26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14401

Gatot Harus Buka-bukaan

Soal Rekomendasi Izin PLTA Asahan III

MEDAN-Persoalan izin lahan pengerjaan proyek PLTA Asahan III yang nantinya akan menghasilkan energi sebesar 2×87 MW ke seluruh masyarakat Sumatera Utara, hingga saat ini masih terkatung-katung. Pasalnya, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho belum juga mem berikan izin lahan kepada pihak PT PLN (Persero). Padahal, sesuai Perpres No 4 tahun 2010 dan Permen ESDM No 2 Tahun 2010 menegaskan, bahwa pemerintah menugaskan PLN untuk membangun PLTA Asahan III.

Seperti dikatakan anggota Fraksi PAN Sumut Noerya T Karim, harusnya Gatot berani buka-bukaan dan berterus terang soal rekomendasi izin pengerjaan proyek PLTA Asahan III. “Gatot harus jujur, rekomendasi izinnya di tangan siapa sekarang? Ayolah, buka-bukaan saja. Ini untuk kepentingan masyarakat karena PLN serius menyelesaikan proyek Asahan III,” ujarnya.

Noerya menegaskan, harusnya Gatot duduk bersama dewan, pemerintah daerah, PLN maupun pemerintah pusat dalam penyelesaiannya. “PLTA Asahan III tak boleh ditunda-tunda lagi karena mesin pembangkit di Sicanang sudah tua. Harus ada pembangkit pengganti yang bisa mendistribusikan listrik kepada masyarakat agar tidak ada lagi devisit dan pemadaman listrik,” tegasnya.

Bahkan, berdasarkan sumber terpercaya dari petinggi PLN Proyek Induk Pembangkitan dan Jaringan Sumatera Utara dan Aceh membeberkan, Plt Gubsu sendiri sudah menghadiri rapat bersama Wakil Presiden Boediono belum lama ini terkait proyek PLTA Asahan III. “Dalam pertemuan itu dihadiri Mentri BUMN, Mentri ESDM, PLN, Plt Gubsu Gatot dan terkait lainnya. Wapres Boediono langsung menginstruksikan Gatot untuk mendukung dan memfasilitasi PLN dalam melaksanakan keputusan tersebut. Bahkan, masalah izin lokasi dengan PT Badjradaya diinstruksikan Wapres agar diselesaikan dengan baik. Waktu itu pak Gatot patuh,” ujar sumber tersebut.

Manager Proyek Asahan III Robert Aprianto Purba yang dikonfirmasi soal pertemuan dengan Wapres tersebut, tidak menyanggahnya. “Memang benar ada pertemuan itu, tapi isi dari pertemuan itu bukan wewenang saya untuk menjawabnya,” ujarnya.

Namun, Robert menyayangkan sikap Plt Gubsu yang hingga saat ini belum memberikan izin. Padahal, PLN siap untuk dievaluasi Pemprovsu sebagai dasar untuk menerbitkan izin lokasi bila diperlukan. “Pemberian izin lokasi kepada PT Bajradaya Swarna Utama yang keluar tahun 2008 sudah berakhir pada Maret 2011 lalu. Nah, sesuai Perpres No 4 tahun 2010 dan Permen ESDM No 2 Tahun 2010, pemerintah menunjuk PLN langsung untuk membangun PLTA Asahan III. Tapi sampai saat ini, Plt Gubsu Gatot belum juga memberikan izin. Kami tidak tahu apa alasannya. Padahal, PLN telah memberikan surat permohonan izin lokasi PLTA Asahan III kepada Gubsu sebanyak 17 kali, sejak tahun 2004 hingga terakhir pada 28 Maret 2011,” tegas Robert.

Robert meminta kepada anggota dewan Sumut untuk menyuarakan agar amanat Peraturan Presiden RI No 4 Tahun 2010 yang menyatakan PLN ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan PLTA Asahan III, dapat dipatuhi Pemprovsu dengan segera menerbitkan izin lokasi kepada PLN. “PLN memprediksi, jika sampai tahun 2015 tidak ada pembangkit listrik yang masuk, maka akan terjadi devisit listrik dan kemungkinan besar terjadi pemadaman bergilir. Sebab, pertumbuhan beban energi semakin bertambah dan tidak bisa dibendung. Jadi, PLN jangan hanya dihujat dan dimaki karena pemadaman saja, karena ketika PLN berupaya membangun jaringan listriknya malah terhalang Pemprovsu,” kata dia.

Robert memaparkan, akan banyak manfaat yang didapat masyarakat Sumut bila PLTA Asahan III beroperasi nantinya. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Asahan, Kabupaten Toba Samosir dan Provinsi Sumatera Utara akan mendapat tambahan penerimaan Pendapatan Asli daerah (PAD) dalam bentuk pendapatan dari pajak air permukaan yang besarnya kira-kira Rp7 miliar per tahun.

“Pada fase operasi PLTA Asahan III pada tahun 2015 dan seterusnya, direncanakan akan dibentuk Perusahaan Patungan (Kerjasama Operasi) antara PT PLN (Persero) dengan Pemprovsu, Pemda Kabupaten Toba Samosir dan Pemda Kabupaten Asahan untuk mengoperasikan dan memelihara PLTA Asahan III. Pembagian saham kepemilikan perusahaan patungan ini akan didiskusikan bersama Direktorat Keuangan PLN dengan pemerintah  daerah terkait,” tambah Robert lagi.

Sedangkan tenaga kerja untuk mengoperasikan PLTA Asahan III nantinya, sambung Robert, akan diambil dari warga sekitar proyek sebanyak 100 orang tenaga kerja. Bahkan, akan diprioritaskan rekruitmennya dari penduduk setempat tamatan SMU, STM dan SMEA yang akan dilaksanakan proses seleksi dan ujian masuk pegawai PLN sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Nanti, bagi anak-anak didik yang lulus ujian dan akan dididik dengan diberikan beasiswa PLN sebelum menjadi tenaga operator PLTA dan posisi lainnya.

Nantinya, energi yang dihasilkan PLTA Asahan III seluruhkan akan disalurkan untuk masyakarat Sumatera Utara karena koneksinya dihubungan ke Gardu Induk Simangkuk di Porsea. Sebanyak 10 MVA akan disalurkan untuk masyarakat sekitar lokasi PLTA, sedangkan 164 MVA untuk masyarakat Sumut melalui Gardu Induk Simangkuk. “Saya tegaskan sekali lagi, seluruh energi listrik PLTA Asahan III disalurkan untuk masyarakat Sumut, bukan kepada Inalum seperti isu yang berkembang saat ini. PLN siap Jadi tidak benar kalau ada isu yang beredar. Jadi PLN mohon dukungannya,” pungkas Robert. (ila)

Malam Ini Haji Kloter 1 Tiba di Polonia

Diprediski Mendarat Pukul 23.15 WIB

MEDAN-Siang ini, jamaah haji yang tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) 01 Debarkasi Medan akan meninggalkan Tanah Suci. Sebanyak 452 jamaah haji yang diangkut pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA3201 ini meninggalkan Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah pukul setengah tiga siang atau pukul 10.30 waktu setempat.

Kolter 01 yang berisikan jamaah haji dari Labuhan Batu dan Medan ini dijadwalkan tiba di Bandara Polonia sekitar pukul 23.15 WIB. “Kloter 01 ini akan menjalankan Salat Dzuhur di atas pesawat dengan bertayamum dan dipandu oleh petugas kloter. Sebelumnya mereka sudah mendapat petunjuk tentang pelaksanaan ini karena tidak sempat lagi salat Jumat, jadi diganti dengan salat dhuhur,” kata Humas Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) debarkasi Medan, Sazli Nasution, Kamis (10/11).

Nantinya, kata Sazli, jamaah haji akan disambut oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho didampingi Kakankemenag Sumut Drs HAbdul Rahim serta unsur muspida lainnya. “Dari Polonia jamaah akan diangkut bus yang telah disediakan pihak PPIH menuju Asrama Haji Medan untuk menjalani serangkaian proses seperti pemulangan paspor, pemeriksaan kesehatan, pemberian air zam-zam, dan lainnya. Setelah itu, mereka akan diangkut oleh bus yang telah disediakan oleh Pemko/Pemda masing-masing untuk kembali ke daerah asalnya,” urai Sazli.

Menurutnya, pemulangan jamaah haji akan dilakukan secara bertahap dari 10 November  hingga 10 Desember 2011. Jamaah yang pulang melalui Bandara KAA Jeddah terlebih dulu akan ditampung di hotel transit. Sedangkan kloter 02 Debarkasi Medan dengan 447 jamaah haji asal Padangsidimpuan dan Medan akan dijadwalkan tiba di tanah air pada 13 November mendatang sekitar pukul 00.15 WIB.

“Rata-rata jamaah akan beristirahat selama sehari semalam sebelum menuju bandara untuk proses pemulangan. Jadi, satu hari sebelum jadwal pemulangan ke tanah air, jamaah dari Mekkah sudah bergeser ke Jeddah. Jamaah haji yang pulang dalam minggu ini termasuk dalam gelombang pertama yang telah melakukan salat Arbain di Madinah. Sebelum rangkaian ibadahnya lengkap, jamaah tidak bisa kembali ke tanah air,’ jelas Sazli lagi.

Selain kloter 01 Debarkasi Medan, 13 kloter debarkasi lain pun dikabarkan tiba di Tanah Air (lihat grafis). Sementara itu, dari Tanah Suci, gelombang ke- II setelah puncak haji akan bergeser ke Madinah mulai 13 November mendatang. Sebanyak 225 personel Daker  Jeddah telah disiapkan untuk membantu proses pemulangan jamaah. (mag-11)

Makin Tua Makin Menarik

Sepeda Motor BMW R-27

Makin tua makin menjadi. Begitulah sepeda motor BMW R-27 prodak Jerman tahun 1966. Kendati telah berusia setengah abad motor milik Waka Polres Tebing Tinggi itu masih mengungguli sepeda motor tua lainnya.
Penahbisan motor BMW-27 sebagai motor yang terkeren diantara motor tua lainnya saat digelarnya ulang tahun Bikers Owner Motor Siantar (BOMS) kelima di lapangan Meredeka Adam Malik, Siantar pekan lalu. Dalam acara itu disaksikan ratusan mata komunitas sepeda motor tua yang ada di seluruh Sumatera Utara. “Ternyata sepeda motor milik saya bisa keluar sebagai pemenang dari ratusan pencinta sepeda motor tua se Sumatera Utara,” kata Kompol Drs Safwan Khayat MHum saat ditanya di ruang kerjanya di Mapolres Tebing Tinggi.

Menurut pendiri Bikers Mitra Polri (BMP) ini, motor meraih juara pertama untuk kategori sepeda motor tua originil. Ia tak menyangka motor yang baru beberapa bulan dimilikinya itu mendominasi motor tua lainnya.”Sempat tak menyangka bakal juara tapi ini merupakan raihan yang tak terlupkan,” tutur ayah tiga anak ini.

Kendati begitu Safwan tetap tidak berbesar hati. Menurutnya, juara sebenarnya bukanlah tujuan utama untuk mengikuti kompetisi motor tua ini. Melalui kegiatan ulang tahun BOMS kelima, mantan Kasat Lantas Poltabes Medan (sekaran Polresta Medan) ini berharap bisa mempersatukan pencinta komunitas sepeda motor tua se Sumatera Utara.
“Disinilah terjalin hubungan tali silaturahmi antara sesama bikers untuk mempersatukan bahwa komunitas sepeda motor tua bisa menjalin kekompakan dengan baik. Bukan itu saja, tetapi ini sebagai tempat sarana berkumpulnya pencinta sepeda motor tua untuk menyalurkan hobi yang positip serta juga memberikan contoh teladan kepada masyarakat tentang mentaati peraturan lalulintas di jalana raya,” terangnya.

Menurut Safwan, ajang kumpul bareng bersama para rekan bikers baik pencinta sepeda motor tua atau klub-klub sepeda motor lainnya bisa menggalang rasa percaya masyarakat bahwa komunitas sepeda motor itu bukan identik dengan perkumpulan geng motor liar.

“Dalam kumpul bareng seperti ini, kita tetap mensosialisasikan kepada masyarakat pengguna jalan raya atapun klub-klub motor yang ada agar memberikan contoh teladan yang baik kepada orang lain, seperti memakai helm standar SNI, melengakapi surat-surat kendaraan juga memberi tahu bahayanya kumpulan geng-geng motor liar yang meresahkan masyarakat pengguna jalan,” serunya.

Keluar sebagai juara kedua diraih oleh pemilik sepeda motor asal Kota Tebing Tinggi, Muhammad Daud dengan nama sepeda motor Puch buatan tahun 1950 asli prodak Jerman yang masih original mulai dari perlengkapan peralatan hingga cat.

Sementara Ketua BOMS dan sekaligus pengurus klub motor tua BCA Kota Pematang Siantar, Rizal Ginting mengatakan bahwa acara ulang tahun ini dilakukan untuk mengumpulkan pencinta sepeda motor tua se Sumut menjadi suatu ikatan antar-bikers untuk menjalin kerjasama baik antar sesama club motor yang ada.

“Kedepan agenda ini akan terus akan dilaksanakan, dengan begini kita bisa menjadi banyak mengenal teman dari berbagai daerah lain untuk menjadi satu ikatan silatuhrami,” ucap Rizal. (mag3)

Bangun Karakter Kesetiakawanan Bangsa

MEDAN- Memperingati hari Pahlawan setiap tanggal 10 Nopember sebaiknya dijadikan momentum untuk membangun karakter bangsa, yang kuat dan kokoh. Sehingga bermanfaat agar bisa dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar dalam sambutannya di acara peringatan hari Pahlawan di kampus tersebut, Kamis (10/11).

Dia menyebutkan, pembangunan karakter bangsa diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terombang ambing dan kehilangan arah, di tengah derasnya arus globalisasi serta tantangan yang sangat banyak berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Nilai kepahlawanan dapat dijadikan sebagai modal sosial untuk diimplementasikan dan untuk mendayagunakan serta mengatasi berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, ketelantaran, tuna wisma, korban bencana dan masalah sosial lainnya,” katanya membacakan kata sambutan amanat Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri.

Ibnu mengajak peringatan hari Pahlawanan tahun ini harus dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan sikap dan prilaku para pahlawan kusuma bangsa seperti rela berkorban, pantang menyerah.”Kini sangat dibutuhkan pembangunan karakter untuk mempercayakan pada kemampuan diri sendiri, tanpa pamrih dengan dilandasi kesetiakawanan sosial yang tinggi,” sebutnya.  (uma)

100 Pelajar Ikut Pendidikan Bela Negara

KARO-Sebanyak 100 pelajar SMU di Kabupaten Karo mengikuti pendidikan pendahuluan bela negara yang diselengarakan Pemkab Karo melalui Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Karo, di Aula  lantai tiga  kantor Bupati Jalan Letjen Djamin Ginting kemarin, (9/11).

Pendidikan bela negara  dibuka langsung oleh Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, didampingi Dandim 0205/TK Letkol Kav.

Meyer Putong, Kaban Kesbang,Pol dan Linmas Kabupaten Karo Drs Suang Karo-Karo dan sejumlah narasumber lainnya seperti, Kabid Linmas Bakesbang Pol Pemprovsu, Tomson,SH dan Drs Ngadep Tarigan mewakili tokoh masyarakat Karo.
Dalam kata sambutannnya, Bupati Karo mengatakan, dewasa ini kehidupan berbangsa dihadapkan pada tantangan internal maupun eksternal.

Hal itu ditandai dengan terjadinya perubahan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perkembangan global dan perubahan arus reformasi serta dinamika kehidupan politik yang dialami bangsa Indonesia, telah banyak mempengaruhi dan merubah pola pikir anak bangsa, khusunya generasi muda dan kaum pelajar.  Perubahan pola pikir ini, tentunya merujuk  kepada nilai positif dan negatif.

Jika tidak ditangkal, maka pola pikir seiring perubahan jaman ini akan dikhawatirkan menimbulkan krisis multidimensi, dan krisis moral anak bangsa. Rasa persaudaraan yang menipis disertai tergerusnya rasa cinta tanah air, akan  terjadi dengan cepat, apabila kurangnya pemahaman tentang bela negara.

Ketua Panitia Drs Salomo Surbakti yang juga Kabid Kesbangpol pada Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Karo melaporkan, kegiatan tersebut diikuti 20 SMU sederajat di kota Kabanjahe, Berastagi, Tigapanah dan Simpang Empat. (wan)

Mandor Angkot Gantung Diri

LANGKAT- Lilik Hermansyah alias Tole (37) warga Dusun Serba Jadi Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat, Langkat ditemukan tewas tergantung, Kamis (10/11) petang. Belum diketahui persis penyebabnya, hingga kini polisi masih menyelidiki.

“Jasad korban sudah dibawa ke RS Pirngadi Medan guna keperluan otopsi. Namun hingga kini, kita masih melakukan penyelidikan penyebabnya dan saat ditemukan jasad korban mulai mengeluarkan aroma kurang sedap yang diperkirakan sudah lebih dari satu hari,” kata Kapolsek Stabat, AKP Zulkarnain.

Kapolsek menjelaskan, jasad korban yang belakangan diketahui masih berstatus lajang didapati warga di satu rumah milik Rini yang tidak berpenghuni tidak jauh dari kediaman korban beserta keluarga.

Menurut informasi warga sementara ini dikumpulkan, ujar Kapolsek, korban yang merupakan mandor angkutan kota (angkot) dan selalu mangkal di sekitar perbatasan Tandem (Deli Serdang) dengan Desa Karang Rejo (Langkat) beberapa waktu belakangan memperlihatkan penampilan sedikit berbeda.

Kendati tidak tahu penyebabnya, sambung Kapolsek berdasarkan informasi diperoleh, Tole lebih banyak diam terkesan merenung sendiri. Sayangnya, tak satupun mengetahui penyebab perubahan yang diperlihatkan korban.
“Penyebabnya apa sampai melakukan dugaan gantung diri, masih belum kita peroleh. Tetapi langkah awal kita, membawa jasad korban ke RS Pirngadi,” singkat Kapolsek melalui selulernya. (mag-4)

Makna Bulan Muharram

BULAN Muharram berasal dari kata “harrama” yang berarti diharamkan, maksudnya perang atau pertumpahan darah. Hal itu sesuai dengan Firman Allah Swt yang artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut bulan Allah sebagaimana disebut di kitabullah ada 12 bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi dan terdapat empat didalamnya merupakan bulan yang diharamkan, Al-Quran surat At-Taubah ayat 36,” urai Ketua Nadhlatul Ulama (NU) Kota Tebing Tinggi, Ir Oki Doni Siregar di kantornya di Jalan KL Yos Sudarso, Kota Tebing Tinggi, Kamis (10/11).

Kata Oki bulan Muharram pasti tidak akan lepas dari peristiwa Hijriah-nya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 Masehi, Hijriah itu sekaligus menjadi tonggak awal dimulainya kalender islam. Ini artinya Hijriah rasulullah bersama sahabatnya ke Madinah telah berumur 1431 Hijriah. Sebuah peristiwa bersejarah yang patut dikenang karena banyak makna terkandung dan ketauladanan untuk sebuah pengorbanan sejati untuk mengapresiasikan perlawanan terhadap kebatilan sekaligus sikap konsisten mengedepankan kepentingan misi dan kepentingan apapun. “Semua itu harus dipertahankan agar tetap lestari dan terjaga dari kepunahan walau harus berdarah-darah meninggalkan negeri, harta, sahabat dan keluarga tercinta,” jelasnya.

Bulan Muharram termasuk tahun baru Islam yang harus disyukuri dan disunatkan untuk berpuasa menyambut datangnya bulan tahun baru Hijriah. “ Jika rumusan global tersebut betul-betul dihayati tiap muslim untuk selanjutnya secara konsisten diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan barangkali nasib umat ini secara umum akan lebih baik dari sekarang, karena dalam dirinya terdapat potensi kekuatan yang luar biasa, apabila digali dan di manajemen dengan sungguh-sungguh akan mengantarkan kepada kehidupan kita yang jauh lebih baik, lurus dan cerah. Ketidaksadaran akan potensi dirinya akan berdampak kepada pengkerdilan potensi itu sendiri. Sehingga manusia (kita) sering tidak berdaya dalam menghadap persoalan hidup,” terang Oki.

Menurut Oki, Hijriah artinya berpindah. Secara istilah mengandung dua makna artinya hijrah secara fisik berpindah dari suatu tempat yang kurang baik menuju yang lebih baik dari negeri kafir menuju negeri islam.
Adapun artinya berpindah dari nilai yang kurang baik menuju nilai yang lebih baik, dari kebathilan menuju kebenaran, dari kekufuran menuju ke Islaman. Alasannya hijrah fisik adalah refleksi dari Hijriah itu sendiri. Dua makna hijrah tersebut sekaligus terangkum dalam hijrah Rasulullah Saw dan para sahabatnya ke Madinah. Secara jelas mereka berjalan dari Mekkah ke Madinah menempuh padang pasir sejauh kurang lebih 450 km. “Secara maknawi  jelas mereka hijrah demi terjaganya misi Islam,” terangnya.

Masih menurutnya, orang–orang beriman bisa menunjuka potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan jika mampu menyuruh manusia untuk berbuat baik, menebarkan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang mungkar yang merugikan manusia lainnya. Kita akan dianggap kelompok orang yang beriman jika dalam setiap gerak kita aksi kita selalu bertaburan kebaikan dan sepi dari kemungkaran.

Kesadaran untuk menjadi mukmin secara hakiki akan mengantarkan kita kepada pola pikir dan aksi yang positif, mendorong kita untuk melakukan kerja besar dan menghindarkan kita dari perbuatan yang sia-sia. Kesadaran bahwa kita mendapat asuransi bersyarat dari Allah sebagai umat terbaik, umat pilihan, dan saksi bagi segenap manusia akan memacu, mendorong serta menggerakkan kita untuk melakukan agenda strategis untuk mengangkat derajat umat islam yang sedang dirugikan oleh cara berpikir dan berperilaku yang keliru.

Oleh karena itu, sambungnya, kita harus mulai dari diri kita , selanjutnya kesadaran individu menjadi kasadaran kolektif, menjadi kesadaran umat, sehingga kita mampu menempatkan diri pada tempat yang seharusnya. “ Kita harus menjadi umat yang mulia dan bukan menjadi hina. Kita harus menjadi umat yang memimpin dan bukan yang dipimpin. Kita harus menjadi Khairul Ummah , umat islam Indonesia harus memahami makna hijrah. Hijrah bukan hanya pindah dari suatu tempat ketempat lainnya. Tapi makna hijrah secara luas adalah perubahan, termasuk perubahan pola pikir dalam menempuh perjalanan hidup kita di dunia ini,” ungkap Oki Doni.(mag-3)

Dump Truk Tabrak Rumah Warga

MEDAN- Rumah Soniman (50) warga Jalan Pertahanan No 35, Desa Sigara-Gara, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang ditabrak mobil dump truk, Rabu (9/11) sekitar pukul 23.25 WIB. Insiden itu tidak memgambil korban jiwa, namun perabot rumah tangga rusak berat.

Pengakuan saksi, Kustangi (78), mobil dump truk berplat BE 4134 BA berwarna orange milik PT Adhy Karya itu datang dari arah Amplas menuju Jalan Pertahanan. Diduga mengantuk sopir yang membawa batukerikil itu menabrak rumah Soniman.

Beruntung korban dan semua keluarganya waktu itu tidur di kamar yang letaknya di belakang ruang tamu sehingga tidak memakan korban jiwa.

Korban mengaku setelah kejadian itu PT Adhy Karya mengganti kerugiannya dengan uang sebesar Rp8 juta.
Sementara Polsekta Patumba mengaku kasus tersebut sekarang diserahkan ke Polresta Medan.
“Polsekta Medan Patumbak hanya menemukan kejadian tersebut dan selanjutnya ditangani oleh Polresta,” kata Kanit Lantas Polsekta Patumbak AKP Imam. (mag 10)

Keluarga Pahlawan Kembalikan Piagam Penghargaan

Peringatan Hari Pahlawan Penuh Kekecewaan

Momen peringatan Hari Pahlawan, Kamis (10/11), dimanfaatkan sebagian keluarga pahlawan dan veteran untuk berunjuk rasa  di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11).

Mereka menyatakan kekesalannya terhadap Pemerintah RI di bawah pimpinan Presiden SBY – Wapres Boediono yang dianggap menyengsarakan mereka.

Jasa orangtua mereka untuk membawa bangsa ini keluar dari penjajahan asing malah dibalas dengan pengkhianatan. Terutama kasus pengusiran mereka dari rumah dinas karena dianggap tidak mengantongi izin. Padahal, di luar anak-anak, masih ada istri sang pahlawan yang menempati rumah dimaksud.

“Ini sudah benar-benar keterlaluan. Perjuangan orang tua kami sama sekali tidak dihargai. Lantas untuk apa semua piagam penghargaan ini diberikan kalau kami sama sekali tidak dihargai.”Lebih baik dikembalikan saja semuanya ke presiden,” kata Agung, putera salah seorang pahlawan sembari menghempaskan puluhan piagam penghargaan yang sudah dibingkai rapi itu.

Sontak, bingkai kaca itu pun berhamburan di jalan beraspal itu sehingga mengundang perhatian seluruh hadirin. Hal yang sama juga disampaikan Eko, putera Sugito, sang pahlawan yang baru meninggal tahun lalu. Ia menyebut banyak pergeseran di negara ini.

“Kami yang anak pahlawan berpangkat letnan saja tidak dihargai. Apalagi rakyat kecil. Pasti tambah diinjak-injak. Yang lebih menyedihkan lagi, ayah saya yang pahlawan itu meninggal dan dikubur di makam Pahlawan. Tapi sampai meninggal pun tetap statusnya tersangka karena dianggap menempati rumah dinas tanpa izin,” tuturnya sambil terisak sedih.

Bentuk kekecewannya lain disampaikan anak pejuang lainnya di Langkat Sumatera Utara, Daud Sembiring. Putra almarhum Fijar Sembiring tokoh pejuang angkatan 45 ini menyayangkan minusnya gelaran napak tilas dalam memperingati hari pahlawan tahun ini. Padahal kegiatan itu bisa memberikan pendidikan kepada generasi muda tentang nilai-nilai perjuangan pahlawan mempertahankan kesatuan NKRI.

“Dibilang kecewa ya tentu saja, jangan melihat kegiatan napak tilas yang dilaksanakan setiap tahun itu seremonialnya saja. Bagaimana kita menjadi bangsa yang besar, kalau nilai-nilai perjuangan para pahlawan saja sudah tidak kita hormati,” seru Daud Sembiring sebagai putra alm Fijar Sembiring tokoh pejuang angkatan 45.

Daud yang mengaku sedang berada di Jakarta saat menghubungi wartawan koran ini, ia tak dapat menyembunyikan kekecewaan kepada Pemkab Langkat yang melewatkan sekaligus mengabaikan begitu saja agenda tahunan tersebut.
Daud menambahkan kekesalannya kepada Pemuda Panca Marga (PPM) karena tidak mampu bergerilya guna mempertahankan pekerjaan tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Padahal semestinya sudah masuk time schedlu, sebab sangat dimungkinkan kegiatan dimaksud merupakan bahagian kecil dari bentuk penghargaan kepada pahlawan yang berkorban harta dan nyawa demi kemerdekaan bangsa dan negara.

“Apa-apa yang kita nikmati sekarang ini, selain pemberian Tuhan merupakan hasil kerja keras pahlawan yang merupakan leluhur kita,” sebut Daud. (mag4/jpnn)

Anak Medan Pilih Produk Lokal

Wali Kota Buka Pameran Produk UMKM 2011

Banyak tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tapi, Pemko Medan bertekad memberikan kemudahan bagi setiap pelaku UMKM dan produk asal Medan menjadi kecintaan bersama, sehingga kualitas produk dan derajat usahanya meningkat.

Demikian disampaikan  Wali Kota Med an Drs H Rahudman  Harahap MM ketika  membuka Pameran Produk Promosi UMKM 2011 di Pusat Industri Kecil (PIK) Medan di Jalan Menteng VII, Kamis (10/11).

Dalam kegiatan itu, ada sebanyak 90  pelaku UMKM ikut ambil bagian. Jumlah itu, meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Sehingga, semakin tinggi tingkat peluang pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.
Rahudman Harahap dalam sambutannya menyampaikan, kini banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam hal mengembangkan pasar UMKM. Begitupun, Pemko Medan tetap berupaya memberikan terbaik dan terus meminta dukungan dari berbagai pihak, demi meningkatkan derahat pelaku usaha.

“Biasanya pameran dilakukan di mall-mall. Tapi tahun ini saya minta  dilakukan di tengah-tengah masyarakat agar lebih dekat dan pemasarannya lebih luas,” katanya.

Dia memaparkan, selama ini masih ada keluhan di tingkat pelaku UMKM, demi menekannya. Pemko Medan bersama pelaku UMKM dan perbankan akan menggelar pertemuan demi meningkatkan manajemen yang harus ditempuh dalam meningkatkan usaha.

“Saya minta dinas terkait dapat membentuk satu tim kecil untuk menjadikan UMKM menjadi prioritas utama dalam pertumbuhan di tahun 2014. Karena koperasi dan UKM merupakan kekuatan ekonomi yang perlu didorong dan didukung,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan pameran dan promosi UMKM ini merupakan acara penting, karena dapat mewadahi pelaku UMKM dan koperasi dalam memasarkan produk serta meningkatkan kualitas dan kuantitasnya sehingga mampu bersaing. “Kota Medan harus mempunyai pameran tetap, dan anak Medan cintanya hanya produk asal Medan,” tegaskannya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Medan Ir Qamurullah Fattah M Si mengatakan mengatakan, PIK  Kota Medan telah lama berdiri dengan jumlah toko 100 unit. Namun  sampai sekarang, dari  hasil evaluasi yang dilakukan sebagian sudah beralih fungsi menjadi tempat hunian. “Tentu ini harus jadi perhatian untuk direvitalisasi PIK ini,”  ujarnya.

Dia menyebutkan melalui promosi dan pameran produk UMKM yang sudah empat kali digelar ini, diharapkan dapat memberikan wadah bagi para pelaku usaha dan produknya semakin dikenal serta dicintai warga Medan.
“Pada akhirnya produk lokal yang dihasilkan menjadi tuan rumah sendiri dan bersaing di pasar lokal, nasional bahkan internasional,” paparnya. (*)