26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14263

Efisiensikan Energi, 5 Perusahaan di Sumut Dibantu Jerman

MEDAN- Guna mengefisiensikan energi, lima perusahaan di Sumut berpeluang mendapatkan bantuan secara gratis dari Jerman melalui Grup Banking KFW (Kredit fuer Wiederaufbau) dan Development Bank Germany (DEG). Bersamaan itu, ada 10 perusahaan lainnya yang berasal dari Jakarta dan Surabaya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Indonesia-Jerman (FKIJ) Dipl.-Inform. Binaman Kasan, akhir pekan kemarin.  Menurut dia, untuk program di Indonesia proyek ini dilaksanakan oleh TUV Nord Indonesia selaku anak perusahaan TUV Nord AG German, yang dipercaya memberikan training dan mengadakan proses penye-leksian terhadap perusahaan yang diikut sertakan ke dalam program bantuan hibah ini.

Dia menyebutkan, bantuan tersebut khusus untuk perusahaan di Sumut yang bergerak di lima bidang yakni industri besi dan baja, perkebunan/industri kelapa sawit, pembangkit tenaga listrik (Power Plant), tekstil dan semen.  Alasan ke lima bidang itu dipilih karena bidang tersebut terbanyak beraktifitas mencemari dan mengeluarkan emisi gas karbon.
Untuk memperjuangkan agar lima perusahaan di Sumut bisa mendapatkannya, Binaman menyampaikan baru-baru ini pihaknya mengadakan komunikasi kembali dengan Presdir TUV Nord Indonesia Robert Napitupulu dan Marketing Advisor Mrs  Eva Pitterling di Jakarta.

Lembaga itu merupakan satu badan Sertifikasi Internasional (a Member of TUV Nord Group German),  yang telah memiliki klien seperti Unilever, Carrefour, Danone, Diamond Cold Storage, dan sejumlah perusahan national/multinasional lainnya.  “Ternyata pendaftaran untuk pelatihan gratis itu awalnya berakhir pada November, kini sudah diperpanjang hingga 10 Desember 2011. Sehingga masih memberikan peluang besar bagi perusahaan yang ada di Sumut,” ucapnya.

Bagi perusahaan yang berminat, dia menyebutkan ada 5 perusahaan dari Sumut yang berpeluang diterima. Tapi, sistemnya perusahaan harus mendaftarkan dan mengirimkan berkas persyaratan ke TUV-Nord Indonesia email ellys@tuv-nord.com , binaman.kasan@yahoo.com atau kunjungi website tuv-nord.co.id.

Binaman menerangkan melalui bantuan hibah yang dikemas dalam bentuk pelatihan gratis dari Jerman, ada manfaat yang dapat perusahaan di Sumut yakni dalam hal efisiensi penggunaan energi , penghematan biaya pelatihan sumber daya manusia (SDM)  dan biaya memperoleh ISO 50001(Energy Management System). Selain itu, dapat memberi image positif kepada perusahaan terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup. “Dari sisi Business Development Strategy, pelaku usaha akan mudah bersaing di pasar internasional karena sudah memiliki Sertifikasi Standar Internasional,  Dia menyebutkan, pada 2011 ini Jerman lebih banyak menyediakan dana bantuan untuk Indonesiayang terkait dengan proyek isu pencemaran lingkungan, perubahan iklim, renewable energy (sektor energi terbarukan) dan infrastruktur serta kesehatan di STIKES Deli Husada, Deli Tua dan Medistra di Lubuk Pakam.

Lebih lanjut, dia merinci tentang bentuk infiesiensi yang paling nyata di negara ini adalah tingginya penggunaan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Padahal, dengan menggunakan bahan bakar gas, tenaga air -seperti PLTA Asahan/Inalum dari air terjun Sigura-gura- maupun dengan batubara bisa terjadi efisiensi yang sangat signifikan.  Hal penting yang perlu diingat kembali, saat terjadinya pemadaman listrik bergilir di Sumut.

“Syukurlah, dengan hadirnya pak Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN saat itu dan sekarang menjabat Menteri BUMN, barulah terjadi perubahan yang sangat signifikan. Beliaulah yang perlu diberi apresiasi atas komitmen dan terobosan baru yang ditempuhnya untuk daerah ini. Sehingga, genset dan solar tidak menjadi rebutan di mana-mana lagi,” sebutnya.  (ril)

Khaidir Lengser

MEDAN-Setelah menelan kekalahan beruntun pada dua pertandingan terakhir yang dilakoni PSMS dalam lanjutan laga di Indonesia Premier League (IPL), PSMS memilih bermanuver ekstrim dengan akan mengganti pelatih kepala sebelumnya M Khaidir dengan pelatih asal Italia.

Hal tersebut patut menjadi tanda-tanya karena tim sudah mulai kompak di tangan M Khaidir. Dengan melakukan pergantian pelatih mau tak mau harus dilakukan pembentukan dari awal lagi. Kehadiran pelatih asing yang notabene belum pernah merasakan atmosfer sepakbola Indonesia patut dipertanyakan.

Namun, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat menanggapi berbeda. Ia mengatakan, pembentukan tim yang cukup singkat telah disepakati hanya berlaku sementara untuk dibenahi pada saat kompetisi berjalan.
“Dari awal pembentukan, kita semua berkomitmen manajemen ini hanya berlaku sementara. Karena hingga terbentuk, status manajemen belum jelas termasuk saya. Sementara berarti belum permanen. Dan sekarang ini baru kita bentuk manajemen yang permanen termasuk pelatih,” ungkapnya, Minggu (4/12).

Menurut Freddy, M Khaidir yang membentuk tim tidak akan dilengserkan. Dan akan berperan sebagai asisten pelatih bersama Edy Syahputra.

Namun Freddy mengaku belum berani menyebutkan nama pelatih tersebut, karena sudah menjadi kesepakatan dengan manajemen PSMS. “Nanti saja, tunggu sudah deal baru dipublikasikan. Itu yang dia minta, dan kami sudah menyetujuinya. Tidak etis kalau kami langgar,” jelasnya lagi.

Manajer PSMS HMT Aritonang menyatakan, M Khaidir adalah sosok yang mudah diajak bekerjasama. “Dia mudah bekerjasama. Saya sudah tanya dia, katanya tidak maslah dia harus bekerjasama dengan pelatih asing,” ungkapnya.
Sementara M Khaidir mengaku, sejak awal, dirinya memang diproyeksikan sebagai asisten. “Sejak awal, kami memang diproyeksikan jadi asisten pelatih. Enggak ada masalah kalau harus mendampingi pelatih asing. Besok pagi (Pagi ini, Red) latihan akan digelar di Stadion TD Pardede, dan mungkin pelatih akan hadir,” ungkapnya. (saz)

Tontowi/Liliyana Peroleh Rp1,8 M

MAKAU- Keberhasilan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara Makau Open 2011 menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Selain itu mereka juga berhak mendapatkan hadiah uang tunai US$200 ribu atau Rp1,8 miliar.

Tak cukup sampai di situ, mereka berdua juga berpeluang kembali menjadi juara di BWF World Superseries Finals, yang akan diselenggarakan di  Liu Zhou, China 14 hingga 18 Desember 2011.

Kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ini juga merupakan gelar kelima musim ini setelah meraih medali emas SEA Games XXVI bulan lalu.

Seperti diketahui, sebenarnya mereka berdua harus menghadapi wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing di babak final, Minggu (4/12). Namun berdasarkan laporan situs resmi Badminton World Federation (BWF), pasangan Taiwan itu menarik diri karena pemain putranya mengalami cedera. Ini membuat Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara tanpa harus bertanding.

Sebelumnya, Tontowi/Liliyana sebagai unggulan pertama sukses mengalahkan pasangan asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam di babak semifinal.

Pasangan Merah Putih menghentikan perlawanan rival yang dihadapi di final SEA Games 2011 itu melalui laga straight game, 21-17 dan 21-11, hanya dalam tempo 29 menit.
Tontowi/Liliyana menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih juara di Makau Open 2011 setelah 3 wakil lainnya di babak semifinal harus tersingkir.(net/jpnn)

PSSI Kecewa Sikap Sriwijaya FC

JAKARTA-Sikap Sriwijaya FC  Palembang yang memilih tampil di Indonesia Super League (ISL) dengan kekuatan utama Sabtu (3/12) lalu benar-benar membuat PSSI meradang. Induk olahraga tertinggi di tanah air itu akan menentukan sikapnya terkait Sriwijaya setelah melakukan rapat yang direncanakan digelar hari ini.

Ketua Komite Kompetisi PSSI SIhar Sitorus menjelaskan bahwa kondisi Sriwijaya yang mendua dengan tampil di kompetisi ISL dan Indonesia Premier League (IPL) berbeda dengan klub lain yang pecah. Jika Sihar menganggap kondisi di dalam Sriwijaya berbeda dan melihat dualisme tidak sampai membuat klub pecah.

“Sriwijaya ini berbeda. Sebelumnya mereka sudah berkomitmen untuk memainkan tim inti. Tapi kenapa sekarang berbeda. Ini yang harus kami temukan jawabannya,” katanya saat dihubungi oleh Jawa Pos (Grup Sumut Pos), kemarin (4/12).

Untuk itu, pihak PSSI bersama pengelola kompetisi bakal melakukan rapat pada hari ini. Mereka ingin mematangkan materi mengenai langkah Sriwijaya saat ini dan kondisi di awal-awal kompetisi. Setelah itu, baru pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pihak klub yang bermarkas di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, tersebut.
Sihar menegaskan bahwa pihaknya cukup kecewa seandainya Sriwijaya memang tidak menurunkan tim inti dalam kompetisi resmi PSSI. Sebab, dari awal IPL dimulai, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC), telah menegaskan akan menurunkan tim inti.

Namun, Sihar enggan menuturkan apakah langkah yang diambil oleh PSSI seandainya Sriwijaya mengingkari komitmen yang sebelumnya telah dibangun sebelumnya.

“Kami tak mau berpikir terlalu jauh. Kami harus tahu apa dulu jawabannya dan bagaimana sikap Sriwijaya setelah mereka benar-benar  menurunkan tim inti di kompetisi lain,” terangnya lelaki berkacamata tersebut.
Sementara itu, saat ditanya mengenai jadwal IPL terbaru pasca menyeberangnya beberapa klub, SIhar belum bisa membocorkan. Dia hanya menyebut jika kompetisi akan tetap berjalan dengan klub yang ada saat ini.
“Tetap jalan dengan 12 atau 13 klub. Penjadwalan ulang sudah, mungkin segera dirilis. Silahkan tanya ke Hendriyana (ketua bidang komite IPL) lebih jelasnya,” elak Sihar.  (aam/jpnn)

Rahmat Kate Juara Yamaha Dragbike 2011

MEDAN-Rahmat Kate dari Anxory Bubut Gila Balap Medan berhasil menjadi juara umum pada Yamaha Dragbike 2011 yang digelar di Sirkuit IMI Sumut, Jalan Pancing Medan, Minggu (4/12). Rahmat berhasil mengumpulkan poin 113 angka, dari delapan kelas yang diperlombakan.

Torehan poin Rahmat Kate tersebut berasal dari juara pertama kelas matic standard 115 cc dengan catatan waktu 10.813 detik, mengalahkan Hildan Sumitra dari DR Speed By Anxory Bu2T Medan (10.849) dan Erwinsyah juga dari DR Speed By Anxory Bu2T Medan (10.889).

Rahmat juga menjadi tercepat di bebek 4 tak tune up 115 cc dengan catatan waktu 9.646 detik mengalahkan Hildan Sumitra (9.696) dan M Heru dari Alvaro Motor (9.742).

Dominasi Rahmat juga berlanjut di kelas Jupiter MX tune up dengan waktu tercepat 9.733 detik mengalahkan Afif Maulana dari Japatis RPM Sucofindo (9.838) dan Hildan Sumitra (9.849). Sedangkan di kelas Matic 160 cc, Rahmat kembali tampil yang tercepat dengan waktu 9.689 detik, disusul Joey dari tim Privater (9.892) di tempat kedua, serta Harry Toriza dari DR Speed By Anxoru Bu2T di urutan ketiga dengan catatan waktu 10.161 detik.

Di kelas Bebek 4 tak 110 cc standard, Al Azhar Barus dari tim RND Team menjadi juara dengan catatan waktu 10.193 detik. Posisi kedua ditempati Pekcang Pelor dari Ibrena Motor By Andel (10.323) dan Ananda Panggabean dari Batax Mabar Alo Bubut (10.559) diposisi ketiga.

Di kelas Sport 2 Tak Tune Up 135cc, Kharil Rizal dari By KD 89/UD Salim Drum tampil sebagai juara dengan waktu 8.513 detik. Juara pada kelas ini diraih oleh Harry Toriza dari Baru Medan dengan waktu 08.515 detik. Tempat ketiga diraih oleh M Heru dari Alvaro Medan dengan waktu 08.556 detik.

Sementara di kelas Sport 4 tak standard 225cc, Joey dari Privater meraih hasil maksimal dengan meraih posisi terdepan dengan catatan waktu 9.689 detik.

Di kelas bergengsi FFA 250 cc, Joey kembali tampil sebagai juara dengan catatan waktu 8.263. Posisi kedua ditempati Dimas Seto dari Roza Racing Team (8.321) dan Kharil Rizal (8.396) diposisi ketiga.
Yong Ting Lee selaku Divisi Manager Promotion  Motorsport PT Alfa Scorpii mengaku puas dan ada kebanggaan tersendiri bahwa ajang balap di trek lurus itu banyak menarik minat pebalap dan penonton. “Ada 225 starter di even ini. Penonton pun datang ribuan,” kata Yong Ting Lee bangga.
Menurut Yong Ting Lee, kepedulian PT Alfa Scorpii menggalakkan olahraga otomotif, khususnya balap, telah membuahkan hasil dengan lolosnya tiga pembalap Yamaha meraih tiket PON XVIII di Pekanbaru. Para pembalap Sumut tersebut pun akan segera menjalani pelatihan daerah, di bawah pengawasan IMI Sumut.
Yong Ting Lee menyambut gembira dan bangga atas lolosnya tiga pembalap binaan Yamaha pada PON 2012. “Ini membuktikan Yamaha tetap konsisten membina pembalap-pembalap di Sumatera Utara ini,” ujarnya. (jun)

Warga: Eksekusi Lahan di Jalan Jati Ada Permainan Mafia Tanah

MEDAN- Warga Jalan Jati, Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, menduga ada permainan mafia tanah dibalik eksekusi yang dilakukan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan, terhadap rumah mereka. Pasalnya, mereka selama ini tidak pernah dilibatkan dalam perkara. Dimana, dalam surat eksekusi yang dikeluarkan juru sita PN Medan tertulis 23 KK menggugat Ruslim Sugianto.

“Keputusan PN Medan cacat hukum, karena batas-batas lahan yang akan dieksekusi juga tidak jelas. Selain itu, kenapa warga dilibatkan, padahal tidak pernah berperkara. Ini membuktikan adanya permainan mafia tanah dan mafia peradilan yang tidak jelas dalam gugatan yang sudah ditulis di plang untuk 26 KK menggugat Ruslim Sugianto, tapi nyatanya hanya ada 23 KK saja,” kata Nur (48), warga Jalan Jati kepada wartawan, Minggu (4/12).

Nur juga menambahkan, pada Senin (21/11) lalu, mereka sudah melakukan pertemuan dengan BPN dan guru besar dari USU difasilitasin Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga. Dalam pertemuan itu terungkap, kalau sertifikat yang sudah dikeluarkan BPN sebanyak 51 sertifikat tanah dari ratusan KK yang memohon. “Sertifikat yang sudah diterbitkan sampai saat ini belum dibatalkan. Itu membuktikan kalau keputusan pengadilan cacat hukum, apalagi guru besar dari USU sudah menjelaskan kepada kami,” jelasnya sembari mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih bisa dipergunakan bersama kelima anaknya.

Sementara Suri (46), yang juga menjadi korban eksekusi juru sita PN Medan mengatakan, akan mendatangi Istana Presiden untuk meminta keadilan atas tindakan dari juru sita PN Medan yang sudah menunjukkan arogansinya. “Kami masih menunggu tanggapan dari Pemerintah Pusat yang sampai saat ini belum juga diterima. Warga sudah sepakat akan mendatangi Istana Presiden di Jakarta. Di sana kami akan meminta keadilan sebagai warga negara Indonesia yang sudah teraniaya akibat permainan dari mafia tanah dan peradilan,” ungkapnya. Menurutnya, dalam dua hari ini mereka akan ke Jakarta dengan biaya masing-masing untuk menjumpai Presiden SBY.

Dia juga mengatakan, warga sudah menyurati Mahkamah Agung (MA) dan Presiden SBY, namun belum juga mendapat jawaban yang pasti. Bila warga terus menunggu jawaban dari pusat, tidak akan ada perjuangan lagi yang bisa dilakukan warga. “Sudah tidak ada artinya lagi memohon di Kota Medan ini, karena sudah buntu semuanya. Makanya kami mau mejumpai Presiden, karena hanya dia yang bisa menjawab segala perjuangan warga Jalan Jati yang sudah teraniaya. Tidak mungkin Presiden tidak mau menjumpai rakyatnya. Kami akan membawa fotocopy sertifikat kami yang sudah kami agunkan ke bank. Kalau sertifikatnya tidak sah, mengapa bank mau menerimanya jadi agunan. Sampai saat ini beberapa sertifikat masih dipegang pihak bank,” ungkapnya.

Sementara, pantauan wartawan koran ini di lokasi, puluhan warga mulai mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipergunakan. Rahmat, seorang pengawas yang mengaku ditugaskan pemilik lahan Jalan Jati menjaga seluruh barang milik warga agar tidak diambil orang lain juga menyesalkan perlakuan dari juru sita PN Medan.
“Kasihan juga warga ini, padahal mereka sudah lama tinggal di sini. Selain itu, mereka juga orang berada kok. Tapi kita tidak tahu lah bang, apa ada permainan dalam putusan pengadilan,” ucap pria berbadan kurus yang mengenakan topi.(adl)

PS Pemprovsu Juara Turnamen Sepak Bola di Brunei

MEDAN-PS Pemprovsu meraih hasil menyakinkan saat mengikuti 2nd Brunei 7’s International Soccer Challenge 2011 (event sepakbola kelompok veteran dan master), yang diselenggarakan veteran football association of Brunei di Stadion Komplek Sukan Negara Hassanal Bolkiah Berakas 2 hingga 3 Desember kemarin.

Di laga Kelompok Veteran (U-40 Tahun), PS Pemprovsu yang diperkuat Wakil Ketua DPRD Sumut H Kamaluddin Harahap dan mantan pemain PSMS seperti Dedi Freddi, Mahadi, Trika Ekawan, Zulfitri tampil sebagai runner up setelah kalah adu penalti 3-4 dari Melody Jaya (Johor Bahru Malaysia).

Hasil lebih bagus diraih di pertandinganKelompok Master (U-45 Tahun), yakni meraih gelar juara.
Di Kelompok Master, PS Pemprovsu diperkuat Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM, Kabiro Binsos Sakhira Zandi, Richard Lingga, H Sakiruddin SE MM, Zulkifli Yus, Lukmanul Hakim Dalimunthe dan kiper Waluyo Santoso.
Gambaran PS Pemprovsu akan tampil menjadi juara di Kelompok Master, kian terlihat  nyata ketika Nurdin Lubis dan kawan-kawan sukses mengalahkan PDB Master Brunei  4-1 di semifinal.

Empat gol kemenangan PS Pemprovsu di laga semifinal, dua di antaranya diciptakan Sakhira Zandi, dilanjutkan gol Arianto serta H Sakiruddin, memanfaatkan assist Nurdin Lubis yang berhasil melewati dua pemain bawah lawan.
Gelar juara akhirnya benar-benar  dalam genggaman PS Pemprovsu setelah di final kembali mencatat kemenangan telak 4-1 atas VFA Master Brunei.

Dalam laga ini, Sakhira Zandi kembali menyumbangkan gol, demikian pula dengan Arianto, dan dua gol lainnya oleh Sutrisno serta Ridwan Lubis.

Sukses PS Pemprovsu menjuarai 2nd Brunei 7’s International Soccer Challenge 2011 Kelompok Master disambut sukacita seluruh personil tim, termasuk Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Handriyo Kusumo Priyo yang turut menyaksikan pertandingan.

“Kehadiran Duber RI untuk Brunei, bahkan foto bersama dengan tim sebelum pertandingan, kian menambah semangat dan motivasi pemain,” kata Nurdin Lubis via telepon internasional.

“Tim Manejer Baharuddin Siagian dan Ketua PS Pemprovsu Ardjoni Munir juga memberi dukungan. Terbukti suara mereka  sampai serak saking antusiasnya mendukung tim saat bertanding,” tambahnya seraya menyebutkan event ini  diikuti tim-tim veteran dari Brunei, Malaysia dan Indonesia.

Nurdin Lubis membenarkan,  pemain yang tergabung dalam Tim Master  hendaknya tetap berlatih dua kali sepekan, sehingga stamina dan kekompakan tim tetap terjaga.

“Kita juga berharap, PS Pemprovsu nantinya tidak hanya diundang,tapi juga mengundang peserta dari negara-negara tetangga bertanding di Medan,” ujarnya. (jun)

Bakumsu Minta Ketua PN Medan Dicopot

Sikap arogansi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam melakukan eksekusi lahan masyarakat di Jalan Jati Pulo Braya, Medan Timur, mendapat protes dan kutukan keras dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu). Pasalnya, eksekusi yang dilakukan atas perintah ketua PN Medan itu sangat tak berprikemanusiaan.

Sekretaris Eksekutif Bakumsu Benget Silitonga melalui siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Minggu (4/11), mengatakan, dalam pelaksanaan eksekusi tanah seluas 7,5 hektar itu ada sebuah keanehan. Pasalnya, eksekusi dilaksanakan atas putusan perkara  No 113/Pdt.G/2006/PN Medan antara Abdul Kiram dkk versus Ruslim Lugianto. Namun, di tempat yang sama di Jalan Jati, Pulo Brayan, Medan Timur ada sebanyak 52 sertifikat tanah di lahan seluas sekitar 7,5 hektar.

“Akibat eksekusi aneh tersebut, masyarakat jadi korban dan saat ini hidupnya terlunta serta tinggal tidak menentu. Mereka kehilangan hak kepemilikan, hak  atas hukum yang adil, hak atas kehidupan yang layak, dan hak atas kesehatan. Hak anak juga terampas karena ratusan anak sekolah kehilangan gedung sekolahnya yang digusur. Kini hidup masyarakat berada dalam ancaman dan ketidakpastian,” sebutnya.

Ironisnya, perkara sengketa tanah No 113/Pdt.G/2006/PN Medan tersebut ternyata sarat dengan misteri dan anomali hukum. Pertama, masyarakat yang digusur, bukanlah bagian atau tidak memiliki kaitan dengan dua pihak yang berperkara, baik itu Abdul Kiram dkk atau Ruslim Lugianto. Singkatnya, masyarakat korban tidak memiliki kasus hukum atas tanah yang mereka diami. Bahkan tidak mengenal keduanya.

“Aneh, kalau tanah yang dimiliki masyarakat menjadi objek eksekusi perkara Abdul Kiram dengan Ruslim Lugianto. Lebih aneh lagi, masyarakat yang sudah menghuni puluhan tahun dan telah memiliki SHM yang dikeluarkan dan diakui BPN Medan. Tambah aneh, masyarakat tidak pernah tahu siapa itu Abdul Kiram dan siapa itu Ruslim Lugianto,” paparnya.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam advokasi hak-hak masyarakat dan penguatan demokrasi berbasis penegakan hukum dan HAM, Bakumsu mengecam keras tindakan Ketua PN Medan, dengan perantaraan Juru Sita yang melakukan eksekusi atas tanah milik masyarakat dengan mengabaikan eksistensi hokum.

Sebagai perbandingan, dalam ekskusi putusan perkara KIM II, yang kasusnya mirip dengan kasus Jalan Jati, aparat Pengadilan Negeri (Lubuk Pakam) justru banci dan tidak melakukan eksekusi sampai sekarang. “Kami mendesak Ketua Mahkamah Agung dan Ketua KY menindak Ketua PN Medan, dan bahkan bila perlu mencopotnya,” pintanya.

Kemudian, Bakumsu mengutuk keras kebrutalan dan tindakan kejam dari polisi dalam dalam melakukan penggusuran terhadap lahan masyarakat. Di era reformasi, penegakan hukum kepolisian seharusnya  penegakan hukum berbasis HAM yang adil dan non diskriminatif, bukan penegakan hukum kaca mata kuda.  “Kami melihat polisi sudah melanggar Perkap No 8/2009. Untuk itu kami mendesak Kapolri segera memberi tindakan, kepada Kapoldasu dan Kapolresta Medan, karena bertindak diskriminatif dan arogan serta cenderung menutup akses masyarakat terhadap lembaga kepolisian,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasi lapangan dan membuat rekomendasi terhadap pelanggaran HAM yang terjadi dalam eksekusi lahan di Jalan Jati Pulo Brayan. Selanjutnya, mendesak Pemprovsu dan Pemko Medan serta DPRD Sumut dan DPRD Medan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan masyarakat sipil  mengungkap dugaan keterlibatan mafia tanah di balik mistery kasus ini. “Kami akan bersama dengan masyarakat untuk memperjuangkan prihal ini,” tegasnya. (ril)

Sekolah Bebankan Siswa Uang Instalasi Listrik

Kadisdik Medan Marah

MEDAN- Terkait pengutipan biaya intsalasi listrik sebesar 165 ribu yang dibebankan SMA Negeri 7 Medan terhadap siswa, seharusnya tidak perlu dilakukan. Pasalnya, Dinas Pendidikan Kota Medan sudah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah milik Pemko Medan.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri saat dikonfirmasi, Minggu (4/12). Menurut Hasan, pihak sekolah bisa mengajukan anggaran tersebut ke komite sekolah ataupun ke Disdik Kota Medan.

“Mungkin mereka tidak sabar, jadi mereka punya inisiatif sendiri. Atau mereka belum mengajukan anggarannya. Kalau diajukan, sebenarnya ada anggarannya. Tak boleh itu dibebankan sama siswa. Saya benar-benar marah,” ungkapnya.
Hasan juga mengatakan, jika kutipan tersebut merupakan hasil musyawarah komite sekolah, harusnya siswa tidak mampu dibebaskan dari kutipan itu. Pihaknya juga akan mengecek soal kutipan tersebut.

Dia berharap, siswa yang tidak mampu itu diringankan dari biaya apapun. “Siswa yang tidak mampu jangan dibebankan lagi. Kalau ada orangtua yang merasa keberatan, langsung saja laporkan ke Disdik Kota Medan biar diproses,” ucapnya.
Seperti diketahui, Wali murid SMAN 7 Medan sesalkan pihak sekolah yang membebankan para siswa membayar biaya perbaikan  intalasi listrik di SMAN 7 Medan, tahun ajaran 2011/2012.

Setiap siswa harus membayar kewajiban yang dibebankan ke setiap siswa sebesar Rp165 ribu. Hal itu diungkapkan wali murid kelas 10 SMAN 7 Medan, Anwar saat dikonfirmasi, Jumat (2/12) lalu.

“Kewajiban ini seharusnya diselesaikan pihak sekolah, karena itu ada anggaran dari pemerintah untuk perawatan sarana dan prasarana sekolah berstatus negeri. Namun, kewajiban itu malah dibebankan kepada seluruh siswa tanpa terkecuali. Bahkan, jika siswa yang tidak mau membayar akan dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti ujian mid semester,” tarangnya.

Anwar mengakui, anggaran wajib tersebut sudah ditagih sejak pertengahan September lalu. Meskipun sempat ditolak sebahagian siswa, namun pihak sekolah tetap berdalih jika iuran ini harus dipenuhi siswa.
Pihak sekolah bilang, Anwar terus mendesak seluruh siswa kelas 10-12 segera melunasi perbaikan itu. “Akhirnya, seluruh siswa harus membayar iuran tersebut jika ingin mengikuti ujian nid smester. Tapi yang mengherankan hanya lampu kelas yang diperguna’an siswa saja yang terputus, sementara listrik kantor guru dan kepala sekolah terus menyala,” ujarnya.

Kepala SMAN 7 Medan, Muhammad Daud saat ditemui di ruang kerjanya sempat menolak dikonfirmasi dengan alasan akan melaksanakan shalat Jumat meskipun saat itu masih menunjukkan pukul 11.10 WIB.

Meskipun didesak berbagai pertanyaaan, ia enggan berkomentar soal kutipan Rp165 ribu yang digunakan untuk memperbaiki instalasi listrik. Daud hanya mengakui, memang ada kutipan Rp165 ribu untuk memperbaiki instalasi listrik. “Iya ada, tapi nanti saja saya mau sholat Jumat. Kalau mau tahu mengenai kutipan itu, tanya saja langsung sama komite,” sembari meninggalkan wartawan.

Sementara Ketua Komite Sekolah SMAN 7 Medan yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, mengakui bahwa memang ada iuran yang dibebankan kepada siswa untuk memperbaiki instalasi listrik.

Namun, Syaiful membantah kalau iuran tersebut diwajibkan kepada seluruh siswa, justru  bersifat tidak memaksa. “Ini hanya kita kutip bagi yang mau bayar, kalau yang tidak mau tidak usah. Dan Itu merupakan kesepakatakan musyarawah yang dihadiri 1.000 wali murid SMAN 7 Medan. Nggak usah kau dengar wali murid itu,” ungkapnya.
Menurut Syaiful, kutipan dilakukan untuk meningkatkan sarana dan prasaran karena di sekolah itu memang masih kurang. Selama ini, lanjutnya, sekolah dituntut untuk meningkatkan sarana dan prasarana. “Untuk itulah diharapkan kerjasama orangtua, pemerintah, dan dunia usaha,” katanya.

Disinggung mengenai ancaman bagi siswa yang tidak membayar kutipan itu tidak dibolehkan mengikuti ujian mid smester, Syaiful membantahnya. Syaiful mengatakan jika kutipan itu bisa dibayar dengan cara mencicil suapaya tidak memberatkan orangtua siswa. “Tidak benar itu dan tidak wajib kutipan itu,” tegasnya.(uma)

Perbakin Sumut Gelar Wisata Berburu

MEDAN-Sebanyak 36 pemburu dipastikan mengikuti even berburu bertajuk Safari Wisata Buru 2011 yang berlangsung di kawasan hutan Mandailing Natal pada 7-11 Desember 2011 mendatang. Para pemburu berasal dari klub-klub tembak yang berada di Sumatera Utara.

Dilihat dari jumlah peserta, kegiatan yang merupakan agenda tetap Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia (Pengprov Perbakin) Sumatera Utara ini, terlihat mengalami peningkatan.
Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idhishah mengatakan bahwa kegiatan berburu ini merupakan agenda tetap Perbakin Sumut pada setiap tahunnya.

Menurut pria yang akrab disapa Doddy tersebut, kegiatan berburu tak hanya bersifat olahraga saja, namun juga memiliki banyak manfaat sosialnya. Terutama bagi masyarakat atau penduduk yang berada di sekitar lokasi berburu yang kerap diserang hama babi.

“Kegiatan ini sangat positif untuk membantu petani dalam mengatasi hama babi hutan yang sering merusak lahan pertanian. Harus diakui kalau perkembangan babi hutan semakin pesat, dan itu mengganggu masyarakat,” kata Doddy, Sabtu (3/12).

Ia menambahkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban petani dari hama yang meresahkan tersebut. Selain itu, gelaran ini juga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh atlet tembak sendiri, khususnya di bidang berburu.

“Kegiatan ini harus memotivasi atlet untuk meningkatkan kemampuannya. Di sisi lain, kegiatan ini pun harus mampu menjadi starting poin bagi atlet Perbakin,” ujar Doddy.

Dalam kesempatan ini, khusus kepada atlet tembak bidang target yang ikut serta, Doddy juga mengingatkan untuk terus meningkatkan kemampuan. Untuk itu, ajang berburu ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Technical meeting kemarin diikuti oleh semua peserta yang membahas aturan dan batasan-batasan dalam berburu.
“Olahraga menembak, khususnya di bidang berburu, mengandung resiko yang besar. Untuk itu, para peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan tertib, terutama menjaga keamanan dan keselamatan, baik bagi peserta sendiri maupun warga sekitar,” terangnya.

Doddy juga menambahkan, selain berburu, kegiatan Safari Wisata Berburu juga diiringi dengan kegiatan bakti sosial di sekitar lokasi berburu.

DR Sujian atau yang akrab disapa Acan, yang merupakan pemburu asal Labuhanbatu dan tergabung di klub tembak Cakrawala mengatakan, bahwa pelaksanaan berburu dari tahun ke tahun semakin baik.
Acan yang di pertangahan tahun lalu juga mengikuti kegiatan yang sama bertekad meraih juara umum di gelaran tahun ini.
“Even ini cukup positif, karena selain meraih prestasi juga berdampak positif kepada masyarakat,” kata Acan. (jun)