32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14472

35 Persen Jajanan Anak tak Sehat

Berbahaya bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

BANDUNG – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menemukan sekitar 35 persen jajanan anak sekolah di Indonesia tidak sehat. Penelitian tersebut dilakukan BPOM dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kepala BPOM RI, Kustantinah menyatakan, pembuatan makanan dalam keadaan tidak higienis dan pedagang tidak sehat menjadi salah satu penyebabnya.

“Selain itu, peneliti juga menemukan pemakaian bahan-bahan berbahaya di dalam makanan tersebut, seperti pengawet dan zat pewarna tekstil. Kedua bahan ini sangat tidak layak dikonsumsi karena berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya kepada Bandung Ekspres (Group Sumut Pos), akhir pekan lalu.

Dia menyebut, BPOM dan pemerintah daerah melakukan advokasi kepada para pelaku industri makanan rumahan. Pasalnya industri yang seperti inilah yang disebut sebagai pemasok jajanan anak. Advokasi yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan pembinaan kepada pelaku industri dalam mengelola makanan.

“Kami beri pembinaan bagaimana caranya membuat makanan yang baik seperti menjaga kebersihan bahan makanan dan si pembuat makanan itu sendiri serta peralatan yang dipakai untuk membuatnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, BPOM juga melakukan upaya lain untuk memperbaiki kualitas jajanan anak sekolah seperti survei, pengawasan dan penelitian jajanan anak. BPOM juga memberikan pemberdayaan kepada komunitas sekolah, perkumpulan orangtua murid, dan guru. Saat ini pihaknya memfokuskan pemberdayaan tersebut di lebih dari 120 sekolah dasar di Indonesia terlebih dahulu.

“Kami memilih SD karena anak-anak itu belum bisa memilih mana makanan yang sehat mana yang tidak,” kata dia.
Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat juga telah melakukan pembinaan pada para pedagang terkait dengan kebersihan makanan. Tim khusus diturunkan untuk mengambil contoh-contoh makanan di kantin sekolah untuk diteliti.

“Memang ditemukan ada makanan yang tidak sehat. Tapi, belum diketahui berapa persennya,” kata Kepala Dinkes Jabar, Alma Lucyati. Menurutnya, tim khusus juga bertugas untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang yang menjual makanan rumahan. “Masalahnya, setiap hari jumlah pedagang makanan semakin bertambah sehingga pemerintah provinsi pun sulit melakukan sosialisasi untuk pembinaan ini,” keluh Alma.(wam/jpnn)

Bocah Tewas di Sungai Denai

Medan- Terpeleset saat bermain di pinggir Sungai Denai, M Irfandi (4), warga Jalan Jermal II, Kecamatan Medan Denai, ditemukan mengapung tak bernyawa di Sungai Denai, Prumnas Mandala, Minggu (20/11) siang pukul 11.30 WIB. Isak tangis keluarga mengiringi jenajah korban tiba di rumah duka.

Peristiwa yang merenggut nyawa anak pertama dari pasangan Zaenal dan Riri itu bermula saat korban yang sebelumnya bermain di dalam rumah, pergi keluar tanpa diketahui kedua orangtuanya. Sementara rumah korban hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai.

Dilihat dari sandal korban yang ditemukan tak jauh dari bibir sungai, diduga korban jatuh terpeleset dan hanyut terbawa arus sungai. Kejadian itu, baru diketahui setelah kakek korban dan orangtua korban tidak melihat korban yang sebelumnya bermain. Setelah beberapa kali dipanggil dan tak menyahut membuat keluarga cemas. Saat dicari ke belakang rumah, keluarga menemukan sandal korban tak jauh dari bibir sungai. Tak berapa lama jenazah korban ditemukan mengapung di sungai.(mag-5)

Poldasu Tunggu Jawaban Jaksa Soal Kasus Polmed

Medan- Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut hingga kini masih menunggu jawaban Kejaksaan mengenai hasil pengiriman empat berkas tersangka korupsi pengadaan alat pendidikan dan laboratorium dan bengkel Jurusan Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) TA 2010 senilai Rp4,5 miliar. Hal ini diungkapkan Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos, terkait perkembangan kasus korupsi di Politeknik Negeri Medan (Polmed), Minggu (20/11).

“Sebelumnya, berkas empat tersangka korupsi Polmed tersebut sempat dikembalikan Jaksa karena ada yang kurang. Lalu atas petunjuk dari mereka kita sudah lengkapi dan tanggal 31 Oktober lalu, berkas tersebut kita kirimkan lagi ke Kejaksaan. Kini kita tinggal menunggu jawaban mereka,” ujar Nainggolan. (mag-5)

Juknis Telat, Rehabilitasi Sekolah Molor

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Rully Chairul Azwar mengatakan, molornya pelaksanaan program  rehabilitasi gedung sekolah yang rusak sudah diprediksikan sejak awal. Pasalnya, petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan program ini telat diterbitkan.

Rully mengungkapkan, petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru turun akhir September. Padahal, DPR sudah meminta sejak Juli lalu. “Juknis telat sekali. Sudah pasti tidak terserap (anggaran),” ungkapnya ketika dihubungi melalui telepon selularnya di Jakarta, Minggu (20/11).

Pelaksanaan rehabilitasi sekolah rusak ini, terang Rully, merupakan kegiatan yang membutuhkan dana atau anggaran yang besar sekali.  Bahkan, ada daerah yang saat ini masih  melaksanakan program-program Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010. “Jadi sudah dapat dipastikan akan molor pelaksanaan rehabilitasi sekolahnya,” imbuhnya.

Politisi dari Partai Golkar tersebut menilai, telatnya juknis juga disebabkan karena adanya  perubahan protap kerja fisik. Termasuk kata dia, adanya perubahan pola anggaran, dimana pada tahun 2010 status pengalokasian anggaran  masih bersifat  blockgrant dari pusat ke sekolah jadi melalui tender di kabupaten atau kota.

“Kami sayangkan keterlambatan juknis tadi. Saya menganggap 2012 jangan terulang lagi. Keterlambatan ini jadi tidak terserap. Padahal tiap sekolah tidak besar nilainya. Itu tidak bisa menunggu tender. Karena banyak jadi triliunan,” urainya.

Perubahan dari blockgrant menjadi tender tersebut, lanjut Rully, membuat daerah harus kembali beradaptasi. Karena tidak tuntas, harus ada luncuran dari pemerintah supaya anggaran tidak terbuang. “Wajar-wajar saja kalau minta luncuran untuk tetap bisa menggunakan anggaran rehabilitasi sekolah itu tadi ,” katanya. (cha/jpnn)

Puncaki Klasemen

Palermo vs Juventus

Posisi Juventus terdongkrak ke peringkat pertama klasemen sementara Serie A setelah menekuk Palermo 3-0, Minggu (20/11). Hasil ini membuat Juve berhak atas tambahan tiga poin menjadi 22 dan menggeser Lazio. Juve memetik kemenangan lewat gol masing-masing dari Simone Pepe, Alessandro Matri, dan Claudio Marchisio.

Bertanding di Juventus Stadium, Juve sebagai tuan rumah unggul sejak menit 20 lewat sundulan Simone Pepe. Winger Juve itu berhasil mendaratkan umpan Giorgio Chiellini dari sisi kiri.

Keberhasilan Juve memuncaki klasemen itu sendiri tidak terlepas dari kekalahan 0-2 yang dialami Udinese saat melawat ke markas Parma. Udinese kini menempati posisi empat dengan poin 21.

Masuk babak kedua, Juve kembali unggul cepat dengan gol Matri di menit 48. Gol kedua Juve ini tercipta setelah Matri berhasil menempatkan bola di sisi kanan jala Palermo.

Gol ini ternyata menjadi pelecut semangat buat pemain Juve untuk terus menggempur Palermo. Di antaranya peluang yang didapat Mirko Vucinic menit 51 dan 56. Peluang pertama terjadi lewat tendangan keras Vucinic yang masih bisa diblock kiper Tzorvas.

Bola rebound masih bisa disundul Matri namun masih melebar dari mistar. Berselang lima menit, kembali Vucinic melepaskan tendangan keras ke arah gawang Palermo. Tapi kembali gagal menjadi gol.

Gol ketiga barulah terjadi di menit 65 melalui Claudio Marchisio. Namun, gol ini juga lagi-lagi berkat rancangan Vucinic yang mengirim umpan pada Marchisio. Ini menjadi gol terakhir yang terjadi dan membuat Juve menutup skor 3-0.
Sebelumnya dalam menit injury time, Fabrizio Miccoli mencatatkan peluang ke gawang mantan klubnya. Tetapi gawang Juve tidak juga jebol sampai akhir lagalaga.Di waktu bersamaan, Udinese malah ditekuk Parma 0-2 Stadio Ennio Tardini. Dua gol yang bersarang di jala Udinese dicetak Jonathan Biabiany di menit 58 dan penalti Sebastian Giovinco di menit 76.

Hasil ini membuat Udinese merosot ke posisi empat dari peringkat dua klasemen sementara. Dari 11 pertandingan, Udinese hanya mengoleksi 21 poin. Sedangkan Parma terangkat dari papan bawah ke papan tengah klasemen dengan 15 poin dari 11 laga.(bbs/jpnn)

Modal Menuju Eropa

Bayern vs Dortmund

MUNCHEN-Borussia Dortmund memperpendek jarak menjadi hanya dua poin saja dari pimpinan klasmen sementara Bundesliga Bayern Munchen. Ini setelah juara bertahan tersebut memukul Munchen 1-0 di kandangnya, Allianz Arena kemarin (20/11).

Bintang muda Jerman Mario Goetze menjadi aktor kemenangan Dortmud lewat golnya pada menit 65. Gol tersebut tercipta lewat kerjasama apik Goetze dengan bintang asal Jepang Shinji Kagawa memanfaatkan teledornya bek Munchen Jerome Boateng.

Kekalahan kandang atas Dortmund itu adalah kali kedua Bayern di musim ini. Sebelumnya, juara 22 kali Bundesliga tersebut dihantam Borussia Monchengladbach pada laga pembuka.

Pelatih Bayern Jupp Heynckess sangat terpukul dengan kekalahan ini. Baginya, penggawa Die Roten kehilangan gairah dan antusiasme setelah ketinggalan satu gol. Padahal Bayern mencatat setidaknya 16 peluang yang bisa berbuah gol penyama kedudukan.

“Saat kamu melawan Borussia Dortmund, kamu harus lebih banyak menekan,” kata Heynckes seperti dilansir situs resmi klub.(nur/jpnn)

Satu Poin di Debut Rossi

Fiorentina vs AC Milan

FLORENCE – Delio Rossi mengawali kiprahnya sebagai pelatih Fiorentina dengan torehan satu angka. Hasil yang lumayan mengingat lawannya adalah sang juara bertahan AC Milan. Mereka menahan imbang tanpa gol Milan di Artemio Franchi, kemarin dini hari (20/11).

Bagi Rossi, debutnya sangat emosional. Saking emosionalnya mantan pelatih Lazio dan Palermo tersebut sampai salah menempati tempat duduk di bench pemain. Bukannya mendatangi bench tuan rumah, dia malah pergi ke bench tim tamu.

“Selalu emosional ketika melangkah ke lapangan, terutama berada di antara fans baru,” kata Rossi kepada Football Italia. “Saat saya keluar, saya duduk di bangku yang keliru. Biasanya saya duduk di bangku tersebut ketika datang ke Franchi,” jelasnya.

Datang sebagai pengganti Sinisa Mihajlovic yang dianggap gagal dalam mengangkat prestasi La Viola, julukan Fiorentina, Rossi memikul beban yang tidak ringan. “Jangan lupa, saya bukan santo, dokter, mekanik, atau tukang pasang barang baru,” lanjut Rossi.

Pada debutnya, dia mencatat beberapa hal penting, termasuk pilihan untuk memainkan bek muda Matija Nastasic. “Semangat yang ditunjukkan anak-anak sangat penting, terutama Matija Natasic yang baru berusia 22 tahun,” bilang Rossi.

Kerja keras Nastasic dan beberapa pemain di benteng pertahanan Fiorentina yang membuat mereka mampu membendung serangan Milan. Suntikan satu angka yang membuat mereka gagal memuncaki klasemen sementara Serie A.

Pelatih Milan Massimiliano Allegri sangat menyayangkan kegagalan itu. Harusnya, menurut dia, Milan bisa menang karena sempat mencetak gol di babak pertama. Sayang sekali gol Clarence Seedorf itu dianulir wasit Paolo Silvio Mazzoleni karena dinilai offside.

“Tim ini bermain baik dan kami mendapatkan gol sah yang dianulir. Bagaimanapun wasit melihatnya seperti itu dan kami harus bisa menerimanya,” jelas Allegri. “Ini mengecekawan karena pada babak kedua mereka tampil lebih baik,” lanjutnya.

Kegagalan meraih tiga angka itu harus segera dilupakan Milan. Sebab, berikutnya mereka akan menghadapi pertandingan penting melawan Barcelona di Liga Champions (23/11). Kali ini, Milan akan berstatus sebagai tuan rumah di San Siro.

Pada bentrok sebelumnya, Milan menahan Barcelona 2-2 di Nou Camp. “Saya pikir kami bisa kembali mengatasi mereka. Kami juga mendapatkan tambahan tenaga dengan pulihnya Alexandre Pato,” kata Allegri.(ham/jpnn)

Aquilani Menanti Status Permanen

MASA depan Alberto Aquilani di AC Milan tampaknya cukup cerah. Peluangnya untuk dipermanenkan pada pengujung musim ini cukup terbuka seiring dengan performanya yang brilian di lini tengah Milan dan juga sesuai klausul kontraknya. Tactician Milan Massimiliano Allegri terus memberikannya kepercayaan mengisi lini tengah Milan.

Terhitung dia sudah membela Milan dalam 14 pertandingan di semua ajang. Sepuluh pertandingan di antaranya sebagai starter. Dengan begitu, tinggal 11 pertandingan lagi dia mencapai batas minimal penampilannya. Sesuai dengan klausul dalam kontrak peminjamannya, Aquilani harus dikontrak secara permanen apabila bermain lebih dari 25 pertandingan untuk Milan musim ini.

La Gazzetta dello Sport melaporkan, ada klausul di antara Aquilani dan Milan yang menjelaskan bahwa Milan harus membelinya dengan nilai transfer 6 juta euro atau setara Rp 72,9 miliar bila dia mampu melampaui batas minimal penampilan. “Memang ada opsi pembelian senilai 6 juta euro dan itu akan aktif setelah melewati 25 pertandingan,” kata Aquilani, seperti dikutip Football Italia.

Aquilani berharap, kinerjanya bersama Milan terus berjalan dengan baik dan bisa pindah ke Rossoneri, julukan Milan.(ham/jpnn)

Hasilkan Final Emosional

Vietnam vs Indonesia

Harapan tim sepakbola Indonesia untuk menggondol gelar juara SEA Games  XXVI Tahun 2011 terbuka lebar. Di bawah dukungan 80 ribuan suporter yang meriuhkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (19/11) malam,  tim besutan Rahmad Darmawan membekuk Vietnam 2-0.

Dengan kemenangan ini, Egi Melgiansyah dkk lolos masuk ke babak final, bertemu dengan Malaysia. Laga final pada 21 November mendatang ini disebut-sebut sebagai laga emosionaln
terkait hubungan kedua negara yang kerap memanas.

Dengan raihan ini, Timnas Indonesia mengubah catatan sejarah, dimana terakhir kali masuk final SEA Games pada 1999. Harapannya, tentunya di final nanti Garuda Muda mampu menundukkan Malaysia sekaligus membalaskan dendam kekalan di penyisihan Grup A Sea Games dan Final AFF lalu. Jika ini terjadi, untuk pertama kalinya sejak 1991, Timnas Indonesia merebut medali emas cabang olah raga paling populer di dunia ini dalam final yang pasti sarat emosional.
Tampil dengan ritme keras, kedua tim pada laga di tengah guyuran hujan di Ibukota itu saling menyerang. Hanya saja, penguasaan si kulit bundar lebih dominan Egy dkk. Kiper Vietnam, Tran B Ngoc jatuh bangun mengawal gawangnya. Dua kali mengalami jatuh keras, Ngoc sempat beberapa menit mendapat perawatan di dalam lapangan.

Pertama, Ngoc melompat menepis bola tendangan keras Titus Bonai. Salah jatuh, dia kesakitan. Hanya selang dua menit, dia kembali terjungkal dengan posisi jatuh leher menekuk. Mengerang, namun tetap melanjutkan tugas mengawal gawang Vietnam.

Hingga 45 menit babak pertama, gawang Vietnam aman-aman saja. Aksi keras yang diperlihatkan pemain Vietnam, salah satunya berbuah tendangan bebas, setelah Egy dijatuhkan dengan permainan kasar. Bola mati dieksekusi Patrich Wanggai, yang punya tendangan khas kaki kirinya. Bola datar melesak, menyenggol pagar betis pemain Vietnam, dan bola melaju masuk gawang Vietnam. Skor 1-0 pada menit 61.
Pola permainan keras tetap ditunjukkan Vietnam setelah ketinggalan satu angka. Empat kartu kuning disodorkan wasit ke pamain Vietnam. Hanya saja, para pemain Garuda Muda juga mampu mengimbangi. Andik Vermansyah yang naik-turun membantu pertahanan, beberapa kali mampu membuat repot barisan pertahanan Vietnam.

Berkali-kali peluang manis untuk Timnas Indonesia terjadi. Hanya saja, kerap terjebak off side. Baru pada menit ke 89, aksi Titus membuahkan gol tambahan. Dengan gerakan atraktif, melewati satu pemain belakang Vietnam, Titus mengocek bola cepat untuk mencari ruang tembak. Dusss….tendangan kaki kiri Titus menyentuh kaki pemain belakang Vietnam, dan bola meluncur ke jala gawang Ngoc.
Pada menit-menit tambahan, jala Ngoc nyaris bergetar lagi. Sorak sorai dan senyum  Diego Michiels yang bermain apik, mengiringi bunyi tiupan peluit tanda tuntasnya laga menentukan ini. (sam)

Presiden Syria Dipaksa Mundur

DAMASKUS-Kendati tuntutan mundur tak pernah reda sejak 26 Januari lalu, Presiden Syria Bashar al-Assad memilih tetap bertahan. Pemimpin 46 tahun itu juga tak menghiraukan saran, imbauan, seruan, kecaman, bahkan ancaman dari pemerintah berbagai negara. Sekuat tenaga, putra almarhum Presiden Hafez al-Assad itu mempertahankan jabatannya. Dia juga tak ragu melancarkan represi sarat kekerasan untuk membungkam oposisi.

Namun, setelah delapan bulan bertahan dengan segala cara, Assad mulai menuai akibatnya. Pekan lalu negara-negara Arab yang bertetangga dengan Syria mulai menjauh. Raja Jordania Abdullah II yang biasanya diam pun buka suara. Dia mengimbau Assad untuk mundur. Bersamaan dengan itu, secara resmi, Liga Arab menonaktifkan keanggotaan negara yang terletak di tepi Laut Mediterania tersebut. Tujuannya adalah memaksa Assad berhenti menggunakan kekerasan.
Turki yang selama ini bermitra dekat dengan Syria pun menebar ancaman. Sekutu dekat sekaligus mitra dagang utama pemerintahan Assad itu bakal menghentikan suplai listrik ke Syria jika Liga Arab dan Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi. Serangkaian serangan terhadap kedutaan besar asing di Kota Damaskus  juga mengundang reaksi keras Barat. Salah satunya Rusia. “Kami menyerukan penahanan diri. Inilah sikap kami (terhadap Syria),” terang PM Vladimir Putin Kamis lalu (17/11).

Hingga kemarin (19/11) Assad tetap bertahan. Namun, seiring berakhirnya batas waktu ultimatum Liga Arab pada Minggu pukul 00.00 waktu setempat (pukul 06.00 WIB), desakan terhadap Assad kian memuncak. “Jenis dukungan tradisional seperti yang biasa dia terima semakin memudar,” tandas Steven A. Cook, tokoh senior The Hasib J. Sabbagh Chair in Middle East Studies. Dia menambahkan, pekan ini popularitas Assad tak sebaik pekan lalu.

Namun, kian berkurangnya dukungan terhadap Assad, menurut Cook, tak menjamin sang diktator bakal lengser. Sebaliknya, Emile Hokayem yakin penerus dinasti politik Syria itu akan mundur. Menurut dia, pemerintahan Assad bisa saja berakhir seperti Hosni Mubarak di Mesir atau Muammar Kadhafi di Libya. “Ada tiga faktor yang akan membuat Assad tak bisa bertahan lagi. Legitimasi kepemimpinan Assad, sanksi ekonomi Barat dan keamanan Syria,” paparnya.
Hokayem mengatakan, Assad sudah kehilangan wibawa di hadapan rakyatnya. “Setelah membantai sekitar 4.000 warganya sendiri, akan sangat sulit bagi dia memperoleh kembali wibawanya,” tandasnya.
Sementara itu, sanksi ekonomi Barat dan Turki yang semakin mengimpit, membuat rakyat Syria kian kehilangan rasa aman dan nyaman sebagai warga negara. Karena itu, sengotot apa pun Assad bertahan, Hokayem yakin bahwa dia tetap kehilangan kekuasaannya. (cnn/hep/c2/ami/jpnn)