Home Blog Page 14575

Lulusan FKIP UISU Meneliti Jejak Sejarah

MEDAN- Program Tridharma perguruan tinggi yang diakui sebagai barometer dalam mengukur kemampuan mahasiswa, diyakini mampu menelaah dan mendalami bidang keilmuan yang diperoleh di kampus untuk selanjutnya diterapkan dan diaplikasikan kepada masyarakat luas. Sehingga Untuk menyahuti tuntutan program tridharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UISU Al Munawwarah melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusannya.

Adapun kegiatan yang baru saja dilakukan, yakni studi banding dan penelitian jejak-jejak bersejarah penemuan situs purbakala di Kandi Muaro di Jambi, Kerajaan Siak di Riau dan Museum Sejarah dan Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan yang diikuti 40 lebih mahasiswa dan dosen pembimbing di FKIP UISU.

“Kunjungan studi yang kita lakukan sangat bermanfaat dan memberikan nilai tambah bukan saja kepada mahasiswa tapi juga dosen dan rombongan yang mengikuti kegiatan ini sebagai pengalaman,” ungkap Dekan FKIP UISU Dra Hadiani Fitri MSi  saat ditemui, Rabu (12/10).

Dia juga mengatakan, sebelumnya sekitar 125 mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia telah melakukan pencarian identifikasi sastra daerah berupa pementasan teaterikal dan drama legenda Danau Toba, batu gantung dan tari Sigale-gale di Kabupaten Tobasa pada 17 sampai 21 Juni 2011 silam.
Sedangkan 110 orang di antaranya 84 orang mahasiswa jurusan biologi FKIP dan dosen pembimbing juga melaksanakan praktikum lapangan yang bertajuk botani tumbuhan tinggi di Aek Nauli Kabupaten Simalungun pada 2-3 Juli 2011 lalu.

“Tujuan kegiatan ini sengaja kita lakukan untuk mengetahui koleksi tumbuh-tumbuhan tinggi agar dapat diidentiifikasi tumbuhan liar yang paling banyak hidup langka di sekitar hutan di kawasan Aek Nauli,” sebutnya.

Hasil praktikum itu juga lanjutnya, diharapkan mampu memberikan informasi tambahan bahwa tumbuhan langka masih banyak ditemukan di Sumut dan dapat digali potensinya dengan menggunakan pendekatan sistem botani.
Masih menurutnya, fakultas yang dipimpinnya dalam waktu dekat direncanakan akan segera membuka program magister S2 ilmu pendidikan yang sudah menyiapkan fasilitas pendukung laboratorium kimia, fisika dan biologi secara lebih permanen dan didukung oleh sumber daya manusia staf pengajar yang terampil dan berpengalaman.
Sejauh ini FKIP telah memiliki alumni berjumlah 5.116 orang dan mengasuh 7 program studi yakni, PPKn, Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia dan 1 program akta IV.

“Kebutuhan guru saat ini semakin tinggi dan tuntutan pemenuhan kualitas lulusan di FKIP harus terus diperhatikan sejalan dengan perkembangan zaman. Kita siap memberikan mutu pendidikan tinggi terbaik sesuai akan kebutuhan dunia pendidikan berkualitas,” ucapnya.(uma)

Minat Dosen untuk Meneliti Masih Lemah

Kemauan dan motivasi para dosen untuk melaksanakan penelitian dianggap masih lemah, sehingga karya ilmiah yang dihasilkan para dosen selama ini tidak dipergunakan orang lain dan hanya digunakan sebatas kepentingan organisasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut (Kadisdiksu) Syaiful Syafri pada penutupan pelatihan metode penelitian dan penulisan artikel ilmiah bagi dosen PTN/PTS di Hotel Griya Medan, Rabu (12/10).

“Selain rendahnya minat, motivasi dan kemauan dosen, hasil-hasil penelitian juga tidak dipublikasikan dalam melaksanakan program pembangunan, sehingga menimbulkan kemalasan bagi para dosen untuk meneliti,” ujarnya.
Masih menurut Syaiful Syafri, masalah menyangkut pendidikan, sosial, ekonomi dan lainnya di Sumut berada di tangan dosen, mahasiswa, pelajar yang memecahkannya melalui hasil penelitian ilmiah yang dapat memacu pembangunan di provinsi ini.

Syaiful Syafri menambahkan, pemerintah pusat menyaluarkan anggaran cukup besar untuk melakukan penelitian kepada para dosen. Bahkan, Pemprovsu juga telah mengalokasikan anggaran untuk penelitian dosen.
Namun hasil-hasil penelitian tidak berdampak positif, karena mungkin hasil penelitian belum tepat sasaran, atau mungkin hanya sebatas khayalan.

Apalagi penelitian yang dilakukan para dosen pendekatannya dilakukan hanya sebatas teori.
“Tapi hendaknya dosen bisa menggali potensi daerahnya, bertanya langsung kepada pelaku, melakukan rekomendasi penelitian sehingga akan memenuhi penelitian dari kajian pelaku ekonomi, sosial, pendidikan maupun teknologi,” ungkapnya.

Menurutnya, jika para peneliti ilmiah mau memprdayakan potensi daerah secara maksimal, maka para dosen akan memiliki kecintaan untuk terus menulis dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bukan saja kepada dirinya sendiri tapi juga berguna bagi daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Drs Saut Aritonang MM yang juga Kasi Dikti Bidang Dikmenti Disdiksu berharap hasil penelitian para dosen ini bisa dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang dapat digunakan para pemangku jabatan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan bangsa dan negara.
Adapun kegiatan pelatihan metode penelitian dosen ini diikuti 60 orang dosen dari 30 PTN dan PTS di Sumut yang berlangsung mulai 3 sampai 12 Oktober 2011 mendatang. (uma)

Jinakkan Ducati

PHILLIP ISLAND- Valentino Rossi mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati. Jika hal ini berlanjut hingga akhir musim, peraih sembilan titel juara dunia ini terancam mengukir rekor terburuk dalam kariernya.
Sejak memutuskan bergabung dengan pabrikan Italia pada tahun ini, Rossi memang belum juga mampu menjinakkan ‘liarnya tenaga desmosedici’ yang jadi tunggangan barunya.

Tak pelak, hasil buruk pun terus menghinggapi juara dunia MotoGP tujuh kali ini.
Dari 15 seri yang telah dilakoni sepanjang musim ini, The Doctor belum sekalipun mencicipi podium pertama. Prestasi terbaik pembalap veteran Italia ini hanya podium tiga di seri Le Mans, Prancis.

Kini, musim balap 2011 hanya menyisakan tiga seri. Jika tak juga mampu meraih kemenangan di GP Australia, Malaysia dan Valencia, rekor mentereng Rossi pun terancam tercoreng.

Ya, sejak terjun ke dunia balap motor pada 1996, Rossi diketahui tidak pernah absen naik podium pertama di tiap musim yang diikutinya, baik di kelas 125 cc, 250 cc hingga kelas paling elite MotoGP.

Prestasi terburuknya di kelas MotoGP terjadi pada musim 2010 lalu, di mana dia hanya dua kali memenangi seri balapan. Namun, itu pun karena dia sempat cedera dan absen di tiga seri. Sementara dalam debutnya di kelas 125cc, Rossi sukses meraih satu kemenangan.

Nah, di musim ini bersama tim barunya, Ducati, grafik performa Rossi justru menurun drastis. Rossi mengaku “tidak bisa menang” karena masih sibuk mengutak-atik motornya agar lebih mudah dijinakkan. Rossi juga enggan dibandingkan dengan Stoner yang sukses membawa Ducati juara dunia pada 2007 lalu, dan tampil cukup kompetitif di tiga musim berikutnya sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Repsol Honda.

“Stoner memodifikasi settingan dan dia memacu motor seperti setan. Dia mencatat hasil cukup bagus musim lalu karena tampil tanpa beban. Ini bukan kritikan buat Stoner, karena untuk saat ini saya akui saya belum bisa melakukan hal seperti yang dilakukannya ketika masih di Ducati,” kilah pembalap 32 tahun ini.

Performa buruk Ducati bersama Rossi ini pun membuat Stoner bingung. Pembalap yang berpotensi besar merebut gelar juara dunia musim ini di seri kandangnya, GP Australia ini menilai ada ketidakberesan dalam tubuh Ducati.
“Saya menggunakan empat sasis selama empat tahun di Ducati. Sementara Rossi sudah melakukan banyak pergantian (sasis) tahun ini dan Ducati juga sudah mengeluarkan banyak uang, tapi tanpa hasil. Ada sesuatu yang aneh. Ini sesuatu yang harus diantisipasi dari sekarang,” pungkas Stoner sebagaimana dikutip Stuff.co.nz, Rabu (12/10)

Selain itu, Valentino Rossi juga gagal  finis di Motegi dan bahkan harus mengakhiri balapan dengan dini. Ia terjatuh di lap pembuka, yang mana membuat jarinya juga cedera. “Di Motegi, kendati hasil di balapan dan konsekuensi dari hal itu, ada sejumlah aspek positif,” tambah Rossi.(net/jpnn)

Demi Misi Musim 2012

Perburuan gelar juara dunia pembalap Formula 1 sudah berakhir. Bukan berarti persaingan di sisa musim 2011 tak lagi menarik. Grand Prix Korea masih menyajikan perseteruan menarik bagi seluruh tim, terutama untuk mendapatkan peningkata menuju musim depan.

Grand Prix Jepang pekan lalu memberi kepastian gelar juara dunia bagi Sebastian Vettel. Poin pembalap Red Bull-Renault itu tak lagi terkejar para rivalnya. Misi berikutnya bagi Vettel adalah membawa Red Bull mempertahankan gelar juara kategori konstruktor.

Hingga usainya GP Jepang yang merupakan seri ke-15 dari 19 lomba musim ini, Red Bull sudah mengoleksi 518 poin. Mereka unggul 130 poin dari pesaing terdekatnya McLaren-Mercedes (388 poin). Meski secara matematis masih bisa tersusul McLaren, Red Bull sudah bisa sedikit lega menatap akhir musim.

Kepastian gelar juara konstruktor bisa dikunci Red Bull selepas GP Korea. Asal meraih poin lebih banyak atau sama dengan yang diperoleh para pembalap McLaren, tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris itu akan membuat tiga balapan tersisa sebagai formalitas.

Namun, Red Bull menjamin tak akan ada penurunan performa Vettel dan rekan setimnya Mark Webber di balapan tersisa. Ada tujuan lebih besar yang mereka bidik, yaitu penampilan yang lebih baik dan lanjutan dominasi di musim depan.

Ambisi tersebut disampaikan langsung oleh owner tim Red Bull Dietrich Mateschitz. Sisa musim 2011 harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk peningkatan di musim 2012. Mateschitz menegaskan fokus timnya saat ini seharusnya adalah meraih peningkatan sebesar mungkin, karena para rivalnya Ferrari dan McLaren akan memberikan tantangan yang jauh lebih besar tahun depan.”Pasti, kami akan terus bekerja keras hingga Sao Paulo (GP Brazil, seri terakhir),” ujar Mateschitz pada Autosport.

“Pekerjaan untuk peningkatan tak akan berhenti. Dengan perubahan aturan teknis yang sedikit, yang kami lakukan saat ini akan menguntungkan mobil musim depan kami RB8,” tambahnya.

Mateschitz mengakui, dia dan timnya sadar sepenuhnya jika timnya belum memiliki garansi apa pun untuk kembali menunjukkan dominasi musim depan. Ferrari dan McLaren tentu saja tak mau kembali dipecundangi. Apalagi, tim Mercedes GP juga menunjukkan menjadi kuda hitam dalam persaingan di antara mereka. (ady/jpnn)

Ambisi Pesta di Rumah

PHILLIP ISLAND- Balapan MotoGP Jepang menyisakan kekecewaan bagi Casey Stoner. Pembalap Repsol Honda itu tak mampu mengeksekusi peluang untuk menang sekaligus segera memastikan gelar juara dunia. Kekecewaan tersebut menjadi bahan bakar menuju kebangkitan saat melakoni balapan di kandang sendiri, MotoGP Australia yang berlangsung di Phillip Island akhir pekan ini.

Stoner mengaku kecewa dengan hasil finis ketiga di Motegi. Sebab, dalam balapan tersebut dia sempat memimpin balapan. Namun, satu kesalahan, memaksanya terjebak ke gravel dan harus kehilangan posisi terdepan. Stoner akhirnya harus puas finish di belakang pembalap Yamaha Jorge Lorenzo dan rekan setimnya Dani Pedrosa yang tampil sebagai juara.

Meski hanya naik podium ketiga, kans Stoner untuk mengamankan gelar juara dunia musim ini masih sangat terbuka. Dengan keunggulan 40 poin dari Lorenzo, Stoner berpeluang memastikan gelar juara di Phillip Island. Syaratnya, dia meraih 10 poin lebih banyak dari Lorenzo. Jika itu terjadi, maka poin Stoner tak mungkin lagi dikejar Lorenzo di dua seri tersisa.

“Saya sangat kecewa usai balapan di Jepang, karena kami sadar kami punya potensi. Saya ingin tampil (di Australia) dan memenangi balapan, sama seperti yang saya harapkan saat tampil di Jepang,” tutur Stoner dikutip Autosport. Ambisi Stoner untuk menggenggam gelar juara di balapan yang berlangsung di kandang sendiri memang sangat terbuka. Dalam empat musim terakhir, Stoner selalu tampil sebagai yang terbaik di Phillip Island. Stoner jadi juara secara beruntun sejak 2007 hingga 2010.

“Musim berjalan cukup fantastis sejauh ini dan kami ingin terus mempertahankan momentum. Setiap tahun, saya selalu bersemangat tampil di Phillip Island dan jika kami mampu menyelesaikan (musim) dengan memenangi seri kandang, maka itu akan jadi impian terbesar saya,” tambah Stoner yang akan tepat berusia 26 tahun saat tampil di Phillip Island.
Meski demikian, upaya Stoner bukan hal yang mudah. Lorenzo menyiapkan senjata rahasia untuk menjegal ambisi Stoner. Dia tak mau rivalnya itu berpesta lebih awal sebelum musim berakhir.

“Sekarang saya menuju Australia setelah beberapa hari berlatih di Indonesia. Saya menantikan balapan di Phillip Island, salah satu favorit dan mungkin sirkuit paling indah,” ucap Lorenzo pada Crash.
“Setelah hasil positif di Jepang, kami sangat berambisi berada di podium lagi. Kami tahu ini tidak mudah karena Casey biasanya tidak tersentuh di rumahnya sendiri tapi saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan menyerah,” tegasnya.

Bukan cuma Stoner yang bisa jadi juara dunia akhir pekan mendatang. Jika satu saja motor RC212V milik Repsol Honda berhasil finis di podium, maka tim pabrikan Honda itu akan meraih gelar juara konstruktor. “Ini akan jadi pekan yang melelahkan dan kami masih punya banyak pekerjaan untuk memenangi kejuaraan,”katanya.(ady/jpnn)
Namun kami siap untuk itu,” ujar Stoner. (ady/jpnn)

Alguersuari Rilis Album Perdana

Di arena balapan F1 akan sangat sulit buat Jaime Alguersuari berdiri di puncak klasemen atau sekadar memenangi balapan. Tapi profesi lainnya sebagai musisi berhasil menempatkan dia di puncak iTunes Spanyol.

Adalah album Organic Life yang mengantar Alguersuari naik di posisi pertama pada chart iTunes Spanyol. Sukses tersebut terbilang mengejutkan karena itu merupakan album perdana pembalap Scuderia Toro Rosso itu dan baru dirilis sekitar lima hari lalu.

Saat tidak berada di kokpit mobil F1, Alguersuari memang juga dikenal sebagai seorang disk jokey dengan nama panggung ‘Squire’. Sebelum masuk dapur rekaman di Barcelona dia beberapa kali unjuk kemampuan di Ibiza.

Alguersuari dinaungi oleh label kenamaan di Spanyol bernama Blanco y Negro. Sementara posisi teratas yang dia tempati adalah di chart khusus album elektronik iTunes.

“Saya sudah masuk studio untuk merekam beberapa trek dan hal-hal lainnya. Saya membawanya ke pasar sekarang karena saya pikir sekarang sudah saatnya,” sahut Alguersuari kepada Autosport sebelum merilis album pekan lalu.(net/jpnn)

Dovizioso Hijrah ke Tech 3

Mulai musim 2012, Andrea Dovizioso tak lagi membawa bendera tim Repsol Honda. Pebalap berkebangsaan Italia ini mengaku antusias hijrah ke tim Yamaha Tech 3.

Setelah menghabiskan tiga tahun bersama skuad Honda, Dovi akan hengkang seiring berakhirnya musim 2011. Pabrikan Jepang tersebut ingin memantapkan line up dengan dua pebalap, Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Musim depan, Dovi resmi memperkuat tim Tech 3 dan siap bertandem dengan Cal Crutchlow. Pebalap 25 tahun tersebut menggantikan tempat Colin Edwards, yang pada September lalu sudah mengumumkan kepindahannya ke Forward Racing, tim Moto2 yang akan promosi ke MotoGP mulai musim 2012.

“Saya bahagia mencapai kesepakatan dengan Tech 3 untuk musim depan. Saya berterima kasih pada (bos tim) Herve Poncharal yang memberikan kesempatan ini pada saya,” tutur Dovi seperti dikutip dari Autosport, Rabu (12/10).
“Saya antusias menjadi bagian dari skuad Herve dan menjadi rekan tim Cal. Saya yakin ini merupakan tantangan baru yang menyenangkan, menghibur, dan memberikan motivasi. Pada musim 2012, saya ingin fokus menyelesaikan balapan dengan jalan terbaik,” paparnya.(net/jpnn)

Pembukaan Porkot Diramaikan Gordang Sembilan

Medan-Pesta akbar olahraga Porkot Medan III 2011 yang dilangsungkan 15 hingga 22 Oktober ini lain dari pada event serupa yang telah digelar. Kali ini, dalam rangkaian acara dalam pembukaan yang digelar, Sabtu (15/10) lusa akan menampilkan tarian massal yang memperkenalkan tarian daerah adat Mandailing yang dikolaborasi dengan tarian adat lainnya, sekaligus menyokong Visit Medan Year 2011.

Hal itu disampaikan Ketua Panita Besar (PB) Porkot III 2011, Syafaruddin, Lubis Rabu (12/10) di Stadion Teladan disela menyaksikan gladi kotor tarian massal yang diikuti sebanyak 2000 pelajar se-Kota Medan.

Menurutnya, tarian massal yang melibatkan 200 pelajar se-Kota Medan ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan dari sekolah negeri maupun swasta dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. Diambilnya thema tarian adat Mendailing dan kolaborasi tarian adapt lainnya ini untuk lebih memperkenalkan adat daerah yang ada di Sumut.
“Kami sengaja melaksanakan hal ini, untuk lebih memperkenalkan adat yang ada di Sumut. Dan dalam acara pembukaan nanti, juga akan dimeriahkan dengan alat musik tradisional khas Mandailing Natal yakni Gordang Sembilan. Semua rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ini, untuk memeriahkan pembukaan Porkot juga memperkenalkan kepada masyarakat Medan program Visit Medan Years 2011,” sebutnya.

Lebihlanjut Syafaruddin mengharapkan, pihaknya sangat berkeinginan partisipasi masyarakat Kota Medan unttuk dapat menikmati hiburan yang disuguhkan pada acara pembukaan nanti. “ Kami sangat mengharapkan masyarakat Kota Medan bisa memadati Stadion Teladan dalam pembukaan Porkot nanti,” ucapnya. (jun)

Rahudman Harapkan Gurning

MEDAN-Ternyata magnet yang dimiliki Abdul Rahman Gurning masih melekat di PSMS. Hal ini merujuk dari statement yang diungkapkan Ketum PSMS Rahudman Harahap. Wali Kota Medan ini menjelaskan, bahwa Gurning pantas menjadi arsitek klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

Tentunya bukan tanpa alasan, Rahudman menuturkan hal tersebut,  karena menurutnya Gurning merupakan mantan pemain PSMS. “Ia pantas mengarsiteki PSMS. Gurning mengerti karakter permainan sepak bola anak-anak Medan. Dan yang terpenting, kecintaannya terhadap PSMS tak perlu diragukan lagi,” ungkapnya di Brayan, Selasa (11/10) lalu.
Statement Ketum PSMS ini akhirnya mementahkan pernyataan Sekum PSMS Idris yang mengatakan akan meninjau kembali posisi mantan pelatih PSPS Pekanbaru tersebut.

Mengenai lanjutan kesepakatan merger antara Bintang Medan dan PSMS, Rahudman mengatakan, hal tersebut masih berjalan. “Untuk CEO memang belum ada kesepakatan antara saya dan konsorsium,” jelasnya lagi.

Selaku pihak yang ditugaskan sementara untuk menangani PSMS, Idris mengaku akan melaksanakan semua perintah Ketum PSMS. “Apa pun perintah Pak Wali Kota, saya ikut saja. Ini mengisyaratkan jika Pak Wali Kota memiliki pertimbangan sendiri kenapa memilih Gurning,” ujarnya.

Namun, menurut Idris, pihaknya tetap memberi masukan calon-calon pelatih kepada Rahudman. Apalagi saat ini, konsorsium yang bakal menjadi pengelola PSMS juga turut merekomendasikan nama pelatih.

“Kami akan membicarakannya dulu dengan beliau. Tapi, sebelumnya kami juga telah menerima masukan yang terbaik dari pencinta sepakbola Kota Medan. Dan ini murni bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, mengenai cerita kelanjutan merger yang dilakukan, ia mengaku komunikasi antara pihaknya dan konsorsium masih berlanjut. Dia juga membantah adanya spekulasi pihaknya tak mau menerima pembagian saham 10 persen dari yang diterima PSMS.

“Mengenai besar persentase saham, saya belum berani menjawabnya. Pak Wali Kota yang akan mempertimbangkannya. Suara beliau yang diharapkan bisa mengakomodir kepentingan masyarakat,” jelas Idris. (saz)

Hasil Sempurna di Katanning

KATANNING-Sempurna. Kata tersebut rasanya pantas untuk menggambarkan perjuangan Development Basketball League (DBL) Indonesia Selection Team 2011 Australia Tour ini.

Dalam laga kemarin (11/10) di Katanning Leisure Centre, tim putra dan putri berhasil meraih kemenangan atas tim putra-putri Katanning U-17. Tim putra berhasil menang 112-46, sedang tim putri 62-61.

Hasil kemarin menambah kisah sukses tim DBL Indonesia Selection di Benua Kanguru. Untuk tim putra, dari empat kali bertanding, Michael Stanley dkk mencatatkan tiga kemenangan. Yang membuat kemenangan makin istimewa, center tim putra DBL Indonesia Selection Rico Pratama mampu melakukan slam dunk.

Nah, acungan jempol hasil positif patut diberikan kepada tim putri DBL Indonesia Selectio. Kemenangan Stephanie Yolanda dkk kemarin adalah yang pertama setelah menjalani empat laga di tiga kota Australia Barat.

Pada laga pertama dan kedua, mereka dipaksa mengakui keunggulan Southwest Slammers U-16 dengan skor 40-25 dan 53-44 di Bunbury. Sedang di pertandingan ketiga melawn Albany Riders U-16, mereka kalah 41-38.
Dalam laga kemarin, tim putri DBL Indonesia Selection menampilkan permainan yang apik.

Melawan tim Katanning U-17 yang posturnya jauh lebih besar, Stephanie Yolanda dkk tak gentar dalam perebutan rebound. Beberapa kali Mariam Ulfah dan Stephanie Yolanda mampu memenangi bola liar di bawah ring. Pada kuarter pertama DBL Indonesia Selection menang dengan skor 18-12.

Pertandingan makin seru di kuarter kedua. Katanning U-17 sempat membuat poin sama 26-26. Namun berkat keuletan perjuangan tanpa menyerah, Stephanie Yolanda dkk kembali menjauh dari kejaran Mirayla Zilm dkk. DBL Indonesia Selection unggul 36-33.

Pada dua kuarter akhir, DBL Indonesia Selection berusaha tampil stabil.

Akurasi tembakan tiga angka Stephanie Yolanda dkk makin menjadi. Dari 16 kali percobaan three points, 11 diantaranya masuk. Lewat kemenangan dramatis, DBL Indonesia Selection menang 62-61 atas Katanning U-17. Dan begitu buzzer berbunyi, Stephanie Yolanda dkk melongo karena tak percaya berhasil.

Head coach tim putri DBL Indonesia Selection Freddy Marcos Gorey geleng-geleng tak percaya timnya bisa memenangi laga kemarin.

“Butuh ketegaran hati untuk memenangi laga ini. Kita sebenarnya bisa unggul jauh. Tapi anak-anak cenderung mengulangi kesalahan fundamental. Misal passing dan defense. Tapi kemenangan ini sangat berarti,” kata pelatih asal SMA Methodist 2 Medan kemarin.

Pelatih Katanning U-17 Rod Zilm mengakui jika timnya kalah strategi. “Indonesia punya banyak penembak jitu. Seharusnya kami sadar dan bisa menghentikan itu. Terlepas dari itu, Indonesia memang layak menang,” puji Rod.
Sementara itu, pertandingan lain yang mempertemukan tim putra DBL Indonesia Selection melawan Katanning U-17 juga berakhir untuk kemenangan tim putra yang dibesut head coach Andromeda Manuputty. (dra/jpnn)