24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14155

Hasrul Azwar Gelar Liga Futsal ke-II

MEDAN- Turnamen Futsal Piala Hasrul Azwar kembali digelar pada 25 Desember mendatang. Turnamen yang terbuka untuk umum ini berhadiah total Rp39 juta.

Demikian disampaikan Ketua Panitia H Irsal Fikri SSos, Senin (12/12). Menurutnya, turnamen kali ini merupakan turnamen lanjutan karena pernah digelar pada tahun 2009 lalu. Turnamen serupa akhirnya dilahirkan kembali dalam rangka menyambut Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang jatuh pada 5 Januari 2012 sekaligus bentuk kepedulian PPP terhadap kaum pemuda yang hobi olahraga futsal.

“Sebagai partai PPP tak hanya fokus di ranah politik semata, melainkan peduli terhadap aktivitas olahraga. Apalagi Pak Hasrul Azwar penghobi berat sepakbola,” ujar Irsal Fikri yang juga sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Medan dalam jumpa pers di Brother’s Café Jalan Imam Bonjol, Medan.

Adapun juara I even ini akan mendapat Rp15 juta, Juara II Rp10 Juta dan Rp Juta 5 juta untuk juara ketiga. Selain itu, peraih top score Rp3 juta, tim terbaik Rp3 juta dan pemain terbaik Rp3 juta.

Irsal menyebutkan, dasar digelarnya turnamen tersebut, berangkat dari aspirasi masyarakat Kelurahan Suka Maju, Medan Johor, daerah di mana kediaman Hasrul Azwar. Besarnya animo masyarakat membuat pihaknya menggelar kembali turnamen, yang pernah sukses tahun 2009 lalu.

“Rencana semula, turnamen ini hanya diikuti 24 peserta. Tapi karena banyak permintaan supaya ditambah jumlahnya maka kami putuskan ditambah  8 peserta lagi sehingga total menjadi 32 peserta yang dibagi menjadi 6 grup,” sebut putra kandung Hasrul Azwar itu.

“Kami berharap agar peserta bisa menjaga sportivitas baik di dalam maupun di luar lapangan, sehingga dari turnamen akan lahir atlet-atlet berprestasi untuk Medan maupun Sumut,” tuturnya.

Bagi peserta yang ingin mendaftar harus melampirkan pas foto 3×4, fotocopy KTP dan uang pendaftaran Rp750 ribu, dengan perincian Rp500 ribu uang pendaftaran dan Rp250 ribu sebagai uang WO. Batas pendaftaran dibuka hingga seminggu ke depan.

“Untuk informasi selanjutnya bisa menghubungi Sdr Alam di nomor 082161346786, Irsal 08126436400 dan sdr Sorri Muda Harahap di 0819857239,” sebutnya.  (ril)

Ujian untuk Ahsan/Bona di Tiongkok Open

JAKARTA- PB PBSI yakin ajang super series final 2011 di Tiongkok menjadi pembuktian kualitas pasangan ganda putra M Ahsan/Bona Septano. Mereka diharapkan mampu menguatkan mental agar tidak berkecil hati di hadapan pemain yang secara rangking lebih baik.

Koordinator pelatih ganda Pelatnas Christian Hadinata menjelaskan bahwa sebelumnya Ahsan/Bona sempat kurang percaya diri. Pasalnya, bermodal rangking delapan dunia, mereka harus bersua lawan berat.

“Mental mereka harus kuat, jangan inferior. Selama ini mereka merasa di bawah terus, sekarang waktunya menegaskan bahwa mereka berani masuk jajaran elit dunia,” katanya saat ditemui, kemarin (12/12).

Menurut Christian, dengan kondisi rangking yang buncit harusnya Ahsan/Bona lebih diunggulkan. Sebab, secara mental mereka tidak ada beban karena bisa jadi dianggap sebelah mata alias hanya sebagai underdog. Sebaliknya, lawan-lawan yang lebih diunggulkan pasti memiliki beban.

Karena itu, keunggulan di sisi mental inilah bisa dijadikan senjata. Lelaki yang akrab disapa Koh Chris tersebut  menilai bahwa secara teknik permainan, pemain-pemain yang lolos dan tampil di super series final kali ini tidak berbeda jauh.
Selain itu, kebanyakan dari mereka sudah kerap saling bertemu dalam pertandingan sehingga sama-sama kenal karakter dan strategi permainan. Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, kunci kemenangan lebih besar berada di mental masing-masing.

“Sebagaian besar hasil pertandingan ditentukan dari mental. Kalau sudah kalah, takut  duluan pasti sulit. Tapi, kalau mereka tampil lepas, dan berani meladeni lawan, hasilnya pasti baik,” terangnya.

Performa Ahsan/Bona akhir-akhir ini sempat menanjak. Mereka  bahkan mampu menunjukkan keunggulan mental meski melawan seniornya Markis Kido/Hendra Setiawan di SEA Games, November lalu.  Melihat hal ini, Christian yakin bahwa potensi yang dimiliki AHsan/Bona cukup besar untuk melejit di super series final kali ini . (aam/jpnn)

Desain Rumah Menjadi Taman Edukasi

Jadikan Hijau dengan Pohon dan Buah-buhan

Salah satu rumah di Klaster Althia Park, Bintaro Jaya Sektor IX, Jakarta Selatan ini memang tampak lain dari yang lain. Warna oranye kulit jeruk dinding rumah inilah yang jadi penyebabnya tampil berbeda di tengah-tengah rimbun dan hijaunya pepohonan.

Hunian milik pasangan suami istri Andreas Krisbayu dan Irene Noviasari ini benar-benar “hijau”. Betapa tidak. Di lahan kavling hoek yang dibeli Andreas pada 2008 seluas 150 meter persegi disulap menjadi taman edukasi.
Di taman ini, sebanyak 11 jenis pohon buah varietas unggul sengaja ditanam Andreas. Selain itu, tanaman obat, tanaman bumbu dapur, serta tanaman hias menjadi pelengkap taman hijaunya.

“Kebetulan saya lulusan teknik lingkungan, jadi dulu bercita-cita mempraktikkan apa yang dipelajari. Sekarang ini terwujud menjadi rumah seperti ini, ya, bersyukur sekali. Keinginan semakin kuat ketika berkunjung ke Taman Buah Mekarsari, Bogor. Lalu, kami berdua merencanakannya tanpa arsitek untuk mendesain tanah sebelah rumah menjadi taman edukasi,” tutur Andreas.

Tak cuma tanaman dan pohon buah mengisi taman ini hingga terasa begitu nyaman. Andreas menambah lagi satu area favorit bersama sang istri, yakni sebuah saung dari bambu wulung berukuran 2 x 2,3 meter persegi dengan kolam ikan berisi nila dan patin di bawahnya.
“Sengaja kami memelihara ikan nila dan patin, karena jika sewaktu-waktu mau makan ikan, tinggal ambil dan digoreng,” ujarnya sembari tertawa.

Di sela-sela taman, Andreas membuat lubang-lubang biopori sebanyak 40 titik dengan jarak setiap 1 meter dengan kedalaman sampai 1 meter. Ia juga berusaha mendaur ulang sampah hijau sendiri, dan telah tersedia dua unit komposer di taman dan pekarangan rumah.

Sumur resapan juga dibuatnya di teras depan rumah. Sumur ini difungsikan untuk menampung air hujan dan air. Andreas mengatakan, alasannya mendesain rumahnya begitu hijau begitu sederhana, yakni sebagai pelepas dahaga setelah lelah beraktivitas.

“Pulang bekerja dalam keadaan lelah saya bisa rekreasi murah di rumah. Memberi makan ikan atau membersihkan taman menjadi hobi yang asyik. Kebetulan tugas perawatan dibagi, saya mengurus tanaman buah, sementara istri mengurusi tanaman hias,” katanya.

Inspirasi warga

Kebahagiaan pasangan ini dengan rumah mereka semakin bertambah, karena usaha mereka mempercantik rumah tersebut memenangi lomba rumah sehat asri dan hemat energi dari PT Jaya real Property Tbk sebagai pengembang perumahan Bintaro Jaya. Lomba rumah bertema “My Green Home, My Sweet Home” itu dimenangkan oleh Andreas berturut-turut pada 2010 dan 2011.

“Begitu tahu ada perlombaan pada 2009, kami mencoba untuk ikut dan bisa menang pada 2010 dan semangat ikut lagi pada 2011,” jelasnya.

Kriteria penilaian dari lomba ini antara lain rumah atau bangunan memenuhi ketentuan desain bangunan, tidak mengubah fungsi sebagai tempat tinggal, bentuk taman serasi dengan bentuk rumah, terlihat segar, dan terpelihara. Penggunaan pohon untuk mengurangi polusi udara dan suara, penggunaan biopori untuk meningkatkan penyerapan air dan meningkatkan kesuburan tanah, serta penggunaan sumur resapan untuk mengoptimalkan penyerapan air. Tim penilai lomba terdiri dari pengembang, juga perwakilan dari Dinas Pertamanan, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, dan PLN.

“Menjadi pemenang itu membanggakan, apalagi langkah hijau kami juga diikuti oleh warga lainnya. Di rumah kami, terutama area saung ini, bukan cuma favorit kami berdua, karena banyak anak-anak kecil dan tetangga senang berkumpul di sini. Mereka juga bisa ikut menikmati hasil kebun seperti buah-buahan, tanaman bumbu dapur, dan tanaman obat,” kata Andreas. (net/jpnn)

Anak Tukang Sapu Yang Ingin Ubah Nasib

Alumnus DBL yang Mencuri Perhatian di NBL Indonesia

Satu demi satu alumnus Honda Development Basketball League (DBL) sukses berkiprah di arena National Basketball League (NBL) Indonesia. Salah seorang di antaranya adalah Muhammad Dhiya Ulhaq.

AINUR ROHMAN, Bandung

Kapten Garuda Speedy Bandung Octoviano Permata Sura geleng-geleng kepala melihat penampilan impresif Muhammad Dhiya Ulhaq Minggu malam (11/12). Octo menepuk bahu center bertinggi 204 sentimeter itu di ruang ganti pemain setelah laga antara Garuda melawan Pacific Caesar Surabaya.

Garuda menang sangat telak 92-60. Yaya (sapaan akrab Muhammad Dhiya Ulhaq) tampil gemilang. Turun hanya tiga menit, pemuda kelahiran Gresik, Jawa Timur, itu mencetak 12 poin. “Wah, kamu keren mainnya,” kata Octo. Mendengar pujian sang kapten, pemain 19 tahun tersebut tersenyum kecil.

Yaya memang menjadi salah satu perhatian utama fans Garuda saat ini. Dengan tinggi menjulang hingga 204 cm, Yaya diharapkan bisa menjadi pelapis penting jika center utama Hendrik Agustinus. Namun karena masih muda dan tidak memiliki jam terbang tinggi, Yaya masih belum banyak dipercaya. Pada laga perdana Garuda melawan Satria Muda Britama Jakarta, Yaya sama sekali tidak diturunkan.

Yaya sendiri tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan emas berlaga secepat ini di NBL Indonesia. Apalagi bermain untuk tim sebesar Garuda. Sebelumnya, Yaya adalah alumnus liga basket terbesar tanah air Honda Development Basketball League (DBL).

Dia bermain untuk SMA Muhammadiyah 1 Gresik pada 2009. Waktu itu Yaya masih kelas 2 SMA. Namun prestasinya tidak bagus, kandas melawan SMA 2 Surabaya pada babak 16 besar. “Saya sendiri tidak masuk first team. Hanya nominasi. Saya juga tidak terpilih di DBL All-Star,” ucap pemain kelahiran 11 Maret 1992 itu.

Meski tidak berprestasi maksimal Yaya masih ingin terus berkiprah di basket. Tubuh yang tinggi menjulang sangat sayang untuk disia-siakan. Teman SMA-nya Afrizal Faisal lantas mengajaknya bersekolah di Garuda School Bandung usai lulus SMA pada 2010 lalu.

Sekolah tersebut gratis. Ini yang membuat Yaya tertarik. Sebab dia tidak ingin membabani kedua orangtuanya yang serba kekurangan. Ayahnya Poniman hanyalah tukang sapu di sebuah pabrik di Gresik. Sedangkan ibunya Siti Aminah merupakan ibu rumah tangga biasa.

“Selama di Bandung hidup saya ditanggung Afrizal. Makan, minum, dan tempat tinggal semuanya dari Afrizal,” kenang pemain bernomor punggung 23 itu. “Awalnya sulit. Namun Afrizal meyakinkan bahwa basket akan mengubah hidup saya. Apalagi kalau masuk NBL,” imbuhnya.

Benar saja. Melihat tinggi Yaya, tim senior Garuda tertarik merekut. Padahal dia baru bersekolah selama dua bulan. Staff pelatih yang waktu itu dipimpin Johannis Winar mengiginkan Yaya berlatih di Jakarta, markas Garuda. Oleh Garuda, Yaya dikuliahkan di Asian Banking Finance And Informatics Institute Perbanas Jakarta. “Bermain di tim senior memberikan tekanan tersendiri. Kalau salah langsung dimarahin,” tuturnya.

Memang pada musim lalu Garuda banyak sekali dihuni pemain-pemain bintang yang lama malang-melintang di basket nasional. Antara lain I Made Suadiadnyana dan Cokorda Raka Satyra Wibawa. Belum lagi dengan pemain tenar macam Denny Sumargo dan Agustinus Dapas Sigar. “Saya banyak sekali dibantu dan mendapat ilmu dari Andre Tiara,” ceritanya. (*)

Honda Injeksi Serbu Pasar Indonesia

MEDAN- Tahun 2011 akan habis dalam hitungan minggu, tentunya segala rencana sudah dipersiapkan setiap produsen manufaktur maupun jasa untuk menyongsong tahun 2012. Astra Honda Motor (AHM) selaku pabrikan Honda Indonesia, di 2012 siap menggempur pasar motor Indonesia dengan  motor injeksi teranyarnya dengan selisih harga hanya Rp250 ribu saja dibanding type standardnya. Hal ini sejalan dengan deklarasi “Cinta Honda PGM FI, Cinta Indonesia” di akhir November, yakni berupa komitmen Honda untuk menghadirkan teknologi injeksi PGM FI pada semua jenis Honda paling lambat akhir tahun 2013.

“Untuk tahun depan, type Honda yang dikeluarkan rencananya lebih difokuskan pada pengembangan teknologi injeksi PGM FI yang akan memanjakan pecinta Honda dengan keiritannya,” ungkap Leo Wijaya, Marketing Manager CV Indako Trading Co main dealer Honda wilayah Sumatera Utara.

Leo mengungkapkan, rencana tersebut sesuai dengan niatan Honda yang bernafsu ingin membanjiri setiap sudut jalanan Indonesia dengan motor berinjeksi. Niat tersebut sudah diaplikasikan lewat Honda Spacy Helm-In, Supra X125 Helm-In injeksi, dan beberapa model lainnya.

Sementara itu, mengenai pasar Honda di Indonesia semakin menggembirakan. Tampaknya keiritan bahan bakar yang menjadi kekuatan besar brand yang telah memimpin pasar lebih dari 40 tahun ini.
“November lalu Honda berhasil meraih kue pasar sekitar 60 persen, tentunya semua ini berkat dukungan dari pecinta Honda yang tetap menjadikan keiritan sebagai harga mati yang tidak dapat ditawar bagi setiap penggendara motor.” ungkap Leo Wijaya. (rel/ndi)

Hasilkan Rp12 Juta per Bulan

Melalui Kredit Sumut Sejahtera (KSS) Bank Sumut

Nurcahya memiliki kerambah ikan di sudut danau, tak jauh dari jembatan Ajibata. Dalam menjalankan usahanya sehari-hari, ia dibantu sang suami Holong Pandia, yang baru enam bulan terakhir membantu usaha istrinya sepenuh waktu, setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai satpam sebuah perusahaan.

Wajar kalau Pandia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membantu usaha sang istri tercinta. Karena usaha kerambah dan pemasaran ikan Pora-pora yang dirintis sang istri dalam setahun terakhir telah berkembang pesat dan mampu memberikan keuntungan bersih rata-rata Rp400 ribu per hari atau berkisar Rp12 juta per bulan. Wow!!!
Sebelum memiliki kerambah sendiri, Nurcahya mendapatkan ikan Pora-pora dengan alat tangkap tradisional. Menggunakan solu (Perahu, Red), ia menjala ikan. Namun hasil tangkapan paling banyak 10 kg per hari.

Nurcahya tak langsung menjual ikan basah itu, melainkan menggorengnya lebih dulu sesuai permintaan pedagang penampung. Karena ikan Pora-pora yang dieskpor adalah ikan Pora-pora goreng. Setelah digoreng, ikan basah Pora-pora seberat 10 kg menyusut menjadi 3 kg. Sementara ikan goreng Pora-pora dijual seharga Rp24 ribu per kg. Dengan kemampuan menghasilkan 3 kg ikan Pora-pora goreng sehari, omzet penjualannya per hari sekitar Rp72 ribu.
Nah, setelah dipotong biaya produksi seperti minyak tanah, minyak goreng dan biaya lainnya, keuntungan bersih hanya sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per hari. Itulah gambaran penghasilan harian Nurcahya sebelum sukses menjadi juragan ikan Pora-pora.

Pada awal 2010, ia didatangi seorang account officer (AO) dari kantor Bank Sumut cabang pembantu Parapat bernama Syarlia. Gadis itu memperkenalkan program Kredit Sumut Sejahtera (KSS) tanpa agunan dengan pinjaman awal Rp1 juta. Berhasil mengembalikan pinjaman Rp1 juta dalam 24 minggu, Nurcahya kembali mendapat pinjaman tahap dua sebesar Rp2 juta dan tahap tiga sebesar Rp3 juta.

Seiring dengan keuntungan yang lumayan, Nurcahya kini sudah mengembangkan usahanya dengan memiliki 3 unit kerambah. Dari tiga unit kerambah itu, setiap hari ia mampu memproduksi 200 kg ikan Pora-pora kecil dan besar.
“Kalau dulu kami menjual ikan Pora-pora setelah digoreng, sekarang kami menjualnya dalam keadaan basah. Urusan menggoreng ikan Pora-pora ataupun membuat ikan Pora-pora asin biarlah menjadi sumber nafkah teman-teman yang lain,” ungkapnya. “Tapi meskipun saya sekarang hanya menjual ikan basah, omzet penjualan bisa mencapai Rp600-700 ribu per hari. Dari situ, keuntungan bersih yang saya peroleh bisa sekitar Rp400 ribu per hari,” tambah Nurcahya.

Produk kredit Kredit Sumut Sejahtera (KSS) ini hanya bagi anggota perempuan dengan kriteria dan syarat usia 17-60 tahun, dari keluarga berpenghasilan rendah (sudah ataupun belum berumah tangga). Berkarakter baik, jujur dan bertanggungjawab. Penduduk setempat yang dibuktikan dengan KTP. Memiliki usaha atau mempunyai kemampuan menjalankan usaha (boleh saja belum pernah berusaha, namun dibatasi maksimal 2 orang dalam 1 kelompok). Dalam kondisi sehat untuk menjalankan usahanya Tidak memiliki pinjaman yang belum dilunasi dengan institusi manapun. Bersedia menerapkan prinsip tanggung renteng antar sesama anggota kelompok. Dan mau serta bersedia mengikuti aturan dan persyaratan yang ditetapkan dalam program. Program pembiayaan untuk perempuan prasejahtera ini hanya dibebani bunga rendah 1,5 persen per bulan dengan masa pengembalian selama 24 minggu. (*)

Diskon Produk Hingga 50 Persen

Millennium Gadget Expo 2

MEDAN – Menyambut akhir tahun, Plaza Millennium kembali menggelar event pameran Millennium Gadget Expo 2 bertempat di pelataran parkir Plaza Millennium mulai 13 Desember hingga 18 Desember mendatang. Event ini merupakan yang kedua kalinya digelar pada tahun 2011 ini. Berbagai produk gadget terbaru ditawarkan dengan harga termurah. Handphone ditawarkan dengan harga mulai Rp 149.000, modem mulai dari Rp 199.000, dan tablet PC mulai harga Rp 1,6 juta.

Ada sebanyak 21 brand yang akan meramaikan event kali ini. Yakni, ilexus, Cross, Tenova, K-fone, Samsung, XXX Com, Simtop, Taxco, Nox x, Titan, Tiger, Nexian, eTouch, MMC mobile, Zuper, ego, IBC, Pixcom, dezzo dan Green.
Pimpinan Plaza Millennium Drs.Herri Zulkarnain, Msi didampingi Marketing Manager Machruzar dan Loyalty & Program Manager Indra Wirawan mengatakan, Plaza Millennium memang telah mengagendakan event pameran akbar seperti ini mengingat antusiasnya pengunjung setiap tahunnya.

Sekaligus event ini sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung setiap Plaza Millennium. Sebelumnya, Millennium Gadget Expo yang digelar Juli lalu juga berlangsung sukses. Sengaja diambil tema gadget sebab hampir seluruh masyarakat saat ini sudah tidak asing lagi dengan yang namanya gadget.  ‘’Event ini, sekaligus mengkampanyekan Plaza Millenium sebagai pusat penjualan berbagai perangkat gadget. Baik itu komputer, PC tablet, notebook, handphone, smartphone dan perangkat lainnya,”ujarnya.
Masih menurut Machruzar, event kali ini lebih istimewa dari sebelumnya. Sebab, lebih banyak penawaran menarik menyambut Natal dan  Tahun Baru. Untuk pembelian produk K – Fone misalnya. Semua item didiskon hingga 50 persen. Selain itu, setiap pembelian pulsa senilai Rp 300.000 dapat hadiah langsung handphone Samsung, tanpa diundi.

Pada pameran ini  juga disiapkan  beberapa hadiah menarik untuk pengunjung yang berbelanja. Yakni, 3 unit blackberry dan puluhan HP qwerty  yang akan diundi  di hari terakhir.  Setiap hari pengunjung juga dapat mengikuti lelang produk untuk kegiatan amal. Hasil lelang  nantinya akan disumbangkan ke panti asuhan.
Selain itu, setiap hari pengunjung juga  disuguhkan penampilan live music akustik band dan program-program menarik lainnya. Seperti happy hour shopping, demo produk, games dan quiz. Pengunjung yang berbelanja di arena pameran juga berhak mendapatkan soft drink dan ice cream.

Tunggu apalagi buruan ke Plaza Millenium Jalan Kapten Muslim No 111 Medan dan dapatkan produk-produk idaman Anda  dengan harga terjangkau. (sih)

Studi Banding Pendidikan Nonformal

Pengelola TBM CellPower

Potensi Budaya dan Kemajuan Pendidikan Indonesia Perlu Perencanaan Strategis. Pasalnya, komunitas ASEAN 2015 sudah di ambang pintu. Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri, terutama pembenahan dalam bidang pendidikan non formal serta perlu perencanaan strategis untuk pengembangan potensi budaya dan kemajuan pendidikan nonformal di Indonesia. Demikian dikatakan Andreas Peranginangin MSi, pengelola TBM CellPower Indonesia sepulang studi banding tiga negara ASEAN yaitu Malaysia, Thailand dan Singapura beberapa waktu yang lalu.

Thailand yang memiliki lembaga pendidikan nonformal yang disebut CLC (Community Learning Center) melakukan program OTOP (One Tambun One Product). Artinya, setiap daerah/provinsi harus memiliki satu produk yang dihasilkan pendidikan nonformal seperti PKBM sehingga produksi tersebut dapat menjadi sector aandalan meningkatkan taraf hidup, terutama pengelola TKBM. Kemudian, sebagian darik omunitas PKBM melakukan pemasarandomestik sampai ke mancanegara yang dibantu pemerintah.

Salah satu CLC yang dikunjungi terdapat di prorvinsi Songkla Thailand Selatan. Pusat kegiatan belajat mahasiswa) PKBM tersebut memperoduksi sangkar burung yang dipasarkan sampai ke mancanegara ini. PKBM di Indonesia memang telah merintis program kewirausawan dengan melaksanakan pelatihan, tetapi mutu pemasaran perlu ditingkatkan. Hal tersebut dilakukan tempat TBM CellPower Indonesia yaitu mengangkat potensi budaya local dengan membuat sebuah produk unggulan. Saat ini produk unggulan yang dibuat adalah kerajinan makramen yang dipasarkan di tingkat nasional dan internasional.

Malaysia memiliki p usat kebudayaan yang dikenal dengan KEMAS. Lembaga KEMAS melaksanakan kegiatan nonformal seperti PAUD dan pelatihan kecakapan hidup. Sedangkan Singapura yang tergolong lebih maju mengandalkan komunitas sebagai pengembangan sentra seni dan budaya.

Kedepannya, TBM CellPower Indonesia akan menjadi potensi budaya dan seni sampai pada bedah buku dan pameran. “Rencananya, kegiatan ‘Pekan Sejuta Buku’ akan diadakan Januari 2012,” ujar Andreas Peranginangin di ruang kerjanya. (rel/ndi)

Mancini Senang Tevez ke Milan

SAAT ini ada dua klub yang dikabarkan ngotot mendatangkan Carlos Tevez. Pertama AC Milan, selanjutnya Paris Saint Germain. Lantas kemana striker berkebangsaan Argentina itu akan berlabuh?
Tactician Manchester City Roberto mancini mengaku sangat senang jika nantinya Tevez lebih memiliih klub asal Italia daripada klub Prancis.

City sebenarnya ingin menjual Tevez ketimbang meminjamkannya lebih dulu, seperti yang dinginkan kubu  ke AC Milan.
“Saya pikir penting buat kami untuk menjualnya. Itu bagus buatnya dan juga klub,” ujarnya.
Manajer asal Italia itu kemudian juga mengaku akan ikut senang bersama Tevez jika akhirnya si penyerang Argentina sukses berlabuh di Milan. “Jika ia punya peluang ke Italia, saya ikut senang untuknya,” lugas Mancini. (net/jpnn)

Fokus Piala Dunia Antarklub

TOKYO-Juara bertahan Liga Champions Eropa Barcelona dipastikan sudah tiba di Jepang pada Minggu (11/12) malam waktu setempat. Azulgrana mengalahkan Real Madrid 3-1 dalam derby El Clasico di Santiago Bernabeu, Minggu (11/12) dinihari WIB. Beberapa jam usai pertandingan, pasukan Pep Guardiola itu langsung terbang ke Tokyo untuk mengikuti kompetisi Piala Dunia Antarklub.

Menurut laporan di laman resmi mereka, Barcelona tiba di Bandara Narita di Tokyo pada pukul 22:20 waktu setempat. Setelah itu, mereka langsung menuju ke Yokohama dengan mengendarai bis, untuk singgah ke hotel penginapan tim. Barca akan menghadapi Al Sadd di semi-final pada 15 Desember mendatang.

Senin (12/12) ini, Lionel Messi dkk akan menjalani sesi latihan di Yokohana Marinos’ Sports City. Barca pastinya ingin kembali menggengam trofi Piala Dunia Antarklub, seperti yang diraih pada 2009, dengan mengalahkan Estudiantes melalui babak perpanjangan waktu.

Di tempat terpisah Pelatih Al Sadd Jorge Fossati menyatakan, tim besutannya sudah siap menghadapi Barcelona di semi-final Piala Dunia  Antarklub 2011 pada 15 Desember nanti.

Juara Asia ini melaju ke semi-final setelah meraih kemenangan 2-1 atas jagoan Afrika Esperance. Fossati mengakui materi pemain yang dimilikinya kalah kelas dibandingkan Barcelona, namun tidak membuat mereka gentar.
“Barcelona merupakan tim terbaik di dunia, tapi segala sesuatunya bisa terjadi di sepakbola. Jika kami tetap berpijak ke bumi, dan menjaga spirit, segala sesuatunya bisa terjadi,” ujar Fossati dalam keterangan kepada wartawan usai pertandingan.

Mengenai laga perempat-final, Fossati mengaku Esperance memperlihatkan permainan lebih bagus dibandingkan tim besutannya. Para pemain juga beruntung bisa lepas dari tekanan di 15 menit awal.
“Esperance bermain sangat bagus sejak awal. Mereka punya banyak peluang untuk mengendalikan permainan. Tapi situasi berubah sedikit, dan kami mampu mengendalikan bola lebih baik, dan memukul mereka lewat serangan balik,” ungkap Fossati. (bbs/jpnn)