31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14314

Hari Kedua Indonesia Tetap Mendominasi

KETAMBE-Indonesia kembali mendominasi pada hari kedua Indonesia Rafting Championship – IRF Word Cup Series 2011, Jumat (25/11).

Kemarin Indonesia  kembali menjadi yang terbaik di nomor  slalom.
Tiga tim Indonesia kembali menduduki podium kehormatan di nomor slalom yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB pagi.  DKI Jakarta tampil sebagai juara pertama dengan catatan waktu 4 menit 4.95 detik, diikuti Jawa Barat di tempat kedua dengan catatan waktu 4 menit 31.32 serta Jawa Timur di peringkat ketiga dengan catatan waktu 4 menit 32.44.

Terkait kemenangan timnya, manejer tim DKI Jakarta Lody Korua mengatakan bahwa catatan waktu yang diriha DKI Jakarta pada  hit pertama lebih baik dari hit kedua.
“Padahal air di hit pertama lebih besar daripada di hit kedua. Tapi, kami heran, kami justru meraih waktu terbaik pada hit pertama itu. Ini sungguh luar biasa,” Ujar Lody
Menurut Joni Kurniawan, Ketua Panitia bahwa selulruh peserta yang berlomba dinomor slalom menunjukkan kelasnya masing-masing. Itu bisa terjadi karena peserta di nomor slalom memang membutuhkan skil dan stamina yang prima.

“Lomba ini sungguh menarik, karena semua peserta dituntut mampu menyesuaikan keadaan, kapan harus lurus, dan kapan harus miring,” ungkapnya.

Hari ini (26/11), tim Indonesia diharapkan kembali meraih hasil terbaik saat berlomba di nomor Down River Rice yang mempergunakan rute dari Sirkil sampai PHPA Gurahsejauh dengan jarak tempuh lebih kurang 18 km. (dre)

Dominasi Bulu Tangkis

MEDAN-Perguruan tinggi yang berasal dari Indonesia berhasil mendominasi pada perhelatan  karnaval olahraga IMT-GT antara tiga negara yang berlangsung dari tanggal 24 sampai 30 November mendatang.

Khusus untuk cabor bulu tangkis  yang digelar di GOR PBSI Sumut dimulai dari pukul 08.30 WIB pada Jumat (25/11). “Untuk sementara hasil pertandingan cabor bulutangkis dari ketiga negara masih didominan oleh pebulu tangkis kita (Indonesia, red),” tutur Nurhasan, kordinator cabor bulu tangkis.
Peserta yang bertanding di cabor bulu tangkis dibagi dalam 16 partai, dengan sistem gugur. Untuk pool A terdiri dari Universitas Utara Malaysia (UUM), Unibersiti Malaysia Perlis (Unimap), dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Di pool B berisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serta Prince  of Songkla University (PSU). Sedangkan pool C diisi Thaksin University (TSU), dan Universiti  Sains Malaysia (USM). Pool P diisi oleh PSU, Universiti Teknologi Mara (UiTM) dan UUM.
Adapun nomor-nomor yang dipertandingkan pada even ini adalah beregu putra dan putri, tunggal putra dan putri, dan ganda putri. (mag10)

Unggul di Sepak Bola

Medan- Perhelatan karnaval olahraga antar pelajar pada IMT-GT yang melibatkan Indonesia, Malaysia dan Thailand juga mempertandingkan cabor sepak bola.

Khusus untuk cabor sepak bola ini berlangsung 24 sampai 30 November di Stadiun Unimed Medan dari pukul 08.30 WIB. “Sejauh ini pertandingan sepak bola berjalan lancar,” jelas Drs Ardi  Nusri M.Kes, Kordinator Cabor Sepak Bola kepada wartawan saat pertandingan antara Universitas Sumatera Utara (USU) melawan Prince of Songkla University (PSU)  di stadiun Unimed.

Pada pertandingan kemarin Unimed mengalahkan UUM dengan skor   2-0, selanjutnya PSU mengalahkan UiTM dengan skor 5-0, USU mengalhkan USM dengan skor 3-1, RMUTSV takluk atas UMSU dengan skor 1-3. Selanjutnya PSU bermain 2-2 imbang dengan USU. Dan UiTM mengalahkan USM dengan skor 2-1.

“Untuk babak semi final akan dilaksanakan pada Sabtu ini (26/11)  di tempat yang sama. Kita berharap semua pertandingan itu berlangsung sukses dan aman,” tambah Ardi. (mag-10)

Sumut Kirim Tujuh Pesilat

MEDAN-Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Sumatera Utara melepas 7 Pesilat Pelajar Sumatera yang dibina di Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar  (PPLP) Sumatera Utara untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antar PPLP yang berlangsung di  GOR Kota Baru Jambi mulai 26- 30 November 2011 nanti.

Dalam pelapasan yang dilangsung di PPLP Jalan Sekolah Pembangunan/Sunggal Medan, Jumat (25/11), Kabid Penigkatan Prestasi Olahraga Disporasu Darwis Siregar berharap kepada pesilat yang berlaga di Kejurnas nanti untuk tampil maksimal dan menjunjung tinggi sporttifitas.

Pelatih tim pencak silat PPLP Sumut Suprapto mengatakan bahwa pihaknya telah menggenjot para pesilat selama empat bulan lebih. “Tak hanya itu, kita juga menggelar try out,” bilang Suprapto.
Mengenai atlet yang diharapkan meraih prestasi maksimal di even ini, Suprapto mengatakan bahwa pihaknya menaruh harapan kepada Tirta Amerta Sari dan Arteti Nadeak. “Keduanya memiliki pengalaman yang lebih baik dibanding pesilat lainnya,” bilang Suprapto.

Adapun tujuh pesilat PPLP Sumut yang akan berlaga terdiri dari 3  pesilat putra yakni Affansyah (Tanah Karo), Bayu Ramadani (Medan), dan Elias Bastanta (Tanah Karo). Sedangkan 4 pesilat putri adalah Artety Nadeak  (Samosir), Tirta Amerta Sari (Tanah Karo), Siti Amelia Nasuha (Medan), dan Afriani (Tanah Karo).(omi)

Hanya Sisakan Simon

SHANGHAI-Luar biasa penampilan tunggal putra Simon Santoso di perempat final Tiongkok Super Series premier di Shanghai, Tiogkok, kemarin (25/11). Di tengah alasan PB PBSI bahwa recovery dan kondisi fisik yang kurang setelah tampil di SEA Games, dia ternyata mampu membuktikan tak terpengaruh dengan kondisi itu.

Simon menunjukkan bahwa mental juara masih dimilikinya.  Meski recovery kurang maksimal, dia ternyata mampu berusaha keras untuk terus melaju ke semi final kejuaraan berhadiah total USD 350 ribu tersebut.

Bahkan, keberhasilan Simon melaju mempu mebalikkan prediksi pengamat yang menilai Simon bakal takluk dari tangan pebulu tangkis senior Denmark, Peter Gade. Simon sukses membuat unggulan keempat itu bertekuk lutut dalam rubeer game 15-21, 21-15, dan 21-16.

Menurut asisten pelatih tunggal putra Agus Dwi santoso, kemenangan   Simon tak bisa dilepaskan dari kesabaran dan perubahan strategi yang diterapkan anak didiknya. Dia mengakui, Simon mampu mendominasi permainan pada game kedua dan ketiga sehingga Gade bisa dikalahkan.

“Di game pertama memang sulit. Tapi, di game kedua Simon bisa keluar dari tekanan dan mencoba tak terbawa permainan lawan. Ternyata Simon bisa dan balik menekan. Karena itu bisa unggul,” terang pelatih asal Malang tersebut.

Keberhasilan Simon sayang tak tertular di ganda putra. Markis Kido/hendra Setiawan harus terhenti langkahnya di perempat final. Mereka kalah dari pasangan Denmark Mathias Boe Carsten Mogensen dalam pertarungan tiga game 20-22, 23-21, dan 26-28. Ketatnya pertemuan antara keduanya memang bisa dilihat dari skor yang tercipta. Dari tiga game, semuanya harus ditentukan lewat deuce.  Menurut Kido, kekalahannya kali ini bukan karena faktor fisik yang sebelumnya banyak diutarakan oleh pemain-pemain yang gagal.

“Kalau fisik kami masih oke. Tidak ada apa-apa,” terangnya. Pasangan peraih emas Olimpiade Beijing 2008 itu menilai kekalahannya karena faktor tidak beruntung. “Tadi kurang hoki saja. Kalau permainan sebenarnya imbang ,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Indoensia tinggal menaruh harapan kepada Simon sebagai satu-satunya wakil Indoensia yang tersisa di kejuaraan ini. Pada pertandingan selanjutnya, lawan simon belum ditentukan karena masih menunggu hasil duel antara pebulu tangkis tuan rumah, Chen Jin dan Chen Long  yang sampai berita ini ditulis masih berlangsung.

Bertemu wakil tuan rumah, peluang Simon dipastikan bakal berat. Sebab, dari sejarah peratrungan Simon selama ini melawan pebulu tangkis Tiongkok, dia selalu mengalami kesulitan. (aam/jpnn)

Tak Ada Masalah Lagi

Cotto v Margarito

NEW YORK – Pertarungan akbar di kelas menengah ringan atau welter super antara Miguel Cotto dan Antonio Margarito tak mendapatkan penghalang lagi. Komisi Atletik negara Bagian New York memberikan lampu hijau untuk pertarungan yang berlangsung pekan depan itu.

Sebelumnya ganjalan terhadap pertarungan tersebut berasal dari kubu Margarito. Petinju Meksiko itu mengalami cedera parah pada mata kanannya saat berhadapan dengan petinju Filipina Manny Pacquiao, tahun lalu. Cedera tersebut, berdasarkan pemeriksaan, membuat mata kanan Margarito tak berfungsi normal selama beberapa bulan.

Pemeriksaan pada mata Margarito pekan lalu menjelaskan sudah tak ada masalah lagi. Lensa mata Margarito su dah diperbaiki melalui operasi. Surat ijin terhadap Margarito pun diberikan oleh Komisi Atletik Negara Bagian New York. Margarito yang memiliki rekor bertarung 38 kemenangan, 27 dengan KO (knockout) dan tujuh kekalahan, akan menantang petinju Puerto Riko, Miguel Cotto dalam perebutan gelar juara dunia kelas welter super WBA.

Pertarungan kedua petinju yang diperkirakan akan berlangsung keras itu berlangsung di Madison Square Garden, New York pada 3 Desember waktu setempat. Ini merupakan pertarungan ulang antara kedua petinju setelah Cotto menang TKO atas Margarito pada ronde kesebelas pada 2008.(ady/jpnn)

Kursus Bola Bersama Beckham

Al Lucky Laki

Kedatangan bintang sepak bola David Beckham ke Indonesia sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Mereka tentu saja sangat berharap bisa bertemu dengan mantan pemain MU itu secara langsung.

Namun keberuntungan datang kepada Ahmad Gazali atau Al Lucky Laki yang berkesempatan bertemu langsung. Putera Ahmad Dhani yang menggemari dan mengidolakan suami Victoria Beckham itu dijadwalkan akan bertemu langsung pada 29 November mendatang.

Ayah Al, Ahmad Dhani yang ditemui di acara musik Dahsyat di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/11) mengungkapkan, anaknya akan memanfaatkan pertemuannya dengan Beckham itu untuk konsultasi dan kursus kilat. “Rencananya Al mau coaching clinic sama Beckham,” ungkap Dhani.
Saat ditanya latar belakang, Al bisa punya kesempatan emas itu, Dhani menyebut bahwa hal itu tidak lepas dari bukti kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Selain itu, ketiga anaknya juga punya harapan besar bertemu Beckham.

“Ya namanya juga orang tua yang sayang sama anak-anaknya. Tentunya ada impian Al, El, Dul semasa kecil mereka untuk bertemu Beckham. Dan berlatih langsung dengan Beckham, itu impian mereka. Pastinya ini adalah sebuah momen yang sangat ditunggu oleh mereka,” terangnya.(net/jpnn)

Pembukaan, Webber Tercepat

SAO PAULO- Pebalap Red Bull Racing, Mark Webber, menjadi yang tercepat pada latihan bebas pertama GP Brasil, Jumat (25/11). Pada sesi yang berlangsung dalam kondisi kering dan cerah di Interlagos itu, Webber mencatat waktu terbaik 1 menit 13,811 detik.

Dia mendapat perlawanan gigih dari duo McLaren, Jenson Button dan Lewis Hamilton, yang berturut-turut ada di belakangnya. Webber hanya unggul 0,014 detik atas Button, yang berpeluang besar menjadi runner-up musim 2011.

GP Brasil ini tampaknya akan menjadi arena pertarungan antara Red Bull dan McLaren. Terbukti, pada latihan bebas pertama ini kedua tim menguasai posisi empat besar, setelah Sebastian Vettel menempati urutan keempat. Juara dunia asal Jerman ini lebih lambat 0,214 detik dari rekan setimnya tersebut.

Meskipun demikian, Ferrari juga memberikan indikasi bakal kompetitif. Pasalnya, “Si Kuda Jingkrak” menempatkan dua pebalapnya di urutan kelima dan keenam, dengan pebalap tuan rumah, Felipe Massa, mengalahkan Fernando Alonso.

Pebalap legendaris yang meraih tujuh gelar juara dunia F1, Michael Schumacher, berada di urutan ketujuh. Pebalap Mercedes GP ini berada di posisi yang lebih bagus dari duo Force India, Nico Hulkenberg dan Paul di Resta, serta rekan setimnya Nico Rosberg, yang melengkapi komposisi 10 besar. (net/jpnn)

Angky Kejar KO

MAZATLAN-Petinju kelas bantam (53,5 Kg) Indonesia Angky Angkota diyakini meraih hasil positif pada pertarungan perebutan gelar kelas bantam WBO melawan Jorge Arce, di Mazatlan, besok (27/11) waktu Indonesia  Dia optimistis bakal membawa gelar juara itu ke Indonesia.

“Persiapannya sudah cukup matang. Sekarang dia sedang persiapan akhir dan hanya latihan ringan untuk menajag kondisi (sebelum pertandingan),” kata Matchmaker Pino Bahari melalui pesan singkat, tadi malam (24/11).

Pino meyakini jika persiapan panjang yang telah dilakukan petinju 30 tahun tersebut di Lembang, Jawa Barat beberapa bulan sebelum berangkat ke Mexico sudah cukup bagus. Karena itu, Pino melihat peluang Angky untuk melakukan revans setelah kekalahan pada pertemuan pertama dengan petinju 32 tahun tersebut cukup besar.

Sebelumnya, Angky memang pernah kalah dari Jorge Arce pada pertarungan kelas terbang super WBO pada 2010 lalu. Tapi, kekalahan Angky saat itu bukan karena masalah kualitas yang kalah. Tapi, dia takluk denga technical decision dan pertandingan dihentikan pada ronde ketujuh setelah dia mengalami luka di pelipisnya.

“Kalau tidak luka, saya yakin Angky bisa mengatasinya. Sekarang itu tak boleh terjadi lagi. Tekadnya untuk meraih gelar dan revans sudah cukup besar,” lanjutnya.
Melihat kondisi dan persiapan Angky, Pino meyakini bahwa pertarungan kali ini tidak akan selesai dalam 12 ronde. Dengan kata lain, pihak Angky yakin bisa memukul jatuh lawan dalam ronde-ronde pertengahan.

“Paling tidak, di ronde keenam dia sudah bsia meng-Ko lawannya,” lanjut Pino.(aam/jpnn)
Nah, mengenai strategi yang akan diambil, sebelum berangkat Angky sudah memeparkan bahwa dirinya akan mengandalkan kecepatan yang dimiliki. Sebab, untuk ukuran postur tubuh dirinya masih kalah dengan Jorge Arce.

“Pelatih selama ini mematangkan saya untuk bisa memaksimalkan pola hit and run. Startegi ini dinilai paling efektif,” terangnya.

Selain itu, dia otimistis bakal mempu merobohkan sang lawan sebelum 12 ronde pertarungan diselesaiakan. Angky menarget untukbsia memukul KO sang lawan pada ronde keenam.
Sementara itu, manajemen Mahkota Promotion yang membantu Angky untuk menggelar pertarungan di negara yang terletak di kawasan Amerika Utara tersebut, juga tak kalah optimistis.

Promotor Raja Sapta Oktohari bahkan manarget kemenangan Angky harus mutlak.
“Karena tandingnya di Mexico, Angky tidak boleh hanya menarget menang angka. Dia harus bsia memukul roboh musuhnya sehingga tidak dirugikan dalam perhitungan poin,” tutur owner Mahkota Promotion tersebut. (aam/jpnn)

Ketika Nadal tidak Bergairah

LONDON- Apa jadinya jika seorang petenis top Rafael Nadal yang pernah dominan di tahun lalu, dan menjadi pemain nomor satu dunia, sedang merasa kehilangan gairahnya pada dunia yang digelutinya. Kenapa?

Dari hasil penelusuran Nadal sedang “bermasalah” ketika ia hanya meraih tiga piala di musim ini, yaitu turnamen Grand Slam spesialisnya, Prancis Terbuka, serta Monte Carlo Masters dan Barcelona Open. Di tahun sebelumnya ia menyabet tujuh titel, termasuk tiga Grand Slam minus Australia Terbuka.

Sejak kalah di final AS Terbuka tahun ini dari Novak Djokovic, petenis kidal berusia 25 tahun itu hanya tampil di tiga turnamen, yakni Jepang Terbuka, Shanghai Masters, dan yang sedang berlangsung saat ini, ATP World Tour Finals.

Memenangi laga pertamanya di babak grup atas Mardy Fish, Nadal kalah 3-6 0-6 dari Roger Federer di partai keduanya hanya dalam waktu satu jam! Ia kembali kalah di pertandingan ketiga, kali ini dari Jo-Wilfried Tsonga, dan masuk kotak.

“Aku tak bisa membahasnya satu jam soal ini. Serius,” ungkap juara 10 kali Grand Slam itu, dikutip Reuters, Jumat (25/11).

“Banyak hal. Karena mungkin aku sedikit kehilangan gairah untuk pertandingan ini, mungkin aku lebih capek dari biasanya.

“Aku senang dengan latihanku dalam tiga minggu terakhir. Tapi untuk bersaing, aku tidak dalam cara yang tepat. Kita bisa mencari pembelaan, menemukan masalah-masalah, tapi sekarang bukanlah waktunya untuk membicarakannya,” ungkapnya.

“Anda pasti punya momen-momen dalam karier Anda, di mana Anda bangkit lalu jatuh. Hari ini bukanlah momen terbaikku,” tutur si kidal asal Spanyol itu.

Apakah ini berarti Nadal akan melempem terus? Ia berharap tidak dan bertekad demikian. Ia mencetuskan motivasi tinggi untuk tampil bagus dan membantu Spanyol memenangi Piala Davis, dalam laga final di Sevilla melawan Argentina minggu depan. Bagusnya buat dia, pertandingan itu digelar di lapangan tanah liat.(bbs/jpnn)