menjadi lokasi yang baik dan strategis untuk tumbuh dan berkembangnya calon generasi muda penerus bangsa,” ucap Gatot.

Di dalam Hutan Kota Kisaran yang anggaran pembangunannya menelan biaya Rp48 miliar itu juga akan disediakan sejumlah fasilitas pendukung lainnya, se perti Islamic Center, Masjid Agung Kisaran seluas 10.000 meter bujur sangkar, Asrama Haji, Pusat UMKM, Taman Baca Anak, dan danau buatan seluas 2 hektar yang akan dimanfaatkan bagi tempat rekreasi dan pehobis memancing. Menyangkut vegetasi tanaman di dalam Hutan Kota Kisaran itu, Plt Gubsu meminta agar dipikirkan untuk menghadirkan seluruh keanekaragaman hayati yang ada di daerah sekitarnya, termasuk kemungkinan dari daerah lain. Sehingga, kelak kehadiran Hutan Kota Kisaran ini akan menjadi warisan yang sangat berharga bagi generasi penerus terutama untuk tetap mempertahankan bingkai kebhinekaan dalam wadah NKRI.

Di kesempatan itu, Plt Gubsu mengajak kabupaten dan kota lainnya di Sumut untuk mengaplikasikan apa yang telah ditorehkan Pemkab Asahan tersebut. “Pembangunan Hutan Kota seperti ini sangat baik untuk kepentingan masa depan. Karenanya, saya mendorong kabupaten dan kota lain di Sumut melakukan hal sama,” ujarnya.

Stimulan Plt Gubsu bagi kabupaten dan kota lain di Sumut untuk membangun Hutan Kota tersebut, antara lain akan didudukung Pemprov Sumut bila kabupaten dan kota mengajukan usul terhadap provinsi tentang hal dimaksud. Kemudian untuk realisasinya, Pemprov Sumut menindaklanjuti dengan menggelontorkan dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB). (ril/azw)

Upacara 17-an TNI AU Medan Berjalan Hikmad

MEDAN-Komando Operasi TNI Angkatan Udara Medan menggelar upacara 17-an di bulan Januari 2012 di Apron Kelapa Sawit Lanud Medan, Selasa (17/1). Upacara 17-an yang diikuti Lanud Medan, Kosekhanudnas III Medan,  Kompi A Pakhas BS Medan  dan iswa dari SPAN, ATKP, serta  Pramuka Saka Dirgantara  berjalan dengan hikmad dan lancar. Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Mayor Adm T Sembiring.
Dalam amanat Panglima TNI, menekankan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI beserta keluarga untuk tidak terlibat atau melibatkan diri  dalam perkara yang bukan menjadi domain TNI.

Tentunya tidak ada larangan bahkan merupakan kewajiban para prajurit serta  PNS TNI untuk selalu mengikuti perkembangan situasi guna menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan melalui media masa.
Dikatakannya, kepada seluruh prajurit TNI untuk benar-benar menjunjung tinggi komitmen netralitas TNI dari segala bentuk kegiatan politik praktis, dan senantiasa membina kemanunggalan TNI-rakyat. (Pen lanud Medan). (ila)

Tamatan Unimed Dituntut Kuasai IT

MEDAN-Dalam upaya menunjang sarjana berpendidikan, berwawasan intelektual dan menguasai teknologi, Pusat Jasa Ketenagakerjaan ( PJK) Unimed bekerjasama dengan DPD KNPI Kota Medan dan Wira Karya Indonesia (WKI) menggelar pelatihan IT & ICT di Gedung Serbaguna Unimed, Kamis (19/1).
Rektor I Unimed  Prof Dr Khairil Ansyari, M.Pd  mengatakan kegiatan ini penting dilakukan untuk menunjang sarjana Unimed menjadi seorang berpendidikan. Terlebih saat ditugaskan di daerah terpencil.

“Kita  berharap dengan kegiatan ini, mampu membantu calon alumni Unimed menguasai kompetensi IT & ICT, sehingga tidak tertinggal dengan negara-negara maju di dunia,”ujarnya.

Khairil juga menyebutkan jika mulai periode wisuda bulan April 2012 tiap calon alumni dituntut memiliki sertifikat kompetensi IT & ICT.
Sementara itu Ketua Panitia Amrizal, S.Si,M.Pd mengatakan,pelatihan dilakukan untuk meningkatkan penguasaan keterampilan IT & ICT mahasiswa, khusunya yang berkaitan dengan materi membuat presentasi dengan powerpoint dan video, komunikasi online dengan timeviewer dan skype.
“Pelatihan diikuti 70 peserta dari berbagai program studi di lingkungan Unimed. Pembimbing  kegiatan Dr Rahmat Mulyana, MSi. dan tim IT Unimed, “ sebut Amrizal.

Kepala PJK Unimed, Ir Herkules menjelaskan, lingkungan di luar dunia pendidikan menunjukkan perubahan  sangat dinamis. Sehingga, lanjutnya, institusi pendidikan harus merespon dan berinteraksi dengan perubahan tersebut, terutama dengan hadirnya teknologi informasi.”Kehadiran IT adalah untuk mengerjakan apa yang belum pernah dikerjakan. Khusus bagi mahasiswa, kemampuan menguasai IT bukan hanya sebagai pelengkap dalam proses perkuliahan saja, tetapi justru yang lebih penting adalah menjadi bekal keterampilan tambahan untuk berkarir di dunia kerja yang semakin selektif, inovatif, kreatif dan kompetiti,” urainya.(uma)

Dony Syahputra Terpilih sebagai Ketua KNPI Gebang

LANGKAT- Dony Syahputra kader pemuda  GM-FKPPI akhirnya kembali terpilih sebagai ketua PK KNPI Gebang untuk masa bhakti 2012-2015 ,  Senin (16/1)  di aula kantor Camat Gebang, Kabupaten Langkat.

Muscam KNPI Gebang yang ke X tersebut dibuka secara resmi oleh ketua DPD KNPI Langkat M Syamsul Harahap, Awaluddin Rao selaku Seketaris dan beberapa pengurus DPD KNPI .

Tampak hadir dalam musyawarah kecamatan (Muscam) Muspika Gebang, H.Yan Syahrin SE ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut, Drs.Tarsan Naibaho dan Abdul Gani Abbas sebagai anggota DPRD Langkat. para kepala desa, Ka KUA Gebang, Ketua MUI Gebang, para pejabat instansi Kecamatan, tokoh Parpol, para pimpinan OKP, Ormas pengurus KNPI Gebang periode 2008-2011 serta para undangan baik dari intansi pemerintah maupun swasta .

Dony Syahputra pada kata sam butannya mengatakan memohon maaf yang sebesar-besarnya bila PK-KNPI Gebang periode 2008-2011 bila ada melakukan kesalahan kepada masyarakat Gebang, serta kepada para peserta OKP yang saat ini menjadi peserta Muscam agar da pat membuka mata lebar-lebar, pasang telinga dan menilai calon ketua KNPI Gebang yang terpilih. “Kalau memang ada mari kita dukung sama-sama, tetapi kalau tidak ada yang lebih baik saya mohon agar dapat didukung kembali untuk periode nantinya,” ucap Dony yang disambut riuh dengan tepuk tangan.

M Syamsul Harahap selaku Ketua DPD KNPI Langkat pada pidatonya mengatakan kalau dirinya selaku ketua KNPI tidak ada intervensi siapa yang harus dijagokan dalam pemilihan ini. “Maju dan bertarunglah secara sehat sesuai juklak dan mekanisme organisasi yang telah diatur dan selanjutnya membuka muscam KNPI ke X Kecamatan Gebang secara resmi,” katanya.

Setelah melalui beberapa tahap proses persidangan Muscam yang dipimpin oleh Umar Syahputra dari DPD KNPI Langkat, akhirnya secara aklamasi para pimpinan OKP me ngajukan saudara Dony Syahputra untuk menjadi bakal calon ketua PK KNPI Gebang periode 2012-2015 dengan melampirkan surat dari seluruh OKP secara tertulis. Dengan begitu Dony Syahputra secara aklamasi resmi terpilih untuk menjadi ketua KNPI Gebang periode 2012-2015 .
Syahrizal Tanjung selaku seketaris Partai Golkar Kecamatan Besitang yang saat itu hadir menyaksikan jalannya muscam pada wartawan mengatakan, salut dan bangga atas kepemimpinan saudara Dony Syahputra menjadi ketua KNPI Gebang. “Kita lihat sendiri saja dengan kasat mata, kita berjalan mulai Besitang hingga ke Stabat ibukota Kabupaten Langkat hanya Gebang KNPI nya yang memiliki Seketariat, dan ini patut kita dukung dan beri aplaus,” bilang Syahrizal. (ndi)

Sambut Imlek Santuni Anak Yatim

SERDANG BEDAGAI-Menyambut Imlek  2563, Senin (23/1) mendatang, tokoh masyarakat Budi SE menyantuni anak yatim dan siswa berprestasi dan para bilal mayid di kediamannya di Dusun II Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai Rabu (18/1).

“Acara ini setiap tahunnya kita lakukan untuk saling berbagi, walau pun kita berbeda agama namun kita tetap satu dan saling membantu sesame manusia, dan kita juga tidak membeda-bedakan agama lain” uangkap Budi SE kepada Sumut Pos.

Sementara itu Intan (10) siswa berprestasi dari SD Negeri 106210 Rambung Besar sangat bahagia menerima santunan berupa ampau, dan satu kotak bingkisan yang langsung di bawa pulang.

“Baru pertama kalinya dapat ampau dan bingkisan dari bapak Budi SE, senang sekali bingkisan ini untuk ibu dan uangnya mau di tabung,” ungkapnya. (mag-16)

Raja Isa Puas, Markus Dipuji

PSMS vs Persipura

MEDAN-PSMS hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu Persipura, di Stadion Teladan Medan, Rabu (18/1) malam.
Pelatih PSMS Raja Isa mengaku puas dengan hasil seri. Pasalnya, materi pemain Persipura rata-rata  pemain Timnas.

“Saya sangat puas dengan hasil ini. Dengan bisa menahan imbang Persipura merupakan hasil yang cukup baik. Dan bisa menjadi bekal anak-anak di laga tandang berikutnya melawan Arema dan Persela,” ujar Raja Isa, usai laga.

Pelatih berkebangsaan Malaysia ini juga mengatakan, gaya bermain Persipura memang berbeda dan tak bisa ditiru.
“Untuk laga berikutnya saya rasa anak-anak sudah punya mental yang cukup. Dan saya yakin bisa memenangi pertandingan,” ujar Raja Isa.
Raja Isa juga memuji fisik pemain lawan. “Kalau secara taktis kita sama-sama bagus. Tapi fisik Persipura lebih baik,” katanya.

Sementara pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengatakan, secara umum  puas bisa meraih satu poin saat tandang ke Stadion Teladan.
“Secara teknis, saya sangat menyesalkan kinerja wasit. Banyak sekali benturan, namun tak ada tindak,” katanya kesal.

Menurutnya, pemain sudah bermain maksimal. Dan di babak kedua permainan anak-anak asuhannya bisa bermain lebih terbuka dan melakukan banyak penyerangan.

“Namun, kiper PSMS tampil cemerlang dan pelihatkan skill berkelas. Mungkin jika bukan karena kecemerlangan Markus, kami bisa membobol gawang PSMS, bahkan lebih dari satu gol, terlihat dari peluang yang kerap kami dapatkan,” tandasnya.

Sementara pada babak pertama, pertandingan sudah berlangsung dalam tempo tinggi. Tim tamu langsung menekan pada menit pertama lewat Alberto Gonzalves yang membuka serangan dari sisi kiri gawang PSMS, namun serangannya masih bisa dihandle barisan back PSMS.

Pada menit ke-20, giliran PSMS, mencoba menekan gawang Mutiara Hitam-julukan Persipura. Gelandang PSMS, Zulkarnain yang menerima umpan crossing dari wingback Wawan Widiantoro gagal memanfaatkan bola yang melayang tipis di atas kepalanya. Alhasil bola melayang di atas gawang Persipura.

Di menit ke- 24, Persipura yang menguasai lini tengah permainan, menusuk ke jantung pertahanan melalui Ian Kabes. Pemain bernomor punggung 13 ini berhasil melepaskan crossing indah ke kotak penalti PSMS, bola tersebut langsung disambut Yustinus Pae dengan tandukan kepala. Peluang yang berbuah gol itu langsung dianulir wasit, lantaran Yustinus Pae dalam posisi offside.

Pertandingan kedua tim kemudian banyak terfokus ke lini tengah. PSMS yang sempat kalah jauh di lini ini, mencoba bangkit dan adaptasi. Pada menit 25, PSMS yang mendapatkan tendangan bebas dimanfaatkan oleh Osas Saha, namun tendangannya yang langsung ke gawang ditangkap kiper Persipura, Yoo Jae Hoon.

PSMS yang tampil tanpa Inkyun Oh memang kurang greget. Tandemnya, pemain Korsel lainnya, Choi Dong Soo kurang mendapatkan asisst. Namun, ia tetap jadi tumpuan karena gerak cepatnya. Pada menit ke-43, mantan pemain Persisam ini menunjukkan aksinya menggiring bola dari lapangan tengah dan dengan sendiri menuju gawang Persipura, sayang tendangannya masih melenceng. Ini merupakan peluang akhir PSMS di babak pertama. Hingga turun minum, skor masih 0-0 untuk kedua tim.

Selanjutnya pada babak kedua, Persipura kembali menciptakan peluang lebih dulu. Pada menit ke-51, serangan diusung Yustinus Pae dan Alberto Gonzalves, dan melepaskan tendangan keras, beruntung Markus Haris Maulana berhasil menangkap bola.

Saling serang kemudian dilakukan PSMS.  Menit 57 peluang kali ini nyaris berbuah gol, saat tandukan Zulkarnain membentur tiang gawang usai memanfaatkan umpan Wawan Widiantoro.

Pertandingan semakin seru, serangan bertubi-tubi dari kedua tim. PSMS kembali menekan lewat tandukkan Osas Saha namun ditangkap kiper Persipura menit 58.

Selanjutnya pada menit ke-59, back PSMS, Wawan Widiantoro menyelamatkan gawang PSMS dengan membuang bolah dari Yustinus Pae. Menit 60, giliran Markus Haris Maulana menggagalkan tendangan Beto Gonzalves.

Pada menit 76, Persipura kembali menekan dengan Boaz Solossa lewat tendangan langsung masih ditangkap Markus yang pada pertandingan ini cukup baik mengamankan gawangnya.

Pertandingan terus dalam ritme cepat. Namun hingga pertandingan usai tak satu gol pun tercipta. (saz)

Lagi, Tiket Palsu Beredar

MEDAN- Sekitar 28 ribu penonton asik menonton laga big match PSMS kontra Persipura, lima fans PSMS terpaksa urung menonton laga tersebut. Pasalnya tiket masuk yang mereka pegang ternyata palsu.

Terpaksa kelima fans ini diamankan di Sekretariat Panpel di Stadion Teladan, Rabu (18/1) malam.
Fandi Ahmad seorang fans yang kedapatan memegang tiket palsu mengatakan, ia bersama empat orang temannya membeli tiket tersebut dari seorang tersangka yang bertemu di Jalan Yos Sudarso.

“Dia juga menuju Stadion Teladan, sama kami. Dia menawarkan tiket sama kami dengan harga Rp23 ribu,” ujarnya.
Karena lebih murah dibanding tiket yang dibeli di loket, kelima fans ini membeli tanpa memeriksa. Tentu, dengan tiket yang sangat kentara palsunya dari warna tiket, kelima fans ini tak diperbolehkan masuk.

“Ga dikasi masuk kami bang. Kami melapor ke Panpel karena merasa dirugikan,” tutur Fandi.
Menurut penuturan Fandi, ternyata tiket yang dijual tersangka bukan hanya selembar-dua lembar. “Banyak bang, berblok-blok. Tapi kayaknya, tiket palsu dan asli dicampurnya. Ada juga kawan kami yang membeli, tapi mereka dapat yang asli. Memang lagi sial ni kayaknya,” katanya.
Setelah Fandi dan teman-temannya melaporkan kejadian tersebut ke Panpel, Ketua Panpel Syafril Jambak langsung menurunkan beberapa anggota untuk melacak keberadaan tersangka. Dengan ciri-ciri berkacamata, berpostur tubuh kecil dan berpakaian PSMS.
Berselang beberapa menit, anggota Panpel barhasil mengamankan tersangka.

“Kita langsung mengadukan ke Polsek Medan Kota begitu menemukan tersangkanya. Kita sangat menyesalkan hal ini terjadi lagi,” tutur Syafril.
Sementara, menurut pengakuan Syafril estimasi penonton yang memadati stadion berkisar dari 22-25 ribu orang.
“Tiket yang terjual estimasinya 20 ribu lembar. Dengan pendapatan sekitar Rp300 jutaan,” paparnya.(saz)

Deltras Masih Melempem

Deltras vs  Arema

SIDOARJO- Jorg Peter Steinebrunner, pelatih Deltras Sidoarjo sudah seharusnya mengevaluasi kekuatan timnya. Ditahan imbang 3-3 (2-2) olah tim juru kunci Arema Indonesia dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo adalah momentum penting untuk berubah.
Tidak hanya sektor depan yang mandul setelah tidak diperkuat oleh dua striker unggulan, Budi Sudarsono dan Sean Daniel Rooney. Benteng pertahanan The Lobster- julukan Deltras yang diperkuat oleh Mijo Dadic dan kawan-kawan pun harus mendapat koreksi dari sang arsitek asal Jerman tersebut.

Pertimbangannya dari delapan kali pertandingan yang dilakoni oleh Deltas, gawang Wawan Hendrawan telah dijebol delapan kali. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan produktifitas gol yang dilakukan oleh barisan depan tim runner up Divisi Utama musim 2010 lalu ini, yaitu sembilan gol.

Terakhir menambah koleksi tiga gol saat menjamu Arema Indonesia, sore kemarin (18/1). Masing-masing oleh Qischil Gandrum pada menit ke-11, Mijo Dadic (14′), serta Shin Hyu-joon (72′). Sayang, tiga gol tersebut tidak mampu membuat tuan rumah mengamankan poin absolut setelah Marcio Souza, striker Arema asal Brazil memborong tiga gol balasan, masing-masing di menit ke- 10, 37′ dan 90′.

Dengan hasil tersebut, Deltras turun satu peringkat dari posisi sembilan ke peringkat sepuluh dengan koleksi 11 poin dari delapan kali pertemuan.
Nah, bila dibandingkan dengan Persija Jakarta yang sudah mencetak sepuluh gol dan hanya kemasukan dua gol. Begitu juga dengan Persela Lamongan yang sudah membobol gawang lawan sebanyak 14 kali, dengan sepuluh kali kemasukan hanya dalam tujuh kali pertandingan.
Sayang, sang pelatih belum berani memberikan koreksi atas permainan pemainnya yang jelas-jelas dibawah form. Termasuk striker asing mereka asal Liberia yang sampai saat ini belum mampu menunjukan permainan terbaiknya.

“Jangan melihat penampilan Amos pada laga ini saja. Sebab, jangan melihat dia tidak bisa menciptakan gol hari ini atau kemarin, lantas menyimpulkan bila dia bermain jelek. Tapi, sudah banyak assist yang lahir dari Amos sehingga terjadi gol,”kata Steinebrunner.
Sementara itu, setelah pertandingan Marcio Souza mengatakan bahwa dia telah bertekad untuk menjebol gawang Deltras sebanyak-banyaknya. “Biar semua orang tahu bahwa Arema ini tim besar, dan semangatnya belum habis. Dan, kami bisa buktikan itu dalam pertandingan kali ini,” ujar Marcio. (dik/jpnn)

Mutu Perguruan Tinggi

Oleh:
Dian Syahfitri *

Di perguruan tinggi, seorang dosen memegang peran sangat penting bagi kemajuan institusinya. Hal ini telah lama disadari dosen itu sendiri. Kesadaran ini ditunjukkan oleh upaya-upaya pribadi untuk manjadikan dirinya memiliki kompetensi dan kepakaran yang sesuai dengan minat dan bidang yang ditekuni.

Dia menjadi terkenal di masyarakat tentang kepakarannya tersebut. Banyak presentasi di berbagai seminar yang semakin menunjukkan kepakarannya sehingga dikenal luas di masyakarat.

Adakah kontribusi dosen tersebut terhadap kualitas pembelajaran di perguruan tinggi tempat dosen tersebut bernaung? Jawabnya ada. Karena perguruan tinggi tempat dosen berasal jadi semakin dikenal luas oleh masyarakat. Banyak mahasiswa yang bangga karena diajar oleh dosen yang sangat terkenal dan dikenal di masyarakat luas. Akhirnya, banyak mahasiswa termotivasi untuk dapat bercita-cita ingin menjadi seorang dosen yang terkenal tersebut. Semakin banyak perguruan tinggi tersebut memiliki dosen-dosen pakar yang terkenal, akan banyak mahasiswa yang termotivasi. Kuliah selalu penuh, banyak seminar dan diskusi. Debat kepakaran antardosen melingkupi atmosfer akademik di perguruan tinggi tersebut, mahasiswa pun terbawa suasana akademik yang baik tersebut, sungguh sangat membanggakan. Dimanakah letak keberhasilan seorang dosen dalam meningkatkan kualitas mahasiswanya?

Langkah-langkah yang perlu untuk dapat merealisasikan ini, diawali dengan desain dari kurikulum, proses pembelajaran sampai dengan standard penilaiannya. Penyusunan disain kurikulum diarahkan pemenuhan kepuasan dan kebutuhan pungguna. Pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam beberapa tahapan aktivitas belajar. Di setiap tahapan aktivitas belajar ditetapkan indikator capaiannya dan indikator-indikator capaian ini menjadi komponen dasar peni-laian. Berdasarkan komponen penilaian ini, maka dapat ditentukan dan ditetapkan nilai akhir mahasiswa. Untuk mengukur tingkat keberhasilan seorang dosen dalam proses pembelajaran, maka diperlukan sasaran mutu pembelajaran dari mata kuliah yang diampunya (Kesit, 2010).

Jika setiap dosen menyusun sasaran mutu pembelajaran yang dilakukan di setiap semester maka secara keseluruhan proses di suatu program studi dapat diketahui. Berdasar sasaran mutu pembelajaran ini maka program studi mampu menilai tingkat keberhasilan proses pembelajaran semua mata kuliah yang diselenggarakan.  Bila semua dosen telah melakukan demikian, sasaran mutu pembelajaran ini dapat ditingkatkan lagi menjadi sasaran mutu pembelajaran untuk program studi. Selanjutnya, ke tingkat fakultas dan pada akhirnya ke tingkat universitas.

Di sinilah letak peran dosen dalam meningkatkan capaian sasaran mutu universitas atau perguruan tinggi. Dengan kata lain, peran dosen dalam meningkatkan capaian sasaran mutu universitas diawali dengan menyusun sasaran mutu pembelajaran mata kuliah yang diampunya.  Sasaran mutu pembelajaran ini perlu dituangkan dalam pedoman perkuliahan untuk mahasiswa, hal ini dimaksudkan agar mahasiswa pun mengetahui dan mampu melakukan kontrol terhadap dosen dalam mengajar.

Seiring dengan itu, tokoh cendikiawan muslim, Nurcholis Madjid mengakui bahwa di Amerika, Jepang, dan negara-negara lain baik di Asia dan Eropa, perkembangan pendidikan hampir merata. Sebab, anggaran yang dialokasikan ke pendidikan besar dan berjalan lancar. Tentu saja, pendapat ini tidak begitu saja dilontarkan. Menurutnya, paling tidak 65 persen penduduk Indonesia berpendidikan SD, bahkan tidak tamat. Selain itu kualitas pendidikan di negara ini juga dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Tak heran jika Indonesia hanya menempati urutan 102 dari 107 negara di dunia dan urutan 41 dari 47 negara di Asia.

Cak Nur, panggilan akrab sang profesor, menegaskan dalam laporan statistik, penyandang gelar doktor (S-3) di Indonesia sangat rendah. Dari satu juta penduduknya, yang bergelar S-3 (diraih secara prosedur) hanya 65 orang. Amerika dari satu juta penduduknya, 6.500 orang bergelar S-3, Israel 16.500, Perancis 5.000, Jerman 4.000, India 1.300 orang. Semua itu hasil dari pendidikan yang bermutu. Bolehlah kita berkaca pada Korea Selatan. Negara ini memberikan prioritas untuk memajukan pendidikan. Pengadaan sandang, pangan, dan papan perlu tapi pembangunan pendidikan jangan sampai dianaktirikan. Kemajuan sebuah negara sangat ditentukan tingkat pendidikan sumber daya manusianya. Contoh lainnya, Malaysia yang pada tahun 1970-an, masih mengimpor tenaga pengajar dari Indonesia. Kini, pendidikan di Malaysia jauh di atas Indonesia. Mengapa? Pemerintahnya memberikan perhatian yang sangat serius. Tidak seperti di Indonesia, pendidikan kurang diperhatikan.

“Kualitas bukanlah suatu tindakan, tetapi kebiasaan,” demikian pesan Aristoteles (Alwasilah, 2008: 90). Kebiasaan untuk memulai dari diri sendiri, memulai dari yang kecil, dan memulai segera. (*)

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan
Duta Bahasa Sumatera Utara 2008

Cagubsu Terkuras Sedikitnya Rp274 M

Sutan Bhatoegana: Uang Bukan Segalanya!

MEDAN- Pencalonan untuk Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) diprediksi menguras uang besar. Setidaknya, untuk satu pasang calon saja dibutuhkan anggaran antara Rp250 miliar hingga Rp500 miliar lebih.

Anggaran ratusan miliar itu biasanya digunakan untuk pos biaya yang sangat pentingn
antara lain ke partai politik, biaya kampanye, pembentukan jari ngan dan lainnya, serta untuk menyiapkan putaran kedua dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Seorang tim sukses calon Gubernur Sumut periode 2008-2013 yang enggan namanya disebutkan membeberkan kepada Sumut Pos, Kamis (18/1), anggaran pencalonan Gubsu terbesar ada di pos sumbangan ke partai.

Dalam praktiknya, setiap calon saling tumpang tindih anggaran sumbangan ke partai papan atas dipengujung waktu pendaftaran sehingga tidak ada anggaran tetapnya.

Berdasarkan perinciannya, setiap calon harus bisa menyiapkan anggaran Rp20 hingga Rp100 miliar untuk satu partai papan atas. Selanjutnya, anggaran untuk kampanye rata-rata setiap kabupaten/kota Rp3 miliar, biaya tim khusus calon sebesar Rp1,5 hingga Rp2 miliar dan lainnya antara Rp20 hingga Rp60 miliar.

Menanggapi hal itu, Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS) Shohibul Anshor Siregar mengaku tidak terkejut dengan anggaran tersebut karena selama ini kondisinya sudah berulang kali terjadi baik bagi pencalonan Gubsu hingga kepala daerah tingkat dua di kabupaten/kota, praktiknya nyaris sama hanya berbeda angka saja.

Dia membeberkan, ada hal yang terparah lagi ketika masuknya dukungan dari partai papan tengah dan papan bawah. Biasanya untuk papan tengah anggarannya dikisaran miliaran rupiah dan papan bawah antara puluhan hingga ratusan juta.

Ketika disinggung berapa sebenarnya anggaran yang harus disiapkan seorang pasangan calon Gubsu, Shohibul menegaskan, pasangan calon memang sangat memerlukan anggaran besar bisa jadi sampai Rp500 miliar lebih. Anggaran itu bisa bertambah atau sebaliknya berkurang tergantung jumlah dukungan partai politik, Idealnya, seorang pasangan calon Gubsu memiliki tiga hingga 12 partai pendukung, jika partai papan atas ada dua, menengah ada tiga dan bawah ada lima, maka anggarannya bisa memuncak.

Lebih lanjut, dia menambahkan, Anggaran tersebut jangan terlalu diharapkan bisa menjadi penentu kemenangan pasangan calon. Karena selain uang, masih ada dua kriteria penentu lainnya seperti populeritas dan jaringan.

“Bila popularitas, jaringan dan uang sudah dimiliki, maka ada harapan bisa mencalonkan menjadi Gubsu,” sebutnya.
Terpisah, pengamat yang juga peneliti pemilu di Sumut, Elfenda Ananda membeberkan, untuk dana kampanye partai politik dan calon kepala daerah ada kecenderungan tidak transparan. Biasanya, anggaran kampanye yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) cenderung hanya sekedar melaporkan sebagai syarat saja. Faktanya bila diaudit satuannya meningkat ratusan kali lipat.

“Jadi sulit menentukan berapa besaran anggaran setiap pasangan calon karena banyak calon tidak transparan. Hal itu bisa diketahui hanya dari tim suksesnya saja,” katanya yang mengaku sudah pernah melakukan penelitian anggaran kepala daerah.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana tak membantah adanya persiapan anggaran untuk setiap calon Gubsu. Tapi, pada intinya calon Gubsu dari Partai Demokrat dipilih melalui sistem penjaringan baik dari internal partai maupun dari eksternal. Tapi, penjaringan itu tetap melalui hasil survey dan poling yang ditetapkan oleh tim yang dibentuk. Survey dan poling dibuat untuk mengukur tingkat populeritasnya.
“Diperkirakan awal pertengahan 2012 sudah dilaksanakan,” katanya.

Ketika disinggung mengenai calon Gubsu harus memiliki uang yang banyak, Sutan menegaskan, uang yang dimiliki calon itu penting untuk pelaksanaan kampanye.

“Calon Gubsu harus punya dana, ya itu calon Gubsu. Tapi uang bukan segalanya. Partai Demokrat akan mengusung calon Gubsu yang jujur, amanah dan mau menyikat korupsi serta bisa memberantas kolusi,” katanya.

Selama ini, paparnya Sumut sudah digerogoti prilaku korupsi, sehingga sangat penting bagi Partai Demokrat membuat satu kriteria calon Gubsu mendatang tidak memiliki riwayat buruk tindakan penyelewengan anggaran.

Sedangkan anggota KPUD Sumut, Turunon Gulo mengakui bahwa anggaran untuk calon Gubsu cukup besar, khususnya untuk sumbangan ke partai dan sebelum pelaksanaan kampanye yang telah ditetapkan KPUD Sumut. Tapi, anggaran itu bisa diminimalisir jika seorang calon memiliki tingkat populeritas yang tinggi. Dia menerangkan, untuk dana kampanye yang dilaporkan calon Gubsu hanya waktu pelaksanaan 14 hari saja, selebihnya tidak ada dilaporkan. “Anggaran bisa bertambah besar jika calon menggunakan sistem money politik (politik uang, Red),” tegasnya. (ril)

Dana yang Harus Disiapkan

  • Sumbangan ke Satu Partai Papan Atas, Rp100 miliar
  • Sumbangan ke Satu Partai Papan Tengah, Rp1 miliar sampai dengan Rp8 miliar
  • Sumbangan ke Satu Partai Papan Bawah, Rp50 juta sampai dengan Rp700 juta
  • Biaya Kampanye di 33 Kabupaten/Kota, Rp99 miliar
  • Tim Khusus Pasangan Calon Gubsu, Rp2 miliar
  • Biaya Operasional Calon, Rp5 miliar
  • Biaya tak terduga dan lainnya, Rp60 miliar

Jumlah Rp274, 75 miliar

Sumber: Olahan Sumut Pos