26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1421

Peningkatan Karier Keperawatan Melalui Pengembangan Pendidikan Formal

Ilustrasi

Masrina Naomi Wulantari Simanjuntak, S.Kep, Ns., & Dr. Siti Zahara Nasution, S.Kp., MNS (Program Magister Ilmu Keperawatan USU)

Jenjang karir perawat adalah jalur serangkaian posisi pekerjaan yang ditempuh perawat melalui peningkatan kompetensi, baik diperoleh dari pendidikan formal, pendidikan
informal yang relevan, maupun pengalaman praktik klinis yang diakui, pengembangan jenjang karir perawat memiliki beberapa tujuan, yaitu: mengembangkan kompetensi prestasi perawat, meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, meningkatkan keselamatan pasien, mencegah burn out dan turn out, mengurangi subjektivitas dalam promosi berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan dan meningkatkan kualitas perawat.

Pengembangan karier perawat dalam bentuk jenjang karier perawat merupakan sistem untuk menggali potensi sesuai dengan bidang pekerjaan melalui peningkatan kompetensi yang menghasilkan kinerja yang profesional. Perawat harus terus terlibat secara aktif dalam pengembangan profesional berkelanjutan untuk mempertahankan standar asuhan keperawatan yang tinggi melalui praktik yang kompeten. Jenjang karier mempunyai makna
tingkatan kompetensi untuk melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangan klinis yang dimiliki perawat.

PKB (Pendidikan Keperawatan Berkelanjutan) adalah kegiatan mengembangkan keperawatan, terdiri dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat dalam
kapasitasnya sebagai praktisi, untuk mempertahankan, meningkatkan profesionalismenya sebagai perawat sesuai standar kompetensi yang ditetapkan dan untuk mempertahankan mutu perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Contohnya seperti pengalaman memberikan asuhan keperawatan, mengikuti pendidikan atau pelatihan, menulis penelitian, publikasi karya ilmiah dan pengabdian masyarakat merupakan kegiatan pada PKB.

Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan mengikuti
syarat- syarat tertentu yang telah ditetapkan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baik pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku perawat.

Pendidikan formal menjadi sangat penting bagi profesi keperawatan yang merupakan salah satu jenis pengembangan professional berkelanjutan bagi profesi keperawatan dan karena perawat yang paling dibutuhkan oleh sistem kesehatan saat ini adalah perawat dengan pendidikan level magister.

Pendidikan formal yang ada saat ini terdiri dari jenjang diploma keperawatan (D3 dan D4), profesi perawat, magister keperawatan (S2), ners spesialis, dan program doktor keperawatan. Pendidikan formal menjadikan seorang perawat untuk menjadi reflektif, kritis
terhadap diri sendiri dan mendorong diri sendiri, mengumpulkan dan menafsirkan informasi secara kritis, menghubungkan beragam konsep dan praktik secara komprehensif. Karena
pemikiran kritis dan praktik berbasis bukti diperlukan dalam pendidikan tinggi, setiap desain kurikulum diharapkan dapat mencapainya, terutama dalam disiplin klinis seperti keperawatan.

Pentingnya pendidikan formal juga tidak terlepas dari fungsi dan peran perawat
manajer. Manajer keperawatan yang merupakan agen perubahan memerlukan perencanaan dalam peningkatan karier keperawatan melalui pendidikan formal. Manajer keperawatan harus mampu mengenali (identifikasi) keinginan perawat untuk meningkatkan pendidikan
berkelanjutan dengan ikut serta pada aktifitas pendidikan yang sesuai dan bermutu tinggi.

Kebanyakan pada perawat pelaksana terkendala faktor-faktor seperti: pada keluarga, pada keuangan dan lain lain saat memutuskan untuk melanjutkan studi dan perawat menyadari
untuk menduduki jabatan tertentu perlu keilmuan yang lebih mendalam lagi dan di lapangan masih banyak perawat yang bekerja di rumah sakit berpendidikan akademi atau diploma III keperawatan bahkan SPK setingkat SMA.

Perawat sebagai suatu profesi memiliki body of knowledge (tubuh pengetahuan) yaitu ilmu keperawatan yang diperoleh dari pendidikan formal. Tenaga perawat adalah seseorang
yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi keperawatan, yang ditempuh di dalam negri maupun di luar negeri, diakui oleh pemerintah dan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, kelompok, atau masyarakat, baik sakit maupun sakit.

Perawat berperan sangat penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan karena kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat yang berkualitas menjadi salah satu dari kualitas pelayanan kesehatan.(rel)

Penutupan TMMD ke- 116 Sukses, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

petugas standby menjaga kelistrikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 Tahun Anggaran (TA) 2023 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berjalan dengan lancar dan aman dengan listrik yang andal.

Penutupan ini ditandai dengan kehadiran Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. H. Dudung Abdurachman, SE, MM di Lapangan Stadiun Desa Rambung Sialang, Kecamatan Sei Rampah pada Kamis (8/6/2023).

Serangkaian penyambutan Kepala Staf TNI Angakatan Darat dilakukan dengan memakai tengkuluk dan pakaian adat khas Melayu oleh Bupati Sergai dan Ketua TPPKK Kabupaten Sergai Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya.

Turut hadir Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. RZ. Panca Putra Simanjuntak, M.Si, Forkopimda Kabupaten Serdang Bedagai, para tamu undangan dan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Lubuk Pakam, Darwin Simanjuntak.

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya mengatakan program TMMD telah banyak membantu masyarakat dalam membangun infrastruktur di Kabupaten Serdang Bedagai. Berkat kolaborasi TNI dengan pemerintah daerah, kendala yang hadapi menghasilkan solusi jangka panjang.

“Melaksanakan kerja pembangunan memang bukan hal mudah, tapi lebih sulit lagi menjaga hasilnya. Maka dari itu saya pesankan kepada seluruh masyarakat Sergai untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai,” ujar Darma.

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Dudung Abdurachman bertindak sebagai Inspektur Upacara penutupan TMMD ke – 116 menyebutkan jika program inovasi TNI ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mengakselerasi program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan moral dan materiil sehingga kegiatan TMMD ke-116 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Saya juga ingin memohon maaf jika terdapat kata, sikap, atau tingkah laku prajurit yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” kata Dudung.

Dudung menambahkan dalam TMMD ke – 116 tahun 2023 ini, TNI Angkatan Darat telah melaksanakan kegiatan di 50 Kodim di seluruh Indonesia secara serempak. Program ini, melibatkan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, serta kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara, hukum nasional, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan kesehatan.

Ditempat terpisah General Manager PLN UID Sumatera Manager Awaluddin Hafid menyampaikan, PLN terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat. Terbukti berbagai event Nasional dan Internasional sukses dilaksanakan di Sumatera Utara.

“Sumatera Utara kembali menjadi tuan rumah acara penutupan TMMD ke – 116 tahun 2023. Untuk itu, PLN telah menyiagakan skema terbaik dalam mensukseskan acara tersebut dengan menghadirkan layanan listrik yang handal,” ungkap Awaluddin.

Untuk mensukseskan acara penutupan TMMD ke – 116 tahun 2023. PLN mensiagakan personil sebanyak 20 orang tersebar di 3 lokasi berbeda. Tidak hanya itu, PLN juga menyiapkan 2 penyulang dan 3 buah Genset dengan kapasitas 50 kVA dalam menjaga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah penutupan TMMD ke – 116 tahun 2023 berjalan lancar dan kelisrikan juga aman hingga akhir acara. Kami (PLN) senantiasa siap dan sigap dalam mensukseskan berbagai event di Sumatera Utara dengan menghadirkan pasokan kelistrikan yang cukup dan andal,” pungkas Awaluddin. (rel/ila)

Srikandi Ganjar Bersama HIMRCI VC Ajak Perempuan Milenial Kumpul dan Bermain Voli

Srikandi Ganjar Sumut bersama tim Volly HIMRCI VC memberikan bola kepada perwakilan perempuan Milenial di Lapangan Voli, Jalan Tuba IV, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/06).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Srikandi Ganjar Sumatera Utara (Sumut) memiliki cara asyik untuk bisa merangkul komunitas dan kalangan muda.

Terbaru, perempuan pendukung Ganjar Pranowo bersama tim Volly HIMRCI VC menggelar kegiatan bertajuk ‘Ngumpul Bareng Sambil Volly’.

Kegiatan yang diikuti oleh perempuan milenial itu dilaksanakan di Lapangan Voli, Jalan Tuba IV, Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/06).

Kordinator Wilayah Sumut, Firda Annisa Sirait mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang silatuhrami antara Srikandi Ganjar dan para perempuan di wilayah Medan Denai.

Dia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya sekadar kumpul dan berdiskusi, tetapi mengasah kemampuan lewat olahraga voli.

“Kegiatan kumpul bareng sangat bermanfaat karena sekaligus kami mengasah skill dengan bermain voli bersama. Kami tahu bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ungkap Firda di sela kegiatan tersebut, Jumat.

Dia menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan bermanfaat tersebut dan mendukung para milenial khususnya perempuan yang ingin berolahraga.

Hal itu sejalan dengan program kerja Ganjar Pranowo yang selalu memfasilitasi para generasi millenial untuk terus mengasah kemampuan baik di bidang olahraga maupun lainnya.

Sukarelawan Srikandi Ganjar itu juga memberikan bola voli kepada para komunitas tersebut.

Pemberian itu sebagai bentuk apresiasi dan support sukarelawan itu kepada masyarakat.

“Semoga sedikit bantuan ini dapat memunculkan atlet-atlet hebat dalam bidang voli nantinya,” harap Firda.

Di sela kegiatan tersebut, Firda tidak lupa memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada para peserta yang hadir. (rel/tri)

Dukung Pemberantasan Terorisme, Inalum Berikan Bantuan Pemulihan Kepada Penyintas

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) saat memberikan bantuan kepada 40 penyintas terorisme berupa dana pendidikan, pengembangan usaha dengan total 100 juta rupiah

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberikan bantuan kepada penyintas tindak pidana terorisme di Wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia (RI) dan Forum Silaturahmi Penyintas (FORSITAS) Sumut, Inalum memberikan bantuan kepada 40 penyintas terorisme berupa dana pendidikan, pengembangan usaha dengan total 100 juta rupiah.

Bantuan ini merupakan komitmen Inalum dalam mendukung pemberantasan terorisme dan usaha perusahaan dalam memulihkan korban terorisme di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Vice President CSR INALUM, Ali Hasian menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan penyintas terorisme di Sumatera Utara. Ia berharap bantuan tersebut bisa berguna untuk para penyintas dan mempercepat pemulihan psikologis dan mental para penyintas.

“Inalum berkomitmen untuk bisa menjadi bagian dari pemulihan korban aksi terorisme dengan berbagai cara, salah satunya dengan berkolaborasi dengan BNPT. Semoga, kolaborasi ini bisa menjadi cahaya baru dalam kegelapan yang dihadapi para Penyintas sehingga bisa memberikan harapan baru kepada para korban untuk dapat kembali beraktivitas, berkarya, dan berkontribusi kepada Indonesia,” ujar Ali.

Inalum memberikan bantuan Rp 100.000.000 yang diberikan kepada 40 orang penyintas (Rp 2.500.000). Adapun bantuan ini ditujukan untuk dipergunakan sebagai bantuan dana pendidikan, pengembangan usaha serta sebagai bentuk dukungan Inalum dalam pemulihan psikologi penyintas.

Melalui kolaborasi antara Inalum, BNPT, dan FORSITAS diharapkan seluruh korban tindak pidana terorisme yang mengikuti kegiatan Forum Silaturahmi Penyintas (FORSITAS) serta masyarakat untuk bisa menjaga perdamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa, juga menyamakan visi serta misi, bahwa terorisme merupakan musuh bersama yang harus diperangi.

Diharapkan Forum Silaturahmi Penyintas (FORSITAS) ini akan menciptakan kemitraan strategi antara BNPT dan Penyintas dalam penanggulangan terorisme, khususnya dalam penyebaran pesan perdamaian di lingkungan masyarakat. Kemudian terwujudnya rasa saling menguatkan dan saling memotivasi diantara sesama Penyintas untuk bangkit dan berkontribusi di masyarakat, serta terimplementasi peran negara dalam rangka memberi pendampingan dan pemulihan kepada warga negara pasca aksi terorisme.(rel/tri)

Tergiur Kerja Jadi Baby Sitter, Sugianti Malah Dibunuh

Muhammad Riski Pratama, pelaku pembunuhan terhadap Sugianti yang mayatnya ditemukan di ladang ubi, duduk di kursi roda setelah kakinya ditembak petugas Satreskrim Polres Tebingtinggi karena melawan saat akan ditangkap.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Upaya pelarian Muhammad Riski Pratama (19), berakhir di Dumai, Provinsi Riau, Rabu (7/6/2023). Pelaku pembunuhan terhadap Sugianti (23), warga Dusun I Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai (Sergai), yang ditemukan membusuk di ladang ubi Dusun I Desa Kutabaru, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, Selasa (6/6) sore itu, diamankan petugas dari tempat persembunyiannya.

“Pelaku diamankan di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kapai, Kota Dumai, Provinsi Riau tepatnya di Simpang Kawasan Industri Dumai, Rabu (7/6) sore. Dalam penangkapan itu, pelaku sempat melawan kepada petugas, sehingga petugas terpaksa memberikan timah panas di kedua kakinya,” kata Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi di halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan, Jumat (9/6)

Menurut Kasat Reskrim AKP Rudianto J Silalahi, pelaku dijerat dengan Pasal 338 Subs 365 ayat 3 dari KUHPidana. “Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, satu unit handphone merek Vivo Y12S dengan kerugian material sebesar Rp25 juta, dimana satu unit sepeda motor Vario BK 3046 NAV milik korban belum ditemukan. Sedangkan motif pembunuhan adalah faktor ekonomi,” jelasnya.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah mayat korban ditemukan di ladang ubi, dalam kondisi membusuk. Penemuan mayat korban ini membuat heboh, sehingga korban akhirnya diketahui bernama Sugianti, warga Dusun I Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai (Sergai).

Menurut suami korban, Diky Suhendra (27), istrinya telah menghilang sejak dua minggu lalu usai berpamitan kerja. Selama dua minggu, Suhendra mencoba mencari keberadaan istrinya tetapi tidak diketemukan. “Ketika heboh penemuan mayat perempuan di kebun ubi milik warga, kami mendatangi lokasi. Setelah melihat ciri ciri pada mayat tersebut, ternyata itu jenazah istri saya,” ungkap Suhendra.

Menurut pengakuan tersangka, Muhammad Riski Pratama, pada Bulan Mei lalu, dia membuat lowongan kerja sebagai baby sitter di akun media sosialnya. Korban Sugianti yang membaca lowongan kerja tersebut merasa tertarik, lalu menanyakan soal pekerjaan tersebut melalui pesan inbox kepada pelaku.

Empat hari berselang, tepatnya tanggal 22 Mei 2023, korban dan pelaku akhirnya bertemu. Dengan mengendarai sepeda motor Vario BK 3046 NAV, korban datang ke rumah pelaku di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kota Tebingtinggi untuk melihat lokasi kerjanya.

Sesampainya di rumah pelaku, korban langsung diajak masuk ke rumah. Mereka hanya berdua di dalam rumah tersebut. Namun, ada warga yang melihat pelaku dan korban berduaan di dalam rumah, menegur dan menyuruh agar korban keluar dari rumah itu.

Setelah korban pergi, tak lama berselang pelaku juga pergi dengan berjalan kaki. Namun saat ia melintas di Jalan Taman Bahagia, tepatnya di kawasan rel kereta api Makam Pahlawan Kota Tebingtinggi, dia melihat korban sedang duduk di atas sepeda motornya. Lantas dia pun menghampiri.

Sempat berbincang, kemudian pelaku mengajak korban jalan-jalan menuju Kota Pematangsiantar dengan berboncengan mengendarai sepeda motor korban. Sekira pukul 13.00 WIB, pelaku dan korban kembali ke Kota Tebingtinggi. Pelaku pun membawa korban ke ladang ubi milik warga di Dusun I Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai.

“Saya membawa korban ke ladang ubi tersebut dengan alasan ingin mengambil buah manggis. Saat dia lengah, saya memitingnya dari belakang dengan tangan kanan sambil melakukan pelecehan terhadap korban. Setelah korban lemas, saya dudukkan dia lalu melilitkan tali tas ke leher korban sebanyak dua lilitan,” bebernya.

Setelah mengikat leher korban, pelaku kemudian mengambil tas korban yang didalamnya berisikan 1 unit handphone dan kunci sepeda motor. Setelah itu, dia pun membawa kabur sepeda motor korban ke Medan.

“Saya jual sepeda motornya di wilayah Belawan dengan harga Rp2 juta. Kemudian tanggal 2 Juni 2023, saya berangkat menuju Dumai untuk menghilangkan jejak. Dalam pelarian itu, saya selalu dihantui arwah korban,” akunya. (ian)

23 Tahun STIM Sukma, Gelar Donor Darah dan Periksa Kesehatan Gratis

TUMPENG: Ketua STIM Sukma Dr Wardayani (kanan) menerima nasi tumpeng dalam ulang tahun STIM Sukma, Jumat (9/6) - DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA.

SEKOLAH Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma menggelar donor darah dalam rangka memperingati 23 tahun kampus calon manajer dan profesional muda tersebut, Jumat (9/6).

Selain donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, ulang tahun juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemotongan nasi tumpeng.

Sebelumnya diadakan muhasabah pengembangan karakter untuk mahasiswa dan manajemen yang disampaikan Ustadz Abu Azka.

Ketua STIM Sukma Dr Wardayani MSi berharap kehadiran 23 tahun STIM Sukma yang telah mendapat kepercayaan luas masyarakat. ”Kita mengambil tema: From Trash to Treasure. Tujuannya agar apapun nanti yang dilakukan oleh kampus, semuanya punya nilai baik dan salah satunya untuk masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa banyak program yang dilakukan kampus. Salah satunya kegiatan yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan dan juga lingkungan serta kemanusiaan. Diantaranya donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Sebelumnya bersama Yayasan Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI), kampus terlibat dalam aksi kebersihan Ayo Lihat Sampah Ambil (Lisa).

Hadir pada acara puncak perayaan ulang tahun yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, adalah Ketua Yayasan STIM Sukma Syamsul Bahri didampingi Istu Ponini yang pernah menjabat sebagai ketua STIM Sukma.

Sembari mengutarakan sejarah berdirinya kampus pada 23 tahun lalu, Ketua Yayasan STIM Sukma Syamsul Bahri berterima kasih pada sivitas akademi terutama kegigihan dan kerja keras pengelola STIM Sukma hingga semakin baik mendidik para mahasiswa.

Ia pun berharap STIM Sukma akan semakin baik di masa mendatang. Bahkan dapat go international seiring dengan terjalinnya kerja sama STIM Sukma dengan beberapa perguruan tinggi di Turki dan Malaysia.

Selanjutnya Yan Djuna, staf ahli non-akademik dan kepala Career Development Center (CDC) selaku koordinator kegiatan donor darah menyampaikan bahwa kegiatan dimaksudkan untuk mengajarkan mahasiswa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian kesetiakawanan sosial, sekaligus mengimplementasikan program SUCITA (Sukma Cinta Alam dan Lingkungan) yang sedang digalakkan di lingkungan kampus.

Saat ini STIM Sukma Medan membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024 dengan kemudahan uang kuliah murah. Kuliah dapat dilakukan secara online sehingga yang beralasan tak punya biaya dan waktu untuk bisa kuliah.

Tersedia program studi S1 Manajemen bidang pariwisata, pemasaran, informatika, keuangan dan D3 perkantoran bagi yang berminat kuliah. Ada fasilitas beasiswa yayasan hingga 100 persen, KIP dan fasilitas uang kuliah yang dapat dicicil hingga 10X, mulai dari 3 jutaan rupiah untuk kuliah D3 per tahun dan 6 jutaan rupiah untuk kuliah S1 per tahun untuk program studi S1 Manajemen.

STIM Sukma Medan didirikan pada 9 Juni 2000. Pernah beroperasional di Jalan Laksana dan Jalan Sisingamangaraja sampai akhirnya memiliki gedung sendiri di Jalan Sakti Lubis dengan akreditasi baik sekali.

Dengan tagline kampus calon manajer dan profesional muda yang unggul dipastikan lulusan dapat bekerja di perusahaan dan industri terbaik dimana pun di tanah air. Atau bila tidak bekerja, menjadi entrepreneur yang tangguh karena kampus STIM Sukma Medan mempersiapkan mahasiswa menjadi kedua hal tersebut.

Dari target 100 kantong darah, kegiatan donor darah dan pemeriksaaan kesehatan gratis, hasil kerja sama kampus dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang diketuai H Musa Rajekshah dan Hospitality Happiness, terkumpul 46 kantong darah yang terdiri dari golongan darah A, B, AB dan O. Ada ratusan orang calon pendonor yang hadir yang juga memeriksakan kesehatannya.

Hadir juga dalam kegiatan ini para dosen, staf dan mahasiswa STIM Sukma serta undangan yang terdiri dari mitra kampus yang turut melakukan donor darah dan pemeriksaan kesehatan.

Harapan dari kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan ini adalah dilakukan per 3 bulan sekali dengan melibatkan Kelurahan Sitirejo I.

”Alhamdulillah pada hari ini Bapak Lurah Anto Malau dan jajaran kepala lingkungan bisa hadir dan ikut juga donor darah,” katanya.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi yang telah meluangkan waktu untuk kesuksesan donor darah, pemeriksaan kesehatan dan muhasabah pengembangan karakter.

”Selamat ulang tahun untuk STIM Sukma Medan. Sukses dan berjaya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. Ayo kuliah di STIM Sukma Medan,” kata Yan Djuna. (dmp)

50 Dosen Ikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

PELATIHAN: Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elusabeth Purba MKes menyampaikan sambutan pada pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional, Jumat (9/6) - DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

SEBANYAK 50 dosen bidang sosial dan eksakta dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumut mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional di Hotel Four Points by Sheraton Medan pada 9-10 Juni.

Pelatihan dilaksanakan Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kementerian Dikbud Ristek bekerja sama dengan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia.

Pelatihan dibagi dalam enam sesi. Sesi pertama: Judul, Baris Kepemilkan, Abstrak dan Kata Kunci, sesi dua: Pendahuluan, Pendekatan dan Metode serta sesi tiga: Hasil, Pembahasan dan Simpulan.

Sesi empat: Kebahasaan Artikel Ilmiah, sesi lima: Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Penulisan Artikel Ilmiah Internasional serta sesi enam: Etika Publikasi. Kemudian ada dua sesi pendampingan kepada peserta pelatihan yakni: penyampaian hasil telaah dan perbaikan naskah.

Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes berterima kasih karena pelatihan ini sudah lama dinantikan. Ia pun berterima kasih pada Kementerian Dikbud Ristek atas bimbingan mewujudkan dosen yang profesional serta mampu melaksanakan tugas dan kewajiban.

Melalui pelatihan ini, rektor USM Indonesia berharap dapat saling berbagi pengalaman dan berkolaborasi yang akan membawa peningkatan kualitas mutu penelitian dan kualitas pendidikan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

”Kita berharap dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan baik dan benar, terstruktur dan sistematis hasil-hasil penelitian dalam bentuk naskah yang dipublikasikan di jurnal internasional. Sebagai bukti kinerja dan pengakuan ilmiah para dosen,” kata Ivan Elisabeth Purba.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD mengutarakan harapan agar kedepan penulisan artikel ilmiah internasional para dosen menjadi lebih baik.

Diakui Saiful Anwar Matondang, budaya di Indonesia kebanyakan ngomong-ngomong atau cakap-cakap. Tapi budaya menulis sangat rendah. Beda dengan Tiongkok, India dan Eropa dimana budaya menulis dan membacanya sudah bagian penting dari kehidupan.

Dalam kesempatan ini, Saiful Anwar Matondang yang menjabat kepala LLDikti Sumut 21 Desember 2022 ini juga memaparkan dari hampir 1.300 dosen perguruan tinggi swasta di Sumut baru ada 68 guru besar karena terkendala tidak ada publikasi internasional dalam jurnal bereputasi.

Saiful Anwar Matondang yang pernah 12 kali menjadi ketua hibah penelitian dan 9 kali anggota hibah penelitian pun berharap pelatihan ini akan berdampak dengan semakin banyak dosen meraih hibah penelitian dan semakin guru besar di Sumut.

Yoga Dwi Arianda ST menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. Ia berharap peserta menyerap seluruh ilmu yang diberikan oleh nara sumber yang akan menyampaikan materi dan pendampingan.

Turut hadir dari USM Indonesia Idawati Purba SE MSi (wakil rektor II)
Ns Johansen Hutajulu A, SKep MKep PhD (wakil rektor III) dan Adiansyah, SSi MSi (kepala LPPM).
Turut hadir perwakilan dari Dirjen Kemendikbutristek yakni Koordinator Kekayaan Intelektual dan Publikasi Yoga Dwi Arianda ST, M Zudhy Irawan, Achmad Nizar Hidayanto, Amirul Mukmini, Dian Fiantis, Suminar S Achmadi, Siti Nuraini dan Jaka Sriyana.

Peserta pelatihan berasal dari USU, Unimed, UIN Sumatera Utara, USM Indonesia, UMSU, UMN Al-Washliyah, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Prima Indonesia, Universitas Medan Area, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Asahan dan Universitas Mahkota Tricom Unggul.

Kemudian Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Universitas Quality, Universitas Graha Nusantara, Universitas Simalungun, Universitas Potensi Utama, Institut Kesehatan Medistra, Institut Kesehatan Helvetia, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, STIM Sukma, STKIP Amal Bakti dan STMIK Triguna Dharma. (dmp)

Pemborong Lakukan Kelalaian, YUU Contempo Siap Patuhi Aturan Melalui Penyesuaian Bangunan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembang komplek perumahan Yuu Contempo yang beralamat di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, membantah semua tudingan yang mengatakan bahwa bagunan perumahan Yuu Contempo tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan tegas, pihak Perumahan Yuu Contempo menyebutkan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Mereka pun memastikan, bahwa semua pembangunan yang dilakukan di dalam areal komplek perumahan Yuu Contempo sudah mengantongi IMB.

“Kami pertegas disini, bahwa komplek perumahan Yuu Contempo yang saat ini dalam proses pembangunan, memiliki Izin Mendirikan Bangunan. Bila ada yang menyebutkan tidak memiliki IMB, maka kami pastikan tudingan itu sama sekali tidak benar,” ucap Legal Coroporate Yuu Contempo, Ferik didampingi Helendri kepada wartawan, Jumat (9/6/23).

Hanya saja, kata Ferik, pada proses pembangunan, terdapat sedikit kesalahan akibat kelalaian yang dilakukan pihak pemborong. Kelalaian itu berupa tinggi tembok bangunan yang melebihi dari tinggi yang tercantum di dalam izin.

“Sebenarnya permasalahannya hanya ada di tembok bangunan, pihak kontraktor mendirikan tembok dengan tinggi 5 meter, sementara seharusnya tingginya itu 3 meter. Jadi bukan tidak ada izin, hanya ada sedikit kesalahan berupa ketidaksamaan antara tinggi bangunan dengan izin yang ada. Kita juga mengakui adanya kesalahan akibat kelalaian pihak pemborong tersebut,” ujarnya.

Tak hanya mengakui adanya kesalahan berupa tinggi tembok yang melebihi izin, pihaknya selaku pengembang komplek perumahan Yuu Contempo juga siap mematuhi aturan melalui penyesuaian bangunan.

Dalam artian, pihaknya siap melakukan pembongkaran terhadap tinggi tembok yang menyalah tersebut. Dengan kata lain, pengembang komplek perumahan Yuu Contempo bersedia membongkar kelebihan tinggi tembok, yakni dari 5 meter menjadi 3 meter agar sesuai dengan izin yang ada.

“Dan pembongkaran (kelebihan tinggi tembok) itu sudah kita lakukan dengan disaksikan pihak Satpol PP dan Dinas Perkim Kota Medan. Jadi sebenarnya permasalahannya itu hanya pada tinggi tembok, tapi kita (Yuu Contempo) justru dituding tidak memiliki IMB. Jelas kita bantah tudingan itu, dan kita pertegas bahwa Yuu Contempo memiliki IMB,” katanya.

Dengan adanya informasi yang menyesatkan tersebut, jelas Ferik, pihaknya merasa sangat dirugikan. Lantaran, konsumen yang telah membeli rumah di Komplek Yuu Contempo merasa resah.

“Oleh sebab itu harus kita luruskan, agar konsumen yang sudah membeli unit (rumah) kepada kita tidak lagi merasa resah. Sebab rencananya kita akan membangun 119 unit rumah di komplek Yuu Contempo, dan saat ini yang sudah dibangun sebanyak 41 unit,” jelasnya.

Ferik pun menduga, melebarnya informasi Yuu Contempo yang dituding tidak memiliki IMB adalah karena permasalahan tembok yang dibangun di bagian belakang komplek. Padahal, tembok tersebut didirikan di atas tanah pihak pengembang komplek perumahan Yuu Contempo.

“Namun ada pihak yang merasa dirugikan atas berdirinya tembok itu, sehingga saat ini permasalahan tembok itu sedang dalam perkara di Pengadilan,” pungkasnya.
(map)

Laporan Ketua Demokrat Labuhanbatu Terkait Denny Indrayana, Ditolak SPKT Poldasu

LAPORAN: Ketua DPC Partai Demokrat Labuhanbatu, H Mukhlis Hasibuan didampingi Sekretaris Partai Demokrat DPC Labuhanbatu, H Ibrahim di Gedung SPKT Polda Sumut untuk membuat lappran, Jumat (9/6/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Ketua DPC Partai Demokrat Labuhanbatu versi Moeldoko, H Mukhlis Hasibuan hendak melaporkan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamenkumham RI), Prof Denny Indrayana ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Jumat (9/6/2023).

Denny dilaporkan, karena diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Moeldoko, yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat sesuai dengan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada 5 Maret 2021 kemarin.

“Jadi, kami laporkan Denny Indrayana karena videonya viral di media sosial (Medsos) yang mengatakan bahwa Moeldoko mencopet Partai Demokrat. Jadi, tidak benar kalau ketua umum kami dikatakan mencopet partai. Jelas bahwa Bapak Moeldoko itu ketua umum terpilih berdasarkan keputusan dan dukungan dari beberapa unsur dan pengurus partai,” sebut Mukhlis Hasibuan didampingi Sekretaris Partai Demokrat DPC Labuhanbatu, H Ibrahim, di SPKT Polda Sumut.

Menurutnya, Denny Indrayana hendak dilaporkan karena ucapannya itu merupakan suatu kebohongan. “Tidak baik seorang profesor begitu ucapannya, harusnya jangan dia menyebut mencopet. Kami minta jangan diulangi lagi bahasa mencopet Partai Demokrat,” pintanya.

Dijelaskannya, langkah membuat laporan itu merupakan inisiatifnya sendiri karena adanya dugaan penghinaan yang viral itu.

“Kami akan berkomunikasi juga dengan pengurus DPD dan DPP Partai Demokrat. Jadi, sekali lagi saya tegaskan, Bapak Moeldoko bukan pencopet partai,” tegasnya.

Tapi, ketika membuat laporan, pihak SPKT Polda Sumut belum bisa menerimanya.

Menurut petugas SPKT, harus Moeldoko langsung yang membuat laporan, sebagai orang yang dirugikan.

“Jadi, tim hukum kami akan berkomunikasi dengan tim hukum DPP. Kami akan melaporkan dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Denny Indrayana ini,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya kedatangan pihak DPC Partai Demokrat Labuhanbatu tersebut untuk melaporkan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamenkumham RI), Prof Denny Indrayana. Tetapi, laporannya ditolak petugas SPKT Polda Sumut, karena memang harus yang bersangkutan (Moeldoko, red) yang melapor. “Iya benar, harus yang bersangkutan yang melapor,” ujarnya. (dwi)