27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 14222

Peran dan Fungsi Perpustakaan Sekolah

Dalam proses pembelajaran di sekolah diperlukan sarana penunjang berupa buku pelajaran peserta didik, buku pegangan guru dan buku referensi. Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik.

Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Masalah mencerdaskan peserta didik melalui buku pelajaran di sekolah-sekolah sudah menjadi keharusan sesuai dengan kebutuhan dari pangsa pasar.
Berdasarkan data masing-masing perpustakaan sekolah, diketahui minat peserta didik untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah sangat rendah, sehingga hal ini menjadi suatu kesenjangan yang perlu di cari solusinya agar dapat memotivasi peserta didik berkunjung ke perpustakaan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar demi mencerdaskan anak bangsa.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini memberikan dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.

Maka, pemerintah melalui dinas pendidikan nasional selalu memfokuskan perhatian terhadap perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai 20%. Melalui kementerian pendidikan nasional telah mencanangkan proyek pengadaan  buku di lingkungan dinas pendidikan nasional demi pemerataan materi pembelajaran di seluruh sekolah-sekolah yang ada di Negara Republik Indonesia.

Pihak sekolah atau manajemen sekolah di harapkan pro aktif mengajukan proposal kebutuhan buku di masing-masing sekolah sesuai dengan satuan pendidikan untuk memperoleh data autentik di Kementerian Pendidikan Nasional.
Selain pemerintah, kepala sekolah dapat memberdayakan komite sekolah yang menjadi provider terhadap stakeholder yang perduli terhadap kemajuan pendidikan untuk dapat menyumbang buku yang di butuhkan sekolah, dan manajemen sekolah mengalokasikan anggaran dana komite sekolah dalam pengadaan buku perpustakaan sebagai skala prioritas setiap tahunnya.

Ketersediaan buku pelajaran di perpustakaan sekolah, serta kemauan membaca buku secara tekun dan sistematik, akan menjadikan seseorang peserta didik memiliki tambahan pengetahuan yang berharga sebagai bekal keberhasilan studi dari peserta didik.

Penulis mengharapkan, peserta didik hendaknya memiliki semboyan “gemar membaca“. Gemar membaca adalah salah satu sikap yang paling akurat untuk memperoleh pengetahuan melalui buku perpustakaan demi meningkatkan hasil belajar peserta didik secara khusus dan anak bangsa secara umum. Salah satu cara implementasi dari sikap gemar membaca adalah memberi kemudahan tanpa mempersulit didik menjadi anggota perpustakaan di sekolahnya tanpa harus menunggu peserta didik untuk mendaftarkan diri menjadi anggota.

Pengertian perpustakaan adalah suatu unit kerja berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan pustaka yang di kelola dan diatur secara sistematik dengan cara tertentu, untuk digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai sumber informasi.

Berdasarkan pengertian perpustakaan, berarti di dalam perpustakaan sekolah tersimpan kekayaan ilmu pengetahuan yang perlu digali dengan cara sering berkunjung, menemukan informasi yang diperlukan, mempelajari serta mengamalkan isi informasi yang sudah dibaca.

Ada beberapa peranan perpustakaan sekolah antara lain;

a) Melestarikan budaya bangsa berdasarkan menghimpun informasi, merawat informasi berarti melestarikan informasi, karena informasi yang tercetak atau non cetak itu hasil kreasi manusia atau hasil kebudayaan manusia.
b).Untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik yaitu perpustakaan yang dikelola dengan baik akan menjadi sasaran meningkatkan pengetahuan melalui gemar membaca.

c).Untuk memajukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  yaitu perkembangan pengetahuan manusia dari hari ke hari atau dari masa kemasa akibat jasa perpustakaan.

d).Kancah studi, kancah penelitian dan ajang konsultasi disiplin ilmu,  yaitu berdasarkan perpustakaan dan jasa perpustakaan, seseorang peserta didik dapat memilih manfaat untuk menambah ilmu pengetahuan.
Fungsi perpustakaan sekolah antara lain;
a). Untuk mendidik peserta didik lebih maju.
b). Memberi pelayanan prima tentang berbagai bidang ilmu.
c). Membantu pelayanan kepada seseorang peserta didik untuk melakukan riset, dll. (*)

Penulis: Drs Master  Manurung
Staf Pendidik SMKN 3 Medan

Inflasi Sumut 5 Persen

Target BI Medan Tahun 2012

MEDAN-Bank Indonesia Medan menargetkan inflasi di Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2012 bisa ditekan sebesar 5 persen dengan plus minus 1 persen. Kepercayaan Bank Indonesia Medan didasari perbaikan prekonomian di Sumut dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Hal itu tertuang dalam pertemuan tahunan perbankan Sumatera Utara di Bank Indonesia Medan di Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (13/12).

Menurut Pimpinan Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumut-Aceh, Nasser Atroft, rujukan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara itu bisa dilihat pada 2011 yang mencapai 6,70 persen plus minus 1 persen, atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada 2010 yang lalu sebesar 6,30 persen.

Keberhasilan Bank Indonesia Medan menekan inflasi dari tahun ke tahun ditopang oleh neraca perdagangan Sumut, dimana ekspornya (data hingga Oktober 2011) diperkirakan mencapai USD9,41 miliar atau meningkat 10,10 persen dibandingkan nilai ekspor pada tahun 2010 sebesar USD8,55 miliar, walau pun peningkatan ekspor disebabkan peningkatan harga komoditas di pasar internasional.”Pertumbuhan ekonomi Sumut yang terus berkembang membuat kita optimis, bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2012 mendatang masih menjanjikan,” yakin Nasser Atroft.
Selain itu, kata Nasser, berbagai pembangunan dalam program MP3EI Sumut, seperti di daerah Seimangke Kabupaten Simalungun yang diharap menjadi kawasan industri, jalan tol Belawan dan lainnya. Jelas ini akan menjadikan Sumut sebagai incaran para investor. Bahkan saat ini, Bappeda (Badan Percepatan Pembanguan Daerah) juga akan mengucurkan dana sekitar 2 kali lipat untuk pembangunan Sumut.

“Hal lain dapat dilihat, saat ini sudah di lelang proyek untuk pembangunan jalan tol Kualanamu, bila berhasil, maka akan semakin banyak investor yang masuk,” timpal Peneliti Madya Senior BI Sumut-Aceh, Mikael Budisatryo. Dirinya menyadarai, bahwa saat ini infrastruktur merupakan kendala nomor 1 di Sumut, sehingga membuat investor enggan untuk berinvestasi.

Bukan hanya jalan, listrik yang sering padam dan izin-izin lainnya termasuk menjadi kendala dalam berinvestasi. “Investasi kan harus menyediakan fasilitas, itu masalahnya yang menjadi kendala oleh sumut. Karena itu, MP3EI menjadi semangat bagi kita” imbuh Mikael. Optimisnya Sumut dalam mencapai target inflasi tersebut dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat, diiringi dengan level inflasi yang terkendali selama 2011.
Inflasi Sumut pada November 2011 tercatat sebesar 4,88 persen year on year (yoy) atau 3,21 persen year to date (ytd). Berdasarkan disagredasinya, inflasi inti sumut tercatat sebesar 5,15 persen (yoy). Sementara itu, inflasi volatile foods sebesar 4,67 persen (yoy) dan inflasi administered price (harga tertinggi) sebesar 3,86 persen (yoy). Mencermati pencapaian tersebut dan perkembangan harga, target inflasi Sumut 2011 sebesar 5,50 persen + 1 persen optimis dapat tercapai.

Dari penelitian Bank Indonesia Medan diketahui bahwa sebagian besar bahan makanan memiliki struktur pasar persaingan sempurna, namun derajat pengambilan keputusan di pelaku pasarnya, khususnya pedagang besar menyebabkan komoditas di pertanian bergeser menjadi peralihan pasar persaingan sempurna menjadi pasar oligopoli. Ditambah lagi, beberapa komoditas seperti jeruk, daging sapi, dan telur ayam ras bersifat downward price rigidity, atau kenaikan di tingkat produsen akan diikuti kenaikan harga di tingkat ritel atau pedagang eceran, tetapi bila ada penurunan harga dari produsen (petani atau peternak) tidak akan diikuti oleh pedagang eceran. (ram)

Pembobol Warnet Dibekuk

MEDAN- Polsekta Percut Sei Tuan membekuk empat tersangka pencuri perangkat warung internet (warnet) di hotel Heroes Jalan HM joni Medan, Senin (12/12) sore pukul 15.30 WIB. Keempat tersangka yang diamankan yakni Anto (30), warga Jalan Jermal Medan Denai, Ayu (28) dan Agus (19), warga Jalan Brigenjen Katamso Gang Kenanga Medan dan Sugiarto warga Bagansiapiapi, Riau.

Dari keempat pelaku, polisi menyita 10 unit komputer, 5 LCD dan 5 printer sebagai barang bukti. Sedangkan korbannya Ummi Fatimah (41), warga Jalan Selambo Medan Amplas telah membuat pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan. Keempat tersangka membobol warnet ZP di Pasar IX Tembung, Jumat (9/12) dini hari sekitar Pukul 03.00 WIB. Para pelaku masuk ke warnet setelah merusak gembok dan menjebol pintu. Selanjutnya, komputer tersebut dijual para pelaku setelah diinstal lagi di toko service komputer. (gus)

Dari Masyarakat untuk Masyarakat

Wali Kota Buka Jambore Posyandu Kota Medan 2011

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, membuka Jambore Posyandu Kota Medan 2011 di Lapangan Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Selasa (13/12) siang.

“Posyandu berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karenanya, kadernya diambil langsung dari masyarakat yang tidak memiliki kesibukan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya ibu dan anak. Dengan melakukan penimbangan dan pengukuran badan anak, imunisasi, pemberian makanan tambahan, pemeriksaan ibu hamil, dan pelayanan keluarga berencana,” kata Rahudman dalam kata sambutannya.

Dikatakan Rahudman, Jambore Posyandu ini merupakan rangkaian dari kegiatan revitalisasi posyandu yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum. Sedangkan secara khusus meningkatkan kinerja petugas kesehatan dan kader posyandu dengan meningkatkan kunjungan bayi dan anak di bawah lima tahun ke posyandu serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk memelihara kesehatannya.

“Untuk mendukung keberhasilan revitalisasi posyandu ini, maka dilaksanakan kegiatan pelatihan kader dan Jambore Posyandu. Di samping penyegaran bagi para kader, juga untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan ketrampilan kader sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal dalam kegiatan posyandu setiap bulannya,” ujarnya.

Lanjut Rahudman, bila kader posyandu memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Maka persoalan gizi buruk dapat teratasi. Selain itu, akan membantu pihak Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu dalam melayani kesehatan masyarakat. Karenanya, Rahudman berharap, melalui revitalisasi posyandu yang dilakukan ini dapat tercipta peningkatan strata posyandu menjadi posyandu mandiri untuk seluruh posyandu di Kota Medan.

Kepada seluruh warga yang bermukim di pinggiran sungai, hal ini terkait dengan cuaca ektrim yang terjadi saat ini sehingga rawan menyebabkan terjadinya banjir.

“Karenanya, saya minta kepada seluruh Camat untuk mewanti para warganya yang bermukim di bantaran sungai. Bagi warga yang ingin pindah, Pemko Medan telah menyediakan 7 tower/ rusunawa. Masing-masing rusunawa bisa menampung 98 kepala keluarga,” ujarnya.

Kadis Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi mengatakan, Jambore Posyandu ini merupakan puncak dari kegiatan revitalisasi posyandu yang sudah dilakukan. Pihaknya telah melakukan seleksi dan telah mendapatkan sekitar 1.406 kader posyandu. (adl)

Rawan Terdepak

Lazio vs Sporting CP

ROMA-Nasib Lazio untuk terus berkiprah di ajang Europa League benar-benar tak aman. Jikapun dinihari nanti mampu mengalahkan Sporting CP di Stadion Olimpico, posisi tim besutan Edi Reja harus menunggu hasil pertandingan antara Vaslui versus FC Zurich.

Jika pada pertandingan itu FC Zurich mampu menahan imbang apalagi mengalahkan Vaslui, maka kemenangan yang diraih Lazio atas Sporting akan tersia-sia, sebab meskipun Vaslui dan Lazio sama-sama mengumpulkan poin 6, namun Vaslui menang head to head atas Lazio (1-1 dan 0-0).

Belum lagi Edi Reja selesai menghitung seberapa besar peluang timnya untuk lolos dari fase grup Europa League, dirinya telah dihadapkan pada sebuah fakta betapa banyaknya pemain pilar Lazio yang terancam absen saat menjamu Sporting CP nanti.

Kemarin sejumlah pemain Lazio memeriksakan cedera yang mereka alami guna memastikan partisipasi mereka mengahadapi Sporting. Beberapa pemain yang terlihat antara lain Francelino Matuzalem, André Dias, Abdoulay Konko, dan Luciano Zauri.

“Kami benar-benar dalam posisi sulit. Di satu sisi kami harus tetap fokus pada pertandingan besok (hari ini, Red), tapi di sisi lainnya kami menghadapi masalah pelik akan bayaknya pemain yang cedera,” tandas Edi Reja, pelatih Lazio.
Sesungguhnya bukan hanya nama-nama yang disebut tadi saja yang bakal absen. Kiper utama Lazio Federico Marchetti pun dipastikan absen sebulan.

Hasil pemindaian menunjukkan dia mengalami cedera otot pada paha kanan, demikian diumumkan Lazio. Seperti diketahui Marchetti mendapatkan cederanya saat Lazio menang atas Lecce 3-2.
Sebagai refrensi, pada pertemuan pertama antara Sporting CP versus Lazio yang berlangsung di Stadion Jose Alvalade Lisbon, tuan rumah menang dengan skor 2-1.

Saat itu dua gol untuk Sporting dilesakkan Ricky van Wolfswinkel (21’) dan Emiliano Insúa (45+22 ), sedang satu-satunya gol utnuk Lazio dicetak striker veteran Miroslav Klose (402 )

“Kala itu kami melakukan banyak kesalahan dengan memberikan banyak ruang kepada mereka (pemain Sporting, Red). Basok, hal seperti itu tak boleh terjadi lagi. Seluruh pemain harus melakukan tekanan di semua lini, sehingga permainan mereka tak berkembang. Itu penting, karena kami  mengincar kemenangan,” bilang Edi Reja.
Di tempat terpisah pelatih Sporting Domingos Piaciencia mengatakan bahwa timnya akan tetap tampil all out, meski sesungguhnya pertandingan ini tak berpengaruh lagi karena Sporting CP yang telah mengemas 12 poin telah dipastikan lolos ke babak selanjutnya.

“Kami ada di sini (Europa League, Red) bukan untuk menyerah. Kami ingin meraih hasil terbaik di kompetisi Eropa,” bilang Piaciencia. (bbs/jpnn)

Celtic Dihukum 15 Ribu Euro

UEFA menjatuhkan sanksi sebesar €15 ribu kepada Glasgow Celtic atas nyanyian para fans ketika menjamu Rennes di Liga Europa bulan lalu.

Pada pertandingan itu, fans Celtic menyanyikan seruan pro-IRA (kelompok separatis Irlandia Utara). Komandan polisi Strathclyde melaporkan kejadian itu kepada UEFA yang lantas meneruskannya ke meja Komisi Disiplin untuk mengambil tindakan seperlunya.

UEFA kemudian memutuskan untuk menjatuhkan denda kepada Celtic. Klub top Skotlandia itu sudah menyatakan terkejut atas pengusutan yang dilakukan UEFA dan bersedia bekerjasama dalam kegiatan pengusutan. (net/jpnn)

Akal Sehat Jadi Rahasia Sukses Guardiola

YOKOHAMA-Josep Guardiola menyebut tak ada yang spesial dalam pendekatan yang dia lakukan sebagai pelatih Barcelona. Kalau kemudian banyak sukses besar didapat, rahasianya adalah menggunakan akal sehat.

Demikian diungkapkan Guardiola dalam wawancaranya dengan FIFA.com. Jawaban tersebut terlontar saat dia ditanya soal kebijakan untuk tidak mewajibkan pemain tinggal bersama di hotel sehari sebelum pertandingan.

“Saya bukan polisi. Saya tidur jam 10 tepat dan saya tak punya keinginan memaksa dan memeriksa pemain saya. Itulah mengapa saya memilih mereka tetap berada di rumah dan tidak mengurungnya di hotel sementara mereka tidak melakukan apapun,” bilang Guardiola.

“Kami hanya mencoba menggunakan akal sehat kami. Anda tahu kenapa kami selalu meraih hasil bagus? Itu dia jawabannya: Akal sehat,” cetus Guardiola.

Dilanjutkan pelatih 40 tahun itu, hal lain yang mendorong The Catalans meraih sukses besar adalah penghayatan terhadap filosofi tim. Selain menghormati sejarah tim, sudah jadi bagian dari sejarah Barca untuk tidak takut memberi kesempatan pada pemain muda.

“Saya mencoba setia pada sejarah Barcelona, yang merupakan klub besar dan sangat dihormati. Maka itu akan menjadi sebuah pertanyaan untuk terus melakukan pembelian yang bagus dan (memadukannya) dengan pemain homegrown. Membentuk mereka dengan baik dan tak pernah takut memberi kesempatan pemain muda jika saatnya tepat,” lanjut Guardiola.

Sejak mulai membesut Barcelona di musim 2008/2009, total sudah 12 titel juara dipersembahkan Guardiola. Hebatnya, di musim pertamanya saja dia sudah mempersembahkan enam titel.

“Hal pertama yang saya minta dari tim (saat pertama datang) adalah meminta mereka percaya pada saya. Saya katakan kalau segalanya akan bekerja dengan baik. Saya ingin fans melihat mereka (pemain) bekerja keras, berlari, memainkan sepakbola yang baik dan meraih kebanggaan atas apa yang mereka lakukan di atas lapangan,” bilangnya.
“Orang-orang ingin terhibur. Mereka tak ingin dicurangi. Fans bisa menerima penampilan yang buruk, tapi mereka tak akan menerimanya jika Anda melakukan itu tanpa kerja keras,” tuntas Guardiola. (bbs/jpnn)

Kesempatan Debutan

Arema vs PSMS

MEDAN-Pada lanjutan kompetisi IPL, tim asal Kota Medan, PSMS akan diuji di kandang Arema Indonesia di Stadion Gajayana Malang, sore ini (14/12). Kabar baiknya, menatap laga ini empat pemain yang baru merapat, akhirnya disahkan. Diantaranya striker Argentina Julio Cesar Alcorse.

Adapun tiga pemain lainnya yakni bek Brasil Vagner Luis de Oliviera Marins, gelandang Korea Ahn Hyo Yeon dan Sugiatno. Pengesahan tersebut dikeluarkan pihak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) pada Senin (12/12) lalu.
Kepastian bakal turunnya Julio dan tiga pemain lain membuat amunisi tim berjuluk Ayam Kinantan ini semakin baik. Hal itu pun disikapi positif oleh pelatih PSMS Fabio Lopez. “Bagus. Ada lebih banyak pilihan pemain. Tapi terus terang, kami belum memutuskan siapa yang turun besok (Hari ini, Red). Dan akan ditentukan dua jam sebelum pertandingan,” tutur Fabio usai latihan uji coba lapangan, Selasa (13/12) pagi.

Sementara asisten pelatih PSMS M Khaidir menyatakan, kehadiran beberapa pemain baru akan menambah kekuatan tim. “Itu bagus. Kami harap tim ini bisa lebih baik besok,” ujarnya.

Namun, walau terpilih, performa Julio dirasa masih kurang maksimal. Acuannya terjadi saat menghadapi PS Bank Sumut Jumat (9/12) lalu, PSMS kalah 0-2 di lapangan TGM. Lini depan PSMS cukup lemah. Tapi menurut M Khaidir, penurunan performa tersebut terjadi karena Julio sedang sakit.

“Julio Cesar saat itu sakit. Tapi sekarang kesehatannya sudah bagus. Kami harapkan bisa lebih baik lagi saat bertanding nanti. Karena ini merupakan pertandingan tandang perdana baginya serta tim,” kata Khaidir.
Dari empat nama tersebut, hanya Ahn yang belum bisa diturunkan lantaran masih berada di Korea. “Sebenarnya pada 15 Desember (Besok, Red) dia berencana berangkat ke Medan. Akan kami upayakan secepat mungkin dia sampai di Medan,” ungkap Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan Arif  Bargot Siregar. (saz)

Hukuman Syamsul Bertambah

Kalah Banding, Wajib Bayar Rp8,5 Miliar

JAKARTA-Beban Syamsul Arifin makin berat. Mantan bupati Langkat itu harus lebih lama lagi mendekam di bui. Dia juga harus lebih dalam lagi merogoh koceknya.

Ini menyusul putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang menjatuhkan vonis kepada gubernur Sumut nonaktif itu empat tahun penjara. Yang mengejutkan lagi, putusan banding mewajibkan Syamsul membayar uang kerugian negara dalam kasus korupsi APBD Langkat sebesar Rp8.512.900.231.

Padahal, putusan di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor)  hanya menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara dan tidak memerintahkan Syamsul membayar uang kerugian negara satu sen pun.

Juru Bicara PT DKI Ahmad Sobari menjelaskan, putusan banding PT DKI itu bernomor 38/Pid/TPK/2001/PT DKI, tertanggal 24 Nopember 2011. “Amar putusan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merupakan gabungan beberapa perbuatan yang berdiri sendiri yang dilakukan bersama-sama,” terang Ahmad Sobari dalam keterangannya lewat layanan pesan singkat kepada Sumut Pos, Senin (12/12).

Majelih hakim PT DKI yang diketuai M Yusran Thawab menyatakan Syamsul  melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 (b) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat (1) KUHP.  Dakwaan primer yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dinyatakan terbukti.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa empat tahun penjara dan denda Rp2 juta subsider dua bulan kurungan. Menjatuhkan pidana tambahan pembayaran uang pengganti sebesar Rp8.512.900.231,” terang Sobari.
PT DKI juga memerintahkan agar Syamsul tetap dalam tahanan. Anggota majelis hakim PT yakni Nasaruddin Tapo, Adam Hidayat, As’ad Al Ma’ruf, dan Amiek Sumindriyatmi.

Dengan putusan ini, PT DKI membatalkan putusan Pengadilan Tipikor, yang menyatakan Syamsul melanggar pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menanggapi putusan ini, anggota kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagian, mengaku pihaknya secara formal belum menerima salinan putusan banding dari PT DKI. Hanya diakui, pihaknya sudah mendengar informasi mengenai putusan PT DKI yang lebih berat dari putusan tingkat pertama itu.

Dijelaskan Abdul Hakim, setelah nanti menerima salinan putusan, maka tim kuasa hukum beserta Syamsul, akan mempelajari putusan. “Begitu sudah menerima putusan secara formal, kita akan kaji, pelajari secara seksama, untuk menentukan sikap, apakah akan menerima putusan banding ini, ataukah akan mengajukan kasasi,” terang Abdul Hakim, kemarin.

Seperti diketahui, pada 15 Agustus 2012, majelis hakim pengadilan tipikor menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara kepada Syamsul. Mantan bupati Langkat yang terjerat perkara korupsi APBD Langkat itu juga didenda Rp150 juta. Hanya saja, majelis hakim pengadilan tipikor yang diketuai Tjokorda Rae Suamba tidak memerintahkan Syamsul membayar uang kerugian negara.

Menurut hitung-hitungan hakim pengadilan tipikor, uang kas Pemkab Langkat yang bobol sebesar Rp 98,7 miliar. Dari jumlah itu, yang dinikmati Syamsul dan keluarganya sebesar Rp 57,749 miliar. Lantaran Syamsul sudah mengembalikan uang ke kas Pemkab Langkat sebesar Rp80,103 miliar, maka Syamsul tidak perlu lagi mengembalikan uang kerugian negara. Sedang selisihnya atau kelebihannya, kata hakim, itu memang tanggung jawab Syamsul sebagai pimpinan.

Vonis pengadilan tipikor ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Syamsul 5 tahun penjara. JPU juga meminta majelis hakim dalam putusannya mewajibkan mantan bupati Langkat itu membayar denda Rp500 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Dalam tuntutannya, JPU juga meminta agar Syamsul membayar kekurangan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp8,218 miliar.

Keluarga dan Pendukung Diharapkan Sabar

Mengenai hal itu,  politisi PDI P Sumut Syamsul Hilal kepada Sumut Pos, kemarin (12/12) menyarankan agar Syamsul Arifin serta keluarganya, ikhlas menerima putusan itu. Apa yang menjadi putusan pengadilan, merupakan risiko menjadi orang besar.

Syamsul Hilal juga menyarankan agar pendukung Syamsul Arifin juga ikhlas menerima dan jangan terpancing melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. “Ini juga masih tingkat banding. Ada tingkat kasasi. Di tingkat ini baru dipastikan, apakah akan ditetapkan atau bisa turun lagi atau lebih tinggi lagi. Pendukungnya diharapkan jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” sarannya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono SH menyatakan, pada kasus yang menimpa Syamsul Arifin, terlebih mengenai vonis tersebut, pada prinsipnya bukan terletak pada vonisnya melainkan pada proses peradilannya. “Bukan masalah tinggi rendahnya vonis yang diberikan, tapi proses peradilan yang berjalan. Kalau peradilannya berjalan, berarti hukum itu berjalan,” bebernya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar Richard Eddy M Lingga yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui layanan pesan singkat mengenai hal tersebut, enggan berkomentar. “Saya no comment deh,” balasnya.
Sedangkan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Muhammad Nuh yang juga dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat terkait hal itu, langsung menghubungi Sumut Pos guna menanyakan kebenarannya. “Benar seperti itu?” tanyanya. (sam/ari)

Plt Gubsu Diminta Letakkan Jabatan

Sebagai PNS, Gatot Diberhentikan Tidak dengan Hormat

MEDAN- Belum genap setahun Gatot Pujo Nugroho merasakan kursi empuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu. Namun, sinyalemen masyarakat Sumatera Utara (Sumut) tidak simpatik terhadap sosok dan kepemimpinan Gatot terus berlanjut.

Tidak tanggung-tanggung, Gatot didesak untuk meletakkan jabatannya. Bahkan, dalam aksinya – tanpa maksud yang jelas – massa membawa surat pemberhentian Gatot sebagai Pegawai Negeri Sipil secara tidak hormat dari Mendiknas beberapa tahun lalu.

Adalah massa yang menamakan Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) yang memunculkan isu ini ketika melakukan aksi di halaman gedung Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (12/12). Lempar menyoroti, ketidakmampuan Gatot dalam menertibkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) Pemprovsu, yang terlibat kasus dugaan korupsi yang berimbas pada ketidakkondusifan di Sumut.

Selain itu, terjadi pula dugaan gratifikasi antara SKPD dengan Inspektorat Sumut karena tidak adanya ketransparanan dalam pengawasan dan pemeriksaan publik.

Massa pun mengungkit kebijakan tidak populis yang diambil Gatot tatkala memutasi 110 pejabat eselon III di lingkungan Pemprovsu, sehingga Gatot langsung mendapat teguran keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tak luput juga disinggung mengenai hak interplasi dan hak angket DPRD Sumut. Kedua hak DPRD Sumut tersebut, seharusnya dilakukan untuk menjadi pengawas atas kebijakan-kebijakan yang diambil dan dijalankan Gatot, demi menjaga kekondusivitasan di Sumut.

Dari apa yang terjadi, massa menilai, layak jika pemerintahan di Sumut di bawah bendera Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho gagal. Untuk itu, dengan kesadaran diri yang tinggi massa meminta agar Gatot bersedia dengan profesional dan ikhlas untuk meletakkan jabatan Plt Gubsu yang disandangnya. “Kami meminta Plt Gubsu dengan profesional untuk meletakkan jabatannya karena dinilai sangat mengganggu kekondusivitasan pemerintahan di Sumut,” tegas Koordinator Aksi Lempar Syawaluddin Harahap dalam orasinya.

Pada kesempatan itu, massa Lempar juga memberikan selebaran yang berisikan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kepmendiknas) No.32451/A4.6/KP/2007 Tanggal 1 Agustus 2007, tentang pemberhentian secara tidak hormat Gatot Pujo Nugroho sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam surat yang ditandatangani Mendiknas saat itu, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA di Jakarta berisi tiga poin. Inti dari isi surat tersebut tak lain soal pemberhentian tidak dengan hormat kepada Ir Gatot Pujo Nugroho karena melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 9 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah (PP) No.37 Tahun 2004.

Aksi Lempar juga digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera (Kejatisu) Jalan AH Nasution Medan. Di tempat ini, massa yang datang dengan membawa berbagai spanduk kecaman atas korupsi tersebut, meminta agar Kejatisu segera melakukan pemeriksaan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. “Kami meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, segera melakukan penyelidikan terhadap SKPD di Pemprovsu yang terindikasi terlibat korupsi,” teriak Syawaluddin Harahap di depan Gedung Kejatisu, kemarin.

Dalam orasinya menggunakan pengeras suara, Syawaluddin Harahap juga meminta agar Kajatisu segera menuntaskan korupsi anggaran yang diduga melibatkan Kepala Dinas di SKPD Pemprovsu. “Permintaan pemeriksaan terhadap SKPD oleh aparat Kejatisu karena kami menganggap Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho telah gagal dalam menekan dan memberantas praktik dugaan korupsi di ruang lingkup SKPD di Pemprovsu,” tegas Syawaluddin.
Massa juga meminta Kejatisu bekerja sama dengan BPKP Perwakilan Sumut untuk segera memeriksa pejabat eselon III yang baru beberapa hari dilantik harus rela meletakkan jabatannya.

LSM Lempar meminta Kejatisu segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di beberapa SKPd di wilayah Sumut seperti di Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Sumut, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian dan lainnya. “Meminta Kejatisu melakukan pengawasan dan pemeriksaan penggunaan anggaran di semua SKPD yang ada di pemerintahan Sumut,” tegas Syawaluddin Harahap.

Sementara itu staf Humas Kejatisu Andre Simbolon, yang menerima aksi demo itu berjanji akan menyampaikan laporan masyarakat tersebut pada pimpinan Kejatisu. (ari/rud)