Home Blog Page 144

Polsek Medan Baru Tangkap Dua Rayap Besi

Dua rayap besi yang ditangkap Polsek Medan Baru. (Ist)
Dua rayap besi yang ditangkap Polsek Medan Baru. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Baru meringkus dua rayap besi, pelaku pencurian besi panel lampu merah milik Dinas Perhubungan (Dishub) Medan. Aksi pencurian itu terjadi di Jalan S Parman, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru.

Kedua pelaku masing-masing, Nasib Roberto Simanjuntak (43) warga Jalan Cinta Karya, Gang Bengkok, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dan Hagoluan Sinambela (26) warga asal Simalungun, yang berdomisili di Jalan Sudirman, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Poltak M Tambunan, menjelaskan peristiwa pencurian tersebut dilaporkan oleh warga pada Rabu (22/10). Warga melihat dua pria sedang membongkar panel lampu lalu lintas di Jalan S Parman, Simpang Sudirman.

“Mendapat laporan, piket Reskrim langsung menuju lokasi. Namun, saat tiba di TKP, para pelaku sudah melarikan diri. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak Dishub Kota Medan untuk membuat laporan resmi,” ujarnya, Jumat (24/10).

Kemudian, lanjutnya, sekitar pukul 04.30 WIB, petugas melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi dari warga sekitar mengenai ciri-ciri pelaku. “Tim melakukan penyisiran dan patroli di seputaran lokasi dibantu personel Sabhara Presisi Polrestabes Medan. Akhirnya, kedua tersangka ditemukan sedang berjalan kaki di Jalan Juanda sambil membawa dua karung goni berisi panel lampu lalu lintas,” terangnya.

Dari hasil interogasi, kedua tersangka mengakui telah mencuri panel lampu merah tersebut. Mereka berencana menjual hasil curian ke penadah besi tua (botot) untuk membeli narkoba.“Pelaku ini merupakan residivis dan sudah beberapa kali terlibat dalam kasus serupa,” kata Poltak.

Kedua tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Polsek Medan Baru untuk proses hukum lebih lanjut. (man/ila)

Gegana Brimob Evakuasi Bidan Korban Laka di Tapsel

EVAKUASI: Personel Gegana Brimob Polda Sumut saat mengevakuasi Bidan korban kecelakaan di Tapsel. Istimewa/Sumut Pos
EVAKUASI: Personel Gegana Brimob Polda Sumut saat mengevakuasi Bidan korban kecelakaan di Tapsel. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah pelaksanaan tugas resmi, personel Komposit Gegana Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Satbrimob Polda Sumut) kembali menunjukkan wujud nyata pengabdian dan kepedulian kepada sesama.

Saat dalam perjalanan melaksanakan misi pengamanan bahan berbahaya, tim Gegana Brimob Polda Sumut justru menjadi penolong bagi seorang bidan yang mengalami kecelakaan, di Jalan Lintas Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (23/10) malam.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Tim yang dipimpin Panit 3 Subden IV Den Gegana, Aiptu Bambang Sudirmanto saat itu sedang dalam perjalanan dari Pematangsiantar menuju Tapanuliselatan (Tapsel) untuk menindaklanjuti laporan adanya barang diduga bahan peledak jenis granat militer.

Namun, di tengah perjalanan dinas tersebut, kendaraan yang mereka tumpangi dihentikan oleh warga yang meminta pertolongan. Diketahui, seorang perempuan bernama Uma Faridah (45), seorang bidan Puskesmas yang mengendarai sepeda motor dinas berpelat BB5883H terjatuh akibat kecelakaan tunggal dan mengalami luka.

Tanpa ragu sedikit pun, para personel langsung menghentikan kendaraan dinas dan memberikan bantuan darurat di lokasi kejadian. Melihat kondisi korban yang membutuhkan pertolongan cepat, mereka segera mengevakuasi korban ke RSUD Tapsel menggunakan kendaraan Dinas Gegana, dengan dibantu warga sekitar, yakni Abdurahman Harahap (63).

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, personel Brimob tetap tenang dan sigap memastikan korban dalam kondisi stabil. Setibanya di UGD, korban langsung mendapat perawatan medis, sementara pihak keluarga segera datang setelah dihubungi warga.

“Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai manusia dan anggota Polri. Di mana pun kami berada, keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” ujar Aiptu Bambang Sudirmanto.

Aksi cepat dan empati tinggi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung peristiwa itu. Mereka mengaku kagum atas ketulusan dan kepedulian Brimob, yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan meskipun sedang menjalankan tugas penting dan berisiko tinggi.

Atas tindakan itu, Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada personel yang terlibat.

“Di tengah pelaksanaan tugas penting, mereka masih peka terhadap situasi kemanusiaan di sekitarnya. Tindakan ini adalah bentuk nyata dari semangat ‘Brimob Untuk Nusa dan Bangsa’ serta tangguh dalam tugas, namun tetap memiliki hati nurani untuk menolong sesama,” ujar Rantau, Jumat (24/10).

Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan, bahwa Satuan Brimob Polda Sumut tidak hanya hadir sebagai pasukan elit penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat yang berjiwa sosial, humanis, dan penuh empati. (dwi/azw)

Sambut Tim Evaluasi Lomba PKK Provsu, Wabup Labura Bangga Desa dan Kecamatan Masuk Nominasi

Wabup Labura H Samsul Tanjung . (Ist)
Wabup Labura H Samsul Tanjung . (Ist)

LABURA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H Samsul Tanjung menyambut kedatangan Tim Evaluasi Lomba PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka penilaian Pelaksana Terbaik IVA Test Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Desa Bandardurian, Rabu (22/10). H Samsul Tanjung menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada desa dan kecamatan yang menjadi nominasi lomba di tingkat provinsi.

Adapun peserta lomba berasal dari lima kategori, yakni Desa Aektapa Kecamatan Marbau (Tertib Administrasi PKK), Desa Siduadua Kecamatan Kualuh Selatan (PAAR), Desa Perkebunan Berangir Kecamatan NA IX-X (UP2K-PKK), Desa Parpaudangan Kecamatan Kualuh Hulu (Aku Hatinya PKK), serta Kecamatan Aeknatas (IVA Test).

Wabup menjelaskan, penilaian seluruh kategori lomba dilakukan serentak di lima lokasi berbeda. Kegiatan ini bertujuan menilai langsung keunggulan, inovasi, dan kreativitas kader PKK dalam menerapkan 10 program pokok PKK serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan.

Ia menambahkan, pemerintah kabupaten bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan berbagai perbaikan sesuai masukan tim provinsi saat monitoring pada Agustus lalu.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas lomba, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan semangat kerja dan kualitas program PKK di semua jenjang,” ujar Wabup.

Wabup juga menegaskan bahwa Pemkab Labura terus melakukan pembinaan terhadap desa dan kecamatan melalui peran aktif OPD mitra PKK.

“Semoga prestasi juara umum yang diraih tahun lalu dapat kita pertahankan pada 2025 ini. Kehadiran tim evaluasi hari ini menjadi motivasi bagi desa dan kelurahan lain untuk terus berprestasi,” pungkasnya. (ind/azw)

Pascakericuhan di Lapas Gunungsitoli, Ditjenpas Sumut Periksa Kalapas

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno. (Ist)
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, melakukan investigasi pascakericuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli, Rabu (22/10) lalu.

”Ditjenpas telah melakukan komunikasi dan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Alhamdulillah saat ini kondisi telah kondusif, dan saat ini kami terus melakukan langkah-langkah agar peristiwa ini tidak terjadi lagi sehingga pembinaan dan penagamanan dapat berjalan baik,” ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, Jumat (24/10).

Lebih lanjut, kata dia, guna mengantisipasi adanya kericuhan lanjutan, saat ini pihaknya telah menarik Kalapas Klas IIB Gunung Sitoli, Tonggo Butarbutar ke Kanwil Ditjenpas Sumut guna pemeriksaan kode etik dan disiplin.

“Atas pertimbangan itu juga, Kalapas telah kami tarik ke kantor wilayah. Dan berdasarkan hasil pendalaman sementara oleh Ditjenpas, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kode etik dan disiplin bagi Kalapas dan pihak yang dianggap terlibat. Saat ini Lapas Gunungsitoli dipimpin sementara oleh Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjepas Sumatera Utara,” terangnya.

Kericuhan yang terjadi sebelumnya, dipicu oleh dugaan tindakan yang dilakukan oleh Kalapas Gunungsitoli terhadap warga binaan, karena dianggap tidak mengindahkan aturan untuk tidak memberikan makanan lain kepada warga binaan yang ditempatkan di kamar disiplin, selain yang sudah disiapkan oleh lapas, dengan alasan keamanan.

“Terhadap warga binaan yang terluka karena insiden tersebut telah dilakkukan perawatan, sudah kami informasikan juga kepada keluarganya. Warga binaaan tersebut akan bebas bersyarat pada bulan November, berdasarkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” jelasnya.

Disisi lain, ia menyampaikan bahwa Lapas Gunungsitoli merupakan lapas yang kerap menerima pemindahan warga binaan dari lapas-lapas lain di wilayah Sumut, yang beberapa diantaranya adalah warga binaan yang bermaslah di lapas sebelumnya, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Pembinaan, pengamanan dan pelayanan sebagai bentuk pemenuhan hak-hak warga binaan kepada warga binaan merupakan salah satu prisoritas kami, seperti yang selalu diingatkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarskatan dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Kami tidak akan mentolerir semua jenis kekerasan baik yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan,” pungkas Yudi. (man/azw)

Relokasi Pasar Inpres Kota Tebingtinggi Tanpa Perlawanan, Pedagang: Kami Harap Pemerintah Tepati Janji

RELOKASI PASAR: Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung, bersama sejumlah pejabat OPD dan unsur Forkopimda meninjau langsung proses relokasi pedagang Pasar Inpres, Jumat (24/10).
RELOKASI PASAR: Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung, bersama sejumlah pejabat OPD dan unsur Forkopimda meninjau langsung proses relokasi pedagang Pasar Inpres, Jumat (24/10).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi akhirnya melaksanakan relokasi pedagang Pasar Inpres dengan situasi yang kondusif, Jumat (24/10). Pemindahan pedagang berjalan tanpa perlawanan alias lancar tanpa gesekan dan disambut baik oleh sebagian besar pelaku usaha pasar.

Pantauan di lapangan, jajaran Polri, TNI, dan Kejaksaan turut mengawal proses relokasi bersama sejumlah kepala OPD. Hadir di lokasi Kasatpol PP Benny Hutajulu, Kadis Perhubungan Yustin Bernard Hutapea, Kadis Perdagangan Marimbun Marpaung, Kadis PU Toracan, serta Kadis Kominfo Ernawati. Mereka meninjau langsung kondisi lapangan dan berdialog dengan para pedagang untuk memastikan seluruh proses berlangsung tertib dan aman.

Seorang pedagang mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah karena proses relokasi dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Namun, ada juga pedagang yang mengaku kecewa karena lokasi relokasi dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan dan perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Pemko Tebingtinggi telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang di lokasi relokasi sementara. Di antaranya 51 unit kios berukuran rata-rata 3×2 meter, fasilitas air bersih di beberapa titik, serta daya listrik 13.300 kWh yang dilengkapi dengan 51 titik lampu kios, 13 titik lampu jalan, 25 stop kontak, dan 4 titik box MCB.

Kadis Perdagangan Marimbun Marpaung menegaskan, relokasi dilakukan untuk menata ulang kawasan pasar agar lebih bersih, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar Pasar Inpres.
Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan lancar.

“Kita tidak bisa membangun pasar secara bertahap tanpa relokasi, karena sangat membahayakan pedagang. Alat material bangunan besar bisa membahayakan aktivitas jika tetap berjualan di lokasi lama. Siapa yang mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu?” tegas Marimbun.

Surat pemberitahuan relokasi telah disampaikan kepada para pedagang sejak Rabu (20/10). Pemerintah memberi batas waktu hingga Jumat (24/10) untuk memindahkan seluruh barang dagangan ke tempat yang sudah disiapkan.

Meski demikian, sebagian pedagang memilih mencari tempat sementara secara mandiri karena menilai lokasi relokasi di kawasan IPAL kurang layak.

Mewakili para pedagang, Wakil Ketua APPSI Tebingtinggi, Umar Manurung, menyampaikan harapannya agar proses renovasi Pasar Inpres benar-benar selesai sesuai jadwal.

“Kami berharap pemerintah menepati janji bahwa akhir Desember nanti pasar sudah rampung. Jangan kecewakan pedagang. Kami tetap mendukung pembangunan ini untuk menata pasar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dengan relokasi ini, diharapkan wajah Pasar Inpres akan berubah menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus mendukung upaya menciptakan lingkungan kota yang sehat.

Usai meninjau lapangan, rombongan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama unsur Polri dan TNI melanjutkan kunjungan ke lokasi IPAL tempat relokasi, melakukan apel penutupan yang diakhiri dengan doa bersama. (mag-3/azw)

Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Ndokum Siroga

REKONSTRUKSI: Usai membunuh, tersangka Ganda Naninggolan mengubur jenazah Melky di bawah pohon kopi pada gelaran rekonstruksi kasus pembunuhan, Kamis (23/10).(Istimewa)
REKONSTRUKSI: Usai membunuh, tersangka Ganda Naninggolan mengubur jenazah Melky di bawah pohon kopi pada gelaran rekonstruksi kasus pembunuhan, Kamis (23/10).(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Ndokum Siroga terhadap Melky Refanta Perangin-angin (32), yang ditemukan terkubur di kebun kopi perladangan Seledang, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (23/10) lalu.

Rekonstruksi ini, memperagakan 27 adegan di tiga tempat kejadian perkara (TKP), mulai saat korban dijemput dari rumahnya, hingga “dihabisi” menggunakan kayu, dan dikubur di perladangan Seledang.

Rekonstruksi dipimpin Kapolsek Simpang Empat AKP Domdom Panjaitan, selaku penyidik, dan menghadirkan tersangka Ganda Nainggolan (27), yang memerankan sendiri seluruh adegan. Selain tersangka, kegiatan juga melibatkan lima saksi, termasuk satu pemeran pengganti korban.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi, turut hadir Jaksa Penuntut Umum Halfeus Samosir, serta penasihat hukum tersangka, Robert Tarigan. Pengamanan kegiatan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Tanah Karo AKP Jonista Tarigan, dengan dukungan personel gabungan dari Polres Tanah Karo dan Polsek Simpang Empat.

Camat Simpang Empat, Binaria Surbakti, juga hadir untuk memantau jalannya kegiatan bersama perangkat desa dan perwakilan masyarakat.

Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, bersama Kasatreskrim Polres Tanah Karo AKP Eriks R, turut hadir langsung menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Pada kesempatan itu, Eko menyampaikan, seluruh rangkaian rekonstruksi berjalan dengan baik, aman, dan tertib.

“Rekonstruksi ini penting untuk menyinkronkan keterangan tersangka dan saksi, serta memperjelas rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah terjadinya tindak pidana. Kami mengapresiasi masyarakat yang turut menghormati dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ungkap Eko.

Dari hasil rekonstruksi, penyidik berhasil menggambarkan secara rinci setiap tahapan peristiwa yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan tersebut. Selanjutnya, berkas perkara akan dilengkapi untuk segera dilimpahkan kepada pihak kejaksaan. (deo/saz)

Satresnarkoba Polres Langkat Gagalkan Peredaran Sabu-sabu di Stabat dan Tanjungpura

Markas Polres Langkat di Stabat.(Istimewa)
Markas Polres Langkat di Stabat.(Istimewa)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Langkat menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di lokasi dan waktu terpisah. Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

Kasatresnarkoba Polres Langkat, AKP Rudy Saputra menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan polisi dengan menangkap seorang pria berinisial MH (30) di Stabat, Sabtu (18/10) lalu. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti dua bungkus plastik klip bening yang berisikan sabu-sabu dengan berat kotor 0,24 gram.

“Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan kemudian dilakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku dan barang bukti diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Rudy, Jumat (24/10).

Pengungkapan kedua dilakukan polisi di Tanjungpura, Senin (20/10) lalu. Seorang pria berinisial PH (44), diamankan polisi dengan barang bukti sabu-sabu seberat 7,58 gram.

“Pengungkapan ini juga berawal dari informasi masyarakat yang resah terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” kata Rudy lagi.

Penyelidikan yang dilakukan polisi membuahkan hasil. Tersangka disergap petugas saat tengah mengendarai motor jenis metik. Dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti narkoba. Kepada petugas, PH yang merupakan warga Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan itu, mengakui, sabu-sabu tersebut adalah miliknya.

Kini, tersangka dan barang bukti sudah ditahan di Satresnarkoba Polres Langkat, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan dalam memantau pergerakan jaringan peredaran gelap narkoba, yang menyasar wilayah Hukum Polres Langkat,” jelas Rudy.

“Ini bentuk keseriusan kami dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Kami tidak akan pernah memberi ruang bagi pengedar maupun pengguna untuk leluasa merusak masa depan bangsa,” imbuhnya.

Dia juga menyerukan kepada masyarakat, untuk melaporkan jika ada indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Sebab, peran aktif masyarakat dalam memberi informasi sangat dibutuhkan.

“Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam memerangi peredaran narkoba,” tegas Rudy. (ted/saz)