24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14168

Pendaftar On Line Sudah 15 Ribu Peserta

Audisi Indonesian Idol

MEDAN-Persiapan audisi pencari bakat Indonesian Idol 2012 di Kota Medan semakin matang. Berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, peserta di Kota Medan sangat membludak dan memiliki animo yang luar biasa. Hal itu dikatakan Panitia Penyelenggara Audisi Indonesian Idol, Trista P Efendi, Kamis (8/12) saat dikonfirmasi Sumut Pos.

“Memang Kota Medan merupakan agenda penting ya, karena minat masyarakatnya untuk ikut diajang pencari bakat ini sangat tinggi. Saat ini, dilokasi Gedung Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Willem Iskandar Pasar V, Medan yang akan menjadi tempat audisi juga sudah kita persiapkan seperti umbul-umbul dan lainnya,” kata Trista.
Bahkan, ditambahkannya, hingga kini jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri melalui sistem online di www.indonesianidol.com dan www.rcti.tv dan sudah mendapat nomor registrasi sudah mencapai 15 ribu orang. “Siang tadi saya cek jumlahnya sangat fantastis. Itu untuk yang online saja. Kalau radio dan koran, kita belum tahu, ntar pas di seleksi baru tahu berapa jumlahnya, karena mereka ngisi formulir dan nantinya dibawa pada saat proses seleksi,” ucapnya.

Menurutnya, selain audisi umum atau audisi terbuka, RCTI dan FremantleMedia juga melakukan seleksi Special Hunt, School Audition dan Street Audition yang berlangsung selama dua yaitu 8-9 Desember 2011 dengan juri lokal yang juga telah menjalani audisi. Untuk Spesial Hunt yaitu teknik pencarian bakat melalui mekanisme khusus dengan mendatangi langsung sanggar dan klub musik yang ada di Kota Medan.

“Kita sudah berbagi tim, untuk School Audition kita mendatangi langsung sekolah menengah atas yang memiliki ekstrakurikuler atau klub bernyanyi terbaik di Kota Medan. Kita telah lakukan audisi di sekolah SMA Harapan 1 Medan dan terpilih satu orang yang memiliki bakat menyanyi dan keterampilan musik yang baik,” ujarnya.

Selain itu, Street Audition yang diselenggarakan di pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan mall. “Setelah kita seleksi, ternyata yang lolos banyak, jumlahnya mencapai puluhan ya. Nantinya mereka ini akan mengikuti seleksi lagi pada tanggal 10-11 Desember di Gedung Serba Guna Unimed. Namun, mereka ini tidak perlu melewati sistematika atau registrasi dan menjalani penilaian oleh juri local seperti peserta tanggal 10-11 Desember nanti” jelasnya,

Sambungnya, RCTI dan FremantleMedia mencari seorang bintang yang memiliki bakat dibidang entertaiment khususnya menyanyi. Untuk dewan juri ada 3 orang, salah satunya Anang Hermasyah. “Jadi kalau pesertanya jago nyanyi dan juga pintar bermain alat musik serta skill lainnya ada nilai plusnya. Juri tetap itu mas Anang, dua juri lagi, kita masih nunggu konfirmasinya,” ungkapnya. (mag-11)

Jaga Area Sensitif

Dewi Sandra

Dewi tak mau menyalahkan Surya Saputra dan Glenn Fredly yang pernah mencampakkannya. Pilihan atas keduanya murni keinginannya sendiri.

Rekam jejak percintaan Dewi Sandra cukup buruk. Sudah dua kali bercerai, dengan Surya Saputra dan Glenn Fredly.
Meski demikian, perempuan kelahiran Brasil itu mengaku tak kapok menjalin mahligai rumah tangga.
“Aku nggak pernah lupa untuk itu (menikah),” ujar Dewi.

Perempuan bernama lengkap Dewi Sandra Killick itu tak menolak jika suatu saat menemukan jodoh. “Dengan segala hal yang aku lewati itu, cukup air mata aku mengalir sendiri.  Aku nggak mau terulang lagi dengan hal yang sebelumnya (perceraian). Kalau didoakan aku mempunyai atau mendapat jodoh ya Alhamdulillah,” ucap pelantun lagu Stop itu.

Dewi tak mau menyalahkan siapa pun. Sebab, dua lelaki yang menjadi pasangan hidupnya dulu adalah murni pilihannya. “Jujur kalau masalah pribadi itu hal yang sensitif buat aku. Mereka pilihan aku sendiri dan aku nggak bisa salahkan orang lain. Pilihan aku ini kan pribadi yang kupertanggungjawabkan, hal pribadi itu aku jaga dengan sangat baik,” kata Dewi.

Soal asmara, kali ini sang bintang tak mau asal bicara. Pelantun tembang Melayang ini menjadi sangat tertutup saat membicarakan asmaranya kepada publik. Begitupun saat ditanya mengenai kabar bahwa ia akan menikah di awal tahun 2012, Dewi tutup rapat-rapat mulutnya.

“Alhamdulillah, kalau soal yang baik, mohon didukung.”
Belajar dari pelajaran hidupnya di masa lalu, Dewi ingin menjaga semua masalah pribadi yang sensitif, termasuk soal asmara.

“Di area sensitif, area yang ingin aku jaga dengan seluruh jiwa raga,” jelasnya.
Menurut dia, dua kali menjanda karena ia terlalu mengumbar masalah pribadi di depan media.     Lantas siapa calon suami pelantun Kapan Lagi Bilang I Love U ini? Dewi menjawab malu-malu.
“Kebetulan sudah ada (pacar), mudah-mudahan dia imam yang terbaik buat saya,” pungkasnya. (rm/jpnn)

Tak Boleh Tukar Sikat Gigi, Pasang Alarm Minum Obat

Kisah Suami yang Positif HIV/AIDS, tapi Isteri dan Anaknya Negatif

Tiga tahun lalu, Fajar Jasmin Sugandhi dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Dia bersyukur, karena isteri dan ketiga anaknya tak tertular. Tapi Fajar sempat shock, karena anak keduanya pernah ditolak masuk sekolah gara-gara sang ayah positif HIV.

AGUNG P ISKANDAR, Jakarta

KAMIS pekan lalu (1/12), Fajar Jasmin Sugandhi kaget bukan kepalang. Tinggal beberapa langkah lagi Immi, anaknya, diterima di SD Don Bosco 1 Kelapa Gading. Tapi, melalui SMS, bocah perempuan berumur 8 tahun tersebut batal diterima. Yang menyakitkan Fajar, pembatalan itu terjadi karena dia mengidap HIV/AIDS.

Padahal, anak pasangan Fajar-Leonnie F. Merinsca tersebut sudah melewati serangkaian tes. Bahkan, urusan dia dengan SD di Jakarta Utara itu tinggal persoalan administrasi. Fajar benar-benar shock karena diskriminasi tersebut sudah keterlaluan. Apalagi, pernyataan penolakan itu diungkapkan tepat pada peringatan Hari AIDS Sedunia (1 Desember).

Fajar dan Leonnie sangat kecewa. Mereka mendesak SD di Jakarta Utara tersebut untuk meminta maaf. Untungnya, setelah Yayasan Panca Dharma yang membawahi SD Don Bosco bertemu Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan Fajar-Leonnie, sekolah itu kembali menerima Immi. Pihak sekolah juga meminta maaf atas kesalahan mereka.

Saat ditemui di Mal Kelapa Gading kemarin (7/12), Fajar dan Leonnie tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Anak kedua hasil pernikahan mereka itu akhirnya bisa kembali diterima di sekolah yang dia idam-idamkan. “Kami bersyukur, persoalannya sudah selesai. Kami maklum. Ini hanya karena ketidaktahuan,” kata Fajar.

Karena itu, Fajar dan Leonnie tak ingin membesar-besarkan persoalan tersebut. Menurut dia, sejak pihak sekolah meminta maaf dan menerima kembali Immi, persoalan sudah dianggap selesai. Dia berbesar hati dan menganggap insiden itu sudah tuntas.

“Kami sebenarnya juga tidak ingin bicara soal kasus ini. Namanya orang khilaf, bisa saja terjadi. Kami senang semua sudah selesai,” ungkapnya.

Saat ditemui, penampilan Fajar terlihat segar. Sama sekali tidak terlihat bahwa dia mengidap penyakit yang belum ada obatnya itu. Berkemeja batik, lelaki kelahiran Surabaya, 12 Juli 1977, tersebut mengenakan kacamata ber-frame hitam.
Fajar menyatakan, dirinya dan keluarga justru melihat kasus itu sebagai pelajaran bagi semua orang. Dia tidak menganggap dirinya menang karena akhirnya pihak sekolah meminta maaf. Lelaki langsing itu justru menilai kasus tersebut sebagai momen bagi semua orang untuk mendapat kebenaran tentang HIV/AIDS.

Apalagi, pascainsiden itu, pihak sekolah akan mengadakan sosialisasi tentang HIV/AIDS bagi seluruh warga sekolah. Fajar menyambut baik iktikad mereka.

“Ini juga pembelajaran bagi anak saya bahwa dalam hidup selalu ada persoalan. Jangan selalu lihat persoalannya. Yang penting bagaimana terus menjalani hidup dengan baik,” tegasnya.

Leonnie menuturkan, saat Immi ditolak bersekolah, dirinya sudah siap mencari sekolah lain. Bagaimanapun, dia harus segera mencari alternatif bagi buah hatinya. “Saya bilang kepada dia, Immi ayo kita cari sekolah lain yuk?” ujarnya.
Setelah akhirnya kembali diterima, Immi senang bukan main. Leonnie menyatakan bahwa SD Don Bosco 1 meminta maaf dan akan menerima kembali dirinya. “Immi kemudian mengatakan ingin bilang terima kasih,” katanya menirukan perkataan putri tercintanya tersebut.

Leonnie menuturkan, hidup dengan suami ODHA sejatinya tidak berbeda. Namun, dengan kehadiran tiga anak hasil pernikahan mereka, kebiasaan hidup sehat harus dibudayakan. Misalnya, mereka harus segera memberi tahu ketika ada luka yang terbuka dan tidak bertukar sikat gigi. Bahkan, kini anak-anak mereka sudah terbiasa untuk segera mencari plester jika sedang terluka.

Leonnie juga mendukung penuh pengobatan Fajar. Bahkan, dia ikut-ikutan memasang alarm di ponsel Fajar untuk jadwal mengonsumsi obat. “Kadang-kadang juga saya telepon kalau waktunya minum obat. Tapi, sekarang sudah jarang. Dia sudah biasa,” katanya lantas tersenyum.

Fajar saat ini memiliki kesibukan sebagai editor di media yang menggarap tema-tema lingkungan hidup. Produknya ada dua. Yakni, siaran rutin di radio dan mengisi tulisan di situs www.iklimkarbon.com.

Leonnie juga tak kalah sibuk. Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Mei 1977, tersebut bekerja di sebuah yayasan donatur pendidikan bagi anak-anak tidak mampu dan anak-anak jalanan.

Fajar saat ini sangat menikmati pekerjaannya. Sudah dua tahun ini dia bergerak di bidang lingkungan hidup. Di lingkungan pekerjaan sebelumnya, Fajar kerap menerima diskriminasi dan stigma negatif. Dia menjadi sasaran anggapan buruk rekan-rekan kerjanya. “Bahkan, menerima telepon dari saya saja mereka tidak mau,” ungkapnya.
Lulusan Jurusan Psikologi Unika Atma Jaya itu sempat stres dan tertekan. Dia sampai menyebut lingkungan kerjanya tersebut sebagai ‘lingkaran setan’. Sebab, stres gara-gara tekanan sosial di lingkungan pekerjaan membuat kekebalan tubuhnya terganggu. “Akhirnya, saya keluar daripada berdampak lebih buruk,” ujarnya.

Fajar mendapat buah dari keputusan keluar dari pekerjaan lamanya. Saat ini, dia dipercaya menjadi anggota delegasi badan PBB United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dari kalangan private sector.
Fajar mengungkapkan, diskriminasi hanya akan berdampak buruk bagi siapa pun, tidak hanya bagi ODHA. Dia memisalkan, jika seseorang mendapat perlakuan diskriminasi, dia akan malu untuk terbuka tentang penyakitnya. Akibatnya, dia tidak mendapat pengobatan.

Konsekuensinya, karena tidak terbuka, orang-orang tidak tahu bahwa dia mengidap virus mematikan itu. Suami atau istrinya yang tidak diberi tahu bisa tertular. Penularan juga bisa berlanjut kepada anak keturunan mereka.
“Coba kalau terbuka sejak awal, mereka akan langsung mendapat penanganan dan bisa mencegah terjadinya penularan. Mereka takut mengaku karena risiko sosialnya terlalu buruk,” katanya.

Leonnie dan Fajar menikah pada 2004. Itu berarti, Leonnie sudah hidup bersama Fajar selama hampir delapan tahun. Pada 2008, Fajar dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Lelaki 34 tahun itu mengaku tidak tahu kapan dirinya tertular. Namun, yang dia ingat, pada kurun 1999 hingga 2000, dirinya sempat terjebak dalam dunia narkotika.
Selama hidup bersama Fajar, Leonnie sampai saat ini masih dinyatakan negatif dari penyakit tersebut. “Artinya, selama menjaga risiko tertular, kita tetap aman. HIV/AIDS itu susah banget lho penularannya,” tegasnya.

Fajar-Leonnie dikaruniai tiga anak. Selain Immi, dua lainnya adalah si sulung, bocah pria berumur 9 tahun, dan si bungsu, juga bocah pria berumur 3 tahun. “Tiga anak saya negatif,” pungkas Fajar. (*)

Kondisi Kritis, Motif Belum Diketahui

Pelaku Bakar Diri Disebut Mahasiswa Suku Batak

JAKARTA – Teka-teki motif dan siapa pria yang melakukan aksi membakar diri di depan Istana Negara akan sulit terungkap. Sebab, kondisi pria tersebut saat ini sangat mengenaskan. Tubuhnya mengalami luka bakar di seluruh tubuh dengan tingkat 98 persen. Pihak RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyebut kondisinya kritis.

Kemarin, dipimpin oleh Direktur Utama RSCM Prof Dr. dr. Akmal Taher Sp.U, pihak rumah sakit menggelar konferensi pers. Dia mengatakan, meski masih hidup, hingga kemarin kondisinya masih mengenaskan. “Keadaan umum sangat buruk. Sekarang dia dibantu alat pernafasan,” ujarnya kemarin.

Dalam gambar, badan korban tampak gosong dan menghitam. Tubuhnya dibalut dengan perban, bibirnya membengkak, matanya memerah dan mengeluarkan air mata berwarna merah. Rambut sisi kiri, belakang, dan kanan terbakar hingga menyisakan bagian depan. Juga terlihat berbagai selang menancap di tubuhnya.

Meski demikian, dia tidak tahu pasti bagaimana peluang pria tersebut bisa bertahan. Yang pasti, pihaknya akan berbuat yang terbaik untuk bisa membuatnya tetap bertahan. Disatu sisi, dia mengakui jika kondisi luka bakar seperti itu sulit untuk disembuhkan.

Saat ini, lanjutnya, belum ada yang mengaku sebagai keluarga pelaku bakar diri hingga 18.00 Rabu (7/12).
Masih gelapnya motif dan identitas pelaku membuat berbagai spekulasi bermunculan. Bahkan, setelah santer berita pria bakar diri menyebar, sekelompok LSM yang menyebut diri dari Pemuda Kebangsaan, Bendera, hingga Petisi 28 langsung menggelar aksi simpati di RSCM.

Kordinator aksi bernama Dani langsung mengaitkan dengan politik. Dia menyebut aksi tersebut sebagai wujud ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Begitu juga pernyataan Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning yang menjenguk pelaku. Dia mengaku sudah bertemu pasien dan menyebut aksi dilakukan karena jenuh dengan pemimpinnya.

“Kalau hanya aksi bunuh diri, kenapa di depan istana,” urainya. Entah benar atau tidak, saat pihak RSCM melarang ada yang menjenguk selain tim medis, dia mengaku sempat berkomunikasi dengan korban. Bahkan, dia menyebut pelaku adalah mahasiswa dan dari suku Batak.

Sementara itu, pihak Istana meminta dilakukan upaya penyelamatan yang maksimal oleh kepolisian dan rumah sakit terhadap orang yang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Merdeka (7/12). Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, setiap kehidupan makhluk adalah anugrah dari Tuhan.

“Tidak seorang pun boleh kita biarkan menyia-nyiakan anugrah itu,” kata Daniel di Nusa Dua, Bali, kemarin (8/12). Pihaknya, kata dia, mendorong semua warga negara menjauhkan dari kekerasan, termasuk terhadap diri sendiri. “Demokrasi kita harus memuliakan keadaban yang di antaranya datang dari moralitas agama dan kemanusiaan,” sambungnya.

Daniel menyatakan keprihatinan dan menyayangkan terjadinya aksi bakar diri tersebut. “Kami berharap itu akan menjadi peristiwa terakhir yang kita lihat dalam masa hidup kita,” katanya. Dia juga tidak ingin aksi yang tergolong nekat tersebut dianggap sebagai sesuatu yang heroik.  (dim/fal/jpnn)

Contoh The Beatles

Mari Elka Pangestu

INDONESIA terdiri dari 33 provinsi memiliki keragaman budaya. Begitu juga dengan kerajinan yang berbeda-beda. Melalui kerajinan industri kreatif atau ekonomi kreatif dapat mengangkat destinasi pariwisata, termasuk Indonesia.
Begitulah yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, pada seminar Outlook Pariwisata 2012, Optimalisasi Sektor Ekonomi Kreatif bagi Industri Pariwisata di Jakarta, belum lama ini. “Contohnya seperti The Beatles membuat Liverpool jadi terkenal karena ikon kreatif ekonomi fashion, film, musik, kuliner, sehingga membantu mempromosikan negaranya,” kata Mari.

Mari menjelaskan ekonomi kreatif merupakan sumber daya terbaru yang tidak akan habis. Termasuk, lanjutnya, Indonesia yang memiliki beragam budaya sehingga mampu menciptakan inovasi dan kreativitas terus menerus. Mari mengungkapkan setiap daerah di Indonesia berpotensi untuk ekonomi kreatif namun memiliki kekhasan masing-masing. (net/jpnn) “Seperti di Jogja, kriya dan pertunjukan. Bandung produk fashion dan anak muda. Batam untuk film. Jadi tiap daerah ada fase dan kelasnya,” paparnya.

Menurut Mari, semangat ekonomi bukanlah untuk mengomersialisasikan budaya. Namun, lanjutnya, menghidupkan budaya agar tidak mati.

“Budaya itu harus living. Agar living, harus ada economic value atau menciptakan pasar. Menciptakan pasar sama dengan menciptakan penonton,” tuturnya.

Ia menambahkan dengan terciptanya penonton merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap budaya. Misalnya, kata Mari, pertunjukan wayang.

“Bisa dibuat lebih modern sehingga anak muda tertarik. Wayang dalam bahasa Jawa, banyak yang tidak mengerti, bisa ditambahkan terjemahan dalam bahasa Indonesia, atau, durasinya yang biasanya 6 jam, bisa dibuat versi yang lebih pendek,” jelasnya. (net/jpnn)

 

Ada 800 Kasus Tanah di Sumut

MEDAN-Koordinator tim tanah DPD PDI Perjuangan Sumut H Syamsul Hilal mengatakan Gubernur Sumatera Utara tidak berniat menyelesaikan tanah yang terjadi di Sumut sehingga banyak kasus tanah di Sumut tidak terselesaikan.
“Gubernur Sumut takut terhadap penguasa sehingga perkara tanah menumpuk yang sekarang mencapai 800 perkara,” beber Syamsul Hilal didampingi H Alamsjah Hamdani SH di Posko Pengaduan Kasus Tanah Rakyat (P2KTR) Aula Bung Karno DPD PDI-Perjuangan Sumut di Jalan Hayam Wuruk Medan, Kamis (9/12).

Syamsul Hilal mencontohkan kasus PTPN II pada tahun 2004, DPR-RI ketika mengeluarkan surat dengan Nomor: KD.02.5298/dprri/2004 tanggal September 2004, luas HGU sisa 43.116,51 HA, namun yang dikuasai 62.210,47 hektar jadi ada kelebihan luas illegal 21.093,96 hektar.

“Nah tim khusus penanganan lahan eks HGU kembali melakukan pengukuran pada 23 September 2011 ternyata luas total HGU mencapai 56.341,75 hektar, sedangkan kantor pusat PTPN II total luas HGU mencapai 86.044,11 hektar, ternyata jumlahnya sudah berlainan,” bilang Syamsul Hilal.(rud)

Kada Harus Berani Main Pecat

DEPOK-Di tengah pesimisme publik terhadap upaya perbaikan kinerja birokrasi, Wali Kota Solo, Jateng, Joko Widodo, justru bersikap optimistis. Dia yakin, kinerja birokrasi bisa bersih dari kebiasaan pungutan liar (pungli). Syaratnya, ada ketegasan dari kepala daerahnya (Kada).

Menurut Jokowi-panggilan akrabnya-seorang kepala daerah harus bertindak tegas terhadap anak buahnya yang tidak punya niat bekerja melayani masyarakat dengan baik. Jokowi sendiri, mengaku tidak sungkan-sungkan memecat aparatur di daerahnya yang tidak mau diajak memperbaiki sistem birokrasi.

Dia bercerita, pertama kali duduk sebagai wali kota 6,5 tahun silam, Jokowi gerah dengan pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) yang harus makan waktu tiga hingga empat minggu baru kelar. “Tergantung amplop,” cetus Jokowi saat didaulat menyampaikan pendapatnya di acara Deklarasi Nasional Birokrasi Bersih dan Melayani di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (8/12).

“Saya panggil programer. Dia bilang urus KTP delapan menit selesai. Saya bilang ke masyarakat, sehari selesai. Waktu rapat, ada ada tiga-empat lurah dan camat, merasa keberatan. Dia bilang tak mungkin sejam, tak mungkin sehari. Empat orang yang ngomong gitu, besoknya saya copot karena niat saja tidak punya, apalagi melaksanakan. Saya cari yang punya niat,” tegas Jokowi, disambut tepuk tangan hadirin.

Hadir di acara itu antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB) Eko Prasojo, penggiat antikorupsi Teten Masduki, dan sejumlah kepala daerah yang diundang. Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, juga hadir. “Birokrasi bisa diperbaiki. Tergantung pimpinannya,” cetus Jokowi lagi.

Mangindar menyatakan setuju dengan pendapat Jokowi. “Bahwa karakter kepemimpinan sangat menentukan di internal birokrasi,” ujar Mangindar kepada koran ini usai acara.

Menurutnya, Jokowi membenahi birokrasi pelayanan, lantaran sebagai orang yang berlatarbelakang pengusaha, dia pasti punya pengalaman dipersulit birokrasi. Sedang sebagai orang yang lama meniti karier di birokrasi, Mangindar juga punya pengalaman tidak enak. Dia mengaku, dulu saat mengurus kenaikan pangkat, selalu diganjal. Nah, pengalaman pahit itu lah yang dihindarinya agar tak terulang lagi ke orang lain.

“Sebagai kepala daerah yang sekaligus pejabat pembina kepegawaian, saya tak mau mempersulit proses kenaikan pangkat pegawai. Itu prinsip. Pengisian jabatan harus berdasarkan kompetensi, punya jiwa kepemimpinan, dan mau memikirkan orang lain, bukan memikirkan diri sendiri atau pun kelompoknya saja. Saya juga optimis, birokrasi bisa baik, yang harus dimulai dengan proses rekrutmen yang benar,” cetusnya.

Wamenpan-RB Eko Prasojo menyoroti pentingnya tenaga ahli keuangan alias akuntan di birokrasi. Seorang akuntan menurutnya akan menentukan perencanaan, pelaksanaan, sampai pertanggungjawaban keuangan.(sam)

Clinton Dituding Provokator

Hubungan AS-Rusia

MOSKOW – Menyusul pertikaian NATO dan Rusia, kini berkembang konflik antara negeri bekas pecahan Uni Soviet tersebut dengan Amerika Serikat (AS). Misalnya, pemilihan umum (pemilu) parlemen yang berbuntut aksi protes meluas di Rusia berdampak buruk pada hubungan AS dengan Negeri Beruang Merah tersebut. Kemarin (8/12) Perdana Menteri (PM) Rusia Vladimir Putin secara terang-terangan menuding Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Rodham Clinton campur tangan dan memprovokasi atau memperkeruh situasi politik di negerinya.

“Dengan mengatakan bahwa pemilu parlemen (Rusia) diwarnai kecurangan, dia (Clinton) telah memberi sinyal positif kepada kubu oposisi untuk memprotes pemerintah,” kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi tersebut. Karena merasa mendapat dukungan dari Deplu AS, ungkap dia, oposisi Rusia menjadi makin berani.
Dalam kesempatan tersebut, Putin juga menuduh Negeri Paman Sam mendanai aksi protes yang dilancarkan oposisi. Konon, Washington mengucurkan dana sampai ratusan juta dolar untuk memastikan aksi protes terhadap pemerintah Rusia itu terus berlangsung. Melalui kebijakan tersebut, tuding Putin, AS berusaha melemahkan sistem politik Rusia dan melengserkan rezim kuat yang kini berkuasa.

Kritik Putin itu menandai babak baru retaknya hubungan AS dan Rusia. Apalagi, pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan ke-20 penandatanganan Kesepakatan Belovezh. Kesepakatan yang disahkan oleh Rusia, Ukraina, dan Belarusia pada 8 Desember 1991 tersebut menandai bubarnya Uni Soviet.

Kemarin Putin juga menyampaikan kekesalannya pada Clinton di hadapan partainya, All Russian Popular Front (ONF). Di depan para pendukungnya, pemimpin 59 tahun itu mengatakan bahwa sinyal positif Washington pada oposisi Rusia tersebut mengindikasikan ketakutan AS pada pemerintahannya. Karena itu, ungkap dia, Washington tak ingin Putin terus berkuasa.

“Kita adalah negara dengan kekuatan nuklir yang besar dan sampai sekarang pun masih bertahan pada posisi itu. Karena itu, rekan-rekan di luar sana gentar,” katanya di depan massa OMF, kendaraan politik Putin.
Putin menambahkan bahwa AS sengaja mencampuri krisis Rusia untuk menggertak pemerintahannya. Menurut dia, pemerintahan Presiden Barack Obama hanya ingin menegaskan kepada Rusia bahwa AS masih menjadi bos di mata dunia. Clinton mengirimkan sinyal dukungan pada oposisi.

“Mereka ingin kita merasakan dominasi mereka di dalam negeri dan memaksa kita patuh pada mereka,” lontar Putin di hadapan para pendukungnya. Karena itu, lanjut dia, tak heran jika AS mengucurkan bantuan ratusan juta dolar pada organisasi pengawas pemilu tertentu di Rusia. Salah satunya Golos. Bantuan finansial tersebut, disalurkan melalui USAID dan lembaga AS lain.

Sejumlah pengamat politik menganggap tudingan Putin terhadap Hillary itu sebagai hal yang serius. “Apa yang disampaikan Putin bisa menghilangkan, kesabaran AS bisa habis dan hubungan dua negara akan kembali ke titik yang paling buruk,” ujar Viktor Kremenyuk, analis politik yang juga wakil pimpinan Lembaga AS-Kanada. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Pemilu Pertama Mesir Dimenangi Ikhwanul Muslimin

KAIRO- Ikhwanul Muslimin resmi menaingi putaran pertama Pemilihan Parlemen Mesir. Komisi Pemilihan Mesir mengumumkan Partai Kebebasan dan Keadilan dari kelompok Ikhwanul Muslimin memenangkan mayoritas suara di putaran pertama pemilihan parlemen, Rabu (7/11).

Dengan adanya pengumuman itu, mereka siap mengkonsolidasikan posisinya sebagai pelaksana terdepan pemerintahan Mesir mendatang.

Hasil pemilihan menunjukkan, para pemilih dari kelompok liberal lebih memilih Ikhwanul Muslimin. Suara diberikan demi mencegah kelompok ultrakonservatif Salafi mendominasi suara. Dari 9,7 juta suara yang dihitung, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) meraup 37 persen, diikuti Partai al-Nour berada diposisi kedua dengan 24 persen suara.
Dengan perolehan suara itu, FJP memenangkan 24 dari 44 kursi parlemen yang disediakan pada putaran pertama ini. Sementara sekutu-sekutu Ikhwanul Muslimin berhasil mendapatkan empat kursi. Masih ada delapan kursi yang statusnya ditunda karena bersangkutan hukum, namun FJP mengatakan pihaknya memperkirakan akan memenangkan enam kursi diantaranya.

Sebaliknya, Partai Salafi al-Nour hanya memenangkan empat kursi, sementara kelompok Salafi lainnya hanya memperoleh dua kursi. Sisa kursi dibagi diberikan untuk kelompok liberal dan independen.

Catatan pada pemilihan demokrasi pertama di Mesir adalah jumlah pemilih turun tajam dalam pemilihan kemarin. Dari 52 persen pemilik suara yang mengikuti jajak pendapat awal bulan lalu, pemilihan kemarin hanya diikuti oleh 39 persen. Kondisi ini menunjukkan kekecewaan yang mungkin disebabkan oleh kekuatan kelompo Islam yang terlihat sejak awal.

Seorang juru masak dari Kairo, Sayyeda Ibrahim (52) mengatakan bahwa dia memilih calon dari Salafi di putaran pertama pekan lalu, tetapi menyesali pilihannya ketika dia melihat calon anggota parlemen dari Salafi melakukan debat dengan seorang kandidat liberal. “Jenggot si kandidat (Salafi) terlalu radikal,” katanya.

Dewan militer Mesir, yang mengambil alih kekuasaan ketika Mubarak digulingkan pada Februari, telah mengatakan tetap menjadi otoritas tertinggi di Mesir sampai presiden baru terpilih di Juni mendatang. (net/jpnn)

TKI di Bawah Umur Diancam Gantung

JAKARTA – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura, Fitriah Depsi Wahyuni warga Jember, Jawa Timur menghadapi resiko hukum gantung, setelah dituduh membunuh majikannya di Singapura. Kini, Satgas Penanganan Kasus TKI tengah berupaya memperjuangkan nasibnya agar terbebas dari hukuman gantung.

Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas TKI Humphrey Djemaat di kantornya, kemarin (8/12). Menurut dia, Satgas mengupayakan perjuangan nasib Fitriah.

Salah satunya, Fitriah melakukan kejahatan yang menyebabkan kematian tanpa niat membunuh. Alasan ini cukup kuat karena terjadi perkelahian diantara dirinya dengan majikannya, dan ada latar belakang tekanan psikis dan fisik yang dialaminya saat bekerja. Pihaknya mendapat informasi tentang Fitriah dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) M  Thamrin, yang merupakan utusan Bupati Jember. Mohammad mendatangi kantor Humphrey menanyakan upaya yang ditempuh Satgas .  “Ternyata Fitriah berusia 17 tahun,” sebutnya.

Lewat penjelasan Thamrin, diperoleh informasi bahwa usia Fitriah masih di bawah umur. Usianya kurang dari 17 tahun. Usia Fitriah sengaja dipalsukan untuk memperoleh ijin bekerja di Singapura.

Humphrey melanjutkan, Fitriah dituduh melakukan pembunuhan atas majikan perempuannya Sng Gek Wah yang sudah berusia 81 tahun. Fitriah sendiri baru pertama kali bekerja di luar negeri. Dia mulai bekerja di Singapura pada 21 November 2009 lalu dengan usia yang sudah dipalsukan, yaitu 23 tahun. Fitriah berasal dari keluarga petani miskin dengan dua adik perempuan dan satu kakak perempuan. Pendidikannya hanya sampai tingkat sekolah dasar.

Pada tanggal 2 Desember 2009, lanjut dia, KBRI dan pengacara di Singapura, Mohammad Muzammil, telah memperoleh akses untuk melakukan wawancara langsung kepada terdakwa Fitriah. Mereka berhasil menggali informasi terkait usia Fitriah yang sebenarnya. Kemudian, investigation officer merencanakan pencarian dokumen asli atas usia Fitriah ke kampung halamannya di Jember. Ternyata ditemukan bukti dokumen yang menyebutkan bahwa pelaku berusia kurang dari 17 tahun pada saat melakukan pembunuhan. (ken/jpnn)