31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14392

Melawan Kemapanan

PSMS vs MITRA KUKAR

MEDAN- Laga perdana PSMS di Indonesian Super League (ISL) bakal tersaji malam ini di Stadion Teladan. Mitra Kukar sang klub bertabur bintang yang sudah lebih mapan dalam berbagai hal akan jadi sparring partner. Target juara yang dicanangkan Mitra Kukar menjadikan tim ini bersiap maksimal. Dibesut mantan pelatih Timnas Filipina, Simon McMenemy Kukar tak sungkan mendatangkan pemain nasional bertalenta tinggi dan berlabel bintang.

Klub asal Kutar Kartanegara itu punya lima pemain timnas sekaligus. Mereka adalah Ahmad Busytomi, Hamkah Hamzah, Arif Suyono, Zulham Zamrun (Timnas U-23) hingga kiper senior yang kembali saja dipanggil timnas Hendro Kartiko. Itu belum cukup, masih ada nama-nama beken seperti Isnan Ali, Bobby Satria, Joy Sorongan, Pierre Njanka, Saktiawan Sinaga, Wijay, Mahardiga Lasut, hingga Ardan Aras. Rupanya itu belum cukup.

Berbekal kemitraan sang pelatih dengan sepak bola Inggris-karena Simon memang berkebangsaan Inggris, Mitra Kukar bahkan mampu mendatangkan Marcus Bent yang merupakan kakak kandung Darrent Bent-striker timnas Inggris saat ini. Meski turut dibawa ke Medan, Marcus Bent belum bisa diturunkan lantaran International Transfer Certifikate (ITC) belum kelar.

Bent selama ini dikenal sebagai pemain yang doyan ganti klub, sehingga kemampuannya dijamin masih oke. Selama 16 tahun berkarir di Liga Inggris, pemain berusia 33 tahun ini telah 14 kali ganti klub. Mulai dari Crystal Palace, Sheffield United, Blackburn Rovers, Ipswich Town, Everton, hingga Birmingham. Bent sendiri telah bermain dalam lebih dari 570 laga di Liga Inggris dan mencetak 110 gol. Nah, itulah segenap kemapanan sang tamu. Klub kaya itu memang diyakini bakal menyulitkan PSMS. Tapi Raja Isa yang arsitek Kinantan enggan silau dengan bintang gemintang Mitra Kukar.

“Secara teknis kita siap menghadapi Mitra Kukar. Walaupun Mitra bertaburan pemain-pemain berpengalaman dan berstatus bintang, tapi kami akan tampil maksimal. Pemain akan bermain demi masyarakat Medan. Karena itu kita tidak mau kalah. Target tiga angka,” kata pelatih asal Malaysia itu. Keyakinan berapi-api lantaran inilah laga perdana PSMS di ISL yang digelar di hadapan publik sendiri. Sejak didaulat masuk ISL pada 2008, PSMS terkenal dengan sebutan tim musafir karena tak punya kandang.

Di samping itu, tim tamu bakal tak diperkuat tiga pemain asingya, mulai Marcus Bent, Nemanja Obrig dan Lee Sang Min. Kondisi itu tak dibantah perwakilan Mitra Kukar saat temu pers di Gedung PSMS Kebun Bunga kemarin sore.

“Absennya tiga pemain asing kami tidak akan jadi masalah karena kami punya stok pemain cukup,” kata Asisten pelatih Mitra Kukar, Arif Yanto. “Soal target, tim ini selalu menganggap setiap laga adalah final. Target curi poin kami yakin dapat,” lanjutnya. (ful)

 

Sakti ke Teladan Lagi

SAKTIAWAN Sinaga yang kini berkostum Mitra Kukar mengaku siap tampil jika dipercaya pelatih. Meskipun bakal lawan adalah PSMS yang merupakan mantan klub penyerang berjuluk The Dragon itu, Sakti mengaku bakal tampil habis-habisan. Prinsip yang dipegang teguh Sakti adalah ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’. “Bersikap profesional adalah prinsip.

Meskipun dulu aku di PSMS, tapi itu cerita lalu. Kini aku harus membela Mitra Kukar sebagai timku yang baru,” kata Sakti via Blackberry Messanger kepada awak koran ini kemarin. Meski begitu, respect tinggi tetap dijunjung Sakti kepada PSMS.

Bagaimanapun Sakti merupakan pemain yang dibesarkan PSMS. “Dari junior aku udah di PSMS. Tapi sebagai pemain pro prinsipku di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” sambungnya. Apakah ada persiapan khusus untuk melawan mantan tim? “Tidak ada, aku tetap berlatih seperti biasa bersama tim,” katanya. “Tapi mungkin aja bisa jadi aku persiapan sambil mandi kembang sambil makan durian,” lanjutnya bercanda. Mitra Kukar sudah coba lapangan kemarin malam.

Dan itulah untuk kali pertama Sakti kembali menginjak rumput Stadion Teladan sejak bergonta- ganti kostum sejak 2008 lalu. “Iya agak ada yang aneh. Suasana bikin rindu. Tapi kali ini aku datang ke stadion ini sebagai pemain tim lain, bukan sebagai pemain PSMS,” pungkasnya. (ful)

Renovasi Stadion Teladan Kemenpora Kucurkan Rp10 M

STADION Teladan yang dibangun 1950 dan kelar dibangun 1953 silam kondisinya nyaris masih serupa. Tak ada pembenahan berarti untuk menyongsong perkembangan zaman. Dibanding stadion lain di tanah air, Stadion Teladan yang dulu sempat masuk lima besar stadion megah di negeri ini, kondisinya sangat memprihatinkan.

Nyaris seluruh masyarakat Medan pasti tidak akan lagi kaget ketika ada info laga di Teladan ditunda lantaran lapangan stadion banjir. Hujan deras sedikit saja bisa menenggelemkan sepatu pemain. Itulah kondisi terkini stadion yang dibangun untuk turut menyokong kegiatan PON III tahun 1953. Berulang kali publik minta stadion ini dipercantik, tak harus megah namun cukuplah untuk menampung kenyamanan penonton. Bahkan perwakilan Asian Football Confederation (AFC) akhir September lalu mempertegas bahwa Stadion Teladan memang harus direnovasi untuk menjamin bisa menggelar laga di liga profesional Alasan klasik selalu diapungkan stake holder kota ini.

Yakni tak ada pos anggaran renovasi. Bak dapat hujan di tengah kemarau, Pemko Medan tiba-tiba bilang bahwa mereka berhasil mendekati Kementrian Pemuda dan Olahraga alias Kemenpora yang dipimpin Andi Malarangeng. Lewat ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis didapat kepastian bahwa Kemenpora siap menggelontorkan dana sebesar Rp10.927.000.000, untuk merenovasi stadion yang usainya sudah 58 tahun itu.

Menurut pria yang akrab disapa Opung itu, pihaknya beserta panitia renovasi Stadion Teladan yang dibentuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendapat persetujuan memakai anggaran Kemenpora sebesar Rp10 miliar lebih, dari dana renovasi bangunan olahraga bersejarah. (ful)

Grup B Terpanas

KIEV – Grup neraka, grup maut, grup kematian, atau apalah sebutannya tercipta di putaran final Euro 2012. Siapa saja negara yang tidak beruntung itu ? Jerman, Belanda, Portugal, dan Denmark. Keempatnya ditempatkan di grup B dalam drawing yang dilangsungkan di The Palace of Arts, Kiev, kemarin dini hari WIB (3/11). Banyak alasan untuk menyebut grup B sebagai grup neraka. Dari ranking dunia per 23 November 2011, keempat negara berada di jajaran atas.

Belanda ranking kedua, Jerman peringkat ketiga, Portugal ketujuh, dan Denmark di urutan kesebelas. Dari sisi prestasi, Jerman adalah tim tersukses sepanjang sejarah Euro dengan enam kali lolos ke final dan tiga di antara membuahkan gelar (1972, 1980, 1996). Sedangkan Belanda dan Denmark pernah sekali mencicipi juara. Belanda pada 1988 dan Denmark 1992. Hanya Portugal yang belum pernah mengangkat trofi Euro. Prestasi terbaik Portugal adalah runner-up 2004. Seleccao das Quinas -sebutan Portugal- dianggap hanya tidak beruntung untuk urusan gelar.

Sebab, untuk urusan materi pemain berkualitas, Portugal punya barisan mentereng. Siapa yang tidak kenal Cristiano Ronaldo, Nani, dan Pepe. Denmark mungkin yang paling minim bintang. Tapi, Tim Dinamit -sebutan Denmark- sudah membuktikan apabila kolektivitas permainan mereka berhasil mengungguli Portugal di kualifikasi. Denmark-lah yang membuat Portugal harus menjalani playoff untuk lolos ke putaran final. “Saya tidak suka dengan grup ini,” ucap pelatih Denmark Morten Olsen kepada AFP.

“Tidak perlu dipertanyakan lagi. Ini adalah grup terberat di turnamen. Tapi, sebelum drawing, kami mengatakan apabila semua laga adalah final dengan target obyektif menang,” sahut pelatih Portugal Paulo Bento seperti dilansir A Bola. Di kesempatan terpisah, der trainer Jerman Joachim Loew menyebut grup B sebagai grup paling tangguh dan paling menarik. “Kami berada di grup dengan nama besar secara tim maupun pemain. Ini berbeda dengan Piala Dunia ketika Anda masih bisa bersaing dengan lawan seperti Kosta Rika, Ekuador, atau semacamnya,” paparnya sebagaimana dikutip Reuters. Pelatih Belanda Bert van Marwijk merespons dengan gurauan.

“Jika Anda mengambil gambar keempat pelatih di grup kami, tidak akan ada satu pun di antara mereka yang tersenyum,” ucapnya di situs resmi UEFA. Marwijk juga mengomentari pelatih Belanda di Euro 2008, Marco van Basten, yang didapuk ikut mengambil undian.

“Marco mungkin berpikir dia pernah menjalani situasi sulit di turnamen sebelumnya sehingga dia ingin tim Belanda sekarang merasakannya pula,” selorohnya. Karena bercokol empat tim kuat, sulit memmemprediksi siapa yang mewakili grup B di perempat final.

Ini beda dengan grup lain yang relatif lebih mudah membuat kalkulasi lolos. Grup C misalnya. Juara bertahan Spanyol dan juara edisi 1968 Italia diprediksi bakal lolos dari hadangan dua negara yang lolos via playoff, Republik Irlandia dan Kroasia. Grup D pun memunculkan Prancis dan Inggris sebagai favorit lolos dibandingkan Swedia dan tuan rumah Ukraina. Sedangkan grup A adalah grup tanpa nama besar setelah diisi Polandia, Yunani, Rusia, dan Republik Ceko. Namun, banyak yang menyebut persaingan di grup tersebut tak kalah ketat karena keempat negara memiliki kans sama besar untuk saling mengalahkan. (dns/bas/jpnn)

Ngeblog, Seperti Menulis Diary, Bisa Datangkan Uang

Berselancar di dunia maya, telah mejadi trend beberapa tahun yang lau. Dengan menggunakan jaringan sosial atau social network yang tersedia, seperti Facebook, Friendster, twitter dan lainnya, membuat pengguna internet mampu menatap komputer selama berjam-jam.

BUKAN hanya bersosialisasi, dunia maya juga dapat dijadikan ajang untuk melampiaskan semua perasaan. Layaknya seperti diary, pengalaman tersebut dapat ditulis, dan dipublikasikan karena dapat dibaca oleh setiap orang. Saat ini, salah satu yang sedang diminati oleh berbagai kalangan dalam dunia maya, terutama bagian social networknya adalah Blog. Tidak mengenal kalangan, nge-blog saat ini sangat diminati. Apalagi, ketika Raditya Dika, seorang blogger yang telah sukses membukukan blog nya dipasaran. Mengikuti jejak Raditya Dika, sang “Kambing Jantan”, mulai bermunculanlah blogger baru, yang suka menulis berbagai pengalaman dengan berbagai karakteristik lucu, unik dan seru. Bukan hanya untuk menarik peminat dunia maya untuk membacanya, tetapi juga untuk menarik produsen, agar dapat memasang iklan di blog pribadi.

Tidak ketinggalan di Medan, yang mulai menjadi trend saat ini dikalangan anak muda, terutama pelajar. Membuat blog dan bersosialisasi didalamnya. Dengan tulisan sekadarnya, mereka mencoba menimba ilmu untuk memulai pengalaman baru. Walau tidak meninggalkan dunia jejaring sosial lainnya, para blogger ini selalu menyempatkan dirinya untuk menulis di blognya setiap hari, minimal 1 kali. Hal ini untuk membuat pengunjung blog mendapatkan suasana baru. Walau lebih duluan muncul dibandingkan FB dan TW, blog termasuk lambat “bermasyarakat” di masyarakat. Bukan karena sulit, tetapi karena tidak semua orang dapat memahami dan mengetahui cara kerjanya.

Mengingat blog ini merupakan semi web, yang hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja. Tetapi pada kenyataannya, sangat mudah untuk membuat blog sendiri. Berbeda dengan jejaring sosial, pemilik blog dapat berpenghasilan. Semakin banyak pengunjung blog, akan semakin menarik produsen untuk memasang iklan. Sekali bayar, maka iklan yang dipasang untuk seumur hidup. Pemasukkan juga bukan hanya melalui iklan, tetapi juga dapat menarik minat penerbit buku untuk menerbitkan kumpulan blog tersebut. Bahkan untuk saat ini, kalangan provider dan tekhnologi juga menggunakan jasa blogger untuk mempublikasikan produknya. Seperti LG TV Cinema 3G, yang menggunakan jasa blogger untuk mencoba tekhnologi yang dimilikinya.

Bahkan, Telkom juga mendekati para blogger untuk program tertentu mereka. Dan Google, juga menyidiakan ruangan khusus untuk digunakan blogger. Seperti diary, blog juga ditulis tentang segala perasaan dan pengalaman yang dialami.

Mulai dari yang lucu, sedih, seru dan sebagainya. Semua dapat dituangkan dalam blog. “Seperti layaknya menulis didiary, hanya saja di blog untuk dipublikasikan, karena dapat dibaca oleh siapa saja,” ujar Gunawan, pemain Blogger dari Blogger Sumut dan pendiri blog di kalangan pelajar. Menurutnya, di blog juga dapat berbagi, mulai dari pengalaman, pengetahuan dan lainnya. Bahkan, dengan blog, seseorang juga dapat belajar menulis. “Karena sering menulis di blog, secara tidak langsung akan meningkatkan minat menulis. Jadi secara tidak langsung, tulisan kita juga akan semakin menarik untuk dibaca,” lanjut Gunawan. Kelebihan menulis di blog dibandingkan dengan jejaring sosial lain terletak pada karakter yang dapat ditampung.

Di Blogger, sebanyak apapun karakter dapat ditampung. Bahkan, untuk menulis artikel juga dapat ditampung. “Saya biasanya menulis artikel tentang pendidikan, bagaimana mengajar yang baik, menghadapi murid dan lainnya, karena saya seorang guru,” tambah Gunawan. Banyak yang membaca blog dari Gunawan, dan tidak jarang ada yang memberi komen atau masukan terhadap tulisan Gunawan. “Banyak yang ngasih masukan, tips dan lainnya. Kalau banyak yang merasa terbantu, syukurlah, kan nambah pahala,” ungkapnya. Bukan hanya sang guru yang tergila dengan dunia blog. Para pelajar juga sudah mulai berkecimpung di jejaring sosial. Bahkan, mereka membentuk komunitas sendiri dengan membuat blogger khusus pelajar. “Memiliki blog, mendapatkan sesuatu pengalaman yang seru, karena dengan blog ide untuk menulis selalu ada,” ujar Rizky, pelajar SMA Namira. Karena telah memiliki blog, Rizky dan temannya juga memiliki laptop atau netbook sendiri, sebagai fasilitas yang mendukung kinerja mereka.

“Jadi kalau melihat ada anak muda sibuk dengan laptopnya, bukan berarti dia sibuk dengan FB, TW. Melainkan sibuk dengan blognya,” ujar Rizky. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Citra, Anggun, Kadri dan Teguh, yang berada disekolah yang sama, yang selalu aktif di blog masing-masing. Sebisa mungkin mereka meluangkan waktu agar dapat browsing di internet. “Kalau lagi malas nulis, lihat punya teman, komen. Jadi tetap seru,” ujar Anggun. Kumpulan pelajar ini juga mengisi acara yang di RRI untuk acara blog. “Zaman sekarang Blog, walau kita masih menggunakan FB, TW dan jejaring sosial lainnya, karena tidak semua orang memiliki blog,” ujarnyaCitra. (juli ramadhani rambe)

 

Ubah Persiapan Gara-gara Undian

ITALIA merupakan negara yang SOCCER LINE menempatkan jumlah pelatih terbanyak di putaran final Euro 2012. Selain Cesare Prandelli yang menangani Italia, juga Fabio Capello yang membesut Inggris dan Giovanni Trapattoni sebagai juru strategi Republik Irlandia. Nah, dua di antaranya akan saling bentrok di fase grup. Yakni, Prandelli versus Trapattoni. Kedua pelatih mengaku tidak senang harus berhadapan, sekalipun pernah beruji coba di Liege, Belgia, Juni lalu. Laga itu dimenangi Italia dengan skor 2-0. Untuk diketahui, Italia akan menghadapi Irlandia di laga pemungkas grup C pada 18 Juni 2012 di Poznan. “Saya lebih senang tidak bertemu dengannya (Trapattoni, Red).

Alasannya jelas, kami sama-sama tahu kekuatan masing-masing,” kata Prandelli kepada Football Italia. Prandelli juga mengatakan apabila Trapattoni bersikap sama dengannya. Bahkan, gara-gara satu grup dengan Italia, Trapattoni menganti persiapan terakhir Irlandia menuju Euro 2012. “Trapattoni mengatakan kepada saya bahwa dia berencana membawa skuad Irlandia menggelar kamp di Italia beberapa hari sebelum turnamen. Namun, kini, dia harus mencari kamp di negara lain,” tuturnya.

Trapattoni membenarkan pernyataan Prandelli. Sebagai catatan, pelatih berjuluk Mr Trap itu pernah menangani Azzurri di Euro 2004 dengan hasil kandas di fase grup. “Saya bukannya takut mereka mengintip persiapan kami, melainkan karena Italia adalah tim dengan mental tangguh,” ujar pelatih tertua Euro 2012 itu (72 tahun) setengah bercanda kepada Sky Sports. Sebaliknya, Presiden FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) Giancarlo Abete justru senang Azzurri bakal menghadapi Irlandia-nya Trapattoni.

“Senang bisa bertemu teman lama seperti Giovanni Trapattoni. Kami juga senang bertemu Spanyol di fase grup yang berarti kami tidak akan bertemu lagi kecuali kedua tim sama-sama ke final,” kata Abete di situs resmi organisasi. Di sisi lain, Prandelli atau Trappattoni juga memungkinkan bersua Capello di perempat final. Itu mengingat dua tim teratas grup C dan grup D akan disilang di fase knockout tersebut. (dns/bas/jpnn)

Pernikahan Ksatria dengan Pedang Pora

Pernikahan Letda CKU Rio Orlando Tarigan SE dengan Alrendia Syafrizka SPsi

Letda CKU Rio Orlanda Tarigan SE, mengahiri masa lajang. Anak kedua dari empat saudara pasangan Drs H Randiman Tarigan SH MAP dan Hj Suriaty Ginting ini mempersunting gadis cantik bernama Alrendia Syafrizka SPsi, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Syafrizal SH dan Eka Vediacah MSi itu.

RESEPSI pernikahan dilangsungkan di Balai Prajurit Kodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (3/12). Resepsi dihadiri Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin MSi, Kakudam I/BB Kolonel CKU Firdaus Badaruddin, Waka Kudam I/BB Letkol CKU Ramli, Wakil Wali Kota Binjai serta para tamu undangan lainnya.

Resepsi pernikahan pasangan Rio Orlanda yang lahir di Medan 25 April 1988 dan Alrendia yang lahir di Padang 20 Maret 1989, diiringi dengan acara tradisi korps, Pedang Pora. Letda Inf Agung Sedayu yang langsung memimpin acara Korps Pedang Pora memerintahkan pasukannya untuk melakukan tata cara tradisi korps Pedang Pora Nah, setelah melaksanakan acara Korps Pedang Pora, dilanjutkan dengan acara pemasangan cincin terhadap kedua mempelai yang dilakukan Kakudam I/BB Kolonel CKU Firdaus Badaruddin serta penyerahan seperangkat pakaian Persit kepada mempelai wanita yang diserahkan langsung Ibu Kakudam I/ BB. Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho ST yang mewakili pihak keluarga mempelai dalam sambutannya mengatakan kiranya kedua mempelai yang telah disandingkan diatas pelaminan dapat menjaga keutuhan rumah tangganya serta menjadi keluarga sakinah,mawaddah dan waromah.

“Tentunya menjadi keluarga yang sakinah,mawaddah dan waromah harus dibarengi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” bilang Gatot. Untuk itu, Gatot mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah meringankan langkah untuk hadir dan memberikan doa kepada kedua mempelai dalam acara resepsi pernikahan ini.

Hal senada juga diungkapkan, ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun dalam kata sambutan mewakili para tamu undangan, bahwa kelak kedua mempelai yang telah melangsungkan pernikahan, dapat menjaga keutuhan rumah tangganya dan cepat dikaruni anak oleh Allah SWT. “ Terpenting dalam kehidupan berumah tangga,harus saling terbuka dan jangan tertutp kepada istri,begitu juga suami selalu terbuka kepada istri,” bilang Selah Bangun.(omi)

 

Kincir di Bola Mataku

Jika ada yang sangat kuinginkan saat ini, itu adalah menikah denganmu. Ini sudah kesekian kalinya, aku pulang dengan jarum kekesalan menancap di hatiku. Sikapmu belum juga berubah ternyata, tetap tak tergoyahkan. Padahal aku selalu ingin membuat setiap pertemuan kita menjadi menyenangkan. Karena itulah aku selalu menaruh pembicaraan perihal itu di ujung perjumpaan kita. 

Cerpen: Kuro Diato 

Aku tahu, kita telah cukup berkorban untuk pertemuan ini. Aku sepenuhnya sadar bahwa kau mungkin saja telah menyelipkan pertemuan ini di antara kesibukanmu atau bahkan telahmembatalkansekianjanjimuuntukku. Kesibukanmu sebagai redaktur memang tak memberiku pilihan kecuali sebuah pertemuan singkat yang terencana dengan sangat rapi.

Pertemuan kita bagai terkungkung oleh sebuah kurung kurawal, tak boleh lebih atau kurang. Intensitas pertemuan yang kurang, kesibukan masingmasing yang begitu padat, hingga keadaan lingkungan memang kerap kurasakan akan membuat hubungan kita tidak sehat. Dan kenyataannya, hubungan kita memang tidak sehat dalam arti yang sebenarnya. Harapan agar kau melunak jika bertemu di kafe kenangan juga pupus sudah.
Tadinya aku berharap kalau setiap sudut kafe itu akan memaksamu membongkar arsip-arsip kenangan kita, lalukenangan-kenanganmanisitu akan menyergapmu dan menyeretmu dalam aroma melankolis dan romantis yang pernah kita miliki dulu. Atau paling tidak kau akan terharu sedikit saja dengan setiap pengorbanan yang aku lakukan.

Namun kenyataannya, saat berbicara pun kau tak menatap mataku. Entah tak sanggup atau memang perhatianmu lebih tercurahkan pada ponsel yang sejak tadi kau mainkan. Selaluadabunyidari sana dan kau akan segera meresponnya, entah menjawab panggilan atau mengetik sesuatu.

Malam memang semakin larut. Aku tak heran jika para pelayan mulai mengangkat kursi-kursi bundar dan menaruhnya di atas bangku. Di sisi satunya, di satu-satunya bagian ruangan yang mendapat pencahayaan paling jelas karena terbantu cahaya lampu jalanan, seorang pelayan bahkan telahmenutuptirai. Kinimembuatkafe itu semakin tenggelam dalam cahaya remang-remang yang mengantukkan.
Aku merasa suasana dalam kafe ini lebih suram daripada di luar. Seorang pelayan mendekatiku. Tanpa mengucapkan permisi atau ucapan lain yang menunjukkan permintaan izin, dia mengangkat kursi di sebelahku. Akubenar-benartahuapamaksudnya. Entah apa dia dan para pelayan yang lain merasa bahwa itu adalah cara yang paling halus untuk mengusir seorang pengunjung yang tak tahu diri dan minum sampai dini hari. Tapi meskipun aku merasa tak nyaman, ternyata aku sangat tak peduli.

Menjadi pelukis itu menjemukan. Ide-ide yang bertumpuk dan bercampur aduk dan mulanya aku rasa akan membuatku menjadi pelukis produktif dan hebat karena banyaknya ide-de yang aku punya tersebut ternyata hanya khayalan dari seorang pelukis pemula.

Ide-ide itu, berapapun banyaknya, saat aku melukis hanya akan menjelma menjadi satu lukisan saja. Seolah setiap lukisan adalah pemeras ide, penyedot imajinasi yang bekerja seperti pompa air. Saat air telah tuntas dihisap keluar, yang tersisa hanya lumpur. Dan akulah lumpur itu, otakku lumpur, mimpi-mimpiku juga lumpur. Di pojok ruangan, di tempat paling gelap di kafe, seseorang minum dengan terantuk-antuk. Kelihatannya dia mabuk berat.
Aku mendekatinya. Siapa kiranya orang yang senasib denganku malam ini? Jika aku sekarang sedang ditinggalkan ide, siapa yang telah meninggalkannya? Dan itulah dirimu. Kau menyapaku bahkan sebelum aku duduk. Ternyata kau belum benar-benar mabuk.

Sebotol minuman yang masih setengah dan segelaspenuhyanghanyakau main-mainkan saja, kau putar-putar untuk menghabiskan waktu katamu. Kau sebenarnya tak suka minum, kau hanya ingin mencari sesuatu dengan minuman-minuman ini. Ide. Tak aku kira kau juga mengatakannya. Begitu pentingkah ide hingga tampaknya semua orang mencarinya? Ini sudah lebih dari satu dekade masa reformasi, dan kata reformasi di mana-mana hampir selalu diikuti dengan kata globalisasi. Globalisasi, kalau begitu apa belum saatnya ada orang yang berjualan ide?

Di pasarpasar mungkin, bercampur dengan penjual yang meneriakkan harga yang melambung, atau di pinggir-pinggir jalan, agar bisa dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga miring. Semua orang tentu akan bahagia jika ide bisa dijual murah, tak akan ada l a g i plagiasi, k a t a m u . Dan berkata plagiasi tiba-tiba kau bersemangat lagi. Dengan seringai menakutkan yang semakin terlihat mengerikan di remang-remangnya ruangan, kau menyindir para plagiator yang pernah menjiplak tulisanmu. Aku tersenyum tak peduli. Para pelayan sudah berjejer dengan tangan bersedekap di depan salah satu meja.
Agaknya kita sudah keterlaluan menggoda mereka, aku membisikimu.

Namun kau malah tertawa keras. Biar saja. Tapi meski berkata begitu, kau bangkit juga. Meninggalkan beberapa lembar uang yang menurutku terlalu banyak. Kau membayar minumanku juga rupanya. Dengan cara pulang kita waktu itu, tak ada yang akan menyangka bahwa kita baru berjumpa. Kita saling berpelukan, menyangga satu sama lain di sepanjang jalan. Apalagi saat di tengah hari, aku mendapati tubuhku yang mungil dan putih terdekap erat oleh tubuhmu yang gagah di ranjangku. Saat itu, aku bahkan belum tahu namamu. Menurutmu apa pernikahan itu? “Sesuatu yang mengekang hubungan.” Takkah kau percaya kesakralan pernikahan? “Percaya. Tapi bukan untuk kita.” Kita sudah tidak jalan di tempat lagi. Meskipun kurang produktif, namun lukisan-lukisanku punya nama sekarang. Danapalahartiproduktifbagi seorang pelukis, bila satu lukisannya bisa terjual hingga ratusan juta. Haha. “Kau sombong.” Bukan.

Aku menertawakan diriku sendiri. Dan kau malah telah berlari dan rasanya ingin meninggalkanku sepertinya. Terus menerus mencantumkan namamu di beberapa koran Minggu, akhirnya mengantarkanmu menjadi redaktur salah satu korannya. Penulis memang kadang diukur dari keproduktivitasannya dalam menghasilkan karya. Kau sudah membuktikannya, dan yang paling aku takutkan sebentar lagi kau mungkin harus t e r – bang. Semakin meninggalkanku. Apalah arti ditinggalkan jika hanya sebatas jarak dan waktu. Namun perlahan kau seperti lupa bahwa hati kita sedang terikat cinta. Entah itu karena pengaruh jarak dan waktu tersebut atau lebih karena pengaruh mereka.
Orang-orang seperti mereka memang tidak pernah mengerti kita. Berbicara tentang kita baik di tempat yang tertutup atau terbuka.

Menghakimi cinta kita yang salah di mata mereka. Seolah cinta adalah sebuah label yang dapat disematkan kepada sepasang kekasih oleh orangorang yang melihat mereka dan menilaiapakahhubunganitubenarmenurut sudut pandang manusia saja dan sama sekali tak menggunakan hati untuk menimbang. Aku ingat pernah mendapatimu sedang berpesta di kafe kenangan kita, bersama teman-temanmu.
Aku hanya berani melihatmu saja dari seberang jalan yang remang.

Namun hatiku terbakar kala itu, yang meski kau berulang kali memintaku untuk ingat bahwa dalam hubungan kita tidak dibutuhkan rasa cemburu. Namun melihat wanita itu di pangkuanmu, hati kekasih mana yang tak hancur. Apa karena temantemanmu melihat kalian sebagai pasangan yang ideal, maka dengan mudah kau melupakan aku? Aku menyodorkan sebuah brosur wisata kepadamu, pada pertemuan kesekian kali kita di kafe itu. Kau tak mengerti dan hanya mengangkat bahu. “Aku ingin ke Belanda.” Sudah aku kira kau bisa menduganya.

Lagi-lagi kau mengalihkan pembicaraan. Berbicara tentang pajak yang mencekik sementara royalti yang tak kunjung naik. Kemudian berlanjut pada pembicaraan mengenai kongres cerpen itu lagi.
Tapi kau pasti tahu aku tak peduli dengan semua itu. Aku sudah sangat mencintaimu dan itu tidak bisa berubah lagi. Dan kalau harus berubah, aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lain kecuali kematian. Itu pun aku masih ragu. Kenapa harus Belanda katamu. Ini memang pilihan yang sulit.

Dengan keadaan kita sekarang, aku merasa tak punya pilihan lagi selain ke sana.
Keluargaku sudah tak peduli lagi denganku dan begitu pula sebaliknya.

Mereka telah menganggapku sampah dan sekarang telah mencoret namaku dalam garis keturunan bangsawan yang dulunya mereka banggabanggakan. Tapi kau. Terlalu banyak orang yang peduli denganmu dan aku tidak suka itu.
Cukuplah aku saja yang tahu apa makanan kesukaanmu, bagaimana sifatmu, dan apa kebiasaanmu. Kita tak butuh orang lain karena diri kita sendiri lebih dari cukup untuk menghadapi dunia. Aku masihbisamelukisdiBelanda, kaupun dapat menulis di sana.

Dan yang terpenting, kita dapat menikah di sana.
“Kita tidak bisa menikah.” Di sini memang iya. Tapi di Belanda itu sama sekali tidak berlaku. Di sana negara bebas, kita dapat melakukan apa pun di sana. Dan tak ada boleh menganggu kita.
Persetan dengan keluargamu dan teman-temanmu, toh kita lah yang menjalani kehidupan. Aku ingin suasana senja yang lain dengan kau dan kincir angin ada di cakrawala hingga aku bisa merekamnya dalam kanvas kesayanganku. “Aku sudah berubah.” Kau salah. Tidak ada yang berubah dari kita. Kau masih gagah dan tinggi persis seperti yang direkam mataku saat pertama kali kita bertemu, meskipun sekarang kau telah jarang mabuk-mabukkan. Aku benci perubahan, dalam bentuk apapun.

Perubahan senantiasa membuat sesuatu yang sudah ada menjadi hal-hal yang baru dan tak pernah aku sukai.
Dengan dalih perubahan itulah, pamanku pernah mengunciku di kamar dan menindihku semalaman. Bukankah sudah kuceritakan?

Rasa sakitnya masih ada sampai sekarang. Dan atas dasar perubahan juga sekarang dengan entengnya kau memberikukuliahmengenaipelurusanjalanyang harus kita lakukan. Bahwa jalan kita salah, semua orang tahu itu. Namun bukankah berkali-kali aku beritahukan kepadamu bahwa dunia kita bukanlah dunia yang dibentuk oleh orang lain untuk kita masuki dan lalui sesuai peraturan. Karena itu, aku sama sekali tak bisa percaya bahwa saat ini kau memberiku dalil-dalil agama dan sosial yang bertentangan dengan hubungan kita.

“Lagipula, aku mencintai wanita lain.” Itulah kebiasaan di negeri ini.

Orang-orang sangat suka memperumit masalah yang harusnya sangat sederhana dan mudah diselesaikan sekejab mata. Mengapa demi mengatakan lima kata itu kau harus menjelaskan semua kesalahan dunia dan menempatkan semuanya padaku? Mengapa kau tak membuatnya lebih sederhana? Namun aku tak bisa terlalu menyalahkanmu. Aku tahu siapa wanita itu jauh sebelum kau menyodorkan fotonya di hadapankusekarang. Diamemangterlihat cantik dan sempurna. Namun aku tak menduga kau telah berubah sedemikian jauh. Bayangan saat pertama kali kita bercinta menguap begitu saja.

Apa kau tahu saat aku bercinta denganmu lah saat dimana rasa sakit yang disebabkan oleh pamanku hilang sama sekali? Kau boleh berubah, namun tetap harus ada yang tak terjamah. Aku tetap mencintaimu dan ingin menikah denganmu di Belanda. Tidakkah kau lihat ada kincir angin berputar yang terpantul di bola mataku? “Aku menunggumu di Belanda.” Pesan itu aku kirimkan beberapa saat sebelum aku menaiki pesawat. Sebentar lagi aku harus mematikan ponselku. Namun meski hanya sebuah pesan yang sangat singkat, aku ragu kau akan diam saja dan tidak menyusulku. Apalagi sekarang, aku membawa jantung wanitamu turut bersamaku.

Kuro Diato: Lahir di Lamongan, 30 Maret 1990.
Penikmat anime dan anggota situs kepenulisan Kemudian.com.
Karyanya telah dimuat di sejumlah media lokal dan majalah. Salah satu cerpennya masuk dalam kumcer 4 Tahun Kemudian (IBC, 2011)

Yang Dipercaya yang Dikambinghitamkan

Ramadhan Batubara

Dan, Abraham Samad terpilih menjadi ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Ada kepercayaan. Ada haru. Ada bangga. Tentu, ada harapan. Setidaknya sosok ini diharapkan mampu mengerjakan pekerjaan yang tertunda pun pekerjaan lain yang masih dalam incaran. 

Secara pribadi saya memberikan apresiasi positif pada lelaki berjambang ini. Namun,saya bertanya dalam hati: benarkah si Samad ini diberikan kepercayaan atau akan menjadi kambing hitam semata. Terus terang, di negeri ini soal kepercayaan itu sudah melebar maknanya. Setuju atau tidak, perhatikanlah para pemimpin baru di lembaga, daerah, organisasi, perusahaan, dan komunitas- komunitas, adakah mereka menjadi pahlawan seperti yang dimimpikan? Kita tidak perlu berbicara soal presiden atau gubernur,walikota atau bupati, kita bicara lingkup yang lebih kecil saja.

Begini, ambil contoh di sebuah perusahaan. Berhubung saya hidup di lingkungan koran, kita ambil saja contohnya sebuah surat kabar. Ceritanya, sebuat saja si Polan yang dipromosikan menjadi redaktur ekonomi; yang sebelumnya posisi itu belum ada di tempat dia bekerja karena redaktur sebelumnya dipecat. Mungkin, bagi beberapa orang, menjadi redaktur adalah posisi keren. Maka, banggalah si Polan ini. Dia kabarkan pada saudarasaudaranya kalau dia telah diangkat sebagai redaktur. Dia pun tambah semangat ke kantor.

Masalahnya, adakah dia dipercaya menjadi redaktur itu karena memang dia punya kemampuan? Tentu, jawaban bijak sang redaktur pelaksanahinggapemimpinredaksi adalah demikian. Namun, bagaimana jika koran itu memiliki ‘kekurangtajaman’ di berita ekonomi.

Dan, masalah desk ekonomi ini terus menjadi senjata pemilik koran untuk ‘menyerang’ pemimpin redaksi dan redaktur pelaksana. Nah, ketika si Polan mulai bekerja, kalau memang redaktur pelaksana dan pemimpin redaksi adalah yang memandang kemajuan koran, maka mereka akan memberi pengarahan pada si Polan untuk tambah kreatif. Ketika si Polan salah, maka yang muncul adalah motivasi maju dan bukan pembiaran. Tapi bagaimana jika sebaliknya, maksudnya para pemimpin itu hanya sekadar ingin cuci tangan. Maka, si Polan akan mendapat kebingungan yang sangat besar.

Dia bisa mati gaya karena tidak diberi pengarahan tentang kerjanya. Dia berjalan sendiri, seakan diberi kebebasan padahal tidakjuga. Sangpemimpinpuncenderung tak peduli, pasalnya mereka telah berlindung dibalik nama si Polan.

Jika jelek, makamerekaakan mengatakan pada sang pemilik kalau redakturnya tak becus. Jika bagus, mereka akan membusungkan dada. Intinya, mereka aman karena telah mengisi kekosongan desk ekonomi, masalah bagus atau tidaknya, kan itu urusan si Polan. Memang, soal bawahan itu urusan pemimpin. Tapi, si redakturpelaksanadanpemimpinredaksi bisa mengelak dengan mengatakan: mereka juga bawahan karena atasan mereka adalah sang pemilik. Mental pemimpin seperti ini dipercaya atau tidak pasti ada di dunia ini. Maka, yang dipercayanya menempati sebuah posisi pun sejatinya adalah kambing hitam. Ada juga pemimpin yang tidak ingin usahanya maju. Hm, bagaimana ini? Nah, kalau soal ini jelas mengarah ke ‘politik kantor’.

Ambil contoh, bisnis koran lagi. Anggaplah si Polan menjadi pimpinan di sebuah koran yang memiliki cabang di berbagai daerah. Dia memegang Medan, misalnya. Ternyata seiring waktu, si Polan cukup mencintai Medan dan tak mau dipindahkan ke daerah lain. Dia sudah merasa pas dengan Medan. Tak pelak, dia pun membuat koran yang dipimpinnya ini tidak maju-maju. Menurut si Polan, dalam rapat pimpinan di pusat, Medan masalahnya kompleks. Dia pun bercerita tentang sulitnya para anggota diatur. Rapat pimpinan di pusat menerima laporan itu dengan jujur. Kenapa? Karena sejatinya si Polan orang kepercayaan dan bukan kambing hitam dari para pimpinan pusat. Maka, tetap dipertahankanlah si Polan di Medan. Pasalnya, rapat pimpinan menganggap hanya si Polanlah sosok yang tepat untuk Medan. Padahal, semua itu adalah olahan si Polan. Dia memilih bawahannya, yang mengepalai divisi, adalah orang-orang yang dia kambing hitamkan. Jika ada orang yang dia pilih itu ternyata cukup menjanjikan, misalnya mampu membuat kerja kondusif dan oplah meningkat, kan tinggal dibuang. Lalu, cari lagi orang yang bisa dikambinghitamkan. Hehehehehe.

Jika begitu, bukankah yang diangkat si Polan menjadi pemimpin devisi atau apapun istilahnya, adalah korban? Begitulah, hal semacam inilah yang saya takuti dari terpilihnya Abraham Samad. Ayolah, KPK itu lembaga yang cukup dimusuhi orang kan? Dan, yang memusuhi lembaga ini bukan orang kecil, semuanya adalah sosok penting; baik di daerah maupun pusat. Menilik kasus-kasus yang belum selesai, mungkinkah Samad mampu menuntaskannya? Memang kita tak boleh pesimis. Seperti kata Khalil Gibran: jika masuk ke taman mawar, lihatlah kelopak bunganya, jangan durinya. Tapi, korupsi di negeri ini sudah menjadi kerja alias massal. Tapi sudahlah, toh Samad telah terpilih. Kini tinggal kita mau meilainya seperti apa; sosok teripilih atau hanya sekadar kambing hitam. Bukankah begitu? (*)

Ada Menu Gosipnya

Restoran Koki Sunda

Sore hari memang paling pas untuk ngegosip. Apalagi bila ditemani aneka hidangan istimewa. Mulai dari makanan ringan seperti gorengan, hingga minuman menyegarkan tentu asyik dinikmati bersama teman di tempat gosip.

BILA bosan menggosip di rumah, beberapa cafe dan restaurant seperti Koki Sunda layak menjadi pilihan Anda. Mulai tersedia dari pukul 14.30 wib hingga malam hari, Koki Sunda yang bertempat di Jalan Hasanudin ini, menawarkan “Menu Gosip” yang kreatif. Disebut kreatif bukan hanya karena sarana obrolan santainya saja, melainkan berbagai menu khas ala koki sunda juga.

Wahyudin M Nur, Supervisor Koki Sunda yang ditemui di resto koki sunda mengaku pilihan Menu Gosip, tersedia untuk semua kalangan dan usia. “Gosip merupakan pilihan kata yang bermakna ngobrol positif. Jadi dalam hal ini koki sunda memberikan menu yang spesial bagi semua kalangan dan untuk dapat menikmati santapan sore di resto ini,” ujarnya.

Diantara Menu Gosip sore, bilang Wahyudin, juga tersedia cemilan sehat non kolesterol, seperti Bubur Sumsum dan Bubur Ubi Sagu. Itu mungkin pilihan cocok bagi anda yang takut gemuk. Sedangkan bagi Anda penikmat jajanan gorengan, dapat memesan pisang dan ubi goreng. “Selain beberapa menu tadi, koki sunda juga menwarkan sajian pedas sate padang untuk menambah nuansa santap sore,” terangnya.

Soal rasa, masakan ala Koki Sunda tentu tak perlu diragukan lagi. Di tangan para koki handal, Es Pulut Durian yang biasa ditemui di pinggir jalan bisa menjadi istimewa.

Fla beraroma durian yang disiram diatas tumpukan pulut menjadi ciri khas yang tidak dijumpai pada es pinggir jalan. Beberapa pengunjung mengaku menelan ludah saat es diletakkan di atas mejanya. “Bau durennya langsung tercium, tapi tidak terlalu menyengat. Apalagi minumannya dihias sehingga menarik. Dan ingin langsung dinikmati,” ujar salah seorang pengunjung sembari menyantap makanannya yang terhidang di mejanya. Bagi pengunjung yang anti duren tak perlu ragu untuk tetap menggosip di tempat ini. Masih ada beberapa sajian es menyegarkan yang bisa melepas dahaga Anda. Diantarnya Sensi Float, Es teler, Manggo Tanggo, Es Buah, Es Tape Pulut, dan Es Delima.
Semua harga Menu Gosip ditawarkan dengan sangat terjangkau, dari 7 ribusampai 15 ribu rupiah saja. Bahkan Koki Sunda juga memberikan Smile service garansi, yakni garansi senyum atau gratis es sunda kelapa menjadi nilai lebih pelayanan yang diberikan koki sunda. “Jika ada staff kami yang tidask tersenyum saat melayani pelanggan maka koki sunda akan memberikan garansi es sunda kelapa secara cumacuma. Ini kita lakukan untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan,” terang Wahyudi.

Bahkan untuk memanjakan pelanggan, Koki Sunda juga menaruh bell wireless disetiap meja, untuk memudahkan para pelanggan memanggil karyawan untuk menjamu segala kebutuhan pelanggan. Jadi bagi anda yang penasaran untuk menikmati menu gosipnya Koki Sunda, jangan ragu lagi untuk datang langsung kesana. (kesuma ramadhan)