27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14349

DPRD Sumut pun ‘Dicueki’ Gatot

SEPERTI janjinya, sembilan dari sebelas partai pengusung Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) beraudiensi juga ke DPRD Sumut. Diterima oleh Ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun, secara gamblang mereka ungkapkan ketidakpuasan terhadap Plt Gubsu.

HM Nasib dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Sumut, pada kesempatan itu menyatakan, selama ini partai pengusung pasangan Syampurno, telah dilupakan oleh Gatot. Sudah tidak ada lagi komunikasi yang terjalin dan terbangun. “Kami harap Gatot supaya ingat sejarah. Jangan lupa visi misi. Jangan lupakan kami yang dulu juga berjuang. Kita sama ingin membangun, bukan ingin menjatuhkan. Seperti kritik-kritik yang kami berikan. Ini bertujuan agar pemerintah paham terhadap masyarakat yang heterogen ini. Jabatan yang diemban Gatot itu adalah jabatan politik, tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di ruang kerja Saleh Bangun di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol No 5 Medan, Kamis (17/11).

Pernyataan Nasib ini langsung ditanggapi Saleh. Menariknya, Saleh juga sependapat. Dengan kata lain, nasib DPRD Sumut tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan koalisi sembilan partai pengusung Syampurno; dicueki Gatot. “Kita sama, nggak pernah diajak kompromi dan musyawarah. Alangkah baiknya kita buat pertemuan bersama. Agar bisa langsung ditanya ke dia dan langsung bisa dijawab keluhan ini. Kami sebagai wakil rakyat juga sudah merasakan hal ini,” ujarnya.

Selain soal sikap cuek Gatot, masih banyak yang dikeluhkan sembilan partai tersebut. Mulai dari fungsi pengawasan DPRD Sumut terhadap kebijakan pemutasian 110 pejabat eselon III di lingkungan Pemprovsu, kemudian menyangkut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut serta banyak hal lain lagi. Termasuk teguran dari Mendagri yang diterima Gatot.

Terkait fungsi pengawasan, Saleh Bangun mengaku pihaknya sudah pernah mempertanyakan masalah-masalah tersebut langsung kepada Kemendagri. Hanya saja, persoalan pengangkatan dan pemberhentian pejabat, Saleh Bangun berdalih hal itu bukan bidang tugas dewan. Maka dari itu, dikatakannya lagi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Kemendagri untuk menindaklanjutinya. “Kalau soal Peraturan Gubernur (Pergub) pengangkatan dan pemberhentian, kalau menyalahi, tidak mungkin disetujui Kemendagri,” ujarnya.

Koordinator koalisi sembilan partai pengusung Syampurno, Edison Sianturi juga mengatakan, selama ini visi misi pasangan Syampurno tidak berjalan. Belum ada arah perubahan, pembangunan yang signifikan sejak Sumut dipimpin Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Tentu, jika ditilik dari janji politik yang dikumandangkan pada kampanye Pilgubsu 2008 lalu.

Untuk itu, koalisi sembilan partai pengusung tersebut, meminta agar segenap anggota DPRD Sumut jangan hanya duduk manis. Harus bertindak tegas atas kebobrokan serta tidak berjalannya pembangunan di Sumut seperti yang diinginkan rakyat. Pada kesempatan itu juga, sembilan koalisi pengusung Syampurno kembali menyatakan, Gatot Pujo Nugroho bak kacang yang lupa kulitnya.  “Sebaiknya visi-misi itu diperdakan saja, supaya DPRD bisa mengawal dengan baik perjalanan pemerintahan di Sumut ini. Kita sudah terlanjur berjanji kepada masyarakat,” tegasnya.

Sembilan partai pengusung Syampurno juga meminta dengan tegas kepada Saleh Bangun, agar DPRD Sumut serius dalam mengawal APBD yang sudah diajukan Pemprovsu ke DPRD. Dengan pengawalan itu, diharapkan mengacu kepada niat awal pasangan Syampurno yakni, pencapaian visi misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat. “Maaf, jangan sampai DPRD Sumut hanya menjadi tukang stempel. Jadi, jangan karena waktu mendesak, karena terburu-buru, jadi terdesak untuk setuju. Kami harap jangan ada lagi politik memanas karena salah kebijakan” tegasnya.

Terkait masalah anggaran, Saleh Bangun mengatakan, selama ini masalah anggaran selalu menjadi perhatian DPRD Sumut. “Selama ini kami selalu mengawal dan memberi perhatian pada perjalanan anggaran,” ujarnya
Koordinator sembilan partai pengusung langsung menimpali, dengan mengatakan, selama ini pihaknya mendengar banyak tudingan miring ke banyak pihak, terutama mengenai gagalnya hak interpelasi DPRD Sumut. Dimana sinyalemen kuat, karena anggota DPRD Sumut telah ‘dibeli’, sehingga interpelasi DPRD Sumut gagal. “Kami selama ini mendengar bahwa ada selentingan dari Pemprov Sumut, buat apa dekat dengan partai pendukung kalau DPRD bisa dibeli. Namun, kami yakin DPRD tidak selemah itu. Tapi, kami tetap merasa heran, kenapa kalau ada pelanggaran yang dilakukan DPRD Sumut diam,” urainya.

Menjawab itu, Saleh Bangun mengatakan, apa yang terjadi selama ini adalah bersifat politis. “Ini politik, kita kemarin ajukan hak interpelasi, akhirnya kalah. Karena ada yang mau ada yang tidak. Kalau saya maju sendiri, kemudian voting, saya bakal kalah. Kita mau tegur sendiri nggak bisa. Makanya, sama-sama. Saya juga ingin ada masukan seperti ini,” ujarnya.

Di akhir audiensi, antara koalisi sembilan partai pengusung Syampurno dan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, merencanakan akan melakukan pertemuan tiga pihak yakni, Plt Gubsu, sembilan partai pengusung dan DPRD Sumut. Sayangnya, belum dipastikan kapan waktunya.(ari)

Hari Ini, Tiga Pewushu Sumut Incar Dua Emas

JAKARTA-Hari ini wushu akan mulai dipertandingkan. Sumatera Utara (Sumut) sebagai penyumbang atlet wushu terbanyak dinantikan berprestasi. Dan, dua emas yang diperebutkan hari ini harusnya bisa direbut atlet Sumut.
“Kami berharap minimal bisa memenuhi target lima medali emas. Karena itu kami bertekad, dua medali emas yang disediakan dalam laga hari pertama besok (hari ini, Red) dari nomor nanquan putra dan putri harus bisa direbut,” kata Master Supandi Kusuma, ketua Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) melalui siaran pers dari Jakarta yang diterima Sumut Pos, Kamis (17/11).

Supandi menambahkan, Indonesia akan menurunkan dua atlet nomor nanquan putra, Herianto dan Johanes Bie (keduanya asal Sumut), serta dua atlet nomor nanquan putri Desi Indri Astuti (Sumut) dan Ivana Ardelia Irmanto (Jogjakarta).

Menurutnya, pewushu Indonesia banyak mengalami kemajuan, termasuk saat berlatih selama dua bulan di Beijing University of Sports, China. Dikatakan, sejak awal PBWI sebenarnya sudah merancang program latihan di Beijing selama delapan bulan. Namun, karena masalah dana yang belum cair dari pemerintah, akhirnya kami cuma bisa latihan dua bulan.

“Meski demikian, atlet kami tetap menunjukkan semangat. Buktinya dari hasil try out pada kejuaraan dunia di Turki beberapa bulan lalu, mereka bisa meraih hasil bagus. Kita mendapat perak dari Desi Indri Astuti. Pemain lainnya, seperti Heriyanto menempati peringkat lima dunia dan Johanes Bie di peringkat ketujuh,” kata Supandi yang didampingi Sekjend PB WI Ngatino, Wakil Sekjend Iwan Kwok yang sekaligus merangkap Ketua Panpel dan Ketua Bidang Organisasi Chairul Azmi Hutasuhut.

Selain itu, Ivana Ardela Irmanto juga cukup diandalkan. Pada ajang Asian Games di Guangzhou tahun 2010 lalu, Ivana berhasil menyabet medali perak. “Lima medali emas itu sudah cukup bagus. Sebab di Wushu, persaingannya sangat ketat. Malaysia, Vietnam, Thailand dan Filipina punya keunggulan di beberapa nomor tertentu. Jadi, distribusi medali sepertinya akan merata,” tambah Supandi.

Pertandingan Wushu baru akan dimulai hari Jumat (18/11/2011) ini di Stadion indoor tennis Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta. Pada ajang SEA Games kali ini, setiap negara hanya boleh mengikuti sebanyak 15 nomor. Indonesia menurunkan sebanyak 14 atlet.

Pada ajang SEA Games di Laos pada 2009 lalu, Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dan empat medali perak dan dua medali perunggu. Dua emas disumbangkan Aldy Lukman dan Susyana Tjhan dari nomor Changquan putra dan putri. (jun)

Perawatan Jamaah Haji Gratis hingga 7 Hari

MEDAN-Masalah kesehatan jamaah haji menjadi tanggung jawab pemerintah, termasuk jika ada yang harus dirawat di rumah sakit.

Bagi keluarga jamaah saja tidak perlu risau, pasalnya biaya pengobatan gratis. Namun, biaya perawatan dibatasi hingga 7 hari saja.

Sebagai informasi, hingga kloter 06/MES, sebanyak 7 jamaah haji Debarkasi Medan yang dirujuk dan dirawat di RS Haji Medan. Mereka adalah 4 jamaah haji dari kloter 04/MES, 1 orang dari kloter 01/MES, 1 orang dari kloter 03/MES dan 1 jamaah dari kloter 05/MES. “Untuk perawatan sampai 7 hari biayanya ditanggung pemerintah, kebanyakan jamaah haji mengalami sakit pneumonia (radang paru, Red),” ujar Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) Drs HM Sazli Nasution, Kamis (17/11).

Menurut Sazli, selain di rumah sakit yang ada di Medan, ada juga jamaah yang masih di rawat di rumah sakit di Arab Saudi. Hal ini membuat jamaah harus tertunda kepulangannya. “ Dua jamaah haji ini berasal dari Labuhanbatu yaitu Johan M Rokan Bin HM Said (56) nomor manifes 321 ditunda keberangkatannya karena sakit, sedangkan Nur Saumi Binti Nasir (32) manifes 322 mendampinginya,” jelas Sazli.

Sazli menambahkan, Sabtu besok tidak ada kloter yang mendarat di Polonia. Karena itu, Asrama Haji Medan (Ahmed) tidak melakukan kegiatan untuk menerima jemaah haji. Hal ini dikarenakan menyesuaikan slot time yang merupakan otoritas Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Hingga kloter 06/MES, sebanyak 2723 orang atau sekitar 31,98 persen jamaah haji asal Sumut yang tergabung dalam Debarkasi Medan yang sudah kembali ke tanah air. Hal ini diungkapkan Sekretaris PPIH Drs HAbd. Rahman Harahap, MA, kemarin.

Dikatakannya, pada kloter 06/MES yang berjumlah 455 jamaah haji ini berasal dari Padanglawas 345 jamaah, Medan 58 orang, Sibolga 45, penambahan seat 2 orang serta ditambah petugas. Kloter 06 tiba di Bandara Polonia Medan, Kamis (17/11) sekitar pukul 01.15 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 3207.
Jamaah haji disambut oleh Bupati Padanglawas (Palas) yang diwakili oleh Asisten II Pemkab Palas H Samsul Bahri Siregar MAP, Ketua PPIH Debarkasi Medan Drs H Abd Rahim MHum, Sekretaris PPIH Drs H Abd Rahman Harahap MA, Kakankemenag Palas Drs H Dahman Hasibuan, dan Kakankemenag Sibolga Drs Ilhamsyah Pasaribu MA. (mag-11)

Pilih Kamar tanpa Kamar Mandi

Sidak Hotel, Dahlan Iskan Disebut Menteri Aneh

Dahlan Iskan tidak langsung masuk ke kamarnya begitu ia tiba di hotel, ketika waktu di Bali sudah pukul 18.30. Mandi dan pergi makan malam ke sebuah restoran pun ditundanya karena harus menginspeksi beberapa tempat di Hotel Inna Kuta. Ini inspeksi sangat mendadak.

Karyawan yang sedang bekerja di beberapa bagian yang diinspeksi menyatakan kaget melihat menterinya tiba-tiba ada di antara mereka. Beberapa karyawan yang diajak bicara pun bahkan baru tahu bahwa lawan bicaranya tadi adalah menteri setelah Dahlan Iskan meninggalkan ruang kerja mereka.

Menteri yang penampilannya selalu tidak formal itu masuk ke dapur, ke tempat parkir sepeda motor, dan beberapa ruangan lain. “Aneh. Ini menteri aneh. Dia masuk sampai ke dapur. Dirut kami saja belum tentu sampai ke sini,” ujar seorang karyawan rendah di Hotel Inna Kuta, Bali, Kamis malam.

Dahlan memilih menginap di Inna Kuta selama ia di Bali sampai 18 November nanti, sebagai salah satu menteri yang diperintahkan nongkrongin KTT ASEAN. Beberapa stafnya pernah menyarankan supaya Dahlan menginap di hotel lain saja yang lebih bagus karena Inna Kuta masih dalam proses pengembangan dan pengerjaannya belum selesain
“Gak, saya mau nginap di Inna Kuta. Jelek gak apa-apa, biar sekalian saya tahu apa yang menyebabkan proyek itu tidak selesai-selesai,” kata Dahlan.

Dahlan adalah menteri pertama yang menginap di Inna Kuta setelah Susilo Sudarman, salah satu menteri pariwisata di zaman pemerintahan Orde Baru. Menteri-menteri lain kalau ke Bali menginap di hotel-hotel esklusif.

“Sekarang Pak Menteri BUMN nginap di sini, kami sangat senang. Apalagi tadi beliau langsung memutuskan nasib proyek ini. Semuanya selesai, kami jadi jelas, jadi lebih percaya diri mengembangkan bisnis hotel ini,” ujar seorang pejabat Inna Kuta.

Yang bikin pusing pejabat-pejabat Hotel Indonesia Natour (HIN) dan Inna Kuta adalah keinginan Dahlan untuk menginap di sebuah kamar yang kamar mandinya belum selesai, masih proses finishing. “Saya nanti malam nginap di sini,” kata Dahlan ketika menginspeksi proyek hotel Inna Kuta yang nantinya berganti nama menjadi Grand Inna Kuta itu. “Ampun..ampuuun. Bapak ini luarbiasa,” kata Plt Dirut HIN, Agus Suharyono.

Dahlan memang manusia ‘aneh’. Sudah sejak lama dia aneh, bukan setelah menjadi menteri. Keanehan manusia satu ini antara lain: penampilan selalu apa adanya, tidak suka yang formal-formal, selalu pakai sepatu kets, kaos, jaket dan tidak mau menggunakan fasilitas jabatan negara, serta tidak mau dikawal. Keanehan yang paling wajib adalah pakai sepatu kets.

Suatu saat ketika HM Jusuf Kalla (JK) baru beberapa bulan menjadi wakil presiden, bos Jawa Pos ini meminta waktu untuk bertemu. “Saya sudah di bandara, nanti langsung ke kediaman. Boleh tidak ya saya pake jaket, pake sepatu kets,” katanya kepada JK (melalui telepon) waktu itu. “Khusus buat Pak Dahlan, bisa,” jawab JK pula.

Mulanya ada staf di kantor Wapres tidak mengizinkan ada tamu yang pakai sepatu kets bertemu wakil presiden. “Rasanya tidak pas,” kata staf tersebut.

“Pak Dahlan pake sepatu kets bukan karena dia tidak punya uang atau tidak menghormati. Dia itu orang kaya dan pake sepatu kets itu sudah karakter dia,” kata JK ketika menjelaskan kepada staf yang kemudian  begitu mengagumi Dahlan Iskan itu.

“Saya kalau bertemu Saudara Dahlan, yang pertama saya liat kakinya dulu. Apakah dia pake sepatu kets atau tidak. Begitu saya liat dia pake sepatu kets baru saya yakin ini benar Dahlan Iskan,” kata JK lagi.

Dahlan dengan JK memang sudah sangat lama saling mengenal. Dua tokoh ini memiliki karakter yang mirip, terutama dalam hal common sense dan kecepatan mengambil keputusan. Keanehan yang terbaru dari Dahlan Iskan adalah dia tidak ingin disebut sebagai menteri.

“Saya bukan menteri. Jangan panggil saya menteri. Menteri yang sebenarnya adalah wakil menteri. Karena itu saya tidak pakai tanda jabatan menteri,” katanya kepada peserta rapat di Inna Kuta kemarin.
“Saya ingin jadi CEO atau chairman saja di BUMN. Kalau menteri tidak sampai ngurusin yang teknis seperti ini,” tambahnya.(jpnn)

Pantang Dieksploitasi

Astrid Ellena

Miss Indonesia 2011, Astrid Ellena tak mau membeberkan tentang kehidupan pribadinya kepada publik. Dia tak ingin masyarakat memiliki opini negatif tentang kehidupan pribadinya.

“No comment. Saya nggak mau kehidupan pribadi saya dieksploitasi. Takutnya, perspektif orang bisa negatif,” elaknya.
Dara kelahiran 8 Juni 1990 yang berhasil masuk posisi 15 besar di ajang Miss World 2011 ini hanya inginn
membagi prestasi dan sisi positif kehidupannya.

“Saya lebih suka menonjolkan prestasi dan sisi positif dari kehidupan saya. Intinya saya ingin membahagiakan keluarga, bangsa dan negara saya. Dibandingkan hanya terfokus kepada kehidupan pribadi,” paparnya.

Seperti biasa, kebanyakan alumnus Miss Indonesia langsung terjun ke dunia hiburan. Hal ini juga berlaku bagi Ellen.
“Saya senang dengan kegiatan seni dan sosial. Mungkin saya jadi selebritis atau pun pekerja sosial. Tetapi saya juga mendalami dunia politik, sosial dan ekonomi dari pemberitaan,” ucapnya. Cewek kelahiran Gaithersburg, Maryland, Amerika Serikat ini mengaku siap melepas jabatan sebagai Miss Indonesia 2011. Dia kadung jatuh cinta pada dunia entertainment.

“Mungkin, saya bisa seperti Sandra Angelina (Miss Indonesia 2O10). Tapi yang jelas, saya jalani hidup seperti ini, menyelesaikan kontrak saya sebagai Miss Indonesia 2011 sampai didapat yang baru,” ulasnya.

Ellen tak lupa memberikan masukan pada adik-adiknya agar meningkatkan prestasi di ajang Miss World tahun depan.
“Saya harap, mereka melebihi saya yang cuma 15 besar. Saya harap, mereka best 10, atau best 7. Berikan terbaik untuk Indonesia dan orang-orang yang disayangi. Meski nanti hanya mantan, saya hanya menyarankan agar percaya diri serta tidak minder,” tutupnya. (ins/jpnn)

Obama Cium Bibir Presiden Cina

ROMA – Perusahaan pakaian ternama, Benetton, membuat iklan kontroversial. Yakni gambar Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berciuman dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Cina Hu Jintao.

Selain menampilkan foto Obama berciuman dengan musuh-musuh politiknya, Benetton menampilkan foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berciuman dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Foto ciuman antara Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Il dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung Bak juga tampil dalam iklan tersebut. Demikian seperti dikutip Daily Mail, Kamis (17/11).

Tak lupa, Benetton juga memuat gambar Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berciuman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto itu merupakan satu-satunya yang menampilkan adegan ciuman antara seorang petinggi negara laki-laki dan perempuan.

Hingga kini, belum ada komentar dari para petinggi negara atau para juru bicara terhadap foto-foto yang dinilai sangat kontroversial ini.

Benetton, yang merupakan perusahaan keluarga ini, sebelumnya pernah membuat iklan yang sangat kontroversial. Benetton membuat iklan yang berkaitan dengan penyakit HIV AIDS. (net/jpnn)

PM Kuwait Diminta Turun

KUWAIT- Aksi demonstrasi di wilayah Timur Tengah terus melebar, bila sebelumnya di wilayah Mesir, Yaman dan Syria. Kini, giliran Kuwait digoncang. Ribuan pemrotes menerobos masuk ke gedung parlemen Kuwait menuntut agar perdana menteri negara itu mundur dari jabatannya.

Para demonstran masuk ke gedung parlemen Kuwait dengan cara merangsek dan merobohkan pintu parlemen Kuwait, demonstran masuk ke dalam ruang sidang utama. Ribuan orang yang terdiri dari politisi oposisi dan aktivis pemuda menyerukan pembubaran parlemen atas tuduhan korupsi. Selain itu, menutut agar Perdana Menteri (PM) Nasser Mohammad al-Ahmad Al-Sabah turun dari jabatannya.

“Para demonstran mendobrak gerbang parlemen dan memasuki ruang utama, tempat mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan meninggalkan ruang itu setelah beberapa menit,” kata saluran TV di Al Jazera di lamannya, Kamis (17/11).

Di gedung parlemen itu, demonstran berteriak, berteriak “Masyarakat ingin pemerintahan turun!”. Pihak oposisi yang dipimpin oleh Mussalam al-Barrak masuk ke dalam ruang sidang Parlemen Kuwait.

“Sekarang, kita masuk ke rumah rakyat,” kata al-Barrak. Sementara itu, di luar Gedung Parlemen, demonstran juga berteriak meminta PM Nasser turun dari jabatannya.

Sebelumnya, demonstran pada Rabu waktu setempat berbondong ke kediaman PM Sheikh Nasser Mohammad al-Ahmad al-Sabah, tapi polisi menggunakan pentungan untuk membubarkan mereka. Sedikitnya lima orang terluka dalam bentrokan itu, kata laporan saksi mata. (bbs/jpnn)

Malaysia Tahan 11 Teroris, Termasuk WNI

KUALA LUMPUR- Otorita Malaysia menahan 11 orang yang diduga terlibat dalam kelompok garis keras berkedudukan di Indonesia, yang menyelundupkan senjata-senjata dari Filipina. Demikian laporan media massa Negara jiran itu, Kamis (17/11).

Sejumlah pria itu, termasuk warga Indonesia dan Filipina,  ditangkap berdasarkan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri (ISA), yang memungkinkan penahanan tanpa pengadilan pekan ini, kata surat kabar New Straits Times dan The Star.

Mereka ditangkap di negara bagian Sabah di pulau Kalimantan, tempat mereka diduga mengumpulkan senjata dari Filipina. Mereka diduga terkait dengan kelompok Abu Umar, yang berbasis di Kalimantan.
Satu warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan Malaysia, Agus Salim. Pertama kali ditahan pada tahun 2009 berdasarkan akta keselamatan dalam negeri (ISA), yang memungkinkan penahanan tanpa proses pengadilan, karena dicurigai menyembunyikan Mas Selamat bin Kastari, orang yang diduga sebagai pimpinan Jemaah Islamiyah Singapura.

Mas Selamat kabur dari penjara Singapura yang dijaga ketat pada 2008 dan melarikan diri ke Johor Baru, tempat dia ditangkap pada 2009. Salim dideportasi ke Indonesia pada tahun yang sama, namun penyelidikan yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa dia masuk kembali ke Malaysia dengan menggunakan identitas baru beberapa bulan lalu.Media Malaysia menyebut Agus Salim sebagai “agen” Jemaah Islamiyah untuk membantu anggota JI di negara itu.
Menurut Kepala kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Ismail Omar, Agus Salim telah diserahkan ke pihak keimigrasian, karena diduga melakukan pelanggaran imigrasi. Hingga kini belum jelas apakah penangkapan Agus Salim terkait dengan penangkapan Abdul Haris Syuhadi, terduga teror asal Indonesia yang telah menjadi warga negara Malaysia.

Menurut News Straits Times mengatakan kelompok tersebut merekrut penduduk setempat dan
mengirim mereka ke pelatihan militan di negara tetangga.

Sedangkan seorang pejabat kepolisian membenarkan penangkapan tersebut namun tak bisa memberikan keterangan detail. Kepolisian Malaysia hari ini akan membuat pengumuman resmi soal itu.

Kini, polisi di Raja Malaysia masih mencari tersangka lainnya karena ada dugaan kelompok teroris itu memiliki jaringan. Dalam penangkapan 11 militan itu polisi menyita beberapa laptop dan uang tunai.
Sebelumnya, Abu Omar kelompok baru ini membuat berita utama setelah penangkapan tujuh anggota oleh tim kontra-terorisme Indonesia, Detasemen 88, di Tangerang, dan Bekasi Timur. Tujuh diyakini berencana untuk melakukan beberapa penculikan sebelum mereka ditangkap. (bbs/jpnn)

Liga Arab Ultimatum Syria

RABAT- Liga Arab memperpanjang tenggat waktu tiga hari ke Syria di bawah pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad itu. Ultimatum tersebut diberikan karena Negara tersebut tak bisa meredam  aksi kekerasan di negaranya. Apabila aksi tersebut tetap berjalan, Liga Arab akn menjatuhi sanksi ekonomi.

Demikian putusan diambil usai pertemuan tingkat menteri luar negeri antar anggota liga di Rabat, Maroko, Rabu (16/11) waktu setempat. Keputusan itu muncul setelah Al-Assad tak menghiraukan ultimatum sebelumnya yang telah diberikan Sabtu pekan lalu.

“Jika Syria tetap menolak kerjasama, maka kami terpaksa akan menjatuhkan sanksi,” ujar Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani, seperti dikutip stasiun berita Al-Jazeera, Kamis (17/11).

Liga Arab berencana mengirim tim peninjau ke Syria bila negara tersebut bersedia bekerjasama dengan mematuhi ultimatum. Menlu Qatar sendiri mengakui, negara Arab sebenarnya sudah habis sabar menghadapi negara satu itu.
“Kami sebenarnya tidak ingin mengatakan kalau kami benar-benar memberi peringatan yang terakhir bagi Syria. Namun kalau boleh jujur, rasanya berbagai upaya yang Liga Arab tempuh seperti menemui jalan buntu,” katanya.
Di Syria sendiri, seperti dimuat stasiun berita BBC, massa yang marah menyerang Kedutaan Besar Maroko dan Uni Emirat Arab. Maroko bergerak cepat merespon hal ini dengan menarik duta besar dan jajarannya dari Damaskus.
Tekanan dari dunia internasional terus berdatangan ke Syria. Sebelum Maroko, Prancis dikabarkan telah menarik duta besar dari Syria, dan hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe.

“Kekerasan kembali muncul di Syria, dan hal ini membuat saya harus menutup pusat kantor konsulat Prancis di kota Aleppo dan Latakia, serta pusat kebudayaan kami juga. Kami juga menarik duta besar kami kembali ke Paris,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan pemerintah Syria diberikan tiga hari untuk menandatangani protokol pada misi pencari fakta ke negara itu. Awalnya, sekitar 30-50 pengamat telah dikirim.

Sementara itu, Al-Arabiya melaporkan Liga Arab mengirim pengamat ke Syria dalam waktu tiga hari setelah Damaskus menandatangani protokol untuk mengesahkan dan mengorganisasi untuk misi mereka. Misi pencari fakta dibentuk untuk mengungkap kebenaran di balik laporan kontroversial dari negara tersebut.

Sekretaris Jenderal blok Arab, Nabil al-Arabi mengatakan saat konferensi pers di Rabat bahwa organisasi akan mengajukan proposal pada misi pemantauan kepada menteri luar negeri Syria.

Dia mengatakan perwakilan dari 16 organisasi hak asasi manusia Arab akan dikirim ke Syria untuk memantau situasi di 16 daerah yang dirancang oleh oposisi. Mereka akan melaporkan langsung ke markas besar Liga Arab.
Organisasi ini dibentuk untuk menerima jaminan dari pimpinan Syria bahwa para pengamat akan diizinkan bergerak bebas di dalam negara tersebut dan bertemu dengan perwakilan dari berbagai kelompok, demikian mengutip RIA Novosti. (bbs/jpnn)

Myanmar Minta Barat Cabut Sanksi

YANGON- Dalam upayanya mewujudkan reformasi politik, pemerintah Myanmar pun minta negara-negara Barat berubah. Kemarin (17/11), Menteri Kebudayaan dan Informasi Kyaw Hsan mengimbau Barat mencabut sanksi ekonomi untuk Myanmar. Sementara, Aung San Suu Kyi berencana mendaftarkan partainya untuk ikut pemilu.

Saat wawancara dengan Wall Street Journal (WSJ), Hsan mengatakan pencabutan sanksi ekonomi akan berdampak positif bagi Myanmar. Sebab, tanpa embargo, perekonomian negara tersebut akan semakin maju. Selain itu, pencabutan sanksi akan membuat Myanmar menjadi lebih terbuka terhadap dunia luar. Dalam forum KTT ASEAN yang dibuka kemarin, Myanmar pun mengutarakan hal yang sama.

“Jika saat ini kami bisa menjalin kerja sama dengan masyarakat internasional, kami pasti akan mampu berkembang dengan lebih cepat,” paparnya. Dia menambahkan bahwa bekerja sama dengan Myanmar juga akan memberikan banyak keuntungan bagi negara yang bersangkutan. Karena itu, dia mendesak negara-negara Barat bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap pemerintahannya.

Bagi pejabat pemerintah Myan mar, wawancara dengan media asing merupakan kesempatan yang sangat langka. Termasuk Hsan yang kemarin melakukan wawancara dengan media asal Amerika Serikat (AS). Sebelum jatuh ke tangan sipil, pemerintahan Myanmar yang dikuasai junta militer sangat tertutup. Pemerintah tak mengizinkan para pejabatnya melakukan wawancara dengan media asing, terutama Barat.

Dalam kesempatan itu, Hsan menegaskan bahwa pemerintahan Myanmar telah berubah. Buktinya, dia bisa leluasa melakukan wawancara dengan WSJ. “Kami sedang melakukan reformasi yang serius. Sayangnya, kami tak bisa leluasa menjalin kerja sama dengan banyak pihak karena terhalang sanksi. Selama ini, kami terpaksa hanya bisa bergantung pada Tiongkok,” paparnya.

Bersamaan dengan itu, partai yang dipimpin Suu Kyi mengumumkan rencana mendaftarkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) sebagai partai peserta pemilu. “Sangat mungkin kami akan mendaftar,” kata Jubir NLD Nyan Win kemarin. Namun, untuk memastikannya, para petinggi partai akan kembali bertemu hari ini (18/11). Setelah ada keputusan resmi, NLD akan langsung mendaftarkan diri.

Rencananya, sekitar 100 anggota komite pusat NLD akan berkumpul di ibu kota hari ini. Mereka siap mematangkan rencana untuk menjadi peserta pemilu. Dengan demikian, ikon demokrasi Myanmar akan kembali punya kesempatan untuk terjun ke dunia politik. Sejak bebas sekitar setahun lalu, perempuan 66 tahun itu dilarang kembali ke panggung politik.

Namun, reformasi yang digulirkan pemerintahan sipil sekarang, memberikan kesempatan pada Suu Kyi untuk kembali berpolitik. Melalui pemilu yang masih belum dijadwalkan, penerima Nobel Perdamaian 1991 tersebut punya peluang untuk menguji popularitasnya. Maklum, sudah sekitar dua dekade ini dia sama sekali tak terjun ke dunia politik. Ini sekaligus juga akan menjadi ujian bagi NLD.

Tahun lalu, NLD memutuskan untuk tak ikut pemilu. Sebab, perundangan pemilu saat itu mengharuskan seluruh parta peserta untuk mendepak seluruh anggotanya yang berada di penjara. Peraturan kontroversial yang konon sengaja disusun untuk menyingkirkan Suu Kyi dari perpolitikan Myanmar itu jelas membuat NLD berang. Karena itu, NLD pun memboikot pemilu November tahun lalu.

Kini, di bawah pemerintahan Presiden Thein Sein, peraturan kontroversial itu dihapuskan. Bahkan, presiden berpangkat jenderal itu mengizinkan seluruh mantan tahanan politik untuk terlibat aktif dalam pemilu. Karena itulah, NLD memutuskan untuk kembali ke dunia politik setelah vakum selama setahun terakhir. (ap/afp/hep/ami/jpnn)