28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14547

Rumus Meraih Ikhlas

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS.Al-Bayyinah [98] :5)

Secara bahasa ikhlas berasal dari kata kholasha, khulushon, khalashon berarti murni dan terbebas dari kotoran. Kata ikhlas menunjukkan makna murni, bersih, terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya. Maksudnya, ikhlas itu mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan segala aspek hidupnya hanya kepada Allah SWT.

Di pertengahan bulan yang mulia ini, semestinya ibadah kita semakin dikuatkan dari hari-hari sebelumnya. Terutama menjelang 10 hari terakhir, di mana terdapat sunnah rasul saw dalam mengisinya dengan i’tikaf. Dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT ini, jangan sampai diabaikan perhatian kita terhadap niat di hati atas segala amal perbuatan.

Benar-benar harus disertai dengan keikhlasan yang tulus. Mengapa demikian? Karena Allah SWT hanya akan menerima amal seorang hamba jika amal itu disertai ikhlas karena Allah SWT.  Berikut ini rumus yang bisa kita jalankan untuk meraih keikhlasan:

  1. Jangan ingin dilihat orang lain. Seringkali ketika ada yang melihat maka ibadahnya lebih khusyuk, namun jika tidak ada maka ibadah biasa saja. Inilah salah satu penyakit riya.
  2. Jangan ingin diketahui. Bila beramal, cukuplah Allah saja yang mengetahui, orang lain tidak perlu tahu. Orang-orang tidak tertarik dengan apa yang kita ceritakan tentang pribadi kita. Buat apa segala diceritakan, lalu mau apa? Mari belajar untuk menahan diri dari amal-amal yang lebih baik dirahasiakan saja.
  3. Jangan ingin dipuji.  Dipuji semangat, tidak dipuji patah semangat. Orang yang ikhlas tidak berefek adanya pujian atau cacian.

Suatu saat di Malaysia, ada seorang ibu rumah tangga yang tengah shalat dhuha, lalu ada telepon yang masuk, dan yang menerima anaknya. Ibu yang shalat dhuha merasa bangga disampaikan oleh anaknya bahwa ia tengah dhuha. Namun, di sore harinya, ia shalat ashar sangat telat hingga menjelang maghrib, ketika ada telepon masuk, ia pun merasa malu, karena takut dicibir orang karena telat shalat.

Allah Maha Tahu hati kita ke mana-mana, orang yang ikhlas dipuji akan merasa malu, dan ketika ada yang mencaci tidak merasa sedih, karena ia tahu caciannya masih lebih baik daripada dirinya sesungguhnya. Nafsu saja yang membuat senang pujian. Padahal pujian hanya sebatas suara.

4. Jangan ingin dihargai. Diperlakukan istimewa bisa membuat diri lebih sengsara. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang memiliki jabatan yang tinggi. Padahal, sebaiknya kita tidak sibuk mencari pengakuan orang lain, namun lebih sibuk berusaha mendapatkan penerimaan terhadap kebaikan yang kita lakukan dari Allah.

Keinginan diperlakukan istimewa itu bisa menjadi ketagihan seperti narkoba. Ia tidak mau kehilangan kekuasaannya. Takut kehilangan penghormatan, maka ketika sudah pensiun, muncullah post power syindrome.

Rasul saw yang sempurna ingin diperlukan biasa-biasa saja. Rasul saw masuk ke mesjid, tidak ada sahabatnya yang berdiri. Rasulullah saw saat penakulukkan kota Mekah terlihat merunduk kepala beliau, tidak merasa sudah menang, sehingga berlaku sombong. Kalau kita di kantor berlagak sombong, tentu karyawan lain akan mendoakan dirinya dimutasi.

5. Jangan ingin dibalas budi Tidak perlu kita berbuat kebaikan kemudian ingin mendapat balas budi, walau hanya ucapan terima kasih. Allah SWT pasti membalas dengan sempurna.

Siapa yang menjadi jalan, itu merupakan ujian dari Allah SWT. Tidak bisa berbohong di hadapan Allah, tidak boleh tertarik dari apa pun yang ada di makhluk, mesti lillahita’ala. Sesungguhnya barang siapa yang benar-benar murni tulus pasti tidak akan membutuhkan pengakuan atau penilaian apapun dari selain Allah SWT. Bila kita puas hanya dengan penilaian Allah SWT, niscaya akan sangat tentram hatinya Sayyidina Ali r.a berkata, “Seseorang yang lahir dan batinnya, juga ucapan dan amalnya serasi, maka dia telah menunaikan amanah Ilahi serta telah melaksanakan ibadah secara ikhlas”. (*)

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Bank Sumut Ciptakan Pelaku Usaha Baru

DELI SERDANG- PT Bank Sumut terus menunjukkan komitmennya meningkatkan perekonomian Sumut. Peningkatan itu dibuktikan dengan melahirkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Kelahiran para pelaku usaha itu karena Bank Sumut memberikan kemudahan peminjaman modal.

Direktur Utama PT Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, sejak 2008 hingga 2011 sudah ada sekitar 60 ribu anggota kredit peduli usaha mikro (KPUM) Bank Sumut di Sumut. Para anggota tersebut, dikelompokkan menjadi 2.360 kelompok keuangan mikro (KKM).

Gus menerangkan, pengelompokan yang dimaksudkan itu bukan membatasi jumlah orang, melainkan kelompok yang dibuat itu merupakan kumpulan pelaku usaha mikro. Dalam hal ini, kelompok telah menjamin anggotanya.
“Setiap anggota kelompok bisa meminjam asalkan sudah bergabung dengan KKM binaan Bank Sumut,” ujarnya seusai temu ramah dengan ratusan anggota KPUM di Desa Aji Baho, Patumbak, Deli Serdang, Selasa (1/11).

Kepada ratusan anggota KPUM Bank Sumut Cabang Sukaramai, dia memaparkan, dilahirkannya program peminjaman mikro ini bertujuan untuk mengangkat perekonomian pra sejahtera menjadi sejahtera, kemudian kaum wanita khususnya ibu rumah tangga tidak hanya terpaku kepada penghasilan suami melainkan ibu rumah tangga mampu menopang perekonomian keluarganya.

“Bagi pelaku usaha yang baru, bisa saja meminjam asalkan sudah bergabung dengan KKM dan benar-benar memiliki keterampilan usaha,” sebutnya.

Ketika disinggung mengenai batasan alokasi uang yang disediakan Bank Sumut untuk anggota KPUM, Gus menyatakan tidak akan membatasinya, karena kredit yang dilahirkan tersebut tak merugikan PT Bank Sumut. Apalagi, tingkat pengembaliannya lebih terjamin dan sangat sehat yakni 1,83 persen dari total alokasi uang yang dikucurkan sekitar Rp208 miliar.

“Kami tetap kucurkan kredit terus menerus di seluruh Sumut, dan kami akan naikkan strata peminjaman. Bila sekarang ada di strata satu dengan pinjaman Rp1 juta sampai Rp5 juta, kami akan berikan kredit yang lebih besar lagi antara Rp5 juta sampai Rp50 juta untuk strata dua,” ujarnya didampingi Kepala PT Bank Sumut cabang Sukaramai, Bambang Lestari.

Bambang mengatakan, pada kesempatan ini hadir sejumlah KKM yang dikelola melalui sejumlah Kantor Cabang Pembantu (KCP), seperti Mariendal, Deli Tua dan Kampung Baru. Ke semua KCP telah bergerak menyisir wilayah kerjanya, dan Bank Sumut Cabang Sukaramai sudah menyalurkan sebesar Rp5 miliar kepada anggota KPUM. (ril)

TBM Cellpower Indonesia Rayakan Hari Sejuta Buku

MEDAN-Dalam upaya memasyarakatkan baca tulis TBM (Taman Baca Masyarakat) CellPower Indonesia merayakan “Hari Sejuta Buku” di markas TBM Masyarakat di di Jalan Adi Sucipto No 4-6 Medan Polonia. Kegiatan ini bertepatan dengan HUT Sumpah Pemuda ke- 83, Jumat 28 Oktober 2011.

Kegiatan ini menjadi rangkaian “Program Aktivitas Sejuta Buku” sebagai upaya memotivasi masyarakat agar gemar membaca dan menulis.

“Kita ketahui, 10 persen ilmu pengetahuan diperoleh dengan mendengar, 50 persen diperoleh dengan membaca dan 90 persen diperoleh dengan mengajarkannya,” ujar pengelola TBM CellPower Indonesia, Andreas Peranginangin MSi.

Hari itu, sekitar 125 anak dan orangtuanya yang hadir di TBM CellPower Indonesia, wajib membawa sebuah buku dan membacanya. Beberapa siswa yang menjadi juara group bimbingan belajar tingkat SLTP kelas 3, bahkan mendapat hadiah mug cantik. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan memotong kue HUT Sumpah Pemuda ke-83 dan dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir dan orangtua siswa.(mag-9)

Italia Terancam Tanpa Cassano

MILAN-  Italia tanpa Antonio Cassano di Euro 2012.  Itulah kenyataan yang mungkin harus diterima bomber AC Milan tersebut setelah dinyatakan mengalami stroke iskemik transien.  Cassano terserang penyakit tersebut setelah Milan bertanding melawan AS Roma pada Minggu (30/10) WIB lalu. Pemain berusia 29 tahun itu bahkan sempat kesulitan berbicara dan bergerak setelah siuman. Rencananya dalam waktu dekat, pemain yang pernah membela AS Roma, Sampdoria dan Real Madrid itu akan menjalani operasi bedah jantung.

“Kesehatan Cassano saat ini adalah yang paling penting. Setelah apa yang dialui Cassano akhir pekan lalu, pihak Federasi dan timnas menginginkan kesembuhan secara menyeluruh untuknya,” kata Giancarlo Abete, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kepada Football Italia saat menjengun Cassano di Policlino Milan kemarin (3/11). Abete pantas khawatir dengan kondisi Cassano. Pasalnya, setelah menjalani operasi jantung dalam beberapa hari ke depan, Cassano diharuskan istirahat total dari sepak bola. Masa pemulihan maksimal yang harus dijalani Cassano berkisar antara empat sampai enam bulan.

Karena itu, Italia pun harus segera mencari bomber baru untuk mengisi skuad Euro 2012.  Sebab, sebelum Cassano, Italia sudah lebih dulu kehilangan Giuseppe Rossi.  Bomber Villarrel itu mengalami cedera lutut dan harus istirahat selama enam bulan.

Di sisi lain, wakil presiden Milan Adriano Galliani menegaskan kalau penyerang bernomor punggung 99 itu akan baik-baik saja. Bahkan Galliani menjamin kalau operasi yang dijalani Cassano hanyalah operasi jantung biasa. Sehingga, tidak akan mengancam karir Cassano.  Karir sepak bolanya tidak dalam bahaya. Dia membutuhkan masa penyembuhan beberapa bulan pasca operasi. Bisa jadi empat atau enam bulan. Semua keputusan ada di tangan dokter,” tutur Galliani. Mengenai kesempatan Cassano bermain untuk timnas pada Euro, Galliani menyerahkan kepada pihak federasi.(dra/bas/jpnn)

Ahli Waris Dapat Asuransi Rp34 juta

Sudah 9 Jamaah Haji Asal Sumut Meninggal di Tanah Suci

MEDAN-Terhitung sudah 9 jamaah haji asal Sumatera Utara yang tergabung dalam Embarkasi Medan wafat di tanah suci. Dikabarkan, jamaah haji yang meninggal menderita sistem sirkulasi dan pernafasan.

Sebelumnya, dua jamaah calon haji juga wafat di RS Haji Medan. Demikian dikatakan Humas PPIH Embarkasi Me dan Sazli Nasution, Kamis (3/11). Menurutnya, jamaah yang meninggal merupakan jamaah yang terdaftar dalam berisiko tinggi dan rata-rata berusia 60 tahun ke atas (lihat grafis). “Jamaah yang meninggal di tanah suci akan dimakamkan di Syara Makkah,” ujar Sazli.

Disebutkannya, ahli waris dari jamaah yang meninggal akan mendapatkan asuransi dari Bringin Life Syariah masing-masing Rp34 juta. “Untuk itu diimbau kepada pihak keluarga agar datang ke Asrama Haji saat pemulangan kloter jamaah untuk mengambil barang-barang jamaah. Syarat yang utama itu sertifikat kematian untuk mengurus asuransi nya,” bebernya.

Sementara itu, sebanyak 222.560 jamaah haji Indonesia meliputi sebanyak 199.848 jamaah haji reguler, 20.217 jamaah haji khusus dan 2.495 petugas kloter sudah tiba di tanah suci Mekkah untuk melaksanakan prosesi puncak ibadah haji Wuquf di Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah atau pada Sabtu 5 November 2011. “Dari informasi yang kita peroleh, persiapan untuk keperluan jamaah haji selama menjalankan wuquf di Arafah, Muzdhalifah, dan Mina (Armina) hampir rampung. Seperti tenda, katering dan karpet sudah dalam perbaikan dan pemasangan,” urai Sazli Nasution.
Sementara itu Kementerian Agama Sumatera Utara akan terus mengawasi dan mengevaluasi kegiatan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). KBIH yang bermasalah dan melanggar ketentuan yang berlaku akan segera ditindak tegas dengan dicabut perizinannya.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama Sumut, Abdul Rahim usai acara pisah sambut dengan Kepala Kementrian Agama yang lama, Syariful Mahya Bandar, Kamis (3/11) di Medan.
Menurutnya, di Sumatera Utara sendiri sebelumnya ada 114 KBIH. Namun yang izinnya diperpanjang oleh pemerintah pusat hanya 41 KBIH diantaranya terdapat di Binjai 3 KBIH, Deli Serdang 2 KBIH, Langkat 1 dan sisanya tersebar di Kota Medan.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, KBIH yang bermasalah akan ditindak tegas. Sebelumnya ada 42 KBIH yang izinnya diperpanjang, tapi ada 1 KBIH yang bermasalah yaitu KBIH Khumairah dan izinnya sudah dicabut oleh Kemenag yang lama. Jadi sekarang hanya tinggal 41 KBIH di Sumut,” jelas Abdul Rahim yang baru menjabat itu.
Untuk itu, lanjutnya, kepada calon jamaah haji diminta untuk lebih selektif dalam memilih KBIH dalam melakukan manasik haji. Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi dan membina biro perjalanan penyelenggara haji khusus.
Sementara itu, persiapan penyambutan jamaah haji Embarkasi Medan pada 11 November 2011 mendatang dipastikan telah rampung. Panitia PPIH Embarkasi Medan sendiri juga  bekerja sama dengan petugas kepolisian untuk membantu pemulangan jamaah haji ini.

“Tetap akan berkoordinasi dengan petugas kepolisian. Ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan tindak kejahatan saat kepulangan jamaah haji. Saya tegaskan tidak ada retribusi selama musim haji. Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik,” ungkapnya. (mag-11)

11 Jamaah yang Meninggal

Nama Umur Kloter No Manifest Asal
1.  Parluhutan bin Janagiri Siagian 67 02/MES 265 P. Sidimpuan
2. Haidir bin Abdul Rahman Ritonga 44 02/MES 333 P. Sidimpuan
3. Harmaini Harahap 75 03/MES 160 Deliserdang
4. Kamaluddin Ritonga 59 08/MES 291 Medan
5. Masnik binti Abdul Majid 61 14/MES 304 Medan
6. Usman bin Muhammad Jadi 73 10/MES 074 Asahan
7. Netty Yuliana Hutasuhut 80 ? 176 Binjai
8. Basri bin Marjuki 81 ? 141 Asahan
9. Jumadi bin Saimin 72 ? 121 Sergai

Meninggal Sebelum Berangkat

Nama Umur Kloter No Manifest Asal
1. Ali Hasaran Nasution bin Hipuli 69 02/MES 329 P. Sidimpuan
2. Sarwan bin Mad Kasan ? 13/MES 147 Medan

KA Hantam Mobil, 2 Luka

TEBING TINGGI- Kereta api penumpang lokomotif BB 3027004 Siantar Express jurusan Pematang Siantar-Medan menghantam sebuah mobil Suzuki Katana warna hitam BK 1152 EV di pintu perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Gunung Simeru, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Kamis (3/11) sekira pukul 09.30 WIB.

Pengemudi mobil Suzuki Katana diketahui bernama Hasan Basri Sinaga (38) warga Dusun VIII, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, mengalami luka lecet pada bagian kepala sebelah kiri. Sedangkan mobilnya mengalami rusak penyok pada bagian sebelah kiri belakang.

Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor BK 8980 IG yang sedang menunggu kereta melintas ikut menjadi korban, karena sepeda motor yang dikendarai Muhammad Nur Imam (42) PNS yang tinggal di Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syhabandar, Kabupaten Serdang Bedagai, terkena hantaman mobil, hingga mengalami luka patah di lengan tangan dan luka lecet di kaki. Selanjutnya korban dirawat di rumah sakit Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi.

Menurut Dedi, warga yang melihat peristiwa itu mengatakan, sebelumnya mobil Suzuki Katana datang dari arah Desa Paya Lombang menuju Kota Tebing Tinggi, terus melaju melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu, dan dengan seketika langsung dihantam kereta api yang datang dari Pematang Siantar menuju Medan.

“ Warga sekitar sudah meneriaki ada kereta yang lewat, namun mobil dengan kaca tertutup tidak mengindahkan teriakan warga, sehingga bagian belakang mobil dihantam kereta api dan masuk kedalam parit serta mengenai seorang pengendara sepeda motor,”  kata Dedi.

Hasan Basri Sinaga, pengemudi mobil Katana mengatakan, saat melintasi perlintasan kereta api tidak mendengar suara klekson kereta api.

“Nggak dengar suara klekson kereta api, saat dilihat ke kiri dan kanan, tidak terlihat kereta api yang akan melintas. Tiba-tiba bagian belakang mobil sudah dihantam kereta api hingga terseret sejauh sepuluh meter dan masuk ke dalam parit,” terang Hasan.

Sementara korban pengemudi sepeda motor, Muhammad Nur Imam yang dirawat di rumah sakit Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi ketika ditemui sudah meninggalkan rumah sakit dan menjalani perawatan jalan.
Informasi yang diterima dari pihak PT KAI Cabang Tebing Tinggi melalui Kepala Pleton Wilayah Selatan, Muhammad Idris menjelaskan, kejadian tersebut disebabkan kelalaian pengemudi.

”Palang pintu pengamanan perlintasan kereta api itu bukan rambu-rambu lalulintas, tapi itu hanya pemberian pengamanan bagi kereta api yang akan melintas agar pengguna jalan raya memberikan jalan kereta api saat melintas. Hal itu sesuai Undang-Undang No 23 Tahun 2007 tentang perkereta apian,” jelas Idris.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi, AKP Juliani Prihatini membenarkan kejadian tersebut. Kini kedua kenderaan bermotor milik korban diamankan di kantor Sat Lantas Polres Tebing Tinnggi guna penyidikan lebih lanjut.(mag-3)

Toke Ayam Nyaris Dimassa

KUTALIMBARU- Seratusan warga masyarakat Desa Sukarende, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, berduyun-duyun mendatangi pengusaha ternak ayam bermarga Sihombing dan nyaris menghajar pengusaha tersebut, Selasa (1/11) malam sekira pukul 22.00 Wib.

Alasannya, karena selama ini pengusaha tersebut hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan keluhan masyarakat. Untung saja sebelum massa bertindak, tiba-tiba Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru Aiptu Manis Sembiring mun cul di kerumunan massa di Simpang Lau Semangen, Dusun I, Desa Sukarende malam itu. Tak lama berselang, beberapa anggota Polsek Kutalimbaru lainnya segera datang.

Akhirnya kemarahan massa berhasil diredakan serta kepada pengusaha ditekankan untuk bertindak arif dan bijaksana mengatasi keluhan warga.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Sebelum peristiwa yang nyaris membakar emosi massa berawal ketika satu unit mobil truk colt diesel bermuatan ayam potong dicegat warga saat berada di Simpang Lau Semangen. Ketika itu, truk tersebut baru keluar dari kandang ayam yang berada di pasar Kogem, Jalan Lau Semangen, Desa Sukarende.

Truk tersebut tidak diperkenankan warga keluar melanjutkan perjalanannya sebagai aksi protes warga tehadap banyaknya lalat dan ayam yang mati mengakibatkan bau menyengat di lingkungan tersebut.

Kepala Desa Sukarende Manggil T, saat dikonfirmasi mengatakan, pengusaha itu kita beri waktu seminggu, dan bila tidak menepati janjinya akan kita berikan tindakan keras, seperti penutupan ternak ayam, karena warga disini sudah sangat resah dengan lalat yang masuk ke rumah warga. (roy/smg)

Jembatan Putus, PT KAI Rugi Miliaran

MEDAN- Jembatan di KM 98+885, jalur yang dilewati Kereta Api Sri Bilah tujuan Medan-Rantauprapat ambruk diterpa banjir sejak Selasa (1/11) lalu. Akibatnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Sumut mengalami kerugian miliaran rupiah.

Kerusakan terjadi pada pangkal pilar jembatan di perbatasan Merbau-Rantauprapat itu. “Ya, PT KAI Sumut harus rugi miliaran rupiah selama sebulan,” kata Humas PT KAI Sumut, Hasri, Rabu (2/11) siang.

Terputusnya jalur tersebut membuat distribusi CPO dari Kebun Aek Nabara tujuan Aek Nabara-Belawan tersendat. “Di sini saja kita sudah kehilangan sekitar Rp600 juta lebih karena jembatan tidak bisa dilewati. Belum lagi dari kerugian penjualan tiket yang menurun dan kereta barang yang mengangkut barang di luar CPO seperti pengiriman barang oleh penumpang lain ke Rantauprapat,” ujar Hasri.

Karena itu, pengangkutan CPO dari Kebun Aek Nabara terpaksa menggunakan jalur darat. Untuk penumpang, Hasri mengaku, pihaknya sudah melakukan pemberitahuan. “Penumpang sudah kita beritahukan bahwa Kereta Api Sri Bilah hanya sampai Stasiun Mambang Muda (Stasiun Aek Kanopan, Red),” tuturnya.

Mengenai jembatan yang ambruk tersebut, Hasri menjelaskan, menurut UU bahwa PT KAI hanya sebagai operator dan pemerintah sebagai regulator. “Jadi  tergantung pemerintah, itu semua ditangan pemerintah,” sebutnya.
Hasri menegaskan, jembatan yang ambruk itu panjangnya 20 meter dan informasi yang diperoleh di lokasi masih banjir. “Informasi terakhir di lokasi masih banjir namun persiapan pasang peranca sudah dilakukan dan hari ini (kemarin) juga rencananya alat berat akan tiba di lokasi,” urainya.

Ke depan, PT KAI akan memeriksa dan akan meningkatkan keselamatan. “Ini menjadi hikmah buat PT KAI Sumut untuk melakukan pemeriksaan jembatan dan jalur kereta api. Kejadian seperti ini pernah terjadi pada 2001, yakni jembatan di Stasiun Bah Bolon, Pematangsiantar amblas karena banjir bandang. Jembatan rusak karena peristiwa alam,” tambah Hasri.(jon)

BNN Terapkan Sinergi Lawan Narkoba

LANGKAT- Pembentukan dan kehadiran Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia guna membangun kebersamaan sekaligus pernyataan tegas melawan kejahatan narkoba.
”Melalui pelantikan ini diharapkan masyarakat Langkat lebih berperan aktif dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” kata Kepala BNN Propsu, Aguswan, saat melantik 3 pejabat Eselon IV di jajaran BNN Kabupaten Langkat, Kamis (3/11). Aguswan berharap, pengurus BNN Kabupaten Langkat dapat menjalin kerjasama sinergi dan koordinasi sebaik mungkin sebagai kekuatan memerangi kejahatan narkoba. Apalagi, hingga kini tercatat sudah dibentuk 75 BNN Kabupaten/Kota (BNNK) dan 33 BNN Propinsi (BNNP) yang keberadaannya merupakan instansi vertikal dengan bertanggung jawab kepada Kepala BNN-RI.

Diantara eselon IV-a BNNK Langkat yang dilantik, Bastian Kasubbag Tata Usaha, Wildani Kasi Pencegahan dan Dina Fitriana Kasi Pemberdayaan Masyarakat. (mag-4)

Marapinta Harus Sampai ke Peradilan

Dugaan Korupsi di Dinas Bina Marga Sumut

MEDAN-Kasus dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Sumut, yang melibatkan Marapinta Harahap, belum juga tuntas. Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara (Kejatisu) pun dianggap kurang ‘bergigi’. Menariknya, di saat bersamaan, pihak kejatisu malah menyatakan kasus tersebut telah diambil Poldasu.

Anggota DPRD Sumut Syamsul Hilal kepada Sumut Pos, Kamis (3/11), mengutarakan, baik institusi kepolisian maupun kejaksaan harus lebih bijak. Masing-masing memiliki kewenangan untuk menangani kasus-kasus korupsi. Jika di dua institusi itu ada kasus dugaan korupsi terhadap satu orang yang sama dalam kasus yang berbeda, maka dua institusi penegak hukum itu harus memproses kasus tersebut hingga tuntas.

“Untuk Kejatisu, kita sudah pernah RDP dan dalam jangka waktu dekat kalau tidak salah tanggal 14 atau 15 November ini akan RDP lagi. Kita telah menitipkan kasus-kasus korupsi, terutama kasus-kasus korupsi kepala daerah dan termasuk Marapinta.

Nanti akan kita pertanyakan sudah sejauh mana perkembangannya,” tegasnya.
Marapinta Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos terkait kasus yang ditangani oleh Kejatisu dan Poldasu menyatakan, dirinya telah memberikan bukti-bukti yang diminta oleh Kejatisu. “Sudah, kita diminta menyerahkan bukti sudah kita kasihkan. Semuanya sudah kita kerjakan, ada anggarannya ada sarana dan prasarana yang dikerjakan. Jadi, tidak ada penyelewengan,” kilah Kadis Bina Marga Sumut itu.

Saat ditanya, apakah dirinya siap bila kasus yang diduga dilakukannya diproses hingga tuntas? Mengenai pertanyaan ini, berulang kali Marapinta mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal itu. “Saya tidak tahu menahu sampai ke situ,” jawab Marapinta berulang-ulang terhadap pertanyaan itu.

Menanggapi pernyataan, Jufri Nasution, Kasi Penyidikan Tindak Pidana Umum Khusus Kejatisu (baca Sumut Pos edisi Rabu 2/11), Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poldasu (sebelumnya ditulis Direktorat Reserse Umum, Red) buka suara.

Direskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi mengatakan adalah tidak mungkin mereka menangani kasus yang sudah ditangani Kejatisu. Namun, Sadono mengakui kalau penyidiknya ada menangani kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat Berat di Dinas Bina Marga Medan senilai Rp2 miliar yang terjadi pada 2009. “Yang kita tangani kasus korupsi di Dinas Bina Marga Medan. Gak mungkin kita menangani kasus yang sudah ditangani pihak kejatisu, dan lagi, ini kan kasus di Dinas Bina Marga Medan, bukan di Dinas Bina Marga Sumut,” jelas Sadono.
Saat disinggung pernyataan Jufri Nasution yang mengatakan dalam kasus tersebut Poldasu bahkan sudah menetapkan tersangka ataupun sudah ada yang ditahan, Sadono langsung membantah. “Tidak ada saya menangani kasus tersebut, apalagi sampai menetap tersangka dan bahkan menahannya,” tegas Sadono.

Sadono menerangkan, kasus yang ditangani pihaknya adalah dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan antara lain, dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai Rp2 miliar pada 2009, pengadaan aspal senilai Rp3,5 miliar dan dugaan korupsi proyek drainase senilai Rp38,8 miliar. Dalam penanganan kasus korupsi pengadaan alat berat, Sadono mengaku sudah menetapkan 5 tersangka dan menahan kelima tersangka tersebut,  namun salah satu yang telah ditetapkan tersangka atas kasus korupsi pengadaan alat berat tersebut, Gindo Marganti Hasibuan meninggal dunia saat menjalani proses hukum.

Lebih lanjut Sadono menjelaskan 4 tersangka lain yang ditahan di sel Polda Sumut adalah Ir Sudirman (Kuasa Pengguna Anggaran), Edy Zalman Syahputra ST MT (Ketua Panitia Lelang), Sangkot Siregar (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan Yursin Helmi Nasution (Sekretaris Panitia Lelang).

Terlepas dari itu, soal penyelesaian kasus Marapinta juga menjadi perhatian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Mereka juga mendesak Kejatisu untuk mengungkap dugaan korupsi penyelewengan proyek Rp18 miliar yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Sumut. “Kita minta Kejatisu segera melakukan penyelidikan serius terhadap adanya penyimpangan anggaran yang terjadi di Dinas Bina Marga provinsi (Sumut). Karena ini menyangkut penyelamatan uang negara, terhadap oknum-oknum di dinas tersebut yang mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan penyelewengan anggaran,” tegas Direktur LBH Medan Nuriyono SH MHum.

“Dalam perkara ini, kita berharap agar Kejatisu segera mengungkap kasus ini. Karena penyelewengan anggaran di Dinas Bina Marga Sumut, kerap terjadi namun tidak satu pun kasus itu sampai ke peradilan,” sambung Nuriyono.

Lebih lanjut dikatakan Nuriyono banyak terjadi penyimpangan di Dinas Bina Marga Sumut ini, sudah tidak menjadi rahasia umum. Bahkan banyaknya terjadi penyimpangan anggaran sebelum Marapinta Harahap memimpin Dinas Bina Marga Sumut. “Memang kerap terjadi (di Dinas Bina Marga Sumut). Namun tidak satu pun kasus penyimpangan anggaran ini di Dinas Bina Marga Sumut ini tidak pernah tersentuh oleh hukum. Kita heran tidak satu pun kasus yang terjadi di Dinas Bina Marga Sumut ini, selesai di meja peradilan,” tegas Nuriyono.

Sebelumnya Kejatisu sudah memanggil Marapinta Harahap dan Umar Junaidi untuk di klarifikasi soal proyek tersebut. Klarifikasi yang dilakukan kejaksaan berupa pemanggilan Marapinta Harahap dan Umar Zunaidi yang saat ini Wali Kota Tebing Tinggi. Marapinta Harahap pada saat menduduki Kadis PU Cipta Karya Pemkab Deli Serdang terbelit kasus dugaan korupsi proyek Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) sebesar Rp10 miliar.

Marapinta juga diduga terlibat dugaan korupsi peningkatan jalan provinsi jurusan Tomok-Onan Runggu-Nainggolan tidak sesuai spesifikasi kontrak yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp4.981.228.073,70. Proyek peningkatan jalan provinsi jurusan jembatan Merah-Muara dan Soma-Simpang Gambir juga tidak sesuai spesifikasi kontrak dan merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.072.998.002,04.

Bukan itu saja proyek  peningkatan jalan provinsi jurusan Dolok Sanggul-Batas Tapanuli Tengah tidak sesuai spesifikasi kontrak merugikan keuangan daerah sebesar Rp1.218.346.173,17. Begitu juga dengan beberapa pelaksanaan paket pengerjaan peningkatan jalan belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp893.995.404,72. (ari/mag-5/rud)

Dugaan Korupsi Marapinta Harahap

  • Dugaan korupsi Rp10 miliar Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM) saat menduduki Kadis PU Cipta Karya Pemkab Deliserdang.
  • Dugaan korupsi peningkatan jalan jurusan Tomok-Onan Runggu-Nainggolan sekitar Rp4.981.228.073,70.
  • Dugaan korupsi peningkatan jalan jurusan Jembatan Merah-Muara dan Soma-Simpang Gambir, merugikan keuangan daerah Rp3.072.998.002,04.
  • Dugaan korupsi peningkatan jalan provinsi jurusan Dolok Sanggul-Batas Tapanuli Tengah merugikan keuangan daerah Rp1.218.346.173,17.
  • Beberapa pelaksanaan paket pengerjaan peningkatan jalan belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp893.995.404,72.