28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1462

Kapolres Tebingtinggi Terima Presisi Award dari Lemkapi

SOPIAN/SUMUT POS TERIMA: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon menerima penghargaan Lemkapi yang diserahkan oleh Direktur Eksekutif Edi Saputra Hasibuan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon menerima penghargaan Presisi Award dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon dari Direktur Eksekutif Lemkapi, DR Edi Saputra Hasibuan di ruang kerja Kapolres Tebingtinggi, Jumat (26/5).

Selain penghargaan Presisi Award, AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon juga menerima buku yang berjudul, tangkal terorisme dan soft approach yang ditulis Direktur Eksekutif Lemkapi.

Penghargaan Presisi Award diberikan kepada Kapolres Tebingtinggi atas dedikasi dan loyalitas Polres Tebingtinggi bersama jajaran terus meningkatkan pelayanan publik, aktif melakukan Jumat Curhat bersama masyarakat di wilayah Tebingtinggi.

Atas dasar pantauan Lemkapi, kegiatan Jumat Curhat banyak diapresiasi dan masyarakat merasa kehadiran polisi semakin dirasakan. Kerja keras Polres Presisi ini adalah wujud implementasi Program Presisi Kapolri, dalam mewujudkan Polri yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Kapolres Tebingtinggi beserta jajaran. Dalam sebulan kami melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap Polres Tebingtinggi, apalagi kita ketahui Kapolres Tebingtinggi masih baru, tetapi begitu dilantik langsung tancap gas kegiatan Jumat Curhat dan rajin mengunjungi masyarakat,” ujar Edi Saputra Hasibuan.

Lanjut Edi, selain kegiatan tersebut, pihaknya juga melihat ada juga kegiatan Minggu Kasih dan semangat kegiatan-kegiatan silaturahmi Kapolres beserta jajarannya, termasuk para Kapolsek dan PJU.

“Banyak masukan masyarakat yang disampaikan kepada Polres Tebingtinggi dalam kegiatan jumat curhat dan minggu kasih. Masyarakat menginginkan adanya bantuan polisi. Walaupun terkadang masukan tersebut diluar kewenangan polisi, namun demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, tentu akan menjadi perhatian Polres Tebingtinggi,” ungkap Edi Saputra.

Selanjutnya usai menerima penghargaan, Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon mengungkapkan rasa bangga dan bersyukur kegiatan Polres Tebingtinggi dinilai baik dan mendapatkan penghargaan. “Terus terang ini akan menjadi motivasi kita, bahwasanya Polres Tebingtinggi saat ini berada di trend yang baik, yaitu mampu mengakomodir apa yang menjadi warna kerinduan khususnya masyarakat Tebingtinggi,” jelasnya.

AKBP Andreas Luhut Jaya juga mengingatkan, bahwa dalam waktu dekat ini akan ada agenda besar, yang menjadi kalender utama Kamtibmas khususnya di Tebingtinggi terkait politik maupun hal-hal lainnya. “Ini merupakan langkah awal kami, sehingga bisa terus mempertahankan apa yang menjadi kemauan masyarakat Kota Tebingtinggi,” papar AKBP Andreas Luhut Jaya.

Dalam acara tersebut Kapolres Tebingtinggi turut didampingi, Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring bersama para PJU, Kapolsek dan Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto. (ian/han)

Resmikan Pabrik Pengemasan Teh Retail, PTPN IV Ciptakan Kebanggaan Baru bagi Simalungun

RESMI: Manajemen PTPN IV berfoto bersama usai meresmikan pabrik pengemasan teh retail di Simalungun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) meresmikan Pabrik Pengemasan Teh Retail di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (25/5). Aksi korporasi ini merupakan bentuk keseriusan perusahaan untuk membawa industri teh kembali berjaya, baik di dalam maupun luar negeri.

Acara diawali pemanjatan doa dan diselingi penyerahan bantuan kepada masyarakat sekaligus santunan untuk anak yatim piatu. Simbolisasi peresmian pabrik ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno bersama jajaran komisaris serta perwakilan pemerintah daerah.

Pada kesempatan ini, Sucipto mengungkap rasa syukur atas catatan fantastis yang dibukukan PTPN IV sejak beberapa tahun terakhir. Termasuk kesuksesan perusahaan dalam mengoptimalkan kebun dan pabrik teh.

Sejak dua dekade belakangan, belum ada satu pun produk teh Indonesia yang mampu menembus standar kandungan antrakuinon yang dipatok Eropa, yakni di bawah 0,02 part per million (ppm). Namun berkat kemauan didukung strategi yang tepat, PTPN IV akhirnya berhasil memenuhi standar setelah kadar antrakuinonnya hanya tercatat 0,01 ppm pada 2022 lalu.

Tidak sekadar berhasil menunjukkan kualitasnya di pangsa Eropa, perkebunan dan pabrik teh PTPN IV juga menyandang predikat terbaik di segmen dalam negeri. Dulu, industri teh lokal cenderung berkiblat ke PTPN VIII di Jawa Barat. Tapi sejak beberapa waktu terakhir, situasi berbalik. Sekarang, PTPN IV menjadi pusatnya.

Segala pencapaian ini, kata Sucipto, tidak datang begitu saja. Melainkan buah dari kerja keras serta konsistensi seluruh komponen perusahaan. Melalui peresmian Pabrik Pengemasan Teh Retail tersebut, Sucipto berharap keberadaan PTPN IV bisa terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Simalungun.

“Ini menggambarkan bahwa kita sungguh-sungguh menjaga heritage atau warisan yang sudah kita peroleh dari pendahulu kita berpuluh-puluh tahun atau mungkin ratusan tahun lalu, dan ini akan kita jaga seterusnya ke depan,” ujar Sucipto disambut tepuk tangan meriah.

Pabrik teh yang terletak di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial tahun 1926 silam. Ia mulai berproduksi empat tahun berikutnya, tepatnya pada 1930. Setelah dinasionalisasi pascakemerdekaan RI, pabrik ini memproduksi teh hitam.

Seiring perkembangan, PTPN IV kemudian meluncurkan dua produk teh dengan kualitas dan kemasan yang lebih baik dan modern.

Keduanya adalah Tobasari Tea dan Butong Tea. Guna mengoptimalkan potensi, perusahaan menempuh aneka cara. Termasuk melalui penyesuaian dan inovasi.

Menurut Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim, ada ragam faktor yang membulatkan tekad perusahaan membangun Pabrik Pengemasan Teh Retail. Di antaranya karena peluang profit yang tersaji berkat pergeseran selera konsumsi masyarakat.

Kini, lebih banyak konsumen lokal yang menaruh perhatian lebih terhadap sisi kesehatan. Di tengah tren yang berlangsung, produk teh pun muncul sebagai pilihan karena manfaatnya bagi tubuh. Demi menggapai peluang itu, PTPN IV menempuh langkah strategis, termasuk dengan melengkapi infrastruktur.

Selama ini, teh kualitas terbaik yang diproduksi PTPN IV cenderung dipasarkan ke luar negeri atau berorientasi ekspor. Tapi kini, produk teh unggulan perusahaan juga hadir di dalam negeri demi menjawab kebutuhan konsumen domestik.

Selain faktor profit, pendirian Pabrik Pengemasan Teh Retail juga diharap mampu membangkitkan geliat perekonomian setempat serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun.

“Memang pada tahap awal skala produksi kita terbilang masih kecil. Namun kita optimistis dengan adanya perubahan pola dan tingkat permintaan, Insyaallah pabrik ini kelak akan berkembang besar,” ujar Riza.

Kepala Bagian Optimalisasi Anak Perusahaan dan Aset PTPN IV Muzani menjelaskan empat unit mesin yang ada di Pabrik Pengemasan Teh Retail ini. Mesin yang pertama berfungsi memproduksi teh seduh dengan volume 100-250 gram per kemasan, sedangkan kapasitas produksinya sekitar 8-10 pouch per menit.

Kemudian, mesin kedua juga memproduksi teh seduh. Namun yang ini ukuran volumenya 500-1.000 gram dengan kapasitas produksi 6-8 pouch per menit. Setelah itu, mesin ketiga berguna memproduksi teh celup non amplop berkapasitas 50-60 teabag per menit. Sedangkan mesin yang keempat juga memproduksi teh celup amplop, namun kapasitasnya 40-50 teabag per menit.

“Secara keseluruhan, pabrik ini bisa memproduksi total 1 juta-1,2 juta kemasan per tahun, dengan kata lain berkisar 90 ribu-100 ribu kemasan per bulan. Nah ini akan kita pasarkan ke masyarakat, terutama di Kabupaten Simalungun,” ujar Muzani.

Pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Simalungun Esron Sinaga menyampaikan apresiasi dari masyarakat sekaligus rasa terima kasih mereka kepada PTPN IV.

Menurut Esron, perusahaan ini tidak hanya telah berkontribusi besar bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Namun juga memberi kebanggaan tersendiri untuk Indonesia, terkhusus bagi Kabupaten Simalungun.

“Kita patut bangga karena teh terbaik tumbuh dari tanah Simalungun. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dan semoga PTPN IV semakin maju pada masa mendatang,” ujarnya.

Acara peresmian Pabrik Pengemasan Teh Retail PTPN IV ini dihadiri tokoh masyarakat, Camat, Danramil, Kapolsek, Komisaris Utama PTPN IV Dahlan Harahap, Komisaris Independen PTPN IV Atas Wijayanto, Komisaris PTPN IV Arief Budiono, Komite Dewan Komisaris PTPN IV Aswer, Eddy TC. Barus dan Lidang Panggabean, SEVP Operation II PTPN IV Joni Raja Siregar, Ketua P3RI Cabang PTPN IV Mahyuzar Maimun serta Kepala Bagian, Manajer Unit Group I, II III dan IKBI PTPN IV. (ila)

 

 

Petani Dairi Berhasil Budidaya Bawang Merah Varietas Batu Ijo

TUNJUKKAN: Kepala Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Japirin Sihotang menunjukkan hasil panen bawang merah varitas Batu Ijo saat panen perdana, Kamis (25/5).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, berhasil membudidayakan bawang merah varietas Batu Ijo.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Dairi, Anggara Sinurat, mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari Kepala Desa Bangun, Japirin Sihotang yang berada di di lokasi percontohan.

“Bibit bawang merah Batu Ijo yang mereka kembangkan ini, akan dibudidayakan masyarakat Desa Bangun,” ujarnya.

Kepala Desa Bangun, Japirin Sihotang mengaku, sebelumnya masyarakat setempat sudah pernah budidaya bawang merah varitas lain, namun hasilnya tidak sesuai.

“Berkat bantuan atau trainer dari Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS), kita jadi banyak tahu budidaya bawang merah ini dan hasilnya cukup memuaskan. Umbinya besar, teksturnya padat serta kualitas bagus. Nanti, hasil panen kita ini akan kita jadikan bibit dan dikasih kepada petani di desa ini,” ungkapnya.

Keberhasilan budidaya bawang merah tanpa kompos kandang tersebut, tidak terlepas dari peningkatan kualitas tanah yang telah mencapai pH normal.

“pH tanah sudah sekitar 6,5, jadi sudah sangat bagus untuk bertanam hortikultura. Makanya, disini kita hanya menggunakan pupuk dasar dan humit acid. Untuk menaikkan pH nya, kita menggunakan kapur pertanian,” sebutnya.

Selama ini petani menganggap bertani hortikultura harus menggunakan kompos kandang. Tetapi, dari hasil trainer HRNS, membuktikan bahwa pH tanah yang baik serta perawatan yang benar dapat memberikan hasil memuaskan.

Dirinya berharap keberhasilan budidaya bawang merah ini, akan membantu perekonomian masyarakat Desa Bangun nantinya. (rud/ram)

Pemko Binjai Gelar Rakor Pemberantasan Korupsi

FOTO: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat bersama usai rakor.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah kota Binjai terus melakukan pembenahan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi di aula balai kota, beberapa waktu lalu.

Amir menyambut baik kedatangan Tim MCP KPK dalam rapat koordinasi tersebut. Mereka datang dalam rangka memberikan arahan dan masukan pada Pemerintah Kota Binjai terkait pencegahan korupsi di Kota Binjai.

Amir menyebut, progres data tentang manajemen aset dan pendapatan asli daerah di Pemerintah Kota Binjai. Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Binjai terus berupaya melakukan penertiban administrasi aset tetap untuk tahun 2022 dan 2023.

Pada tahun 2022, target sertifikasi yang ditetapkan sebanyak 100 persil. Hasil yang diperoleh jauh melampaui dari target yang ditetapkan sebanyak 309 persil. Sementara pada tahun 2023, target sertifikat sebanyak 500 persil, yang terdiri dari 50 persil tanah dan bangunan, 450 persil tanah jalan. Saat ini sudah ada sebanyak 3 persil yang telah selesai, yang terdiri dari tanah bangunan dan tanah taman.

Juga ada 50 berkas yang akan dilakukan pensertifikatan yang sudah masuk ke BPN Kota Binjai dan 25 aset telah telah dilakukan pengukuran. Pemerintah Kota Binjai saat ini telah melakukan inovasi peningkatan pajak daerah berupa penerapan aplikasi e-pajak dab e-retribusi yang bertujuan untuk efektifitas, efisiensi dan transparansi pemungutan pajak hingga retribusi daerah. Sehingga pembayaran pajak dan retribusi daerah dapat dilakukan secara non-tunai.

Pemko Binjai juga telah melakukan pemantauan terhadap pemasangan alat perekam data transaksi usaha (tapping box) yang saat ini aktif sebanyak 61 wajib pajak. Hal ini terlihat dari capaian peningkatan pajak daerah kota Binjai tahun 2023 kondisi per 19 Mei 2023 khususnya pajak restoran sebesar 71,55 persen.

Amir menekankan, Pemerintah kota Binjai terus berupaya dengan melakukan yang terbaik dan terus meningkatkan upaya perbaikan. “Hal ini sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, khususnya menjadikan Kota Binjai yang maju, berbudaya dan religius,” pungkasnya. (ted/ram)

Manchester United vs Fulham: Akhiri Musim dengan Manis

MANCHESTER United akan menjamu Fulham di Old Trafford pada pekan terakhir Premier League 2022/2023, Minggu (28/5) malam pukul 22:30 WIB. Setan Merah ingin menyudahi musim dengan lebih manis. Karenanya, tim asuhan Erik ten Hag ini bertekad mengalahkan Fulham demi finis ketiga dan mengulang sebuah torehan kandang ciamik yang pernah dicatatkan pada musim 2002/03.

Kemenangan 4-1 atas Chelsea pada Jumat (26/5) dini hari WIB, memastikan Manchester United finis empat besar untuk berlaga di Liga Champions musim depan. Setan Merah kini naik ke peringkat ketiga klasemen dengan perolehan 72 poin, sekaligus mengirim Liverpool (peringkat lima) ke Liga Europa, karena kedua tim kini berjarak enam poin dengan satu laga sisa.

Namun, untuk finis di peringkat ketiga klasemen akhir, MU wajib melebihi hasil Newcastle United (peringkat empat), yang di saat bersamaan akan bertamu ke markas Chelsea. Bruno Fernandes dkk cuma unggul dua poin dari The Toon’s Army, tapi kalah superior dalam selisih gol.

Selain itu, MU berpeluang mengulang rekor kandang ciamik berupa 27 kemenangan di semua kompetisi yang pernah dicatatkan pada musim 2002/03. Sementara saat ini, MU sudah mengoleksi 26 kemenangan di kandang sendiri.

Manajer MU Erik ten Hag juga mengincar kemenangan atas Fulham dengan kondisi fisik yang bugar. Pasalnya, pekan depan mereka bakal bertarung kontra Manchester City di Stadion Wembley pada laga final Piala FA.

“Pertandingan hari Minggu penting. Kami masih bisa finis ketiga di liga,” kata manajer asal Belanda itu dikutip Football365.

“Penting untuk menjaga (fokus) dan juga tidak mendapatkan cedera. Jadi itu memberi kami target yang bagus untuk pertandingan Hari Minggu, tapi juga mendapatkan sebuah rekor kandang. Jadi ini akan menjadi sebuah pertandingan yang penting. Kami ingin memenangi pertandingan itu,” pungkas Ten Hag.

Sebaliknya, semangat tanding Fulham mungkin tak sebesar tuan rumah. Pasalnya, kalah pun, Fulham takkan bergeser dari peringkat 10, posisi di mana mereka berada sekarang. (bbs/adz)

Nek Latifah Sinaga, Berangkat Haji dari Berjualan Bunga Rampai

seorang lansia sedang duduk di kasur hotel asrama haji jalan A. H. nasution medan, kamis (25/5/2023).

DI usianya yang sudah 76 tahun, Latifah Sinaga masih terlihat bugar, dan penuh semangat untuk berangkat ke Tanah Suci. Apalagi, melaksanakan ibadah di Tanah Suci merupakan impian terbesar dalam hidupnya.

Kegigihan Latifah Sinaga, jamaah asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menabung dari hasil jualan bunga rampai di pinggir jalan, ternyata mampu mewujudkan impiannya melaksanakan ibadah haji tahun ini. “Nenek sudah berjualan cukup lama, dan mulai menabung untuk haji ini, nenek menyelengi sikit-sikit sejak zamannya presiden SBY pertama kali. Alhamdulillah, sekarang nenek bisa berangkat haji,” kata Latifah saat ditemui Sumut Pos di lobi gedung Al-Munawarrah, tempat para jamaah haji menginap sebelum berangkat ke Tanah Suci, Kamis (25/5).

Secara fisik, Nek Latifah terlihat sehat. Hanya pendengarannya saja yang mulai berkurang. Mungkin karena faktor usia uang sudah uzur. Untuk berbicara dengannya, Sumut Pos harus menguat suara agar dia bisa mendengar apa yang ditanyakan kepadanya.

Namun begitu, ingatannya juga masih cukup baik. Terbukti, saat ditanyai terkait suaminya, Nek Latifah mengingat betul tahun meninggal suaminya, yaitu tahun 1987.

Nek Latifah bercerita, dia mulai menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan bunga rampai. “Kalau Hari Jumat, nenek bisa dapat sebanyak-banyaknya Rp100 ribu sehari. Tapi kalau hari-hari biasa, nenek bisa dapat Rp30 ribu. Jadi, sedikit-sedikit nenek sisihkan. Baru di tahun 2017 nenek daftar hajinya,” kata Nek Latifah.

Menurutnya, bunga rampai yang dijualnya ada yang mengantar setiap hari, dan tempat dia berjualan cukup jauh dari rumahnya. “Nenek jualan setiap hari, cuma hari minggu saja nenek istirahat,” sebutnya.

Nek Latifah mengaku, setibanya nanti di Tanah Suci, dirinya ingin berdoa untuk semua keluarga dan kerabatnya. “Doa nenek, supaya anak cucu saya sehat wal’afiat, semakin taat beragama, dan murah rezeki,” ungkap Nek Latifah yang saat itu ditemani petugas haji Murnisyah Nasution, Wakil Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji, yang begitu setia menemani dan selalu memberikan arahan terkait bagaimana menggunakan fasilitas kamar di hotel.

“Nenek berterima kasih juga sama Bu Murni Nasution ini, yang sudah memberikan nenek kamar di lantai bawah. Jadi nenek tidak susah-susah untuk naik turun tangga. Karena pemerikasaan kesehatan Alhamdulillah nenek sehat, cuma keluhan sakit-sakit biasa orangtua, lutut, punggung, pinggang, bahu,” terangnya sambil tertawa.

Fasilitas kamar yang disediakan panitia pemberangkatan, menurutnya cukup memuaskan. Nek Latifah mengaku puas dan senang dengan kamar yang disedikan panitia.

Nenek yang memiliki 3 orang anak dan 8 cucu ini sangat bahagia dan senang bisa berangkat tahun ini walaupun berangkat seorang diri tanpa keluarga mendampingi. “Anak perempuan nenek satu orang, dan tinggalnya di Kota Bandung. Nenek menunggu berangkat ini enam tahun, Alhamdulillah bisa beangkat,” katanya lagi.

Nek Latifah pun mengaku mendapatkan perhatian dari ketiga anaknya. Seperti saat ingin berangkat ke Tanah Suci ini, dia diberikan uang saku oleh anak-anaknya. Dan yang paling membuatnya merasakan bahagia yang luar biasa, karena sebentar lagi akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

Usai berbincang dengan Sumut Pos, Nek Latifah menenayakan kepada petugas haji terkait cara keluar-masuk kamar hotel menggunakan kunci elektrik. Dengan sabar dan lembut petugas haji memberikan penjelasan dan memperaktekkan cara mengoperasikan kunci pintu kamar elektrik itu.

Terlihat jelas Nek Latifah memiliki kecerdasan dalam menangkap penjelasan. Dengan tiga kali praktek, dia langsung bisa menggunakan kunci elektik tersebut. Selanjutnya mampu menggunakan kunci elektrik secara terusan, yaitu menghidupkan dan mematikan lampu. (ika/adz)

CERI Desak Kejagung Tuntaskan Dugaan Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun di Kemenkeu

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mengapresiasi Kinerja Kejaksaan Agung RI atas pengungkapan dugaan korupsi BTS Kominfo menuai acungan jempol berbagai kalangan.

“Kejagung sudah menetapkan sejumlah tersangka dan juga sudah melakukan penahanan terhadap para tersangka dugaan korupsi BTS Kominfo ini. Jadi menurut kami Kejaksaan Agung jangan terus diintervensi,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Sabtu (27/5) pagi di Jakarta.

Yusri juga menegaskan, jika terlalu banyak interensi dan cawe-cawe lagi, apalagi jika dibawa keranah politik, bisa buyar konsentrasi Kejagung. “Kita sabar saja menunggu proses persidangannya di Pengadilan,” kata Yusri.

Pada saat bersamaan, menurut Yusri, alih-alih melayani berbagai intervensi tersebut, Kejaksaan Agung lebih baik mengerahkan segala daya upaya yang dimilikinya untuk membongkar beberapa skandal dugaan korupsi lain yang sudah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat selama ini.

“Sebut saja misalnya kasus transaksi janggal senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan yang pernah diungkap olen Ketua Komite Kordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencuian Uang (Komite TPPU), Mahfud MD,” kata Yusri.

Apalagi menurut Yusri, kasus tersebut telah memancing kontroversi soal data agregat yang diungkap oleh Mahfud MD awalnya sempat disanggah oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani di berbagai forum.

Namun setelah rapat gabungan antara DPR RI Komisi III dengan Mahfud MD dan Sri Mulyani serta Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, semua jelas data agregat mencapai Rp 349 triliun yang harus ditindak lanjuti untuk mengembalikan potensi kerugian negara.

Menurut Mahfud MD saat di RDP DPR Komisi III sekitar April 2023, data transaksi janggal yang diperoleh dari laporan hasil analisis (LHA) PPATK itu terbagi ke dalam 3 kelompok.

Jadi menurut Yusri, sudah tugas Kejagung mencari pidana asal dari dugaan transaksi janggal itu. Kemudian, soal kasus dugaan penggelapan pajak dari proses importasi emas batangan senilai Rp 47,1 triliun antara pengusaha dengan PT Aneka Tambang Tbk.

“Anggota DPR RI Arteria Dahlan sudah membuka informasi itu saat berlangsung rapat di Komisi III dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 14 Juni 2021 silam. Publik hingga saat ini belum melihat titik terang penyelidikan dan penyidikannya, belum ada tersangkanya,” beber Yusri.

Kasus yang dibeberkan Arteria itu menurutnya juga tak bisa dianggap remeh sebab berpotensi merugikan negara hingga Rp 2,9 triliun. “Siapa-siapa yang patut diduga terlihat pun sebenarnya sudah lama diungkapkan melalui forum di Komisi III itu. Nah, jadi ini akan lebih baik jika Kejagung fokus juga ke kasus ini juga,” tambah Yusri.

Selain itu, ungkap Yusri, Kejagung juga seharusnya fokus pada upaya menangani dugaan proyek fiktif tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp 1,7 triliun pada anak usaha PT Telkom (Persero) Tbk, yakni PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma).

“Pada pertengah April 2023 lalu, kami juga sudah mengingatkan Kejagung soal penanganan perkara ini. Masak Kejagung kalah gesit dari Kejati Banten yang sudah menetapkan status tersangka Vice President PT Sigma Cipta Caraka berinisial BB pada kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi smart transportation senilai Rp 19,2 miliar?,” ketus Yusri.

“Kejagung tentu harus mempertahankan citra baik yang sudah didapat saat ini dong,” bebernya lagi.

Ia pun mengaku yakin masyarakat akan lebih menaruh harapan akan tercapainya pemberantasan tindak pidana korupsi kepada Kejagung RI, jikamemang Kejagung fokus untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sudah membuat heboh seantero negeri itu. (rel/dek)