Home Blog Page 14721

Mahasiswa UHN Nyaris Bentrok dengan Satpam

MEDAN- Aksi puluhan mahasiswa HKBP Nommensen (UHN) di depan kampus mereka Jalan Perintis Kemerdekaan nyaris ricuh, Jumat (7/10) siang pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai protes pemecatan yang dilakukan rektorat terhadap tujuh rekan mereka, yakni dua dari Fakultas Teknik Elektro, empat dari Frakultas Hukum dan satu dari Fakultas Ekonomi.

“Kami tak terima pemecatan yang dilakukan secara sepihak oleh rektorat tanpa ada memberikan surat peringatan,” ucap J Nainggolan, mahasiswa Fakultas Hukum sementer IX yang turut dipecat pihak rektorat.

Ia mengatakan, tuduhan pihak rektorat bahwa mereka memakai narkoba tidak terbukti Pasalnya, berdasarkan hasil labotorium dari Klinik Prodia, ketujuhnya negatif memakai narkoba. “Saya tak terima di pecat seperti ini, orangtua saya sampai jatuh sakit, gara-gara fitnah dari pihak rektorat. Seenaknya saja mereka memecat. Saya sudah semester IX dan sebentar lagi wisuda,” ucapnya.

Ia menambahkan, SK pemecatan yang dilakukan rektorat tersebut, di luar dari makna pendidikan. “Kalau kami salah, jagan dipecat tapi dibina. Ini tidak, pihak rektorat menunjukkan kekuasaan yang disalahgunakan,” terangnya.

Aksi nyaris ricuh ketika beberapa Satpam menyiram ban yang dibakar mahasiswa di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan. Spontan membuat mahasiswa yang melakukan aksi langsung mengejar Satpam tersebut dan hampir memukulinya. Namun massa yang lain sempat melerai, sehingga bentrokkan dapat dihindari.

Polisi yang mengawal jalannya aksi sempat kewalahan mengatur lalu lintas yang macet akibat aksi yang dilakukan dipinggir jalan. Sekitar 30 menit massa aksi melakukan orasi akhirnya membubarkan diri dan arus lalu lintas pun kembali lancar.

Secara terpisah, Rektor UHN Jongkres Tampubolon menampik jika aksi tersebut dilakukan sejumlah mahasiswanya. “Kami yakin yang melakukan aksi di luar kampus, berarti bukan mahasiswa kampus kita,” ungkapnya.
Jongkres mengakui, beberapa waktu lalu, pihaknya telah memberhentikan tujuh mahasiswa yang diduga terlibat penggunaan narkoba dan keputusan itu diambil setelah terekam dalam video, jika ketujuh mahasiswa itu terlibat narkoba.

Dia juga mengakui, para orangtua mahasiswa tidak keberatan atas pemecatan yang dilakukan UHN. “Kita hanya ingin selamatkan masa depan mereka. Untuk itu, kami
sarankan kepada orangtua mereka membawanya ke daerah yang aman dari sentuhan narkoba,” sebutnya. (uma)

Pendidikan Jangan Dikomersilkan

Persoalan siswa sisipan di sejumlah sekolah negeri di Medan, membuktikan kalau dunia pendidikan saat ini telah dikomersilkan. Hanya anak orang-orang berduit yang dapat menikmati pendidikan di sekolah-sekolah favorit di kota inin Karenanya, Wali Kota Medan diminta dapat bersikap tegas dengan menindak Kadis Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM.

Pasalnya, Hasan Basri lah yang dianggap paling bertanggung jawab terkait persoalan siswa sisipan ini.
Demikian disampaikan Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan Ganda Manurung ST MBA kepada wartawan Sumut Pos Rudiansyah Effendi, Kamis (5/10). Berikut petikan wawancaranya.

Apa tanggapan Anda terkait siswa sisipan di sejumlah sekolah negeri favorit di Medan?
Memang itulah kenyataan yang terjadi di dunia pendidikan kita saat ini. Semua sudah menjadi ajang komersil. Apa pun ceritanya, masalah pendidikan adalah masalah kecerdasan bangsa. Jadi, bagaimana masyarakat ini mau cerdas, kalau dunia pendidikan dijadikan ajang komersial?

Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?
Wali Kota Medan harus segera membentuk tim untuk melakukan investigasi terkait keberadaan siswa sisipan itu. Jika terbukti, tidak ada kata lain, Kadis Pendidikan Medan harus bertanggung jawab dan dicopot dari jabatannya.

Lalu, bagaimana dengan nasib para siswa sisipan tersebut?
Kalau pendidikan kita mau bagus, kita harus berlakukan sistem testing. Mereka harus mengikuti testing. Siapa siswa yang lolos testing, mereka lah yang berhak bersekolah di sekolah negeri favorit tersebut. Jadi, yang tidak lolos testing harus dikeluarkan dari sekolah itu. Jangan mentang-mentang berduit, otaknya juga harus cemerlang.(rud)

Akibat Kecanduan Game Online

Beginilah jika sudah kecanduan main game online. Dua remaja, Gusti Nanda (16),  dan Wahyu Sihotang (18),  keduanya wargan Jalan Karantina Asrama TNI, Medan Timur, nekat mencuri sepatu milik tetangganya hanya untuk main game online. Akibatnya, kedua remaja itu harus mendekam di Mapolsekta Medan Timur, Kamis (6/10).
Waktu itu, Gusti Nanda dan Wahyu Sihotang berencana main game online di warnet langganan mereka. Namun, kedua remaja ini ternyata tak mengantongi uang sepeserpun.

Karena sudah kecanduan game online, keduanya pun  memutar otak untuk mendapatkan uang.
Saat berjalan di komplek tempat tinggal mereka, Wahyu melihat sepasang sepatu terletak di depan rumah M Fahmi  Syahputra (19). Lantas, kedua remaha ini berencana mencuri sepatu tersebut. Setelah mengamati suasana sekitar, kedua remaja ini langsung mengambil sepasang sepatu berwanra hitam itu.

Namun naas, belum jauh melangkah, masih berada di teras, tiba-tiba Fahmi keluar dan berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan itu langsung keluar dan menangkap kedua remaja pencuri sepatu itu.

Warga sempat memberikan bogeman mentah kepada kedua pencuri sepatu ini. Beruntung personel Polsekta Medan Timur langsung datang dan mengamankan kedua pencuri ini. “Kami lagi tak ada uang, makanya nekat mencuri. Rencananya kami mau jual sepatunya ke monza yang ada di Sambu,” ujar Wahyu.(fit/smg)

Perluasan Wilayah Cuma Politis

MEDAN- Perluasan wilayah administratif yang direncanakan Pemko Medan bukan solusi untuk mengurangi beban kota akibat tingginya komuter (masyarakat yang pergi ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari) di Medan. Karenanya, rencana perluasan wilayah admisnitratif tersebut dinilai sarat unsur politis semata.
“Tidak ada kaitannya meluaskan wilayah administratif dengan solusi beban kota karena tingginya komuter,” kata Pengamat Tata Ruang dan Wilayah di Medan, Fillianty Bangun, Jumat (7/10).

Dijelaskannya, jika selama ini ada 600 ribu per hari komuter yang datang ke Medan. Jika pun wilayah diluaskan, komuter yang berasal dari wilayah lingkar luar Medan tidak akan berubah atau tidak berkurang bahkan akan tetap saja komuter bergerak ke segala penjuru inti Kota Medan “Makanya tidak ada kaitannya, karena itu bukan solusi. Jika wilayah dibebaskan tetap saja tidak akan bisa mengurangi beban kota,” ucapnya.

Karenanya, Fillianty mempertanyakan keinginan Pemko Medan yang akan melakukan perluasan wilayah. “Makanya ini kita pertanyakan. Apakah ini merupakan siasat politis Wali Kota Medan untuk menambah PAD? Sebab, terus terang kalau wilayah Medan diluaskan pastilah PAD di wilayah lingkar luar Medan, seperti Deli Serdang dan Binjai akan berkurang. Sebaliknya, PAD Medan akan bertambah,” terangnya.

Jika wilayah Medan diperluas, lanjut Fillianty, harus melihat juga bagaimana nasib wilayah yang selama ini berada di lingkar luar Medan. Dengan begitu, bila rencana ini diteruskan, pastilah akan menimbulkan konflik kepentingan. “Ini jelas akan berdampak terjadinya konflik kepentingan dan akan terjadi proses tarik menarik antara pemangku kepentingan di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Selain itu, tambah Fillianty, rencana ini juga dinilai akan melelahkan masyarakat. Sebab, jika masyarakat yang selama ini berada di lingkar luar Medan dan harus masuk ke Medan tentunya dia akan kembali lagi mengurus dokumen baru seperti KTP, KK dan lainnya. “Pastinya pengurusan dokumen akan menimbulkan biaya dan itu tentu menjadi uang masuk bagi Pemko Medan. Sementara masyarakat sudah lelah, pemko malah mengambil keuntungan dari situasi ini,” tegasnya.

Menurutnya, kalau alasannya untuk memaksimalkan pelayanan pengurusan dokumen, ini juga merupakan alasan yang tidak rasional. Sebab, selama ini kenyataan di lapangan pengurusan dokumen di Medan juga sulit dan harus mengeluarkan biaya “Ini akal-akalan saja, dan ujungnya pasti upaya agar ada setoran yang masuk ke kas Pemko Medan. Sebab, jika ada perluasan pastilah ada pendaftaran ulang warga, ada proyek pembangunan yang baru,” cetusnya.

Kendati demikian, Fillianty memberi saran, wali kota dan bupati yang memimpin daerah di lingkaran luar Medan harus mampu mengembangkan wilayahnya. Sebaliknya, Medan juga harus melakukan pembatasan terhadap komuter. Harus ada aturan bagi setiap komuter. “Solusinya untuk tingginya komuter itu, wilayah di lingkar luar Medan itu harus dikembangkan. Dengan begitu maka komuter yang selama ini bekerja di Medan pastinya akan bertahan di daerahnya masing-masing. Komuter itu datang ke Medan karena daerahnya belum berkembang dengan baik, makanya kalau pemerintah daerahnya peduli harusnya daerah itu dikembangkan,” papar Fillianty.

Sebaliknya kata Fillianty, Medan juga harus membuat pembatasan terhadap komuter. Setidaknya, Pemko Medan bisa membuat aturan pajak atau biaya. “Makanya Pemko Medan harus mengkaji lagi nantinya, terhadap komuter yang masuk ke Medan sehingga ada pembatasan dan bisa menjadi solusi terhadap beban kota,” terang Fillianty.

Fillianty juga berharap agar kawasan Mebidangro ini dapat saling bersinergi. “Tentunya dengan konsep Mebidangro, ini adalah konsep aglomerisi, konsep ini merupakan upaya dari beberapa daerah yang bersinggungan untuk membangun wilayahnya demi kemajuan masyarakatnya bersama,” terangnya.(adl)

Realisasi Anggaran BLH Medan Cuma 29 Persen

MEDAN- Realisasi anggaran di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan sangat rendah. Pasalnya, hingga September 2011, baru 29 persen anggatan yang dapat direalisasikan.

Sekretaris BLH Kota Medan Lies Setyowati mengatakan, total anggaran BLH Medan tahun anggaran 2011 sebesar Rp5,579 miliar. Namun hingga September 2011, yang terealisasi hanya 29 persen atau Rp1,65 miliar.
“Diakui, realisasi kami rendah karena ada kendala pencairan dari biro keuangan,” kata Lies Setyowati saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Medan ke kantor BLH Medan, Jumat (7/10).

Dijelaskannya, Biro Keuangan memiliki sistem tersendiri dalam hal pencairan anggaran bagi setiap dinas atau badan. Untuk BLH, pada triwulan I hanya 15 persen dari total anggaran yang dicairkan Biro Keuangan. Begitu juga pada triwulan berikutnya, persentase pencairan dananya juga kecil. “Kalau untuk program, realisasinya tidak besar dari Biro Keuangan. Berbeda dengan pencairan kegiatan fisik agak lebih besar pencairannya. Hanya saja untuk kegiatan fisik, baru dilaksanakan pada triwulan IV,” jelasnya.

Dengan begitu diperkirakan realisasinya hanya 70 persen. “Kalau fisik dilaksanakan, kami tidak yakin bisa terealisasi 100 persen,” cetusnya.

Ketua Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare meminta agar BLH Medan segera merealisasikan anggaran agar tidak menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) 2011. “Dengan realisasi sebesar itu, kami benar-benar khawatir kalau anggaran BLH ini menjadi silpa. BLH harus bisa menggenjot pelaksanaan program agar anggaran terealisasi,” katanya.
Menurut Roma, minimnya realisasi anggaran pada instansi ini sangat disayangkan. Pasalnya, banyak persoalan lingkungan hidup yang harus ditangani BLH. Jadi, apabila BLH tidak merealisasikan anggaran, berarti banyak program yang tidak terlaksana.

“Tahun depan BLH pasti sulit mendapat anggaran lebih karena sekarang saja realisasinya kecil. Sementara masalah lingkungan hidup belum bisa diatasi maksimal,” bebernya.(adl)

Sehari, 115 Penjudi dan Jambret Diamankan

MEDAN- Dalam sehari, Sat Reksrim Polresta Medan meringkus 115 penjudi dan penjambret dari sejumlah lokasi di Medan, Kamis (6/10). Sedangkan Sat Narkoba Polresta Medan meringkus 19 tersangka kasus narkoba dalam sepekan.

Menurut Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, penangkapan itu merupakan komitemen polisi untuk memberantas tindak kejahatan seperti judi, curas/curat dan narkoba. “Penangkapan 115 pelaku tersangka kriminal ditambah 19 tersangka narkoba merupakan komitmen polisi untuk memberangus perjudian, penjambretan dan narkoba yang ada di lingkungan masyarakat,” ujar Tagam saat menggelar paparan di halaman Mapolresta Medan, Jumat (7/10).
Tagam juga menjelaskan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyrakat melalui SMS Centre Polresta Medan dan hasil penyelidikan personel kepolisian.

“Semua tersangka diamankan dari berbagai TKP di wilayah hukum Polresta Medan” terang Tagam.
Tagam juga menjelaskan, kedepannya pihak akan semakin meningkatkan pengawasan dan pengamanan di masyarakat. “Kedepannya, tanpa lelah kita akan meningkatkan keamanan di masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari 115 tersangka, 106 diantaranya terkait kasus judi dan 9 tersangka lainnya terlibat kasus penjambretan. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp5.700.200, tiga unit computer, tiga unit TV 29 inch Polytron, satu unit Playstation, 36 HP berbagai tipe dan merek, satu tafsir mimpi, kertas rekapan togel, dan empat belas pulpen.(mag-7)

Bandar Togel Beromset Ratusan Juta Diringkus

Medan- Tim Pemberantas Judi Polda Sumut menangkap Lian Lubis (30), bandar besar togel dan KIM di rumahnya, Dusun Negeri Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (6/10). Dalam menjalankan bisnis yang beromset ratusan juta per hari itu, pria yang biasa disapa dengan panggilan Lian tersebut, mempekerjakan 12 orang di rumahnya untuk merekap dan menulis nomor. Namun, saat penggrebekan semuanya berhasil kabur.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakso mengatakan, bandar togel dan KIM yang berhasil ditangkap merupakan jaringan terbesar bandar togel dan KIM di wilayah Simalungun. Dilihat dari omset per harinya yang mencapai ratusan juta rupiah, kemungkinan dalam menjalankan bisnisnya sang bandar juga mempunyai anak buah di seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Dari pengakuan tersangka, dalam sehari bisnisnya beromset ratusan juta. Dan untuk menjalankan bisnisnya tersebut, ia memperkerjakan 12 orang, tapi pengakuannya masih memiliki bos, yang tak lain sepupunya sendiri. Yang kini sedang kita buru,” terang Heru.

Penangkapan itu, berawal dari informasi terkait maraknya praktik judi togel dan KIM di Dusun Negeri Dolok, Kecamatan Silaukahean, Simalungun. Atas informasi tersebut, Tim Unit Pemberantas Judi yang berjumlah 8 orang, turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan penyeledikan seminggu, petugas berhasil mengantongi nama bandarnya. Petugas pun melakukan penyisiran di Dusun Negeri Dolok, Kecamatan Silaukahean, Simalungun, untuk memburu bandar besar dimaksud. Akhirnya, Kamis (6/10) sore, petugas mengetahui rumah Lian yang disebut-sebut sebagai bandar besar.
Sementara itu, Lian yang ditemui Sumut Pos, di Markas Tim Pemberantas Judi di  Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut mengaku telah menjalankan bisnis togel tersebut selama setahun. Dengan omset ratusan juta rupiah setiap pemutaran nomor.

“Togel seminggu hanya putar lima kali, Minggu, Senin, Rabu, Kamis, Sabtu. Kalau KIM setiap malam. Di rumah saya memperkerjakan 12 orang, 5 tukang tulis, 7 tukang rekap,” terang Lian.

Dalam menjalankan bisnisnya yang sudah setahun, Lian mengaku tidak pernah merasa ada gangguan atau penggrebekan dari pihak aparat kepolisian. “Ngaak pernah ada yang menangkap atau menggerebek. Saya nggak tahu kenapa, saya kan punya bos lagi,” terang Lian.(mag-5)

Siswa SMK Tewas Digilas Truk

MEDAN- Gunawan Manulang (16), siswa SMK Swasta Mandiri Medan Jalan Gedung PBSI, Medan Estate, tewas dilindas truk di Jalan Mandala By Pass Medan, Jumat (7/10) siang 14.30 WIB. Selanjutnya jenazah Gunawan dilarikan ke RSU Pirngadi Medan dengan kondisi yang mengenaskan.

Agus, seorang saksi mata yang ikut mengantarkan korban ke RSU Pirngadi Medan bersama petugas kepolisian mengaku, korban yang mengendarai sepeda motornya Smash BK 4208 UI melintas dari Jalan Letda Sujono. Saat tiba di jalan itu, korban berusaha melewati truk angkutan BB 8055 EA, namun berulang kali tidak berhasil dan disambar truk ketika ada kenderaan yang datang dari depan korban.

“Cara membawa kenderaannya saja pun sedikit ugal-ugalan ke kiri dan ke kanan. Korban juga berusaha menerobos melewati truk bermuatan, namun tiba-tiba korban terjatuh dengan posisi kepala tepat dilintasan roda truk,” kata Agus.

Jenazah korban pun dievakuasi petugas kepolisian ke RSU Pirngadi Medan Jumat sore 15.30 WIB. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak mengaku, korban tabrakan dan sedang melakukan pemeriksaan. “Truk tersebut sudah diamankan di Pos Polisi Satuan Lalu Lintas untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” sebutnya.(jon)

PDAM Jamin Ginting Mengecewakan

082160559xxx
Yth Bapak Pimpinan PDAM. Kami masyarakat Jalan Jamin Gintin Km 13 & 14,5 sangat kecewa sekali dengan keberadan air PAM tersebut dikarenakan hampir setiap hari air mati. Padahal pipa air yang besar depan rumah. Air mati mulai jam 06.00 WIB s/d  22.00 WIB hampir setiap hari. Tolong diperhatikan konsumen yang membutukan air tersebut. Dari konsumen An. Drs Pelindung Kaban Sp.Gardu.

Segera Diperiksa Penyebabnya
Terimakasih atas informasinya. Laporan ini akan kita tindaklanjuti untuk diperiksa penyebabnya. Infomasi dan keluhan dapat disampaikan ke Call Centre Tirtanadi di nomor 500444.

Zaman Karya Mendrofa, Humas PDAM Tirtanadi

Curanmor di Jalan Merak

081375839xxx
Bapak Polisi tolong ditangkap atau ditembak mati saja sendikat pencurian mobil di ujung Jalan Merak Sunggal yang berkedok jaga malam. Sudah terlau sering terjadi pencurian kendaraan. Diburu Pak Polisi.

Secepatnya Ditangkap
Sampai saat ini kita masih mengadakan penyelidikan dan pengumpulan saksi dan bukti yang lain. Secepatnya akan kita tangkap apabila sudah memenuhi bukti permulaan yang cukup. Terimakasih

Kompol Budi Hendrawan Sik
Kapolsek Sunggal

——–

Kepolisian Harus Prefentif
Tentunya dengan SOP yang ada pihak kepolisian dapat memberi jawaban kepada warga akan keamanan di daerahnya. Untuk itu perlu upaya prefentif dari kepolisian dalam mencegah aksi-aksi perampokan yang dilaksanakan dengan banyak modus. Dari perampokan kendaraan bermotor, pencurian kaca sepion, perampokan dengan memecahkan kaca mobil, juga kelompok bermotor yang anarkis. Apalagi Medan Sunggal paling rawan dari semua kecamatan di Kota Medan.

Kita berharap Kapolsek yang baru ini tidak mengulangi kesalahan yang sama. Moment ini hendaknya dimanfaatkan untuk memperbaiki citra kepolisian di daerah yang ditempati. Untuk itu, dibutuhkan niat baik dari setiap pihak. Terimakasih

Aripay Tambunan
Anggota Komisi A DPRD Kota Medan