Home Blog Page 14549

Guru Selundupkan 3,7 Kg Sabu

Butuh Uang untuk Kuliah S-2

TUBAN – Bea Cukai Bandara Ngurah Rai kemarin (16/10) kembali melimpahkan tiga penyelundup narkoba jenis sabu-sabu (SS) kepada Polda Bali. Tiga pelaku tersebut merupakan warga negara Indonesia yang ditangkapi satu per satu selama sepekan terakhir.

Mereka adalah Theresia Avilla Yanti Siwi, 39, asal Malang, Jawa Timur (Jatim); Erika asal Banyuwangi, Jatim; serta Nurhadi Imron asal Tangerang. Mirisnya, salah seorang dari mereka, Theresia, diketahui berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris di tempat asalnya.

Seperti terungkap dalam gelar kasus yang dilakukan pihak bea cukai kemarin, aksi penyelundupan itu terbongkar dari tertangkapnya Theresia pada Senin lalu (10/10). Eks penumpang Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 0638 rute Kenya-Doha-Singapura-Denpasar ini ditangkap sekitar pukul 19.45 saat melalui pemeriksaan di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai.

Dari hasil pemeriksaan saat itu, Theresia diketahui membawa barang mencurigakan di kopernya. Tepatnya di tas hitam yang diletakkan pada sekat koper tersebut. Saat dibongkar diketahui barang itu adalah sabu-sabu yang berat kotornya mencapai 3,7 kilogram. “Kalau dibagi menjadi paket-paket kecil dengan ukuran satu gram, jumlah itu bisa mencapai 15 sampai 16 ribu paket. Nilainya mencapai Rp 9,3 miliar,” jelas Kepala Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Made Wijaya kemarin.

Pasca tertangkapnya Theresia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Bali untuk mengembangkan pengusutan kasus penyelundupan ini. Keesokan harinya, Selasa (11/10), petugas gabungan menangkap tersangka kedua yang bernama Erika. Dia ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel).

“Erika ini pengendali tersangka pertama (Theresia) dan orang yang akan menerima barang di Bali. Erika dan Theresia ini sepupuan,” jelas Made Wijaya.

Tertangkapnya dua orang bersaudara tersebut tidak membuat petugas gabungan puas. Pengembangan terus dilakukan hingga pada Jumat (14/10), petugas menangkap Nurhadi Imron.

Nurhadi yang diduga akan membeli SS dari Erika ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kuta. “Saat ditangkap, Nh (Nurhadi) ini dalam posisi siap menyerahkan uang Rp61 juta kepada Erika,” imbuhnya.
Menurut Wijaya, jaringan tiga orang penyelundup itu sejatinya cukup luas. Bahkan terkoneksi sampai luar negeri dan lembaga pemasyarakatan. Mulai dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, sampai Lapas Kerobokan, Badung.

Skema tersebut terungkap dari penuturan EDW, salah seorang yang dicurigai terlibat dalam jaringan itu. Hanya, Wijaya enggan menerangkan lebih detail peran EDW dalam gelar kasus kemarin. Dia hanya mengatakan bahwa EDW masih diperiksa intensif Ditreskoba Polda Bali.

Lalu, dari mana sumber barang yang dibawa Theresia? Wijaya menuturkan, barang itu sejatinya milik seorang warga negara Nigeria bernama Mike. Oleh Mike, barang itu kemudian diserahkan kepada seorang warga negara Mozambique bernama Mark. Nah, oleh Mark barang itu kemudian diserahkan kepada Theresia di sebuah kota kecil bernama Maputo.
“Kebetulan, Mike ini berstatus sebagai pacar Erika. Nah, oleh Erika, Theresia dijanjikan uang USD 200 selama menjalankan tugasnya itu. Nanti, bila barang itu sudah sampai di Bali dan sudah diterima pelaku lain, Theresia akan diberi imbalan tambahan sebesar Rp7 juta,” kata Wijaya.

Sementara itu, diduga Theresia terperangkap jaringan bisnis narkoba kelas internasional untuk menutupi kebutuhan biaya mengikuti program S2. Dugaan tersebut didasarkan pada cerita yang diperoleh petugas dari Theresia selama kasusnya dikembangkan.

“Awalnya, tersangka satu (Theresia) ini lurus-lurus saja. Mungkin karena butuh biaya untuk mengikuti S2 itu, tersangka utama ini (Theresia) bersedia direkrut sebagai kurir,” jelas Wijaya sesaat setelah mengetes sabu-sabu yang dibawa Theresia dengan menggunakan test kit di hadapan awak media.

Kekurangan biaya itu mungkin sempat diutarakan kepada Erika yang masih berstatus sebagai sepupunya.  Sejak saat itu, Theresia diduga terlibat dalam pasar gelap narkoba lintas negara dan benua.
“Untuk lengkapnya belum sempat kita korek sepenuhnya. Karena selama mengamankan dia, kita lebih banyak fokus untuk mengejar pelaku lain,” imbuh Wijaya. (hai/yes/jpnn/c1/ttg/jpnn)

Backdrop Roboh, 6 Model Tertimpa

Jakarta – Backdrop pusat perbelanjaan La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara tiba-tiba roboh saat acara gladi resik fashion show. 6 Model yang sedang berlenggak-lenggok di atas panggung catwalk itu pun tertimpa backdrop dan mengalami luka serius.

“Kejadiannya pukul 14.30 WIB. Insiden robohnya layar nonton bareng yang digunakan sebagai backdrop kegiatan fashion show saat gladi resik,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Irwan Anwar saat dihubungi, Minggu (16/10).
Irwan mengatakan, acara nonton bareng yang diikuti dengan fashion ini akan digelar hari ini pukul 17.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Akibatnya 6 model ini pun mengalami luka dan dibawa ke Rumah Sakit Kelapa Gading.

“Yang satu sudah pulang. 5 Lagi dirawat di rumah sakit,” jelasnya. Pihak La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara membenarkan adanya backdrop roboh yang menimpa 6 model saat sedang gladi bersih sebuah acara fashion.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, semua biaya pengobatan para model ditanggung La Piazza. (net/jpnn)

Adili Teman Main Bola

Hatta Ali

Hakim kadang harus berhadapan dengan situasi yang bikin tidak sreg. Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Pengawasan Hatta Ali punya pengalaman mengadili teman sendiri. Yakni, saat dia bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Sabang, Aceh. Saat itu dia menyidang rekannya yang merupakan teman main bola.

Di Sabang, kebetulan Hatta adalah ketua pengurus klub sepak bola setempat. Nah, rekannya tersebut merupakan bendahara klub yang tersangkut kasus korupsi di bulog. “Karena kasus itu menjadi perhatian banyak orang, saya yang menyidangkannya sendiri,” katanya.

Hatta mengakui, ada perasaan tidak enak saat menyidang kolega dekatnya. Apalagi yang bersangkutan merupakan teman beraktivitas. Namun, Hatta menegaskan bahwa dirinya berusaha untuk tetap fair meski merasa sungkan. “Kalau memang terbukti saya nyatakan salah, kalau tidak ya dibebaskan,” kata Hatta yang juga juru bicara Mahkamah Agung tersebut. “Di luar kita bisa jadi teman, kalau di dalam ruang sidang saya tetap hakim yang harus memberikan keadilan,” ujarnya. (aga/kuh/c7/nw/jpnn)

Indikasi Darwin-Freddy Direshuffle Menguat

JAKARTA – Kabar dua menteri dari Partai Demokrat bakal kena gusur dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua makin menguat. Indikasi itu terlihat saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memanggil Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan Menhub Freddy Numberi ke kediaman pribadinya, Puri Cikeas Bogor, kemarin (16/10).
SBY hanya memanggil empat menteri yang merupakan kader PD. Yakni Menpora Andi Mallarangeng, Menbudpar Jero Wacik, Menkop dan UKM Syarif Hasan, dan Men PAN dan Reformasi Birokrasi EE. Mangindaan.

Apakah Darwin dan Freddy pasti akan keluar dari kabinet? “Nggak ta hu. Itu bukan kewenangan saya. Pre siden yang mengumumkan,” elak Jero Wacik usai mengikuti pemberian tanda kehormatan untuk Raja Ma laysia Yang Dipertuan Agung ke-XIII di Istana Merdeka, kemarin (16/10). Dia juga menolak berkomentar tentang kabar posisinya yang bakal dirotasi ke kementerian yang lain.

Dia juga mengaku tidak tahu siapa kader PD yang akan disiapkan masuk menjadi menteri dalam kabinet. namun, menurut Jero, sebagai ketua dewan pembina PD, SBY mengetahui siapa kader yang memiliki kemampuan dan integritas. “Oleh karena itu Partai Demokrat sangat berani pasrah kepada beliau. Tdak ada kasih daftar atau semacamnya, beliau tau semua kok,” urainya.

Senada, Andi Mallarangeng juga tidak mengetahui alasan tidak dipanggilnya Darwin dan Freddy Numberi. Termasuk indikasi keduanya bakal kena reshuffle. “Saya tidak tahu. Kami diundang satu-satu. Sampai di sana baru tahu ada yang lain,” katanya.

Andi menjelaskan, enam menteri dari PD sudah bertemu dan menyerahkan semua kebijakan kepada presiden. “Apapun keputusannya, ka mi mendukung, termasuk masing-masing dari kami,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pertemuan itu, SBY memberikan penjelasan tentang pikiran-pikirannya dalam konteks reshuffle. Juga apa yang diinginkan dengan struktur komposisi kabinet yang baru. “Beliau mengingatkan tiga tahun ke depan, kinerja kabinet lebih bagus lagi dan bisa lebih berlari kencang. Ada wakil menteri yang disiapkan untuk memback up kementerian tertentu yang memang beban kerjanya lebih besar,” paparnya.

Terpisah, Menkominfo Tifatul Sem biring yang juga kader PKS menegaskan, sikap yang akan diambil partainya tetap menunggu hasil resfhuffle yang diumumkan presiden. dia mengatakan, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
“Jadi sebelum ada hal-hal itu (reshuffle, Red), kita ambil sikap kan jadi lucu. Jadi biarlah presiden bekerja, tenang ambil keputusan,” katanya usai mengikuti pemberian tanda kehormatan untuk Yang Dipertuan Agung ke-XIII Malaysia di Istana Merdeka, kemarin.

Dia menampik jika keputusan yang akan diambil menunggu Ketua Dewan Syura PKS Hilmi Aminuddin yang tengah berada di luar negeri. “Keputusan apa? Reshuffle keputusannya di presiden, bukan di PKS,” kata mantan presiden PKS itu.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, kata Tifatul, sudah bertemu dengan Presiden SBY di Cikeas. Intinya, diminta pendapat jika reshuffle dilakukan presiden. Nah, jawabannya adalah hal itu merupakan hak prerogatif presiden. (na/fal/jpnn)

Rusunami Kayu Putih Banyak Abu

083876616xxx

Pemko Medan flat Rusunami yang di Kayu Putih kenapa banyak menebar abu (debu) di sepanjang jalan di Tanjung Mulia Hilir? Truk pembawa tanahnya ditertibkanlah.

Akan Diteruskan

Terimakasih untuk informasinya. Laporan ini akan kami teruskan ke Dinas Binamarga untuk dicari solusi terbaiknya. Begitu pun, warga hendaknya berkonsultasi ke Kelurahan dan Kecamatan terlebih dahulu.

Khairul Bukhari
Plt Humas Pemko Medan

7 Poktan Siap Lawan PTPN 3

Pertahankan Lahan Garapan Seluas 249 Hektar

TEBING TINGGI- Tujuh Kelompok Tani (poktan) yang tergabung dalam Organisasi Tani Maju Bersama, menyatakan siap berjuang mempertahankan lahan garapan mereka seluas 249 hektar yang berada di Kecamatan Sipispis dan Kecamatan Tebing Tinggi, yang telah mereka garap sebagai lahan pertanian pangan sejak tahun 1953 silam, dengan menggumpulkan tanda tangan ratusan warga, Minggu (16/10).

Ketujuh kelompok tani yang tergabung dalam Organisasi Tani Maju Bersama itu diantaranya, Kelompok Tani Bersaudara, Kelompok Tani Suka Rasmi, Kelompok Tani Tunas Baru, Kelompok Tani Karang Seroja, Kelompok Tani Lembah Harapan, Serikat Tani Serdang Bedagai dan Yayasan Bitra Indonesia.

Mereka mengumpuli tandatangan ratusan warga garapan untuk bersama sama berjuang merebut kembali 249 hektar yang telah dirampas dengan kekerasan oleh PTPN III Kebun Gunung Pamela Tahun 1998 karena di klaim sebagai lahan yang masuk Wilayah Hak Guna Usaha (HGU-red) PTPN III Gunung Pamela.

Tak tanggung-tanggung, pernyataan sikap secara tertulis itu ikut ditanda tangani langsung oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai, H Soekirman, Anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal, Anggota DPRD Kabupaten Sergai Suarifin dan Mahyuddin Purba, Cristop Munthe dari Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi.

Aksi mengumpulkan tanda tangan itu, diikuti ratusan warga yang diselenggarakan di Dusun 4 Senangkong, Desa Mariah Padang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai, Minggu (16/10) sekira pukul 11. 00 WIB.

Menurut Darwin Saragih, selaku Ketua Organisasi Tani Maju Bersama mengatakan, hak atas pengelolaan tanah yang telah mereka kuasai sejak tahun 1953 itu berdasarkan surat panitia Land Reform No. 480/LR/DS/1963 Nomor: 204/LR/II/8/9/1968 dan SK Gubernur 0593/16324 tanggal 25 Nopember 1998.

Namun Darwin kembali menegaskan, lahan 249 hektar tersebut ternyata dirampas dengan cara kekerasan oleh pihak Perkebunan PTPN III Gunung Pamela pada tahun 1998.

“Perkebunan PTPN III Gunung Pamela harus dengan jujur menyatakan secara tertulis bahwa tanah yang dikelola oleh petani yang berada di Dusun IV Sinangkong, Dusun II Sigambiri, di seputaran Afdeling VI Dusun I Tanah Putih Desa Mariah Padang, Afdeling VII Desa Bah Sumbu dan Afdeling III Desa Marjanji bukanlah bagian dari HGU PTPN III Gunung Pamela,” ujar Darwin.

Dalam hal memperjuangkan kembali hak mereka merebut lahan 249 itu, 7 kelompok tani bersama ratusan warga lahan garapan itu, telah menyurati 18 lembaga negara termasuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. “Surat itu telah kita kirim pada tanggal 14 September 2011 lalu. Dalam surat itu, 249 hektar ini secara de fakto dan de jure merupakan hak warga petani pangan,” tambah Darwin.

Dia menegaskan, 249 hektar lahan garapan petani pangan itu berada di wilayah persawahan dan darat.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal dihadapan ratusan warga Desa Mariah Padang, meminta kepada ratusan warga untuk melawan apabila hukum tidak berpihak kepada rakyat.

“Kita lawan hukum kalau hukum itu tidak berpihak kepada rakyat, kita lawan hukum yang tidak berpihak kepada keadilan, rakyat ini butuh pangan, rakyat ini butuh lahan, dan rakyat ini butuh hidup, jangan rampas hak mereka,” kata Syamsul. (awi/smg)

Peneliti Amerika Tewas di Aceh

MEDAN- Peneliti tanaman asal Amerika Dongkres Ressel (59), meregang nyawa saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bener Meriah, Sabtu (15/10).

Keterangan diperoleh, awalnya pria bule yang akrab disapa Rush itu, melakukan penelitian tana man, bersama belasan rekannya di gunung Meriah, Aceh Tengah.

Menurut Fendi, teman korban yang sama-sama bekerja untuk badan dunia UNICEF terkait penelitian tanaman, saat berada di RSU Pirngadi Medan mengatakan, pagi itu mereka berjalan kaki menelusuri gunung Meriah, Aceh Tengah, melakukan penelitian tentang tanaman yang ada di daerah tersebut.

Setelah berjalan sekira 2 jam menyusuri gunung, Rush mendapati jejak binatang buas yang ada di tepi jurang. Rush langsung mendekati dan menunduk mengamati jejak tersebut. Tiba-tiba, tubuh Rush terguling ke jurang dan tersangkut dipohon.

Proses evakuasi tubuh korban sempat memakan waktu lama. Karena medan yang sulit, dan menempuh jarak yang cukup jauh menuju rumah sakit. Dongkres Ressel yang telah menikah dengan seorang wanita pribumi yang diketahui  bernama Sri, dan diketahui memiliki sakit jantung, akhirnya meregang nyawa saat dalam perjalanan menuju RSUD Bener Meriah, sekira pukul 12.15 WIB. ”Rush memang ada sakit jantungnya,” tutur Fendi. Setelah divisum di RSU Pirngadi Medan, jasad korban langsung diterbangkan ke Jakarta. (gus/smg)

Nyaris Roboh dan Kerab Digali Pemburu Harta Karun

Melihat Kondisi Candi Sangkilon dan Tandihat-I

Dari 16 candi (biara) yang terdapat di Kabupaten Padang Lawas (Palas) dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terdapat dua candi yang paling  mungkin untuk dilakukan restorasi atau pemugaran. Kedua candi tersebut yakni Candi Sangkilon dan Candi Tandihat-I.

Peneliti Pussis-Unimed Erond Damanik menjelaskan, hal ini dikarenakan, kedua candi tersebut masih utuh sekitar 50-75 persen.

“Jika Candi Bahal I-III dan Candi Sipamutung sudah direstorasi, maka seharusnya kedua candi ini juga di restorasi sesegera mungkin sebelum roboh 100 persen,” ungkapnya, kemarin (14/10).

Erond yang mengunjungi kedua candi tersebut pada 11-14 Oktober 2011 mengatakan, hal tersebut dilakukan dalam rangka inventarisasi situs oleh Pussis-Unimed.

“Dari 16 candi yang hingga kini ditemukan, empat diantaranya sudah dipugar dan sisanya 12 candi, belum dipugar sama sekali. Dari 12 candi itu, dua diantaranya paling mungkin di restorasi,” katanya lagi.

Candi Tandihat-I yang terletak di desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, berjarak sekitar 35 Km dari Gunung Tua ke Sibuhuan, ibukota Padang Lawas. Menurut Erond, candi ini berdekatan dengan Sungai Barumun yang merupakan jalur transportasi utama pada saat itu.

“Candi utama masih utuh, berbentuk empat persegi kecuali bagian puncak (atapnya) sudah roboh. Candi ini memiliki tiga buah perwara yang sudah tertimbun tanah,tapi masih terlihat berupa gundukan tanah serta bebeberapa Nekara dan Umpak batu yang merupakan bagian dari candi tersebut,” jelasnya.

Demikian pula benteng bata yang sudah ditumbuhi rumput disekeliling candi. Tampak areal candi sudah pernah dipagar dengan kawat berduri dan papan nama candi pun sudah terpampang.

“Walau demikian, ternak peliharaan seperti kerbau masih saja bebas berkeliaran. Dikhawatirkan, dalam waktu dekat ini, jika tidak segera dilakukan pemugaran, maka candi tersebut akan roboh. Jika roboh, maka akan sulit sekali melakukan restorasi karena keseluruhan arsitektur dan gambar candi sudah hilang,” tegas Erond.

Lebih lanjut, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial itu mengemukakan, satu lagi candi yang paling mungkin di restorasi atau dipugar adalah Candi Sangkilon. Menurutnya, posisi candi berdekatan dengan Aek (Sungai) Sangkilon yang merupakan sarana penting pada saat pembangunan candi.

“Terletak di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas, sekitar 52 Km dari Gunung Tua ke Sibuhuan, candi tersebut masih berdiri tegak, berupa dinding candi di sebelah barat, utara, dan selatan, sedangkan atapnya sudah roboh,” paparnya.

Lebih lanjut Erond memaparkan hasil pengamatannya, di sebelah Selatan candi tersebut terdapat galian liar dengan kedalaman tiga meter, lebar satu meter dan panjang empat meter, yang digali oleh pemburu harta karun pada 2009 lalu.

Dari galian yang tampak, sepertinya penggalian sudah berhari-hari sehingga mampu memindahkan bata yang tersusun rapat tersebut. Batubata itu disingkirkan dan diletakkan secara tidak teratur di atas bata lainnya sehingga membentuk lubang dan sekaligus  menampakkan kontruksi dasar candi.

Ketika dikonfirmasi tentang siapa yang bertanggungjawab terhadap keselamatan candi ini, Erond menegaskan, masyarakat setempat memiliki tanggungjawab untuk keselamatan candi tersebut, karena mereka berada di lokasi candi.

“Tapi, secara kelembagaan maka lembaga yang paling bertanggungjawab adalah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumut-Aceh yang berkedudukan di Banda Aceh,” tuturnya. (saz)

Plt Gubsu Didesak Copot Direktur RS Haji

MEDAN-  Puluhan karyawan Rumah Sakit (RS) Haji Medan, menuntut agar Direktur RS Haji Medan, MP Siregar segera dicopot dari jabatannya. Hal itu dikarenakan direktur RS Haji mencampuradukkan kepentingan pribadi di rumah sakit dan jarang melaporkan anggaran.

Tuntutan itu dikemukakan karyawan RS Haji Medan ke Komisi E DPRD Sumut, dengan membawa ratusan tanda tangan pegawai yang menolak kepemimpinan MP Siregar, akhir pekan kemarin.

Seorang karyawan RS Haji yang enggan di temui di gedung DPRD Sumut dan  namanya enggan dikorankan menyebutkan RS Haji Medan dianggap MP Siregar sudah seperti milik pribadi, bahkan apa-apa yang dibuatnya selalu atas nama menguntungkan diri secara pribadi dan keluarga. “Bahkan sampai saat ini jarang sekali melaporkan anggaran yang telah terpakai,” sebutnya.

Setelah menyampaikan keluhan dan laporannya, para karyawan meminta agar Komisi E DPRD Sumut menjembatani dan meminta kesediaan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho untuk menuntaskan persoalan ini. Karena Gubsu akan secara otomatis menjabat Ketua Yayasan RS Haji dalam akta pendirian RS Haji yang ada.

Dalam akta RS Haji, pengangkatan direksi RS Haji Medan hanya bisa dilakukan Gubsu selaku Ketua Yayasan RS Haji. Tapi, pada kenyataannya, MP Siregar mengangkat wakil direktur-wakil direktur tanpa proses pihak yayasan.
Hal itu dibenarkan Ketua Komisi E DPRD Sumut, Aduhot Simamora yang menerima kedatangan puluhan karyawan tersebut. Dikatakannya, jabatan direktur yang diemban MP Siregar sudah terlalu lama.

“Langkah awalnya, kami akan mendesak Plt Gubernur untuk menindaklanjuti laporan ini. Baik dengan cara mencopot direkturnya atau solusi yang lebih baik. Kalau laporan ini tidak ditanggapi, kami terpaksa memanggil direkturnya,” ujarnya.

Menurutnya, RS Haji merupakan aset Pemprovsu, sehingga ada kewajiban bagi Pemprovsu menjadikannya lebih baik. Selama ini, Komisi E menilai ada ketidakberesan manajemen di RS tersebut.  “13 tahun kepemimpinan itu terlalu lama. Sehingga ada upaya  menguasai asset pemerintah menjadi milik pribadi. Termasuk berdirinya STIKES RS Haji. Ini menjadi pertanyaan bagi kami, kenapa bisa ada STIKES berdiri di lahan Pemprovsu,” ujarnya. (ari)

Demokrat Terpuruk, Lawan Menguat

Hasil Penelitian Lingkaran Survei Indonesia Network

Posisi pemerintahan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepat dua tahun pemerintahan, berada di titik nadir. Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru menangkap, kepuasan publik atas kinerja presiden yang sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya itu hanya tersisa 46,2 persen.

Tingkat kepuasan publik terkini tersebut melorot sebesar 17 persen, jika dibandingkan survey LSI untuk tema yang sama pada Januari 2011. Saat itu, bertepatan dengan 100 hari pemerintahan, masih ada 63,1 persen publik yang puas dengan kinerja Presiden SBY. “Ada beberapa penyebab kemerosotan yang juga berhasil ditangkap dari survei ini,” ujar peneliti LSI Network Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survey lembaganya, di kantor LSI, Jakarta, kemarin (16/10).
Di bagian lain survei, terungkap bahwa dari sisi kinerja, kepemimpinan SBY yang dianggap sesuai dengan harapan publik ternyata juga rendah. Mayoritas masyarakat menganggap SBY tidak bekerja sesuai dengan harapan. Yaitu , hanya 37,6 persen yang menyatakan SBY telah bekerja sesuai harapan dan 50,5 persen yang menilai tak sesuai harapan. Selebihnya, 11,9 persen memilih tak menjawab.

“Jika breakdown lagi, ada lima rapor merah kinerja Presiden, dan hanya ada satu rapor biru,” lanjut Ardian Sopa. Lima bidang yang mendapat rapor merah, yaitu, bidang ekonomi, bidang hukum, bidang politik, bidang luarnegeri, dan bidang sosial. Satu-satunya rapor biru adalah di bidang keamanan.

Selain berdasar kinerja SBY, melemahnya politik pendukung juga dianggap menjadi alasan penyebab merosotnya kepuasan secara umum publik terhadap kinerja SBY. Di bagian lain survei, terungkap kalau dukungan publik terhadap Partai Demokrat sebagai penyokong utama SBY merosot pula. “Dalam waktu dua tahun, tingkat dukungan public pada Demokrat telah jatuh bebas,” kata Ardian.

Dalam survey kali ini, dukungan terhadap partai yang didirikan SBY itu tinggal 16,2 persen. Padahal, mengacu pada suvei LSI pada Januari 2011, Demokrat sempat menikmati dukungan publik setinggi 32,6 persen. “Implikasi tak langsungnya, mereka tak bisa lagi memberikan dukungan ke SBY sekuat sebelumnya,” tambahnya.

Nasib yang sama juga terjadi dengan Wakil Presiden Boediono. Sebagai pendamping presiden, mantan gubernur BI itu juga tidak mampu memberikan politik pendukung yang efektif. Mengacu pada hasil survey LSI, kepuasan publik terhadap kinerjanya juga rendah. Kini, kepuasan terhadap Boediono berada di angka 39 persen. Dibandingkan dengan Januari 2010, kepuasan publik atas Boediono masih di kisaran 53 persen.

“Kabinet juga setali tiga uang, yang seharusnya juga menjadi penyokong politik justru cenderung malah jadi beban SBY,” lanjut Ardian. Berdasar hasil survey lembaganya, kepuasan publik terhadap kabinet drop ke angka 31,6 persen. Mengacu pada hasil survey Januari 2011, angkanya masih ada di 52,3 persen.

Sementara itu, pada saat yang sama, hasil survei LSI juga menangkap, kompetitor SBY justru menguat. Baik, kompetitor dalam partai politik maupun sebagai calon presiden. “Mengutip pernyataan seorang responden, ‘wahyu’ sepertinya sudah mulai terbang dari SBY ke kompetitornya,” kata Ardian.

Pada saat Demokrat suaranya anjlok, suara Partai Golkar justru semakin mantan di puncak. Saat Demokrat terkini berada di angka 16,5 persen, Golkar makin mantap di angka 18,2 persen. Dan, posisi ketiga tetap diduduki PDI Perjuangan dengan 12,5 persen. Sejak Juni 2011, dalam survei LSI, Golkar sudah berhasil mengalahkan Demokrat.
“Dalam hal capres, semua calon Demokrat juga hanya berada di divisi dua,” lanjut Ardian. Sesuai hasil survei LSI, dukungan terhadap tokoh Demokrat, mulai dari Ani Yudhoyono, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, atau Edhie Wibowo, dukungannya masih berada di bawah angka 10 persen.

Di sisi lain, dukungan capres di atas 10 persen hanya diperoleh Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. “Hanya ketiganya yang ada di divisi satu. Megawati dan Prabowo pimpinan partai oposisi, sedangkan Aburizal pimpinan Golkar, competitor yang hari ini (suaranya) sudah menyalip Demokrat,” tandasnya.

Naiknya suara Golkar mendapat sambutan positif dari politisi partai beringin. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan, naiknya suara Golkar merupakan buah dari atensi publik yang selama ini memiliki program nyata yang menyentuh rakyat. “Kami berterima kasih, namun kami belum bisa berpuas hati karena kami meyakini masih ada program-program lain yang bisa kami sampaik di depan rakyat,” ujarnya saat dihubungi.

Jika dianggap kenaikan Golkar itu akibat imbas dari merosotnya pemerintah, Priyo tidak sependapat. Dalam hal ini, pemerintah yang saat ini kedodoran tidak memiliki hubungan dengan apa yang dicapai oleh Golkar. “Ini lebih karena ikhtiar program yang kami jalani,” ujarnya.

Sesuai hasil survey LSI, Golkar hanya unggul tipis dari Demokrat. Hal itulah, kata Priyo, yang membuat Golkar belum berpuas hati. (dyn/bay/jpnn)

Dua yang Harus Dilakukan SBY

TINGKAT kepercayaan publik terhadap kineja SBY menurun dratis. Dan SBY bisa mengembalikan kepercayaan publik tersebut bila melakukan dua hal.

“Pertama, SBY harus melakukan reshuffle yang benar. SBY harus mengganti menteri yang sudah dianggap cacat oleh publik,” kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa, dalam jumpa pers di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta (Minggu, 16/10).

Menurut Sopa, bila SBY tidak berani mengganti menteri-menteri yang dinilai bermasalah maka hal ini akan menambah asumsi publik bahwa SBY benar-benar tersandera oleh partai koalisi. SBY dinilai lemah karena untuk menggunakan hak prerogatifnya saja tidak berkuasa.

Kedua, lanjut Sopa, untuk mengembalikan kepercayaan publik, SBY harus merubah gaya kepemimpinan. “Gaya leadership SBY harus lebih cepat, tegas, berani mengambil resiko tanpa kompromi untuk mensejahterakan rakyat, memberantas korupsi, dan melindungi kaum minoritas,” demikian Sopa. (net/jpnn)