Home Blog Page 14185

Teliti Obat Diabetes, Dianugerahi Peneliti Belia Sumut

Fialdy Joshua, Siswa Berprestasi di Medan

Berawal dari sebuah kepedulian terhadap kepentingan orang banyak, membuat Fialdy Joshua dinobatkan sebagai peneliti belia Sumut 2011.

Prestasinya tersebut didapat siswa kelas VIII SMP Chandra Kusumua ini, setelah dirinya mampu memenangkan lomba penelitaian belia Sumut 2011 dalam katagori Life Science yang berjudul The Effect of Chitosan Found in Tachypleus Gigas of Diabetic Patient.

Dalam kesempatan itu, Fialdy Joshua menganggap, jika obat luka bagi orang yang menderita penyakit diabetes merupakan obat yang cukup mahal.

Sehingga dengan penelitan yang telah dilakukan dan disumbangkannya, selain mampu menghasilkan prestasi membanggakan, diharapkan juga bisa bermnfaat untuk dikembangkan dalam dunia medis.

“Seperti yang kita tau, bagi orang yang terkena diabetes bila tak cepat diobati maka akan menimbulkan luka yang semakin lama semakin besar, dan dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi dan dapat membantu mereka para penderita penyakit diabetes. Saya juga berharap hasil penelitian ini bisa berguna untuk banyak orang terutama untuk masyarakat miskin,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Selain menasbihkan diri sebagai peneliti belia Sumut 2012, putra sulung dari pasangan Egi Pattiradjawane dan Drg Annita, juga pernah mewakili Indonesia dalam mengikuti lomba  tingkat International Conference of Young Scientists (ICYS) di Moskow, Rusia, pada 2010 lalu.

Berangkat bersama temannya Michael Sunarto, kedua siswa asal Chandra Kusuma ini, mampu membanggakan nama besar sekolah dengan meraih katagori The Best Riset Presentation.

Menjadi duta pelajar Indonesia dalam setiap ajang  perlombaan, bagi Fialdy Josua, merupakan sebuah kebanggaan, dan diharapkan mampu diraihnya kembali dalam kesempatan lomba yang lainnya.

Meskipun harus menggunakan Bahasa Inggris dalam mempresentasikan hasil penelitiannnya, hal itu bukanlah penghalang bagi siswa yang masih duduk di kelas VIII ini.

Pasalnya, pria kelahiran 1 Juli 1998 ini, telah menguasai bahasa Inggris sejak SMP.

“Di sekolah, kami selalu mempelajari bahasa Inggris, sehingga dalam menulis tesis maupun mempresentasikan hasil peneliataian, saya sudah tidak canggung lagi menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Menjadi duta pelajar Indonesia dalam setiap ajang  perlombaan, bagi Fialdy Josua merupakan sebuah kebanggaan, dan diharapkan mampu diraihnya kembali dalam kesempatan lomba yang lainnya.

Dibalik kesuksesannya, Fialdy mengaku, semuanya tak terlepas dari dukungan seluruh pihak.
“Saya sangat berterima kasih kepada kedua orangtua yang telah membesarkan saya. Terima kasih buat guru pembimbing, teman-teman di sekolah Chandra Kusuma dan juga Prof Dr Harry Agusnar dari USU yang membimbing dan membantu saya dalam penelitian,” ucapnya diakhir pertemuan.

Dalam kesempatan yang sama sang ayah, Egi Pattiradjawane mengaku, bangga memiliki anak seperti Fialdy.
“Yang pastinya saya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena saya memiliki anak seperti Fialdy. Saya juga berdoa dan berharap agar dia bisa terus berprestasi dalam bidang pendidikan dan juga dapat berjuang untuk membanggakan Indonesia lagi,” harapnya. (uma)

ICMI Sumut: Persoalan Tanah Berdampak Disintegrasi Bangsa

Konflik tanah antara rakyat dengan pemerintah serta pengusaha semakin sering terjadi. Anehnya, konflik itu tak melahirkan penyelesaian. Cendrung rakyat menjadi korban dan dalam memperjuangkan tanah adatnya.

Pernyatan itu disampaikan Ketua Wilayah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumut, Prof DR HM Arif Nasution MA, Kemarin (21/12) ketika ditemui di kediamannya di Jalan Tri Darma, Medan.

Menurut dia, konflik tanah ini muncul diakibatkan berbagai hal, antara lain pemerintah dalam  hal ini intansi berwenang  tak melakukan pengukuran secara fakta dan tak mengindahkan akurasi kondisi di lapangan. Kemudian dalam penerbitan izin maupun sertifikat tanah tak meninjau aspek sejarah dan sosial kemasyarakatan. Hal lainnya, diakibatkan izin tanah dikeluarkan langsung oleh Pemerintah Pusat, dan tak dilandasi garisan koordinasi dengan Pemerintah Daerah.

Dia juga menyebutkan, keputusan yang dibuat oleh pemerintah syarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), akhirnya rakyat kesulitan mencari tempat mencari makan. Kini, muncullah yang disebut konflik dan ketegangan yang tak tuntas.

“Dampak yang paling fatal adalah memunculnya disintegrasi (perpecahan, Red) bangsa, yang rakyatnya tak lagi mempercayai pemerintahannya, baik ke Pemerintah Pusat maupun di daerah. Apalagi pihak pengusaha mempergunakan sewenang-wenang alat penegak hukum, seperti terjadi di Paluta, Palas dan beberapa daerah lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan data, Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2011 mencatat telah terjadi 2.791 kasus pertanahan. Khusus di Sumut tercatat sebanyak 825 kasus sengketa lebih dari 1 juta hektar tanah, jumlah tersebut cenderung bertambah seiring munculnya kasus sengketa tanah baru, seperti  adanya pembukaan wilayah hutan baru.

Secara khusus, konflik tanah terbesar terjadi di PTPN II antara warga dengan perusahaan perkebunan tersebut, yakni sebanyak 368 gugatan. Hal itu terjadi karena dahulunya wilayah PTPN II berada di sekitar pemukiman masyarakat, dan tak jarang banyak tanah warisan masyarakat yang dikuasai negara.

Hal lainnya terjadi akibat munculnya SK Menteri Kehutanan No 44/2005 tentang kawasan hutan di Sumut cukup kontroversial , pasalnya dalam SK tersebut sejumlah perkantoran pemerintahan seperti Kantor Bupati Tobasa, Simalungun dan Humbahas ditetapkan berada dalam wilayah hutan. Bukan itu saja, tanah masyarakat yang diwarisi orangtuanya untuk bertani juga diklaim sebagai wilayah hutan.

Selain kawasan hutan menjadi peta konflik, ada beberapa kawasan pinggiran pantai yang juga sengketa.  Seperti terjadi di Sei Lepan, Langkat atas tuntutan masyarakat agar pemerintah menentukan batas Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) karena sudah ada pemukiman dan perkebunan rakyat yang dinyatakan masuk dalam wilayah hutan.
Sejumlah persoalan tersebut sebaiknya segera dihempang agar tak terjadinya konflik di berkepanjangan di sejumlah daerah. Untuk itu,  Arif menyarankan pemerintah harus meninjau dan merevisi kembali terhadap putusan yang pernah dikeluarkan. Kemudian, segala putusan tentang tanah harus melibatkan masyarakat adat atau hak-hak ulayat.
“ICMI Sumut siap memberikan bantuan pemikiran untuk keluar dari pertikaian yang terjadi, karena semakin panjang konflik akan kian sulit dicari solusinya, segera tuntaskan persoalan tanah di Sumut,” sarannya.(ril)

KONI Medan Apresiasi Atlet Berprestasi

MEDAN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan memberikan penghargaan kepada 82 atlet dan 22 pelatih yang telah berprestasi di Aula Hotel Tiara Medan Jalan Cut Mutia Medan, Rabu (21/12).

Ketua KONI Kota Medan Drs  Zulhifzi Lubis mengatakan bahwa pengharagaan yang diberikan pihaknya itu ditujuka kepada atlet/pelatih yang berpretasi di Sea Games dan Pra PON.

“Pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama Kota Medan, bukan hanya pada tingkat nasional tapi juga di pentas internasional.,” bilang Drs Zulhifzi Lubis, Ketua KONI Medan.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Opunk Laodn itu  menilai sudah selayaknya berbagai pihak memberikan penghargaan kepada para atlet maupun pelatih berprestasi sehingga menggugah yang lainnya untuk melakukan hal yang sama.

“Karena hal itu kami berharap kepada para atlet maupun pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan, karena persaingan ke depan akan semakin berat,” imbuh Opunk Ladon.

Menanggapi pemberian penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi yang dilakukan KONI Medan kali ini, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu mengatakan bahwa apa yang dilakukan KONI Medan ini layak menjadi contoh bagi KONI tingkat II lainnya.

“Jadi ini merupakan sebuah bukti jika KONI Medan merupakan KONI tingkat II yang sangat peduli dan tetap konsen terhadap pembinaan atlet. Jadi, jangan heran bila pada beberapa kunjungan ke daerah-daerah saya selalu menjadikan KONI Medan sebagai contoh untuk diikuti KONI tingkat II lainnya,” bilang Gus.

Selanjutnya Gus Irawan berpesan kepada sleuruh atlet untuk memaksimalkan waktu yang tersisa sehingga mencapai peak prfiormance pada saat berlangsungnya PON XVIII di Riau nanti.

Sementara Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap yang diwakili Sekretaris Daerah Syaiful Bahri Lubis mengatakan bahwa pemberian tali asih yang dilakukan KONI Medan dapat mendongkrak prestasi olahraga Sumut ke depannya. (omi)

Belum Bermain Lepas

PSDS vs INALUM FC

MEDAN-Persatuan Sepakbola Deli Serdang (PSDS) harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Inalum FC pada laga uji coba di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam Deli Serdang, Rabu (21/12).

Traktor Kuning bahkan kebobolan lebih dulu setelah striker Inalum FC Fuad sukses memanfaatkan umpan terukur dari Yogi untuk mengecoh penjaga gawang PSDS Fitri Suharianto di menit ke-40.

Kenyataan ini memaksa Pelatih PSDS Dosman Sagala menarik pemain depannya Vicky Yulizar digantikan Arian Juliardi. Tapi belum mampu menambah gedoran Budi Setiawan dkk. Skor 0-1 untuk Inalum FC bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSDS yang mengganti formasi dari 3-4-2-1 ke formasi 5-1-2-2 mengambil inisiatif untuk menyerang. Masuknya Agung Surya Wardhana menggantikan Wawan Setiawan, mampu menghidupkan ritme permainan. Beberapa peluang tercipta namun gagal membuahkan gol.

Ronal Sinaga berhasil memecahkan kebuntuan dengan aksi individunya untuk menyamakan kedudukan di menit ke-77 menjadi 1-1. Gol tadi membangkitkan semangat skuad Traktor Kuning untuk beberapa kali nyaris menggetarkan gawang Inalum FC. Pertandingan sore itu pun ditutup dengan hasil seri 1-1.

Pertandingan sendiri berlangsung cukup keras. Terlihat dari banyaknya pelanggaran yang dilakukan kedua pihak. Tidak itu saja wasit bahkan mengeluarkan dua kartu kuning dan satu kartu merah. Kartu kuning pertama diberikan kepada wing PSDS, Kiki Muslim Diaman di menit ke-36.

Sementara itu pemain Inalum FC, Yudi harus mendapat kartu merah di menit ke 65 setelah sebelumnya dihadiahi kartu kuning karena menekel stopper PSDS, Rinaldo Surya.

Dosman Sagala tampak kurang puas dengan penampilan anak asuhnya itu. “Saya tidak tahu di babak pertama anak-anak tidak bermain lepas. Sampai di babak kedua mereka berhasil menemukan ritme permainannya. Kita memang perlu melihat kemajuan masing-masing pemain,” ucapnya.

Ball potition dan finishing masih menjadi perhatian tim pelatih ke depan. Diharapkan dalam beberapa laga uji coba yang akan digelar hal itu dapat ditutupi. “Kita akan maksimalkan sisa waktu sehingga siap melakoni kompetisi nanti,” ucap Dosman yang optimis dengan kemampuan para pemainnya.

Manager PSDS H Datok Selamat Ferry sendiri mengaku puas dengan semangat para pemain. Beberapa program bahkan disiapkan untuk mematangkan persiapan Traktor Kuning menatap Kompetisi Divisi Satu PSSI 2012 mendatang. “Kita sedang benahi beberapa ruangan untuk training center (TC). Begitu juga untuk suplemen yang pastinya sangat dibutuhkan dalam menjaga stamina para pemain juga kita siapkan,” ucap Datok didampingi Asisten Manager Sahrul Yunan bersama memberi apresiasi kepada seluruh tim PSDS. (jul)

PRSI Tatap Olimpiade

JAKARTA-Meski menilai program 2011 sukes, PB PRSI masih belum puas dan langsung menyiapkan beberapa program yang lebih matang selama 2012. Selain Olimpiade, mereka menyiapkan program non-teknis untuk bisa mendukung keberhasilan target jangka panjang PB PRSI untuk SEA Games 2013 dan Asian Games 2014.
Sekjen PB PRSI Tony P Sastramihardja mengakui bahwa selama SEA Games 2011 lalu pihaknya kecolongan di beberapa disiplin seperti Open water Swimming   dan Renang Indah.

“Harus diakui kalau kami kecolongan oleh negara lain yang ternyata melakukan persiapan lebih keras dari Indonesia. Ke depan, kami harus bsia lebih mengantisipasi,” katanya saat ditemui di Senayan, Jakarta, kemarin (21/12).
Dari hasil pembicaraan yang dilakukan, PB PRSI akan menyiapkan sport intelligence yang lebih baik. Karena itu, pihaknya akan membentuk divisi intelejen tersebut dengan maksimal agar bekerja dengan baik dalam memantau kekuatan lawan. Langkah itu dilakukan agar tidak lagi terjadi kecolongan untuk even di level Asia maupun Asia Tenggara.

Selain itu, Tony memastikan bahwa anggaran PB PRSI untuk 2012 tidak akan jor-joran seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya . Anggaran besar yang biasanya dikeluarkan oleh organisasinya untuk atlet bakal diambil perannya oleh daerah atlet masing-masing.

“Kami yakin karena pada 2012 ada PON (Pekan Olahraga Nasional). Atlet pasti akan kembali dan dimaksimalkan daerah,” bilangnya. (net/jpnn)

Awal Januari Jalani TC

MANAJEMEN PSDS akan bergera cepat dalam menghadapi kompetisi Divisi I musim 2011/2012 mendatang.
Sebelumnya, tim traktor kuning itu sempat melakukan serangkain pertandingan ujicoba dengan klub lokal dengan hasil yang belum memuaskan. Untuk itu, manajemen kembali berencana menggelar pemusatan latihan atau training camp pada awal Januari .

Berdasarkan pengalaman, TC dilakukan dengan menggenjot fisik para pemain. Selain itu, hal yang paling mendesak adalah membangun karakter dan kebersamaan di dalam tim.

”Kita sudah saksikan hasil pertandingan tadi, para pemain terlalu lambat bangkit,” bilang Manajer PSDS H Datuk Selamat Ferry saat ditemui di Stadion Baharoeddin Siregar, Rabu (21/12) Lubuk Pakam usai menyaksikan pertadingan ujicoba.

Manajemen telah mempersiapkan sarana pemusatan latihan berupa tempat penginapan di mes Pemkab Deli Serdang, serta sarana tanah lapang di Stadion Bahareoddin Siregar. Namun, kegiatan pemusatan pelatihan itu, maksimal dimulai awal Januari tahun 2012 mendatang.

Alasan digelarnya pemusatan pelatihan pada bulan Januari silam, karena Desember ini, waktunya tanggung untuk mengelar TC. “Sebentar lagi kita libur akhir tahun, sehingga jadwalnya kurang tepat. Namun di Januari kita berkonsentrasi,” bilangnya.

Pelatih PSDS, Dosman Sagala mengatakan TC akan digelar awal Januari dengan konsentrasi akan lebih menegakkan disiplin dan membangun kebersamaan terhadap seluruh skuad PSDS musim 2011/2012. “Kunci keberhasilan sebuah tim, pada disiplinnya,” katanya.

Dalam TC nanti managemen tegas bahkan tidak ada tawar menawar, musim ini PSDS harus lebih menegakkan disiplin. Dilanjutkanya, bahwa dua bulan terakhir ini tim PSDS sudah mengelar latihan bersama namun belum terpusat.
Kemudian lanjutnya, dalam TC nantinya pihaknya akan mengenjot mengenai latihan fisik para pemain. “Kita akan bekerja keras, saya berharap PSDS dapat memberikan prestasi lebih baik,” tegas pria yang pernah memperkuat tim Pelita Jaya itu.(btr)

Maduma Termotivasi Kakak

MEDAN-Rasa iri yang membuncah melihat sang kakak Sadarmawati Simbolon bisa mengelilingi kota-kota besar di Indonesia, memicu motivasi Maduma Simbolon untuk juga menekuni cabang olah raga. Tak tangung-tangung cabor yang dipilih pun sama dengan sang kakak, yakni tinju.

“Ketika saya baru tamat SMA pada tahun 2007 dan melanjutkan kuliah di Medan, saya melihat kaka saya Sadarmawati berjalan-jalan ke banyak kota di Indonesia. Ini membangkitkan rasa penasaran saya sehingga ingin melakukan hal yang sama,” ucap Maduma kepada wartawan Sumut Pos, Rabu (21/12).

Selanjutnya Maduma yang dilahirkan pada 6 Agustus lalu mengatakan bahwa sukses yang diraihnya dan sanga kakak tak terlepas dari dukungan orang tua serta seluruh keluarga.

Apalagi dari hasil bertinjunya ini cukup bisa meringankan beban orang tuanya dalam membiayai pendidikannya hingga mencapai sarjana.

Sepanjang karirnya, sarjana ilmu komputer Budi Darma ini telah meraih berbagai prestasi membanggakan. Puncaknya adalah ketika dirinya meraih medali emas Pra PON yang berlangsung 12-16 Desember lalu.

Beberapa prestasi yang pernah diraih Maduma antara lain menempati peringkat ketiga Kejurnas tinju di Aceh pada tahun 2009. Selanjutnya pada tahun 2010 meraih juara dua di sarung tinju emas (STE) di Kota Makassar.

“Pastinya saya takkan berhenti di situ. Masih banyak yang ingin saya lakukan,” bilang Maduma. (mag-10)

PSSI Takut Berikan Sanksi kepada Persipura

JAKARTA – Setelah sempat tertunda dengan berbagai alasan, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada “Sriwijaya FC terkait keikutsertaan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu di kompetisi Indonesian Super League (ISL).

Seperti sembilan klub yang sanksinya sudah diputus sebelumnya, Sriwijaya FC juga dijatuhi sanksi didegdradasi ke Divisi Utama pada musim 2012/2013. Selain itu Sriwijaya FC juga dikenai denda Rp500 juta plus serta larangan melakukan transfer pemain manapun di musim 2011/12 termasuk melakukan aktivitas di TMS (Transfer Matching System).

Sembilan klub yang terlebih dulu diberi sanksi yang sama adalah Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Persidafon , dan Persiwa Wamena.

“Sriwijaya FC atau PT Sriwijaya Optimis Mandiri, sebagai klub profesional 2011/12 PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dibawah yuridiksi PSSI, bahwa pada tanggal 17 Desember lalu sudah dijadwalkan ada pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Tapi dibatalkan karena menolak tampil,” kata Catur Agus Saptono, pengurus PSSI, dalam press conference di kantor PSSI kemarin sore.

Selain Sriwijaya, Komdis juga memutuskan sanksi untuk PSIM Jogjakarta dan Persita Tangerang. “Kedua klub itu dijatuhi sanksi yang serupa dengan Sriwijaya FC hukuman yang sama. Tapi jumlah dendanya hanya Rp250 juta karena level mereka yang di Divisi Utama.

Berani kepada tim lain, tapi Komdis PSSI sepertinya tidak punya nyali kepada juara ISL musim 2010/2011 Persipura Jayapura. Sampai kemarin Komdis belum berani menjatuhkan sanksi kepada klub yang hak nya tampil di Liga Champions Asia sudah melayang karena konflik di PSSI itu.

Menurut Catur,  PSSI masih terus berusaha melakukan rekonsiliasi dengan Persipura. Padahal tim besutan Jacksen F Tiago itu secara jelas-jelas sudah melakoni beberapa pertandingan ISL. Kabarnya PSSI terus membujuk Persipura untuk tampil di IPL.

“Untuk Persipura saat ini masih terus dilakukan pembicaraan rekonsiliasi dan Komdis belum bisa memberikan sanksi apa-apa. Ketua umum masih mengupayakan klub-klub ISL kembali. Tapi jika yang sudah menyatakan tidak mau pasti dihukum,” papar Catur. (ali/jpnn)

Optimalkan Passing Pendek

PSBL Langsa vs Sime Darby

Pada laga eksebisi lanjutan di Stadion Teladan, Rabu (21/12) malam, mempertontonkan PSBL Langsa kontra Sime Darby yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSBL. Laga kali ini merupakan laga sekasta. Pasalnya, saat ini PSBL berlaga di divisi utama dan Sime Darby juga berlaga di divisi utama Malaysia.

Namun, hasil pertandingan kali ini sangat kontradiktif dengan laga sebelumnya, Sime Darby mampu mengalahkan PSMS dengan skor 1-0. Tapi melawan tim selevel Sime Darby malah keok.

Pelatih PSBL Amrustian menuturkan, anak-anak asuhannya bermain cukup baik hari ini.

“Mereka terlihat bermain lepas dan memanfaatkan passing-passing pendek yang akurat,” tuturnya usai laga.
Menurutnya, pada laga kali ini timnya bermain cukup disiplin dan bertanding cukup padu.

Karena menurut pengamatannya, anak-anak asuhannya bermain kompak dan mampu memperlihatkan permainan one-two touch yang cukup apik, baik dalam keadaan bertahan maupun menyerang.

“Mereka main tik-tak cukup bagus, mungkin karena pemain kita lebih pendek-pendek, jadi lebih mudah melakukannya,” ujarnya berguyon.

Dengan kondisi lapangan yang masih belum benar-benar kering, menurut Amrustian, laga tersebut merupakan laga berat bagi timnya. “Ini laga berat karena lapangan tak mendukung, lapangan masih becek,” katanya.

Sementara itu, pelatih Sime Darby Ismail Zakaria berkilah, untuk melawan PSBL ia tak menurunkan tim inti pada babak pertama. Karena ia mengutamakan memberikan pengalaman kepada seluruh pemainnya.

Dengan menelan kekalahan, menurutnya bukan satu factor utama pertimbangan berkunjung ke Medan.
“Soal kalah-menang bukan yang utama. Namun, bagaimana agar semua pemain mendapatkan pengalaman yang sama saat melakukan lawatan ke luar negeri,” tuturnya.

Pada laga tersebut, di awal babak pertama pertandingan kedua tim menyuguhkan pertandingan yang cukup ketat, saling serang dan mematahkan serangan.

Namun, akhirnya PSBL bisa memecah kebuntuan pada pertengahan babak pertama dengan melesakkan sebuah gol.
Gol tersebut hasil umpan yang diarahkan ke pemain PSBL bernomor punggung 10 Dini Firmansyah. Lantas hasil umpan tersebut langsung disulurkan ke arah gawang Sime Darby yang tak bisa di antisipasi dengan baik. Skor 1-0 dibukukan dan bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, pertandingan berlangsung ketat. Kartu kuning pun dibukukan untuk pemain PSBL Rafsanjani.
Ingin menyusul ketertinggalan, pelatih Sime Darby praktis mengganti seluruh pemain dengan pemain cadangan yang ada. Praktis terjadi 11 pergantian pemain terjadi di babak kedua bagi Sime Darby, sedangkan PSBL hanya melakukan empat pergantian. Namun, hal tersebut tak mengubah pola permainan Sime Darby hingga skor tak berubah saat peluit panjang dibunyikan.(saz)

Puncak Klasemen

Cagliari  vs AC Milan

CAGLIARI- AC Milan kembali berhasil memetik poin penuh usai meraih kemenangan atas Cagliari dengan skor 2-0. Hasil ini membuat AC Milan merangsek ke posisi puncak klasemen sementara Serie A dengan 34 poin, menggeser Juventus yang mengumpulkan 33 poin.

Cagliari sempat memiliki peluang emas pada awal pertandingan, tepatnya di menit kedua. Memanfaatkan umpan Andrea Cossu, Thiago Ribeiro langsung melakukan tembakan, yang sayangnya membentur tiang gawang Milan.
Menit ke empat giliran AC Milan menyerang. Berawal dari umpan Ibrahimovic kepada Robinho yang langsung melepaskan kembali bola tersebut kepada Nocerino di mulut gawang lawan. Bermaksud menghalau bola, Francesco Pisano malah membuat bola masuk ke gawang sendiri dan membawa AC Milan unggul tipis 0-1.

Laga seakan jadi milik Milan setelah unggul cepat di menit ke empat. Tetapi Cagliari seakan terlecut untuk bisa meladeni permainan agresif Milan dengan pertahanan rapat dan skema serangan balik. Alhasil skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Rossoneri sama sekali tidak mengurangi intensitas dalam menyerang. Cagliari kali ini bermain lebih terbuka untuk mencoba menyamakan kedudukan agar tidak kehilangan muka di depan tifosinya sendiri.
Sayang, usaha Cagliari bermain terbuka kerap digagalkan lini belakang Milan. Alih-alih menyamakan kedudukan, Cagliari harus rela kembali di bobol oleh Milan, kali ini lewat Ibrahimovic yang sukses mengkonversi umpan Robinho di menit ke 61, dan membawa timnya unggul 2-0.

Unggul 2-0 membuat Milan menurunkan tempo permainan. Cagliari yang mencoba memanfaatkan penurunan tempo permainan lawan tetap saja gagal menembus solidnya lini belakang AC Milan yang kini di pimpin oleh Thiago Silva, sehingga skor tidak berubah hingga wasit Daniele Orsato meniup peluit tanda pertandingan usai. (bbs/jpnn)