24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14154

Pak Camat Jangan Arogan

081973174xxx

Yang terormat Bapak Wali Kota Medan. Saya staf di jajaran Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas, merasa asing atas sikap camat yang menurut saya terkesan arogan. Menurut saya Pak Camat yang baru ini tak perlu terlalu unjuk gigi secara berlebihan, karena tanpa bersikap terlalu arogan, kami pun tahu bahwa beliau adalah pimpinan kami. Sosok Camat kami sekarang sangat jauh berbeda dengan sosok camat-camat sebelumnya. Kami, terutama saya, merasa kehilangan sosok pemimpin yang bersikap kekeluargaan. Kami ingin mitra kepemimpinan yang membuat kami segan, bukannya membuat kami takut dengan pemimpin itu.

Mohon maaf jika keluhan ini mengusik kawan-kawan atau rekan-rekan kerja saya di jajaran pemerintahan Kecamatan Medan Amplas. Kepada Sumut Pos rubrik ini bukan cuma untuk rakyat sipil saja kan? Saya PNS boleh juga kan mengeluarkan pendapat? Untuk itu, dengan hormat saya mohonkan agar Sumut Pos berkenan memuat keluhan saya ini, terima kasih.

Masing-masing Punya Ciri

Terima kasih atas informasi dan masukan yang disampaikan kepada kami. Dapat saya sampaikan, setiap pemimpin itu memiliki karakter memimpin masing-masing. Memang, seorang pemimpin itu harus bisa merangkul dan mengayomi bawahannya. Tapi, seorang pemimpin juga harus memiliki wibawa, sehingga dia disegani oleh bawahannya.
Mengenai sikap Camat Medan Amplas yang Anda nilai terlalu arogan, menurut saya itu mungkin karena camat itu masih baru, sehingga cara memimpin dia belum bisa diterima oleh sebagian staf di jajaran pemerintahan Kecamatan Medan Amplas. Mungkin ini tinggal masalah waktu saja. Selain itu, seorang camat diangkat oleh wali kota juga melalui penilaian dan pertimbangan yang matang.

M Sofiyan SSos
Kabag Administrasi Pemerintahan Umum

Inspektorat Harus Investigasi

Menyikapi SMS ini, saya rasa perlulah Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan melakukan investigasi untuk mencari tahu kebenaran informasi ini. Bila perlu, minta juga keterangan dari pengirim SMS ini yang mengaku sebagai staf di jajaran Kecamatan Medan Amplas. Jangan-jangan, staf yang mengirim SMS ini yang tidak disiplin atau tidak bisa mengikuti pola kerja Camat Medan Amplas yang baru tersebut. Mungkin dengan camat-camat sebelumnya dia bisa ‘merdeka’ atau sesuka hatinya, begitu masuk camat yang baru ini masuk, ruang geraknya menjadi terbatas.

Nah, itu makanya perlu dilakukan investigasi terlebih dahulu sebelum Inspektorat atau BKD mengambil tindakan. Namun jika terbukti, perlu dipertimbangkan lagi jabatan camat tersebut dan berikan pembinaan agar camat itu tidak bersikap arogan terhadap bawahan.

Sabar Syamsurya Sitepu
Wakil Ketua DPRD Kota Medan

Saya Ingin Ubah Pola Kerja

Saya dapat memaklumi SMS yang masuk ke Publik Interaktif Sumut Pos ini. Selama dua pekan saya menjadi Camat Medan Amplas, saya memang ingin mengubah pola kerja aparatur pemerintahan di jajaran Kecamatan Medan Amplas, khususnya kepala lingkungan. Saya ingin meningkatkan disiplin pegawai, karena saya menilai, ada beberapa pegawai yang disiplinnya mulai kendur temasuk dalam hal apel pagi yang dilakukan setiap Senin.

Mungkin, ada sebagian kepling atau pegawai lainnya yang menilai saya arogan, karena pada apel pagi beberapa waktu lalu, saya memang menegaskan kepada kepling harus bisa ikut apel pagi. Saya katakana kepada lurah, jika ada kepling yang tidak ikut apel pagi akan menjadi tanggung jawab lurah. Jika perlu berikan surat peringatan. Jika selama tiga kali diberikan surat peringatan kepling tersebut tetap tak bisa ikuti apel pagi, diberi sanksi saja. Jika tak bisa dibina, ya dibinasakan saja. Namun, itu semua saya lakukan untuk meningkatkan disiplin pegawai saja.

Kalau soal pola kepemimpinan kekeluargaan, saya rasa saya sudah melakukannya. Bahkan, sangkin akrabnya, setiap saya meninggalkan tempat tugas saya yang lama, rekan-rekan kerja saya merasa sedih. Jadi saya minta kepada seluruh pegawai di jajaran Kecamatan Medan Amplas, mari sama-sama kita tingkatkan kinerja dan disiplin dalam bertugas. Saat bercanda, ya mari kita bercanda. Namun saat bekerja, ya harus kerja.

Emir Mahbob SSTP MAP
Camat Medan Amplas

Ungkap Indentitas, Polresta Evaluasi Tim

MEDAN- Sepekan pascakematian wanita keturunan Tinghoa yang terbakar di area parkir VI A Thamrin Plaza, hingga kini polisi belum bisa mengungkap identitas korban. Bahkan, hingga kini belum ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya ke Polsekta Medan Area maupun Polresta Medan.

Karenanya, untuk mengungkap motif dan identitas korban, Kasat Reskrim Polresta Medan AKP Moch Yoris Marzuki melakukan evaluasi kembali tim yang dibentuk di ruang rapat Satuan Reskrim Polresta Medan, Senin (12/12) sore sekitar Pukul 15.00 WIB.

“Saat ini Polresta Medan bersama Polsekta Medan Area sedang melakukan evaluasi kasus ini dan kembali memanggil 9 saksi guna melakukan pendalaman untuk mengungkap indentitas pelaku,” ucap Kasat Reskrim Polresta Medan AKP Moch Yoris Marzuki kepada wartawan.

Dari hasil evaluasi, kata Yoris, keterangan sementara didapat dari hasil visum, wanita itu merupakan keturuan tionghoa, memiliki ciri-ciri tinggi badan 161 cm, gigi depan atas sompel, gigi bawah kiri ompong dan berusia 18-20. Dia juga mengimbau kepada warga yang mengetahui ciri-ciri tersebut untuk menghubungi HP 0821 6868 2000, atau polsek-polsek terdekat.

Jenazah korban hingga saat ini, masih di Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan. Selain itu, pihaknya juga telah menyita barang bukti tong air dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya telah memeriksa 9 saksi, yakni sekuriti yang jaga saat kejadian. “Kemungkinan bakal bertambah untuk pemeriksaan saksi-saksi lainnya,” katanya. (gus)

Sertifikasi Guru tak Adil

081361455xxx

Kami guru PAI di Diknas Deli Serdang. Kami ingin menanyakan, kenapa sertifikasi guru PAI di Depag kok nggak adil? Karena kami guru PAI PNS Diknas sudah 24 tahun tidak dipanggil. Tapi yang masih di bawah 15 tahun sudah sertifikasi.

Dikonfirmasikan

Terimakasih atas informasi yang disampaikan kepada kami. Laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait untuk mengetahui kebenarannya. Kami harap Anda dapat bersabar.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Platina Residence, Siap Huni

PERUMAHAN mengangkat konsep villa masih menjadi idaman. Tema mewah dan elegan yang diusung menjadikan perumahan dengan tipe terus dibangun developer untuk menarik perhatian masyarakat.
Begitulah yang dirancang Perumahan Platina Residence di Jalan Amd Platina Titipapan Medan Marelan.
Perumahan yang menawarkan konsep minimalis ini memiliki berbagai fasilitas, seperti PLN, penerangan, conblock, PDAM dan SHGB.

“Fasilitas lain, perumahan ini sangat dekat dengan fasilitas umum, dan tentu saja daerah pertumbuhan ekonomi yang maju”, ujar Marketing dari Bima Developer, Andy.

Karena terdekat di daerah Marelan yang merupakan daerah pertumbuhan ekonomi di sekitar Medan-Belawan, jadi dapat dipastikan harga akan terus berkembang setiap tahunnya. Sementara, perumahan Platina Residence sangat dekat denga fasilitas umum, seperti pasar tradisional, pusat perbenjaan, sekolah, SPBU dan dan rumah sakit umum.
Bahkan daerah perumahan juga dekat dengan daerah perindustrian, yaitu kawasan industri Medan (KIM).
Perumahan dengan tipe villa ini memiliki 1 1/2 lantai. Lantai satu, terdiri dari dua kamar tidur, ruang makan, ruang tamu, teras, dapur dan bagasi. Sedangkan lantai selanjutnya, meruapakan bangunan kosong yang dapat dijadikan sebagai tempat menjemur.

“Luas tanah untuk villa sekitar 6×13 meter, dengan luas bagunan sekitar 45 meter,” tambah Andy.
Harga rumah villa Platina Residence diaptok Rp210 juta. Harga sudah termasuk Sertifikat Hak Milik (SHM) dan IMB, PLN 1300 w, PDAM, finishing dan con blok. “Untuk villa kita sediakan 18 uni, sedangkan untuk ruko, ada sekitar 13 unit,” ungkap Andy. Perumahan ini sudah siap huni. Untuk harga ruko, ditawarkan harga berkisar Rp290 juta.
Bagi peminat pembayarannya bisa dilakukan secara tunai atau kredit melalui bank, dengan bookingfee sekitar Rp10 juta. “Untuk KPR di bank, kita banyak bekerja sama, seperti Mandiri, PaninBank, BNI, BNI Syariah, Bank Sumut Syariah, CIMB Niaga,” ungkap Andy.(ram)

IKaAL Diharapkan Beri Sumbangsih Pada Almamater

MEDAN- Rektor III Unpab Yan Eko Budi Hartono meminta kepada Ikatan Alumni Arsitektur Lansekap Universitas Panca Budi (IKaAL) yang dilantik, untuk terus memberikan sumbangsih pemikiran baik kepada almamaternya maupun berkontribusi bagi lingkungan dan perkotaan di kota Medan dan Sumatera Utara umumnya.

Karena sebagai mitra kampus, tanpa peran alumni maka universitas maupun fakultas tak akan maju sebab alumni memiliki hubungan yang erat bagi terciptanya perkembangan dan kemajuan Unpab kedepannya.

“Salah satu yang diharapkan universitas kepada alumni adalah memberikan masukan terhadap perubahan kurikulum pendidikan tinggi, karena lulusan yang dibutuhkan stakeholder menuntut kualitas sumberdaya manusia yang produktif,” sebutnya saat ditemui, Senin (12/12).

Bagi Unpab tambahnya, kini mempunyai biro konsultan di fakultas yang diharapkan eksistensinya bagi pengembangan praktik mahasiswa dan mendukung proses pembelajaran saat ini belum berjalan dengan baik. “Sehingga perlu peranan alumni sebagai [pengembangnya,” tambah Yan Eko Budi Hartono didampingi Dekan FT Lenny Marlina SKom MKom, usai melantik kepengurusan IKaAL Unpab periode 2011-2014 di kampus Jl Gatot Subroto Medan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKaAL Unpab M Hambali ST mengatakan, program yang akan dilakukan jangka pendek adalah menyatukan alumni yang lama dan lulusan yang baru di bidang eksternal dan internal.
“Kita juga akan memberdayakan mahasiswa arsitektur lansekap Unpab agar bisa diikutsertakan dalam kegiatan praktik dan proyek lingkungan dan perkotaan di kota Medan, sehingga mahasiswa bisa lebih berpengalaman,” tambah Hambali yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan.

“Salah satu kebangaan alumni arsitektur lansekap Unpab, banyak lulusannya yang berkiprah di bidang lingkungan dan perkotaan menjadi pengurus Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia (IALI) Sumut,” tandasnya. (uma)

Festival ASSBI Disambut Antusias

MEDAN-Gelaran festival sepak bola U-12 dan U-14 yang digagas Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Sumut mendapat sambutan yang antusias dari para pemilik SSB.

Terlebih even ini digelar setelah seluruh pelajar menerima rapor di sekolahnya masing-masing. “Even ini sengaja kita mundurkan beberapa hari agar seleuruh pemain yang terlibat di even ini dapat berkonsentrasi penuh selepas menerima rapor,” bilang Ketua ASSBI Sumut H Sumantraji SH, kemarin (12/12).

Rencanaya even ini akan digelar pada 27-28 Desember mendatang di Lapangan Sepak Bola Paskhas Medan Polonia. Persiapan ke arah sana pun telah dilakukan semaksimal mungkin. Bahkan kemarin, beberapa SSB telah melakukan screening pemain di Sekretariat ASSBI Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan.

“Sejauh ini kita masih memberi kesempatan kepada SSB yang ingin mengikuti even ini. Nantinya, kepada setiap tim yang mengikuti even ini mendapat tas, bola sebanyak 2 buah serta 10 buah rompi untuk berlatih,” ungkap Sumantraji.
Menurut Sumantraji, itu dilakukan agar seluruh peserta semakin termotivasi untuk berlatih, sehingga visi dan misi ASSBI Sumut yang ingin membangun pondasi sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik dapat terwujud.
“Jadi kita ingin menjadi inisiator sosialisasi pembinaan SSB Indonesia. Selanjutnya menjadi sentra edukasi SSB Indonesia dan memiliki kontribusi maksimal untuk mencetak pemain berprestasi dengan kemampuan yang mumpuni,” bilang Sumantraji.

“Jadi, jelas jika even ini tidak lari dari visi dan misi ASSBI Sumut yang ingin membangun pondasi sepak bola Indonesia untuk mencapai prestasi yang lebih baik,” tambahnya lagi.

Sementara itu pelatih SSB Tumpas Suryanto mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan bergulirnya festival sepak bola yang digagas ASSBI Sumut. Menurutnya apa yang dilakukan ASSBI Sumut akan memicu pertumbuhan dan perkembangan SSB ke arah yang lebih baik.

Rencananya, technical meeting festival ini akan berlangsung pada 16 Desember Pkl. 14.00 WIB di Star Futsal Jalan Puri Medan. “Kami berharap agar seluruh manejer tim ataupun pelatih dapat hadir tepat waktu,” bilang Sumantraji. (jun)

Menyekat Dua Kamar Anak dengan Pintu Lipat

Ide kreatif bisa muncul dalam situasi yang rumit, terkadang ada benarnya. Setidaknya, itulah yang dialami dan dipraktikkan oleh pakar seksologi, Dokter Boyke ketika mendesain dua kamar anak perempuannya.
Apa yang dilakukan Dokter Boyke? Ia menyekat dua kamar anak perempuannya dengan pintu lipat. Kamar untuk dua putrinya di rumah peristirahatan di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, ini terletak pada posisi lengkungan rumah yang didesain seperti cangkang keong.

Awalnya, lantaran berbentuk setengah lingkaran, kamar ini tidak bisa diisi dengan banyak furnitur. Apabila diberi dinding masif, maka tampilan tiap kamar ini juga terlihat semakin sempit.
Untuk itulah, Boyke kemudian menambahkan pintu lipat sebagai sekat tak masif. Pintu lipat biasanya digunakan untuk menyekat ruangan cukup besar sehingga bisa digunakan untuk dua aktivitas berbeda.(net/jpnn)

Sumut Siapkan 10 Atlet Anggar

MEDAN- Sebanyak 10 atlet anggar Sumatera Utara siap tampil pada  Kejuaraan Anggar antar Pelajar yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur mulai pada 13-16 Desember 2011 nanti.

Ke sepuluh atlet anggar tadi disiapkan terdiri dari 4 atlet putra dan 6 anggar putri. Keempat atlet putranya adalah Harun Al Banda, Muhummad Fauzi Hadibroto, Bambang Gunawan, dan Rifqy Ikhsanul Akmal.

Sedangkan keenam atlet putri Sumut adalah Mutia Surya Atika, Fiqaha Hawalin Muris, Mischka Scalvini Suvero Surya, Rafika, Friska Tri Sakila, dan Annisa Risqia Ramadhani.

Pelatih Anggar Sumut, Muhammad Husein Sinaga mengatakan kepada Sumut Pos, Senin  (12/12) bahwa saat ini seluruh atlet berlatih  secara intensif setiap Selasa, Rabu dan Jumat di GOR Bukit Johor Mas Jalan Karya Kasih Medan Johor. “Saya yakin para atlet tidak akan tampil mengecewakan,” bilang Husein.

Terkait dengan target pada kejuaraan nanti Husein mengaku tak muluk-muluk. “Lawan-lawan yang akan dihadapi nanti memiliki kemampuan yang merata, sehingga semua tim berpeluang tampiol sebagai yang terbaik,” bilang Husein. (omi)

Dana BOS Cair Januari 2012

MEDAN- Penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2012 senilai Rp1,5 triliun, akan segera disalurkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada Provinsi Sumatera Utara melalui kas daerah yang selanjutnya akan diberikan kepada siswa SD dan SMK di 33 kabupaten/kota.

Untuk itu, kepala sekolah diminta agar segera mengirimkan laporan rekeningnya melalui Disdiksu untuk memperlancar penyaluran dana BOS yang diharapkan bisa terealisasi pada awal Januari 2012. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Drs Syaiful Syafri MM saat dikonfirmasi, kemarin (12/12).
“Kita tak mengharapkan alasan keterlambatan penyaluran dana BOS itu dikarenakan data yang kurang lengkap dan akurat,” ujarnya.

Untuk itulah kata Syaiful, kepada dewan guru dan kepala sekolah SD dan SMP, Pemprovsu akan terus melayani guru terutama menyangkut hak-hak guru seperti menerima tunjangan profesi, pelayanan sertifikasi dan lainnya.
Dalam hal ini, Syaiful menegaskan, agar Pemprovsu jangan disalahkan jika terjadi keterlambatan karena terdapat keslahan data yang dikirimkan pihak sekolah ke Disdiksu.

Begitu juga kepada siswa juga akan senantiasa mendapatkan perhatian tersendiri terutama dalam pelayanan penyaluran bantuan seperti dana BOS, Bantuan Operasional Manajemen Murid (BOMM), Bantuan Khusus Murid Miskin (BKMM), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan bantuan lainnya.

“Kita berharap dana BOS yang nantinya jangan disalahgunakan dalam proses peyalurannya, yang dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah harus melaporkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumut sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana sesuai dengan pemanfaatannya,” ungkap Syaiful.
Masih Menurut Syaiful, kualitas pendidikan tak akan berubah bila tidak ada peningkatan guru dan siswa. Oleh karenanya, yang terpenting dan utama dalam meningkatkan kualitas siswa dan guru adalah dengan memberikan perhatian serius.

“Dalam hal ini, kita juga mengharapkan dukungan penuh dari bupati dan wali kota se Sumut untuk ikut memantau penyaluran dana BOS di sekolah yang ada di kabupaten/kota masing-masing, dalam upaya menghindari terjadinya penyelewengan dan penyalahgunaan di lapangan,” harapnya.(uma)

Empat Lokasi Tempat Tidur Salah

BICARA soal kamar tidur pasti berkaitan dengan kenyamanan. Tapi, sudah tahukah Anda bahwa tempat tidur tak bisa diletakkan di sembarang tempat?

Dalam menata kamar tidur, aspek kenyamanan memang yang paling utama. Intinya adalah membuat pengguna bisa segera beristirahat tanpa terganggu apapun. Kenyamanan bisa diperoleh dengan penggunaan lampu yang temaram, material kayu yang hangat, atau seprai dan bed cover yang lembut.

Ada hal penting yang sering terlupakan, yaitu posisi tempat tidur. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi tunggu dulu, salah posisi bisa membahayakan kesehatan lho.

Beberapa posisi tempat tidur yang tidak disarankan:
* Tepat di depan pintu. Aliran udara langsung melaju ke arah tubuh sehingga bisa menimbulkan penyakit.
* Merapat ke dinding. Selain menyulitkan ketika mengganti seprai, warna dinding bisa belang karena bagian bawahnya tertutup tempat tidur. Bukan itu saja, dinding yang berbatasan langsung dengan kamar mandi sangat lembap dan berbahaya untuk kesehatan.

* Di sebelah jendela. Bukan hanya angin yang masuk melalui jendela, tetapi juga debu. Sangat bahaya bagi Anda yang berpenyakit asma.

* Di bawah AC. Ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Udara AC memang sejuk, tapi bila terpapar langsung semalaman jelas bisa bikin masuk angin. Apalagi kalau anginnya mengarah langsung ke kepala, wah bisa sakit kepala seharian tuh.
Posisi terbaik tempat tidur memang di bagian tengah ruangan dengan headboard menempel ke dinding, dan dilengkapi dengan meja nakas di kedua sisinya. Namun bila ukuran ruangan tak memadai, yang penting sisakan jarak sekitar 40-60 cm dari dinding di samping tempat tidur. (net/jpnn)