29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 1429

RUPS PLN: Sah! Pemerintah Terima Laporan PLN, Apresiasi Capaian Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Asisten Deputi Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas Kementerian BUMN Abdi Mustakim bersama jajaran Komisaris dan Direksi PLN saat mengikuti RUPS PLN, Rabu (7/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menerima Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun Buku 2022. RUPS tersebut digelar di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (7/6/2023).

Melalui RUPS tersebut, pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2022 yang mampu mencapai kinerja terbaik sepanjang sejarah.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menilai capaian terbaik PLN selama 2022 tak lepas dari upaya transformasi yang dilakukan perseroan selama tiga tahun terakhir ini.

“Kami dari Kementerian BUMN, sebagai wakil Pemerintah tentu menyampaikan apresiasi kepada seluruh Direksi, Komisaris, dan seluruh pegawai PLN yang telah bekerja keras sehingga bisa menghasilkan kinerja terbaik bagi perusahaan,” ujar Pahala usai melakukan RUPS.

Pahala menjelaskan, di situasi yang penuh tantangan terutama dalam pemulihan ekonomi pascapandemi, PLN berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Khususnya dalam memberikan multiplier effect kepada masyarakat, Pahala mengapresiasi PLN yang terus berupaya menghadirkan listrik andal, bahkan sampai ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Dirinya juga terus mendorong PLN untuk melanjutkan transformasi agar tetap bisa menghasilkan kinerja terbaik pada tahun ini, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan pada RUPS tahun ini PLN melaporkan Kinerja Keuangan Tahun Buku 2022 di mana PLN mampu kembali mencetak rekor laba terbaik sepanjang sejarah, meskipun di tengah situasi pascapandemi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Laba PLN meningkat dari Rp13,1 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp14,4 triliun pada tahun 2022.

Kinerja keuangan tersebut berhasil dicapai setelah PLN berhasil meningkatkan penjualan listrik sebesar 6,3% dari 257,6 Terrawatt hour (TWh) pada tahun 2021, menjadi 273,8 TWh pada tahun 2022. Hal ini berdampak pada meningkatnya pendapatan penjualan tenaga listrik 7,7% dari Rp288,9 triliun pada tahun 2021, menjadi Rp311,1 triliun pada tahun 2022.

“Capaian ini tentu bukan sekadar angka. Di balik itu semua ada arahan dan bimbingan Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir dan Wamen I BUMN, Bapak Pahala Mansury. Dukungan yang sama juga datang dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan sehingga kolaborasi seluruh pihak ini mampu menciptakan iklim investasi yang baik dan mendorong PLN membukukan kinerja keuangan yang optimal,” ujar Darmawan.

Capaian ini juga tak lepas dari kerja keras seluruh insan PLN yang melakukan transformasi dengan fondasi digitalisasi. PLN melakukan penataan di seluruh proses bisnis PLN dari yang berserak menjadi streamline, mengubah kultur organisasi dari bureaucratic like menjadi business like, mengubah sistem pelayanan pelanggan yang sebelumnya lambat, tidak responsif menjadi cepat dan sangat memuaskan.

“Kami akan terus melanjutkan transformasi untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan,” tutur Darmawan.

Sebagai BUMN, PLN juga akan terus melaksanakan amanah negara untuk memastikan seluruh penjuru Indonesia bisa menikmati layanan kelistrikan lebih baik lagi. Sejak tahun lalu, PLN sudah melakukan berbagai akselerasi untuk meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) dan Rasio Elektirifikasi (RE). PLN dengan memanfaatkan PMN menargetkan pada tahun 2023 ini RE akan meningkat menjadi 99,80 persen dan RDB menjadi 99,85 persen.

“Dengan arahan serta bimbingan Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang proaktif mengawal PLN dari level strategis hingga teknis di lapangan, kami optimistis seluruh desa di Indonesia bakal terlistriki 100% pada tahun 2024,” ucap Darmawan.

Dirinya menambahkan, selain melistriki daerah-daerah 3T, PLN juga siap memenuhi kebutuhan listrik untuk sektor produktif seperti industri dan bisnis yang terus meningkat pascapandemi Covid-19.

“PLN siap untuk all-out menyediakan listrik di setiap lokasi untuk menjamin roda pembangunan nasional bisa semakin kokoh lagi. Kami mendukung penuh seluruh industri serta bisnis yang bermunculan dan bangkit di seluruh Indonesia,” ungkap Darmawan.

Tidak hanya itu, Darmawan memastikan PLN pun semakin siap menjalankan transisi energi untuk mengurangi pemanasan global dan memastikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi di masa mendatang.

Menjalankan mandat transisi energi, PLN pada tahun ini akan memaksimalkan pengembangan EBT di tanah air. PLN memanfaatkan seluruh potensi alam Indonesia menjadi sumber energi yang bersih. Sekaligus menguatkan kapasitas nasional.

“Dengan adanya tantangan transisi energi kami sudah petakan, kami siapkan strateginya mengubahnya menjadi peluang. Untuk memastikan Indonesia bukan hanya pasar produk EBT dari luar negeri. Tetapi justru ikut menjadi bagian dari produsen yang akan membawa nilai tambah bagi Indonesia,” tegas Darmawan.

Darmawan menjelaskan, PLN juga banyak mengadopsi teknologi dan keilmuan dari berbagai perusahaan terkemuka dunia. Benchmark yang telah dilakukan ke beberapa negara menjadi modal bagi PLN untuk mengembangkan perusahaan sehingga PLN bisa menjadi kebanggaan Indonesia.

“Sehingga ke depan dengan kesiapan PLN saat ini, maka tidak akan dalam waktu yang lama. Bukan hanya menjadi kebanggan Indonesia, tetapi menjadi top of the top company di dunia,” pungkas Darmawan. (Ila)

Pembebasan Lahan Underpass Juanda Belum Dilakukan

Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, Endar Sutan Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memastikan akan melakukan pembangunan 2 underpass di Kota Medan pada tahun ini, keduanya adalah underpass simpang Jalan HM Yamin dan simpang Jalan Juanda.

Berbeda dengan underpass simpang Jalan HM Yamin yang pembangunannya tidak memakan lahan milik masyarakat sehingga tidak perlu dilakukan pembebasan lahan, underpass simpang Jalan Juanda harus melalui proses pembebasan lahan lebih dulu. Sebab, sebagian lahan masyarakat terdampak atas rencana pembangunan underpass simpang Jalan Juanda tersebut.

“Untuk underpass (Simpang) HM Yamin, tidak ada lahan (masyarakat) yang terdampak, sehingga tidak dilakukan pembebasan lahan. Sedangkan untuk underpass (Simpang) Juanda, akan dilakukan pembebasan lahan,” ungkap Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Kota Medan, Willy Irawan, Rabu (7/6).

Dikatakan Willy, saat ini rencana pembebasan lahan tersebut sedang dalam proses. Nantinya, pembebasan lahan akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.

Sementara itu, dikonfirmasi, Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengatakan, untuk pembangunan Underpass Jalan Juanda memang akan dilakukan pembebasan lahan.

“Untuk Underpass Juanda akan dilakukan pembebasan lahan,” jelasnya.

Namun, kata Endar, sampai saat ini Dinas PKPCKTR Kota Medan belum bisa melakukan pembebasan lahan tersebut. Pasalnya, Dinas SDABMBK Kota Medan belum memastikan secara jelas mana titik atau batas lahan yang akan dilakukan pembebasan lahan.

“Jadi istilahnya itu ‘penggarisan’. Dinas SDABMBK belum melakukan penggarisan mana saja yang akan dibebaskan lahannya,” kata Endar.

Nantinya bila sudah dilakukan penggarisan, sambung Endar, pihaknya akan melakukan penghitungan luas lahan yang akan dibebaskan. Selanjutnya, akan dilakukan taksasi terhadap nilai lahan tersebut.

“Kami secara intens melakukan koordinasi dengan Dinas SDABMBK.
Infonya, konsultan meminta waktu satu bulan untuk melakukan penggarisan lahan tersebut,” sambungnya.

Dilanjutkan Endar, terkait sosialisasi kepada warga yang terkena dampak rencana pembangunan underpass simpang Jalan Juanda, telah dilakukan sosialisasi.

“Dan saat nanti sudah dipastikan mana titik batas lahan yang akan dibebaskan, maka akan disosialisasikan kembali. Artinya, akan ada sosialisasi sebanyak 2 kali,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas SDABMBK Kota Medan menargetkan pembangunan fisik 2 underpass di Kota Medan, yakni underpass simpang Jalan HM Yamin dan underpass simpang Jalan Juanda dengan anggaran multiyears yang bersumber dari APBD Kota Medan dengan total Rp400 miliar pada Triwulan 3 Tahun Anggaran 2023. (map/saz)

Lelang 5 Jabatan Eselon 2, Pemko Medan Tunggu Jawaban KASN

Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis - Istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), menanggapi kekosongan 5 OPD yang dipimpin pejabat setingkat eselon 2 di lingkungan Pemko Medan.

Guna mengisi kekosongan itu, Pemko Medan berencana segera melelang 5 jabatan eselon 2 tersebut. Untuk itu, Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Terkait hal dimaksud, kami masih berkoordinasi dengan KASN dalam rangka pengisian JPT Pratama,” ungkap Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, Rabu (7/6).

Dikatakan Sutan, pihaknya telah mengusulkan lelang kelima jabatan eselon 2 yang masih kosong tersebut. Dan saat ini, Pemko Medan masih menunggu jawaban dari KASN.

“Saat ini kami masih menunggu jawaban rekomendasi dari KASN,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan diminta untuk segera mengisi kekosongan 5 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di jajarannya. Sebab dikhawatirkan, kekosongan posisi kelima jabatan eselon 2 itu, akan mempengaruhi kinerja OPD tersebut.

Adapun kelima jabatan eselon 2 di lingkungan Pemko Medan yang masih kosong hingga saat ini, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau yang sering disebut Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan.

“Kami mendorong Pemko Medan untuk segera mengisi kelima jabatan eselon 2 yang masih kosong hingga saat ini,” tutur Abdul Rani, Selasa (6/6).

Untuk itu, Ketua DPC PPP Kota Medan itu, pun meminta agar Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dapat segera melelang kelima jabatan yang kosong tersebut.

Menurut Rani, melelang kelima jabatan eselon 2 tersebut sangat penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, ketiadaan pejabat eselon 2 sebagai pejabat tinggi pratama yang memimpin OPD-OPD tersebut, akan membuat perangkat dimaksud tidak bekerja secara maksimal.

Sementara seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan diharapkan tidak hanya dapat bekerja secara maksimal, namun juga bisa bergerak cepat agar dapat mengikuti gerak cepat Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam merealisasikan program-program kerja yang ada.

“Kalau di dinas itu tidak ada kepala dimas definitifnya, bagaimana mungkin dinas tersebut bisa bergerak cepat seperti yang diharapkan Wali Kota. Kita ingin semua perangkat di Pemko Medan bekerja maksimal, untuk itu jabatan eselon 2 tidak boleh dibiarkan kosong dalam waktu yang lama, harus segera diisi,,” imbaunya.

Apalagi, lanjut Rani, dari kelima OPD dimaksud, 3 di antaranya merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, yakni Dinas PMPTSP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta RSUD dr Pirngadi Medan.

Selanjutnya, kinerja Dinas Pariwisata juga sangat penting untuk mendukung program kerja Wali Kota Medan dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor pariwisata.

“Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan juga diharapkan dapat bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau. Tentunya hal ini sangat berpengaruh dalam menjaga inflasi dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (map/saz)

PUD Pasar Medan Angkat Status 136 Pegawai

Dirut PUD Pasar Kota Medan - Istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direksi PUD Pasar Kota Medan melakukan pengangkatan status 136 pegawai di jajarannya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para pegawai yang telah bekerja secara maksimal.

“Total ada 136 orang yang ditingkatkan statusnya, sebagai apresiasi kita kepada para pegawai. Pengangkatan kita lakukan berdasarkan penilaian kinerja secara objektif, bagi yang berkinerja baik maka dilakukan pengangkatan status,” ungkap Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, Rabu (7/6).

Dirincikan Suwarno, dari 136 pegawai yang diangkat, 3 orang di antaranya sebelumnya berstatus sebagai PHL (Pegawai Harian Lepas) diangkat menjadi pegawai honorer. Kemudian, 31 orang di antaranya sebelumnya berstatus sebagai pegawai honorer diangkat menjadi calon pegawai (capeg). Sementara, 102 orang lainnya sebelumnya berstatus sebagai capeg diangkat menjadi pegawai tetap.

Suwarno menjelaskan, pengangkatan status para pegawai itu sekaligus sebagai motivasi bagi setiap pegawai agar dapat bekerja lebih maksimal.

“Untuk yang belum diangkat, harus bekerja lebih giat lagi. Dan untuk yang sudah diangkat, pertahankan kinerja yang baik tersebut. Penilaian akan terus kita lakukan, dan yang pasti secara objektif serta berbasis kinerja,” tegas Suwarno.

Terpisah, seorang karyawan PUD Pasar Kota Medan yang diangkat status kepegawaiannya, Sofia Indah Sari Bangun mengatakan, dia sebelumnya berstatis sebagai pegawai honorer. Namun saat ini, pegawai PUD Pasar Kota Medan yang sehari-hari bertugas di Pasar Induk Tuntungan tersebut, telah diangkat sebagai calon pegawai setelah bekerja selama 3 tahun.

“Saya berterima kasih sekali. Apalagi disampaikan Pak Dirut, pengangkatan status pegawai ini lantaran kinerja yang baik,” tuturnya.

Sementara pegawai lainnya, Yulhafni Sembiring yang selama ini bertugas di Unit Satuan Pengawas Intern (SPI), mengaku telah diangkat menjadi pegawai tetap.

“Ini yang saya tunggu-tunggu dan saya sangat mengucapkan banyak terima kasih untuk jajaran direksi, terutama bapak dirut kami yang sudah memperhatikan kami dengan mengangkat sebagai pegawai atau calon pegawai. Semoga PUD Pasar semakin maju, sukses, dan jaya,” pungkasnya. (map/saz)

Main Dealer TVS Hadir Secara Resmi di Medan

RESMIKAN: President Director PT TVS Motor Company Indonesia (TVS-MCI), J Thangarajan, bersama Direktur PT Radja Panca Makmur, David Pasaribu, dan lainnya, saat meresmikan Main Dealer PT TVS-MCI di Jalan Brigjen Katamso Nomor 245 B dan C, 246 A, Kampungbaru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Rabu (7/6) - Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kota Medan memiliki letak geografis yang strategis dan kepadatan penduduk yang cukup ideal. Hal ini menjadikan PT TVS Motor Company Indonesia (TVS-MCI) mengambil langkah taktis untuk menggandeng PT Radja Panca Makmur (PT RPM) menjadi main dealer yang nantinya akan menjadi ujung tombak distribusi unit TVS di wilayah tersebut.

“Ke depannya, kami usahakan di setiap daerah provinsi memiliki minimal satu main dealer yang nantinya akan membawahi beberapa dealer. Ini bertujuan agar sisi keterjangkauan calon
konsumen dapat terpenuhi,” ungkap President Director PT TVS-MCI, J Thangarajan, saat peresmian Main Dealer PT TVS-MCI di Jalan Brigjen Katamso Nomor 245 B dan C, 246 A, Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Rabu (7/6).

J Thangarajan mengatakan, PT TVS-MCI adalah bagian dari TVS Motor Company di India, satu produsen kendaraan roda 2 terbesar di dunia. PT TVS-MCI merupakan produsen sepeda motor ternama yang memiliki pabrik di Kompleks Industri Surya Cipta, kawasan Karawang Timur, Jawa Barat. Dengan fasilitas produksi yang terintegrasi, mulai dari mesin, spare-part, pengecatan hingga proses pengujian produk dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 unit per tahun.

Pihaknya juga telah menjadi anggota AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) sejak Maret 2010. PT TVS-MCI mengekspor ke lebih dari 30 negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan.

“Sudah menjadi fokus utama kami untuk memberikan produk berkualitas tinggi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan sepeda motor yang terus berkembang. Kami terus berusaha menjangkau lebih banyak pelanggan di Asia Tenggara melalui jaringan penjualan, layanan, dan suku cadang kami. PT TVS Motor Company juga melayani layanan purnajual melalui Spare Part TVS Online yang mencakup lebih dari 4.882 kecamatan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Radja Panca Makmur, David Pasaribu menyebutkan, dipilihnya Kota Medan sebagai dealer motor TVS, tentu bukan tanpa alasan.

“Alasan utamanya, karena Medan sebagai kota terbesar di Sumatera, Indonesia, dan memiliki jumlah penduduk yang besar. Pertumbuhan ekonomi kota dan meningkatnya populasi kelas menengah menghadirkan potensi pasar yang signifikan bagi TVS Motor,” jelasnya.

“Dengan mendirikan dealer utama di Medan, kami harap dapat memasuki pasar ini dan menjangkau basis pelanggan
yang lebih besar di area Sumatera Utara,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Main Dealer TVS Medan resmi beroperasi. Dealer ini, memiliki fasilitas dan sumber daya yang mumpuni. Bukan hanya sebagai main dealer, TVS Medan pun punya jasa
servis yang lengkap.

“Memiliki fasilitas berstandar tinggi yang meliputi (3S) sales, sparepart, dan service yang mumpuni. Dipastikan dealer ini mampu menangani semua kebutuhan konsumen setia motor TVS,” jelas David.

David juga mengatakan, dengan membawa unit stylish, modern, dan berkarakter, diharapkan dapat memuaskan calon konsumen, terlebih lagi mengingat kontur wilayah Sumatera Utara yang rasanya cocok untuk bukti ketangguhan motor TVS.

Selain itu, lanjutnya, ragam strategi juga telah direncanakan TVS Motor untuk menarik minat konsumen agar tercapai target penjualan di area ini. Satu cara yang dilakukan dengan menawarkan beberapa segmen sesuai dengan kebutuhan konsumen itu sendiri.

“Segmen pertama, retro classic, TVS memiliki TVS callisto, motor matic dengan mesin 110 cc yang menawarkan retro looks, dilengkapi banyak pilihan warna. Lalu ada ada XL100 motor matic 100 cc dengan tampilan klasik dan stylish yang cocok digunakan sebagai motor
hobi,” bebernya.

Pada segmen kedua, sambung David, yakni performa. TVS menawarkan TVS Ntorq XP, skutik dengan kapasitas mesin 125 cc dilengkapi technology smart connect yang bisa menghubungkan handphone pengendara dengan motornya.

Selain itu, Ntorq XP juga memiliki fitur menarik dual riding mode (race mode & street mode), sangat cocok untuk konsumen yang ingin merasakan sensasi motor dengan performa tinggi.

“Kemudian segmen ketiga adalah electric vehicle, TVS sudah siap dengan produk motor elektriknya yang juga akan segera diluncurkan pada tahun ini,” urainya.

Menurut Dvid, dalam rangka meningkatkan penjualan, TVS juga sedang mendekatkan diri dengan berbagai lembaga pembiayaan. Tujuannya, untuk memberi kemudahan bagi konsumen dalam memiliki motor TVS.

“Selama Juni 2023 ini, kami memberikan spesial promo diskon sebesar Rp1 juta untuk semua tipe unit motor 2 roda TVS, baik pembelian cash ataupun kredit. Jadi silakan untuk masyarakat Medan bisa langsung mengunjungi dealer kami,” ajak David.

Adapun untuk tipe 3 roda juga difasilitasi dengan lengkap. Pembelian juga dapat dilakukan secara kredit, cash, ataupun sewa. Main Dealer TVS Medan juga menyewakan unit roda 3 untuk angkutan barang bak terbuka maupun box tertutup, yang dapat digunakan secara personal atau untuk perusahaan-perusahan terkemuka. Sedangkan korporasi tersedia layanan sewa dengan skema tertentu. (dwi/saz)

KDRT, AKP Eko Handoko Dituntut 1 Tahun Penjara

SIDANG: AKP Eko Handoko terdakwa KDRT, saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Selasa (6/6) - Istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Perwira Pertama (Pama) Polda Sumut, AKP Eko Handoko, dituntut jaksa 1 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Erni Lamta Nurbeta Tarigan, dalam sidang virtual di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/6) sore.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Delyanti dalam nota tuntutannya, menjelaskan, perbuatan terdakwa mantan Kaur Keuangan Ditreskrimsus Polda Sumut itu, terbukti bersalah melanggar Pasal 44 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang KDRT.

“Meminta kepada majelis hakim agar menghukum terdakwa Eko Handoko dengan pidana penjara selama 1 tahun,” ujarnya.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Martua Sagala menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa Eko Handoko.

Diketahui, kasus dugaan KDRT yang dialami korban Erni Lamta Nurbeta Tarigan terjadi pada Desember 2021 lalu. Ketika itu korban mendatangi suaminya, yakni terdakwa AKP Eko Handoko yang bertugas di Polda Sumut untuk meminta uang.

Namun, bukannya dikasih uang, dia malah didorong hingga terjatuh mengenai meja kerja, dan pinggang sebelah kiri berbenturan terkena pinggiran meja tersebut yang menyebabkan luka lebam. Akibat peristiwa itu, korban diopname di rumah sakit selama 2 hari.

Atas peristiwa yang dialaminya, korban pun membuat laporan ke Polda Sumut pada 15 Desember 2021 lalu, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/2050/XII/2021/SPKT/POLDA SUMUT.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian pun akhirnya menetapkan Pama Polda Sumut itu sebagai tersangka KDRT. (man/saz)